I had a crush with my ex's boyfriend

Author : Do Sung Gyeol

Main pair : KaiSoo/KaiDO

Rate : M (for all)

Genre : Romance

Warning : I never write straight fic except for a slight, I never write GS, ini aneh, ngebut, OOC, typos(s), so short dan blablabla. Bad!Kai, teacher!Kyung Soo.

a/n : please read the warn before you read!

The chara belongs to God and this fic belongs to me

.

.

.

Krriiiingg!

Bunyi alarm yang nyaring sangat mengganggunya hari itu. Kyung Soo meraih-raih jam wekernya. Setelah tangannya memegang benda –yang menurutnya laknat itu, ia kemudian mematikan alarmnya dan segera bangun.

Diraihnya handphone yang diletakkan tak jauh dari jam itu. Dengan menggeser sebuah padlock, tampaklah wallpaper Kyung Soo yang sedang berpose lucu bersama mantan calon istrinya. Dahinya mengkerut, bibirnya ia tarik menjadi sebuah lengkungan ke bawah.

"Kenapa aku masih memasang wallpaper ini?" rutuknya.

Diliriknya lagi gambar itu. Jika Kyung Soo mengingat-ingat lagi tentang kisahnya dulu, biasanya setiap pagi ia selalu menyempatkan diri untuk menelfon atau mengirim sebuah pesan singkat pada mantan kekasihnya untuk sekedar mengucapkan selamat pagi.

Kyung Soo mengerang frustasi sambil menjatuhkan kembali tubuhnya. Sedetik kemudian, ia kembali bangun dan segera melihat kearah jam di layar handphonenya.

"Ah, aku bisa terlambat" katanya yang segera berlari menuju kamar mandi.

.

.

Hari itu, Kyung Soo mengacak-acak berkas untuk mencari absen kelas 3-F. Kim sonsaengnim masih berhalangan hadir, jadi ia kembali menggantikannya mengajar. Setelah mendapatkan apa yang dia cari ia pun segera pergi menuju kelas itu.

"Kim JongIn?"

Semua murid hening, Kyung Soo mengulang kembali nama itu, "Kim JongIn?"

Lagi-lagi tidak ada sahutan. Beberapa saat kemudian, seorang murid mengangkat tangannya.

"Sepertinya Kai membolos lagi sonsaengnim"

Kyung Soo mengerutkan dahinya, dia mencari-cari sosok namja incarannya. Dan dia tidak ada disana sama sekali. Itu membuktikan kalau ia bernama Kim JongIn. Yah, Kyung Soo teringat sedikit ketika namja itu menyebutkan identitasnya.

'Heh, I got you Kim JongIn' dengus Kyung Soo dalam hati.

"Baiklah, terima kasih atas informasinya. Lalu…" Kyung Soo melanjutkan absenannya kembali.

.

Setelah jam pelajarannya berakhir, Kyung Soo memutuskan untuk pergi ke ruang Kepala Sekolah. Kyung Soo bermaksud menceritakan semuanya.

Ketika ia sudah sampai didepan pintu ruangan, entah kenapa tiba-tiba Kyung Soo tidak bisa mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu itu. Dia malah bingung dengan apa yang akan ia bicarakan dengan Jung gyeojang nanti, sementara ia tidak mempunyai bukti apapun tentang siapa Kim JongIn alias Kai sebenarnya. Kyung Soo mengurungkan niatnya kembali.

Suasana atap sekolah memang menenangkan. Angin akan terasa lebih sejuk disana. Kyung Soo menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu pergi menghampiri pagar. Ia bisa melihat keadaan sekolah dari atas sana, termasuk jalanan.

Matanya menyipit, ia melihat sebuah mobil mewah berhenti didepan sekolah. Dan dari mobil itu keluar seorang namja berseragam sekolahnya. Kyung Soo membelalakkan matanya, dengan cepat ia mengambil handphonenya untuk mengambil bukti itu.

Kyung Soo menarik sudut bibirnya, seorang yeoja yang bisa ia prediksikan lebih tua dari Kai itu keluar dari mobil dan menghampiri Kai. Mereka berciuman. Kyung Soo semakin merasakan bau kemenangan, dia terus memotret mereka. Bahkan ketika Kai mencoba untuk memanjat pagar sekolah. Kyung Soo benar-benar sudah tidak sabar untuk melaporkannya pada Jung gyeojang.

"See you in the office, Kai" gumam Kyung Soo sambil meletakkan kembali handphonenya.

Ia pun segera pergi meninggalkan atap sekolah.

"Kau memang nakal sonsaengnim"

Suara itu, Kyung Soo menghentikan langkahnya. Tiba-tiba ia disudutkan kembali ke dinding. Rahangnya dicengkram kuat oleh Kai.

Mata Kyung Soo bergetar. Namja itu terkadang membuatnya ketakutan. Namun Kyung Soo berusaha bersikap normal, dia sonsaengnimnya disini.

"Lepaskan aku Kim JongIn!"

"Jadi sonsaengnim sudah tahu namaku?"

"Heh, tentu saja, salahkan dirimu yang bersekolah disini"

"You're quite clever sonsaengnim"

Kai mendekatkan wajahnya hendak mencium Kyung Soo, namun Kyung Soo segera menahan wajah Kai dengan kedua tangannya.

"Aku tidak ingin dicium oleh seorang namja yang memberikan bibirnya secara gratis pada yeoja lain!" bentak Kyung Soo.

"Jadi kau tidak ingin aku menyentuh mereka selain sonsaengnim?"

Kyung Soo mengeluarkan semburat merah. Yah, bisa dikatakan dia salah bicara tadi. Kata-katanya menunjukkan seolah Kyung Soo memiliki Kai.

Bibir Kai masih menunjukkan seringaiannya. Dan itu menjadi kesempatan Kai untuk segera menyentuh Kyung Soo kembali.

"Mmmnnhhh…" desah Kyung Soo tertahan. Ia merutuki Kai yang kini tengah bermain-main dengan selangkangannya.

Kai mendekatkan wajahnya pada leher jenjang Kyung Soo, menjilatnya dengan perlahan sambil sesekali mengecupnya dan menyedotnya hingga menimbulkan tanda kemerahan yang kentara. Kyung Soo melenguh merasakan sentuhan itu, tangannya meremas kuat kemeja Kai.

"Hhhhh… ngghhh… K- Kim JongIn… Lep- paskan aku!" teriak Kyung Soo akhirnya mendorong Kai untuk menjauh dari tubuhnya.

Kyung Soo terengah-engah dengan wajahnya yang memerah. Ia kemudian membenarkan kacamatanya sebelum ia pergi dari sangkar buaya itu. Namun lagi-lagi, Kai menarik lengannya dan membuatnya jatuh ke dekapan sang murid.

Kai menjatuhkan tubuh Kyung Soo, ia duduk diatas perutnya sambil melepaskan kacamata itu dari wajah Kyung Soo.

"Kim JongIn! Apa yang kau lakukan!? Kembalikan kacamataku!" teriak Kyung Soo, lengannya meraih-raih mencari kacamatanya.

"Sonsaengnim, kau terlihat lebih manis tanpa kacamata ini" bisik Kai yang membuat wajah Kyung Soo memerah seketika.

"Jangan bergurau! Cepat kembalikan kacamataku!"

Bukannya menurut, Kai malah menyimpan kacamata itu disaku celananya. Jari-jarinya membuka kancing kemeja Kyung Soo satu persatu. Dan setelah terbuka seluruhnya, dengan segera ia sentuh tubuh itu.

"Angh… K- Kim JongIn!" desah Kyung Soo yang merasakan sensasi pada kedua tonjolan merah mudanya.

Kai mendekatkan wajahnya, bibirnya mengecup dada itu, giginya sesekali menarik-narik kulit putihnya.

Kyung Soo memejamkan matanya erat, ia gigit bibirnya kuat-kuat agar tidak mengeluarkan suara yang aneh-aneh lagi. Kedua tangannya meremas punggung Kai.

Lidah Kai kemudian beralih menjadi mengulum kedua tonjolan itu dengan lihai secara bergantian. Alhasil itu membuat Kyung Soo memekik kembali dan semakin menguatkan remasannya.

Bibir itu terus saja mencicipi setiap inci tubuh Kyung Soo. Dan Kyung Soo kini mulai merasakan ada sesuatu yang mulai bangun di sela-sela celananya.

Tanpa sengaja, Kyung Soo mendesah dengan erotisnya ketika lutut Kai mengenai daerah selangkangannya.

"Ngg-"

Kai menyeringai. Tangannya kemudian perlahan turun lalu mengelus tonjolan yang hampir mengeras sempurna dibalik celana itu. Kyung Soo memekik tertahan, kakinya reflek menjepit lutut Kai yang tengah menggesek-gesek di selangkangannya seiring dengan elusan tangannya.

"Hhh… Kim… JongI- Kai… hentikan…"

Permintaan Kyung Soo tadi seolah hanya angin lalu saja ditelinga Kai. Kai kemudian menarik kedua kaki Kyung Soo yang menjepitnya. Ditariknya celana itu hingga kejantanan Kyung Soo yang sudah mengeras itu keluar. Kai menjilat bibirnya lapar, tak mau menunggu lama lagi, ia segera melahap kejantanan Kyung Soo ke dalam mulutnya.

"Sh… Aaahhh… mngghh… ya! hentikan sekarang juga Kim JongIn!" teriak Kyung Soo tertahan oleh sensasi nikmat yang diberikan Kai padanya.

Kyung Soo beralih meremas rambut Kai, wajahnya sesekali mengadah, mulutnya tidak berhenti untuk mendesah. Kai terus saja mengocok kejantanan Kyung Soo didalam mulutnya. Menjilat dan menghisap kuat benda itu hingga uratnya terlihat jelas saat ini.

Kejantanan Kyung Soo sudah menegak dan mengeras sempurna. Cairan precum sudah mulai terlihat dari ujung merah mudanya. Dengan sekali hisapan kuat, akhirnya Kyung Soo memuntahkan miliknya.

Kai sengaja tidak menelan semuanya, ia sisakan cairan yang meleleh dari ujung kejantanan Kyung Soo. Jarinya kemudian mengambil sedikit cairan itu lalu memasukkannya kedalam lubang Kyung Soo.

"Akh! Apa yang kau lakukan!?" pekik Kyung Soo.

Kai menusuk-nusukkan jarinya, menghantam titik kenikmatan Kyung Soo dengan dua jarinya yang berada didalam lubang itu.

"Aaaahh… jangan… jangan sentuh itu…" desah Kyung Soo.

Milik Kyung Soo terlihat kembali menegak. Melihat itu, Kai segera mengeluarkan jarinya dan membuat Kyung Soo mendesah kecewa.

Kyung Soo terlihat mengatur nafasnya, wajahnya memerah dan mengeluarkan keringat yang cukup banyak. Rasanya pandangan Kyung Soo memudar, ditambah dengan ia tidak memakai kacamata.

Dengan keadaan yang masih lemas itu, Kai memanfaatkannya dengan mengambil handphonenya lalu mengabadikan gambar Kyung Soo yang setengah telanjang itu. Setelah itu, ia berusaha mengambil handphone milik Kyung Soo dan menghapus semua gambar yang Kyung Soo ambil tadi.

Tak lupa, Kai juga mengambil gambar Kyung Soo lewat handphone itu dan segera mengganti wallpapernya gambar tadi. Kai menyeringai puas.

Bunyi bel kemudian menyadarkan keduanya. Kai dengan segera membangunkan tubuhnya dari atas tubuh Kyung Soo dan sedikit merapikan penampilannya.

"Sonsaengnim, bel sudah berbunyi. Kau masih ada kelas kan?" tanya Kai membantu memakaikan Kyung Soo pakaiannya kembali.

"Kau! Dasar murid kurang ajar!" gerutu Kyung Soo dengan nafas tersenggal-senggal.

Kai tersenyum mendengarnya. Setelah Kyung Soo sudah agak rapi kembali, Kai meletakkan kacamata yang tadi ia sembunyikan disaku kemeja Kyung Soo lalu mencium pipinya sebelum ia pergi dari sana.

Kyung Soo menghapus jejak bibir Kai dengan punggung tangannya sambil berusaha berdiri.

"Shit!" gumam Kyung Soo ketika melihat miliknya terlihat agak menyembul dari balik celananya.

"Bagaimana aku bisa kembali dengan keadaan seperti ini? Para guru pasti menyangka kalau aku ini orang yang pervert"

Setelah berusaha menemukan ide, Kyung Soo akhirnya memutuskan untuk mengendap-endap pergi ketoilet dan menyelesaikan semuanya sendiri.

.

.

Sekolah akhirnya berakhir siang itu juga. Kyung Soo bermaksud untuk segera pulang lebih awal dari biasanya. Ia tidak ingin berlama-lama lagi di bangunan itu. Auranya sungguh tidak menyenangkan, apalagi jika ia bertemu dengan Kai yang tengah menggoda para siswi disana. Membuat Kyung Soo ingin melemparnya saja.

Kyung Soo baru saja hendak keluar dari gerbang sekolah, sampai ada seseorang yang membuatnya menghentikan langkahnya seketika.

"Kyung Soo?" gumam seorang yeoja yang kaget ketika melihatnya.

"Miyoon?" balas Kyung Soo menggumamkan nama yeoja itu –yang tak lain adalah mantan yeojachingunya.

Yeoja bernama Miyoon itu memalingkan wajahnya. Dan tak lama mereka saling terdiam, sebuah suara yang sudah tidak asing kedengarannya di telinga mereka memecahkan suasana.

"Chagiya" panggil Kai dari kejauhan. Kyung Soo sedikit tersentak mendengarnya.

Kai melingkarkan lengannya dipinggang Miyoon, matanya melirik kearah Kyung Soo yang membeku melihat mereka berdua.

"Kajja Kai" kata Miyoon mengajak Kai untuk segera pergi.

Kyung Soo melihat dua orang itu pergi dari hadapannya, bahkan ia melihat Kai menyeringai kearahnya. Hati Kyung Soo terasa sakit melihatnya, ia masih sakit hati pada yeoja itu, namun disisi lain ia masih mengharapkannya kembali.

"Aigoo" lirih Kyung Soo melepaskan kacamatanya untuk mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air mata. Setelah berusaha untuk tegar, Kyung Soo kembali melangkahkan kakinya untuk pulang.

.

.

Kyung Soo segera merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya ketika ia pulang. Lengannya ia gunakan untuk menutup matanya sejenak. Berusaha menenangkan otaknya dari semua pikiran kotor yang melekat.

Tapi lagi-lagi, Kyung Soo kembali mengingat yeoja tadi dan Kai. Itu membuatnya sangat kesal. Terutama jika otaknya memutar ulang kejadian di atap sekolah, Kyung Soo lama-lama bisa gila jika terus menerus mengingat hal nista seperti itu.

Dadanya naik, lalu turun dengan perlahan. Kyung Soo menggerakkan tangannya dari dada, perut, hingga sampai dikejantanannya. Sejenak, ia berpikir kenapa dengan mudahnya ia memberikan miliknya pada seorang namja seperti itu. Padahal, ia belum pernah sama sekali berhubungan intim bersama kekasihnya dulu.

Yang lebih parah, kenapa harus ia yang dimasuki? Meraung-raung, mendesah dan berkeringat oleh seorang namja? Itu menjijikkan!

Kyung Soo mengepalkan tangannya. Memikirkan hal itu membuatnya teringat akan misinya saat ini. Melaporkan siswa kelas 3-F bernama Kim JongIn itu. Namja yang telah merebut calon istrinya sekaligus kepera- keperjakaannya.

Tetapi, entah mengapa setiap Kyung Soo hendak melaporkannya, selalu saja ada sesuatu yang menghalanginya. Bahkan, ia sempat ragu untuk melaporkannya pada Jung gyeojang karena terus mengkhawatirkan hal-hal yang tidak penting.

Tapi Kyung Soo sudah mempunyai beberapa bukti sekarang. Ia kemudian mengambil handphonenya untuk melihat beberapa gambar yang ia ambil tadi.

Ketika Kyung Soo membuka kuncinya, sontak matanya melebar dengan sempurna. Nafasnya mendadak tercekat dan wajahnya terlihat memerah.

"MWO?" teriaknya setelah melihat wallpaper handphonenya.

A nude picture about him!

Kyung Soo terbata-bata, seperti tidak bisa berbicara lagi karena mendadak stroke. Di bukanya segera gallery fotonya, dan disana tidak ada gambar Kai yang akan menjadi buktinya nanti, melainkan fotonya yang terkesan menjijikkan –menurutnya.

"Kim JongIn! Awas saja, kau akan kena getahnya karena sudah melakukan ini padaku" rutuk Kyung Soo dengan giginya yang bergemelutuk saling beradu. Handphonenya ia remas ditangannya sendiri. Ekspresi wajahnya sekarang mendadak horror. Kyung Soo benar-benar sudah mendidih kali ini.

.

.

TBC

.

.

(Sumpah) Fic ini hampir terlupakan ==' malahan saya bermaksud buat ga ngelanjutin ficnya lagi #ditabokthehun(?)

Tapi yah, entah kenapa tiba-tiba tangan saya bergerak buat ngelanjutinnya xD

Jongmal kamsahamnida buat semua reader yang udah setia nunggu dan baca lanjutannya. Kalo ada yang ngebet banget sama fic ini, tolong ingetin saya terus ya biar ga lupa lagi… hehe…

Thanks for reviewed my fiction :'3

needtexotic, dyodokyung, siscaMinstalove, KID,Minerva Huang, lviollad, ajib4ff, Xylia Park, Park Min Ra, ZeLus, whdgus1008, BBCnindy, Byun Soo Ra, Ai Zhi Lan, Keepbeef Chiken Chubu, Kaisoo shipper, , KrystalCloudsJaejoongie, YunjaeCassiopeiaSP, KaiSoo Fujoshi SNH, Gita Safira, Princebabysoo, miyuk, Deer Panda, dabestshinki, The Biggest Fan of YunJae, BrightMiracle, DevilFujoshi, Hisayuchi, DiDiahWD, baekhyunaa, Jaylyn Rui, Brigitta Bukan Brigittiw, Nadya, DianaSangadji, nikyunmin

Q and A

Perbedaan umur mereka?

Kalau dalam pikiran aku sendiri, aku lebih suka kalo disini Kainya brondong hahaha #plak. Dan berhubung Kyung Soo itu guru muda, jadi perbedaan umur mereka (dalam pikiran aku) sembilan tahun xD.

A : Kejauhan?

R : Lu kira uri Kyung pedofil?

A : *sujud minta ampun*

Kenapa Kai bisa langsung nge'rape' Kyung Soo?

Mungkin karena ga tahan ngeliat wajah Kyung Soo yang kesannya kaya melas minta di'rape' *ketawaevil* #dicakar.

Apa bener Kai itu selingkuhannya mantan yeoja Kyungie?

NO! He's just a slut! #glared. Selanjutnya akan diperjelas kenapa Kai bisa tiba-tiba ngerjain Kyungie. Dichapter akhir (mungkin).

Sekali lagi terima kathih banyak chingu xD/

Oh iya, Minal aidzin juga :3/

Hug&Kiss from meh xD

08092013

-noteditingback-

Review jusseyo~