Tittle: Four Flower Petals
Author: Lee Hae Eun
Genre: Romance, School life, Fluff(?)
Rating: PG-15
Cast: Oh Sehun x Luhan
Lee's note: Annyeong! Lee hadir di hari libur ini membawa chapter baru. Lee tau ini udah sekian abad sejak late chapter di publish tapi Lee beneran minta maaf T^T ini aja Lee minjem paket modemnya adek Lee *kakak macam apa -_-* oke deh karena gak ada waktu cincong, ini dia chapter END nyaaa
Thanks to: Sanshaini Hikari, NanaSuho26, Bottom-Lu, vidyafa11, Mybabydeer, .Illusions, aku adalah aku, imeyyteukmin, AraSabila, BLUEFIRE0805, AutumnGirl2309, hunhan aegy, DiraLeeXiOh, preciouselu, younlaycious88 kalian semua penyemangat sayaa /kiss n hug atu-atu
Happy Reading~~
.
"APA?! KEKASIH?!"
Baekhyun dan Kyungsoo serentak menutup telinga mereka saat mendengar suara bass kakak Luhan, Kris, yang sama sekali tak cocok untuk berteriak nyaring seperti tadi. Sebenarnya, mereka mengharapkan reaksi yang lebih cool dari namja yang sudah bertunangan ini. Sungguh.
"Gege." Desah Kyungsoo dengan wajah datar. "Adikmu itu sudah 17 tahun. Dan kau terkejut melihatnya sudah punya kekasih?"
Baekhyun juga menyahuti seraya mengangguk. "Tenang saja, ge. Pacar Lulu tidak akan mengecewakan gege."
Kris menyandarkan badannya ke mobil dengan warna merah menyala yang dipakainya untuk menjemput Luhan dan kedua sahabatnya hari ini. Serius, pacar? Kris bahkan tak pernah membayangkan adiknya yang menggemaskan tapi sangat tomboy itu bisa menikah kelak. Adiknya itu terlalu.. manja dan kekanakan. Tapi apa yang Kyungsoo katakan tadi benar. Luhan sudah 17 dan mungkin dialah yang selama ini memanjakan adiknya. Kris menghela nafas berat. Apa ini yang dirasakan oleh semua kakak saat melepaskan adik perempuannya untuk berpacaran?
"Kelak, gege akan menikah dengan Zitao jie kan? Masa gege tega membiarkan Lulu sendirian saat kalian bermesraan?" Lagi-lagi Baekhyun menggunakan rayuannya untuk mencegah Kris menghajar Sehun begitu mereka bertemu nanti.
"Baiklah," Baekhyun dan Kyungsoo tersenyum lebar begitu mendengar nada pasrah dalam suara Kris. "Tapi bisa kupastikan, saat namja itu membuat adikku menangis, dia dan kalian, akan habis."
Hiii
Senyum lebar tadi langsung lenyap digantikan oleh ringisan tertahan keduanya.
"Gege!"
Ketiga orang yang dilanda keheningan tadi menoleh saat mendengar suara nyaring yang familiar memanggil dengan aksen Seoul yang terdengar aneh karena menggunakan bahasa Mandarin. Sudah jelas itu Luhan, yeoja yang sedang tersenyum sumringah sambil melambaikan tangan kirinya ke udara karena tangan kanannya tengah digenggam erat oleh namja di sebelahnya yang memasang wajah tanpa ekspresi yang terlihat menyebalkan.
Kris berdecak. "Itu pacar luhan yang kalian katakan tadi?"
Baekhyun dan Kyungsoo mengangguk hati-hati. Reaksi Kris membuat keduanya khawatir.
"Gege." Luhan dan Sehun, sampai di tempat mereka berbincang. Dan Luhan langsung memeluk Kris ringan menyebabkan tautan tangannya dengan Sehun terlepas sebentar tapi kembali saling menggenggam saat Luhan menyudahi pelukannya dengan Kris. Itu membuat Kris mengernyit. Oh, tipe cemburuan rupanya.
Luhan menyadari aura tak enak masih mengitari mereka, jadi Luhan menyenggol lengan Baekhyun dan Kyungsoo untuk bertanya. "Ada apa?" Kedua sahabatnya menggeleng lemas tak memberi jawaban apapun. Luhan menggedikan bahunya acuh. Dia masih bahagia, efek dari kejadian di taman belakang tadi, jadi dia belum bisa menerima perasaan-perasaan suram yang sepertinya sedang dirasakan oleh sahabatnya.
Dia kemudian tersentak begitu menyadari bahwa daritadi dia belum mengenalkan Sehun pada gegenya. Sehun sudah menceritakan alasan mengapa dia mendiamkan Luhan tadi pagi dan jujur saja, Luhan senang mendengarnya. Sehun, namja sedingin es itu, cemburu padanya? Luhan merasa bangga karena bisa mencairkan hati Sehun, hehe.
"Gege, ini Sehun, dia pacarku." Luhan mengambil tangan kanan Kris dan menyatukannya dengan tangan kanan Sehun, membuat keduanya mau tak mau bersalaman. "Dan, Hun-ah, ini Kris, dia kakak kandungku." Luhan menekankan pengucapannya pada kata kakak kandungku sambil berkedip lucu pada Sehun. Dia masih merasa geli tiap kali memikirkan Sehun cemburu pada kedekatan dia dan gegenya.
"Oh Sehun."
"Yifan. Atau seperti yang Luhan katakan, kau bisa memanggilku Kris."
Sehun mengangguk. Acara perkenalan itu pun berakhir dengan cepat. Luhan memiringkan kepalanya bingung, ini perasaanya saja atau memang benar gegenya tak menyukai kehadiran Sehun disini?
Kris melihat jam tangannya kemudian berdehem. "Luhan, sudah bisa pulang?"
Luhan tersentak dan dengan kikuk mengangguk. Dia menarik tangan Sehun pelan dan berbisik, "Sudah dulu ya Hun-ah, aku pulang." Baru saja Luhan mau melepaskan tangannya dari genggaman Sehun tapi Sehun kembali menariknya dan dengan cepat mengecup pipi kenyal Luhan.
"Arraseo. Pai." Sehun berbisik tepat di telinga Luhan, setelahnya dia menunduk sopan ke arah Kris dan mengucapkan salam singkat pada Baekhyun dan Kyungsoo dan berlalu dari situ.
Luhan mengelus pipinya yang sudah semerah tomat. Perlahan senyumnya mengembang. Sungguh, dia menikmati reaksi menyenangkan tubuhnya setiap kali Sehun bersamanya. Dan tadi saat Sehun mencium ringan pipinya, perasaan bahagia langsung meliputi dirinya.
"Ehem." Kali ini bukan hanya Kris yang berdehem tapi juga sahabat Luhan. Asal tahu saja, keduanya juga merona melihat pemandangan romantis tadi. Mereka tak menyangka Sehun dan Luhan akan menjadi sangat cute jika disandingkan.
"Baiklah, ge. Ayo kita pulang. Baekkie, Kyungie, kajja. Kalian mau berkenalan dengan Zitao jie kan?"
.
"Lu, dia benar-benar pacarmu?"
Luhan tersedak dan dengan terburu meminum air putih yang tersedia di depannya. Zitao yang khawatir pun mengelus punggung calon adik iparnya itu.
"Kenapa gege bertanya lagi? Bukankah sudah kuperkenalkan langsung padanya tadi siang?" tanya Luhan begitu dia bisa bernafas dengan baik lagi.
"Tidak, hanya saja.. tampangnya kurang meyakinkan. Dia tampan sih, tapi wajah datarnya itu sungguh berbanding terbalik dengan kau yang ceria tiap saat. Gege bingung kenapa kalian bisa pacaran."
Zitao hanya menatap bergantian kedua kakak-adik itu. Belum saatnya dia menyahut, ini urusan mereka sebagai saudara, kan?
"Gege." Luhan menarik tangan Kris dan mengelus telapak tangan gegenya. "Sehun tidak sedingin yang gege kira kok. Memang sih awalnya dia datar dan sungguh menyebalkan, tapi karena itulah aku menyukainya, ge. Dia.. tidak seperti namja lain. Dia juga pernah cemburu karena melihat aku memeluk gege kemarin, saat itu dia belum mengenal gege jadi dia salah paham. Tapi aku tidak keberatan, malah aku senang. Itu berarti dia benar-benar menyukaiku kan? Bahkan dia juga bilang bahwa dia mencintaiku." Jelas Luhan pada gegenya. Saat bercerita, wajahnya memancarkan kebahagiaan, rona-rona merah juga menghiasi wajah cantiknya. Kris jadi berpikir, mungkin benar, Luhan juga pasti sudah jatuh cinta pada namja es bernama Sehun itu.
"Baiklah kalau kau berpikir seperti itu." Gantian Kris yang mengelus lembut tangan Luhan.
"Gege hanya khawatir padamu."
"Aku bukan anak kecil lagi, ge."
"Itulah perasaan seorang kakak, Luhan." Zitao menaruh tangannya di pundak Luhan. "Perasaan khawatir seorang kakak pada adik perempuannya yang lucu dan menggemaskan." Kali ini dia mencubit pipi Luhan membuat yeoja rusa itu meringis pelan.
"Kau selalu mengerti aku, baby Zi." Kris tersenyum pada Zitao yang dibalas oleh tunangannya itu.
"Ngomong-ngmong, aku juga ingin bertemu dengan pacarmu itu, Lu."
Luhan mengangguk mengerti. "Besok kami akan berkencan, jiejie bisa menemuinya saat dia menjemputku besok."
"Kalian sudah mau berkencan?" Kris berujar tak suka.
"Gege, besok akhir pekan, dan aku tak mau menganggu acara kalian berdua selama Mama dan Papa tidak di rumah, jadi aku memutuskan untuk berkencan dengan Sehun. Tak apa kan?" Luhan menggunakan deer-eyes mematikannya untuk merayu gegenya. Dan berhasil karena Kris menghela nafas pasrah setelahnya.
"Kau selalu menang, Lu."
Luhan tertawa bahagia.
.
Luhan memandangi wajah tampan Sehun yang saat ini sedang mengemudikan mobil. Awalnya Luhan terkejut ketika melihat mobil sport berwarna hijau parkir di depan rumahnya. Dan eh, rupanya itu mobil milik Sehun. Namja itu bilang, ayahnya tak memperbolehkannya membawa mobil itu ke sekolah. Makanya dia hanya memakai motor besar sebagai sarana transportasinya. Tapi karena ini akhir pekan, maka dia bisa menggunakannya ke manapun. Luhan bingung, di umur Sehun yang sangat muda, mengapa bisa ayahnya mengijinkan untuk memiliki benda-benda mewah seperti motor besar dan mobil sport ini. Tapi Luhan hanya bisa menurut untuk menaikinya walaupun menurutnya kencan menggunakan bis tak kalah romantis. Benar, Luhan mengetahui fakta itu dari drama yang sering ditontonnya.
"Tunangan kakakmu cantik, Han." Gumamam Sehun menyadarkan Luhan dari lamunan panjangnya.
"Hmm? Cantik?" ulang Luhan.
"Iya, cantik." Angguk Sehun, tapi matanya masih fokus pada jalanan di depannya.
Luhan tiba-tiba murung. Dia tak lagi menatap Sehun dan memilih melihat bangunan-bangunan megah yang mereka lewati melalui kaca mobil. Sehun yang menyadari perasaan Luhan hanya bisa terkikik dalam hati.
"Wae, Hannie? Kenapa kau jadi diam?" Sehun sebisa mungkin menahan tawanya dan mengatur suranya agar terdengar datar seperti biasa.
"Gwenchana." Luhan menggeleng tapi wajahnya masih saja murung.
Sehun akhirnya tersenyum, dia tak sanggup untuk menahan senyum lebar karena melihat aksi merajuk rusanya. Dia pun segera memakirkan mobilnya di tempat yang sudah disediakan dan mematikan mesin mobilnya. Setelah melepas seat-belt nya, dia menoleh melihat Luhan yang tampak kebingungan sekarang.
Sehun mendekatkan tubuhnya ke Luhan, dan saat yeoja itu berbalik, wajah mereka menjadi sangat dekat. Sontak, Sehun bisa melihat rona merah menjalar di sana.
"Kau sangat cantik, Hannie." Sehun mengelus pipi Luhan. "Kau yang paling cantik." Tak bisa menundanya lagi, Sehun makin mendekatkan wajahnya dan chuu~
Sekitar tiga menit mereka berciuman, Sehun melepaskannya dan mengecup bibir itu lagi sebelum menjauhkan tubuhnya. "Kajja." Sehun keluar dari mobilnya dan saat itulah Luhan baru bisa bernafas normal. Tubuhnya masih lemas tiap kali berciuman dengan Sehun, tapi dia suka. Kyaa, rasanya Luhan ingin berteriak senang dan segera menceritakan hal ini pada kedua sahabatnya.
Pintu di samping Luhan terbuka dan di sana ada Sehun dengan tangan yang dijulurkan padanya. Tanpa ragu, Luhan menyambut uluran tangan Sehun dan menggenggam erat tangan itu.
Kebahagiannya sudah lengkap. Dia tak perlu lagi mencari bunga berkelopak empat untuk membantunya menemukan takdirnya. Toh, sekarang dia sudah bersama takdirnya. Ini adalah awal kisahnya dengan Sehun. Masa-masa bahagia sudah menantinya.
.
END
Thanks banget yang selama ini udah bantu Lee nyelesein ni FF. Gomapseumidaaa
Sampai jumpa di FF lain *lambai-lambai*
