Disclaimer: Hunter x Hunter © Togashi Yoshihiro-sensei
Warning!
Agak memakai bahasa Jerman. Walau masih agak, 'translate' dikit-,- AU banget! OOC kayaknya. Gaje banget! Humor? Gak terlalu bisa, tapi diusahakan! XD
Her Crazy Story
Chapter 8
-oOo-
"Aku menemukannya. Kalian bisa kemari. Di kota kecil di pinggiran hutan Grostia."
[Baik, kami akan kesana. Kau duluan saja.]
"Baik."
Ia mematikan telfonnya dengan Machi. Ia segera berjalan menuju kota itu. Ia berjalan melewati pasar yang setiap harinya penuh. "Sudah dua hari, Danchou tidak pulang." Gumamnya pada dirinya. Dari tempatnya berdiri, ia bertemu seseorang yang sangat tidak asing dimatanya.
Ia berlari mengikuti siluet itu. Namun ia kehilangan jejaknya ketika ia berbelok ke kanan. "Sial! Aku kehilangan dia!"
"Siapa yang kau cari, Shalnark?"
Shalnark menoleh ke arah sumber suara dan mendapati danchounya. "Danchou? Apa yang kau lakukan disini?"
"Apa yang kulakukan? Itu seharusnya menjadi pertanyaanku. Apa yang kau lakukan disini?"
"Aku sedang mencarimu dan Kurapika."
"Pantas. Shalnark, adikmu sekarang sedang mengalami patah tulang."
"Bagaimana kau tahu itu!?" Shalnark tanpa sengaja membentak danchounya. Ia langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan membungkuk "maafkan aku."
"Tak apa. Aku mengerti. Ayo, ikut aku."
-oOo-
"Apa kau merasa baikkan?"
Dia mengangguk.
"Kau mau aku ambilkan air? Kau mau aku suapin makan? Kau mau berjalan? Apa kau mau.. Kau mau.."
"Shalnark, tat ich nichts. keine Sorgen. (Shalnark, aku tidak apa-apa. Jangan khawatir.)"
"Danchou, können Sie mir sagen? (Danchou, bisa kau jelaskan padaku?)" Kuroro menggangguk dan mengikuti Shalnark keluar kamar Kurapika.
-oOo-
"Aku yakin yang Shalnark maksud adalah kota ini."
"Kau yakin?" tanya Nobunaga.
"Iya," Machi menggangguk. "Karena aku dapat merasakan nen Shalnark dan Danchou."
"Baik. Kita langsung mencari lokasinya dengan mengikuti nen Danchou."
-oOo-
"Begitu. Jadi apa kau telah membunuh gurita menyebalkan itu?"
"Tentu saja. Aku membelah wajahnya menjadi dua. Aku tak mungkin membiarkan adik anak buahku terluka parah seperti itu, benar?"
"Be-benar juga," Shalnark membungkuk lagi "terima kasih, danchou."
"Shalnark?"
Shalnark menoleh dan mendapati Kurapika sedang memegang pinggiran pintu. "Tidak. Kau tidak boleh bangun dulu. Kau masih harus beristirahat." Shalnark menghampiri adiknya.
"Tak apa, Shalnark. Aku baik baik saja. Aku hanya, apa kau mau makan?"
"Makan? Kau lapar? Kau mau makan apa?" Tanya Shalnark sambil memasang senyum andalannya.
"Apa saja. Asal masakanmu." Kurapika tersenyum. Shalnark membalas senyumannya dan meng-iya-kan keinginan adiknya. "Killua, boleh kami pinjam dapurmu?" Dari dalam kamar, Killua hanya menggangguk tanda setuju.
Beberapa saat kemudian, Shalnark meletakkan sepiring telur dadar dengan mayonaise. Kurapika mulai memakannya. "Hm.. Masakanmu tidak berubah sejak 11 tahun yang lalu. Masih tetap enak."
"Te-terima kasih. Ini kali pertama aku mendapat pujian darimu setelah 11 tahun, Kurapika." Shalnark tersipu mendengar pujian dari adiknya.
"danke, Shalnark. (Terima kasih, Shalnark.)" Kurapika tersenyum pada kakaknya. Senyum yang sudah lama tak ia perlihatkan pada siapapun.
Shalnark membalas senyuman Kurapika. Senyum yang ia rindukan selama 11 tahun belakangan ini. "Ebenso, Kurapika. (Sama-sama, Kurapika)"
Setelah Kurapika selesai makan, ia menggandeng tangan kakaknya dan Kuroro. Entah kemana ia akan pergi, ia juga tak tahu kenapa ia menggandeng tangan dua orang dibelakangnya ini. Setelah ia sampai ditempat yang ia mau, ia berhenti dan membungkuk pada kedua orang itu.
"Terima kasih, Kuroro. Karena kau sudah menyelamatkan aku." Ia bangkit dan tersenyum kearah Kuroro. "Terima kasih, Shalnark. Karena kau sudah mengunjungiku. Tidak tidak, kau sudah.. Ah, aku tak tahu. Pokoknya terima kasih!" Ia bangkit dan memeluk kakaknya.
Shalnark membalas pelukan adiknya dengan hangat. Sangat hangat sampai Kurapika memeluknya lebih erat lagi. Shalnark tersenyum dan tersipu dengan kelakuan adiknya ini. "Kurapika, kau mau tinggal bersamaku?"
"Kau.. Kau kenapa tiba-tiba menginginkan aku tinggal bersamaku?" Kurapika bertanya sambil melepaskan pelukannya dari kakaknya.
"Karena aku rindu pada adikku. Kenapa? Tidak boleh, ya?"
"Boleh kok, apa salahnya kau merindukanku, Shalnark?"
"Hei, Kurapika," panggil Kuroro.
"Apa?"
"Apa.. Apa kau tidak mau merayakan kembalinya kau dan Shalnark?"
"Apa maksudmu?" Tanya Kurapika curiga.
"Maksudku.. Ya, kau tahu, 'kan? Mengadakan pesta," Kuroro mengalihkan pandangannya dan mengangkat kedua bahunya. "Atau mungkin makan makan, atau mungkin mengadakan sebuah reuni bersama kakakmu dan berkumpul.."
Kurapika menghampiri Kuroro. Dan kini ia sudah ada dihadapan lelaki berambut hitam kelam itu. "Kau,"
"Aku, apa?"
"Kau.. Ingin ikut?"
Kuroro terbelalak tak percaya. "Ikut apa?"
"Bodoh, kau ingin ikut reuni denganku dan yang lain?" Kurapika bertanya dengan memasang 'senyuman maut' andalannya dihadapan Kuroro.
"Hm.. Bagaimana, ya? Terserah."
"Jangan terserah, bodoh! Aku butuh jawaban pastimu,"
"I..iya. Aku ikut."
"Sungguh?" Kurapika tersenyum "sungguh kau ingin ikut dengan kami?"
"Iya. Apa lagi?"
"Terima kasih, Kuroro!" Lalu Kurapika kembali ke Shalnark dan menggandeng tangannya. Ia melakukan hal yang sama pada Kuroro. Lalu ia berlari sambil menggandeng tangan keduanya. "Dirumah Shalnark, bagaimana?" Tanyanya girang sambil berlari.
"Boleh." Jawab Shalnark yang tersenyum.
-oOo-
"Dancou!" panggil seorang wanita berambut pink. "Danchou, aku tahu kau didalam! Keluarlah!" lanjutnya.
"Siapa?" jawab seorang dari dalam. Setelah orang itu membukakan pintu untuk 'tamu-nya, ia terkejut. "Apa yang kalian, Ryodan lakukan disini?"
"Zoldyck, kau tahu dimana Dancou, bukan? Dimana dia sekarang?"
"Aku tak tahu apa yang kau bicarakan, Machi, tapi kau sama sekali tidak sopan! Kau tahu aturan bertamu, bukan?" tanya Killua sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya.
"Apa maksudmu, Zoldyck?" tanya Machi dengan memasang muka datar dan dingin andalannya. Kita singkat menjadi 3d.
"Ada aturan ketika berkunjung kerumah seseorang, Machi-san!"
"Zoldyck, aku tak tahu apa yang kau maksud, namun apa kau melihat Danchou?" tanyanya lagi.
"Cepat jawab dan aku tak perlu menarik katana milikku!"
"Sabar, Nobu."
"Apa kalian mencari aku?" mereka berdua menoleh kesumber suara dan mendapatkan 'danchou' mereka sedang bersender punggung pada pagar rumah Killua. "Sedari tadi aku ada disini, Machi."
"Danchou!" Nobunaga dan Machi berlari kehadapan Kuroro. "Danchou, dari mana saja kau? Kau tahu?! Kami semua mencemaskanmu!" Nobunaga langsung bertanya keintinya.
"Maafkan aku karena membuat kalian semua cemas." jawabnya tanpa dosa, seperti biasa V(`-^)V
"Shal..nark?"
"Yo." Shalnark membalasnya dengan senyumannya dan mengangkat tangan kanannya.
"Ayo kita kembali, karena kita sudah menemukan dan—"
"Bagus! Semua berkumpul.. Apa kalian ingin ikut reuni bersama-sama?" tanya Kurapika pada Machi dan Nobunaga. Nobunaga sempat mencibir Kurapika pelan karena ia menyelak berbicara.
"Tunggu.. Apa? Reuni? Tidak salah?" Machi bertanya dengan wajah 3d andalannya.
Kurapika menggeleng. "Tidak. Kau tidak salah dengar, Machi." jawab Kurapika.
Dari dalam, Gon dan Leorio penasaran apa yang membuat Killua terlambat kembali kepada mereka(?) "ada apa ini?" tanya Leorio dengan bijaknya.
"Nice.. Semuanya berkumpul! Leorio, Gon, Killua.. Apa kalian ingin ikut reuni bersama kami?" tanya Kurapika dengan senyuman.
"Reuni? Reuni apa?" tanya Leorio dengan memasang wajah reuni-apaan-sih?-dan-ama-siapa?
"Kurapika, aku tidak mengerti apa maksudmu. Reuni apa dan dengan siapa kau ber-reuni itu?" tanya Gon polos. Seperti biasa.
"Dengan Shalnark." jawaban singkatnya berhasil membuat semua yang ada disitu terbelalak kaget. Tidak terkecuali Machi si ratu es kutub utara-selatan itu(?) *dijahitMachi*
"Kapan, dimana?"
"Besok, dirumah Shalnark."
"Jam berapa?" kini Nobunaga bertanya.
"Hm.. Jam aku kurang tahu. Mungkin sekitar pukul 7 malam."
"Begitu? Akan kuusahakan. Danchoum apa kau mau kembali?" Kuroro menggeleng. "Baik, itu pilihanmu,"
"Machi," panggil Kurapika.
"Apa?" dengan muka 3d.
"Yang ikut cukup kau dan Nobunaga saja." Kurapika memberitahu Machi dan dengan senyuman.
"Kenapa?"
"Sudah, itu pesan Kuroro."
"Begitu? Terserah. Aku akan pergi, ayo, Nobu." ajak Machi.
"Uh." Lalu kedua anggota Genei itu menglihang dengan cepatnya. *sfx: wusshhh*
-oOo-
Malamnya dirumah Shalnark, Kurapika yang ada dilantai dua terlihat tersenyum puas. Semua harapannya, terkabul. Kenapa? Ia bisa berkumpul dengan keluarga satu-satunya, kakaknya. Dan tersenyum bersama sahabatnya. Juga, dengan orang yang dicintai, pastinya.
"Kau kenapa? Kau terlihat bahagia sekali, Kura-chan."
Kurapika menoleh dan mendapatkan Shalnark dibelakangnya sedang bersender di pinggiran pintu. "Jangan panggil aku 'kura-chan' lagi." lalu ia kembali ke objek pandangan sebelumnya.
"Kenapa? Kau tidak suka, kalau kakakmu ini memanggilmu 'kura-chan'?" Shalnark berkata dengan nada yang ia 'lesu'kan.
"Tidak. Bukan itu, maksudku, sudah cukup kau memanggilku 'kura-chan'. Karena kita sudah tidak berbohong lagi." jawabnya.
"Berbohong?" Shalnark mengulangi kalimat Kurapika.
Kurapika menghela nafas lalu menjawab kalimat kakaknya. "Shalnark, kita sudah membuat sebuah perjanjian, ingat?"
"Perjanjian apa maksudmu?"
"Oh tuhan! Perjanjian! Perjanjian, Shalnark. Oh astaga. Pasti kau tidak ingat,"
"Tidak."
Kurapika menepuk jidatnya dan kembali menghadap kakaknya. "Perjanjian ketika kita masih kecil. Ketika ayah dan ibu meninggal. Kan kau sendiri yang membuatnya. Aku tak yakin kau tak ingat perjanjian itu."
"Bisa kau jelaskan apa isi perjanjian itu, Kurapika?"
"Baiklah. Kurasa otak cerdas-mu itu sedang error, ya?"
"Sepertinya begi— hei! Apa maksudmu?!"
"Haha.. Sudah kuduga. Yasudah, isi perjanjiannya adalah.."
"Oh, kurasa ini saatnya flashback."
Kurapika menggangguk.
Flashback~
"Kurapika, kita harus membuat sebuah perjanjian." kata anak lelaki berambut pirang.
"Perjanjian apa, kak?" balas adiknya yang berambut pirang dikuncir dua.
"Perjanjian. Isinya, kita akan berpisah. Dan bilang pada semua orang, tidak. Bilang pada 'sahabat' baru kita, jika dapat. Jika tidak, itu masalah sendiri.." anak lelaki itu mengambil jeda dalam kalimatnya. "Ehem.. Bilang pada mereka, bahwa seorang Kurapika Kuruta dan Shalnark adalah sahabat sejak kecil."
"Kenapa? Kenapa aku harus berbohong pada mereka? Kenapa tidak bilang saja pada mereka kalau seorang Kurapika Kuruta dan Shalnark adalah kakak-beradik?"
"Tidak, Kurapika." anak lelaki itu menepuk bahu adiknya yang bernama Kurapika. "Karena kau tahu, mereka akan mengincar mata merah yang kau punya,"
"Tapi, kenapa hanya kau yang tidak punya mata merah dikeluarga ini, kak?" sang adik bertanya lagi pada kakaknya(?)
"Sudah. Bilang saja seperti itu! Bila perlu, kau tutupi nama 'Kuruta' dibelakang namamu itu. Jika perlu, ganti nama itu."
"Aku harus mengganti menjadi apa?"
"Terserah kau." jawab sang kakak singkat.
"Bagaimana kalau, Kurapika Claire?"
"Nama yang bagus. Hm.. Claire? Kurasa akan kupakai juga."
"Kenapa?"
"Karena aku tidak punya nama belakang, Kurapika. Dan, oh! Mulai sekarang, perjanjian berjalan. Sampai ada seorang yang tahu kalau kita bukanlah sahabat. Melainkan saudara."
"Kurapika Claire. Shalnark Claire. Hm.. Boleh juga."
"Juga," sang kakak melanjutkan.
"Juga? Juga apa, kak?"
"Aku akan memanggilmu dengan sebutan, 'kura-chan'. Bagaimana?"
"Kura-chan, ya? Boleh, lah. Oh, kak—"
"Jangan panggil aku, 'kak'. Panggil saja aku dengan namaku. Karena perjanjian kita sudah berjalan."
"Terserah kau, kak. Eh, Shal..na..rk."
"Bagus. Mulai sekarang, kita berpisah disini, oke?"
"Tunggu!" sebelum sang adik menggapai tangan kakaknya, sang kakak menghilang bak aroma(?) kulit kebo-_-V *TERLALUOOT!*
End Flashback~
"Paham?"
"Sebenarnya, aku kurang paham, Kurapika. Namun tak apa."
"Terserah kau, Shalnark. Aku akan bergabung dengan Gon dan yang lain. Lebih baik kau bergabung dengan 'danchou'mu itu,"
"Ide yang bagus, Kurapika. Danke, Kurapika."
Kurapika tersenyum dan menjawabnya, "Ebenso, Shalnark." lalu Kurapika bergabung dengan Gon dan yang lain. Seperti yang ia bilang.
Lalu Reuni antara Kurapika dan Shalnark berlangsung sampai malam. Reuni itu berakhir pukul 10 malam. Lalu mereka semua pulang.
-oOo-
Kurapika: woi.. Capek nih gue lari-larian gak jelas kayak gitu!
Shalnark: iya, aku juga capek.
Kuroro: hadeww, kayaknya gue bakalan sakit jantung, nih.
Shalnark: nape, danchou?
Kuroro: tau ah. Ane sakit ati abisnye, katanye ada yang kagak setuju kalo ane dipasangin ame Pika-chan.
Kurapika: bagus dong! Gue juga gak mau ama lu!
Killua: yaudah ama gue aja!
Alluka: loh, kak Killua, kak Killua ada disini ternyata? Itu tuh, tukang warteg yang bekas kak Killua makan, nyariin. Katanya, "Woi! Bayar dong! Mau kabur kemane lu?"
Killua: udeh, bayarin aja dulu. Plit bet ama kakak lu..
Alluka: ih! Kebiasaan! *baliksambilarah*
Killua: *ngakakgulinggulingan* maapin ane, Alluka! Wkwk..
Milluki: *nongolentahdarimana* makanya, kalo abis makan tuh bayar!
Killua: eh, ada buta-kun! Pe kabar, bro?
Milluki: baek. Lu?
Kurapika: woi..
Kuroro: hm.. Kayaknya pika-chan bakalan OOC kayak gue nih..
Kurapika: pen banget lu disamain? Ewh~
Gon: Killua!
Killua: apah?
Gon: gue bisa masak aer!
Killua: SOooo...p...i...g...a... Bisa kagak?!
Gon: tau.
Kurapika: Gue bisa!
Killua: Siapa?
Kurapika: Gue.
Killua: yang nanya...
Milluki: dari pada bertengkar mending makan kripik kentang.. Ummh~~nyam~~ enaknya!
Kuroro: eh, buntelan kentut! *ngomongkeMilluki.*
Milluki: *masangmukakelaperan(?)* ape?
Kuroro: lu mau makan?
Milluki: *nganggukngangguk*
Kuroro: makan sono di nasi padang murah hanya Rp.85.000 doang!
Milluki: WEW *sambilmemasangmukakucing*
Kuroro: ehh, muka kucing lu gak lucu! Lucuan juga... Ahh... *nosebleed* Pika-chan!
Kurapika: gue tuh, gak level sama lu!
Killua: kalo gak level sama Kuroro mending sama gue aja!
Kurapika: ini lagi bocah satu-,-
Gon: Kurapika,
Kurapika: iya, Gon?
Gon: kan kamu gak level sama Kuroro sama Killua..
Kurapika: hm.. Terus?
Gon: gimana kalo sama aku aja? *bigsmile*
Kurapika: hm.. Gimana, ya? Aku pertimbangin lagi dulu deh.
Gon: yeeeeeyyy!
Kuroro: Killua, masa kita kalah sama Gon?
Killua: iya. Gak ikhlas, gue!
Kuroro: Gon!
Gon: ya?
Kuroro: gimana kalo lu ama Killua ama gue bersaing?
Killua: maksudnya?
Kuroro: bersaing secara sehat mendapatkan PIKA-CHAN!
Killua, Gon: OSU!
Kurapika: oi.. *speechless*
Kuroro, Killua, Gon: review yaaaa...
Kurapika: *masihdenganposisiyangsama* oi..
-oOo-
A/n: howwwww? Buahahaha! -.- review saja lah, ya? *pasrah*
Reply review:
Nahya-Chan:
What? Jadi nge-ship KilluPika? Noooo! Buahahaha... Jangan ngomong gitu ah, *blush* kan, benci bisa jadi cinta. Kyahahah~ harus sudi KuroPika... *ngoooooook*
