Pairing : Chanbaek

Summary : Yakinlah,,,cintaku hanyalah untukmu dan selamanya akan tetap seperti itu...Walau banyak rintangan, Aku akan tetap mencintaimu apapun keadaannya. SARANGHAE Kisah yang lama terkunci di buka kembali. Saat Baekhyun bertatap dengan lelaki itu. Ia bimbang akan kepada siapa kembali berlabuh. Masa Lalu? Atu Lelaki yang baru ia kenal?

Anyeonghaseo reader semua. Jika cerita ini jelek, typo dimana2, mian... Jika ada ksamaan crita, yakinlah ini murni hasil pemikiran otak saya yg kolot ini. .. Dan sekadar info..Ini re-post. Karena dulu bgt pernah sya publish di Fp facebook. so, yg pernahb baca..baca ulang ne.. :p

Semua cast milik Tuhan YME , Ortu mereka, Agensi mereka, dan tentunya milik saya #abaikan. Semua kritik dan sran dari yg baca ni epep sgt brarti bg saye. Oke sekian cuap-cuap..

HAPPY READING, AND PLEASE RCL! Dont be silent readers...


~~~ IF YOU NOT LIKE YAOI, PLEASE JUST GO AWAY ! ~~~

.

.

.

~~~ ENJOY THIS STORY! ~~~

~~~IF YOU DON'T LIKE BOYZ LOVE, DON'T READ n GO AWAY~~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chap 3

"Namun, jika aku tak bisa memilikimu lagi Baek, makan akan kubuat tak akan ada yang bisa memilikimu. KARENA BYUN BAEKHYU HANYA MILIKKU." Batin Woohyun dengan smirk menyeramkan dan segera menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.

.

.

.

.

.

.

Chap 4

Author POV

CKLEK

BLAAM

"Baekhyun ? Kau sudah pulang, nak? " Terlihat yeoja paruh baya keluar dari arah dapur, karena mendengar suara pintu terbuka.

"Ah, ne Bibi Jung." Baekhyun menghapus air matanya kasar, takut terlihat oleh yeoja paruh baya tadi yang ternyata adalah Bibi Jung.

"Omona! Baekhyun-ah ada apa denganmu? Apa kau di bully di sekolah barumu, eoh?" Bibi Jung segera mendekat ke arah Baekhyun. Sekilas terlihat olehnya ketika Baekhyun menghapus air matanya tadi.

"Ani, Gwechana Bibi Jung. Aku tidak dibully disekolah Bi, bahkan aku mendapat banyak teman baru. Mereka sangat bersahabat denganku, Bi." Baekhyun berusaha bersikap normal di hadapan orang yang akan merawatnya selama di Korea ini. Padahal jauh dilubuk hatinya, Ia masih bergejolak atas kejadiannya tadi bersama Woohyun.

"Geureom,,,Kenapa kau menangis , Baekhyun? Katakan pada bibi, karena bibi yang bertanggung jawab padamu selama di Korea. Jangan sampai, orang tuamu berpikir bibi dan paman tak menjagamu dengan baik, " Bibi Jung memeluk Baekhyun dan mengelus rambut merah maroon Baekhyun sayang.

"A-Anu, I-itu... Ta-tadi a-aku terpeleset di jalan depan perumahan. Ya, terpeleset di jalan depan perumahan, aku tak habis pikir ada yang membuang kulit pisang sampah sembarangan di perumahan ini. Dimana tukan bersihnya ya? Dan jangan khawatir, eomma dan Appa tidak akan berpikir seperti itu, kok. Heheheh " Baekhyun tersenyum hambar. Ia berharap yeoja paruh baya yang memeluknya ini tak curiga dengan alasannya. Semoga...

"Begitu sudah., sana cepat ganti bajumu lalu istirahat, kau pulang siang sekali dihari pertamamu. Bibi mau melanjutkan kegiatan membuat kue." Ucap Bibi Jung seraya melepas pelukannya pada tubuh mungil Baekhyun.

"Ne, eh. Paman kemana Bi?" Baekhyun celingak celinguk. Ia heran, kenapa lelaki tua suami dari Bibi Jung tak terlihat dari tadi.

"Eoh? Si tua Jung Won, ya? Tadi bibi suruh pamanmu itu membeli sesuatu ke supermarket." Jawab Bibi Jung lalu berlalu pergi ke dapur. Baekhyun mengangguk dan pergi kekamarnya di lantai dua.

CKLEK

BLAAM

BRUK

Baekhyun merebahkan dirinya di kasur empuk ukuran Queen Size yang ada dikamarnya. Kamar berlapis warna putih bersih dan rapi inilah ruangan pribadi Baekhyun. Baekhyun melepaskan tasnya lalu melemparkannya ke sembarang arah.

TES

Setetes kristal keluar dari mata indahnya. Ia sungguh tak berpikir dengan kepindahannya ke Korea ini. Ia berpikir dengan pindah dan meneruskan sekolah di Korea ia dapat melupakan segala tentang Woohyun. Ia ingin melupakan seluruh kenangan Woohyun dengannya selama di Jepang hingga Woohyun mencampakkannya lalu hilang dan tak ada kabar. Tapi, takdir Tuhan siapa yang tau? Ia malah bertemu kembali dengan Woohyun di Korea. Dan parahnya lagi, Woohyun dan Ia berada pada sekolah yang sama. Sungguh,, betapa sempitnya dunia ini.

" Aaargh! Pergilah kau dari hidupku Nam Woohyun! Tak puaskah kau mengahncurkan hidupku dulu!" Baekhyun menarik rambutnya kasar dan mengacak – acak kasurnya yang tadinya rapi itu.

" Oh Tuhan, apa salahku hingga kau mempertemukanku dengan orang yang selama ini membuatku terpuruk?" Baekhyu menangis, Yah. Setidaknya ak ada Bibi dan Pamannya disini, terutama tak ada Woohyun disini. Jadi, Ia bisa menangis sesuka yang Ia mau.

"Ah, seharusnya aku tak memilih pindah ke Korea. Amerika lebih baik jika pada akhirnya aku harus bertemu Woohyun disini. Aaargh! Tapi, tak mungkin aku minta pindha lagi ke Amerika pada eomma dan appa. Bibi Jung dan Paman Jung malah berfikir mereka tak memperlakukaku dengan buruk, hingga aku tak kerasan dan minta pindah. Hah... Jalani saja Byun Baekhyun! Kau pasti bisa berhadapan dengan si berengsek itu! Fighting! Toh, kau dan dia tak ada hubungn lagi, kan?" Baekhyun menghela nafasnya kasar. Ia terlihat mulai bisa mengontrol emosinya ketimbangkan tadi. Dan pada akhirnya, Ia langsung terbang menuju alam kedamaian. Yaitu alam mimpi, ya Baekhyun telah tertidur dengan keadaan yang cukup bila dikatakan... Berantakan..

~~Other side

Chanyeol POV

#At Chanyeol's Room

BRUK

Ah... Kurebahkan tubuh atletisku ini ke kasur empuk King Size milikku ini. DI rumah yang dibilang cukup luas ini, kenapa terasa sangat sepi ya? Tentu saja, karena satu – satunya benda hidup dirumah ini hanyalah aku seorang. Jika kalian bertanya, ' Dimana orang tuamu Park Chanyeol?' Tentu saja akan kujawab, mereka ada di Jepang. Aku memutuskan sekolah di Korea karena, aku hanya mencoba hidup jauh dari mereka. Untung saja mereka berbaik hati, dengan memberikan rumah di sebuah perumahan elit ini padaku, juga lengkap dengan fasilitas mewah lainnya, seperti mobil sport milikku. Tapi, tak jarang aku juga berjalan kaki ke sekolah karena jarak sekolahku tak jauh dari sini.

Tentang sekolah, kenapa aku teringat akan murid baru tadi ya. Ne, Byun Baekhyun. Aku rasa dia orang menarik, belum lama kami bertemu bahkan baru tadi pagi. Ia bisa langsung dekat dengan semua orang dan terutama denganku. Dia sangat manis, dan dia... Satu – satunya orang dari sekian banyaknya yang mampu membuatku merasakan degup jantung tak beraturan, kupu – kupu yang bertebaran di perutku. Ya, dia namja pertama yang bisa membuatku merasakan apa itu cinta. Dia namja yang ISTIMEWA bagiku.

Bila dilihat dari segi fisik memang, dia sangat mungil untuk ukuran namja. Dan jika dilihat dari segi wajah, Ia terbilang cukup cantik sebagai namja, Bahkan melebihi kaecantikan seorang yeoja tercantik sekalipun. Hey Chanyeol! Geurom, kau gila sekarang! Gila karena namja bernama Byun Baekhyun. Tapi, tenaganya luar biasa, bahkan tadi ketika dia membantingku, ia cukup kuat. Dan tak salah itu tadi jurus hapkido, ya? Daebak! Ia benar – benar daebak dibalik tampang lugu, innocent, dan manisnya itu ternyata menyimpan kekuatan yang cukup besar. Aha! Hey Chanyeol! Ok, kau terlihat gila sekarang. Gila karena namja bernama Byun Baekhyun yang baru saja hadir dalam hidupmu.

Tapi, aku sedikit penasaran tentang masa lalunya. Entah rasanya itu cukup menarik untuk kuketahui. Apalagi, aku sangat penasaran dengan hunbungannya dengan Woohyun sunbae. Apa kalian tak melihat ekspresinya ketika berkenalan dengan Woohyun sunbae? Ah., jika kalian tak merasa dan berpikiran sama denganku ketika melihtak ekspresinya tadi, maka kalian harus memeriksakan mata kalian ke dokter. Maaf, becanda^^

Rasanya seperti, ada kesedihan mendalam yang Baekhyu rasakan ketika melihat Woohyun sunbae. Namun ku akui, Baekhyun adalah Poker face terbaik setelah Sehun. Ia bisa menyamarkannya dengan baik, namun tak bagiku. Kau tak bisa menyembunyikannya dariku, Baek. Dan kupikir, kau memiliki hubungan spesial di masa lalu dengan Woohyun sunabe namun berakhir tragis, bukankah seperti itu? Ah! Chanyeol, baik! Sekarang kau persis seperti seorang detektif! Tapi aku yakin 100 % Apa kalian mau bertaruh denganku?Apa jaminannya jika aku berhasil membuktikan pemikiranku? Baekhyun,,,kau sangat misterius...Dan aku menyukaimu!

Chanyeol POV End

Author POV

~~SKIP

#Keesokan Harinya...

Bias cahaya sinar matahari pagi yang menembus kaca, membuat seirang namaj mungil mengerjapkan matanya imut. Tubuhnya menggeliat layaknya cacing ditebak, nyawanya belumlah kembali sepenuhnya pada sang raga. Namun kegiatannya berhenti ketika mendengar sebuah suara dibalik pintu kamarnya.

"Baekhyun-ah, cepat bangun nak. Kau tak mau terlambat ke sekolahkan? Ada temanmu menunggu di depan. Cepat!" Mendengar suara yang tak lain adalah Bibi Jung , membuat nyawanya kembali sepenuhnya pada sang raga. Apalagi ketika mendengar Bibi Jung mengatakan ada seorang teman yang menunggu., Siapa?

Baekhyun bergegas menuju kamar mandi.

30 menit kemudian...

Baekhyun telah rapih, dengan seragam sekolahnya dan rambut merah maroonnya yang disisir rapi. Ah, betapa sempurnanya dia. Baekhyun melangkahkan kakinya cepat menuju lantai bawah. Ia sangat penasaran dengan siapa 'teman' yang menunggunya. Ia berpikir bahwa tak ada teman barunya yang mengetahui alamat rumahanya, tapi kenapa ada teman yang menunggunya? Ia sangat takut bila 'teman' itu adalah Woohyun. Ia tak habis pikir bagaimana bila memang benar Woohyun. Baekhyun...Baekhyun sepertinya kau melupakan seseorang.

"Baekhyun kau sudah selesai? Ini makan sarapanmu. Lalu berangkatlah ke sekolah. Oh ya, kata temanmu tadi, Ia akan berangkat bersama denganmu." Ucap Bibi Jung yang masih berkutik dengan pekerjaan rumah tangganya.

"Baekhyun, tak kusangka. Baru saja bersekolah, kau sudah mendapat teman baru yang sangat tampan dan sopan." Perkataan yang dilontarka oleh seorang lelaki paruh baya yang tak lain adalah Paman Jung, membuat Baekhyun mengernyit bingung?

"Nuguseyo, paman?" Tanya Baekhyun penasaran dengan mulut yang masih mengunyah.

"Orangnya tinggi, tampan, emm... Dan ia memiliki cengir kuda. Kau pasti tau, Baekhyun." Tinggi, tampan, cengir kuda? Bukankah teman barunya yang memiliki cengir kuda hanya ada satu? Mungkinkah...Chanyeol?

"Paman, Bibi, aku berangkat. Dah!" Baekhyun segera berlari.

CKLEK

Dibukanya pintu, dan terlihat seorang namja tinggi tengah memungginya. Baekhyun tersenyum. Segera ia dekati namja itu.

"Hay,Park Chanyeol" Berbaliklah namja itu

" Hay Juga Baekki!" Baekhyun memiringkan kepalanya. Ia terlihat bingung dengan namaj tinggi tadi a.k.a Chanyeol

"Baekki? Nuguseyo?" Chanyeol terkekeh. Betapa imutnya Baekhyun sekarang. Seperti anak anjing,pikirnya.

"Kau Baekhyun. Itu panggilan sayangku untukmu. Baekki kan manis"

Blushh... Sang empu menundukkan kepalanya guna menutupi wajahnya yang sekarang mirip tomat rebus. Entah mengapa, ketika mendengar Baekki adalah panggilan sayang yang Chanyeol berikan untuknya, rasanya sangat menyenangkan.

"Go-Gomawo. Kaukan memanggilku Baekki, bagaimana jika aku juga memberi nama panggilan untukmu? Bolehakah?" Baekhyun mendongakkan kepalanya.

"Cheonma. Jinjja? Kau punya? Tentu saja boleh." Chanyeol menapilkan deretan giginya yang rapih. Membuat Baekhyun semakin merona.

"Bagaimana...Bagaimana jika Yeolli?"

"Jinjja? Wah,,,nama panggilan yang bagus. Yeolli and Baekki..Imut juga. Oh ya, karena rumah kita hanya bertetangga, jadi bisakan kita berangkat bersama? Aku yang akan mengantarmu." Tanpa menunggu jawaban Baekhyun, Chanyeol menarik Baekhyun untuk masuk ke dalam mobiln mewahnya.

"Chanyeol, kau tak usah mengantarku. Aku kan bisa jalan kaki ke sekolah, atau naik bis. Kan jaraknya tak terlalu jauh." Baekhyun merasa tak enak pada Chanyeol. Ia takut akan merepotkan Chanyeol.

"Ssst..Kita kan teman, apalagi bertetangga. Jadi tak apa, aku juga tak merasa kerepotan kok. Justru aku malah senang ada yang bisa menemaniku ke sekolah. Jadi fine-fine saja." Ucap Chanyeol dengan cengiran khasnya dan segera menjalankan mobilnya menuju SM High School.

~~SKIP

#At SM High School

Semua siswa yang melihat kedatangan mobil mewah Chanyeol menjadi riuh. Apalagi ketika mereka melihat Chanyeol turun dari mobil, dan membukakan pintu untuk Baekhyun. Suara – suara teriakan histeris dari fans Chanyeol dan tentunya fans dari Baekhyun, bahkan juga ada fans dari pasangan ChanBaek. Chanyeol yang sudah terbiasa akan hal itu hanay menganggap layaknya angin Baekhyun hanya tersenyum kaku, sungguh Ia sangat malu sekarang ini.

~~SKIP

#At Kelas 2 – 1

"Hai, Chanyeol, Baekhyun" 4 orang namja segera menghamipiri mereka yang baru datang.

"Wah, Baekhyun baru saja bersekolah disini tapi fansnya sudah sangat banyak. Aku iri padamu Baekhyun. Hahhahahah.." Seorang namja berkulit tan dan sedang merangkul mesra namaj bermata bulat yang berbicara. Pasti kalian tau siapa kan yang berkulit tan dan siapa yang bermata bulat.

"Iya nih. Ditambah lagi Chnayeol tampan, tinggi, dan pangeran sekolah bersanding dengan Baekhyun yang cantik, manis, dan primadona sekolah baru... Kalian terlihat sangat serasi."

"Ya! Luhannnie! Apa maksudmu dengan berkata Chanyeol itu tampan? Apa aku ini kurang tampan untukmu, Hannie?" Namja berkulit susu disamping namja yang berbicara tadi a.k.a Luhan mempoutka bibirnya. Chanyeol dan Baekhyun hanya tersenyum kaku, dan segera menuju tempat duduk mereka.

"Omona! Bukan maksudku berkata jika kau kurang tampan Sehunnie. Itukan hanya perumpamaaan Chanyeol dan Baekhyun. Kau tetap yang tertampan nomor 1 bagiku kok Hunnie..." Luhan kalang kabut. Pasangan HunHan ini memang begitu, jadi maklumilah. Jika kalian bertanya mana KaiSoo? Mereka sudah berada di tempat duduk mereka yang paling belakang dan sedang berlovey – dovey ria.

.

.

.

.

.

.

.

~~SKIP 1 Bulan Kemudian

Hari – hari Baekhyun dan Chanyeol berlalu dengan damai begitu saja. Hubungan mereka pun menjadi lebih dekat. Tak jarang Baekhyun dan Chanyeol saling berbalas pesan singkat atau bahkan bertelepon. Bayangan Baekhyun tentang Woohyun pun berangsur – angsur memudar seiring kedekatannya dengan Chanyeol. Namun, Ia juga heran. Mengapa selama 1 bulan ini tak ada tanda – tamda dari Woohyun. Padahal setaunya, Woohyun adalah orang yang sangat ambisius jika ingin mendapatka sesuatu, tapi...Entahlah. Ia tak mau ambil pusing dengan memikirkan Woohyun.

Setiap hari, Chanyeol selalu setia berangkat dan pulang bersama Baekhyun. Tak jarang ketika mereka memutuskan untuk berjalan ke suatu tempat, Chanyeol dan Baekhyun mengambil beberapa selca bersama. Bahkan mereka memiliki buku jurnal untuk berdua. Paman dan Bibi Jung juga sangat senang melihat Baekhyun memilik banyak teman,terutama Chanyeol. Bahkan Paman Jung pernah berkata jika Ia menitipkan Baekhyun pada Chanyeol ketika Baekhyun di sekolah untuk menjaganya, dan tentu saja Chanyeol sangat setuju. Bukankah itu pertanda, rintangan – rintangan yang harus dilewati untuk memiliki Baekhyun telah berkurang 1.

Pernah juga KaiSoo, HunHan bermain ke rumah Baekhyun ataupun sebaliknya. Mereka sudah seperti keluarga bagi Baekhyun.

Hari – hari berlalu dengan indahnya bagi Chanyeol dan Baekhyun, hingga pada suatu hari...

BRUK!

"A-a-apa – apaan ini?!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Satu kata...

.

.

TeBeCe

Ho ho ho... Saya hadir membawa epepe gaje yang sudah menemui ajalnya #mian_typo maksudnya Chap 4. Makasih buat para reader yang masih setia tuk membaca ni epepe abal – abal. Suer deh, saya gg ke pikrian bisa buat ni epep. Maklum soalnya ni otak dodolnya minta ampun.

Sekali lagi, JEONGMAL MIANHAEYO, kalau chap 4 – nya kagak memuaskan , feel ilang ketiup angin, pendek, typo bersebaran dimana –mana, and lain – lain.

Mudah-mudahan bagi yang dengan senantiasa meninggalkan RCL-nya mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Esa. Amien...

RCL sangat dibutuhkan!

RCL JUSEYO! ^^