Disclaimer: Hunter x Hunter © Togashi Yoshihiro-sensei
Warning:
2 chapter aku jadikan satu. AU banget! OOC kayaknya. Gaje banget! Humor? Gak terlalu bisa, tapi diusahakan! XD
Her Crazy Story
Chapter 5 - Kuroro talk eye to eye with Killua
Chapter 6 - Fight in the Lake
-oOo-
Sesampainya dirumah Killua, Kuroro menendang pintu masuk rumah. Ketiga sahabatnya langsung berdiri. Berhati-hati untuk apa yang akan terjadi nanti. Ketika Killua melihat Kuroro, dia mulai mengaktifkan aura pembunuhnya. Namun, ketika ia melihat Kurapika, aura pembunuhnya berubah menjadi aura peduli.
Kurapika hanya cengo ketika ia di gendong ala pasangan pengantin. Ia tak bisa berbuat apa-apa. "Tu-turunkan aku sekarang, bodoh!" Kuroro menurunkan Kurapika didepannya.
"Tak ada terima kasihnya sama sekali."
"Aku tak perlu berterima kasih untukmu karena membuatku ditarik oleh makhluk mengerikan dari dalam danau! Dan itu, membuatku.." Kurapika menggantungkan kalimatnya sambil bergidik ngeri.
Mereka menuju ke kamar Kurapika. Ketiga sahabatnya mulai tertarik dengan ceritanya. Akhirnya, Kurapika di dudukkan dikasur di kamarnya. Kuroro dan Killua duduk mengelilingi Kurapika (disampingnya) sementara Gon dan Leorio duduk didepannya.
"Lanjutkan." Seru Kuroro.
"Lalu, aku sempat melihat makhluk mengerikan itu. Dia berwajah seperti.. Gurita.." Lanjut Kurapika dengan wajah pucat.
Gurita? Jangan katakan.. Killua membatin.
"Dia.. Dia.. Kumohon, jangan paksakan aku." Kurapika memegangi kepalanya dan memejamkan matanya erat-erat.
"Sudah, kita tak usah paksakan Kurapika lebih jauh. Kasihan." Gon memasang wajah memelas pada Kuroro.
"Lanjutkan, Kurapika." paksa Kuroro.
"Tidak, Kuroro. Kumohon. Jangan." rintih Kurapika.
"Lanjutkan, aku tidak sempat melihat makhluk itu." lagi-lagi, Kuroro memaksa.
"Tidak, Kuroro. Tidak."
"Lanjutkan."
"Tidak!" Bentak Kurapika
"Lanjutkan, Kurapika! Siapa tahu, aku bisa membantumu." lagi lagi dan lagi, Kuroro memaksa Kurapika menceritakannya.
"Tidak." Kali ini ia membuka matanya. "Aku tidak akan melanjutkan cerita mengerikan itu. Kumohon, jangan paksa aku menceritakannya."
Killua iba melihat Kurapika. Akhirnya, ia menyeret Kuroro keluar kamarnya. Dibawah tangga, atau tepatnya diruang makan, barulah Killua mengeluarkan semua pendapatnya. "Apa maksudmu memaksa Kurapika menceritakan semua yang dia lihat dari makhluk itu!?"
"Aku kan sudah bilang, siapa tahu, aku bisa membantunya."
"Tapi itu kelewatan, Kuroro! Kurapika menangis, tadi. Tapi ia tidak menunjukkan emosinya pada yang lain."
"Terserah kau." Kuroro ingin meninggalkan Killua, tapi ditahan olehnya. "Apa lagi?"
"Kalau kau membuatnya menangis lagi, aku takkan segan-segan, ingat itu."
"Dengar, Zoldyck. Shalnark bercerita padaku tentang Kurapika. Bahwa dia bilang, sebenarnya Kurapika hanya mencintai satu orang. Tidak, dia mencintai tiga orang. Tidak, dia mencintai empat orang."
"Empat?"
"Ya. Dua orang pertama, ayah dan ibu-nya. Satu orang setelahnya, adalah kakaknya. Juga Pairo, temannya. Satu lagi adalah.."
"Adalah?"
"Dia tidak memberitahuku siapa orang terakhir yang dicintainya. Setahuku, dia mencintai orang berinisial K."
"K? Itu bisa saja diantara kita berdua, benar?"
"Ya. Siapa tahu itu kau. Tapi bisa juga, itu aku. Benar, 'kan?"
"Bodoh! Jangan berfikir kau adalah orangnya! Orang yang cocok dengannya, hanyalah aku!"
"Benarkah? Apa dia pernah memberitahumu, bahwa dia mencintaimu?"
Killua terdiam. "Tidak? Benarkan? Dia tidak pernah memberitahumu bahwa dia mencintaimu atau aku."
"Tunggu, kemarin, aku pernah bertanya padanya. Apa dia mencintaimu?"
"Dan dia menjawab?"
"Dia menggantungkan kalimatnya. Tapi langsung menjawab, 'tidak. Tentu saja tidak! Aku tidak menyukainya. Aku membencinya.' Tapi aku tidak percaya padanya waktu itu."
Diatas, Kurapika tersadar. Kurapika yang sempat pingsan karena paksaan Kuroro, kini mencari-cari sosok Kuroro. Gon dan Leorio saling memandang. Mereka bingung dengan sahabat mereka yang satu ini. Dia bilang, dia membenci Kuroro. Disisi lain, dia mencari-cari Kuroro. Perasaan apa yang sebenarnya ia rasakan?
"Kuroro? Dimana dia?"
"Kurapika, tenanglah. Kau baru saja bangun. Jangan mencari-cari orang yang tidak ada."
"Gon, dimana Kuroro? Dimana dia?"
"Leorio, dimana Kuroro?"
Merasa tak ada jawaban dari dua orang sahabatnya, ia turun dari kasur dan menuju ke ruang bahan dibawah tangga. Ia menemukan orang yang ia cari. Gon dan Leorio mengikutinya dari belakang.
Ia mendekati Kuroro dan menamparnya lagi. "Bagus, kau menang! Dia terlihat seperti gurita bermulut 'O'. Dan aku tak tahu persis apa warnanya. Mungkin merah? Atau hitam?"
"Bagus. Sekarang ayo segera kedanau dan mengeceknya." Tegas Kuroro. Dan mereka pergi ke danau tempat Kurapika tercebur semalam.
-oOo-
Dimana kau Ikalgo?! Keluarlah bila kau memang ada di danau ini.
Seperti menjawab permohonan Killua, gurita yang bernama Ikalgo itu keluar dan menampakkan dirinya pada mereka berlima. Kuroro maju ke depan Kurapika guna melindunginya. Namun yang namanya Gurita, mereka memiliki tentakel yang sangat lengket. Dua dari delapan tangannya meraih kaki Kurapika. Ia diseret paksa ke dalam air lagi. Namun sempat ditahan oleh Killua dan Kuroro.
"Lepaskan! Atau aku akan memotong kedua tanganmu dengan pisau Benz-ku?!"
"Tida~k." Lalu Ikalgo berhasil masuk kedalam air danau dengan membawa Kurapika.
Killua mengeram kesal. "Lihat? Kau tak usah sok jagoan, Kuroro. Lihat hasilnya! Ikal- gurita itu malah menarik Kurapika kedanau itu!"
"Jangan salahkan aku, Zoldyck!"
"Killua! Panggil aku Killua saja. Ah! Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Killua tanpa membuang pandangannya dari danau. "Apa yang harus kita lakukan, Kuroro Lucifor!"
"Apa?!" Kuroro memandang lelaki disampingnya. "Lucifor?! Namaku Kuroro L-U-C-I-F-E-R! Lucofer!"
"Hah?! Lucofer? Kau saja masih salah menyebut namamu. Kau anggap dirimu lelaki terpintar dan terjenius didunia? Huh!" Killua melipat kedua tangannya didepan dadanya dan mengalihkan pandangannya. "Hei," panggilnya.
"Apa?"
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Killua dengan nada yang agak ragu.
"Apa yang harus kita lakukan? Apa lagi!? Ayo selamatkan Kurapika,"
"Selamatkan Kurapika? Gampang sekali kau bicara! Sekarang, ayo cari Kurapika bersama!" kata Killua dengan nada menyuruh.
"Apa? Apa aku tak salah dengar? Apa kau baru saja menyuruhku? Dengar, aku bukannya sok. Tapi tidak ada seorangpun yang pernah menyuruhku! Bahkan diriku sendiri!"
"Terserah apa katamu, Kuroro. Kita hanya harus fokus menyelamatkan Kurapika saja." Killua tidak mengindahkan kalimat Kuroro dan langsung menyeburkan diri ke air danau yang dingin.
Kuroro yang melihat itu, hanya bisa membelalakkan matanya, walaupun sedikit. "Hei! Tunggu! Jangan main duluan saja! Hei!" Kuroro teriak dari atas danau dan akhirnya ikut menyebur ke danau.
Lalu mereka kembali kepinggir danau karena tidak menemukan apa yang mereka cari. Mereka mengambil nafas sejenak dan beristirahat di bawah pohon. Lalu mereka berdiri dipinggir danau lagi dan hampir menyerah.
Beberapa saat yang lalu, mereka saling tatap menatap. Mereka bingung apa yang harus mereka lakukan. Kuroro memandang kedalam danau dan ia menemukan siluet berwarna kuning keemasan. Langsung saja ia menceburkan dirinya lagi ke dalam dinginnya air danau.
Killua, mungkin terlambat menyadari. Tapi ia melihat juga seperti apa yang dilihat Kuroro. Ia juga menceburkan dirinya kedalam air. Gon yang sedari tadi melihat itu, memanggil nama Killua berulang kali. Namun tak ditanggapi olehnya.
Beberapa saat kemudian, Gon dan Leorio melihat oksigen yang pecah dipermukaan danau. Mereka tahu, bahwa mereka masih hidup. Gon menarik tangan Kurapika yang baru keluar dari air. Dan Leorio berniat menarik tangan Kuroro, namun tangannya cepat-cepat disingkirkan oleh Kuroro. Leorio hanya mendengus sebal. Gon tidak melihat satu orang lagi. Frustasi karena tak melihat Killua keluar, Gon ingin menyelam ke dalam air. Namun ditahan oleh Kurapika. "Kita harus percaya padanya."
Selang tiga detik Kurapika membuat Gon percaya bahwa Killua baik-baik saja, Gon melihat Killua keluar dari air. Dia terlihat sangat sangat iba melihat Killua. Bajunya compang camping. Dengan darah segar mengalir diujung mulutnya. Juga di pelipisnya. "Killua, apa yang terjadi?"
"Kurapika, Gon dan.." Kuroro memanggil nama mereka, namun melupakan satu lagi.
"Leorio." jawab Leorio singkat dan dengan nada marah.
"Ah, Leorio, kalian harus bersembunyi sejauh mungkin dari sini. Rawat dulu Kurapika yang terluka." Tegas Kuroro
"Memang kau siapa? Berani menyuruh kami?!" Tanya Leorio kasar
"Sudah. Biar aku dan Gon saja yang mengevakuasi diri sendiri. Bila kau tak mau ikut, terserahmu. Ayo, Gon." seru Kurapika sambil menggandeng tangan Gon.
"U-uh. Tunggu, Kurapika."
"Aargh!" Leorio memutar kedua bola matanya. "Tunggu aku, Gon, Kurapika."
Lalu, setelah Kurapika bersembunyi, Ikalgo muncul dengan besar tiga kali dari besar sebelumnya. Kuroro meloncat kearah kanan ketika melihat salah satu tangan Ikalgo menyerangnya.
"Zoldyck! Cepat menyingkir! Kau mau mati?!" Bentak Kuroro.
"Hai, Killua. Kawan lamaku. Lama tak bertemu. Kau ingin bertarung lagi denganku? Atau kau mau menggantikan gadis manis itu menjadi sarapanku?"
Dari tempat Kurapika bersembunyi, ia dapat mendengar semua omongan Ikalgo. Ia keluar dari tempatnya dan mendekati Kuroro dan Killua. Ia berteriak. Memberanikan diri untuk mengalihkan perhatian Ikalgo untuk melepaskan Killua dari cengkraman monster gurita itu. "Hei, Gurita!"
"Oh, gadis manis~ apa kau mau menjadi hidangan penutupku?"
"Bodoh! Gurita raksasa bodoh! Jelek! Tak tahu malu!"
Sontak, teriakan Kurapika membuat Killua dan Kuroro menoleh kearahnya. Apa yang difikirkannya? Tanya batin Kuroro dan Killua secara bersamaan.
"Kau ingin memakanku!? Kau fikir aku enak!? Tidak! Aku penuh dengan dendam! Sekali kau memakanku, kau akan mati!"
Merasa dirinya diejek, Ikalgo melempar Killua ke dalam air danau dan menangkap Kuroro yang sedang terbang* dan ia melemparkannya juga ke dalam air. Lalu ia menyergap Kurapika dalam cengkramannya dan menghadapkannya tepat di depan wajahnya. Lalu ia menjilat Kurapika. Merasa dilecehkan, Kurapika memberontak dengan menggunakan Jail Chain miliknya. Darah segarpun mengalir dari salah satu tentakel Ikalgo. Ia juga melemparkan Kurapika kedalam air.
"Gadis manis yang bodoh." Lalu ia menyelam ke dalam air.
Didalam air, Ikalgo fokus menyerang Kuroro yang sedang teralihkan, tangan tangannya sangat lihai seperti belut. Dua tangan menyerang Kuroro. Empat menyerang Killua dan dua tangan lainnya menyandera Kurapika. Ia berteriak dalam air. Memekakan telinga ketiga orang itu. Kurapika menutup telinganya rapat-rapat. Namun ia sempat meminum air danau itu terlalu banyak. Akhirnya, ia pingsan di dekapan Ikalgo.
Dua tangan yang menyerang Kuroro kini terpisah satu sama lain akibat pisaunya. Otomatis, Ikalgo terkena racun dari pisaunya. Empat tangan yang menyerang Killua, ini menjadi bahan takoyaki yang nikmat. Sisanya, dua lagi yang menyandera Kurapika, ia semakin mengencangkan cengkramannya. Membuat tubuh Kurapika terdorong sedikit kedepan. Mereka mendengar suara tulang patah dari arah Kurapika. Mereka tahu, tulang punggung dan rusuk Kurapika patah. Emosi Killua kini mencapai titiknya. Ia tak peduli, walaupun Ikalgo adalah temannya, ia akan tetap membunuhnya jika ia melukai Kurapika.
Sementara Kuroro, ia pindah ke hadapan Ikalgo dengan sangat cepat. Dengan mengandalkan pisau Benz miliknya, ia membelah wajah Ikalgo menjadi dua bagian. Otomatis, Ikalgo sekarang mati. Kuroro membawa Kurapika ke atas permukaan dengan sangat hati hati. Sementara Killua, ia hanya bisa menatap naas temannya yang sudah tak bernyawa karena dibunuh Kuroro.
Sesampainya dipinggir danau, Leorio menghampiri Kurapika dan menggendongnya kasar. Namun, Kuroro sempat memberitahu Leorio bahwa Kurapika patah tulang. Jadi, dengan hati-hati Leorio menggendong Kurapika.
Mereka memutuskan untuk kembali kerumah Killua. Sesampainya, Leorio dan Kuroro langsung menuju ke kamar Kurapika. Ia menidurkan gadis bersurai pirang itu dikasurnya. Disusul Gon dan Killua. Mereka tak tahu, namun Alluka sedari tadi ada didepan pintu kamar Kurapika. Ia memanggil nama Kurapika. Namun tak ada balasan. Ia segera mendekatinya dan diberi jalan oleh Kuroro dan Leorio.
"Apa kalian mau aku menyembuhkan kak Kura?"
Tanpa menunggu jawaban dari keempat lelaki dihadapannya ini, Alluka menuntut tiga hal pada Killua. Killua terbelalak mendengarnya. Tak ada yang mampu mengabulkannya. Tapi Kuroro, sanggup. Ia mendengarkan permintaan Alluka dan menghilang. Kini, dihadapan Gon dan Leorio, mereka seperti melihat boneka hidup tanpa mata. Seperti waktu Kurapika melihat boneka Pairo. Waktu itu.
Tiga puluh menit kemudian, Kuroro kembali dan membawa semua barang yang Alluka inginkan. Lalu ia mulai fokus pada Kurapika dan memulai ritualnya.
-oOo-
A/n: i'm back! Haha.. Sebenernya sih, ini 2 chapter yang aku jadikan satu. Seperti keterangan warning diatas. Tidak membacanya? What? Maa ii ka. Hah? Kalian membacanya? Horee! *setres*
Kurapika: udah, lah.. Tinggalin aja author setres-nya. Terus, gue kenapa dibikin OOC?!
Author: ooc? Kenapa?
Killua: iye! Make ngebunuh ikalgo segala lagi. Lu kagak tau apa, gue bertemen ama dia di episode 101 itu susah! Ampe pingsan eh, keabisan darah dulu.
Kuroro: oh.. Begitu, ceritanya, ane kagak nongon-nongol lagi sih, abisnye. Eh, pika-chan..
Kurapika: ape? Jan panggil gue pika-chan ngapa.
Shalnark: eh, masa aku tampil dikit amot? Eh, dikit amat? Gimana sih..
Author: udeh udeh~ jan pada berteman ngapa..
Killua: apaaaaaaaa! Jan pasa berteman?
Shalnark: Killua, kamu typo tuh..
Killua: mane mane? *ngecekulang* ohiya. Emang tuh, gara-gara author sableng ono, ane jadi typo. Huh!
Kurapika: udeh ngapa! Berantem elem lu pade! Liat noh, sang author penuh typo ono cengok mesti dengerin yang mana dulu yang mau ngomong.
Author: *matanyaberbinar* huwahhh... Kurapika belain inyong! Senengnya.. *melukmelukKurapika*
Kurapika: *noyorkepalaauthor* sono.. Jan geer lu jadi orang ah! Geer bet sih lu. Capek deh! Oh, udah.. Jan banyak bacot, orang yang baca omake, ya? Omake gagal nii piksi entar kaga mau nge repiuu ni piksi, mau?
Author: janganlah..
Killua: udeh, lu banyak bacot bet! Minggir, biar gue yang ambil alih!
Shalnark: Killua, liat tuh, si authornya mudung dipojokan pake efek galau gitu..
Killua: boam ah. Salah ndiri, jadiin gue ama ikalgo ooc bet._.
Kuroro: eh, gue belom sempet ngomong ini.. Gue mau ngomong diserobot mulu ama pika-chan!
Kurapika: elah elah.. Gua kata.. Jan panggil gua pika-chan ngapa.
Kuroro: emang kenapa sih? Kok lu kagak demen bet gua panggil pika-chan?
Kurapika: kagak. Gua cuma risih aja kalo elu yang manggil gue.
Killua: eh, kalo dia kagak mau elu panggil pika-chan, ya udah.. Gue aja, gimana? *masangmukakucing*
Kurapika: au ah gelap! Teserah elu pade! Puyeng gua! Eh, author setres ntu udah baekan, kabarnya?
Shalnark: gak tau deh. Gue denger dia masih nangis tuh, dipojokan. *nunjukgue*
Killua: cieh cieh.. Sejak kapan lu Shal, pake ngomong "elu-gue"?
Shalnark: baru san?
Kuroro: ela dalahh~ gue pengen ngomong, bray, dari tadi! Susah am-
Kurapika: author! Sini dah, gua punya kodok buat lu!
Author: ogah! Lu ngapa kasih gua kodok?!
Killua: Kurapika, gue tau elu frustasi karena dibikin OOC, walaupun gue gak ngerasa kalo elu OOC, tapi lu kalo mau ngasih dia kodok, jangan ngasih tau, pea!
Kurapika: emang ngapa? Emang ngepek, apa?
Shalnark: ngepet lah! Eh, ngepek lah! Noh, liat authornya makin galau!
Kuroro: eh, ka-
Killua: Shalnark betul! Kita meski hibur ntu author. Bagaimanapun, kalo dia marah ama kita, dia kaga bakal mau bikin cerita lagi. Dan kita akan kegantung, bukan.. Kita bakal digantung selama dia males nyelesein ni cerite, ngarti kaga lu lu pade?
Kurapika, Kuroro, Shalnark: *gelenggeleng*
Killua: *nepokjidat* oh tuhan!
Leorio: *nongolentahdarimana* eh, Killua.. Gon nyariin tuh!
Killua: oh, ada ossan! Pe kabae lu?
Leorio: butet? Kan baru maen bareng tadi. Pikun lu yak? *gelenggeleng*
Author: udah.. Banyak bacot bet nih pade!
Kuroro: eh, gue belo-
Author: yaudah lah ya, kita bubar aja!
Kuroro: eh, bhbar kena-
Kurapika: oke, fine!
Killua: iya! Mending udahin aja piksi kaga jelas ni!
Shalnark: aku ada setujunya juga, sih sama Killua..
Kuroro: Shaln-
Kurapika: lu jadi alim lagi, Shalnark?
Shalnark: iya, aku dibikin alim lagi sama sutor, eh, author!
Kuroro: author, kok gu-
Leorio: Killua, dikata.. Gon nyariin elu ampe kekuburan!
Kuroro: buset, kuburan? Ngapai-
Killua: ngapa dia nyariin ane dikuburan, ossan?
Leorio: *ngangkatkeduapundaknya* mane gue tai. Eh, tau!
Kuroro: *mulaihilangkesabaran* eh, gu-
Kurapika: author, gue patah tulang ampe kapan?
Author: mungkin.. Gak tau deh. Lu akting yang bener ae!
Kuroro: *marah* EH! GUE PENGEN NGOMONG! DISEROBOT MUL-
Author, Kurapika, Shalnark, Killua, Leorio: 2 kata buat kalian.. Review, please..
Kuroro: *sweatdrop*
Author: maaf, Kuroro. Lu jadi OOC gara-gara gue.. *melet*
