Pairing : Chanbaek
Summary : Yakinlah,,,cintaku hanyalah untukmu dan selamanya akan tetap seperti itu...Walau banyak rintangan, Aku akan tetap mencintaimu apapun keadaannya. SARANGHAE Kisah yang lama terkunci di buka kembali. Saat Baekhyun bertatap dengan lelaki itu. Ia bimbang akan kepada siapa kembali berlabuh. Masa Lalu? Atu Lelaki yang baru ia kenal?
Anyeonghaseo reader semua. Jika cerita ini jelek, typo dimana2, mian... Jika ada ksamaan crita, yakinlah ini murni hasil pemikiran otak saya yg kolot ini. .. Dan sekadar info..Ini re-post. Karena dulu bgt pernah sya publish di Fp facebook. so, yg pernahb baca..baca ulang ne.. :p
Semua cast milik Tuhan YME , Ortu mereka, Agensi mereka, dan tentunya milik saya #abaikan. Semua kritik dan sran dari yg baca ni epep sgt brarti bg saye. Oke sekian cuap-cuap..
HAPPY READING, AND PLEASE RCL! Dont be silent readers...
~~~ IF YOU NOT LIKE YAOI, PLEASE JUST GO AWAY ! ~~~
.
.
.
~~~ ENJOY THIS STORY! ~~~
~~~IF YOU DON'T LIKE BOYZ LOVE, DON'T READ n GO AWAY~~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
CHAP 2
Bila kalian memiliki kekuatan bisa membaca pikiran, pasti yang kalian baca dari pikiran Kai, Kyungsoo, Sehun, dan Luhan adalah...
'AKHIRNYA KITA BISA TRIPPLE DATE (bener gak nulisnya?), DAN DUNIA! PASANGAN BARU AKAN MUNCUL!'
.
.
.
CHAP 3
Author POV
"Baekhyun! Ini pesananmu, Bulgogi dan Susu strawberry." Chanyeol yang baru datang dari memesan makanan mendudukkan dirinya tepat di samping Baekhyun.
"Gomawo,Chanyeol-ah!" Trima kasih Baekhyun pada Chanyeol yang bersedia memesankan makanannya. Chanyeol hanya membalasnya dengan senyum manisnya seraya mengacak pelan rambut merah maroon milik Baekhyun. Pasangan Hunhan dan Kaisoo hanya tersenyum melihat Baekhyun dan Chanyeol.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan terlihat seorang namja tengah menggeram kesal. Namun, seringaian terlihat jelas diwajah namja itu, setelah menggeram kesal melihat adegan ChanBaek. Lalu, namja itu beranjak pergi meninggalkan pemandangan manis Chanbaek,tetap dengan seringaian mengerikan. Seringaian mengerikan yang tercetak jelas diwajah tampan namja tersebut.
èSKIP
Teet...Teet...Teet (Suara Bel)
Terdengar bunyi bel menggema di seluruh wilayah SM High School menandakan berakhirnya pelajaran alias pulang. Seluruh siswa mulai berhamburan keluar kelas mereka masing-masing. Beberapa dari mereka ada yang tidak pulang karena pelajaran tambahan dan bagi yang mengikuti ekstrakulikuler basket.
Terlihat 6 namja tengah berjalan bersama. 6 namja yang tak lain dan tak bukan adalah pasangan HunHan, Kaisoo yang saling bergandengan mesra dan tak jarang saling mencium pipi pasangan masing-masing. Baekhyun dan Chanyeol? Jika kalian lihat Baekhyun, kalian pasti akan sangat gemas. Melihat adegan mesra didepannya, Baekhyun hanya menatap dengan ekspresi wajah layaknya anak umur 4 tahun yang heran melihat sesuatu yang aneh dihadapannya. Sedangkan Chanyeol? Namja tiang listrik itu hanya tersenyum dan beberapa kali terlihat mencuri pandang ke arah Baekhyun. Chanyeol tau saat ini pasti Baekhyun sedang bingung dengan kejadian dihadapannya ini.
"Emm,,, jangan heran ya dengan mereka." Chanyeol berbisik pelan pada Baekhyun.
"Mwo, Wae? Oh ya, apa Luhan dan Sehun, juga Kai dan Kyungsoo itu...Pacaran?" Tanya Baekhyun hati – hati pada Chanyeol. Yang ditanyai hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, menandakan bahwa jawaban dari pertanyaan Baekhyun adalah Ya.
"Geurae? Pantas saja dari tadi mereka seperti itu. Oh ya, kau, Sehun, dan Kai ikut eksul Basket kan?" _Baekhyun
"Ne. Wae geure?" Balas Chanyeol.
"Boleh aku ikut kalian? Aku ingin melihat latihan basket kalian, jebal ne? Bbuing – Bbuing" Mohon Baekhyun dengan menunjukkan jurus ampuhnya jika sedang memohon, Bbuing – Bbuing. Chanyeol yang shock hanya menganggukkan keplanya cepat.
"Wah,Jinjja? Ye... Jeongmal gomawoyo Chanyeol-ah." Riang Baekhyun yang diperbolehkan ikut oleh Chanyeol. Chanyeol hanya diam tanpa menjawab apapun. Kalian tahu mengapa? Tanyakanlah pada sesuatu yang tersembunyi dibalik dada Chanyeol yang sedari tadi berdetak cepat dan sekarang mungkin menambah lagi kecepatannya.
Chanyeol POV
"Boleh aku ikut kalian? Aku ingin melihat latihan basket kalian, jebal ne? Bbuing – Bbuing"
DEG
DEG
DEG
Aissh... Baekhyun! Kau sungguh – sungguh keterlaluan. Kua harus bertanggung jawab nanti jika aku akan meninggal saat ini juga karena Bbuing – Bbuing mu itu. SIMJANGI! HENTIKAN DETAKAN MU!
Karena mungkin aku teralu shock, aku hanya mampu menjawab permohonan Baekhyun dengan anggukan kepala. Dan, terdengarlah suara riang darinya karena anggukan kepalaku ini.
Oh God! Aku heran kenapa setiap berada didekat Baekhyun, jantungku selalu berdetak tak karuan?
Kenapa ketika melihat senyum Baekhyun, rasanya sangat menyenangkan ?
Kenapa ketika berada didekatnya rasanya sangat nyaman ?
Kenapa feelingku mengatakan aku harus melindungi dan menjaganya, sehingga tak boleh ada yang melukainya ?
Wae? Wae? Wae? Tolong beritahu aku...JEBAL!
Apakah... Apakah ini ya rasanya. Benarkah aku FALLING IN LOVE AT FIRST SIGH? Jika ya, sungguh! Rasanya sangat menyenangkan! Baekhyun! AARGGHH! You make me crazy!
Tapi... Apakah cintaku ini bertepuk sebelah tangan? Aku harap tidak. Akan ku cari waktu yang tepat! Kalau sekarang? Tidak mungkin kan...Kami saja baru kenal...
Baekhyun! SARANGHAE!
Chanyeol POV End
Author POV
èAt Lapangan Basket
Semua orang menatap heran pada seorang namja tiang yang sedari tadi hanya tersenyum tak jelas. Termasuk 5 namja yang dari tadi bersamanya, mungkin mereka semua berpikir 'Apakah namja ini gila?'
"Hey! Hey! Ya! Chanyeol! Wae geureyo?" Kai mengguncang – guncangkan tubuh Chanyeol, berharap si namja tampan tersebut tersadar dari lamunannya. Namun, dugaan Kai salah. Bahkan setibanya di lapangan basket pun Chanyeol tetap seperti itu? Mana tampang coolnya itu?
"Kai, biar aku saja!" Sehun menawari bantuan untuk menyadarkan Chnayeol. Namun usaha Sehun juga gagal. Apakah Chanyeol akan terus melamun, tentang 'Baekhyun' ?
"Emm, Kai-ah, Sehun-ah, biar aku saja. Akan kucoba!" Akhirnya orang yang menjadi lamunan Chanyeol yang membuatnya layaknya orang tak waras menawarkan diri.
"Hana"
"Dul"
"Set!"
BRUGH
"Appo! Aissh...Bokongku! Appo!Siapa sih yang berani membantingku!?" Semua orang yang berada di lapangan basket dan melihat adegan langka hanya menatap Baekhyun dan Chanyeol dengan tatapan O_O. Berbeda dengan Luhan, Sehun, Kai, dan Kyungsoo. Mereka tertawa terbahak – bahak melihat cara Baekhyun menyadarkan Chanyeol. Bagaiman tidak? Baekhyun menyadarkan Chanyeol menggunakan jurus hapkidonya, tentu saja yang membuat Chanyeol harus merelakan bokongnya mendarat dengan tak elitnya di lantai lapangan basket.
"Chan...Chanyeol-ah? Jeo-Jeongmal Mianhae. A-a-aku hanya berusaha menyadarkanmu. Jeongmal Mianhe ..Hiks..." Maaf Baekhyun karena merasa bersalah pada Chanyeol. Saat ini Baekhyun hanya menundukkan kepalanya tak berani mentap manik hazzel milik Chanyeol, dan terdengar lirih isakan dari Baekhyun. HunHan, Kaisoo, dan Chanyeol terkejut mendengar isakan lirih dari Baekhyun yang masih menundukkan kepalanya.
"Ah..Ne? Baekhyun? O_O Ani,Ani,Ani. Gwe-gwechana, Kau kan cuman mau menyadarkanku. Toh, kalau tak kau sadarkan dengan caramu, kapan aku akan latihannya? Ya kan? Uljima...Uljima Bekhyun-ah..." Chanyeol segera memeluk Baekhyun untuk menenangkannya. Entah mengapa rasa sesak menghampiri Chanyeol ketika melihat Baekhyun menangis. Rasanya dia bagaikan orang yang sangat jahat karena berani membuat Baekhyun-nya menangis. Baekhyun-nya? Ya, Chanyeol memang sudah menetapkan bahwa Baekhyun adalah miliknya, walaupun hanya secara sepihak. Walau begitu, Chanyeol tetap yakin jika suatu saat Baekhyun akan menjadi miliknya.
Woohyun yang melihat adegan itu hanya menggeram kesal dan segera berlalu ke luar lapangan basket.
Woohyun POV
Aissh!
Apa – apaan ini? Chanyeool! Berani – beraninya kau! Lihat saja, tak akan ku biarkan kau memiliki Baekhyun. Kau tahu?
BYUN BAEKHYUN HANYA MILIK NAM WOOHYUN! Ingat itu Chanyeol!
Sepertinya kau ingin permainan ini segera dimulai ya Chanyeol? Geure, akan kuberikan untukmu.
Woohyun POV END
Author POV
èSKIP
Teriakan riuh terdengar dari para penonton latihan basket. Termasuk 3 namja manis yang duduk dibagian penonton paling depan. 3 namja yang tak lain dan tak bukan adalah Do Kyungsoo, Xi Luhan, dan terakhir tentunya Byun Baekhyun.
"KYAA...SEHUN OPPA! KAU SANGAT KEREN!"
"KAI OPPA! SARANGHAE!"
"CHANYEOL OPPA! NIKAHI AKU SEKARANG! (?)"
Kira – kira seperti itulah teriakan para yeoja centil saking hebohnya melihat idol mereka sedang mendribble bola bundar ke dalam ring. Dan lihat saja bagaimana reaksi Kyungsoo dan Luhan, mereka berdua hanya mencibir kesal seraya mempoutkan bibir imut. Sedangkan Baekhyun? Ia hanya terkekeh melihat tingkah laku sahabt barunya itu. Tapi, entah rasanya ketika ada yeoja centil yang meneriakki Chanyeol seperti tadi, ada rasa cemburu padanya. Ia juga heran, ada apa dengan dirinya.
Memang bila dilihat saat ini, Chanyeol terlihat sangat err-sexy. Butiran peluh yang menetas dari rambutnya, membuat para fans – fans Chanyeol menjerit histeris, bahkan ketika Chanyeol menoleh kearah mereka hanya sekedar untuk tersenyum, beberapa fans-nya justru ada yang pingsan. Kai dan Sehun hanya menggelengkan kepalanya, melihat kebiasaan Chanyeol yang selalu begitu.
Diedarkannya pabdangan Chanyeol kearah penonton. Pandangannya terhenti ketika melihat Baekhyun duduk bersama Luhan dan Kyungsoo yang sedang bergosip ria. Segera, ia menghampiri Baekhyun yang jaraknya tak terlalu jauh dari tempatnya berada.
"Baekhyun! Kau tidak pulang? Apa orang tuamu tidak mengkhawatirkanmu, jika kau menemani kami terus?" Chanyeol mensejajarkan tingginya dengan Baekhyun yang tengah terduduk.
"Ani... Orang tuaku ada di Jepang. Disini aku hanya tinggal dengan Bibi Jung dan suaminya, Paman Jung. Toh, mereka juga sudah kuberitahu kalau aku akan pulang terlambat, jadi tak apa. Aku kan juga ingin mengenal kalian semua." Jawab Baekhyun dengan senyuman yang membuat matanya seolah – olah hanya segaris.
'KYEOPTA' Batin Chanyeol
"Geure. Ya sudah, aku akan ganti baju dulu. Setelah itu ayo kita pulang. Kau tunggu disini ya Baek, jangan kemana – mana. Aku takut nanti kau kesasar."
"Ya! Kau pikir aku anak TK eoh!" Kesal Baekhyun dan hendak memukul Chanyeol. Namun, sayangnya Chanyeol telah kabur menuju ruang ganti.
"Emm, Luhan, Kyungsoo. Kalian tidak pulang ? Atau mau pulang bersama Aku dan Chanyeol ?" Tanya Baekhyun pada 2 namja manis sepertinya.
"Mianhae, Baekhyun-ah. Nanti Kai dan aku pergi ke taman kota."_Kyungsoo
"Aku juga. Jeongmal mianhae Baekhyun-ah. Aku dan Sehun setelah ini akan pergi ke SuperDoll Mart. Jadi, aku tidak bisa pulang bersama kalian." Ah, ternyata pasangan HunHan dan Kaisoo telah merencanakan kencan mereka sehabis pulang sekolah. Berarti tinggalah Baekhyun dan...Chanyeol? Oh Tuhan,apakah mereka juga bisa dibilang kencan tak sengaja ?
èAt Street
"Baekhyun-ah, kau tinggal di daerah mana?" Tanya Chanyeol ketika mereka berada di jalan.
"Ne?Tak jauh dsri sini kok. Di Perumahan Exotics, Blok B No 5. Kau? " Jawab Baekhyun
"Wah, Jinjja? Aku juga di Perumahan Exotics, Blok B No 2. Berarti setiap hari kita bisa berangkat bersama kan?" Sepertinya Chnayeol saat ini sedang super duper dumbo senang. Terlihat dari tingkah lakunya yang seperti anak kecil kegirangan, melompat – lompat dengan wajah yang berbinar. Baekhyun terkekeh dan menganggukkan kepalanya imut.
èSKIP
"Dah Baekki...Sampai jumpa lagi!" Chanyeol dan Baekhyun pun berpisah, karena rumah mereka yang berbeda. Chanyeol sudah berbelok ke arah rumahnya, sedangkan Baekhyun masih harus berjalan lurus, karena ia harus melewati 4 rumah lagi untuk sampai ke rumahnya.
TIBA – TIBA
GRETT
Sebuah tangan kekar menggeret Baekhyun menuju pojokan daerah perumahan tersebut. Tenaga orang tersebut lebih besar dibandingkan dengannya. Si namja misterius itu mengenakan hoodie dari jaketnya dan masker untuk menutupi wajahnya.
Sesampainya dipojokan perumahan, genggaman tangan namja tadi terlepas, dan Ia membuka ... Ternyata namja misterius tersebut adalah _ WOOHYUN.
"Wo-Woohyun sunbae?" Baekhyun terbelalak melihat siapa orang yang ada dihadapnnya saat ini.
"Hentikan Baek! Jangan berpura – pura seperti tak mengenalku! Kau bahkan sangat – sangat mengenalku. Tapi, kenapa kau berpura – pura Baek? Jelaskan padaku!" Woohyun menarik – narik rambutnya kesar. Bisa ditebak bahwa saat ini dia sedang Frustasi, karena Baekhyun selalu bertingkah seperti tak mengenalnya.
"Oke. Aku menyerah Woo. Bukankah kau sendiri yang bilang padaku. Lupakan fakta bahwa kita pernah menjalin hubungan, anggap kau dan aku tidak pernah bertemu sama sekali. Bukankah itu kalimat yang kau katakan padaku waktu itu? Lalu sekarang, ketika aku menjalankannya, mengapa kau malah kesal padaku?" Baekhyun terlihat memndam emosinya. Ia berupaya untuk tidak mengeluarkan air matanya didepan Woohyun, karena Ia tak mau dianggap lemah oleh Woohyun. Orang yang telah mencampakkannya begitu saja.
DEG
DEG
Woohyun terdiam. Bibirnya terasa kelu untuk berbicara. BODOH, satu kata yang tepat untuknya. Bagaimana ia bisa berkata seperti itu pada Baekhyun dulu, jika akhirnya seperti ini jadinya. Sungguh, ia merasa seperti orang tak waras saat ini.
"Baek, maafkan aku. Aku tau, aku adalah namja terberengsek didunia ini. Aku bodoh karena telah memperlakukanmu seperti itu dulu. Kau tau, aku sangat menyesal Baek, ternyata aku masih sangat mencintaimu dan merindukanmu, Baek. Jeongmal mianhae, bukan maksudku berlaku seperti itu dan mencampakkanmu Baek. Aku mohon, jangan bersikap seperti itu padaku, jebal...Rasanya sangat sakit Baek." Woohyun jatuh terduduk dan menelangkupkan tangannya didepan dada. Memelas dan memohon, ya itulah yang tengah dilakukan Woohyun saat ini.
"Baguslah jika kau menyadarinya. Sakit,kau bilang? Cih, kau tau Woo, apa yang ku rasakan dulu, beribu kali lebih sakit dan tak sebanding dengan apa yang kau rasakan saat ini. Melihatmu selalu bersama orang lain, mengacuhkanku, kasar padaku, apa itu sebanding dengan yang kau rasakan saat ini?"
TES...
Runtuh sudah pertahanan Baekhyun. Air matanya perlahan – lahan lolos dari pertahanan mata sipitnya. Ia sudah tak sanggup, terbayang lagi dipikirannya tentang masa lalunya dengan Woohyun yang sangat menyakitkan baginya.
"Hiks..Hiks..A-aku selalu berusaha bersabar dan mengalah dengan segala tingkah lakumu. Tapi, tapi apa yang kudapatkan dari seluruh pengorbananku, Woo ? Kau malah membuangku bagaikan barang yang tak berguna layaknya ...Hiks... Rasanya sangat sakit disini, Woo" Ucap Baekhyun sembari meletakkan tangannya di dadanya. Sedangkan Woohyun? Ia terpaku mendengar penuturan Baekhyun. Benarkah sikapnya sejahat itu pada Baekhyun? Ah...Sungguh hinanya dia karena telah melakukan hal itu pada Baekhyun.
"Kau tau..Hiks...Aku tak butuh apa yang kau punya, A-aku tak butuh harta yang selau kau banggakan itu. Aku hanya butuh satu. Woo. Cinta yang tulus darimu, bukan apa yang selalu kau sombongkan padaku Woo. Aku sudah berusaha untuk melupakanmu dan segala kenangan tentang kita. Kini saatnya Kau yangmelupakan segala tentangku. Anggaplah kita hanya sebatas Sunbae dan Hoobae." Selesai sudah curahan hati Baekhyun. Karena ia segera berlari meninggalkan Woohyun yang setia terdiam di tempatnya, tanpa ada niatan untuk menggerakan tubuhnya barang sesenti pun.
"Mianhae Byun Baekhyun. Aku tau aku sudah berbuat salah padaku. Tapi, kuyakin masih terdapat namaku di relung hatimu, kan Baek? " Lirih Woohyun. Akhirnya ia menggerakkan tubuhnya menuju Audi Merah miliknya yang terparkir menuju suatu tempat.
"Namun, jika aku tak bisa memilikimu lagi Baek, makan akan kubuat tak akan ada yang bisa memilikimu. KARENA BYUN BAEKHYU HANYA MILIKKU." Batin Woohyun dengan smirk menyeramkan dan segera menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya...
TeBeCeh!
Ho ho ho... Saya Comeback dengan Chap 3 yang makin gaje. Makasih buat para reader yang masih setia tuk membaca ni epepe abal – abal. Suer deh, saya gg ke pikrian bisa buat ni epep. Maklum soalnya ni otak dodolnya minta ampun.
Sekali lagi, JEONGMAL MIANHAEYO, kalau chap 3 nya kagak memuaskan , feel ilang ketiup angin, pendek, typo bersebaran dimana –mana, and lain – lain.
Mudah-mudahan bagi yang dengan senantiasa meninggalkan RCL-nya mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Esa. Amien...
RCL sangat dibutuhkan!
RCL JUSEYO! ^^
xx
