LAST LOVE
CAST : KAISOO, SLIGHT HUNHAN AND CHANBAEK
GS FOR ALL UKE
.
.
.
.
NO SIDERS!
.
.
.
DON'T BASH!
.
.
.
.
REVIEW PLIS!
.
.
.
.
SEMUA CAST BUKAN MILIKKU DAN IDE MURNI DARI OTAKKU
.
.
.
.
ENJOY
.
.
.
.
CHAPTER 4
.
.
.
.
HAPPY READING!
.
.
.
Suara gaduh terdengar di dapur apartemen Kai. Seorang yeoja sedang memasak untuk sarapan. Yeoja itu sibuk mondar-mandir dengan semua bahan makanannya. Sesekali yeoja itu mencicipi hasil masakannya dan memasukkan bumbu-bumbu. Yeoja itu juga bersenandung disela-sela kegiatan memasaknya.
Kai menggeliat tak nyaman saat mendengar suara di apartemennya. Kai mencoba membuka matanya dan bangun. Dengan langkah gontai Kai menuju ke arah sumber suara. Kai menolehkan kepalanya kanan dan kiri saat berada diruang tengah tetapi tak menemukan seorang pun disana. Kai berjalan kearah dapur dan melihat sesosok yeoja mungil dengan apron pinknya sedang memasak.
"Kau sudah datang?" tanya Kai dengan suara serak khas orang bangun tidur. Kai mengucek matanya dan berjalan mendekati yeoja itu.
"Kau baru bangun? Mandilah dulu, sebentar lagi sarapan siap" ucap yeoja mungil –Kyungsoo.
Kai mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi yang berada dikamarnya. Kai menabrak pintu dapur saat akan keluar. Kai mengusap dahinya sebentar lalu berjalan keluar. Kyungsoo terkekeh melihat tingkah konyol Kai saat bangun tidur. Kyungsoo sudah tau kebiasaan Kai yang susah sekali dibangunkan. Bahkan setiap hari Suho akan ke apartemen Kai hanya untuk membangunkan dongsaengnya itu yang tidur seperti orang mati.
Beberapa menit berlalu dan Kai keluar kamarnya dengan pakaian casualnya. Rambutnya dibiarkan acak-acakan yang menambah kesan liar dan sexy. Kai menuju dapur dan mendapati Kyungsoo yang sedang menata masakannya diatas meja. Kyungsoo tersenyum saat melihat Kai yang sudah berpenampilan rapi. Kai mendudukan dirinya disalah satu kursi dan Kyungsoo mengikutinya untuk duduk didepan Kai.
"Kenapa kau tak bilang kepadaku jika akan berkunjung?" tanya Kai dan memulai makan makanannya.
"Aku tau kau belum bangun jadi lebih baik aku datang sendiri" jawab Kyungsoo. Kai mengangguk dan melanjutkan acara makannya.
TING TONG
Suara bel apartemen Kai terdengar. Kai dan Kyungsoo saling berpandangan. Siapa yang bertamu sepagi ini batin Kai. Kai hendak berdiri tapi ditahan Kyungsoo.
"Biar aku saja yang membukakan pintu. Kau lanjutkanlah makanmu" ucap Kyungsoo.
Kyungsoo beranjak dari duduknya dan berjalan kepintu apartemen Kai. Kyungsoo mengecek intercom dan melihat seorang yeoja berdiri didepan aprtemen Kai. Siapa gadis ini tanya Kyungsoo dalam hati. Kyungsoo bergerak membukakan pintu dan melihat seorang yeoja yang terseyum kearahnya.
"Anyeonghaseyo. Apa Kai ada didalam?" sapa yeoja itu ramah sembari membungkukkan badannya.
"Anyeonghaseyo. Kai ada didalam" jawab Kyungsoo ramah pula. Kyungsoo mempersilahkan yeoja itu masuk. Yeoja itu pun melangkah masuk dan memperhatikan sekeliling apartemen Kai.
"Siapa, Soo?" tanya Kai penasaran dan berjalan menuju pintu depan.
"KAI!" pekik yeoja itu dan langsung menghambur memeluk Kai. Kai terpaku ditempatnya. Kyungsoo hanya diam dan mengamati setiap hal yang terjadi.
"Kau tau, aku sangat merindukanmu. Bagaiman bisa kau tidak memberiku kabar sedikitpun. Aku benar-benar kecewa padamu" rajuk yeoja itu. Kai masih diam dan menatap yeoja yang ada didepannya.
"Wae? Kau lupa padaku? Akan aku buat kau ingat" ucap yeoja itu.
CHU~
Yeoja itu mencium bibir Kai. Kai membelalakkan matanya begitu pula dengan Kyungsoo. Kyungsoo yang syok dengan kejadian itu hanya bisa menutup mulutnya. Kyungsoo tak percaya Kai semudah itu mau dicium yeoja lain didepan matanya sendiri. Kai mendorong yeoja itu hingga ciuman mereka terlepas. Kai menatap tajam yeoja didepannya yang tersenyum senang.
Drrrt drrrt
Hp Kyungsoo bergetar dalam saku kantongnya. Kyungsoo merogoh kantongnya dan menjawab panggilan teleponnya. Kyungsoo hanya menjawab seadanya dan mematikan panggilannya. Kyungsoo bergegas kedapur dan mengambil tasnya disana. Saat hendak keluar Kyungsoo menoleh kearah Kai dan yeoja itu.
"Aku pulang dulu, Kai. Ajaklah temanmu untuk sarapan bersama. Permisi" ucap Kyungsoo lalu melenggang pergi dari apartemen Kai.
Kai menatap sendu pintu apartemennya. Kai tau Kyungsoo pasti salah paham dengan kejadian tadi. Kai terlalu syok dengan apa yang terjadi hingga tak bisa mengejar Kyungsoo dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Yeoja didepan Kai bingung dengan ekspresi Kai yang berubah sendu.
"Waeyo? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya yeoja itu.
"Kenapa kau kembali, Krys?" tanya Kai balik.
"Aku hanya ingin menemuimu" jawab yeoja itu. Kai menghela nafasnya.
"Pulanglah. Aku sedang tak ingin diganggu" usir Kai.
"Shirreo! Aku mau tetap disini! Lalu...siapa gadis tadi?" tolak yeoja itu.
"Itu bukan urusanmu, Krystal! Aku bilang PERGI!" bentak Kai diakhir kalimat. Yeoja itu –Krystal merengut dan pergi dari apartemen Kai. Kai menghela nafasnya kasar. Baru saja dia ingin menikmati liburan bersama Kyungsoo tapi dihancurkan dengan datangnya sosok yang tak ingin ditemuinya.
.
.
.
Kyungsoo berjalan gontai menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan pandangan mata Kyungsoo kosong. Pikiran Kyungsoo masih terpaku pada kejadian dimana Kai dicium yeoja lain yang ia tak kenal. Kyungsoo menahan air matanya agar tak menangis dijalan. Kyungsoo masih tak habis pikir kenapa Kai sebegitu teganya menyakitinya. Kekasih hatinya dicium yeoja lain didepan matamu dan kekasihmu tak ada penolakan. Pertahanan Kyungsoo runtuh. Air matanya mengalir begitu saja. Dengan cepat Kyungsoo mengusap kasar air matanya dan berlari menuju rumahnya.
Kyungsoo menangis sejadi-jadinya didalam kamar. Kyungsoo tak mempedulikan eommanya yang memanggil-manggilnya dari luar kamar. Saat ini Kyungsoo hanya ingin sendiri dan melampiaskan kekesalannya dengan menangis. Kyungsoo ingin sekali melupakan Kai tapi tidak semudah itu. Setiap kali Kyungsoo ingin melupakan Kai pasti hal-hal indah yang Kai lakukan untuknya teringat kembali dikepala Kyungsoo. Momen-momen indahnya dulu bersama Kai seakan seperti film yang diputar kembali yang membuat Kyungsoo semakin keras menangis. Rasa sakitnya yang teramat tak bisa mengalahkan rasa cintanya ke Kai. Kyungsoo sudah terlanjur mencintai Kai hingga dia tak bisa membenci Kai.
.
.
.
.
Seharian ini Kai hanya duduk dimeja makan dan memandang bangku depannya yang tadi duduki Kyungsoo. Perasaan menyesal dan bersalah menghantui pikiran Kai. Kai tak sedikitpun menyentuh makanannya. Kai hanya memandangi dengan tatapan kosong. Ponsel Kai bergetar dan nama Suho tertera dilayar ponselnya. Kai menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponselnya ketelinganya.
"Waeyo, hyung?"
"Gwenchana?"
"Angwenchana"
"Waeyo? Apa terjadi sesuatu?"
"Dia kembali, hyung"
"nugu?"
"Krystal. Jung Krystal"
.
.
.
.
Baekhyun, Luhan, Sehun dan Chanyeol saat ini berada dipantai. Mereka menikmati suasana pantai yang tak pernah mereka lihat selama di Seoul. Baekhyun dan Luhan yang terlihat paling antusias bermain dipantai. Mereka berdua berlarian da saling mengejar. Sehun dan Chanyeol hanya mengamati kekasihnya itu dari jauh. Chanyeol membidikkan kameranya kearah Baekhyun. Setiap apa yang dilakukan Baekhyun akan diabadikan Chanyeol melalui kamera SLRnya. Sedangkan Sehun tersenyum melihat tingkah rusa kecilnya itu. luhan memang lebih tua dari Sehun tetapi tingkahnya masih seperti anak kecil.
Setelah puas memotret Baekhyun, Chanyeol melihat-lihat hasil jepretannya. Senyum chanyeol mengembang melihat hasil jepretannya yang sangat bagus. Baekhyun dan Luhan menghampiri Sehun dan Chanyeol. Luhan mendudukan dirinya disebelah Sehun dan meletakkan kepalanya dibahu Sehun. Sehun mengelus rambut Luhan penuh sayang. Luhan masih terengah-engah dan mencoba menstabilkan nafasnya akibat berlarian dengan Baekhyun. Baekhyun mendudukkan diri disamping Chanyeol dan merebut minuman Chanyeol. Kedua yeoja itu tampak lelah setelah berlarian dan bermain air dipantai.
"Bagaiman jika kita istirahat saja? Kulihat kalian berdua sudah kecapekan" ajak Sehun.
"Sebentar Sehunnie…Aku masih ingin menikmati indahnya pantai ini" rengek Luhan.
"Lihatlah Baekhyun Noona. Dia sudah sangat capek" bujuk Sehun. Luhan menolehkan kepalanya kearah Baekhyun dan benar saja Baekhyun sudah tidur dipangkuan Chanyeol.
"Baiklah" ucap Luhan lesu.
"Kau masih bisa kesini lagi, Lu. Kita masih punya banyak waktu" hibur Sehun. Luhan mengangguk dan menggandeng tangan Sehun.
Chanyeol membopong Baekhyun Bridal style. Chanyeol tak tega membangunkan Baekhyun yang telah tertidur pulas. Chanyeol mengikuti Sehun dan Luhan menuju villa milik keluarga Luhan.
Sesampainya di villa, Chanyeol membaringkan tubuh Baekhyun diranjang kamar Luhan dan Baekhyun. Chanyeol keluar kamar itu dan menuju ruang TV dimana Sehun dan Luhan berada. Chanyeol merebahkan dirinya di kursi single sebelah sofa yang ditempati Sehun dan Luhan.
"Aku tak menyangka Baekhyun seberat itu" keluh Chanyeol.
"Jika Baekhyun tau kau pasti akan dipukulnya. Seenaknya saja bilang dia berat" cibir Luhan.
"Itu kenyataan. Dia memang berat tapi aku akan tetap menggendongnya seberat apapun dia" ucap Chanyeol.
"Ya! Mana ada wanita yang mau dibilang berat apalagi oleh kekasihnya sendiri. Wanita sangat sensitive jika mempermasalahkan berat badan kau tau!" sengit Luhan.
"Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya. Kenapa dia sewot begitu" gerutu Chanyeol. Sehun terkikik melihat pertengkaran Luhan dan Chanyeol hanya karena masalah berat.
"Aku tidur sajalah" kata Chanyeol dan beranjak dari duduknya dan mulai melangkah kekamar.
"Tunggu! Kau mau kekamar yang mana?" tanya Luhan.
"Tentu saja kamarku dan Sehun. Atau kau mengijinkanku sekamar dengan Baekhyun?" goda Chanyeol dan mengeluarkan smirknya.
"YA! Enak saja! Aku tak akan membiarkan baby Byunku kau apa-apakan!" teriak Luhan. Chanyeol tertawa dan meninggalkan Luhan yang penuh emosi.
"Awas saja jika dia menyentuh Baekhyun secuil saja. Aku akan membunuhnya" gerutu Luhan.
.
.
.
.
.
Kyungsoo bangun dari tidurnya dan mendudukkan dirinya. Matanya terlihat sembab dan rambutnya berantakan. Kyungsoo beranjak menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya setelah semalaman dia menangis. Beberapa menit kemudian Kyungsoo keluar dari kamar mandi dengan badan yang tampak segar walaupun wajahnya masih terlihat kusut. Kyungsoo mendudukan dirinya dimeja riasnya. Kyungsoo melihat pantulan dirinya yang terlihat mengerikan. Kyungsoo memoles beberapa krim dan bedak untuk menyamarkan kantung mata dan mata sembabnya. Setelah dirasa cukup Kyungsoo memutuskan untuk turun dan sarapan bersama orang tuanya. Ponsel Kyungsoo bergetar dan membuat Kyungsoo mengurungkan niatnya. Hanya sebuah nomer tak diketahui yang tertera dalam layar ponsel Kyungsoo. Kyungsoo mengangkat panggilan itu. Setelah beberapa saat berbicara Kyungsoo memutuskan sambungan teleponnya dan meletakkan ponselnya dimeja riasnya.
.
.
.
.
.
"Kai…Kau tak apa-apa?"
"Aku tak apa-apa hyung. Kenapa kau meneleponku sepagi ini?"
"Itu karena kau memutuskan teleponku semalam!"
"Aku lelah, hyung"
"Apa hyung perlu pulang?"
"Aniyo, hyung. Kasihan Yixing Noona"
"Disini Yixing mengkhawatirkanmu, pabo! Apa dia menghubungimu lagi?"
"Ani. Setelah kemarin kuusir dia tidak datang lagi"
"Lalu bagaimana dengan Kyungsoo? Apa dia tau?"
"Tentu saja tau hyung. Dia melihat semuanya bahkan saat Krystal menciumku dia ada dihadapanku"
"MWO?!"
"Aish…tak bisakah kau tak berteriak, hyung!"
"Kau! Bagaimana bisa dia melihatmu? Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Aku tak ingin membahasnya, hyung"
Pip
Kai memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Kai terlalu lelah untuk menjelaskan semuanya kepada hyungnya. Pikirannya sekarang masih tertuju ke Kyungsoo. Kai mencari cara untuk menjelaskan semuanya kepada kekasihnya itu. Tapi semua tidak akan pernah selesai jika Krystal masih berada disekitarnya. Kai meruntuki Krystal yagn datang disaat yang tidak tepat. Kai menghembuskan nafasnya kasar. Hari ini Kai akan menemui Kyungsoo dan menjelaskan semuanya.
.
.
.
.
Kyungsoo memasuki sebuah kafe tempat dimana dia akan bertemu dengan seseorang yang meneleponnya tadi. Kyungsoo mengedarkan pandangannya. Seorang pelayan menghampiri Kyungsoo yang sedang kebingungan.
"Ada yang bisa saya bantu, nona?" tanya pelayan itu ramah
"Saya berjanji dengan seseorang ditempat ini tetapi saya tak tau dimana orang itu duduk" jawab Kyungsoo kikuk.
"Apakah anda yang bernama nona Do Kyungsoo?" tanya pelayan itu.
"Ne, saya Do Kyungsoo"
"Saya akan mengantarkan anda kemeja yang telah dipesan sebelumnya" ucap pelayan itu dan mengajak Kyungsoo untuk mengikutinya. Kyungsoo menurut dan mengikuti pelayan itu yang entah akan membawanya kemana.
"Silahkan masuk. Sudah ada yang menunggu anda. Saya permisi" ucap pelayan itu mempersilahkan Kyungsoo masuk disebuah ruangan dan meninggalkan Kyungsoo. Kyungsoo yang bingung hanya menurut dan membuka sebuah pintu. Saat Kyungsoo memasuki ruangan itu dia melihat ada dua orang yang menunggunya. Seorang namja paruh baya dan yeoja yang kemarin mencium Kai dan meneleponnya tadi pagi.
"Duduklah. Jangan sungkan" ucap namja paruh baya. Kyungsoo mengangguk dan duduk dikursinya. Kyungsoo merasa canggung sekarang berhadapan dengan dua orang yang tidak dikenalinya.
"Annyeong eonnie. Mian kemarin aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Jung Krystal. Kau bisa memanggilku Krystal" ucap Krystal ceria.
"Nama saya Do Kyungsoo" ucap Kyungsoo canggung.
"Tak usah seformal itu padaku eonnie. Aku lebih muda darimu. Aku sebaya dengan Kai" ujar Krystal mencairkan suasana.
"Maafkan aku dan cucuku karena mengganggumu" ujar namja paruh baya itu.
"Perkenalkan namaku Kim JongWoon atau kau bisa memanggilku Yesung" lanjut namja paruh baya itu.
"Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu eonnie. Mian jika aku lancang dan berbuat seenaknya" ucap Krystal penuh penyesalan.
"Tapi bisakah selama seminggu ini eonnie melepas Kai?" mohon Krystal. Kyungsoo membulatkan matanya dan menatap tak percaya Krystal. Krystal menyuruhnya melepas Kai selama seminggu? Maldo andwe!
.
.
.
.
.
.
tebeceh
Sumpah ini absurb banget. Aku bingung harus buat konflik kayak gimana lagi. Nah…disini Krystal udah nunjukin belangnya. Apa alasan krystal? Dan siapa itu Kim JongWoon? Kkkkk. Kita nantikan saja chap selanjutnya. Muehehehehe. Mian kalo masih kependekan. maafkan aku...
MIND TO REVIEW?
