Pelangi

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Pairing : Sasuke-Sakura

Genre : Romance/family

By Uchiha Ghita

2014

" Ingat cerita dibawah ini hanya karangan fiksi belaka, jika ada kesamaan tokoh atau kesamaan cerita itu hanya kebetulan semata"

"Tidak.. tidak, aku malas berdekatan denganmu."ujar Sakura asal. Sasuke menyisikan mobilnya tiba-tiba membuat Sakura terkejut.

"Kau, mau mati hei Uchiha."Sakura kesal.

"Turun!"sahut Sasuke memerintah.

"Apaa?"Sakura terkejut.

"Bukannya ku tak mau berdektan dengan ku? Sekarang turun!"ujar Sasuke tegas.

"Tapii..."Sakura kesal, karena sama keras kepala dengan Sasuke ia pun kelur dana membanting pintu mobil Sasuke dan berjalan keluar.

"Bodoh..."Sasuke bergumam sambil memandang Sakura berjalan yang mulai menjauh.

-Tiga-

"Dasar Uchiha bodoh, menyebalkan! Aku benar-benar membenci Uchiha angkuh itu!"Sakura menggerutu kesal.

Sakura berjalan tak tentu arah, tahu-tahu dia sudah berada ditaman. Sakura melangkahkan kakinya, ia duduk disebuah bangku yang menghadap langsung ke sebuah danau.

"Lebih indah jika ada pelangi disini."Sakura menatap danau didepannya dengan mata berbinar.

"Dddrrtt"Sakura menatap smartphonenya, sebuah nomer tak dikenal.

"Moshi, moshi.."ujar Sakura.

"Dimana kau Haruno?"ujar suara di sebrang sana. Mendengar suara menyebalkan itu. Sakura memutar matanya bosan.

"Ini siapa? Sepertinya anda salah sambung tuan."klik Sakura mematikan panggilannya dan mengnonaktifkan handphonenya.

Sakura merasakan seseorang sudah duduk disebalahnya. Sakura tidak menghiraukan orang itu. Menurut Sakura dia malas untuk berbasa-basi.

"Kau, mengingatkan ku pada seseorang."terdengar suara berat disebelahnya. Sakura melirik orang disebelahnya.

"Aku tak mengerti maksud anda tuan."Sakura mengadahkan pandangannya kelangit.

"Kau, mengingatkan ku pada anak ku. Sekarang dia mungkin sudah seumuran dengan mu."ujarnya lagi.

"..."Sakura diam tak bersuara. Dia memandang lurus ke depan.

"Kalau boleh tahu siapa namamu?"orang disebelahnya terlihat penasaran.

Sebelum Sakura menjawab suara seseorang mengintrupsi mereka.

"Haruno!"terdengar suara kesal, membuat dua orang yang sedang duduk mengalihkan pandangannya.

"Apalagi Uchiha?"Sakura terdengar malas. Sementara pria disebelahnya memandang Sakura seperti sedang berpikir.

Kini Sasuke berjalan mendekati bangku yang diduduki Sakura. Lalu ia menarik tangan Sakura dengan paksa. Pria yang tadi duduk disebelah mereka memandang mereka dari kejauhan. Ia seperti mengingat sesuatu saat melihat wajah Sakura yang semakin lama hilang karena ditarik paksa Sasuke.

"Haruno?"gumam orang itu.

-(_)-

"Sebenarnya apa sih mau mu Uchiha?"lirih Sakura. Kini mereka berdua sedang duduk di dalam mobil Sasuke.

"Hanya ingin mengantarkan mu pulang."ucapnya ringan. Sasuke sudah memasang sabuk pengaman. Sakura terpaksa memakai sabuk pengaman.

"Bukannya kau sudah mengusirku heh Uchiha?"ejek Sakura.

"Aku malas berdebat denganmu. Hanya turuti saja Haruno."ujar Sasuke dengan pandangan lurus kedepan.

Sakura memutar bola matanya kesal, mendengar pernyataan yang terdengar seperti perintah bagi Sakura. Sesungguhnya ia benci diperintah. Sasuke melirik gadis disebelahnya, ia bisa melihat gestur tubuh gadis itu. Tubuhnya memperlihatkan bahwa sebenarnya gadis ini benar-benar kesal.

Kini mobil yang dinaiki mereka sedang melewati jalan raya lenggang dengan sepanjang jalan dihiasi pohon cemara. Indah, mungkin itu yang Sakura pikirkan sekarang. Gadis ini sungguh cinta keindahan alam, hal terkecil apapun selalu ia perhatikan. Ia selalu bepikir bahwa alam didunia ini selalu indah bila dilihat dari manapun. Sudut bibir gadis ini tertarik keatas, jika yang duduk disebelahnya bukan orang yang disebalinya mungkin ia kini tengah berceloteh ria mengenai pepohonan indah yang ia lihat ditaman-taman di Paris.

"Seingatku, saat Sasori-nii mengantarku ke sekolah, tidak melewati tempat ini."ujar Sakura sembari mengedarkan pandangannya.

"Setiap akhir bulan aku harus mengunjungi Panti Asuhan. Aku harap kau tidak keberatan untuk mampir sebentar kesana. Aku sudah membuat janji pada pihak panti bahwa jadwal kunjungan bulan ini, hari ini pukul satu siang."Sasuke melirik jam tangannya.

"Waktu mu lima belas menit lagi untuk sampai disana Uchiha! Aku harap kau mempercepat laju kendaraanmu jika tak ingin terlambat."

"Jadi, kau tidak keberatan jika kita pergi kesana?"tanya Sasuke memastikan.

"Tidak sama sekali, kenapa aku harus keberatan?"

-( _)-

Mobil yang mereka tumpangi kini sedang memasuki sebuah halaman yang lumayan luas dengan sebuah plang besar bertuliskan Rumah Pelangi. Layaknya panti asuhan biasanya didepan halaman terdapat taman bermain. Halaman panti ini sangat hijau. Banyak pepohonan besar yang gagah berdiri tegak dihalaman. Banyak bunga indah yang tumbuh diperkarangan panti. Sakura dan Sasuke pun turun dari mobil dan berjalan menuju panti.

"Apakah didalam banyak anak-anak?"Sakura terdengar antusias.

"Hn.."Sasuke mengangguk mengiyakan.

"Ini pasti menyenangkan. Aku sungguh tak sabar."

Sakura dan Sasuke melangkah masuk menuju bangunan tua bercat nila tersebut. Walau bangunan ini terbilang sudah tua, tapi bisa dilihat bangunan ini masih kokoh dan kuat. Sasuke membawa Sakura menuju ibu ketua panti ini. Setelah berbincang-bincang sebentar mereka pun mulai berkeliling masuk ke kamar-kamar anak-anak panti. Memang sudah rutin Sasuke melakukan ini karena biasanya setiap awal bulan keluarga Uchiha akan mengirimkan dana untuk membantu kelancaran panti ini.

Mereka sudah sampai di ruangan satu, ruangan khusus balita. Saat pertama kali mereka memasuki ruangan ini mereka disambut bayi-bayi manis dan menggemaskan didalam. Ada yang tidur, ada juga yang bermain, tapi untuk bayi dibawah usia dua tahun tangan mereka terangkat saat melihat orang dewasa didepan mereka, mereka seakan berbicara 'gendong aku'. Ruangan ini cukup luas sekitar lima ranjang untuk bayi, setiap ranjang berisi dua bayi. Dan enam ranjang untuk anak diatas dua tahun, satu ranjang berisi dua anak. Ada sekitar empat lemari pakaian dan beberapa rak meyimpan mainan dan dot bayi.

"Manis sekali, bolehkah aku menggendong mereka?"Sakura terdengar antusias dan bertanya pada pengurus panti yang sedang mengantar mereka.

"Maaf sekali anda tidak bisa."ujarnya menyesal.

"Ke.. kenapa?"Sakura terdengar heran.

"Kau, tak bisa Haruno ini peraturannya."sekarang Sasuke menjelaskan dengan nada sedikit jengkel.

"Itu bukan jawaban yang aku inginkan Uchiha!"Sakura mendengus jengkel, ia menekuk wajahnya seketika.

Setelah mengunjungi ruang satu mereka berlanjut mengunjungi ruangan dua. Tidak jauh berbeda dengan ruangan Satu hanya penghuni disini rata-rata mereka anak kelas satu hingga kelas tiga sekolah dasar yang menghuni ruangan ini. Sasuke memutuskan kunjungannya selesai diruangan ini karena banyak urusan lain yang sudah menunggunya.

"Hai, nama mu siapa tampan?"Sakura mendekati seorang anak lelaki yang sedang mewarnai diatas kasurnya kalau dilihat anak ini berumur sekitar enam tahunan.

"Sanosuke."jawab anak itu tanpa mengalihkan perhatian dari buku mewarnainya.

"Kau mahir menggmbar ya? Ini aku punya lolipop, mau tidak?"Sakura menyodorkan lolipop jeruk pada anak itu.

"Terimakasih.."anak itu mengambil lolipop yang Sakura berikan, sekarang anak itu tersenyum pada sakura.

"Kita pulang Haruno."Sasuke tadi sempat meninggalkan Sakura katanya akan mengurus sesuatu. Kini ia sudah dibelakang Sakura dan mengajaknya pulang.

-(_)-

Sasuke dan Sakura sudah menaiki mobil, mobil yang mereka tumpangi sudah jauh meninggalkan panti asuhan.

"Uchiha, aku masih penasaran. Kenapa aku tidak boleh menggendong mereka?"rasa gengsi bertanya dihatinya tidak menyurutkan rasa penasarannya untuk bertanya pada Sasuke.

"Dulu saat aku masih kelas enam, ibuku selalu mengajakku rutin setiap bulan ke panti ini. Suatu hari ibu ku menggedong balita perempuan yang sangat menggemaskan. Tapi setelah itu, balita ini tidak ingin turun dari gendongan ibuku."terang Sasuke panjang lebar.

"Souka, aku mengerti mereka kurang perhatian dan kasih sayang. Menyedihkan sekali mereka. Sepertinya aku harus senantiasa bersyukur akan hal ini. Jadi ingat aku belum menelpon mommy hari ini."Sakura mengeluarkan ponselnya. Lalu memalingkan wajahnya menatap Sasuke.

"Ngomong-ngomong terimakasih untuk hari ini Uchiha. Aku tak akan melupakan pengalaman ini sungguh."Sakura tersenyum tulus. Sasuke telihat salah tingkah karenanya.

"Hn."itu kata andalan seorang Uchiha Sasuke yang akan ia ucapkan.

-(_)-

Tinggal beberapa meter lagi mereka sampai didepan apartemen Sakura. Setelah mobil Sasuke sampai Sakura segera turun dari mobil Sasuke tidak lupa mengucapkan terimakasih. Sakura segera masuk kedalam gedung apartemennya dan menaiki elevator menuju apartemennya yang berada di lantai atas. Ia berada di dalam elevator sendiri. Saat elevator sudah sampai dilantai apartemennya pintu elevatorpun terbuka. Seorang lelaki berambut hitam dengan mobil rambut seperti Naruto sudah akan masuk elevator. Tapi saat Sakura akan keluar melalu arah kiri, ia akan masuk lewat arah kanan. Lalu Sakura bergeser ia pun tak sengaja ikut bergeser sehingga diantara mereka tak ada yang berhasil masuk ataupun keluar elevator. Akhirnya mereka berduapun diam lalu berpandangan tak sengaja, hingga tawa lelaki tersebut memecahkan keheningn diantara mereka.

"Maaf, menyusahkan mu."ujar lelaki itu. "Silakan."lelaki itu memberinya tempat untuk keluar dari elevator.

"Terimakasih."Sakura tersenyum lalu berjalan menuju apartemennya.

Saat berada didepan apartemennya ia sedikit heran dengan apartemennya yang sedikit terbuka. Saat tahu seseorang di dalam ia mengerutkan dahinya heran.

"Sedang apa kau di apartemenku? Bukankah kau harusnya berada di Paris?"Sakura memandang orang itu dengan tatapan menusuk.

To Be Continue