Pelangi
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Pairing : Sasuke-Sakura
Genre : Romance/family
By Uchiha Ghita
2014
" Ingat cerita dibawah ini hanya karangan fiksi belaka, jika ada kesamaan tokoh atau kesamaan cerita itu hanya kebetulan semata"
"Maaf, menyusahkan mu."ujar lelaki itu. "Silakan."lelaki itu memberinya tempat untuk keluar dari elevator.
"Terimakasih."Sakura tersenyum lalu berjalan menuju apartemennya.
Saat berada didepan apartemennya ia sedikit heran dengan apartemennya yang sedikit terbuka. Saat tahu seseorang di dalam ia mengerutkan dahinya heran.
"Sedang apa kau di apartemenku? Bukankah kau harusnya berada di Paris?"Sakura memandang orang itu dengan tatapan menusuk.
-Empat-
"Sambutan itu bukan yang ku harapkan, sayang."ujar orang itu.
"Cih, berhenti memanggilku seperti itu sungguh memuakan."Sakura melepas sepatunya dan mengganti dengan sandal biru lautnya, ia segera melenggang masuk tanpa mengacuhkan orang itu.
"Hey, aku ini kekasihmu ingat itu!"ujar orang itu geram.
Sakura menghentikan langkahnya, menatap orang itu.
"Aku, masih normal oke? Aku tak pernah menerimamu menjadi kekasihku."tungkasnya tegas.
"Tapi, aku mencintaimu Sakura."orang itu masih teguh pendirian.
"Sadarlah, rasa yang kau miliki hanya sebatas rasa sayang untuk sahabat! Jangan salah mengartikan!"Sakura sangat kesal.
"Taapi... sakura..."
"Aku, mohon Kimi pulanglah! Kau seorang perempuan, belum jelas kah itu?" Sakura terlihat gusar.
" Kau, salah aku dilahirkan sebagai lelaki Sakura. Nama asliku Kimimaru, kau tahu itu Sakura."
"Cukup, aku mohon pergi jangan menemuiki lagi aku mohon!"Sakura lemas duduk di sofa.
Kimimaru memeluk Sakura hangat.
"Aku minta maaf karena berbohong padamu, tapi sungguh aku benar-benar jatuh cinta padamu. Saat aku dulu mendekati mu dan menyamar menjadi wanita sebagai kimi aku selalu merasa bersalah. Saat aku ingin jujur rasa nyaman berada di dekatmu membuat ku takut untuk aku tak bisa berada didekatmu lagi. Saat itu aku menyadari aku jatuh cinta padamu."
"Untuk apa kau berpura-pura menjadi Kimi? Sahabat yang sangat ku sayangi?"Sakura mulai sesegukan.
"Aku, ditantang menjadi perempuan oleh teman ku, karena mereka menganggap aku tak peka terhadap perasaan perempuan. Saat malam tahun baru di dekat menara eifel saat itu aku ditantang menjadi perempuan. Saat itu aku melihatmu, kau sungguh menarik hingga aku tak sadar sudah mendekatimu dengan pakaian perempuan. Dan, berakhir dengan kesalah pahaman tak jelas."jelas Kimimaru panjang lebar.
"Tapi, aku selalu melihat mu sebagai sosok Kimi, bukan Kimimaru."
"Tetap saja aku lelaki Sakura, aku mohon kembalilah padaku. Bukan sebagai sosok sahabat tapi kekasih Sakura."ujar Kimimaru dengan lembut dan meyakinkan.
"Pulanglah, aku lelah aku mohon!"Sakura melepas dekapan Kimimaru.
"Baik, tapi aku tidak akan menyerah Sakura!" Kimimaru bangkit mengecup sekilas dahi Sakura, membuat gadis musim semi ini terkejut dengan aksi lelaki itu. Kimimaru pun pergi keluar meninggalkan Sakura yang sedang bimbang.
-(_)-
Pagi hari, ia mendapat pesan bahwa ibunya baru bisa pulang ke Tokyo dua hari lagi. Itu berarti ia harus menunggu sendiri dirumah selama dua hari. Pagi ini ia terlihat kacau. Gadis berusia tujuh belas tahun ini menyisir dan menggelung rambutnya kebelakang mengekspos leher jenjangnya. Setelah memekai seragam rapih ia melepas gelungan rambutnya agar rambut lurusnya terlihat bergelombang. Ia memastikan diri didepan cermin ia keluar apartemen dan berjalan keluar gerbang apartemennya. Perkiraannya tepat seorang lelaki tampan sudah menunggunya tanpa membawa mobil mewahnya. Ia, harus melaksanakan rencananya.
"Aku lebih suka melihatkau tanpa mobil mu itu." Ujar Sakura membuat seseorang disebelahnya heran.
"Kau gadis yang aneh."
"Lebih mengasikan jika naik kereta bawah tanah bukan?"
"Ada apa denganmu, tumben kau bersikap manis?"
"Aku memang manis, kau baru menyadarinya hem? Aku sangat merindukan Jepang."
"Selama itukah kau meninggalkan Jepang?"
"Sekitar dua belas tahun."
"Hn.."
"Jadi, mau tidak kau menemaniku, pulang sekolah?"
"Heh? Menemanimu apa aku tidak salah dengar?"
"Hah... baik aku tidakakan berpura-pura lagi."Sakura mulai geram.
"Aku, sudah mengira tadi kau hanya berpura-pura."
Sakura menghentikan langkahnya, menatap Sasuke dalam.
"Selama dua hari ini, tolong jauhkan aku dari apartemen ku kumohon.." sakura memelas.
"Kenapa harus aku?"Sasuke malas.
"Aku takut teman ku dari Paris medatangi ku lagi."
"Maksudmu?"
"Kemarin sahabat, ah bukan mantan sahabat ku dari Paris ada di apartemen ku dia menerorku untuk menjadi kekasihnya aku takut menemuinya."
"Apa, urusannya dengan ku?"
"Aku takut, karena aku tahu dia sudah bertunangan."jelas Sakura.
"Jadi?" Sasuke menatap Sakura malas.
"Sembunyikan aku, cukup dua hari ini saja.. aku mohon..."
"Kau benar-benar menyebalkan!" Sasuke memutar matanya bosan, sementara Sakura tersenyum puas.
-(_)-
Kini Sakura dan Sasuke sudah sampai disekolah, sebenarnya Sasuke sengaja tidak membawa mobilnya saat menjemput Sakura, ia sudah memperkiraan gosip yang akan menyebar di sekolahnya. Sesampai digerbang pun mereka langsung berpisah.
Sakura berjalan menuju kelasnya, sementara Sasuke menyempatkan dirinya berkumpul sebentar dengan teman-temannya. Sakura berjalan menuju bangkunya dan duduk. Merasa bosan ia mengeluarkan smartphone miliknya dari sakunya. Untuk menghilangkan rasa bosan ia memainkan game di handphonenya. Karena terlalu asyik main game ia tidak sadar seseorang dihadapannya sedang memandangnya dengan ekspresi tenang dengan sesekali tersenyum simpul.
"Kau, ekspresif sekali ya saat bermain game."ujar orang itu akhirnya.
"Berhenti menggangguku Naruto."jawab Sakura sambil tidak melepaskan tatapannya pada benda tipis berlayar lima inci ditangannya. Orang di depannya tertawa kecil.
"Naruto? Semirip itu kah kami?"ujar orang itu lagi.
"Kami?"Sakura mengumam heran.
Sakura menghentikan permainannya dan menatap orang didepannya. Sakura membulatkan matanya saat memandang orang didepannya. Dia bukan naruto, dia orang yang Sakura temui di elevator.
"Kau? Si elevator?"ujar Sakura spontan membuat orang dihadapannya tertawa kencang.
Sekarang orang itu mengacak poni Sakura. Dan saat itu juga Sasuke memasuki ruangan kelas. Sasuke terlihat bosan melihat kembaran sahabatnya itu. Entah kenapa Sasuke merasa tak nyaman melihat Sakura sedang mengobrol akrab dengan lelaki lain.
"Siapa kau seenaknya, mengacak poniku?"Sakura merapihkan poninya dengan wajah kesal.
"Kau, tetap cantik meskipun sedang kesal."ujar lelaki itu, membuat Sakura cengo dan mendengus sebal.
Sakura melihat Sasuke berjalan dengan tatapan seperti biasa datar, dan duduk dibangkunya tepat dibelakang Sakura.
"Jadi, ada urusan apa kau kesini Menma?"tanya Sasuke malas.
"Hanya menyampaikan pesan. Naruto, hari ini tidak masuk. Kemarin ia terlalu banyak makan ramen dengan berakhir keluar masuk kamar mandi."ucap Menma panjang lebar.
"Mengucapkan sakit saja, kau harus menyusunnya menjadi cerita."komentar Sakura.
"Hei, aku tak butuh pendapat mu pinkie.. siapa namamu?"ujar Menma, membuat seseorang dibelakang Sakura memutarkan matanya bosan.
"Player murahan ini.."pikir Sasuke.
"Kau, tipe lelaki pemain, berapa banyak wanita yang kau kencani saat ini. Jika aku tebak, biasanya tipe sepertimu sedang mengencani lebih dari dua perempuan."ucap Sakura sembari menilai lelaki dihadapannya.
"Kau, hebat juga menebak itu. Sepertinya kau berpengelaman ya?"
"Liie.. aku bukan wanita bodoh yang akan menghabiskan energinya untuk mendapat banyak lelaki. Tak ada waktu untuk itu. Dan,tiga..,dua..,satu.."
"Teeett..."bel berbunyi.
"Sudah waktunya belajar, jadi aku masih mengingatkan mu dengan sopan silakan keluar dari kelasku!"ujarnya menuntut.
"Wow..., kau sungguh menarik nona!"ujar Menma lalu meninggalkan kelas saudara kembarnya.
"Kau, harus berhati-hati dengannya dia takkan melepaskanmu."ujar seseorang dibelakangnya.
"Terimakasih, karena sudah menghawatirkan ku."Sakura membalikan wajahnya lalu mengedipkan sebelah matanya pada orang itu.
"Ish... perempuan ini, benar-benar menantangku hn?"
"Kau, pintar Tuan Muda Uchiha."
"Dan kau bodoh melakukan itu Nona Muda Haruno."
-(_)-
"Teett..."bel berbunyi tanda pelajaran selesai.
Sakura membalikan tubunya memandang lelaki di belakangnya. Dia melangkahkan kakinya lalu berdiri disebelah pemuda yang sedang membereskan alat tulisnya.
"Ingat Janji mu Uchiha."Sakura menyenggol bahu pemuda itu. Membuat pemuda itu menatapnya tajam dan tersenyum entah kenapa.
"Kau menyebalkan Haruno!"ujarnya lalu berjalan meninggalkan gadis yang bediri disampingnya.
"Terimakasih, aku tahu itu Uchiha."Sakura mensejajarkan langkahnya dengan pemuda disampingnya.
"Kau, jangan berdekatan dengan ku jika diarea sekolah."Sasuke menghentikan langkahnya karena merasa sedang diperhatikan.
"Kenapa? Apa aku terlihat hina membuatmu malu jika kita jalan bersama seperti ini?"Sakura menatapnya tajam.
"Bukan begitu, kau bisa jadi bahan bully disini."tegas Sasuke. Membuat Sakura terkikik geli.
"Kau, menghawatirkan ku lagi Uchiha? Manis sekali."Sakura sengaja merangkulkan lengannya pada lengan Sasuke, membuat perempuan disekitarnya berbisik tak jelas.
"Hei, kenapa kau malah.."ucapan Sasuke terputus karena telunjuk Sakura menyentuh bibirnya. Untung Sakura tak mendengar detak jantung Sasuke yang begitu keras.
"Aku pemegang sabuk hitam taekwondo, aku tidak takut. Dan hei, jarang sekalikan kita akur seperti ini hn?"Sakura mencoba meyakinkan Sasuke.
"Tapi... tetap saja.."
"Cukup Uchiha, aku sudah kebal dengan bullyan. Kau tahu aku dulu pernah di skors karena membully temanku."ujarnya enteng.
"Aku tidak heran jika itu kau."Sasuke menggelengkan kepalanya.
"Jadi menurutmu aku ini berandalan?"Sakura menghentikan langkahnya, Sasuke pun begitu.
"Itu, kau yang bilang."Sasuke tersenyum tipis.
"Hei, seenaknya kau bicara hn."Sakura berjingkat dan mengacak rambut Sasuke. Lalu berlari meninggalkan pemuda itu.
"Hei.. beraninya kau!"Sasuke mengejar gadis itu.
-(_)-
Sakura sudah berjalan disamping Sasuke. Sekali-kali ia mengedarkan pandangannya melihat jalan yang mereka lewati. Sementara Sasuke masih tetap diam dan berjalan lurus kedepan.
"Uchiha, kita mau kemana? Ke Disneyland kah? Atau ke Tokyo Tower hn?"tanya Sakura antusias
"Aku malas berjalan-jalan Haruno!"ujarnya.
"Jadi, kau akan membawaku kemana?"
"Keneraka kau puas?"Sasuke menatap gadis itu tajam. Sementara gadis disampingnya tertawa seperti dipaksakan.
"Hah..hah..hah.. lucu sekali Uchiha!"ujar gadis itu.
"Serius, Uchiha. Jika kau tidak mau antarkan aku bertemu Sasori-nii."
"Tidak bisa, dia sedang sibuk dengan tugas kuliahnya!"
"Jadi sebenarnya mau kemana kita?"Sakura menghentikan langkahnya. Sasuke menatap Sakura lalu meneruskan jalannya dengan malas.
"Ke rumahku."ujarnya santai.
"Kau, benar-benar mengajakku keneraka Uchiha."Sakura menghentikan langkahnya seketika.
To Be Continue
^Sesi Author^
Gimana? Membosankan kah? Atau terlalu pasaran ceritanya? Author hanya berharap readers enjoy membaca fic author. Dan author juga buat cerita fic ini dengan spontan heheh. Jangan lupa jejak kalian, review kalian agar author semangat terus buat fic ini ya yaaa... terimaksih sudah membaca see yaa di chap selanjutnya...!
spesial thanks..
Manda Vvidenarint
HazeKeiko
Mademoisellenna
bluestar2604
rin
Mina Jasmine
Ayumu Nakashima
Guest
.9
hanazono yuri
madeh1
Jeremy Liaz Toner
Kiki Takajo
MIA
arigatou reviewnyaa^^
