Disclaimer: Hunter x Hunter © Togashi Yoshihiro-sensei

Warning:

AU banget! OOC kayaknya. Gaje banget! Humor? Gak terlalu bisa, tapi diusahakan! XD

Her Crazy Story

Chapter 3

-oOo-

"Bagaimana, Killua? Kau takkan membiarkan kami yang sudah datang jauh jauh dari hotel kerumahmu, 'kan? Kau takkan tega, 'kan?"

"Leorio, sebenarnya, Killua bisa saja tega pada kita. Karena ini rumahnya."

"Gon, diam kau. Kalau Killua menjawab, 'tidak', kau takkan aman padaku di hotel nanti."

"Ma-maaf."

"Killua?"

"Li-lihat saja nanti." Killua berlari kearah kamarnya.

"Baik! Jika itu pilihanmu! Kami akan mampir lagi besok! Ayo, Gon. Kita pulang."

"U-uh."

Sementara dikamar, Killua memikirkan skenario terburuk dari jawabannya. Leorio dan Gon bisa saja membencinya. Tapi mereka takkan begitu. Namun, bila ia mengijinkan mereka menginap, Kurapika harus bagaimana? Saat ini, ia sedang pusing bukan main. Ia tak tahu harus menjawab apa pada Gon dan Leorio.

Dari ambang pintu, Kurapika memerhatikan Killua yang sedang bingung. Ia menghampiri Killua yang sedang tiduran menghadap jendela kamarnya dan Kurapika duduk dipinggir kasurnya. Kemudian, ia memberanikan diri tuk menyentuh pundak Killua. Sadar akan sentuhan yang tak biasa itu, Killua menoleh. Dan mendapati Kurapika tersenyum kearahnya. Pipinya memerah seketika. Ia tahu perasaan ini.

"A-apa?!"

"Kau boleh saja mengizinkan Gon dan Leorio menginap. Tapi, jangan sampai mereka menemukanku disekitar rumahmu, oke?"

"Ke-kenapa? I-ini kan rumahku! Te-terserahku mau mengizinkan mereka menginap atau tidak!"

"Aku tahu itu, Killua. Aku juga sahabatmu, 'kan? Kau bisa share apapun yang mengganggumu padaku. Aku akan mencoba menolong sebisaku."

"Ta-tapi.."

"Killua, Alluka pernah bertanya padaku. 'Kak Kura, bagaimana kau dapat berteman dengan kak Killua yang keras kepala itu? Bagaimana kau mendapat persetujuan kak Killua untuk tinggal selamanya? Bukannya aku benci, tapi aku malah senang. Apa kak Kura dan kak Killua punya perasaan satu sama lain?' Ya, itu pertanyaan yang bertumpuk bagiku."

"La-lalu, kau jawab apa?"

"Aku? Aku hanya tersenyum dan bilang, 'aku tidak tahu. Mungkin itu takdir yang Tuhan buat untuk kami. Aku tidak punya perasaan apapun pada kakakmu. Karena aku tidak mencintai siapapun kecuali mendiang ayah dan bundaku,' itu jawabanku."

"Tidak dengan pemimpin Ryodan?"

"Pemimpin Ryodan? Eh? Maksudmu Kuroro? Jangan bodoh deh, dia itu.." Kurapika menggantungkan kalimatnya.

"Sudah kuduga. Kau hanya punya perasaan pada Kuroro. Ya sudah. Tak apa."

"Eh? Bu-bukan begitu, Killua! A-aku tidak menyukainya! Aku hanya.. Membencinya!"

"Kau bohong. Dari nadamu berbicara, kau sama sekali tidak membencinya. Kau tahu? Ada pepatah mengatakan, 'bahagia-lah bila melihat orang yang kau cintai sedang bahagia. Bersedih-lah bila melihat orang yang kau cintai sedang bersedih.' Dan aku akan meniru itu."

"Tunggu, jadi maksudmu, kau.. Menyukaiku?"

"Eh?! Bu-bukan begitu!" Kali ini Killua duduk menghadap Kurapika. Ia menggelengkan kepalanya guna menutupi pipinya yang merah. "A-aku tidak menyukaimu, kau hanya sebatas sahabat bagiku. Ti-tidak lebih. Kau?"

"Sama denganmu. Jadi, bagaimana kau akan menjawab pertanyaan Leorio?"

"Siapa tahu? Lihat besok saja."

-oOo-

"Pagi, Kurapika."

Kurapika membuka matanya untuk lebih fokus lagi. Siapa yang memanggilku? Ia menoleh kesumber suara dan mendapati sesosok bayangan. Ketika matanya sudah benar-benar terbuka, barulah sosok itu terlihat dengan jelas. "Killua?"

"Ping pong!"

"Kau.. Apa yang kau lakukan dikamarku?"

"Menyiapkan sarapan. Apa lagi?"

Kurapika mengubah posisinya menjadi posisi duduk. Lalu ia menghadap Killua. Killua tersenyum dan ketawa seketika. Kurapika bingung. Kenapa tiba-tiba Killua tertawa terbahak-bahak seperti itu. Ia pun bertanya. "Kenapa?"

"Wajahmu. Lucu sekali. Maaf, aku tak bisa menahannya. Kau bau, mandi dulu sana."

Kurapika malu mendengarnya. Ia pun segera turun dari kasurnya dan mengambil handuk lalu langsung menuju kekamar mandi. Kira-kira 15 menit kemudian, Kurapika keluar kamar mandi. Untungnya, ia sudah memakai baju dari dalam kamar mandi. Killua sudah menunggunya sedari tadi. "Ayo makan?"

Kurapika menghampiri dan duduk disebelah Killua. Killua lagi-lagi tersenyum. Kali ini, bukan senyuman yang biasanya ia tunjukkan. Tapi ia menunjukkan senyuman yang bisa diartikan sebagai, selamat-pagi-putri-tidur-ku. Sadar akan tatapan itu, Kurapika memandang Killua dan bertanya, "ada apa?"

"Tidak. Hanya saja kau terlihat cantik memakai baju itu. Kau mau kemana?"

"Tidak kemana-mana. Memang tidak boleh aku pakai baju ini?" Baju yang Kurapika kenakan: kaos berwarna ungu dengan celana pendek. "Kau sendiri? Berpakaian rapi seperti itu, mau kemana?"

Killua: baju panjang berwarna putih dengan celana panjang berwarna hitam. "Tidak kemana-mana. Cepat habiskan makananmu. Aku turun dulu."

Ketika Killua turun kebawah, ponsel Kurapika berdering. Menandakan telfon masuk. "Kuroro." Ucapnya. "Mau apa dia?" Lalu Kurapika mengangkat telfonnya.

[Kurapika?]

"Apa? Kau tidak sopan sekali! Menelfon gadis dan langsung mengucapkan namanya! Tidak ada basa basi-nya sama sekali! Mau apa kau menelfonku?!"

[Galak. Seperti biasanya. Ohya, Kurapika kau ada waktu senggang sore ini?]

Mau apa dia? Jangan bilang makan lagi.

Seakan menjawab pertanyaan Kurapika, Kuroro menjawab, [kita akan pergi ke festival. Tidak tidak.. Bukan festival. Lebih tepatnya acara.. Tidak, ya, festival.]

Aneh! Mau apa dia mengajakku ke festival dengannya? Memangnya kenapa dengan anggotanya?

Lagi-lagi, seperti menjawab pertanyaan Kurapika, [Machi dan Nobunaga pergi bersama sore ini. Shizuku dan Shalnark pergi bersama juga sore ini. Kalluto, Feitan dan Phinks pergi kerumah Franklin untuk sebuah acara. Dan aku hanya sendiri disini. Kau bisa datang ke markasku?]

"A-akan kuusahakan. Tutup telfonmu sekarang!"

[Tunggu! Akan ku tunggu kau pukul 6.]

"6 sore? Apa kau gila? Jam segitu aku sudah.. Tidak. Baik, akan kuusahakan. Tutup telfonnya!"

Tuut..

"Yah, dari pada tidak ada kerjaan." Kata Kurapika sambil mengangkat bahunya.

-oOo-

"Kau terlambat..lagi."

"Maaf. Jadi, untuk apa kau menyuruhku ke.. Markas-mu, Kuroro? Kuharap aku mendapat alasan yang setimpal dengan apa yang kau minta."

"Kenapa kau pakai baju dress, Kurapika? Kan sudah kubilang, kita akan ke festival. Bukan ke pesta."

"Mau diapakan lagi." Kurapika mengangkat bahunya "lagi pula aku keluar diam-diam. Dan meminjam dress milik Alluka."

"Haft~." Kuroro menghela nafas panjang. "Ini," Kuroro memberikan kimono berwarna biru muda becorak bunga sakura berwarna pink cerah "cepat ganti bajumu dengan ini."

"Iya!"

Tak lama, Kurapika keluar dengan kimono yang diberikan Kuroro. Kuroro senang melihatnya. Kuroro juga memakai kimono khas pria berwarna hitam. Lalu mereka keluar dari gedung Ryodan dan bergegas menuju kuil Hitogame. Kuil terdekat. Sementara dirumah, Killua bingung kemana Kurapika menghilang. Juga Alluka yang sama sekali tidak mau memberi tahunya. Tak lama, Gon dan Leorio datang. Bertambah lagi masalahnya.

Back to KuroPika!

Kuroro sekarang sedang bermain shoot the doll. Permainan menembak boneka. Sejauh ini, dia sudah mendapat 2 boneka laba-laba berukuran kecil dan besar, juga 3 buah boneka anak ayam. Kini, ia mengincar boneka beruang putih dengan pita biru dilehernya. Sementara Kurapika, ia belum mendapatkan apa-apa. Ia frustasi dan akhirnya menyerah. Ia hanya melihat Kuroro bermain. Cukup mahir. Katanya dalam hati.

Setelah cukup lama membidik, akhirnya, Kuroro melepaskan peluru* terakhir dari pistolnya. Kurapika hanya fokus pada peluru yang Kuroro lontarkan pada boneka tujuannya. Akhirnya, Kuroro mendapat boneka yang ia mau. Ia langsung memberikannya pada Kurapika dan berjalan mencari makanan.

Baik, kita kembali ke Killua. Menunggu jawabannya.

"Jadi, apa jawabanmu, Killua?"

Kenapa ini menjadi seperti aku yang bersalah? "Boleh. Tapi jangan pernah kalian membuka kamar rahasia Alluka. Bila kalian membukanya, kalian akan tahu akibatnya."

-oOo-

A/n: *frustasi,akhirnyakumenyanyi* tak dapat review? Memang tak enak~ sudahlah. Kenapa aku publish chapter baru padahal gak ada yang review? Karena aku sedang mau saja! *dibuangkeempang* oke, yang dimanksud, *peluru: itu maksudnya, sumbat botol dari gabus yang berbentuk tabung tapi tidak seperti tabung(?)

*promosigagal* satu review anda, sangat berharga bagi saya. :')

Review? Sangat dibutuhkan!

KxN.