Disclaimer: Hunter x Hunter © Togashi Yoshihiro-sensei

Warning!

AU banget! OOC kayaknya. Gaje banget! Humor? Gak terlalu bisa, tapi diusahakan! XD

Her Crazy Story

Chapter 7

-oOo-

Sudah tiga jam lebih ia berusaha menyembuhkan Kurapika dari patah tulang yang ia alami. Akhirnya, menunggu-pun tak sia-sia. Kurapika membuka matanya pelan. Langsung memegangi kepalanya yang masih pening dan menoleh ke arah teman-teman dan Kuroro berada.

"Di-dimana aku?"

"Dirumah, kak Kura."

"A..lluka?"

Alluka tersenyum. Lalu berkata dengan lembut kepadanya. "Kau tak perlu memaksakan diri, kak Kura. Kau baru saja sembuh dari patah tulang."

"Pa-patah tulang? Kenapa?"

"Gurita raksasa yang kau ejek itu meremukkan tulang punggung dan tulang rusukmu." Jelas Kuroro. "Namun aku sangat bersyukur. Bahwa kau masih hidup. Yaah, setidaknya," ia melipat kedua tangannya dibelakang kepalanya "masih ada orang yang dapat membuatmu marah, bukan?"

Kurapika merengut mendengarnya. Namun segera tertawa. Tertawa yang hampir tak terdengar. "Killua?"

Yang dipanggil menoleh, "apa?"

"Kenapa bajumu robek-robek begitu?"

Killua baru menyadarinya. "Oh, ini akibat pertarunganku dengan.." Ia menggantungkan kalimatnya. "..Ikalgo." Katanya berbisik.

"Apa?"

"Ti-tidak. Ini akibat pertarunganku dengan gurita raksasa itu."

"Tapi, ku dengar. Gurita raksasa itu menyebutkan kata, 'kawan lama' apa kau berteman dengannya?"

Killua terperanjat mendengarnya. Killua berusaha mencari-cari alasan yang tepat. Ia tak menemukannya. Dan hasilnya, ia hanya terdiam seperti patung.

"Kurapika," Kuroro mendekatkan wajahnya ke wajah Kurapika. Wajah Kurapika kini berhasil memerah sempurna. "Kau.. Demam."

Kurapika langsung membelalakkan matanya. Bodoh! Kukira dia mau menciumku didepan yang lain. Batinnya mengomel sambil mengutuki pria di atasnya ini. "Kuroro, apa kau terlibat pertarungan dengan gurita itu juga? Seingatku kau juga dilemparkan ke air."

"Hn.. Iya. Itu tak bisa terhindarkan."

"Begitu."

-oOo-

Malam ini, Gon, Leorio dan Alluka sudah tertidur lelap. Kini hanya tinggal Kuroro dan Killua saja yang masih setia menemani Kurapika sampai ia tertidur. Kuroro tiba-tiba penasaran dengan orang yang Kurapika cintai.

"Kurapika," yang ia panggil menoleh. Killua sempat el-feel karena Kuroro menyerobot bicara. "Aku ingin tahu, siapa orang yang kau cintai."

Wajah Kurapika memerah. Kuroro dan Killua dapat melihat perubahan warna wajah Kurapika. "A-apa yang kau bilang? Aku hanya mencintai tiga orang!"

"Aku tahu. Dua orang pertama adalah ayah dan ibumu. Ketiga adalah kakakmu dan Pairo. Dan.." Kuroro menggantungkan kalimatnya. "..Siapa orang terak-"

"Pasti Shalnark memberitahumu?!"

"Iya. Kenapa?"

Kurapika memalingkan wajahnya dari hadapan Kuroro, tak berani memandang wajahnya. "Atau sebenarnya, Shalnark itu bukan sahabatmu." Kali ini Kurapika memberanikan diri menatap mata hitam milik Kuroro. "..Tapi dia adalah kaka-"

Kurapika menghentikan kalimat Kuroro dengan menempelkan telapak tangannya kemulutnya. "Kalau kau sudah tahu, kau diam diam saja!"

Sementara di posisi yang tidak kita ketahui, Shalnark sedang memikirkan adiknya. Sedang apa dia?

"Baik. Akan ku kunjungi dia. Mungkin Danchou tahu dimana dia. Akan kutanya dia."

Shalnark pergi menuju tempat Genei biasa berkumpul.

-oOo-

"Ha? Danchou belum kembali dari kemarin?" Pria berambut pirang itu bertanya pada temannya.

"Belum. Kudengar, dia pergi kerumahnya salah satu Zoldyck. Tapi dia belum kembali sampai saat ini."

"Kita harus bagaimana? Shalnark?" Tanya Shizuku.

"Sudah. Bagaimana kalau kita menuju tempat si Zoldyck itu?"

"Kapan?" Kini giliran Machi bertanya.

"Sekarang."

Lalu semua anggota Genei Ryodan yang ada disana segera berpencar untuk menemukan rumah Killua.

-oOo-

"Kuroro,"

"Kau sudah bangun, rupanya."

"Sudah. Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau tidak kembali? Kuyakin yang lain sedang mencari-carimu."

"Sudah. Jangan pedulikan mereka, Kurapika. Bila mereka tahu dimana aku, pasti langsung ketemu."

"Begitu? Oh, Kuroro."

Kuroro menoleh. "Apa?"

"Kau ingin tahu siapa orang terakhir yang aku cintai itu?" Kuroro menggangguk. "Kemari lah. Akan aku bisikkan siapa dia." Kuroro menuruti Kurapika. Kurapika menolehkan wajahnya ke Killua. Takut Killua bangun.

"Baik, aku sudah ada didekatmu." Ketika Kurapika menoleh, ia kaget bukan main. "Beritahu aku sekarang."

"Orang itu, adalah kau, Kuroro Lucifer. Kau orang terakhir yang kucintai."

Mata Kuroro membelalak sempurna. Ia tak menyangka, bahwa orang yang dicintai Kurapika adalah dirinya. Sementara itu, Killua terbangun karena ia ingin kekamar mandi. Ketika ia mengangkat kepalanya, ia melihat Kurapika dan Kuroro sedang berciuman. Ia berdiri diam diam dan pergi kekamar mandi. Tapi, ia ketahuan.

"A-apa? Maaf mengganggu, aku akan kekamar mandi. Jangan hiraukan aku, lanjutkan saja," Killua mundur beberapa langkah dan keluar kamar Kurapika. Lalu ia langsung menuju ke kamar mandi. "Jadi, orang yang kau cintai itu adalah.. Kuroro."

"Menangis dikamar mandi? Manis sekali.." Tiba-tiba suara Kuroro terdengar ditelinga Killua. "..Apa yang kau lakukan, Zoldyck.. Tidak, Killua?"

"Bukan urusanmu, Kuroro! Sedang apa kau disini!?"

"Aku bertanya padamu, kenapa kau balik bertanya?" Tanya Kuroro dengan nada datarnya. "Hei, Killua. Kurapika mencarimu."

"Untuk apa? Toh, dia tidak membutuhkanku lagi. Ia sudah bersamamu, 'kan?"

"Kurapika ingin berbicara empat mata denganmu. Aku tak tahu untuk apa. Aku hanya disuruh menyampaikan ini padamu, Killua. Cepat! Jangan buat seorang gadis menunggu!"

Lalu Killua berlari melalui Kuroro. "Aku harap bukan sesuatu yang membuatku jengkel. Tunggu, aku kenapa? Apa ini rasanya.. Cemburu? Bodoh! Sudah, aku harus melihat apa yang Kurapika bicarakan." Lalu Kuroro pergi meninggalkan kamar mandi dan menuju kekamar Kurapika.

-oOo-

A/N: fiksi episode(?) ini terlalu sedikit? Apa harus aku double kan lagi? Review saja dulu... Trimssss... Juga maaf karena telat mem-post.

Reply review:

Nahya-Chan:

Wkwk.. Benar.. Maaf, Ikalgo! *ditabokIkalgo* apa itu overcook? Wkwk.. Maafkan kalau story ini terlalu sedikit. *diblender* aw.. Makasih reviewnyaaa.. *muachh* *ditabok*