Tittle: Four Flower Petals

Author: Lee Hae Eun

Genre: Romance, School life, Fluff(?)

Rating: PG-15

Cast: Oh Sehun x Luhan

Lee's note: Ternyata banyak juga peminat FF ini, padahal Lee udah pesimis sma ni FF ._. Makasih reader-nim yg udah menyempatkan baca ni FF gaje, apalagi bagi para reader-nim yg udah review, gomawoo /kiss n hug atu-atu/

Thanks to: Jong Kyudo, Faby A, lisnana1, lulittledeer20, 3K121418, deercho.

Happy Reading~~

.

.

"Sehun-ah!"

Sehun menoleh ke sampingnya, tepatnya menatap teman sebangkunya yang tadi memanggil.

"Kau mau ke perpustakaan lagi?" tanya Jongin, teman sebangku yang tadi memanggil Sehun. Sehun terdiam sebentar kemudian menggeleng.

Di otaknya tengah muncul sesosok mahluk yang baru dikenalnya tadi pagi.

Sunbae wajah rusa yang kadar kesialannya tinggi.

"Aniyo. Aku ada urusan."

Jongin menatap Sehun berbinar. Ini pertama kalinya Sehun tidak ke perpustakaan saat istirahat sejak masuk sekolah.

"Benarkah? Kemana? Mau ku temani?" tanyanya semangat. Tapi kemudian dia menyesal sudah menawarkan diri akan menemani Sehun. Tadi pagi dia tak sengaja menabrak seorang yeoja berambut sebahu dengan mata bulatnya. Yeoja imut yang akan dicarinya karena dia merasa tertarik dengan yeoja itu.

"Benarkah? Aku mau ke kelas XII-IPA-A, kau tahu dimana?"

Sehun memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Dia malas untuk berkeliling mencari kelas. Lebih baik begini, ditemani oleh seseorang yang menawarkan dirinya sendiri. Jongin menggaruk tengkuk belakangnya kaku. Padahal tadi dia berharap Sehun akan menolak penawarannya. Tapi ya sudahlah. Kan masih ada istirahat kedua nanti.

"Joah. Kemarin aku sempat lewat koridor kelas XII, mungkin kelasnya tak jauh dari sana." ujar Jongin kemudian.

Sehun mengangguk dan mereka pun berjalan keluar kelas menuju koridor yang dikatakan Jongin tadi.

"Kau mau bertemu hyungmu?"

Sehun menggeleng.

"Noonamu?"

Sehun kembali menggeleng.

Walaupun dalam hati dia merutuki teman sebangkunya yang kepo itu.

"Jadi?" gumam Jongin yang mulai putus asa mencari tahu siapa yang ingin ditemui Sehun. "Ah!" serunya seakan tersadar sesuatu. Dia menghentikan langkahnya membuat Sehun juga berhenti.

'Kenapa dia berhenti? Ayolah, jangan sampai yeoja rusa itu menunggu!' gerutu Sehun dalam hati.

"Ada apa Jong?"

Jongin membekap mulutnya sendiri karena kaget atas dugaan yang baru dipikirkannya.

"Apa sih?" tanya Sehun tak sabaran.

Jongin membuka tangan yang tadi membekap mulutnya.

"Jangan bilang kau pacaran dengan anak kelas XII?!"

Sehun tersentak.

Pacaran?

Dia dan yeoja rusa itu?

Tidak...

Mungkin?

"A-ani. Sudahlah! Cepat jalannya."

Setelah mengatakannya, Sehun langsung melangkah mendahului Jongin. Sedangkan Jongin sendiri memicingkan mata curiga menatap punggung Sehun. Ini pertama kalinya dia melihat Sehun salah tingkah sejak SMP. Memang, mereka berdua SMP di tempat yang sama. Makanya Sehun punya Jongin sebagai teman. Kalau tidak, mana ada yg mau berteman dengannya. Karena apalagi? Tentu saja karena sifat dan wajah datarnya.

"Ya! Ya! Sehun-ah, tunggu aku!"

.

Sehun dan Jongin sudah berdiri di depan kelas yang mempunyai tanda bertuliskan 'Welcome to XII-IPA-A! ^^' Terkesan kekanakan dengan ditambahnya emoticon di akhir kalimat.

'Pasti yang membuat yeoja aneh yang hebohnya maksimal.' batin Sehun dan Jongin bersamaan.

Lama hanya berdiri, Jongin memukul bahu Sehun.

"Hei, kau tidak memanggil orang yang mau kau temui?"

Sehun tampak ragu. Dia menatap Jongin.

"Kau mau memanggilkannya, Jong?"

Jongin membelalak kaget.

"Shireo! Kan kau yang punya urusan."

"Ayolah~ Kim Jongin~"

Ini juga pertama kalinya Jongin melihat Sehun merayunya. Oh, begitu banyak yang baru dilihat Jongin dari Sehun hari ini. Ada apa dengannya?

"Arraseo. Sekali ini saja, besok-besok tidak akan ku panggilkan."

Sehun mengangguk cepat.

Jongin mulai membuka pintu kelas itu. Tepat saat seorang yeoja juga sedang memegang knop pintu dari dalam kelas. Jadilah mereka bertatapan dibatasi oleh kaca di pintu itu. Terdiam beberapa detik sampai Jongin yang membuka pintu itu duluan. Menampilkan tubuh mungil seorang yeoja berambut pendek dengan mata bulat. Yeoja yang tak sengaja ditabraknya tadi pagi.

Jongin memberanikan dirinya. Entah kenapa jantungnya berdebar aneh.

"Chogi, apa di kelas ini ada yang namanya.." Jongin menepuk pelan jidatnya. Dia segera memutar kepalanya ke belakang. "Sst! Sehun-ah, siapa nama orang yang kau cari?"

Sehun tersentak sebentar.

"E-eh? Yeoja ru.. Maksudku, Luhan! Ya, Luhan!" jawabnya agak tergagap.

Jongin kembali menghadap yeoja mata bulat yang masih tetap pada posisinya.

"Luhan. Apa disini ada yang namanya Luhan?" tanya Jongin akhirnya.

Yeoja itu mengerjab dua kali, membuat Jongin mati-matian untuk menahan tangannya agar tidak mencubit pipi yeoja itu.

"Luhan? Lulu-ga?" gumam yeoja itu. Lalu, tanpa mengatakan apapun, yeoja itu pergi menuju sebuah bangku yang berisi dua yeoja lain. Mereka tampak berbincang. Kemudian ketiganya berjalan menuju Jongin.

Sehun yang tepat di belakang Jongin dapat melihat yeoja rusa ada diantara tiga yeoja itu. Dengan cepat dia menarik Jongin ke belakang.

Saat melihat hoobae wajah datar tadi pagi ada di depannya, Luhan menghentikan langkahnya. Padahal tinggal dua langkah lagi maka dia akan sampai pintu kelas tempat dua namja berbeda warna kulit berdiri.

"Waeyo Lulu?" tanya Baekhyun, sahabatnya yang mempunyai rambut berwarna ungu kemerahan diikat satu. Luhan menggeleng. Melanjutkan langkahnya dengan berat hati. Padahal dia kira kejadian tadi pagi adalah mimpi. Tapi dengan munculnya si wajah datar ini membuktikan bahwa yang dialaminya adalah nyata. Membuktikan bahwa kadar kesialannya memang tinggi.

Luhan POV

"Hai, rusa."

Belum juga apa-apa, hoobae wajah datar ini sudah menyapaku dengan nama hewan itu lagi.

"Hai juga, wajah datar." sapaku tak mau kalah. Dia hendak menyahut tapi aku langsung mengangkat tanganku.

"Tunggu sebentar." aku menoleh menatap kedua sahabatku, "Aku mengenalnya. Kalian kembalilah."

Tadi memang mereka ikut karena mengira orang asing jahat yang memanggilku. Tapi bocah bernama Oh Sehun ini termasuk orang asing jahat juga sih.

"Kau mengenalnya? Kapan? Kenapa kau tidak memberitahuku?"

Aku menatap datar Baekhyun. Sahabatku ini memang orangnya over-dramatic.

"Kyungie, bisa kau bantu bawa Baekkie ke bangku?" tanyaku pada sahabatku yang lain, Kyungsoo. Yeoja berambut hitam pendek dan sesekali memakai bando itu daritadi hanya menatap ke belakang namja wajah datar. Ada apa di sana?

"E-eh? Ne, Lulu."

Untung dia masih sadar tadi aku menanyainya.

"Ya! Kyungie apa kau tidak penasaran dengan namja yang memanggil Lulu itu?!"

"Tidak, Baekkie. Kita bisa menanyai Lulu nanti."

"Tapi tetap.. Ya! Lepaskan aku!"

Aku tidak menggubris lagi kejadian dimana Baekhyun berusaha melepaskan diri karena Kyungsoo menyeretnya ke bangku kami. Apa dia tidak malu ya? Kan teman-teman kami yang lain masih ada di kelas. Yah walaupun hanya beberapa.

"Ru, itu sahabat yang kau bilang tadi pagi?"

Aku hanya bergumam mengiyakan sambil berjalan keluar kelas, aku tak mau bercakap-cakap dengan namja wajah datar itu di kelas. Dan ternyata di luar ada namja hitam.

Eh?

"Nuguseo?" tanyaku.

"Dia temanku. Dia membantuku mencari kelasmu tadi." suara rendah kekanakan itu kembali terdengar. Tepat di belakangku. Membuat bulu kudukku sempat meremang.

"Oh, jadi dia yang namanya Luhan."

Dapat kudengar namja hitam ini bergumam.

Dia menyebut namaku! Apa si wajah datar menceritakan tentangku padanya?

"Jongin-ah, kau boleh turun. Aku ada urusan dengan yeoja ini."

Ya! Namja wajah datar! Tak bisakah kau memanggilku dengan lebih sopan?

"Arraseo. Sunbae, annyeong."

Sunbae?

Aku mendecih.

Temannya saja memanggilku sunbae. Seharusnya namja wajah datar ini belajar dari temannya.

"Ck."

Dapat kudengar juga decakan namja wajah datar di sampingku. Apa itu ditujukan untuk ku?

"Mau apa kau kemari?" tanyaku basa-basi padahal aku tahu jelas alasannya. Tadi pagi dia sudah bilang akan menemuiku kan?

"Jangan pura-pura tidak tahu, rusa."

Aku mendesah frustasi.

"Bisa tidak kau memanggilku sunbae? Tiru temanmu tadi."

"Kau mau dipanggil rusa atau Luhan?"

Aku diam. Sepertinya aku terjebak.

"...Luhan."

"Nah, jadi sekarang dan seterusnya aku akan memanggilmu Luhan, juga terkadang Rusa."

"Ya!"

"Bye, Luhan. Sampai ketemu nanti."

Aku melongo. Dia kembali meninggalkanku tanpa sempat aku berkata apa-apa.

Dasar..

"Oh Sehun sialaaan!"

Sehun POV

Keukeu.

Aku mendengarnya, Luhan. Yeoja rusa itu memang imut, tapi bodoh. Tadi dia bilang menyakiti dirinya sendiri adalah Kebiasaannya?

Hah.

Pantas saja dia sial terus.

Dan kenapa juga nadaku tadi seperti seorang yang mengkhawatirkannya? Aku pasti sudah gila. Tapi wajahnya yang memerah tadi menambah kesan manisnya saja. Dia jadi terlihat mirip yeoja yang tersipu.

Eh?

Molla. Sekarang aku harus ke kelas dulu, pasti Jongin marah karena aku menyuruhnya pergi tadi padahal dia sudah berbaik hati menunjukkan kelas dan memanggil Luhan.

Tapi tak apalah, sekarang aku jadi tahu dimana kelas Luhan. Si rusa galak itu.

Ah, mengingat kami akan bertemu Sabtu sore ini membuat bibirku tersenyum dengan sendirinya. Tunggu, tunggu. Aku tidak mungkin mulai menyukai yeoja rusa itu kan?

.

To Be Continue

Reader-nim, jangan lupa review ndeee~