I had a crush with my ex's boyfriend

Author : Do Sung Gyeol

Main pair : KaiSoo/KaiDO

Rate : M (for all)

Genre : Romance

Warning : I never write straight fic except for a slight, I never write GS, ini aneh, ngebut, OOC, typos(s), bahasa ga disensor, blablabla. Bad!Kai, teacher!Kyung Soo.

a/n : please read the warn before you read!

The chara belongs to God and this fic belongs to me

.

.

.

Kyung Soo menyusuri lorong sekolah dengan penuh emosi. Tak peduli tatapan maupun sapaan dari para muridnya, Kyung Soo lewatkan begitu saja. Alhasil semua murid pun menaruh tanda tanya besar pada guru muda itu.

BRAK!

Pintu ruang guru dibantingnya dengan kasar. Untung saja baru ada beberapa orang disana dan mereka tidak mempunyai lemah jantung. Kyung Soo langsung melangkahkan kaki menuju meja Kim sonsaengnim, mengobrak-abrik arsip-arsipnya yang tertata rapi diatas meja.

"Annyeong" sapa seseorang yang baru saja memasuki ruang guru.

Semua orang disana antusias menjawab sapaan itu, mereka malah mengerubungi sang penyapa. Lain halnya dengan Kyung Soo yang masih berkutik dengan kegiatannya.

"Do sonsaengnim? Apa yang sedang anda lakukan pada meja saya?" tegur Kim sonsaengnim saat melihat mejanya dibuat berantakan Kyung Soo. Namun Kyung Soo sepertinya tidak menggubris teguran Kim sonsaengnim tadi.

"Do sonsaengnim?" panggil Kim sonsaengnim lagi.

Kali ini Kyung Soo menoleh kesal, namun sesaat pandangan tajamnya berubah menjadi membelalak.

"MWO- K- Kim sonsaengnim?" Kim sonsaengnim tersenyum dipaksakan.

Kyung Soo nampak salah tingkah, dia merasa malu dengan kelakuannya saat ini. Dia baru sadar, kalau tingkahnya saat ini pasti menjadi bahan pembicaraan semua sonsaengnim juga murid-muridnya.

"J- jeongmal mianhamnida Kim sonsaengnim.. sa- saya tidak bermaksud mengacak-acak meja anda, saya hanya... mm... jeongmal mianhamnida" kata Kyung Soo meminta maaf sambil membungkukkan badannya berulang-ulang.

"Gwenchana Do sonsaengnim, memangnya anda sedang mencari apa? Mungkin saya bisa membantu" tawar Kim sonsaengnim.

Seketika, Kyung Soo mengadahkan wajahnya pada Kim sonsaengnim, wajahnya tiba-tiba berbinar memancarkan sinar-sinar yang tak jelas darimana datangnya. Kyung Soo langsung menggenggam kedua tangan Kim sonsaengnim.

"Sangat. Aku. Sangat. Membutuhkan. Bantuan anda. Kim sonsaengnim" ucap Kyung Soo dengan memberi jeda pada kata-katanya. Kim sonsaengnim sweatdrop melihat Kyung Soo yang seperti itu.

.

"Selamat pagi semuanya"

Kyung Soo melangkahkan kakinya memasuki kelas 3-F. Duduk dikursi yang memang khusus untuk sonsaengnim sepertinya, dan mulai menarik absenan di sela-sela tumpukan bukunya.

Kyung Soo membenarkan kacamatanya dan mulai mengabsen murid-murid kelas 3-F itu, sambil sesekali melirik ke arah anak didiknya untuk mencari sosok –yah siapa lagi kalau bukan Kim JongIn alias Kai.

Sebuah coretan merah diguratkan dikolom yang mengarah pada nama Kim JongIn. Anak itu lagi-lagi tidak masuk, dan Kyung Soo kesal.

Karena sudah terlanjur memohon-mohon pada Kim sonsaengnim untuk bertukar tugas mengajar, Kyung Soo menghela nafasnya dan memulai pelajaran hari itu.

Selang beberapa belas menit, ketika Kyung Soo hendak duduk kembali dikursinya setelah selesai menjelaskan, seseorang tiba-tiba datang ke kelas itu.

Semua murid menoleh kearah pintu, Kyung Soo ikut mengarahkan pandangannya juga. Yang ditunggu-tunggu olehnya akhirnya datang juga.

"Maafkan aku sonsaengnim, aku terlambat" ucap seorang namja yang bertengger dipintu.

Kyung Soo memicingkan matanya, membetulkan letak kacamatanya kembali dan menarik nafas rileks.

"Kau pasti Kim JongIn, ne?" tanya Kyung Soo.

Namja yang biasa dipanggil Kai itu mendengus, ia berjalan menghampiri Kyung Soo.

"Tepat sekali sonsaengnim, dan aku yakin kau tidak mungkin melupakan wajah dan namaku"

Kali ini posisi Kai memunggungi semua teman-teman kelasnya, dengan kedua tangannya yang ia gunakan sebagai tumpuan. Kai mencondongkan badannya agar lebih dekat dengan wajah Kyung Soo yang kini sudah memerah panas.

"Tidak mungkin aku melupakan murid kurang ajar sepertimu!" gerutu Kyung Soo pelan.

Kai tersenyum penuh kharismatik, meskipun ia mendapatkan tatapan tajam dari sang sonsaengnim.

Pandangan Kyung Soo kemudian tertuju pada bagian dada Kai yang sedikit terekspos, ada lingkaran tak sempurna berwarna merah disana. Dan Kyung Soo bisa menebak, namja dihadapannya ini pasti menikmati waktunya tadi malam bersama mantan yeojachingunya.

"Bersenang-senang Kim JongIn?" tanya Kyung Soo dingin.

"Yah... seperti biasa..." Kai lebih mendekat lagi pada Kyung Soo, semua murid dibuatnya penasaran, namun seolah itu tidak dihiraukan oleh mereka berdua. "...Menikmati setiap inchi tubuhnya yang putih dan mulus, juga vaginanya yang meremas kuat milikku tiap aku memasukinya" lanjut Kai membisikkan tepat ditelinga Kyung Soo.

Nafas Kyung Soo tercekat, ia kaget dalam diam. Kai menyeringai puas, lalu membetulkan kembali posisinya semula.

"Kau boleh duduk Kim JongIn" ucap Kyung Soo datar, tanpa memandang Kai.

"Kamsahamnida sonsaengnim"

Pelajaran pun dilanjutkan kembali oleh Kyung Soo yang entah mengapa sekarang kelihatan tidak bersemangat.

.

Jam istirahat masih berlangsung, Kyung Soo bermaksud membeli sebuah kopi dan sandwich di kantin yang dipenuhi oleh para siswa sekolah itu.

Setelah menerima kembaliannya, ia pun duduk disebuah kursi kosong yang sialnya itu terletak ditengah-tengah kantin. Kyung Soo merasa seperti orang forever alone saat ini, karena diantara semuanya, hanya dia yang duduk sendiri menikmati makanannya. Salahkan sendiri kenapa dia seorang sonsaengnim, karena para murid pasti akan berpikir dua kali untuk duduk bersamanya.

Sudah beberapa orang berlalu lalang disekitarnya, Kyung Soo mencoba untuk tidak peduli dan menggigit sandwichnya sambil memejamkan mata. Sampai ketika ia hendak mengambil kopinya, benda plastik berbentuk gelas itu hilang.

Kyung Soo tertohok dengan pipi menggembung berisi makanan. Namun setelah itu, ia menemukan seseorang tengah menyesap kopinya disampingnya. Kyung Soo bermuka masam.

"Sedang apa kau disini Kim JongIn? Dan ngomong-ngomong, itu kopiku!" bentak Kyung Soo yang mengetahui siapa namja yang tengah duduk disampingnya itu.

Kai melirik Kyung Soo, "Ah mianhae sonsaengnim, kalau begitu aku akan mengembalikannya" ucap Kai meminum kopi itu lalu hendak meraih tengkuk Kyung Soo. Tentu saja tingkahnya mendapatkan perlawanan dari Kyung Soo.

"Sudah kubilang jangan main-main Kim JongIn! Atau aku akan melaporkanmu!" ancam Kyung Soo.

"Benarkah?"

Dari nada bicaranya, Kyung Soo bisa merasakan ada hawa-hawa buruk yang akan siap menimpanya. Ia melihat Kai menyeringai padanya.

"Masih ingat foto ini?" kata Kai sambil menyodorkan sebuah foto nakednya.

Mata Kyung Soo melotot lebar, ia hendak merampas kembali foto itu namun secepat kilat Kai menariknya kembali.

Kyung Soo mendecak sebal, "Berikan itu padaku!" kata Kyung Soo berusaha mengambil foto itu dari tangan Kai, tetapi Kai dengan sigap menjauhkan foto itu dari tangan Kyung Soo.

"Apa jadinya kalau aku pajang ini di mading sekolah ya?" gumam Kai sambil memperhatikan foto Kyung Soo yang sedang telanjang itu.

Jantung Kyung Soo berdegup kencang, hampir jatuh dari tempatnya. Kai berhasil membuatnya skak mat, Kyung Soo semakin merasakan hawa buruk itu kini menempel padanya.

"Jangan coba-coba Kim JongIn!" gertak Kyung Soo.

"Hm? Tentu saja aku akan mencobanya sonsaengnim. Aku akan mencetak foto ini dengan ukuran yang lebih besar, lalu aku akan menempelkan di mading sekolah, atau bahkan memajangnya dengan figura di ruang kepala sekolah"

Kyung Soo mengepalkan tangannya. Bisa-bisanya murid itu mengerjainya habis-habisan seperti ini. Sebenarnya Kyung Soo tidak mengerti kenapa muridnya yang bernama Kim JongIn itu senang sekali mengerjainya seperti ini?

Melihat Kyung Soo yang sedang menahan emosinya seperti itu, Kai kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Kyung Soo.

"Tapi aku tidak akan melakukannya jika kau mau menuruti permintaanku"

"Cih! Aku tidak mau" Kyung Soo memalingkan wajahnya sambil melipatkan tangannya didada.

"Foto ini akan menggemparkan seisi sekolah besok pagi" ancam Kai yang langsung menimbulkan reaksi lain dari Kyung Soo.

"Andwae!" cegah Kyung Soo mencengkram lengan Kai dengan kedua tangannya.

"Baik, tapi turuti permintaanku"

"Aku tidak mau!"

"Yeorobun!- "

"Aniyaniya!"

"Turuti permintaanku atau setiap murid memiliki foto ini" ancam Kai kembali.

Kyung Soo menggigit bibirnya, ia nampak memikirkan apa yang harus ia lakukan. Ini merupakan pilihan sulit, pilihan yang sama-sama akan menjatuhkan harga dirinya.

"Memang apa permintaanmu itu Kim JongIn?"

"Oh mudah, kau harus 'bermain' denganku seharian penuh tanpa jeda atau istirahat"

"M- MWO!? JANGAN BERCANDA KIM JONGIN! Sangat jelas aku tidak akan mungkin menuruti permintaanmu yang gila itu!"

"Kalau begitu selamat menikmati hari esok sonsaengnim-"

"Aaaaah! Camkkanman!"

Kai mengurungkan niatnya untuk pergi dari kantin itu dan memilih menatap pada Kyung Soo.

"Aku.. aku tidak mungkin bisa tahan melakukannya selama seharian tanpa istirahat, tentukan pilihanmu yang lain yang lebih ringan" ucap Kyung Soo dengan rona merah diwajahnya.

Kai berpikir sejenak, "Kalau begitu... Setiap minggu kau harus berkencan denganku, tetapi, dengan sex sebagai penutupnya"

Kyung Soo menelan ludahnya paksa, menimbang-nimbang seolah hidup matinya bergantung pada pilihan menyesatkan itu.

"Baiklah, tapi berjanjilah kau akan menghapus permanen foto itu" jawab Kyung Soo akhirnya.

Kai tersenyum ia mencondongkan tubuhnya dan memberikan sebuah kecupan ringan dipipi Kyung Soo.

"Arraseumnida, sampai jumpa di hari Minggu" katanya sambil menyelipkan foto itu pada Kyung Soo, lalu beranjak pergi meninggalkannya.

Kyung Soo menatap foto itu dengan jijik, tak lama kemudian ia menyobek foto itu hingga menjadi serpihan kecil. Kyung Soo memegang kepalanya, ia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

.

.

.

.

Hari-hari setelahnya, tibalah hari dimana Kai membuat sebuah janji untuk pergi bersama dengan Kyung Soo. Namja itu kini tengah menunggu disebuah taman kota. Penampilannya kali ini sama sekali tidak menunjukkan kalau dia seorang sonsaengnim, meskipun masih terkesan rapi.

Kyung Soo menghentak-hentakkan alas kakinya, mulutnya menghela nafas sejak tadi sambil sesekali melirik kearah jam tangannya. Sudah hampir 30 menit Kyung Soo menunggu Kai ditempat itu.

Tak lama kemudian, Kyung Soo merasakan seseorang melingkarkan tangannya di pinggangnya. Sontak Kyung Soo menoleh kearah belakang, dengan tangan yang siap menjauhkan tubuh itu.

"Mianhae, aku mengantarkan Miyoon pulang dulu tadi" kata Kai berbisik ditelinga Kyung Soo.

Kyung Soo melepaskan kedua lengan Kai, "Terlambat 30 menit! Lain kali kau harus tepat waktu Kim JongIn, kau tidak tahu bagaimana rasanya berdiri selama itu disini" Kyung Soo mendumel, mengalihkan pandangannya dari Kai, tak lupa kebiasaannya yang selalu membenarkan kacamata tebalnya.

"Jeongmal mianhae chagiya, aku tidak akan melakukannya lagi" kata Kai yang lagi-lagi melingkarkan tangannya dipinggang Kyung Soo.

Seketika dahi Kyung Soo mengkerut ketika mendengar kalimat Kai, 'chagiya'? yang benar saja! Mereka tidak pacaran!

Kyung Soo menyikut kuat perut Kai, membuat namja berkulit tan itu mengaduh kesakitan.

"So rude"

"Katakan kita mau kemana? Cepat selesaikan kencan ini agar aku bisa segera pulang ke rumah!" titah Kyung Soo melipatkan tangannya.

"Kau sudah makan?" tanya Kai yang dibalas gelengan kepala oleh Kyung Soo.

"Kalau begitu kita mulai dengan mencari tempat makan disekitar sini"

Kai segera menarik lengan Kyung Soo dan membawanya ke sebuah restoran cepat saji.

Ketika sampai disana, mereka berdua pun segera mengantri dan memutuskan pesanan mereka.

"Aku ingin chicken sandwich dan cola, sonsaengnim kau mau pesan apa?"

"Kentang goreng dan milkshake saja"

"Tambah kentang goreng dan milkshakenya" kata Kai pada kasir itu.

Setelah membayar pesanan mereka, Kai dan Kyung Soo pun mencari tempat duduk.

Selang beberapa menit, pesanan mereka sudah berada diatas meja. Bahkan Kai kini tengah melahap sandiwichnya dengan rakus, sementara Kyung Soo hanya mengaduk-adukkan kentangnya pada saus dan menggigitnya malas.

Melihat kentang itu menggantung dimulut Kyung Soo, Kai menarik dagu Kyung Soo dan mengambil alih kentang itu melalui bibirnya. Kyung Soo yang kaget pun hanya bisa membelalakkan matanya lalu mengedarkan pandangannya, memastikan orang-orang tidak ada yang melihat kejadian tadi.

"Apa yang kau lakukan Kim JongIn? Ini tempat umum!"

"Kau tampak menggemaskan ketika melamun seperti itu"

Godaan Kai berhasil membuat Kyung Soo merasa tersipu sekaligus kesal. Dengan wajah merona, ia palingkan pandangannya kearah jendela sambil mengigit kembali kentangnya.

"Sonsaengnim"

"Ada apa Kim JongIn?"

"Kita sedang kencan, tidak perlu seformal itu, panggil saja aku Kai"

Kyung Soo menghembuskan nafasnya. Lebih tepatnya, mendengus.

.

Setelah mereka makan, Kai kembali membawa Kyung Soo berkeliling. Mengunjungi beberapa tempat yang biasa orang-orang yang sedang berkencan kunjungi, seperti taman bermain, bioskop, pet shop, hingga mereka kini sedang mengunjungi tempat wisata yang terdapat bangunan klasik khas Eropa.

Sebenarnya, jalan-jalan kali ini akan terasa menyenangkan kalau saja berpergiannya dengan orang terdekat. Sementara Kyung Soo? Yang mengajaknya kali ini adalah seorang namja yang diketahui sembilan tahun lebih muda darinya, muridnya sendiri, sekaligus selingkuhan mantan calon istrinya! Bagaimana tidak mood?

Tetapi, Kyung Soo sendiri sedikit menyadari ketika ia bersama Kai, namja itu terus saja menghiburnya meskipun tingkahnya selalu membuatnya sebal.

"Sonsaengnim, ayo kita mengambil gambar disini" ajak Kai sambil mengisyaratkan Kyung Soo untuk mendekat.

"Shireo!" tolak Kyung Soo mentah-mentah.

Kai tersenyum, ia menghampiri Kyung Soo yang masih berdiri malas didekat dinding sebuah bangunan disana. Tangannya ia lingkarkan pada pundak Kyung Soo, Kai mendekatkan wajahnya.

"Do Kyung Soo" panggil Kai dengan suara berat.

Kyung Soo yang dipanggil seperti itu oleh Kai kemudian menoleh tidak terima. Namun ternyata kesempatan itu Kai gunakan untuk segera melumat bibir Kyung Soo. Dan...

Klik

"Mwoya!" Kyung Soo segera mendorong tubuh Kai saat tahu Kai hanya memanfaatkan situasi tadi.

Kyung Soo menghapus jejak bibir Kai dengan menggosok-gosokkan lengan bajunya pada bibirnya. Sialnya, Kyung Soo merasa kali ini wajahnya pasti merah padam. Kenapa? That was his first kiss! Tentu saja first kiss dari seorang Kim JongIn.

Dilihatnya murid kesayangannya itu kini tengah berkutik dengan handphonenya sambil senyum-senyum sendiri. Kyung Soo berdecih, mencoba agar bersabar dalam menghadapi cobaan yang sedang diujikan Tuhan padanya sekarang ini.

.

.

Tak terasa hari sudah mulai malam, berarti sudah 10 jam Kyung Soo menghabiskan waktunya bersama Kai. Tiba saatnya penutup untuk hari ini.

Kai meminta Kyung Soo untuk mengantarnya kesebuah mini market. Namja itu bilang dia butuh sesuatu untuk dibeli. Sebenarnya Kyung Soo sudah bisa menebak, apalagi kalau bukan lubricant dan kondom?

"Kajja" ajak Kai yang ternyata sudah selesai berbelanja. Mereka berdua pun segera pergi menuju sebuah hotel.

"Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis hotel itu pada Kai.

"Apa masih ada kamar kosong?"

"Kebetulan masih ada tuan..."

Percakapan antara Kai dan resepsionis itu berlangsung beberapa menit saja. Setelah itu, Kyung Soo sudah bisa merasakan lengannya kembali ditarik oleh Kai.

"Beruntung sekali, kamar yang tersisa berada dipaling ujung" ucap Kai saat memasuki kamar bernomor 199 itu.

Kai menyimpan kantung belanjaannya diatas meja di kamar itu, Kyung Soo memandang sejenak keadaan kamar tersebut. Terlihat minimalis, namun desainnya sangat unik dan sepertinya kamar itu nyaman, begitulah yang ada dibenak Kyung Soo mengenai kamar itu.

"Kau dulu atau aku?" tanya Kai membuyarkan lamunan Kyung Soo.

"Apa?"

"Mandi"

"Kau saja"

Suara air shower samar-samar terdengar dari arah kamar mandi. Kyung Soo melepaskan sepatunya dan merebahkan diri diatas ranjang berukuran lumayan besar itu. Ternyata kasurnya sangat empuk, benar-benar nyaman. Hampir saja Kyung Soo masuk kealam mimpinya, kalau saja tidak ada seseorang yang menindih tubuhnya.

"YA! Kai! Jangan tiba-tiba menindihku seperti itu!" bentak Kyung Soo berusaha menjauhkan tubuh basah Kai dari atas tubuhnya.

"Giliranmu sonsaengnim" kata Kai masih dalam posisi menindihnya.

"Arraseo, minggir!" Kyung Soo beringsut menuju kamar mandi.

Drrrt... drrrt...

Kai melirik pada handphonenya yang terletak di samping televisi. Diambilnya benda persegi panjang itu, pada layarnya tertera sebuah nama.

Miyoon chagi is calling

Kai langsung saja menekan tombol untuk menolak panggilan itu. Namun selang beberapa saat, handphonenya kembali bergetar. Kai mendecak sebal, tetapi mau tak mau ia pun akhirnya mengangkat telfon itu.

"Yeoboseyo?"

"Kai kau dimana?" tanya sebuah suara lembut itu.

"Aku sedang dirumah, tolong jangan menggangguku dulu, ada tugas sekolah yang harus dikumpulkan besok"

Dan Kai pun mengakhiri telfon itu dan meletakkan benda itu kembali diatas meja.

Kai berjalan kearah kantung belanjaannya, mengambil dua buah kaleng minuman berbeda dan membuka salah satunya.

Pintu kamar mandi terbuka, Kyung Soo sudah selesai mandi. Tampak tubuh bagian atasnya yang sedikit terlihat basah, juga tetesan air yang meluncur dari helaian rambutnya. Oh, jangan lupa belahan bathrobe yang hampir membuat daerah istimewanya terlihat.

Tanpa Kyung Soo sadari seseorang kini tengah memperhatikannya lapar.

"Kau kenapa Kai?" tanya Kyung Soo saat mendapati Kai melamun kearahnya.

Kai terkesiap, "Ah- gwenchana" katanya sambil meneguk minumannya.

Kyung Soo ikut duduk disamping Kai sambil mengeringkan rambutnya. Tiba-tiba, Kai menyodorkan minuman kaleng padanya.

"Gomawo" ucap Kyung Soo lalu membuka minuman itu.

Lama mereka terdiam, Kyung Soo memainkan kaleng minuman yang masih terisi setengahnya, ia nampak resah. Bukan, bukan karena Kyung Soo ingin segera Kai menggelutinya, tetapi ia ingin hari ini cepat selesai supaya ia bisa beristirahat dirumahnya.

Diliriknya Kai yang santai meminum bir kalengnya. Dalam hatinya, Kyung Soo berharap Kai segera memulainya, paling tidak melepaskannya saja.

5 menit...

10 menit...

25 menit...

Krek

Kyung Soo meremas kaleng digenggamannya, ia lirik Kai sekali lagi, sekarang namja itu sedang menyamankan diri diatas kasur itu. Rasanya termometer kesabaran Kyung Soo sudah hampir meledak, harusnya ia gunakan kesempatan ini untuk kabur saja.

"Waeyo sonsaengnim? Bosan?" tanya Kai yang sepertinya mengetahui arti raut wajah Kyung Soo.

"Kau mengajakku ke hotel ini sebenarnya untuk apa? Tidur? Aku bisa tidur dirumah!" jawab Kyung Soo ketus.

Kai tertawa pelan, ia membangunkan tubuhnya dan merengkuh namja yang lebih kecil (juga lebih tua) darinya itu. Kyung Soo sebenarnya tersentak, namun ia berusaha untuk tidak menunjukkannya.

"Ya, aku mengajakmu ke hotel ini untuk 'tidur'" ucap Kai menggelitik di telinga Kyung Soo.

Hembusan nafas Kai yang hangat membuat Kyung Soo bergetar. Kai mencoba menggoda Kyung Soo dengan meniup-niup sekitar leher putih itu dan menelusupkan tangannya melalui celah bathrobe.

Kyung Soo menggigit bibirnya ketika jemari Kai yang nakal mulai memainkan nipplenya. Tak lupa dengan sensasi dari kulit bahunya yang ditarik oleh gigi Kai berkali-kali hingga berwarna kemerahan.

Kai menelusuri wangi tubuh Kyung Soo yang begitu menggoda kali ini, jari-jarinya menelusup ke sela-sela rambutnya. Sebelah tangannya bergerak mengelus paha mulusnya.

Namja bermata bulat itu mendesah erotis, kedua tangannya bergetar memegang kaleng minumnya. Sentuhan Kai di paha dalamnya membuat miliknya tegang. Kyung Soo sesekali mengadah untuk memberikan ruang bagi Kai yang sedang mencumbui lehernya.

Klang

Kaleng itu jatuh dan menumpahkan isinya begitu saja di lantai. Kai menindih tubuh Kyung Soo sembari memberikan ciuman dan tanda kepemilikan bertubi-tubi di tubuhnya. Kyung Soo memekik, berteriak, dan mendesah berulang kali.

Dengan kasar dan terkesan buru-buru, Kai membuka tali bathrobe itu dan menyibaknya. Tubuh polos Kyung Soo kini sudah terpampang jelas dihadapannya, juga miliknya yang mulai mengeras. Kai melirik Kyung Soo yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Kai meraih tangan Kyung Soo, membawanya pada bathrobe yang masih melindungi sekitar dadanya.

"Licik sekali, jika aku dibiarkan liar sendiri"

"Hah? Apa maksudmu Kai?"

"Sonsaengnim, kau mau aku mencekokmu dengan obat perangsang supaya kau lebih agresif?"

Kyung Soo menyerinyitkan dahinya, menatap Kai dengan horror. Namja tan itu lagi-lagi tertawa merendahkannya.

"Aku ingin kau mendominasi permainan kali ini juga, atau kita akan bermain sampai besok pagi?" tanya Kai mengelus wajah yang memerah itu dengan punggung tangannya.

"Ugh…" Kyung Soo merutuk, dipandangi Kai sekali lagi. Kedua mata itu begitu menggoda Kyung Soo, menatapnya mesum, sama seperti sifatnya.

Mau tidak mau, Kyung Soo menarik bathrobe Kai agar lebih mendekat lagi padanya. Matanya terpejam erat namun bergetar. Jaraknya untuk memagut bibir itu bisa dibilang masih cukup jauh, namun Kyung Soo sudah memanyunkan bibirnya.

Kai mendengus memakluminya, tenaganya kini mendominasi, ia menundukkan wajahnya lebih rendah, tepatnya pada perut Kyung Soo. Tangan Kai meremas milik Kyung Soo dan mengurutnya pelan.

"Aahhnn… mmmnggh…" desah Kyung Soo.

Kai mengecup ujung kejantanan itu, kemudian ia memasukkan seluruhnya didalam mulutnya. Dia mulai menggerakkan kepalanya naik turun, lidahnya bergerak lincah pada batang keras itu.

"Unngghh… Kai… mmhh..." Kyung Soo meremas rambutnya, matanya menerawang langit kamar yang terasa buram.

Slurp.. slurp..

Bunyi mulut Kai yang sedang menyervis milik Kyung Soo terdengar menggema, ditambah suara-suara menggoda Kyung Soo yang terus mengiringinya.

"Kaiihh… ngghh… aku- hampir sampai.."

Kai mengangkat wajahnya untuk melepaskan kejantanan itu, tangannya kembali mengocoknya dengan tempo yang teratur.

"Keluarkan chagi, didalam mulutku"

Kai kembali melahap milik Kyung Soo, bisa Kai rasakan milik Kyung Soo membesar dan sudah sangat tegang. Kyung Soo sebentar lagi mencapai puncaknya, Kai mempercepat tempo kulumannya.

"Kaaii I'm coming!" teriak Kyung Soo saat miliknya sudah tidak kuat lagi menahan cairan semen itu didalam tubuhnya.

Dengan senang hati Kai menelan semua cairan itu dan menjilat sisanya yang terdapat di sudut bibirnya.

"Sweet milk" katanya.

Kai beranjak dari tubuh Kyung Soo, kedua lututnya menumpu menahan beban tubuhnya. Ia mulai membuka bathrobenya. Sekarang, keadaan Kai sudah seimbang dengan Kyung Soo. Sama-sama telanjang.

"Puaskan milikku juga sonsaengnim"

Kyung Soo bersusah payah membangunkan tubuhnya yang terasa lemas. Ia kemudian menggeser tubuhnya menghadap pas kearah milik Kai yang huge.

Tangannya masih bergetar, sepertinya Kyung Soo masih canggung karena ini kali pertamanya ia menggenggam milik orang lain.

Mengetahui hal itu, Kai pun membangunkan tubuhnya.

"Masukan saja, mainkan dengan lidahmu dan jangan sampai gigimu menyentuhnya, kalau sampai gigimu menyentuhnya aku akan menghukummu" instruksi Kai, seolah Kyung Soo adalah murid yang sedang ia ajari bagaimana melakukan seks.

Sebenarnya Kyung Soo mengumpat dalam hati, mengingat profesinya adalah sonsaengnim seorang Kim JongIn. Tetapi, lebih baik Kyung Soo menurut dan melakukannya. Sudah terlanjur! Daripada ia harus melewati malam dihotel ini lebih panjang. Lebih baik bagi Kyung Soo untuk segera menyelesaikannya.

"Ahh.. good sonsaengnim.. kau sangat pintar.. mmhh.." kali ini bagian Kai yang mendesah menikmati miliknya yang memasuki goa hangat Kyung Soo.

Kyung Soo melakukannya sesuai dengan instruksi dari Kai tadi, hanya saja ia lebih terkesan berhati-hati dan sangat pelan sekali mengocok kejantanan itu.

"Uhukk!" Kyung Soo hampir saja mual saat Kai menekan kepala Kyung Soo hingga kejantanannya menyentuh dinding kerongkongannya.

Bisa-bisanya Kai memaksa Kyung Soo seperti itu, tidak tahukah kalau miliknya itu sangat besar dan panjang?

Tangan Kai meremas rambut Kyung Soo, membantunya menaik-turunkan kepalanya dengan cepat. Kyung Soo pun terpaksa mengikuti temponya.

"Sshh… sudah kubilang jangan memakai gigi!" bentak Kai saat tak sengaja gigi Kyung Soo bergesekkan dengan kejantanannya.

"Ummpphh… mmhhh…"

"Lakukan lebih cepat! Aaahh… yeahh.. begitu!"

Kyung Soo mempercepat gerakannya tanpa bantuan tangan Kai.

Tak lama kemudian, Kai menyemburkan miliknya didalam mulut Kyung Soo.

Cairan milik Kai mengalir lewat mulut Kyung Soo. Ia sengaja tidak menelannya karena Kyung Soo masih ragu-ragu.

"Telan saja sonsaengnim" ucap Kai sambil mengelus wajah itu lembut.

Kyung Soo memejamkan matanya erat, ia mulai meneguk sperma itu. Perutnya terasa mual setelah menelan cairan itu, pasti Kyung Soo belum biasa karena ini yang pertama baginya. Meskipun urusan yang bawah sudah pernah ia lewati bersama Kai.

"Anak pintar" kata Kai mengelus puncak kepala Kyung Soo. Kyung Soo segera menepisnya, matanya menatap kearah Kai yang semena-mena memanggilnya seperti itu, tangannya mengusap bibirnya sendiri.

"Cepat selesaikan ini Kim JongIn! Aku mau pulang!"

"Bukankah aku sudah mengatakan untuk memanggilku dengan Kai saja? Ngomong-ngomong kau ini tidak sabaran sekali sonsaengnim, tidakkah kau ingin menghabiskan malam ini lebih lama denganku?" kata Kai sambil membaringkan tubuh Kyung Soo dan membenarkan posisinya.

"Like I wanna do it! Of course no Kim JongIn a.k.a Kai! We're not a lovers anymore! Lagipula besok hari Senin, aku harus mempersiapkan materi untuk mengajar besok"

"Jadi kalau kita sepasang kekasih, kau akan menghabiskan waktumu lebih lama denganku hm?"

Kyung Soo mengalihkan wajahnya malu, Kai terkikik geli melihat sisi childish sang guru.

Kai mengangkat pinggul Kyung Soo, lidahnya mulai merimming lubang itu.

Kyung Soo menggigit tanggannya menahan desahan yang pasti akan keluar dari mulutnya. Benaknya bertanya, sebenarnya darimana Kai belajar ini semua hingga ia bisa membuat Kyung Soo terlena dengan sentuhannya itu?

Kyung Soo bisa merasakan lidah Kai menekan-nekan lubang sempitnya, dan itu membuat lubangnya semakin berkedut kencang.

Beberapa saat, Kai menurunkan kembali pinggul Kyung Soo. Ia beranjak dari atas ranjang untuk mengambil sebuah lubricant didalam kantung kresek tadi.

Kai kembali menaikkan pinggul Kyung Soo, dituangkannya cairan kental itu tepat pada lubangnya. Kai menggunakan kelima jarinya untuk mengusapkan pelumas itu.

"Mm- ngghh.. u- uungghh.. Kai.." Kyung Soo mendesah saat Kai mulai menusukkan ketiga jarinya langsung pada lubang itu.

"Aaaahhh… Ka- Kai..aku tidak nyaman.."

"Camkanman"

Kai semakin memasukkan ketiga jarinya lebih dalam, mendorong dan menariknya dengan gerakan zig-zag, bermaksud agar lubang itu bisa ia masuki dengan miliknya nanti.

"Aah..aaahh..oh..Kai.."

Entah sudah berapa kali Kyung Soo menyebutkan nama Kai. Dan jika saja Kyung Soo tahu, itu membuat libido Kai semakin naik.

Kyung Soo menggerakkan kedua kakinya sebagai bentuk protes kalau ia tidak nyaman dengan jari-jari Kai, meskipun sebenarnya ia sangat menikmatinya. Akhirnya sebelah lengan Kai menggenggam kaki Kyung Soo yang terus saja menendangnya.

"Tahan sebentar sonsaengnim" ucapnya.

"Unnghh… Kai… annhhh… mmhh… aah.." lenguh Kyung Soo.

Kai mengeluarkan ketiga jarinya, ia mengambil lubricant itu lagi dan menuangkannya pada miliknya kali ini. Tangan Kai mengocok miliknya sendiri.

"Hhaa… ah..sonsaengnim- mhh…" desah Kai.

Tak lama, Kai kembali pada posisinya. Menghadapkan ujung kejantanannya pada lubang Kyung Soo lalu memasukkannya perlahan.

"Ooh.. sonsaengnim.. kenapa- milikmu sempit sekalihh.." katanya sambil mendorong pinggulnya berusaha menanamkan miliknya pada lubang itu.

"Appo! Kai pelan-pelan!"

"I'm trying it"

Setelah berhasil memasukkan seluruhnya, Kai diam beberapa saat. Ia tahu, butuh beberapa saat bagi Kyung Soo untuk menyamankan posisinya. Kemudian, ia menuntun kedua lengan Kyung Soo untuk mengalung pada lehernya.

"Sonsaengnim, I'll start it"

"M- mo..ve Kai" ucap Kyung Soo dengan semburat merahnya. Kai tersenyum, ia menarik pinggulnya sejenak lalu mendorongnya kembali.

Permainan Kai dimulai. Kai menggerakkan pinggulnya seirama dengan desahan Kyung Soo. Tanpa sadar, kedua tangan itu beralih memeluk tubuh namja tan itu erat.

Kyung Soo mengadah, bibirnya ia gigit sesekali merasakan titiknya dihantam habis-habisan oleh Kai. Sementara Kai mendesah keenakan saat miliknya diremas kuat oleh lubang Kyung Soo yang selalu terasa sempit itu.

"So- sonsaengnim… aahh.. kau itu- aah.. sungguh mengagumkan…"

"Eungghh.. Kai.. jangan.. jangan sentuh itu Kai! Aashh…"

"Ha..ah? Tapi kau menikmatinya kan Kyung Sooya?"

"Hormatilah sonsaengimmu Kim JongIn! Oohh… panggil namaku dengan benar!"

"Haha… aku tidak akan menghormatimu jika situasinya sudah seperti ini sonsaengnim"

Kai mendorong pinggulnya kuat-kuat.

"AAAHH!" desah Kyung Soo merasakan sensasi yang luar biasa saat Kai menubruk titik itu dengan sangat kuat.

Kai memelankan temponya, namun hentakkannya pada dinding itu masih kuat. Ia pun mengangkat tubuh Kyung Soo menjadi berada diatas pangkuannya. Kai membantu Kyung Soo untuk bergerak.

Kyung Soo semakin mengeratkan pelukannya, ia menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Kai. Nafas mereka berdua berderu, saling memburu. Tubuh mereka pun semakin lengket oleh peluh yang keluar dari lubang pori-pori mereka.

Tubuh Kyung Soo naik turun, Kai merasakan miliknya lebih tertanam dengan posisi seperti ini. Ia semakin bersemangat, ditambah desahan Kyung Soo yang terdengar sangat jelas ditelinganya karena namja itu masih menyembunyikan kepalanya diantara lehernya.

"K- Kai.. I'm coming soonhh…"

"Ahh.. camkanman sonsaengnim.."

"Aah… Hurry- hurry up Kai! Aku sudah tidak tahan lagihh…"

Kai semakin mempercepat gerakannya. Miliknya sudah sangat keras dan tegang, buktinya ia merasakan lubang Kyung Soo semakin meremasnya kuat.

"Hell! Bagaimana bisa- lubangmu begitu membuatku nikmat sonsaengnim.."

Beberapa kali hentakan lagi, dan akhirnya Kai sudah hampir mencapai puncaknya.

"I'm coming sonsaengnim!"

"Me too Kai"

"AAAHHH DO KYUNG SOO!"

"KAII!"

Kai dan Kyung Soo berteriak bersama, mengeluarkan milik mereka bersama. Cairan Kyung Soo menyembur kearah perut dan dada Kai, sementara milik Kai memenuhi lubang Kyung Soo hingga terlihat mengalir dari sela-selanya.

Tubuh Kyung Soo melemas dan ambruk diatas Kai. Keduanya saling mengatur nafas. Kyung Soo merasakan tubuhnya benar-benar sudah tidak bertenaga lagi, ia pun memejamkan matanya dengan kondisi masih memeluk Kai.

Kai menoleh kearah Kyung Soo. Mengetahui namja itu sudah memejamkan matanya, Kai kemudian membalikkan tubuh itu dan mencabut miliknya dengan hati-hati.

Diraihnya selimut putih yang berada tak jauh dari posisinya, Kai menyelimuti tubuh mereka. Pandangannya menatap wajah Kyung Soo lama.

Cantik. Begitulah pikirnya.

"Saranghamnida sonsaengnim" ucap Kai mengecup kening Kyung Soo dengan lembut.

Kemudian mereka berdua pun tertidur.

TBC

Woaa... ngebut! O

Dan ini chapter terpanjang yang pernah saya buat (?) #lapkeringet

Sedikit dapet inspirasi juga dari manga yang saya baca

Pada penasaran kenapa Kai ngerjain Kyung Soo ya? Jawabannya nanti diakhir cerita #plak

Seperti biasa, saya ucapkan bermiliaran terima kasih buat readers yang udah setia sama FF ini, jeongmal gomawoyo yeorobun!

thank you for review :D (wiih... banyak juga yang review)

Jung Hyunjae, needtexotic, 13ginger, regitata, rossadilla17, Nurfadillah, lee kaisoo, Brigitta Bukan Brigittiw, kimsangraa, Sihyun Jung, minchanchan, Daevict024, Thousand Spring, Love Sehun, siscaMinstalove, Mei, Koukei Harumi, Joonma-sshi, jessikwang, KrystalCloudsJaejoongie, Vicky98Amalia, baekhyunniewife, Keepbeef Chicken Chubu, ulfarafida, Haebaragi, Gita Safira, Minerva Huang, baekhyunaa, veeren kks, fujoshiship, immafujoshi, Guest, 12Wolf, ajib4ff, KS-shipperaddict, tabio, KaiSoo Fujoshi SNH, The Biggest Fan of YunJae, kaarild, AllanggamollaF, sanyewook, binix jongin, Bubbleajol, kaisooshipper, ferinaref, miszshanty05, KimchiSeungyub, , kkamjjonghun, Fujoshi203, Anaknya Kaisoo, flawlessaliens, vella huang, pujochi exo, whoyoubabe, kireimozaku, Lulu137FuJoyers

Thank you~

-noedit-

-06112013-

Mind to review? :D

Kamsahamnida

-Dyororooo-