Never Happy Ending

.

.

.

.

.

.

Warning: typo(s), Yaoi, Bromance, OOC

Chapter 1

"Disini! Duduk disampingku saja." Kyungsoo yang mendapatkan respon seperti itu langsung melesat melangkah menuju bangku yang ditunjuk. Sekarang kesenangan Kyungsoo mungkin bertambah tigakali lipat. Ya, dihitung dari moodnya yang memang sudah baik hari ini, ditambah dapat duduk dibangku kosong yang belum ditempati oleh orang lain, dan ditambah lagi senyuman yang tercetak manis dibibir namja itu.

Ettt

Tunggu?

Apa yang baru saja Kyungsoo pikirkan?

'Tidak Kyungsoo, tidak.' Kyungsoo menggelengkan kepalanya pelan. Kyungsoo sudah tidak mau berdebat dengan kata-kata aneh yang selalu melintas dikepalanya. Tidak. Kyungsoo sudah lelah berpikir.

"Kau kenapa?" Tanya namja yang kini berada disamping Kyungsoo. Ini benar-benar bukan awal pembicaraan yang bagus.

"Oh..Ehh-ehh tidak apa-apa." Kyungsoo menjawab dengan tangan menggaruk tengkuknya sembari tersenyum.

"Kita ketemu lagi ya. Hebat hehehe"

"Eh?" Mata doe Kyungsoo kini telah membulat sempurna. Apa maksud namja ini?

"Tidak mengenaliku? Aih, kau bodoh dalam mengingat rupanya. Padahal saat ospek kemarin aku duduk dibelakangmu, Soo." Namja itu kini menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Duduk dibelakangku?" Kyungsoo berpikir sejenak. Namja ini sangat senang membuatnya pusing.

"Oh! Ohh! Sepertinya aku tau, kau—" Belum sempat Kyungsoo menyelesaikan kalimatnya, namja itu sudah—

"Jongin. Aku Jongin. Oh atau kau kini bisa memanggilku Kai. Aku lebih suka dipanggil Kai."

Memotong kalimat Kyungsoo.

"Oke, Kai."

.

.

.

Sebenarnya, ada beberapa orang yang sudah dikenal Kyungsoo dikelas ini. Seperti namja maskulin yang duduk di bangku kelima belakang Kyungsoo, Hyunsik. Atau namja berkepala bonggol yang duduk manis di barisan samping Kyungsoo, Yesung. Mereka adalah teman sekelas Kyungsoo saat ospek—selain si Kai itu pastinya. Walaupun Yesung dulu sempat menjadi teman les bahasa inggris Kyungsoo.

Kyungsoo mengetuk-ngetuk meja dihadapannya malas. Ruangan kelasnya semakin lama semakin penuh dengan murid lain. Fakta bahwa selain Kai,Bomi atau Yesung, tidak ada lagi orang yang dikenal Kyungsoo dikelas ini.

Kyungsoo menghela napas pelan. Dia . Namja berkulit tan disampingnya kini sibuk dengan handphonenya. Kyungsoo mencoba untuk sibuk dengan handphone miliknya juga tapi apa daya, tidak ada hal menarik didalam handphonenya.

Kyungsoo's POV

"Halooooooooo!"

'Suara siapa itu?' Aku mendongak dan melihat seorang namja dengan paras yang sedikit cantik kini sudah berada didepan mejaku. Dia tidak sendiri sepertinya, karena terlihat tiga orang lain yang berdiri tak jauh dari dirinya.

"Hai kalian berdua! Aku Lee Taemin." Namja didepanku kini mengulurkan tangan kanannya kearahku. Gesture salam perkenalan. "Hai, Do Kyungsoo." Ucapku dengan senyum seadanya dan tidak lupa membalas jabat tangannya. "Hai! Aku Lee Taemin!" Kini namja bernama Taemin itu mengulurkan tangannya kearah kananku, tepatnya kehadapan Kai. "Hai, Kim Jongin. Senang berkenalan denganmu." Suara berat Kai itu membalas perkenalan Taemin.

Ketiga orang lainnya yang berada bersama Taemin tadi juga melalukan hal yang sama. Luhan, Minho, dan Kibum adalah nama ketiga orang itu.

Tak perlu waktu lama sampai akhirnya tempat dudukku kembali sepi, menyisakan aku dengan namja berkulit tan ini. Lagi-lagi hawa sepi menyelimuti kami berdua. Huft aku terlalu payah untuk membangkitkan suasana.

Aku lebih memilih membuka tumblr dan mencari beberapa foto terbaru Girls' Generation, apalagi foto Hyoyeon nuna yang super cantik. Aku baru sadar jika sudah beberapa minggu belakangan ini aku tidak update masalah Girls' Generation.

Ngomong-ngomong soal Hyoyeon nuna yang cantik dan Girls' Generation…

….

….

….

….

HEY AKU BELUM MENEMUKAN SEORANGPUN SONE DIKELAS INI!

Hah, aku makin menghela napas berat. Hidup dikelas ini benar-benar tidak mudah, sudah hanya punya teman sedikit, tidak ada seorangpun yang sone pula.

Author's POV

Kyungsoo hanya sanggup menghela napas berat. Kyungsoo semakin frustasi karena sepertinya dia tidak akan dapat berfanboy ria dikelas ini, mengingat tidak ada satu orangpun yang sone.

Kyungsoo mulai mengutak-atik handphonenya lagi. Mencoba sibuk mencari foto Hyoyeon yang paling terbaru.

'Hyunsik tidak bisa dibilang sone, dia hanya menyukai Sunny nuna saja. Huhhhh… berat sekali hidupku' gumam Kyungsoo masih sambil mengutak-atik handphonenya

"Itu siapa?" Suara berat milik namja berkulit tan itu mengintrupsi kegiatan asik Kyungsoo. Kai sibuk mencuri pandang melihat foto yang terpampang dilayar handphone milik Kyungsoo. Kyungsoo yang mendengar ucapan Kai menyerengit heran. Bagaimana bisa Kai tidak tau Girls' Generation?

"Ini Girls' Generation. Kau tidak tau?" Kai menggelengkan kepalanya. Kyungsoo menatap Kai dengan pandangan heran. Walaupun sepertinya Kai bukan seorang sone, tapi masa iya Girls' Generation saja dia tidak tau? Kai itu hidup dijaman apa?

"Aku tidak tau dan tidak mau tau." Kai kembali duduk dengan posisi semula, besandar dikursi dan memainkan handphone miliknya.

Kyungsoo mengeucutkan bibirnya sebal. Secara tak langsung, Kai seperti tengah mengejek girlband idolanya itu. Kai itu aneh. Kadang baik, kadang menyebalkan, dan kadang minta dicekik.

"Wah aku akan duduk sebangku satu tahun dengan seorang fans Girls' Generation." Kai bergumam masih sambil menatap lurus kearah layar handphonenya. Kyungsoo mendengarnya tetapi hanya ia gubris anggap sebagai angin lalu. Dalam kondisi seperti ini, mau beradu mulut dengan Kai selama apapun, dia pasti kalah dan akan lelah sendiri. Jadi Kyungsoo memilih melanjutkan acara " mari mencari foto Hyoyeon yang cantik" lagi.

.

.

.

.

Waktu terus berjalan seiring Kyungsoo mulai menyukai kelas ini. Makin lama, kelas ini lumayan juga. Anaknya aktif dan gampang berbaur—sepertinya minus untuk Kyungsoo. Ditambah sekarang Kyungsoo mendapat teman baru yang lumayan banyak. Setelah Taemin, Luhan, Minho, dan Kibum, Kyungsoo mendapat kenalan baru yaitu Sehun, anak bermuka freez yang duduk dimeja samping tempat duduknya dan Kai. Kemudian ada Jungkook, namja yang duduk tepat dibelakang Kyungsoo. Satu tambahan mengenai Jungkook, ternyata dia adalah mantan artis cilik, Kyungsoo mengetahui hal itu saat mereka bertiga—Kyungsoo, Kai, dan Jungkook melakukan tugas kelompok dirumah Kyungsoo. Dan masih banyak lagi yang sepertinya akan terlalu panjang jika disebutkan.

Setelah Lee Seonsaengnim meninggalkan ruangan kelas, Kyungsoo sibuk membenahi peralatan praktek membuat huruf abjad balok yang baru saja dipakai. Kyungsoo melakukan itu semua terlepas dia tidak tau apa yang harus dilakukannya lagi saat ini.

"Kyungsoo."

"Hmm?" Kyungsoo menengok kearah Kai yang tengah sibuk memperhatikan dirinya. "Apa yang kau lakukan? Buat apa melihatku seperti itu?" Kyungsoo membulatkan mata doenya lebar-lebar.

"Tidak, hanya saja kau terlalu lucu untuk ukuran anak SMA." Kai tertawa ringan. Melihat bagaimana mata Kyungsoo kini benar-benar seperti akan mencuat keluar.

"Kau saja yang wajahnya terlalu tua." Kyungsoo menjulurkan lidahnya. Kyungsoo merasa kedua pipinya menghangat, jadi dia terpaksa membuat gesture menjulurkan lidah daripada ketauan sedang merona.

"Sial!" Kai berdecak sebal. Membuat raut wajah seolah-olah marah. Kyungsoo hanya terkekeh pelan.

"Kyungsoo. Bagaimana kalau kau ku panggil Dio saja? Aku suka dengan marga mu, tapi jika menyebut Do akan sangat aneh. Jadi bagaimana kalau Dio? Lagi pula nama Kyungsoo terlalu panjang untuk nama panggilan."

Kyungsoo langsung terdiam. Bagaimana bisa dia mengganti nama orang sembarangan? Aih! Kau bahkan lupa Kyungsoo pada dasarnya Kai orang yang aneh.

"Bagaimana? Dio bagus kan? Dari pada Kyungsoo, itu terlalu panjang dan ribet untuk diucapkan." Kini sudah jam istirahat, dan Kai masih saja menghasut Kyungsoo untuk berganti nama panggilan.

Kyungsoo mengangkat kedua tangannya malas. Kyungsoo menyerah.

"Terserah kau, aku lelah. Kau benar-benar aneh. Tadi kau membuatku tertawa sekarang kau membuatkan heran. Terserah kau ingin memanggilku Kyungsoo atau Dio terserah." Ucap Kyungsoo masih sambil mengangkat kedua tangannya.

"Bagus, Dio." Kai terkekeh pelan. Kyungsoo bisa mendengar kekehan itu dan akhirnya menghempaskan kedua tangannya kebawah dengan begitu cepat. Kyungsoo benar-benar lelah menghadapi Kai. Orang ini sebenarnya spesies apa sih?

'Lebih baik aku menemui Hyunsik saja, setidaknya ada orang yang lebih asik diajak bicara' Kyungsoo mengupat kata sial untuk Kai sebelum akhirnya bergegas menuju barisan bangku belakang untuk menemui Hyunsik.

.

.

.

"Hyunsik!" Hyunsik yang tengah asik berbicara dengan Yesung seketika berbalik menghadap Kyungsoo. "Ada apa Kyungsoo?" Hyunsik kini mengambil posisi berdiri.

"Kau sudah lihat Girls' Generation di M! CountDown kemarin?" Kyungsoo mengibas-ngibas handphonenya dihadapan wajah Hyungsik. "Aku melihatnya, dan Sunny nuna benar-benar cantik." Hyunsik langsung merebut handphone Kyungsoo dari tangannya. " Yak! Hyoyeon nuna yang cantik. Sunny nuna terlihat biasa saja." Kyungsoo kembali merebut handphone miliknya.

"Bagaimana kau bisa menolak pesona seorang Lee Sunkyu?" Hyunsik melipat kedua tangannya kedepan dadanya.

"Kau itu suka Sunny karena dadanya besar, tidak tulus seperti cintaku untuk Hyoyeon nuna. Dan aku bisa menolaknya karena Kim Hyoyeon adalah satu-satunya wanita di hatiku." Dengan begitu yakinnya Kyungsoo memaparkan segala keahlian Hyoyeon.

Sampai akhirnya Kyungsoo berhenti sebentar karena tiba-tiba ada suara yang mengintrupsinya.

"Eh, anu. Kalian suka Girls' Generation?" Namja yang sejak tadi duduk dikursi samping Kyungsoo berdiri mulai membuka suaranya. "Iya." Kyungsoo yang tadi sedang bersemangat menjelaskan tentang Hyoyeon langsung terdiam lesu. Kyungsoo selalu begini jika berbicara dengan orang yang tidak terlalu dekat dengannya.

"Biasnya siapa? Kau Kyungsoo kan?" Namja itu mulai membuka suaranya lagi.

"Hyoyeon nuna, bias kamu? Ah ya, aku Kyungsoo. Kau siapa? Aku lupa hehe." Kyungsoo tiba-tiba menggaruk rambutnya yang tidak gatal

"Sooyoung. Aih aku Luhan, Kyungsoo." Namja bernama Luhan itu langsung memutar bola matanya malas. "Maaf, aku lupa." Kyungsoo kemudian tersenyum setengah jari. "Tidak apa-apa. Aku tidak menyangka dapat bertemu dengan sone dikelas ini." Luhan menuturkan kalimatnya dengan tangan merogoh saku celana mencari handphone.

"Kau sone?!" Kyungsoo lagi-lagi membulatkan matanya. Akhirnya setelah berabad-abad dikelas ini dia menemukan seorang sone juga. Rasanya bagaikan Kyungsoo dibelikan boneka pororo baru yang super besar.

"Iya." Luhan mulai menggaruk tengkuk lehernya. Suasana sepertinya mulai sangat canggung.

"Eh anu lagi, kamu kekasihnya Kai kan?"

Dan detik itu juga Kyungsoo tersedak air liurnya.

TBC

A/N: Haiiiiiii maaf banget aku ini updatenya lama banget baru selesai ukk soalnya hehe. Chap ini bener-bener aneh aku rasa. Tapi aku berusaha ngelanjutin aja deh hohohohohohohoho. Ada pertanyaan kalian yang sengaja belum aku jawab dichapter ini kayak contohnya "Kenapa Kyungsoo sama ortunya misah?" itu bakal dijawab dichapter selanjutnya. Dan lagi ini yaoi maaf kalo ada yang mau ini GS tapi aku tetep mau ini yaoi *halah*

Udah gitu Kaisoo nya dikit banget lagi. Huaaaaa mian mian. Selanjutnya akan aku buat lebih seru hohohohohohohoho. Yaudah deh, RnR please? :D review dari kalian buat aku makin semangat ngelanjutinnya loh~~