Never Happy Ending
.
.
.
.
.
.
Warning: typo(s), Yaoi, Bromance, OOC
Chapter 2
"Kehidupanku disini seperti biasa."
"..."
"Aku akan kesana jika keadaan memadai."
"..."
"Maksudku ketika tugas ku tidak menumpuk aku akan kesana. Lagi pula aku rindu Kyungjae dan Kyunghee."
"..."
"Yak eomma! Aku juga merindukanmu dan appa. Sudah ya eomma, ada tugas yang menunggu ku"
"..."
"Nado saranghae,eomma"
Klik
Sambungan telpon tertutup begitu Kyungsoo menekan tombol berwarna merah yang ada dilayar ponselnya. Kyungsoo baru saja bertukar rindu dengan eommanya yang berada di Gangnam, walau hanya sekedar berbicara lewat telpon, Kyungsoo sudah cukup senang.
Jam menunjukkan pukul 12, sudah 15 menit berlalu setelah bel berbunyi dan Kyungsoo tidak melihat tanda-tanda kehidupan Jongin sejak tadi.
Iya, Jongin.
Manusia berkulit tan itu adalah teman pertama yang dikenalnya, teman yang dekat dan bisa dia ajak bicara. Kyungsoo adalah tipe orang yang tidak mudah bergaul, biasanya butuh satu bulan untuk bisa dekat dengan seseorang tapi dengan Jongin hanya butuh waktu satu hari setelah berkenalan sudah menjadi dekat. Fakta bahwa senyum Jongin itu manis, tapi Kyungsoo tidak menyukainya. Siapa juga yang suka pada manusia setengah setan yang sering mengusilinya itu.
Kyungsoo melihat keadaan kelasnya yang cukup ramai. Dia menggidik ngeri melihat keadaan dirinya yang tidak bisa berbaur dengan mudah, teman-teman sekelasnya bahkan ada yang sudah membentuk "geng".
Melihat kelasnya membuat Kyungsoo berpikir sekilas. Sudah berapa orang yang dia kenal dikelas ini? Sepertinya tak terlalu banyak mengingat Kyungsoo masih duduk manis dibangkunya tanpa berniat pindah sedikitpun. Hanya diam menunggu Jongin duduk disebelahnya dan kemudian memulai pembicaraan.
Kyungsoo bertanya dalam hati. Memang sedekat apa sih dia dengan Jongin sampai beberapa orang dikelasnya bilang kalau dia dan Jongin pacaran. Perasaan Kyungsoo hanya sekedar mengobrol dengan Jongin dan diselingi bercanda. Sumpah demi boneka pororo miliknya, Kyungsoo heran dengan sikap beberapa temannya yang kukuh bilang dia dan Jongin pacaran.
*flashback*
"Do Kyungsoo"
"Hadir"
Jung seonsaengnim sedang asik mengabsen muridnya satu per satu. Hari ini Seoul High resmi memulai kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru dan kelasnya ㅡ X Science 1 mendapat Jung seonsaengnim yang mengajar matematika sebagai wali kelas.
Sesaat setelah Kyungsoo mengangkat tangannya dan berkata hadir, Kyungsoo mendengar bisikan kecil yang berasal dari beberapa bangku tak jauh darinya.
"Namanya Kyungsoo? Pantas saja si Kai duduk dengannya."
"Apa?" Kyungsoo yakin pendengarannya tak rusak. Mereka membicarakan dirinya?
"Namanya hampir mirip dengan Soojung ya? Ada Soo nya? Iya kan?"
"Iya Tao, wah dasar ya si Kai nyari teman sebangku aja yang namanya hampir mirip pacarnya."
"Kita lihat saja apa Kai akan bertahan dengan Soojung atau akan berpaling ke orang itu."
Kyungsoo mengerjapkan mata doenya, telinganya baru saja dibersihkan kemarin dan kyungsoo berani bertaruh telinganya sedang tidak bermasalah. Kyungsoo membalikkan badannya dan melihat dua orang yang tadi sedang membicarakannya. Yang satu Kyungsoo kenal bernama Tao, namja berkantung mata hitam seperti panda itu sebenarnya adalah kakak kelasnya. Tambah informasi, Kyungsoo itu anak kelas percepatan di Junior High sebenarnya, dan Tao adalah kakak kelasnya sejak Taman kanak-kanak. Sementara yang satu lagi Kyungsoo belum kenal.
"Sedang apa kau?" Kyungsoo tersentak kaget begitu Jongin mengintrupsi kegiatannya.
"Ah tidak" Kyungsoo tersenyum setengah jari sementara Jongin mengangkat bahu asal.
'Siapa Soojung?' Batin Kyungsoo.
.
.
.
Dua hari telah berlalu sejak awal masuk sekolah. Beberapa orang sudah mulai Kyungsoo kenal, termasuk orang yang dua hari kemarin membicarakannya, yang ternyata bernama Ilhoon ㅡ Kyungsoo mengetahuinya karena satu per satu maju kedepan dan memperkenalkan diri ㅡ
Kyungsoo membuka SNS miliknya yang sudah lama tak tersentuh, mungkin karena kegiatan padat awal masuk sekolah membuatnya tak sempat mengurus hal seperti itu. Kyungsoo mengutak atik ponselnya sampai dia menyadari sesuatu,
"Oh iya, Soojung itu siapa ya?"
Kyungsoo yakin dia mengatakan itu didalam hati sampai sebuah suara mengintrupsinya.
"Kenapa dengan Soojung?" Kyungsoo menoleh dan menemukan sesosok Jongin sedang memperhatikannya dengan alis menaik sebelah.
"Ah itu.. beberapa hari yang lalu aku mendengar Tao dan Ilhoon membicarakan Soojung, aku hanya penasaran karena setauku tidak ada yang bernama Soojung disini."
"Soojung itu pacarku, bukan anak sini memang." Jongin memandang Kyungsoo dengan pandangan 'memangnya kau mau apa'
"Kau punya pacar?!" Kyungsoo menaikkan suaranya yang alhasil membuat Jongin menutup telinganya.
"Memangnya kenapa kalau aku punya pacar? Kau cemburu hm?" Orang berkulit tan itu menyenggol Kyungsoo dengan sikunya.
"Tidak! Yang benar saja. Aku suka dengan makhluk setengah setan sepertimu? Hell, NO!" Dia mendorong Jongin sampai yang didorong jatuh dengan tampan di lantai.
"Sakit! Kau itu dasar!" Jongin berdiri dengan tangan menepuk nepuk pantat miliknya. Rasanya sangat sakit mengingat lantai itu keras. Iya, keras.
"Siapa suruh bilang begitu! Weee sukurin!" Kyungsoo tertawa bahagia nista.
"HEY! KALIAN COBA LIAT INI! MEREKA COCOK KAN?"
Suara cepreng membahana membuat seisi kelas melihat kearah seorang namja berparas cantik dengan rambut pendek mangkok yang sedang membuat gesture love dengan tangannya yang mengarah ke Kyungsoo dan Jongin. Kyungsoo dan Jongin yang baru selesai dengan acara "bercanda" terdiam bingung. Ada apa dengan namja ini?
"COCOK! SANGAT COCOK SEKALI, TAEMIN!" Segerombolan orang yang berjarak beberapa bangku dibelakang Kyungsoo dan Jongin juga ikut berteriak, membalas pertanyaan namja cantik didepan mereka berdua.
"Hahahaha!Benar kan apa kataku! Yasudah kalau gitu, aku kembali lagi ya, selamat berpacaran~" namja cantik berambut mangkok tadi tersenyum senang sambil melengkang pergi kembali menuju segerombolan orang tadi, membuat dua orang yang baru saja diteriaki banyak orang itu bertukar pandang.
'Orang itu sudah gila'
.
.
.
Kyungsoo pikir, penderitaannya hari ini sudah berakhir. Ketika dengan anehnya seseorang bilang bahwa dia dan Jongin sedang berpacaran (ini ulah Taemin), Lee seonsaengnim dengan kejamnya memberikan tugas abjad balok padahal ini masih hari ke-3 awal masuk sekolah, meja dibelangkanya hancur berkeping-keping karena ulah teman sekelasnya (demi boneka pororonya, ini baru hari ketiga dan teman sekelasnya sudah menghancurkan satu buah meja), dan ditambah lagi, Kyungsoo, untuk ketiga kalinya dianggap berpacaran dengan Jongin, si makhluk setengah setan yang sangat senang mengusili Kyungsoo dan kali ini itu keluar dari mulut Luhan, teman ber-fanboy pertamanya yang dengan seenak jidat berkata bahwa dia berpacaran dengan Jongin.
Oh tuhan, jika Kyungsoo disuruh memilih hari tersialnya, mungkin itu adalah hari ini.
*Flashback off*
"Sedang apa?" Kyungsoo terlonjak kaget begitu seseorang menepuk pundaknya asal.
"Yak! Kau membuatku kaget, Kai!" orang yang dipanggil Kai itu kemudian tersenyum penuh bangga.
"Makanya jangan melamun, kau terlihat cengo. Kau mau permen? Tadi aku dari kantin." Jongin memberikan permennya kemudian mendudukin kursi kosong disamping Kyungsoo.
"Hm, terimakasih." Kyungsoo kemudian mengambil permen pemberian Jongin.
"Dio, pulang sekolah kerumahku ya, kita akan mengerjakan tugas Park seonsaengnim yang sialan itu." Seru Jongin sambil membuka bungkus permen dengan kasar dan hasilnya sang permen melompat indah dari bungkusnya ke atas lantai.
"Yaampun Kai! Makanya jangan ngatain orang. Hahaha, baiklah pulang sekolah kita kerumahmu." Kyungsoo tertawa penuh arti.
"YAK!" Dan setelahnya Jongin menyusul tertawa bersama Kyungsoo.
.
.
.
"Kemana mereka?" Kyungsoo bergumam sendiri sambil berkeliaran didalam kelas. Seperti kata Jongin tadi siang, sepulang sekolah hari ini mereka akan kerumah Jongin untuk mengerjakan tugas. Tapi sejak 15 menit yang lalu, Kyungsoo tak melihat tanda-tanda Jongin.
"Haish, hanya kutinggal ketoilet sebentar malah menghilang. Dia benar anak setan rupanya." Kyungsoo yang hampir menyerah akhirnya memilih bertanya dengan temannya. Mungkin itu bukan ide yang buruk.
"Errrr... Taemin!" Kyungsoo menepuk pundak seseorang bernama Taemin itu dengan cukup pelan.
"Ah, Kyungsoo. Ada apa?" Taemin yang sedang bersender dipinggir pintu mulai menoleh kebelakang melihat Kyungsoo.
"Kau lihat Jongin? Atau Sehun atau Yesung?"
"Mereka ya? Aku tak lihat, hehehe maaf."
"Ah baiklah. Terimakasih"
Kyungsoo kembali ketempat duduknya sebelum memilih mengambil tas dan pulang kerumah. Masa bodo dengan Jongin si anak setan itu.
Kyungsoo melangkah pulang sambil sedikit cemas. Bagaimana jika nanti Jongin,Sehun,dan Yesung mencarinya? Ah tapi apa pedulinya. Lagipula Kyungsoo sudah capek muter muter mencari mereka disekolah tadi.
Kyungsoo segera melesat kekamarnya ketika dia sudah sampai dirumah. Pegal menghampirinya baik di raga dan pikiran. Apalagi tadi pelajaran Kwon seonsaengnim yang sungguh melelahkan. Rumus kimia yang entah bagaimana terasa tak penting bagi Kyungsoo.
Tanpa babibu, Kyungsoo merebahkan tubuhnya dikasur minisize miliknya. Walaupun tak besar, tapi Kyungsoo selalu nyaman berada diposisi ini, berbaring dikasurnya. Hampir saja Kyungsoo memejamkan matanya, tiba tiba sajaㅡ
"KYUNGSOOOOOOOO!"
TINNNNN TINNNN
"Yak! Berisik!" Kyungsoo bangun dari kasurnya dan mengintip sekilas kaca jendelanya. Oh tuhan, 3 makhluk aneh sudah berada didepan rumahnya.
"Nenek, Kyungsoonya ada? Kami teman sekelasnya" orang yang berkulit paling gelap diantaranya kemudian bertanya kepada seseorang -nenek Kyungsoo- yang tadi membukakan pintu.
"Ada didalam, baru saja sampai rumah diaㅡ " belum selesai nenek Kyungsoo berbicara, Kyungsoo yang masih menggunakan seragamnya -oh Kyungsoo beruntung belum mengganti pakaian seragamnya dengan boxer dan kaos oblong- datang menghampiri nenek dan 3 makhluk yang masih berada di depan pintu.
"Sedang apa kalian disini?" Nenek Kyungsoo sudah meninggalkan mereka ber-4 ketika Kyungsoo mulai berbicara.
"Kau tak ingat kita memiliki janji untuk belajar bersama, Dio?" Orang yang berkulit paling gelap, Jongin, mulai menginterupsi Kyungsoo.
"Oh, ku kira tak jadi, tadi disekolah kalian menghilang." Kyungsoo menjawab sekenanya.
"Haish, kita sedang makan dipojok kantin. Lapar? Ya kami lapar sehabis pelajaran Kwon seonsaengnim." Kyungsoo memandang ketiga temannya dengan tatapan 'baiklah'
"Cepat kyung, kita langsung berangkat" yang paling tinggi, Sehun kemudian menarik Kyungsoo keluar rumah.
"Yak! Aku belum membawa tas, bodoh!"
Ugh Kyungsoo selalu ganas jika bersama 3 temannya ini. Siapa yang kira Kyungsoo yang dilihat dari luar terkesan polos ternyata sangat ganas.
.
.
.
Selama perjalanan menuju rumah Jongin, Kyungsoo memutuskan untuk berangkat bersama Jongin menggunakan motor. Ini adalah pertama kalinya dia merasakan ada hal aneh didalam perutnya yang terasa menggilitik. Itu mulai terjadi ketika Jongin mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan kemudian mengerem mendadak, membuat Kyungsoo akhirnya terhuyung kedepan dengan posisi yang sangat menempel dengan Jongin.
Kyungsoo menggelengkan kepalanya menepis perasaan aneh yang dia rasakan. Kyungsoo melihat lurus kearah depan tepat kearah helm yang sedang dikenakan Jongin. Dengan pantulan bayangan yang ada di helm tersebut, Kyungsoo melihat bayangan dirinya dan bergumam pelan.
"Aku tidak akan pernah suka dengan si makhluk setengah setan itu! Lagi pula dia sudah punya pacar."
.
.
.
.
Tekanan Batin Continue
alias
TBC
a/n : Terimakasih buat yang masih setia baca ff ini :') Maaf ya udah dibuat nunggu lama hehe, aku baru ada feel buat ngelanjutin(?).
Review please?
