Regret The Promise

Naruto's Creator : Masashi Kishimoto

Genre : Action, Romance, School Life, Fantasy

Warning : Gak Suka ? Exit Aja..Suka ? Baca Aja! Cukup GJ Gak Jelas Mantep deh,.. :v

Selamat Membaca :D

Chapter 3 – Naruto vs Naruko

Sebelumnya..

"Apa sebegitu besarnya Kau peduli padaku ?"tanya Naruko malah membuat situasi berbalik, Naruto yang mendengarnya tampak aneh.

"Apa yang Kau bicarakan ? Oh iya..Kebetulan sekali Aku ingin meminta maaf kejadian pagi tadi.."kata Naruto dengan merona merah.

"Itu tak perlu di pikirkan, sekarang pikirkanlah keadilan ini.."jawab Naruko mengalihkan pembicaraan,

"Apa maksudmu ? Aku tak mengerti.."

"Aku.."ucap Naruko mulai mendekati Naruto, Naruko mulai mengeluarkan Pedangnya dari belakang bajunya, mulai ingin menghunuskan pedangnya terhadap Naruto, Naruto cukup terkaget dengan hal ini, tapi Dia bisa menghindarinya dengan cepat.

"Siapa Kau ? Jadi Kau bisa menggunakan Jutsu ya ? Kau seorang Kunoichi rupanya..Siapa Dirimu sebenarnya.. ?"tanya Naruto,

"Siapa Aku sebenarnya ? Seharusnya Kau sudah mengenaliku seutuhnya Naruto Uzumaki.."jawab Naruko mulai melancarkan serangannya kembali, Naruto tak mempunyai pilihan lagi selain menyerangnya kembali.

TRING..DUAKK

"Tck.."Naruko meringis kesakitan,

"Aku tak mempunyai pilihan lagi selain menangkapmu,"ucap Naruto sudah menggunakan senjatanya, yaitu Kunai berbentuk Belati.

Di Atap Sekolah, Naruto dan Naruko

NARUTO POV

Ada apa dengannya ? Siapa Dia sebenarnya ? Aku sangat bingung sekarang, Niatnya Aku ingin mencari Sasuke untuk meminjam uangnya, Aku mencarinya disini, namun bukanlah Dia yang ku cari malah ada Gadis baru disini, Kebetulan sekali Aku bertemu dengannya, awalnya juga Aku mau meminta maaf kepadanya setelah menemui Sasuke, tapi mengapa bisa terjadi seperti ini, dan begitupula Dia adalah seorang Kunoichi, seorang manusia yang mampu mempelajari sebuah ninshu, atau lebih di kenal lagi dengan Jutsu, itu sangatlah Ilegal untuk digunakan selain Shinobi Penganut Negeri Bangsa ini, sepertinya Dia salah satu anggota Organisasi Ilegal yang kini sedang di cari keberadaannya. Tetapi sekarang..Aku harus menangkapnya dan mencari tahu tentangnya.

Ktringg..Slash.. *sfk

Sial..Aku terkena serangannya, Kuat sekali Dia.

"Kau cukup Kuat juga"ucapku, Dia tak menanggapinya, tetap melanjutkan serangannya, Aku menangkis semua serangannya.

"Aku tak akan kalah darimu.."kataku, Aku mempersiapkan kunai belatiku yang sudah ku tancapkan di sisi penjuru atap ini, setelah itu Aku serang Dia dengan jurus andalanku.

Shuutt, *sfk

Aku menghilang dari hadapannya, kelihatannya Dia cukup terkaget,

Sekarang Aku berada di belakangnya sejauh 5 meter, Aku ambil kunaiku yang tertancap itu, Ku lempar ke arahnya dengan cepat.

Slushh..Aku melemparkan Kunaiku ke arahnya dengan cepat, sepertinya Dia mengetahuinya bahwa akan mengenainya, dengan secepat mungkin Dia menghindar, akan tetapi—

Priungg*sfk

Aku berada di hadap belakangnya sambil mempersiapkan jurus andalanku, di tanganku sekarang ada bola angin berputar dengan berwarna birunya, Aku siap untuk mengenakan seranganku,

"HIRAISHIN LEVEL 2, RASENGAAANNN!"ucapku setelah Aku melancarkan seranganku, Dia terpental jauh ke tembok.

DUAKKK, Dia terpental dengan seranganku.

"Aku menang.."kataku, tapi terlalu cepat untuk mengatakannya, Aku lihat Dia..Dia..Kayu ?

"Jurus Perubahan ?"kataku kaget, jadi itu hanyalah tipuannya, Bagaimana bisa ?

"LIGHTING BLADE!"

BRUUAAAKKKKK..DUAKK. ..

Sialan sekali, Aku terkenal..serangannya...Dia bisa menguasai tehnik itu, tehnik yang hampir sama dengan Sasuke ataupun Kakashi-sensei. Aku kalah ?

NORMAL POV

Saat ini Naruto terbaring tak bisa bergerak lagi, sedangkan Naruko dengan sigapnya sedang berdiri di hadapannya dengan mata kebencian. Sorot mata yang berwarna biru yang menghias di matanya begitu terbanjiri dengan air mata, Naruko saat ini..menangis.

"MENGAPA KAU MENGKHIANATIKU NARUTO-KUN!"ucap Naruko dengan kerasnya, Naruto hanya bisa berbaring saja, tak bisa bergerak, hanya menghembuskan nafasnya saja

"Kau tahu selama ini Aku selalu mencarimu kemana – mana ! namun..ketika Aku menemukanmu Kau sudah menjadi orang yang arogan di hadapanku.."lanjut Naruko sambil air matanya masih keluar. Naruto hanya bisa memandangnya dengan tatapan sayu.

"Aku tak mengerti, Apa yang sebenarnya terjadi ?"ucap Naruto, memang saat ini Dia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya dahulu pula sekarang.

"7 Bulan yang lalu..Tepatnya Dimana Kau baru saja menjenjang pendidikanmu selama 2 bulan disini, Waktu itu.."

FLASHBACK

NARUKO POV

Naruto-kun..Kemana saja kau ? Tak ada kabar lagi darimu ? Aku sudah menunggu kabarmu..Aku sangat mengkhawatirkanmu, Aku hanya bisa memandang Album ini, dimana Kau dan Aku, di poto itu Kau tersenyum bersamaku, Aku hanya bisa memandanginya, Aku selalu ingin cepat bertemu kembali denganmu Naruto-kun..Kumohonlah..Eh Tunggu dulu, kenapa Aku harus menunggunya seperti ini ? mengapa tidak Aku saja yang menemuinya ? Aku bodoh sekali..Ya benar sekali Aku harus menemuinya, Ah besok Aku akan menemuinya dan membeli karcis untuk pergi ke Ibu Kota.

"Dan Saat itu Aku selalu memikirkanmu.."ucap Naruko, Naruto hanya bisa kembali merenung kisahnya, Dia mulai mengingat – ngingat kembali tentang kenangannya, namun sangat susah baginya.

Jadi inikah Ibu Kota ? Besar sekali..Bangunan – bangunannya besarrr sekali..Hebat sekali Kota ini, Waw ada Kereta di atas juga ya ? Sugoiii...tak heran kenapa Naruto-kun bahagia tinggal disini, tetapi sekarnag Aku harus menemukan tempat Naruto-kun tinggal, begitu pula Sekolahnya.

"Itu pertama kalinya Aku menginjakkan kakiku di Ibu Kota Konoha ini,"

Susah sekali mencari alamatnya..tetapi Naruto-kun bilang bahwa Dia bersekolah di..hm..Aku lupa lagi..dimana ya..? Ayolah dimana ? Hm..Aku harus mengingatnya..Dimana ya..Oh! Iya di Konoha Senior High School, ya benar Naruto-kun bersekolah disana, waktu itu Dia mengatakannya, Syukurlah Aku bisa mengingatnya, tampa itu Aku tak bisa mencarinya.

"Ketika itu Aku sangat sulit untuk mengingat dimana Kau bersekolah, Aku bisa mengingatnya, Aku senang saat itu.."

Aku terus menanya – nanyakan tempat Sekolah Naruto-kun terhadap semua orang, dengan berla – lama mencarinya, akhirnya Aku temukan sekolahnya, atas petunjuk – petunjuk bantuan dari orang – orang Konoha ini, Aku lihat..Waw Sekolahnya besar sekali..kira – kira seperti apa ya dalamnya..Hm Aku ingin melihatnya pula..Eh..Kenapa Aku berpikiran seperti itu, seharusnya Aku mencari Naruto-kun bukannya hal begitu..Aduh!

"Akhirnya Aku menemukan dimana Kau bersekolah, Disini Konoha Senior High School, Sekolah terfavorit Jepang,"

Aku ingin masuk ke dalamnya, Aku rasa Naruto-kun ada disana..Aku coba deh..

"Maaf..Maaf Nona Anda tidak boleh memasukinya.."ucap seorang penjaga, Aku meliriknya.

"Tetapi Pak, Saya ingin bertemu dengan Naruto-kun.."jawabku mengeluh padanya,

"Sekali lagi Maaf Nona, hanya tamu penting saja yang bisa memasukinya.."lanjut Penjaga itu, Aku tak menghiraukannya, melepaskan genggaman penjaga itu,

"Heii!"Aku tak menghiraukan ucapannya , berlari menuju wilayah sekolahnya.

Aku hampir dekat dengan pintu utamanya, Naruto-kun..

DDUAKK

Aku terjatuh terpental atas dentuman keras pintu itu, Keluarlah seorang Lelaki di sertai dengan gadis – gadis cantik di sisinya, Lelaki itu..

"Naruto-kun ?"ucapku sambil membulatkan mataku, akhirnya Aku bisa kembali bertemu dengannya.

"Siapa Kau ?"tanya Naruto-kun, Aku hanya bisa menangkat sebelah alisku bertanda tak mengerti,

"Naruto-kun..Kau..tak mengenaliku ?"tanyaku, Naruto mengangkat kepalanya sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Apa yang Kau bicarakan ? Jangan so akrab denganku wanita murahan.."jawab Naruto-kun, Aku membulatkan mataku, Aku tak bisa menahan air mata ini. Mengapa menjadi seperti ini ?

"Naruto-san Siapa Dia ? Kenapa seperti Dia sangat akrab denganmu ?"tanya wanita yang disebelahnya, begitu pula wanita yang disebelahnya lagi, Naruto tersenyum saja menanggapinya.

"Entahlah..mungkin Dia pernah bertemu denganku di Mimpinya saja sehingga Dia begitu seperti itu..Sudahlah Ayo cepat tinggalkan wanita murahan ini.."ucap Naruto, saking tak percayanya diriku, dengan penuh air mata mengalir, Aku berdiri dan berlari kearahnya.

PLAKK

Aku menampar pipinya, kedua wanita yang di sebelahnya terkaget atas tindakanku.

"Apa yang Kau—"ucap Naruto dengan kagetnya, tetapi

GUBRAKK, Aku di tahan oleh para Penjaga gerbang tadi, Aku tak bisa melepaskannya.

"Lepaskan Aku"kataku

"Tidak akan..Beraninya sekali Kau menyerang seorang Anak Kepala Sekolah ini Wanita bajingan.."ucap penjaga gerbang itu dengan sedikit keras.

"Maafkan Saya Tuan atas hal ini..Ini tanggung jawab Saya"lanjut Satpam itu sambil menundukkan kepalanya terhadap Naruto-kun, Naruto-kun hanya mengabaikan saja dan meninggalkannya.

"Tck..Lain kali urus yang benar bila ada orang gila masuk kemari.."lanjut Naruto-kun, kemudian meninggalkanku,

"Naruto-kunnnn..Naruto-kunn..Naruto-kunnnnn..."ucapku memangil – manggil namanya, namun dia tak menghiraukannya, Mengapa..Kenapa bisa seperti ini..Kenapa..? Aku benci ini. Jadi begitu ya, yang benar saja 2 bulan ini Dia tak mengabari apapun tentangnya, jadi itulah penyebabnya, brengsek sekali..Kau mengkhinatiku, Aku tak akan pernah memaafkanmu Naruto, awas saja..suatu saat Aku akan membalaskan hal ini terhadapmu, betapa sakitnya ini..tak ada obatnya untuk ini.

FLASHBACK OFF BACK TO NORMAL POV

"Sejak saat itu Aku sangat Sakit hati sekali akan dirimu, dan bersumpah bahwa Aku akan membalaskan semua ini terhadapmu juga tak ada kata maaf untukmu Uzumaki Naruto.."ucap Naruko, telah menjelaskan semuanya, begitupula Naruto yang mencerna semua penjelasan tentang kejadiannya, Akhirnya Dia benar- benar mengingatnya, setelah mengingatnya betapa Dia sangat menyesal terhadap dirinya sendiri, Dia tak pernah habis pikir bahwa dulu Wanita yang mencari – carinya itu adalah..Sahabat kecilnya sendiri Namikaze Naruko. Naruto pun mengeluarkan air matanya, Dia sangat menyesalinya,

"Sudahlah..Sudah terlambat untuk itu, Aku akan membunuhmu, dengan ini rasa sakit ini akan menghilang.."ucap Naruko, kemudian Dia mengeluarkan katakananya untuk menebas leher Naruto.

TRINGG. Ada seseorang yang menahan serangannya, Di lihat orang itu adalah..

"Sasuke ?" Pikir Naruto,

"Jadi begitu ceritanya, Sungguh menyedihkan sekali, sangat marah akan cerita itu.."ucap Sasuke, sambil masih menahan serangan Naruko yang akan dilancarkan terhadap Naruto.

"Sasuke ?"ucap Naruto

"Tetapi..Aku sangat membenci sikapmu itu dulu Baka!.."kata Sasuke, Naruko hanya bisa diam saja untuk menunggu tindakan lanjut Sasuke.

"Jujur saja selama ini Dia tak pernah mengatakan apapun tentang hal ini, Kau memang pembohong Dobe..Hei Kau..tidak Namamu Namikaze Naruko kan ?"tanya Sasuke sambil melirik Naruko, Naruko hanya mengangguk saja.

"Biarkanlah biar Aku saja yang menyiksanya..Kau tak boleh menodai tangan sucimu itu.."ucap Sasuke pada Naruko, Naruko pun menarik kembali katakananya.

"Sekarang pergilah darisini..Kau murid baru kan ? lihatlah di sekitarmu banyak yang berantakan disini..Kau bisa saja mendapat hukuman atas hal ini..cepatlah pergilah, Aku bertanggung jawab.."ucap Sasuke, Naruko pun mengerti, melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Mereka berdua.

...

"Sasuke sejak kapan Kau berada disana ?"tanya Naruto, Sasuke hanya menghembuskan nafasnya,

"Sejak Kau mencariku, Aku dari awal sudah berada disini sebelum dirimu.."jawab Sasuke,

"Apakah Kau berduan dengannya disini atau kau menguntitnya ?"tanya Naruto, Sasuke menggelengkan kepalanya,

"Tidak..Aku hanya memperhatikannya.."ucap Sasuke, Naruto Sweetdrop

"Itu sama saja dengan menguntitnya Sasuke.."kata Naruto, Sweetdrop atas ucapannya.

"Ya terserahlah..Urusanku denganmu disini masih belum usai.."kata Sasuke sambil melirikkan mata berpolet bintang merahnya, dengan kata lain Mata Sharingannya Dia mengaktifkannya.

"Tck..terus sekarang Kau mau melakukan apa kepadaku ?"tanya Naruto,

"Menyiksamu, cukup dengan satu serangan saja.."jawab Sasuke, Sasuke berdiri dari duduknya kemudian mulai mengeluarkan jurus andalannya.

"Nama jurus ini..KIRIN..Be gone..with the thunder clap.."ucap Sasuke, sambil mengangkat tangannya, di atas tangannya atau lebih tepatnya di langit ada serigala terbentuk dari petirnya.

"Sasuke..?"

"Lenyaplah.."ucap Sasuke menurunkan tangannya mengarahkan jurusnya terhadap Naruto, sebenarnya Naruto bisa saja menahannya atau menghindarinya sekarang, namun setelah sebelumnya terkena serangan Naruko membuatnya tak bisa bergerak apapun.

DUAKK *sfk

"Uwaaaaaaaaa..."teriak Naruto, meneriakkan kesakitannya, Sasuke pun memejamkan matanya, kemudian berlalu darinya.

"Kau ingin membunuhku Sasuke ?"ucap Naruto, saat ini terbaring seperti orang mati.

...

NORMAL POV

Naruko kini sedang berjalan – jalan tampa tujuan, di lorong sekolahnya banyak melihatnya dengan tatapan menjijikan dari teman – temannya, terutama para lelaki, Naruko pun mempercepat langkahnya namun disaat ingin keluar pintu, tak terduga ada seseorang juga dari atas tangga.

"Kau..?"ucap Naruko, merasa bahwa Dia sudah bertemu dengannya tadi.

"Tenang saja Aku sudah membereskannya dengan satu serangan saja.."ternyata orang itu adalah Sasuke, dari ucapannya juga sudah bisa di tebak bahwa itu Sasuke.

"Begitu kah ? kalau begitu jangan halangi jalanku.."lanjut Naruko, Sasuke tetap menghalangi pintunya untuk Naruko keluar.

"Apa maumu ?"tanya Naruko,

"Apa perlu ku tunjukan ?"tanya Sasuke dengan sambil mengaktfikan mata merah berpolet bintang merahnya, bisa disebut juga dengan..

"Sharingan ?"ucap Naruko sedikit terkaget,

"Bagaimana Apa perlu ku tunjukan faktanya..?"lanjut Sasuke,

"Iya sudah Aku sudah percaya dengan ucapanmu..sekarang minggirlah.."kata Naruko dengan nada sedikit naik.

"Apa begitu ucapan seorang Murid baru ? dan begitu berbicara dengan seorang Anak penting sepertiku ini ?"ucap Sasuke, Naruko sedikit kesal sekarang.

"Maaf.."hanya sepatah itu lah kata yang bisa Naruko lanjutkan padanya, Naruko kemudian menyelinap saja untuk melewatinya, Sasuke yang bisa mematung saja tak percaya, sebegitu kah seorang wanita mengabaikannya, biasanya tak ada yang bisa lepas dari seorang Bangsawan Uchiha itu.

"Hn..Menarik juga gadis itu.."ucap Sasuke sambil mematung kemudian menghembuskan nafasnya lalu pergi juga.

NARUKO POV

Sekarang Aku berada di taman sekolah tepatnya di belakang sekolah, Aku sedang duduk di kursi kayu ini sambil melihat bunga – bunga yang mekar ini, Aku baru ingat bahwa musim ini adalah musim semi, Aku sampai melupakan itu. Aku lihat jam tanganku sudah waktunya untuk memasuki kelas kembali, tetapi..Aku tidak mau masuk, disana hanya akan melihat lelaki itu lagi, lebih baik Aku merebahkan diriku disini, Aku mulai ingin memejamkan mataku.

TEPP *sfk

Aku rasakan Aku sedang bersandarkan kepalaku di pundak seseorang, Aku panik siapa dia ? Aku lirik saja orang itu.

NORMAL POV

"Kau..?"ucap Naruko, Naruko membelakkan kedua matanya tak percaya

"Sejak kapan Kau disini ?"tanya Naruko pada orang itu, orang itu tak menghiraukannya juga tak meliriknya.

"Apa yang kau bicarakan ? Aku lebih awal sudah duduk disini, namun Kau tak menyadarinya.."jawab orang itu, Naruko sedikit tak enak ingin menarik kepalanya lagi, tapi tangannya menahannya.

"Sudah begitu saja..rebahkan dirimu dan tenangkan dirimu disini..Aku sudah mengerti semuanya tentang dirimu.."ucap orang itu tak lain adalah Uchiha Sasuke. Naruko pun tak kuasa ingin menariknya lagi, akhirnya Naruko menikmati saja apa yang di katakannya.

"Dan..setidaknya Kau memanggilku dengan Namaku ! Kau sudah tahu kan Siapa Aku ?"lanjut Sasuke

"Aku tidak tahu.."jawab Naruko, sambil memejamkan matanya.

"Hn..Aku tak percaya akan jawabanmu, Apa kau benar tak mengenaliku ? Foto – fotoku terpajang di seluruh sekolah.."ucap Sasuke

"Kurasa Aku belum melihatnya.."ucap Naruko, membuat Sasuke sweetdrop akan ucapannya.

"Ya sudah..Kenalkan Namaku Uchiha Sasuke.."Sasuke memperkenalkan diirinya, dan mengulurkan tangannya.

"Namikaze Naruko.."ucap Naruko sambil menjabat tangannya, tapi Sasuke tak melepaskannya.

"Uchiha-san ?"kata Naruko, sepertinya ia ingin melepaskan jabatan teman yang baru di kenalinya itu.

"Jangan panggil Aku dengan seperti itu, menjijikan Aku mendengarnya..Panggil saja nama depanku."ucap Sasuke menginginkan memanggilnya dengan nama depannya.

"Sasuke-san cukup kah ?"tanya Naruko, Sasuke hanya menghembuskan nafasnya seperti biasanya.

"Hn.."

"Kalau begitu..Sasuke-san Aku mohon Kau lepaskan jabatan tanganmu ini, Sakit.."lanjut Naruko, Sasuke pun tak menghiraukannya malah mempererat jabatannya.

"Sasuke-san ?"Sasuke menarik tangannya dan di dekatkannya pada dirinya, membuat Naruko tersentak atas kelakuannya,

"Apa Aku menyukaimu ?"ucap Sasuke, Naruko masih kaget atas kelakukannya, Naruko berusaha meronta – ronta untuk melepaskannya. Tapi di sisi lain ada seorang pemuda berambut pirang kuning melihat mereka dengan tatapan berkaca – kaca. Sasuke pun merasakan kehadirannya kemudian menolehkan kepalanya.

"Ada apa ?"tanya Sasuke pada pemuda yang sedari tadi melihatnya.

"Aku mencari dirimu kemana – mana ! Sensei menyuruhku untuk mencarimu, Kau tahu kan sekarang adalah Pelajaran Biologi, Orochimaru-sensei bakalan memberi hukumannya padaku, karena kerja sama kita tidak ada..menyebalkan sekali malah bermesraan disini.."jawab Pemuda itu, Pemuda itu adalah Naruto. Dengan mengalihkan pandangannya dengan penuh perban yang melipat di sekujur tubuhnya karena serangan Sasuke tadi.

"Naruto-kun ?"ucap Naruko tak percaya, Naruto hanya mengalihkan pandangannya, kemudian berbalik,

"Aku tunggu Kau secepatnya Sasuke, begitu pula dirimu.."ucap Naruto sambil meninggalkan Mereka.

"Ayo Kita harus segera masuk kembali, Kau belum tahu seberapa menjijikannya Orochimaru itu.."ucap Sasuke, sambil melepaskan pegangannya pada Naruko.

"Dan Maaf atas hal tadi..Aku duluan.."lanjut Sasuke kemudian Dia berlari mengejar Naruto.

"Sasuke-san..Naruto-kun.."ucap Naruko, ia tampak sedih, Dia mengira bahwa Dia bermesraan dengan Sasuke di hadapan Naruto, tetapi..bukannya itu lebih baik, itu adalah pembalasannya, Dia hampir lupa akan dendamnya pada Naruto, sekarang ingat lagi, Naruko mulai merasa lebih baik akan hal yang dilakukan bersama Sasuke tadi walaupun merasa sedikit menyakitkan.

"Aku rasa tadi itu menjadi lebih baik, bukankah begitu Naruto-kun.."gumam Naruko, kemudian Ia pun berlari menuju kelasnya.

...

Teng..Tong..Teng *sfk Jam bel pulang berbunyi semua Murid pulang dari sekolahnya.

Disana ada seorang gadis yang sedang mengerjakan tugasnya, datang seorang pemuda berambut pirang kuning mendekatinya. Gadis itu adalah Naruko, Naruko yang menyadarinya bahwa seseorang mendekatinya.

"Apa ada ?"tanya Naruko tampa meliriknya.

"Aku hanya ingin meminta maaf atas apa yang terjadi, Aku sangat menyesalinya.."jawab orang itu, adalah Naruto sendiri.

"Bukankah itu sudah terlambat sekali.."lanjut Naruko masih tak meliriknya.

"Ya Aku tahu itu, memang sudah terlambat untuk mengatakannya tetapi..Waktu itu Aku memang tak mengingat dirimu, sejak kepergianku dari Uzushigakure, Saat itu Aku menghapus semua kenangan yang pernah ada pada diriku untuk menguasai Kekuatan ini,"jelas Naruto, Naruko hanya berohria saja atas penjelasannya.

"Lalu ?"

"Kau punya hubungan apa dengan Sasuke ? Sasuke sebelumnya tak seperti itu terhadap seorang wanita.."tanya Naruto, Naruko tak menghiraukannya kembali,

"Itu bukan Urusanmu.."jawab Naruko, ia pun telah menyelesaikan tugasnya kemudian membereskan semua peralatan tulisnya.

"Ya itu Urusanku Naruko, semua apa yang terjadi padamu adalah Urusanku..Aku berjanji kala itu.."ucap Naruto, ia mendengar bahwa Naruto mulai menyebut namanya, sudah lama ia tak mendengarnya.

"Bukannya Kau sudah mengingkarinya..?"tanya Naruko,

"Tidak juga..Sekarang Kau dimana tinggal ?"tanya Naruto.

"Akatsuki..Sekarang Apakah itu menjadi Urusanmu Naruto-kun ?'jawab Naruko, Naruto sedikit tersentak atas jawabannya, yang benar saja, Sekarang Naruko tinggal di sebuah Organisasi Kejahatan, Akatsuki.

"Kau bercanda kan Naruko ?"tanya Naruto masih tak mempercayainya. Naruko terkekeh pelan,

"Kau tak mempercayainya Naruto-kun ?"ucap Naruko, kemudian membuka tasnya dan menunjukkan sebuah jubah hitam berpolet awan – awan merah.

"Kau bercanda kan ? dan tunggu dulu apa jangan – jangan Kau adalah..Angel of Darkness itu ?"lanjut Naruto, Naruto membelakkan kedua matanya. Naruko tersenyum dingin.

"Kurasa Kita akan bertemu kembali Naruto-kun..dan ingat semua urusanku adalah urusanmu berarti, Kau tak boleh menghalangi Urusanku, walaupun itu misimu..Sampai Jumpa Jaa~~Naruto-kun.."Naruko segera berlalu darinya, tapi Naruto masih berdiri mematung disana.

"Apa yang membuatku masuk ke Organisasi itu Naruko ?"gumam Naruto.

...

22:45 PM Konoha Downtown

NARUTO POV

Aku sekarang sedang menjalankan Misiku sebagai Anbu Pemerintahan Kekaisaran Jepang, walaupun Aku menjadi salah satunya karena suatu saat Aku ingin menjadi pemimpin Negeri ini dan menggantikan Ayahku yang kini menjadi Pemimpin Negeri ini, dan Aku harus melampauinya.

Sekarang Aku harus menyelesaikan Misi ini sebelum Dia..tidak sebelum Naruko datang, memang walaupun Aku tak boleh ikut campur dengan urusannya, tapi Aku harus..Menegakkan Keadilan Dunia ini. Menangkap salah satu Anggota Akatsuki akan menaikkan pangkatku menjadi Anbu kelas-S. Tapi sampai sekarang masih belum ada yang berhasil melakukannya.

Baiklah saat nya Aku harus menyelesaikan Misi ini, Aku mengaktfikan Mode Sannin Katakku, yang kuperoleh dari hasil latihan kerasku di Gunung Myoboku bersama Kakek Fukusaku yang melatihku, tapi..Menghancurkan Organisasi Akatsuki itu adalah Tujuanku juga, Untuk membalaskan Dendam Masterku, tidak penuntunku yang menjadikanku sekuat ini, ya Pertapa genit, tidak Dia adalah seorang pengembara dunia, pula pernah mengajar di Sekolahku juga menjadi guru Sejarah.

Ya benar Aku hampir melupakan Pertapa Genit, Aku harus menghancurkan Organisasi itu..Gomen Naruko..

DUAAARRRRR *sfk

Suara apa itu ? Aku mempercepat lariku, Aku lihat.. Polisi Kemiliteran Uchiha di hancurkan begitu saja oleh salah satu orang, orang itu..

Naruko ?

Jadi Kau tak berbohong ya atas ucapanmu itu ?

Kenapa Kau melakukan ini ?

"Jadi Kau datang juga ya Naruto-kun ?"ucap orang itu, Aku mempersiapkan diriku untuk melawannya,

"Jujur saja Aku tak ingin melawanmu, namun..semua yang Kau lakukan adalah salah.."jawabku

"Apa Kau ingin mencampuri urusanku Naruto-kun ?"tanyanya

"Aku tak peduli lagi akan itu..Sekarang Priotas Utamaku adalah Melindungi semua orang dan Menghancurkan Organisasimu.."kataku, Dia terkekeh pelan

"Begitu ya Keputusanmu ? Aku sama sekali tak menyangka bahwa Kau akan berkata seperti itu Naruto-kun.."lanjutnya,

"Hentikan ini, dan..Menyerahlah.."kataku, Aku berusaha untuk menghentikan tingkahnya,

"Aku tidak bisa melakukannya Naruto-kun, Ini juga adalah Misiku, Misimu adalah untuk menghentikan Misiku dan Misiku adalah untuk menghancurkan Misimu kan ?"ungkap Naruko

"Ayolah Sudahlah..Mengapa Kau tak bergabung saja dengan ANBU saja ?"tanyaku

"Tak menarik tahu..Mereka menyembunyikan sesuatu yang sangat penting bagi Dunia ini.."jawab Naruko,

"Apa maksudmu..?"tanyaku

"Di balik Organisasi Pemerintah seperti ANBU juga ingin menguasai Dunia ini.."ucap Naruko

"Aku tak mengerti ucapanmu, dan bagaimana kau tahu akan hal itu..?"

"Karena..Atas Nama Keadilan Aku akan menghancurkan kejahatan Naruto-kun.."

"Peperangan akan segera mulai Naruto-kun, jadi bersiaplah..Separuh Kota ini akan hancur.."kata Naruko,

"Naruko ?"

"Sepertinya sudah di mulai ya ?"ucap Naruko,

"Apa maksudmu ?"tanyaku Aku sama sekali tak mengerti apa yang di ucapkannya.

"Mending Saksikanlah Semuanya Naruto-kun.."ucap Naruko kemudian Dia menghilang..

"Tunggu.."Dia menghilang, Aku tak percaya ini..ada apa dengan Dunia ini, ada apa ?

SHINRA TENSEI

BRUAAAKKKKK DUAAKKKKKK BRESSHSHSH DUAKKKK BRESSHHHH BRUAHHHHKKK *sfk

Ada apa ini ? Aku segera berlalu disini dan menaiki gedung bertingkat ini,

Mengapa ini bisa terjadi ? Mengapa begitu cepatnya ? Siapa yang melakukannya ? Naruko..

Aku lihat disana ada seseorang berjubah hitam berpolet awan – awan merah juga, Akatsuki ? Dia bukan Naruko, Jadi Dia yang melakukan semua ini ? Sialan sekali..Tak bisa ku maafkan..Aku segera meleparkan Kunaiku pada orang itu, Aku berteleport dengan Kunaiku, Aku langsung mengeluarkan Jurus andalanku, Aku membawa Kedua bola angin ini,

RASENGANN!

Tringgkkk Jadi ada yang menghalanginya ? Siapa ? Naruko ?

"Kau tak boleh menghalangi Alurnya Naruto-kun..tapi..dengan menangkapmu dan membawa Kekuatanmu itu bisa juga untuk menyelesaikannya dan membawa Perdamaian ini.."ucap Naruko

"Naruko ?"kataku, Dia segera mengeluarkan Jurusnya pula,

LIGHTING BLADE..

Duakkk Aku terkena serangannya, Sialan Aku terpental jauh atas serangannya.

NORMAL POV

"Pein-sama biarkan Aku yang mengurusinya, Anda lanjutkan saja.."ucap Naruko setelah menghantam Naruto sejauh mungkin,

"Aku serahkan Dia padamu..Apa perlu bantuan ?, Aku akan memanggil Itachi untuk membantumu.."tanya orang yang baru saja menghancurkan Separuh Kota ini, Pein.

"Tidak perlu..Aku bisa mengatasinya sendiri.."jawab Naruko,

"Kalau begitu jaga dirimu baik – baik dan segera bawa Kyuubi nya.."lanjut Pein.

"Aku rasa Dia tak berani akan menyerangku.."kataku, Aku segera menghilang dari sini, dan menghibaskan Kedua sayapku,

BRUAAGGGG *sfk

"Naruto Kau tak apa – apa ?"tanya Sasuke,

"Ya Aku tak apa – apa.."jawab Naruto,

"Apa yang baru saja terjadi ? Siapa yang menyerangmu ? Aku tak percaya Kau bisa terhantam keras seperti ini.."lanjut Sasuke,

"Kau pasti tak percaya akan orang yang menghantamku seperti ini.."kata Naruto,

"Namikaze Naruko kah ?"tanya Sasuke,

"Aku rasa begitu..tetapi sepertinya ada seorang Anggota Akatsuki lainnya juga disini.."ucap Naruto, Kini Mereka sedang melihat seseorang Anggota Akatsuki, Dia hampir mirip dengan Sasuke.

"Itachi-onii-chan ? Kita bertemu lagi ya..?"ucap Naruto, orang itu hanya tersenyum saja.

"Namun berbeda apa yang harus dilakukan.."lanjut Naruto, Itachi memejamkan matanya.

"Itachi ?"ucap Sasuke, Itachi yang mendengarnya tampak tersenyum bahagia.

"Mengapa Kau meninggalkanku sendirian dan membunuh Tou-san dan Kaa-san begitu saja ?"tanya Sasuke langsung ke to the point.

"Akan ku jawab setelah Kau mengalahkanku.."jawab Itachi sambil tersenyum.

"Aku akan membunuhmu..Lama Aku menantikannya.."lanjut Sasuke.

TEPP *sfk

"Itachi-san..Kau disini juga ?"tanya seseorang tepat di depan Mereka,

"Naruko-chan, sepertinya Aku juga mempunyai Urusanku tersendiri.."ucap Itachi.

"Begitu ya.."Setelah mendengar ucapan Itachi, Naruko menoleh pada Mereka berdua.

"Sasuke Apa kau sudah tahu Kondisinya ?"tanya Naruto,

"Ya Aku sudah mengetahui semuanya..begitu pula Murid baru itu.."jawab Sasuke.

"Apa perlu Kau ku tinggalkan ?"tanya Naruto, Sasuke menghembuskan nafasnya.

"Ini adalah Saat – saat yang kunantikan..Sebaiknya Kau menghadapinya kemudian mengalahkan pemimpinnya bukan ?"jawab Sasuke, Naruto tersenyum.

"Baiklah..Naruko! Aku akan mengalahkanmu secepat mungkin sebelum Dia berlanjut dan mejadi lebih buruk dari ini.."ucap Naruto, Dia ingin segera menghentikan Naruko kemudian ingin mengalahkan Pemimpin Organisasi Akatsuki Pein.

"Tapi Kau tak akan menang melawanku Naruto-kun..Kau masih ragu – ragu.."kata Naruko,

"Aku tidak ragu – ragu sekarang, Karena..Ini demi Dunia juga..Semua Orang..Aku akan..Membereskanmu secepatnya.."ucap Naruto, Mode Sagenya kembali muncul, kemudian Dia secepat mungkin langsung berada di depan Naruko, lalu menghilanglah Mereka, Naruto dan Naruko kini di tempat yang berbeda dengan Sasuke tadi.

"Aku harap Dia bisa berhasil.."ucap Sasuke, kemudian bersiap untuk melawan Kakaknya Uchiha Itachi. Mata Sharingannya aktif.

"Jadi Kau sudah menguasainya ya Sasuke ? tapi..Kau masih Lemah Sasukeee.."ucap Itachi kemudian Dia bergerak melawan Sasuke dengan kunainya.

"Aku tak akan kalah darimu Itachi.."ucap Sasuke, Kemudian mereka saling bertempur.

Regret The Promise Chapter 3 END

NEXT ON : Regret The Promise Chapter 4 – Sasuke vs Itachi Bagian Satu.

UNTUK MEMPERCEPAT UPDATE, DI HARAPKAN UNTUK MEMPERBANYAK 'REVIEW'

INSYA ALLAH AKAN DI UPDATE BESOK ENTAH ESOKNYA LAGI..TERGANTUNG REVIEW YANG MASUK..

ARIGATOU GOZAIMASU READERSS TELAH MEMBACA FIC INI, :D SALAM AUTHOR HAIKALUZUMAKI :D

WORD : 4000 WOW!