Disclaimer: Hunter x Hunter © Togashi Yoshihiro-sensei
Warning:
AU banget! OOC kayaknya. Gaje banget! Humor? Gak terlalu bisa, tapi diusahakan! XD
Her Crazy Story
Chapter 4
-oOo-
"Kau mau camilan apa?"
"Hm.. Takoyaki sepertinya enak."
"Baik, oh! Minumnya?"
"Apa saja."
"Tunggu disini. Akan kubelikan pesananmu."
Tiga puluh menit berlalu. Kuroro belum juga kembali. Ia melihat sekeliling dan menangkap beberapa orang yang tak asing dimatanya. Gon dan Leorio. Kedua sahabatnya. Juga Killua.
What!? Gawat! Aku tak tahu harus bagaimana.. Kuroro.. Cepatlah! Atau tamatlah riwayatku-
"Itu Kurapika!" Kata Gon dari kejauhan. "Kurapika!" Panggil Gon. Ia berlari menghampiri Kurapika. Diikuti Leorio dan Killua.
Bodoh! Kau ternyata ada di festival. Aku kira kau dimana. Tapi dengan siapa dia disini? Batin Killua bertanya.
Kuroro.. Ayolah.. Kau pasti tidak ingin membunuhku secara halus, bukan. Bahkan sangat sangat halus, bukan?
"Aku kembali.. Maaf, lam-" langkah dan ucapan Kuroro terhenti ketika melihat Gon dan Leorio. Tapi ia kaget ketika melihat Killua. Begitupun Killua. Ia kaget melihat Kuroro.
Tanpa basa basi lagi, Kurapika langsung menggandeng tangan Kuroro. Pergi menjauh dari ketiga sahabatnya itu. Ketika ia merasa sudah cukup jauh, ia baru berbicara dengan Kuroro. "Kau.. Dari mana saja!? Kau ingin membunuhku, ya?"
"Maksudmu 'membunuhmu' apa?"
"Arrgh! Kau tak usah sok polos! Meninggalkanku berlama-lama ditengah-tengah kerumunan banyak orang dan aku ditemukan sahabatku, lalu mereka melihatku berjalan denganmu. Memangnya itu tidak membunuhku!? Oh, apalagi pasti kau dan Killua saling bertemu tatap, 'kan?"
Tanpa mereka sadari, Gon, Leorio dan Killua menguping dari kejauhan. "Kita membuat Kurapika marah."
"Itu salahmu, Gon. Kenapa kau panggil dia!?" Bentak Killua sekaligus menjitak kepala Gon.
"Sudah sudah! Dengarkan saja apa yang mereka bicarakan."
Kembali lagi pada duo pasangan nyentrik(?) KuroPika. Kurapika terus menghujaninya dengan beribu-ribu omelan dan Kuroro hanya tetap tenang. Seperti biasanya. "Lalu, maksudmu pergi ke festival denganku, apa? Dan memberikan boneka beruang itu?"
"Kurapika, apa kau tak lelah, sedari tadi ngomong terus? Itu, lihat. Takoyaki-mu sudah mulai dingin. Minumanmu juga, sudah mulai tidak dingin. Dimakan dulu, baru lanjutkan lagi."
Seperti menghipnotis Kurapika. Kata-kata Kuroro diturutinya tanpa membantah sedikitpun. Memang dia lelah atau sebagainya, dia duduk disamping Kuroro. Tapi dengan membanting dirinya ke bangku taman itu. Lalu mulai memakan Takoyaki-nya. Karena terburu-buru, ia jadi tersedak. Ia lalu menenangkan diri lalu membuka minumannya.
"Bagaimana? Lelah, bukan?"
Kurapika menggangguk. "Enak."
"Apa?"
Kurapika menggeleng. "Ti-tidak. Bukan apa-apa."
"Ngomong-ngomong," Kurapika menoleh pada Kuroro yang sedang mengajaknya bernicara. " kenapa kau memilih tempat dipinggir danau? Memang, seumpama kau tercebur, kau bisa berenang?"
Kurapika tersedak untuk kedua kalinya. "Bo-bodoh! Tentu saja, aku bisa berenang!"
"Benarkah?"
"I-iya!"
"Coba, buktikan!" Kuroro menceburkan Kurapika ke danau. Kuroro hanya menyengir kuda ketika mendengar Kurapika teriak minta tolong. Dari kejauhan, Killua mengeluarkan aura pembunuhnya. Gon dan Leorio berhati-hati. Lalu Gon membuat Killua tersadar.
"Killua, kau kenapa?"
Killua mengedip dua kali. "Tidak."
"Kuroro! Tolong aku! Jangan cuma menontonku tenggelam saja! Cepat! Tolong.. Bluubluuk.."
"Kuroro! Bodoh! Tolong aku! Tolo-" belum sempat Kurapika menyelesaikan kalimatnya, ia merasa kakinya seperti ditarik dari bawah. Ia akhirnya tenggelam. Melihat itu, Kuroro kaget bukan main, dan langsung melompat ke danau untuk menyelamatkan Kurapika. Namun, ia menaikkan kepalanya ke atas air. Untuk mengambil nafas. Dari kejauhan, Killua sudah tidak sabar lagi. Akhirnya, ia keluar dari tempat tersembunyiannya dan menghampiri Kuroro yang sedang berada di dalam danau.
"Kuroro bodoh! Bukannya kau menyelamatkan Kurapika secara cepat, malah kau tonton terlebih dahulu!"
"Hei, Zoldyck, cepat bantu aku! Bantu aku mencari Kurapika!"
Killua, yang tadi menolehkan kepalanya dan memejamkan matanya, kini menoleh kearah Kuroro dengan tatapan iba. Ia tidak iba padanya. Namun ia iba kepada Kurapika. "I-itu salahmu! Kenapa kau membiarkannya tenggelam!"
Kuroro mencari Kurapika lebih dalam ke dalam perut danau. Akhirnya, ia melihat cahaya kuning keemasan didasar danau. Ia naik lagi kepermukaan untuk mengambil nafas. Ia menoleh pada Killua. "Hei, Zoldyck! Aku menemukan Kurapika! Kau mau bantu aku tidak?"
"Tidak! Itu salahmu! Kau harus bertanggung jawab!"
"Baiklah. Haaaap!" Kuroro mengambil nafas panjang dan menyeburkan diri lagi ke dalam danau. Killua lalu berbalik dan kembali ketempat Gon dan Leorio menunggu.
"Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa. Ayo pulang."
-oOo-
Kurapika membuka matanya perlahan-lahan. Ia masih merasa pusing karena terlalu banyak meminum air danau. Ia mendapatkan sebuah bayangan tepat didepan wajahnya. Ia juga mendengar, ia dipanggil panggil oleh bayangan itu. Setelah ia separuh sadar, ia dapat melihat bayangan itu dengan jelas. Namun, tidak sejelas ketika dia pulih. "Ayah?"
Dia kaget bukan main. Dia menggelengkan kepalanya pelan. Lalu memanggilnya lagi. Kali ini, Kurapika dapat menangkap suara itu. Suaranya.. Familiar.
Ketika ia sudah pulih sepenuhnya, barulah ia mengetahui, bahwa bayangan tersebut adalah Kuroro. Lantas ia menampar pipi pimpinan Ryodan itu sekencang ia bisa. Disana, di markas berkumpulnya Genei, semua dapat melihat, bahwa 'Danchou' mereka ditampar oleh seorang gadis tak tahu diri.
"Kau fikir, kau kenapa?! Baru saja sadar! Sudah menampar danchou! Mau mu apa!?" Bentak Nobunaga yang tak bisa membendung amarahnya.
"Kurapika, syukur-lah kau sudah sadar. Apa kau tak apa?"
"Kau.. Sialan kau! Kau fikir, aku ini apa? Bola air!? Main kau lempar saja ke danau! Aku tahu kau tak punya hati, namun kau harus tahu diri! Tidak sopan melempar seorang gadis ke danau yang dingin malam-malam seperti itu!"
Semua anggota Genei Ryodan kaget. Termasuk Shalnark. Ia tak mengira ia dapat mendengar suara marah Kurapika yang sudah lama tak terdengar. "Sudah lah, Kura-chan. Maafkan danchou."
Kurapika menoleh kearah Shalnark. Hanya satu orang saja yang boleh memanggilnya Kura-chan. Yaitu hanya Shalnark seorang. Karena dia 'sahabat' kecilnya Kurapika. Akhirnya Kurapika menghela nafas panjang sebelum menampar lagi Kuroro. Kali ini, Kuroro tersenyum kearahnya. Lagi-lagi, semua anggota kaget dibuatnya.
I-itu.. Senyuman danchou. Batin Machi
Senyumnya menawan! Batin Feitan dan Nobunaga
Aku tak tahu, bahwa danchou bisa tersenyum. Shizuku membatin
Senyum maut danchou! Semua gadis pasti meleleh dibuatnya, tapi tidak dengan.. Shalnark memalinglan wajah kearah Kurapika, tidak dengan Kurapika.
-oOo-
Dirumah, Killua mondar mandir seperti setrikaan. Alluka iba melihat kakaknya tidak tidur semalaman. Gon dan Leorio tak bisa berbuat apa-apa. "Kak Killua, tenang saja. Kak Kura pasti pulang, kok."
"Mudah untukmu berbicara, Allu. Kau tak tahu kejadian apa yang menimpanya. Aku tak yakin ia akan pulang dalam waktu dekat."
-oOo-
"Bagaimana? Kau bisa melihat dengan jelas lagi?"
Kurapika menggangguk. "Trims, Shalnark."
"Tak apa. Lagipula, apa benar, danchou melemparmu ke danau?"
"Benar. Dan, kau tahu? Aku merasa aku ditarik oleh makhluk misterius. Berwarna hitam dan.. Menyeramkan."
Dibalik pintu, anggota Genei menguping apa yang terjadi. Termasuk Kuroro. Mereka tak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena yang mengerti Kurapika hanyalah Shalnark.
"Kura-chan, kau mau aku antar pulang?"
"Tidak usah. Aku bisa sendiri."
"Sungguh? Tapi kau terlihat tidak baik-baik sa-"
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Kuroro membuka pintu secara paksa. Ia menarik Kurapika keluar gedung dan mengantarnya pulang. Shalnark hanya bisa melanjutkan kalimatnya dengan satu kata. "-Ja."
-oOo-
A/n: ini dia chapter 4-nya. Aku minta maaf atas kemalasan yang sedang menerjangku'-'v tapi, ini sudah kupastikan sudah.. Hm.. Ada typo-nya gak sih? Aku gak nyadar soalnya-_-v *maafkansaya!*
Untuk review kemarin, aku sangat berterima kasih, banget! Juga untuk membalas beberapa chapter yang lalu. Untuk itu, kita balas selagi ada kesempatan._.
Tamu:
Maafkan aku bila dialog-nya kurang jelas. Akan ku usahakan untuk lebih baik lagi. Thanks sudah mau mampir(^-^)
Nahya-Chan:
Waaaah.. Kalo ini sihm aku sangat makasih begete! Karena udah mau mampir dan memberikan review disetiap chapter*hug* aku tambahkan a.k.a update. Mampir lagi yo(^-°)/
Aray Pangestu:
Terima kasih karena sudah menyukai fiksiku. Akan aku benarkan penulisannya lagi. Sekal lagi, terima kasih.
