Tittle: Four Flower Petals

Author: Lee Hae Eun

Genre: Romance, School life, Fluff(?)

Rating: PG-15

Cast: Oh Sehun x Luhan

Lee's note: Annyeong~ Lee datang lagiii~ gimana gimana? konfliknya bikin greget kah? Lee yakin pasti gak /pesimis/ karena itu kan konflik pasaran yg harganya udah jatuh banget kan yaaa? tapi saking absurdnya otak Lee, jadilah Lee memutuskan untuk pke konflik pasaran itu. tapi walopun pasaran, kalo Lee yg pke jadi gak pasaran dong yaa? /dilempar pke Sehun(?)/ nah, ini si Kris nya gak nongol di cahp ini. jadi mungkin ini chap pendek sangat, karena.. yah, biar greget ajah, muehehe

Thanks to: younlaycious88, preciouselu, byun najla, Guest, RZHH 261220 II, DiraLeeXiOh, Kachimato, AutumnGirl2039, otpsforlife, , LuChanCoreopsis, mirarose86, Fuji jump910 kalian semua penyemangat sayaa /kiss n hug atu-atu

Happy Reading~~

.

"Bye, ge!" Luhan melambaikan tangannya pada Kris yang juga balas melambai dari dalam mobil. Setelah memastikan mobil Kris meninggalkan sekolahnya, ia pun melangkah masuk.

Sekolah sudah agak ramai sekarang. Luhan akui, dia memang tidur kemalaman kemarin. Dia menghabiskan waktu bersama Huang Zitao dari siang sampai malam. Mereka jalan-jalan bersama, makan bersama, nonton bioskop bersama, dan melupakan Kris yang mengikuti mereka dari belakang dengan wajah masam. Tapi tentu mereka tidak akan melupakan Kris saat mereka belanja bersama. Mereka terus bersama sampai-sampai Luhan tidak mau tidur kalau tunangan kakaknya itu tidak tidur bersamanya. Orangtua Luhan pun minta maaf pada Huang Zitao yang sebenarnya menerima dengan senang hati tawaran tidur bersama Luhan. Walaupun setelahnya dia harus membujuk Kris yang sepertinya sedikit ngambek karena telah diacuhkan.

"Hoamm.."

Luhan menguap lebar-lebar tepat setelah dia masuk kamar mandi khusus perempuan, kemudian mematut dirinya sendiri di cermin.

"Aduh, mataku sudah seperti matanya Zitao jie." Luhan mengusap kulit bawah matanya yang sedikit kehitaman. Kalau milik Huang Zitao sih, sudah hitam seperti panda. "Aku harus minta resep untuk memulihkan ini pada Baekkie." Ujar Luhan pada dirinya sendiri.

Lalu Luhan membuka jepitan yang dipakainya dari rumah. Tadi karena takut terlambat, dia tidak sempat minta diikatkan rambut pada Ibunya. Eh ternyata setibanya di sekolah, bel belum berbunyi. Luhan pun mengambil ponsel dari sakunya dan memberitahu Baekhyun untuk datang ke kamar mandi perempuan lantai 3.

Baekkie, aku tunggu di kamar mandi biasa ya. Jangan lupa bawa perlengkapan rambutmu dan juga Kyungie, itupun kalau dia sudah datang.

Selama menunggu, dia membiarkan rambutnya coklat madunya tergerai begitu saja dan bersandar di dinding kamar mandi. Luhan pun mulai menggerak-gerakkan tangannya untuk mengipasi dirinya. Dia tidak pernah suka membiarkan rambutnya yang panjang tergerai polos tanpa apa-apa. Minimal harus ada bando atau jepit rambut kecil yang menjadi hiasan. Jika tergerai begini, lehernya akan berkeringat dan itu akan menjadi sangat menggerahkan. Apalagi sekarang sedang musim panas, sudah terbayang bagaimana gerahnya Luhan. Untung saja sekolah Luhan sama seperti sekolah di Jepang. Seragamnya berganti sesuai musim, jadi Luhan hanya memakai kemeja tipis dan rok di atas lutut saja saat musim panas seperti ini.

"Luluu!"

"Hah.. akhirnya.."

Luhan pun membalikkan badannya untuk menyambut kedatangan sahabatnya.

"Baekkie, cepat ikatkan rambutku!" titah Luhan begitu Baekhyun masuk ke dalam kamar mandi.

Baekhyun mempoutkan bibirnya. "Ya! Kau jahat sekali kalau menyuruhku seperti itu!" tapi Baekhyun tetap berjalan mendekat pada Luhan dan mulai membuka tas kecil berisi peralatan kecantikannya.

"Hehe.. Mian, ne? Tadi aku tidak sempat minta ikat pada Mama, kukira sudah terlambat." Cerita Luhan saat Baekhyun menyisir rambut panjangnya.

"Dasar! Lagian, kau kenapa tidak bisa ikat rambut sendiri, sih?"

"Tanganku pegal untuk mengikatnya sendiri."

"Siapa suruh punya rambut panjang." Balas Baekhyun tak mau kalah. Tapi kemudian dia melanjutkan, "Gerai saja rambutmu, Lulu. Pasti kau terlihat manis jika begitu." Usulnya.

Luhan menggeleng keras-keras. "Ya! Jangan bergerak!" Luhan pun kembali tegak bagai patung. "Ini musim panas, Baekkie. Kau mau aku bau keringat?"

"Hellow, Lulu! Kelas kita ber-AC ya!"

"Tetap saja panas! Lagipula itu akan menggangguku saat belajar."

"Terserahmu lah!"

Baekhyun kembali menutup tas kecil peralatan kecantikannya setelah memasukkan kembali sisir yang digunakannya tadi. Rambut Luhan sudah selesai diikatnya. Hanya diikat satu tinggi menyerupai ekor kuda. Luhan jadi terlihat begitu energik sekarang.

Luhan mematut dirinya lagi di cermin. Merapikan poninya agar terlihat pas dan meratakan bedaknya memakai spons khusus bedak dari Baekhyun.

"Jja! Aku siap belajar sekarang!"

"Kajja. Sebentar lagi bel, nih." Ajak Baekhyun. Dia juga ikut-ikutan mematut penampilannya sebelum keluar dari kamar mandi.

Dalam perjalanan menuju kelas mereka, Luhan baru menyadari kalau Kyungsoo tidak ada bersama mereka.

"Kyungie eodiso?"

"Eoh?" Baekhyun tersentak. "Kyungie tadi diajak bicara oleh Jongin."

"Jongin?" ulang Luhan.

"Eoh."

Di kelas, mereka duduk bersampingan dan Luhan kembali bertanya tentang Kyungsoo.

"Jongin langsung datang ke kelas kita?"

Baekhyun menatap Luhan aneh. "Lulu, kenapa kau jadi penasaran tentang mereka?" tapi kemudian Baekhyun membulatkan matanya. "Jangan bilang kau menyukai Jongin?!" serunya heboh. Sempat membuat seluruh isi kelas menghentikan kegiatan mereka dan menatapnya. Baekhyun tersenyum minta maaf dan kembali menuntut jawaban dari Luhan.

"Ish! Dasar Baekkie!" Luhan memukul bahu yeoja kelinci itu pelan.

"Maaf, oke? Tadi aku hanya reflek."

"Mana mungkin sih aku menyukai Jongin." kemudian Luhan menatap Baekhyun ragu. "Yang kau maksud Kim Jongin yang hitam itu kan?" Sahabatnya Sehun itu kan?, lanjut Luhan dalam hati.

Baekhyun mengangguk sekali.

"Lagipula aku tahu kok dia menyukai Kyungie-kita."

"Kyungie juga suka dia tidak ya?" monolog Baekhyun.

"Eiii~ Sudah pasti Kyungie juga suka dia."

Baekhyun menggedikan bahunya acuh. "Jika mereka sudah berpacaran, lalu bagaimana nasibmu, Lulu?" melihat Luhan yang diam karena pertanyaannya, Baekhyun menghela nafas. "Makanya, ijinkan kami membantu untuk menyatukan kau dan Sehun."

Luhan menempelkan wajahnya ke meja dengan muram. "Kalian seyakin itu ya aku menyukai Sehun?"

Mulut Baekhyun sudah terbuka hendak menjawab, tapi kemudian bel berbunyi tanda masuk sekolah. Beberapa detik setelahnya tampak Kyungsoo masuk ke kelas mereka yang disusul oleh guru pengisi pelajaran pertama.

"Nanti kita ke kelas Sehun." Putus Baekhyun kemudian kembali duduk di bangkunya. Meninggalkan Luhan masih tampak muram.

Di bangkunya dengan Kyungsoo, Baekhyun ditanyai oleh sahabatnya itu tentang Luhan.

"Baekkie, kenapa Lulu?" bisiknya takut dimarahi guru.

"Nanti kita bicarakan. Di kelas Sehun."

"Eh?!"

.

"Kyungie, panggilkan Jongin." perintah Baekhyun. Setelah membeli makanan ringan di kantin tadi, sekarang mereka sudah ada di depan kelas Sehun-Jongin. Dan karena tak mungkin menyuruh Luhan yang jelas-jelas tak menyukai ide 'bertamu ke kelas Sehun', Baekhyun pun menyuruh Kyungsoo yang sepertinya mempunyai hubungan spesial dengan Jongin.

"Kenapa harus aku? Kan kalian yang punya urusan." Gerutu Kyungsoo. Tapi melihat tatapan mematikan Baekhyun, mau tak mau yeoja bermata owl itu membuka pintu kelas dan masuk untuk memanggil Jongin.

"Lulu, tenang saja. Ini akan berhasil, oke?" bisik Baekhyun semangat. Luhan hanya diam tak menjawab dan memilih untuk memakan wafer coklat yang dibelinya dari kantin tadi.

Tak beberapa lama, Kyungsoo keluar membawa Jongin di belakangnya.

"Kim Jongin?" panggil Baekhyun untuk memastikan.

"Ne, sunbae?" sahut Jongin. dia sedikit grogi sekarang. Diajak ngobrol oleh tiga sunbae cantik tentu menyenangkan, saking menyenangkannya ya dia menjadi grogi.

Baekhyun mengangguk. "Dimana Sehun? Kami tak melihatnya bersamamu tadi?" tanya Baekhyun sebagai permulaan.

"Se-sehun?" Jongin mengusap tengkuknya ragu. "Dia pergi ke perpustakaan, sunbae. Katanya ada tugas."

"Tuh kan, Baekkie! Sudah kubilang. Sia-sia kan kita kesini?" bentak Luhan. Sepertinya dia tidak suka dengan rencana Baekhyun atau mungkin, kecewa karena Sehun tidak ada di kelasnya.

"Oh, oke. Terima kasih, Kim Jongin. Kau bisa masuk sekarang."

Jongin mengangguk. Sebelum membuka pintu kelas, dia mencuri pandang dulu pada Kyungsoo yang berdiri di samping Luhan sambil menunduk. Jongin tersenyum tipis dan setelahnya masuk ke dalam kelasnya.

"Ya ampun, Lulu. Kenapa kau tega sih membentakku di depan Jongin?" rajuk Baekhyun.

"Habisnya Baekkie seenaknya merancanakan ini padaku! Kan belum tentu juga Sehun suka padaku." Luhan terdiam sejenak. "E-eh, maksudku, kan belum tentu aku suka pada Sehun!"

Kyungsoo juga Baekhyun tersenyum menggoda begitu melihat ekspresi salah tingkah yang Luhan tunjukan sekarang.

"Ya sudah, kita ke kelas sekarang, ne?" ajak Kyungsoo. Luhan mengangguk lesu. Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju tangga. Tapi, belum lama mereka menaiki tangga, mereka berselisihan dengan Sehun yang sepertinya hendak turun dari lantai dua.

Sehun dan Luhan sama-sama terkejut. Mereka bertatapan seolah tak menyadari bahwa di sana ada Baekhyun dan Kyungsoo juga bersama mereka. Baekhyun bergerak gelisah, dia tak tahan kalau harus menunggu kedua insan itu selesai melepas rindu dengan cara bertatapan.

"Lulu." Panggil Baekhyun agak kuat. Luhan segera sadar dan menggaruk pipinya kikuk. Sehun juga tersentak. Dia merapikan buku-buku yang dipegangnya kemudian membungkuk pada ketiga yeoja itu.

"Permisi, sunbae." Pamitnya dan berlalu begitu saja.

Kyungsoo menggigit bibirnya melihat ekspresi Luhan sekarang. Dia baru saja mau mengelus pundak Luhan jika yeoja itu tidak berbisik:

"Sudah ku bilang kan. Sehun tidak menyukaiku." Dan berlari menaiki tangga meninggalkan Baekhyun dan Kyungsoo yang merasa bersalah.

"Eottekhaji, Baekkie? Lulu pasti sedang sedih sekarang." Ujar Kyungsoo lemah.

Baekhyun tampak berpikir keras. "Kita susul Sehun sekarang! Kajja, Kyungie!" putus Baekhyun. Mereka pun kembali menuruni tangga dan menuju ke kelas Sehun-Jongin.

"Biar aku yang memanggil Sehun langsung." Cegah Baekhyun saat melihat Kyungsoo hendak membuka pintu kelas Sehun. Kyungsoo mengernyit tapi tetap mengangguk dan membiarkan Baekhyun memanggil Sehun.

"YA! OH SEHUN KEMARI KAU!"

Kyungsoo menutup kupingnya mendengar teriakan mencengangkan dari Baekhyun. Padahal dia ada di luar kelas tapi teriakan itu tetap terasa kuat baginya. Yeoja owl itu berdecak pelan. Bagaimana nasib mereka yang ada di dalam sana?, pikirnya.

Pintu terbuka keras dan sosok Baekhyun dengan Sehun di belakangnya muncul.

SEHUN POV

Hah, sunbae berisik ini merepotkan sekali.

"Ada apa, sunbae?" tanyaku to the point saat kami sudah ada di luar kelas. Tadi baru saja Jongin memberitahuku tentang mereka yang mencariku sebelumnya, eh, tahu-tahu mereka datang lagi. Tapi dengan cara yang berbeda. Kalau tadi Jongin senyum-senyum karena Do Kyungsoo sunbae yang memanggilnya. Sekarang kami semua yang ada di dalam kelas mendadak pusing karena teriakan mematikan dari Byun Baekhyun sunbae.

Baekhyun sunbae melipat tangannya di depan dada. "Oh Sehun, kenapa wajahmu begitu datar, eoh?"

Aku tidak menjawab. Dapat kulihat Kyungsoo sunbae yang ada di sebelahnya menyenggol lengan Baekhyun sunbae dan membisikkan sesuatu, mungkin memberitahu Baekhyun sunbae kalau pertanyaannya barusan sedikit keterlaluan. Tapi bagiku sih itu pertanyaan biasa. Aku sering mendapat pertanyaan seperti itu, walaupun secara tidak langsung.

"Tenang saja, Kyungie, biar aku yang urus." Baekhyun sunbae terlihat seperti memerintah Kyungsoo sunbae agar diam jika dia berkata seperti itu. Kemudian Baekhyun sunbae menatapku. "Bisa tidak kau ubah wajah datarmu jika kita sedang bicara seperti saat ini?" tanyanya.

Aku menggeleng. Tentu saja tidak bisa. Otot-otot di wajahku hanya bisa bekerja dengan normal saat ada Luhan bersamaku. Itulah yang menjadi masalah sekarang. Luhan tidak akan pernah lagi bersamaku, –dia sudah bersama namja misterius itu, ingat?– jadi aku harus bagaimana? Menjadi sosok Oh Sehun sebelum mengenal Luhan? Aku ragu itu bisa terjadi.

"Jadi hanya bisa pada Luhan, ya?" aku tersadar setelah mendengar gumaman kecil dari Baekhyun sunbae.

"Apa?" tanyaku. Kata-katanya tadi tidak terdengar jelas karena lamunanku.

"Tidak. Tidak apa-apa." Baekhyun sunbae mengibaskan tangannya. Tapi wajahnya berubah serius saat bertanya, "Oh Sehun, kau menyukai Lulu kan?"

Lulu? Maksudnya Luhan?

"Oh Sehun, kau menyukai Luhan?" tanya Kyungsoo sunbae.

Menyukai Luhan? Aku memiringkan sedikit kepalaku. Kurasa aku tidak menyukai Luhan lagi.

"Tidak lagi, sunbae." Jawabku tenang.

Mereka berdua tercengang. "Kau–"

"Aku mencintainya." Lanjutku. Mereka menatapku tak percaya. Tapi aku yakin dengan yang kurasakan. Ini jauh berbeda dari sekedar 'menyukai'.

"Aku mencintai Luhan."

Itu baru benar. Aku mencintai Luhan.

.

To Be Continue

Ini Lee kasih info aja yah. coba reader-nim buka yutub deh. trus cari video yang judulnya HunHan Forever Love. dan tontonlah video itu. Lee yakin bagi yg HunHan hard shipper pasti teriak2 tertahan semua kan? anda penasaran? maka dari itu tonton saja video itu. sumpahh sweet tingkat dewa deh.

Ehm, Lee juga punya FF, judulnya Bestfriend, buat yang mau baca, kunjungin akun Lee yah! /gak pantang menyerah promosiin -_-/

Annyeong!

Dont forget to review, reader-nim~