Tittle: Four Flower Petals
Author: Lee Hae Eun
Genre: Romance, School life, Fluff(?)
Rating: PG-15
Cast: Oh Sehun x Luhan
Lee's note: Annyeong~ Lee datang lagiii~ tenang aja, Lee datang sambil bawa chapter 5 nya kok, hehe. nah, di chapter ini nih, ada kejadian yang bikin Sehun agak jauh dari Luhan, walaupun konflik nya udah pasaran banget /dilempar tomat sma reader/ Lee sebenarnya pengen cepet-cepet end, karna Lee udah punya inspirasi baru yang pastinya absurd bangett! tapi Lee juga pengen bikin karakter cowok yang dingin cool-cool gimanaaa gitu. makanya Lee sengaja munculin konflik ini. silahkan dibacaa~
Thanks to: younlaycious88, Dhea485, preciouselu, byun najla, May Angelf, Oh SeRa Land, BT99, Guest, RZHH 261220 II, Sanshaini Hikari, BLUEFIRE0805, baekberry06, lisnana1, DiraLeeXiOh, Kachimato, tiarasabila97, kalian semua penyemangat sayaa /kiss n hug atu-atu
Happy Reading~~
.
.
"Ciee~ Cuwit cuwit~"
Luhan menoleh malas ke arah dua orang –Byun Baekhyun dan Do Kyungsoo– yang entah kenapa bisa menjadi sahabatnya. Dua orang itu yang menyadari tatapan Luhan tersadar dan secara bersamaan membentuk jari-jari mereka menyerupai simbol damai. Peace. Luhan kembali menghadap depan dan melanjutkan langkahnya menuju gerbang sekolah, walaupun dia tahu kedua sahabatnya akan mengulangi apa yang mereka lakukan tadi.
"Ciee~"
Bersiul tak sopan dan menggodanya habis-habisan. Uhh, Luhan jadi menyesal sudah memberitahu kedua yeoja itu tentang kejadian tadi pagi!
Luhan menoleh lagi dan sebelum mereka sempat membentuk jari-jari mereka lagi, Luhan dengan cepat berseru.
"Teman-teman! Please!"
Dan mereka menutup rapat bibir mereka. Tapi tetap saja raut ingin menggoda masih tercetak jelas di wajah menggemaskan keduanya.
"Kenapa kalian malah menggodaku, sih? Bukannya membantu sahabat kalian merencanakan pembalasan untuk si wajah datar Sehun itu!" Luhan mengerucutkan bibirnya. Sayangnya, itu tidak bisa menyembunyikan rona-rona merah di pipinya. Tentu saja karena otaknnya kembali memutar adegan kissing tadi pagi.
Baekhyun dan Kyungsoo maju dua langkah untuk menyamakan posisi mereka di samping Luhan.
"My deer Lulu, kenapa harus merencanakan pembalasan, eoh? Bukannya lebih baik merencanakan bagaimana cara agar kau bisa melakukanya dengan Sehun lagi?"
Luhan memberikan death-glare terbaiknya untuk Baekhyun yang tega mengucapkan kalimat terkutuk itu.
"Baekkie, kau gila?"
Baekhyun meniup poninya jengah. "Bukan aku yang gila, Lulu. Kau. Kau yang gila!"
Kyungsoo buru-buru menengahi sebelum Luhan menyahut dan akhirnya dua yeoja itu bertengkar di halaman sekolah. Terakhir kali mereka bertengkar, kamar Kyungsoo berubah jadi kapal pecah, dan Kyungsoo tak mau halaman sekolah mereka yang asri hancur bak diterpa angin puting beliung nantinya. Dia menatap Baekhyun, "Cukup, oke?" selanjutnya menatap Luhan. "Lulu, kami hanya berusaha membantumu."
"Membantu apa jika seperti itu?" Luhan kembali mengerucutkan bibirnya.
"Membantu menyatukan kalian, tentu saja."
"Kalian?"
Baekhyun menyahut, "Kau dan Oh Sehun."
Luhan menganga tak percaya. "Apa?"
Kyungsoo tersenyum lebar, Baekhyun juga mau tak mau tersenyum tipis.
"Kau menyukai Oh Sehun kan?" tanya Kyungsoo tepat sasaran.
Luhan tercengang. Menyukai? Maksudnya menyukai yang seperti itu, kan? Menyukai yang saat kau melihat wajah orang itu, kau akan merasakan pipimu memanas? Jantungmu berdegup tak beraturan? Segala tingkah lakumu menjadi memalukan? Dan saat orang itu menyentuhmu, waktu seakan berhenti? Bagi Luhan, itu terlalu berlebihan. Tapi dia menyadari bahwa dia mengalami itu semua. Sialnya, dengan hoobae wajah datar itu.
"—Lulu? Hellow? Alooohaa~"
Luhan buru-buru sadar dari dunia khayalnya. "E-eh?"
Baekhyun dan Kyungsoo melipat kedua tangan mereka di depan dada. "Kau melamun, ya?"
"Ti-tidak, kok."
"Jadi? Kau belum menjawab pertanyaan kami, Lulu."
Sebenarnya Luhan tahu itu. Tapi dia berpura-pura tak tahu saja, dia malu mengakui itu di depan sahabatnya. "Pertanyaan apa?"
"Ya ampun! Kau tak mendengar Kyungsoo bertanya tadi?" Baekhyun menyipitkan matanya. "Atau kau pura-pura tak dengar?"
"Biar aku ulangi lagi," Kyungsoo kembali menengahi sebelum Luhan sempat menyahut, "Kau menyukai Oh Sehun, kan?" ulangnya sama persis dengan yang sebelumnya.
Menyukai..
Menyukai…
Menyukai Oh Sehun?
Yes!
"Kyungie, Baekkie, lihat!" tiba-tiba Luhan berseru sambil menunjuk pagar sekolah yang agak jauh dari tempat mereka sekarang.
Kyungsoo dan Baekhyun menoleh, mereka tahu ini upaya Luhan agar tak menjawab pertanyaan telak tadi, tapi mereka juga penasaran apa yang membuat Luhan bersorak riang seperti itu.
"Apa, Lulu? Ada apa?"
"Lihat! Pria yang duduk di atas motor besar itu!"
Baekhyun dan Kyungsoo melototkan mata tak percaya. "KRIS GE?!" ketiganya saling berpandangan, dan Luhan mengangguk yakin. "Yup! My gege!"
.
Sehun terus mendendangkan lagu yang di dengarnya dari headset dengan damai tanpa gangguan. Tak mengetahui bahwa di sampingnya ada Jongin yang terus mengoceh tak jelas.
Jongin sebenarnya sedang membicarakan tentang kelanjutan hubungan Sehun dan Luhan nantinya, dan bagaimana efek bagi hubungannya dengan Do Kyungsoo –sahabat Luhan yang diincarnya– jika dua orang itu melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Tentu saja Jongin sudah daritadi membicarakan itu tanpa mengetahui ada headset yang menutup telinga Sehun, menghalangi suara apapun masuk kecuali lagu-lagu favorit Sehun yang diputar dari ponsel namja itu.
Barulah saat mereka sudah menuruni anak tangga terakhir, saat Jongin menoleh hendak meminta pendapat Sehun, dia meyadari keberadaan headset berwarna putih itu. Jongin melongo tak percaya. Syok berat begitu mengetahui apa yang sudah capek-capek dijelaskannya dari lantai tiga tadi sama sekali tak disadari Sehun. Dengan geram dia mencabut headset sialan itu.
"Apa sih, Jongin?" tanya Sehun datar.
"Kau tak mendengarku daritadi ya?" Jongin berkacak pinggang.
"Dengar apa?"
"Jadi kau sama sekali tak mendengarku?! Padahal itu sudah menyangkut masa depanku dengan my baby—"
"KRIS GE?!"
Sehun menautkan alisnya. "My baby Kris Ge? Siapa dia?"
Jongin menepuk jidatnya frustasi. "Yang tadi teriak itu bukan aku, bodoh! Mana mungkin suraku cempreng seperti itu." tapi kemudian Jongin terdiam. "Sepertinya aku kenal suara itu.."
Jongin buru-buru mendatangi tempat asal suara dengan terburu-buru. Sehun mau tak mau mengikuti dengan langkah malas. Tenaganya seolah menguap ke udara karena tak bertemu Luhan setelah kejadian kissing tadi pagi. Tapi kemudian badannya menubruk Jongin yang tiba-tiba berhenti di depannya. Bersembunyi di balik pilar sekolah mereka.
"Kau gila, ya?" gerutu Sehun.
Jongin menaruh telunjuk di bibirnya sambil mendesis, "Ssst!" menyuruh Sehun diam.
"Kenapa, sih?"
Saat Sehun hendak melangkah untuk melihat apa yang sudah membuat Jongin bersembunyi, Jongin segera menarik kerah seragam Sehun dan menarik namja itu untuk ikut bersembunyi di belakangnya.
"Ada apa—hmmph! Yammph!" Jongin membekap mulut Sehun dengan tangannya sambil menoleh hati-hati untuk melihat subjek yang sedang menuju pagar sekolah itu. Saat dirasa sudah cukup jauh, Jongin melepaskan bekapannya.
"Ya! Kenapa kau menutup mulutku?! Ish!" Sehun mengelap bibirnya yang sudah tercemar oleh tangan Jongin.
"Tadi itu bahaya sekali, tahu!" Jongin balas menggerutu.
"Bahaya apa yang kau maksud, Jongin idiot?"
"Tadi itu aku melihat my baby—"
"Kris Ge?"
"Bukan. Bodoh! Aku saja tidak kenal siapa itu Kris Ge! Tapi yang aku kenal adalah suara yang sudah meneriakan nama itu tadi."
"Dan pemilik suara itu yang membuatmu bersembunyi seperti maling tadi?"
Jongin mengangguk walaupun dia tak suka dengan perumpamaan yang Sehun buat untuknya. "Itu suara Kyungsoo-ku."
"Kyungsoo-mu?" Sehun membeo. "Do Kyungsoo sahabat Luhan?"
Jongin mengangguk. Dia selalu menyangkut-pautkan Luhan pada apapun, ya.
"Karena itu kau bersembunyi tadi?"
"Ne."
Sehun memasang wajah datar andalannya. "Lalu kenapa kau ikut menarikku juga?"
"Kau tak mau bertemu Luhan, kan?"
Ekspresi Sehun langsung berubah. "Disana ada Luhan?"
Jongin menatap Sehun aneh. "Mereka kan memang selalu bertiga."
Sehun langsung merapatkan badannya ke pilar itu, dia hanya melongokan kepalanya untuk melihat apa yang dilakukan ketiga sekawan itu. Lebih tepatnya, apa yang dilakukan Luhan.
Jongin sebenarnya bingung dengan tingkah Sehun, tapi dia juga ikut-ikutan hanya melongokan kepalanya saja dari sisi pilar yang lain. Dia juga ingin melihat apa yang sedang Kyungsoo-nya lakukan di sana.
Sehun langsung melongo melihat adegan dimana Luhan memeluk seorang namja tak dikenal yang tadi bercakap-cakap dengan mereka. Jongin yang juga melihat adegan itu terkikik iblis dalam hati, dia yakin Sehun akan bermuram durja di setelah ini. Tapi sedetik setelahnya, gantian Jongin yang melongo begitu melihat Kyungsoo juga memeluk namja yang sama dengan yang dipeluk Luhan tadi.
What the hell, pikir mereka. Siapa namja itu?
.
Luhan POV
"Ya ampun, Kris ge~ Aku sangat rindu padamu!" seru Baekhyun bahagia sambil memeluk Kris ge, dia namja yang duduk di atas motor besar tadi.
Kris ge terkekeh dan menepuk-nepuk bahu sempit Baekhyun, "Baekhyun-ah, kau mau membunuhku ya?"
Aku dan Kyungsoo tertawa. Pelukan Baekhyun selalu bisa membuat orang merasa sesak.
"Kalian masih sama ya? Tetap bertiga dari dulu-dulu." Ucap Kris ge dengan nada bernostalgia. Dia menatap kami bergantian seperti sudah lama sekali tak melakukan itu. Ck, dia berlebihan sekali.
"Ya! Gege!" aku menyikut lengan kakakku itu. Yup, Kris ge adalah kakak kandungku. Kami beda tiga tahun, sebentar lagi Kris ge akan lulus dari S1-nya. Tapi dia tidak kuliah di Korea, melainkan di China bersama tunangannya. Kadang-kadang Kris ge datang ke Korea untuk mengunjungi orangtua kami. Tapi ini sudah hampir 5 bulan Kris ge tidak datang ke Korea, makanya aku –bahkan sahabat-sahabatku— sangat merindukannya.
"Haha.. Tidak ada yang berubah sama sekali ya dari kalian bertiga." Dia kembali tertawa. Ugh, dia makin tinggi saja. Lihatlah perbedaan tingginya dengan tinggi badan kami bertiga!
"Kris ge juga sama. Tidak berubah sama sekali." Sahut Kyungsoo.
Kris ge kembali tertawa. Tapi pertanyaan Baekhyun menghentikan tawanya.
"Gege tak bawa mobil? Jadi kami naik apa?" rengek Baekhyun. Asal tahu saja, para sahabatku sangat dekat dengan gege-ku ini.
Kris ge tersenyum minta maaf. "Mian. Aku hanya akan membawa Luhan hari ini. Baby Zizi rindu pada Luhan."
"Baby Zizi? Siapa?" tanyaku bingung. Tapi kemudian aku teringat seseorang yang Kris ge panggil dengan panggilan itu. "Oh! Zitao jie?!" kagetku.
Kris ge mengangguk dan aku berteriak riang setelahnya. Dengan gesit aku duduk di atas motor besar Kris ge dan memakai helm yang dibawanya. Aku sudah sangat merindukan Zitao jie! Dia sudah seperti kakak bagiku.
"Ppali, ge! Kau tentu tak mau membuat Zitao jie menunggu lama, kan?" seruku tak sabaran.
Kris ge bergumam sesuatu yang tak jelas tapi tetap mengikuti perintahku untuk naik motor besarnya. Samar-samar, aku masih bisa mendengar Kyungsoo berbicara dengan Baekhyun.
"Itu nama tunangannya Kris ge, Baekkie."
"Tunangan Kris ge? Maksudnya.. Huang Zitao?"
"Tepat sekali!"
Eoh? Mereka belum mengenal Zitao jie ya?
"Baekkie, Kyungie! Aku duluan ya! Aku janji besok akan mengenalkan kalian pada Zitao jie! Byee~" aku melambaikan tanganku ceria.
"Ne, ne. Ingat, kau sudah janji ya Lulu?" canda Baekhyun. Dia selalu bisa bercanda.
Aku mengangguk dan Kris ge juga mengucapkan salam perpisahan. Baekhyun dan Kyungsoo balas melambaikan tangan seiring motor Kris ge meninggalkan sekolah yang sudah sepi. Haha, Kris ge benar-benar menurut pada Zitao jie, sampai-sampai menungguku menyelesaikan urusan dengan guru wali kelas kami. Dan itu memakan waktu yang sangaaat lama. Aku yakin, kami bertiga menjadi murid terakhir di sekolah hari ini.
Tapi mengingat kejadian hari ini.. aku belum melihat wajah Sehun lagi setelah kejadian itu. Di kantin dia tidak ada, di perpustakaan juga tidak ada, kalau di kelasnya mungkin sih dia di sana, tapi aku takut ke sana. Bisa-bisa teman sekelas Sehun yang tadi pagi mengenaliku dan menceritakan pada Sehun kalau aku datang ke kelasnya pagi-pagi sekali. Ugh! Ditaruh dimana nanti wajahku?!
Hah..
Aku malu untuk mengakuinya tapi ini memang kenyataan. Aku merindukan Sehun. Sial!
.
Sehun POV
"Sehun-ah.."
Aku menoleh ke arah Jongin yang menatapku sendu. "Ne?"
"Kau tidak apa-apa?"
Aku hanya mengangguk lemah sebagai jawaban. Aku yakin Jongin pasti mengerti bagaimana perasaanku sekarang. Setelah melihat Luhan dengan namja misterius itu tadi, aku baru sadar kalau aku ini adalah orang luar yang baru mengenal Luhan.
Dan mungkin saja, itu namja yang Luhan maksud. Namja yang sudah membuat Luhan tertarik.
.
To Be Continue
Kyaaa kyaa kyaaa /readers natap datar Lee/ ehm, fokus Lee, fokus! aduhh~ Lee gak bisa tenang nih, soalnya yang review chap kemarin banyak bangett. smpe Lee aja baca dengan mata yang berkaca-kaca saking terharunya. khansahamnida reader-nim, jeongmal khansahamnida` /deep bow/ dan, ya ampuuuun! masih aja ada yang khawatir tentang rate?! tenang aja kok, Lee itu masih polos sepolos polosnya, gak berani buat yang begituan /readers: kalo baca?/ yah.. kadang sih.. /dilempar clurit sma readers/
Ehm, Lee juga punya FF, judulnya Bestfriend, buat yang mau baca, kunjungin akun Lee yah! /masih promosi -_-/
Annyeong!
Dont forget to review, reader-nim~
