.

Tittle: Four Flower Petals

Author: Lee Hae Eun

Genre: Romance, School life, Fluff(?)

Rating: PG-15

Cast: Oh Sehun x Luhan

Lee's note: Huaa, Lee gak sadar, beneran gak sadar, ternyata udah selama itu Lee gak update?! Ya ampunn, kenapa waktu begitu cepet berlalu sih? Mian ne reader-nim Lee beneran lupa dan Lee sibuk banget. Biasa lah, yg baru masuk SMA pasti bakalan ribet banget ngurus ini-itu ntah apa Lee juga gak tau. Pokoknya Lee sibuk akhir2 ini tapi sekaligus lupa. Lee kira baru kemaren Lee update ._. OK fix, lansung baca ja ya nih lanjutannyaa~

Thanks to: RZHH 261220, baeeeee. AraSabila, Guest, ChenMinDongsaeng14, BLUEFIRE0805, AutumnGirl2309, hunhan aegy, DiraLeeXiOh, preciouselu, younlaycious88 kalian semua penyemangat sayaa /kiss n hug atu-atu

Happy Reading~~

.

"Kita berdoa saja semoga Luhan ada di dalam sana." Bisik Baekhyun pada Kyungsoo yang langsung mengangguk menyetujui. Tangannya sudah memegang kenop pintu tapi rasanya gemetaran karena takut kalau-kalau Luhan tidak ada di kelas mereka dan menghilang. Aish, pasti akan susah sekali mencari yeoja rusa itu nanti.

Cklek.

Beberapa murid menengok ke arah mereka tapi kemudian kembali melakukan aktivitas mereka sedetik kemudian. Dan, baik Kyungsoo maupun Baekhyun, secara bersamaan menghela nafas lega begitu melihat Luhan ada di bangkunya. Luhan tampak menelungkupkan wajahnya di tangan yang dilipatnya di atas meja. Kedua sahabat itu saling melempar senyum lebar lalu berjalan menuju bangku Luhan. Baekhyun memberi tanda pada teman sekelasnya yang menjadi teman sebangku Luhan, Kim Minseok namanya, untuk pindah sebentar karena Baekhyun dan Kyungsoo akan menempati bangku di sebelah Luhan. Beruntung Kim Minseok mengangguk mengerti dan pindah ke tempat temannya yang lain.

"Lulu-yaa." Panggil Baekhyun manja. Kyungsoo hanya diam tapi dia ikut menggoyang-goyangkan tangan Luhan untuk membuatnya sadar akan keberadaan mereka.

"Uhh.." Luhan mengangkat kepalanya dan melepas kasar headset putih yang ternyata dari tadi dipakainya, "Ada apa, sih?" tanyanya dengan suara serak. Kyungsoo jadi berpikir mungkin Luhan butuh minum sedikit air. Jadilah tangannya menyodorkan botol minum Luhan yang berwarna pink pastel dengan gambar Hello Kitty yang sungguh menggemaskan sama seperti wajah pemiliknya. Luhan bergumam 'gomawo' dan setelah minum dia kembali menatap dua yeoja yang berstatus sebagai sahabatnya itu dengan tatapan menuntut. "Jadi katakan yang sebenarnya, ada apa?"

"Kenapa kau tadi lari, Lulu?" tanya Baekhyun langsung.

Luhan sedikit kaget atas pertanyaan frontal Baekhyun dan dia menggigit bibirnya kikuk, "Engg, tadi aku sedang kebelet pipis, Baekkie. Kau tahu kan aku tidak pernah bisa menahan itu? Jadi, yah.. Begitulah, aku lari untuk segera sampai ke kamar mandi. Ya." jawabnya dengan kelancaran yang sangat jelas dipaksakan.

Kyungsoo menghela nafas. "Lulu, semua orang juga tahu kalau kau yang paling tidak bisa berbohong di kelas ini setelah Kim Junmyun si ketua kelas itu. Jadi, please, jangan coba-coba berbohong pada kami, oke?"

Baekhyun mengangguk seraya menambahi, "Kami juga mendengar gumaman-mu di tangga, Lulu. Sudahlah, kita ini sahabat, bukan? Jadi kenapa harus sungkan bercerita, eoh?" tanyanya tak habis pikir.

Luhan diam dan hanya bisa menunduk. Kyungsoo merangkul tangan yeoja rusa itu dan mengelus-elus punggung tangannya. "Lulu, apa sesusah itu untuk mengakui kalau kau juga menyukai Sehun?" tanyanya lembut. Luhan menggeleng kemudian mengangkat kepalanya. Dan tampaklah mata rusa yang tengah berkaca-kaca itu. "Jangan gunakan kata 'juga', Kyungie. Bukankah sudah sangat jelas tadi? Sehun tidak menyukaiku. Kalian.. salah paham."

"Kami memang sempat salah paham pada Sehun. Tapi sekarang tidak lagi karena dia sudah memberitahu kenyataannya." Baekhyun menngedipkan sebelah matanya lucu pada Kyungsoo.

"Baguslah kalau begitu.." suara Luhan semakin terdengar pelan, "Sekarang jangan lagi menyangkut-pautkan Sehun padaku, mengerti? Sekarang hanya ada kita bertiga."

"Keunde, Lulu," Kyungsoo segera memotong perkataan Luhan, "Kau juga harus mendengar kenyataannya dari Sehun secara langsung. Masa' kalian mau diam-diaman terus? Tidak saling menyukai kan bukan pengahalang untuk berteman."

Luhan diam. Berteman dengan Sehun setelah rentetan kejadian mengesalkan ini? Itu sama sekali tak memperbaiki apapun, Kyungie, Ujar Luhan dalam hati dengan pikiran yang berkecamuk. Tapi walaupun begitu, Luhan tetap menganggukan kepalanya tanda menyetujui permintaan yeoja owl itu. Bisa-bisa, kalau tidak seperti itu, nanti Sehun akan sangat berbesar kepala karena sikap kekanakan Luhan. Huh! Luhan tak mau harga dirinya diinjak-injak oleh namja sedingin es itu.

"Bagus kalau begitu," desah Baekhyun seraya mengelus dadanya. "Tadi Sehun bilang dia akan menunggumu di taman belakang sekolah. Kau masih ingat tempat pertama kau bertemu dengannya, kan? Nah, dia bilang dia akan menunggumu di sana."

"Di sana?" tanya Luhan tak yakin. Ia dapat melihat kedua sahabatnya serentak mengangguk. "Hoobae kurang ajar itu sungguh merepotkan, kenapa harus jauh ke belakang sekolah segala sih?" gerutu Luhan seraya mematikan ponselnya karena sebentar lagi bel tanda berakhirnya istirahat akan berbunyi.

Baekhyun kembali bertukar pandang pada Kyungsoo dan keduanya tersenyum lebar. "Syukur deh." Gumam Baekhyun senang.

Luhan menghentikan kegiatan berberesnya dan menatap kedua yeoja itu aneh. "Ada apa?"

Kyungsoo menggeleng imut, "Ani. Kami hanya senang melihatmu menggerutu lagi."

"Kalian senang melihat aku kesal, begitu?"

"Bukan itu maksud kami, Lulu," Baekhyun menggeram sebentar, "Kami senang melihatmu ceria lagi. Kau yang sedang sedih sama sekali tak cocok."

Luhan tersadar sebentar kemudian tersenyum manis, "Patah hati bukan berarti akhir dunia, kan?" Kyungsoo dan Baekhyun sontak menatap Luhan menggoda. "Jadi sudah mau jujur nih, kalau kau menyukai Sehun? Ya kan? Ya kan?" goda mereka.

Luhan tertawa ringan, "Baiklah baiklah, aku mengaku kalau aku menyukai Sehun, puas nyonya?" Tapi kemudian dia terdiam. "Baekkie, Kyungie, sepertinya aku tak bisa bertemu dengan Sehun nanti, deh."

"Kenapa?" tanya mereka bersamaan.

"Kris-ge akan menjemputku hari ini, ingat?"

"Aish, biar aku yang mengurus Kris-ge. Dia sungguh merepotkan." Gerutu Baekhyun, mereka sudah diberitahu oleh Sehun tentang alasan mengapa namja es itu mendiamkan Luhan. Dan sebenarnya Baekhyun juga merasa alasan Sehun masuk akal. Dirinya juga merasa, terkadang Luhan sangat dekat dengan gege-nya itu. Mereka juga sangat cocok menjadi sepasang kekasih –kalau saja mereka bukan saudara kandung pastinya– karena mereka sama-sama cantik dan tampan. Tapi tetap saja, Kris sudah punya tunangan cantik sekaligus imut bak panda bernama Huang Zitao dan Luhan sudah punya calon yang sedingin es tapi juga tampan bernama Oh Sehun. Uhh, Baekhyun sudah tak sabar menunggu Luhan dan Sehun jadian, dengan begitu mereka akan bisa Tripple Date. Oh, tentu saja satu pasangan lagi adalah sahabatnya Kyungsoo dan Kim Jongin, sahabat Oh Sehun yang mempunyai kulit tan itu. Firasatnya yakin sekali tak lama lagi mereka akan menyusul Sehun-Luhan. Hihihi, kekeh Baekhyun dalam hati.

"Baekkie? Kenapa tersenyum seperti itu? Kau terlihat menyeramkan." Komentar Kyungsoo yang membawa Baekhyun kembali ke alam sadarnya.

"Hehe, tidak apa kok."

"Kau mau apakan gege-ku, Baekkie?" tanya Luhan dengan mata yang mengerjab lucu.

"Rahasia. Kau tinggal menemui Sehun nanti dan kau akan melihat kami bersama Kris-ge menunggumu dengan sabar di gerbang sekolah." Ujar Baekhyun berusaha meyakinkan Luhan.

"Baiklah," Luhan menggedikan bahunya acuh, "Asal kalian yakin tidak akan meninggalkan ku, ya?"

"Lagipula, Lulu, bukankah Sehun naik motor?" tanya Kyungsoo polos.

"YA!"

.

Luhan sedang mengatur nafasnya sekarang.

"Hah, huh, hah, huh! Kenapa tidak bisa tenang, sih?!" Luhan menyentuh dadanya dan kembali mengatur nafas. "Tenanglah jantungku yang baik, ayo, bekerja samalah denganku sekaliii saja." Luhan merasa sangat bodoh karena sedang bernegoisasi dengan organ dalam tubuhnya yang sedang berdetak terlalu cepat.

Luhan duduk di bangku taman dan menghela nafas sekali lagi. "Kurasa aku harus menahan nafas sebentar." Baru 5 detik dan setelahnya Luhan menghembuskan nafasnya kasar. "Sudah cukup! Kenapa harus grogi, sih! Kan hanya akan bertemu dengan hoobae kurang ajar itu!" Luhan bangkit berdiri dengan cepat kemudian menghentak-hentakan kaki jenjangnya ke tanah, "Kesal! Kesal! Kesaaal!"

"Luhan?"

Luhan langsung membeku di tempatnya. Dia kenal suara ini dan jantungnya makin berdetak tidak karuan, perutnya bahkan ikut-ikutan bergejolak geli. Tubuhnya bereaksi terlalu aneh, bahkan hanya karena suaranya. Dengan gerakan slow-motion dia membalikan badannya.

"Oh, hai, Sehun-ah!" sapanya. Tapi dalam hati ia kembali merutuk karena sangat jelas kalau suaranya terdengar gemetar dan senyumnya pasti terlihat mengerikan.

Sehun melangkahkan kakinya mendekati Luhan dan menyuruh Luhan duduk sebelum dia ikut duduk di bangku yang tadi Luhan tempati.

"Han." Panggil Sehun setelah mereka hening agak lama.

"Ya?" sahut Luhan dengan suara yang diyakininya terdengar sumbang.

"Mian, ne? Aku sudah mencuri first kiss-mu yang berharga." Sehun menarik nafas sejenak, "Maaf juga karena mendiamkanmu setelahnya."

Luhan tersenyum paksa dan memukul kepala Sehun, berusaha melakukan hal biasa yang dilakukannya pada Sehun sebelum dia menyadari perasaanya, "Gwenchana, Hun-ah. Jangan sedih begitu." Padahal Luhan-lah yang sedang berkaca-kaca sekarang, "Itu bukan kesalahan besar, mengerti? Kita masih bisa seperti dulu, kok."

Sehun menatap Luhan dan tiba-tiba mengelus pipi Luhan lembut, "Apa Baekhyun sunbae dan Kyungsoo sunbae belum mengatakannya padamu?" tanya Sehun.

"Sudah," Luhan merasa tak saggup membalas tatapan Sehun maka dari itu dia menunduk, "Aku mengerti, Sehun-ah. Jangan merasa bersalah, kau justru membuatku sedih."

"Ternyata belum." Gumam Sehun. Dia menghentikan pergerakan tangannya dan menarik dagu Luhan untuk membalas tatapannya. "Dengar baik-baik, Luhan."

Luhan kembali merasakan detak jantungnya yang menggila dan panas di daerah pipinya.

"Aku, Oh Sehun, mencintai seorang yeoja rusa menggemaskan bernama Luhan."

Luhan mengerjab satu kali.

Luhan mengerjab untuk kedua kalinya dan dia dapat melihat Sehun tersenyum lembut.

Luhan mengerjab untuk ketiga kalinya dan dia dapat merasakan bibirnya sudah dibungkam oleh sesuatu yang dikenalinya sebagai bibir Sehun. Hanya kecupan ringan dan Luhan merasa badannya lemas semua.

"Se-sehun.." Luhan masih di awan-awan dan belum menyadari tawa kecil Sehun karena tingkahnya.

"Kau memang yeoja rusaku-ku yang menggemaskan," ujarnya di sela tawa sambil mengusak rambut Luhan.

"Kau serius, Sehun-ah?" tanya Luhan, mungkin dia sudah kembali ke dunia.

Sehun mengangguk yakin, "Aku ini takdir mu, Hannie. Jadi jangan lagi repot-repot mencari bunga berkelopak empat itu."

"Y-ya! Aku belum bilang akan menerimamu jadi pacarku, bodoh!" Luhan memukul kepala Sehun lagi. "Lagipula kau memang belum memintaku menjadi pacarmu, kau hanya mengatakan kalau kau mencintaiku."

"Dasar rusa-ku ini," Sehun tersenyum gemas. "Baiklah baiklah, maukah kau menjadi kekasih dari Oh Sehun yang hina ini, Nyonya?" dramatis Sehun, tangannya terulur ke depan meminta Luhan segera menjawab dan menyambut tangannya.

Luhan merona, dengan sedikit gemetar dia menaruh tangannya di atas tangan Sehun yang terulur dan anehnya, gemetar di tangannya tak ada lagi. ia justru merasa bahwa tangan Sehun sangat pas menggenggam tangannya.

"Tentu saja, Oh Sehun." Ucapnya dengan kebahagiaan yang sangat kentara di suara indahnya. "Dengan senang hati."

"Kau seakan sudah menungguku lama kalau berkata seperti itu." Sehun menarik tubuh Luhan dan memeluk tubuh mungil itu di dadanya yang bidang. "Padahal kau belum membalas pernyataan cintaku."

"Dasar bocah," dipeluk seperti ini membuat Luhan bisa mendengar detak jantung Sehun yang juga berpacu cepat tapi bisa seirama dengan detak jantungnya. "Seharusnya kau tahu aku menyukaimu, atau mungkin sekarang sudah mencintaimu."

Sehun tertawa dan melonggarkan pelukannya.

"Boleh aku menciummu lagi?"

"Itu akan menjadi ciuman ketiga kita." Jawab Luhan dengan wajah meronanya yang cantik.

"Tidak, itu akan menjadi yang pertama karena kita baru meresmikan hubungan kita tadi." Sehun mulai mendekatkan dirinya dan tangannya mengelus-elus pipi Luhan tadi, "Dan juga sebenarnya aku tak perlu meminta ijinmu, bukan? Aku tentu berhak mencium kekasihku kapan pun aku mau."

Luhan semakin memerah saat merasakan hembusan nafas Sehun di wajahnya, bibirnya melengkung membentuk senyuman manis seiring dengan matanya yang perlahan menutup. "Terserah apa katamu, hoobae Oh Sehun. Now, kiss me."

Sehun juga tersenyum, sedetik kemudian bibir mereka bersatu dalam sebuah pagutan yang indah. Luhan sedikit merasa aneh saat merasakan Sehun melumat bibirnya, tapi dia juga menikmatinya. Reaksi tubuhnya yang masih sama membuatnya membalas perlakuan Sehun dan tangannya bergerak untuk melingkar di leher Sehun, membuat jarak mereka semakin sedikit dan ciuman itu menjadi semakin dalam.

Aku benar-benar sudah mencintaimu, Hunnie.

.

To Be Continue

Huuaaa :'( HunHan Hard Shipper-yaa *hug* Lee tau perasaan kalian teman-teman(?) karena Lee juga merasakannya. Lu-luhan... OK, kita lapang dada aja menerima keputusan Luhan-ge. Itu hak dia, ingat? Kita harusnya bisa setegar fans Kris dan KrisTao shipper, karena smpe sekarang mereka gak berhenti support Kris. Jadi kita harus jadiin mereka inspirator kita, ne? Lee juga sedih pertama dengernya tapi kita hanya fans kan? Pokoknya tetap support Luhan=ge aja. Dia pasti punya lasan kuat dibalik ini semua *sok tegar*

Huahah, Lee ngakak masa baca review kalian, gomawo banget ya udah dukung Lee. Emang sengaja bikin greget, dapet feel nya gak? Dan mungkin ini dua chap lagi bakalan END, atau... ada edisi spesial ChanBaek KaiSoo? Who knows? Stay tuned aja deh *wink*

Anyway, Lee juga punya FF, judulnya Bestfriend, buat yang mau baca, kunjungin akun Lee yah! /elah masih sempet2nya promosiin -_-/

Annyeong!

Dont forget to review, reader-nim~