LAST LOVE

CAST : KAISOO, SLIGHT HUNHAN AND CHANBAEK

GS FOR ALL UKE

.

.

.

.

NO SIDERS!

.

.

.

DON'T BASH!

.

.

.

.

REVIEW PLIS!

.

.

.

.

SEMUA CAST BUKAN MILIKKU DAN IDE MURNI DARI OTAKKU

.

.

.

.

ENJOY

.

.

.

.

CHAPTER 5

.

.

.

.

HAPPY READING!

.

.

.

Kyungsoo berjalan menunduk. Banyak sekali hal yang dipikirkannya saat ini. Kyungsoo sendiri bingung dengan keputusan yang diambilnya tapi Kyungsoo yakin dia bisa melaluinya. Tiba-tiba saja tubuhnya dipeluk erat oleh seseorang. Tanpa Kyungsoo melihatpun dia sudah tau siapa yang memeluknya.

"Mianhae…mianhae" gumam Kai disela-sela pelukannya. Kyungsoo sama sekali tak membalas pelukan Kai.

Kai melepaskan pelukannya dan menatap Kyungsoo yang sedari tadi hanya diam. Kai memperhatikan Kyungsoo yang sedari tadi menundukkan kepalanya. Kai merasa bodoh karena dirinya menyakiti malaikat hatinya ini. Kai bersimpuh dihadapan Kyungsoo. Seketika Kyungsoo mendongakkan kepalanya dan menatap Kai yang berlutut dihadapannya. Kai menggenggam tangan Kyungsoo dan menciumnya lama. Tangan Kyungsoo bergerak menyeka air mata Kai yang entah kapan mengalir.

"Mianhae, Soo. Aku akan menjelaskan semuanya asalkan kau tak mendiamkanku begini" pinta Kai.

"Tak ada yang perlu dijelaskan Kai. Aku mengerti" ucap Kyungsoo dengan senyumannya. Senyuman yang dipaksakan.

"Kau tak mengerti Soo. Aku…Aku…"

"Ssssttt…Kau tak perlu menjelaskan apapun" ucap Kyungsoo. Kai memandang Kyungsoo penuh dengan kebingungan dan tak mengerti apa yang dimaksudkannya.

"Untuk saat ini jangan temui aku dulu. Pergilah temui Krystal. Dia lebih membutuhkanmu" ucap Kyungsoo.

Tubuh Kai seketika seperti tersambar petir. Jantungnya berhenti berdetak sejenak. Semua akal sehatnya hilang menguap. Kai tak sanggup lagi menumpu tubuhnya hingga ia bersimpuh ditrotoar.

"Aku tak apa Kai. Jangan pedulikan aku. Pusatkanlah perhatianmu ke Krystal. Dia jauh lebih membutuhkanmu dibanding aku" lanjut Kyungsoo dan membelai pipi Kai.

"Tapi aku membutuhkanmu, Soo. Pikirkanlah perasaanku" lirih Kai.

"Aku tau kau bisa Kai tanpaku" bujuk Kyungsoo.

"Kau berjanji untuk tak pernah pergi dariku, Soo" ucap Kai dan menatap Kyungsoo.

"Maaf Kai tapi aku..."

"Hajima" potong Kai cepat.

"Maaf, Kai. Aku tak bisa menepati janjiku. Saranghae" sesal Kyungsoo dan meninggalkan Kai yang masih bersimpuh ditrotoar.

"Hajima! Kajima!" gumam Kai dan air matanya mengalir tanpa bisa dihentikan.

Tubuh Kyungsoo bergetar menahan tangisnya. Kyungsoo tak sanggup menoleh kebelakang. Dirinya terlalu kejam kepada Kai. Tapi ini semua demi kebaikan Kai, dirinya dan juga Krystal. Kyungsoo sudah memutuskan untuk tak menemui Kai. Mianhae, Kai gumam Kyungsoo.

Kai mematung. Tubuhnya seperti dihantam sebuah batu besar. Otaknya tak dapat bekerja dengan baik setelah Kyungsoo mengatakan kata-kata perpisahan. Hancur sudah hatinya untuk kedua kalinya. Kai kehilangan lagi orang yang paling disayang. Orang yang mencerahkan hidupnya disaat dia terpuruk oleh kematian kedua orang tuanya. Kai mencoba berdiri. Tubuhnya masih saja berasa lemah. Saat ini Kai tak tau akan pergi kemana dan berbuat apa. Kepala dan hatinya benar-benar sakit.

.

.

.

.

.

Tubuh Kyungsoo merosot dibalik pintu rumahnya. Diriya tak sanggup lagi menahan tangis. Rasa sakit saat meninggalkan Kai begitu terasa. Hatinya memberontak saat Kyungsoo mengucapkan salam perpisahan tapi tubuh dan otaknya tak dapat diajak bekerja sama. Hancur. Itulah yang saat ini Kyungsoo rasakan. Semua yang Kyungsoo bangun untuk mempertahankan hatinya hancur berkeping-keping akibat keputusannya sendiri. Kyungsoo menangis sejadi-jadinya. Kyungsoo menelusupkan kepalanya diantara dua lututnya. Kyungsoo meringkuk tanpa mempedulikan fakta bahwa sekarang dia berada tepat didepan pintu. Untung saja hari ini appa dan eommanya sedang pergi dan menginap dirumah saudaranya sehingga kedua orang tuanya tak perlu khawatir melihat kondisi Kyungsoo saat ini.

.

.

.

Sehun bangun dari tidurnya saat dirasa ponselnya bergetar. Sehun meraba meja disamping ranjangnya untuk mencari ponselnya. Saat menemukannya langsung saja Sehun menggeser tombol hijau dan menempelkan ponselnya ketelinganya.

"Yeoboseyo?" ucap Sehun malas.

"Sehun-ah..." panggil Kai tak bersemangat dan suara bergetar.

"Kai? Wae? Ada apa dengan suaramu?" kaget Sehun dan langsung melebarkan matanya.

"Kyungsoo Noona memutuskanku" jawab Kai lirih yang masih bisa didengar Sehun.

"Bagaimana bisa?" gugup Sehun.

"'dia' datang dan mengacaukan segalanya"

"Nugu? Jangan membuatku penasaran Kai-ah!" ucap Sehun frustasi.

"Krystal" ucap Kai lesu. Mata Sehun membelalak saat mendengar nama seseorang disebut.

"A-Aku akan kesana. Kau sekarang dimana?"

"Aku ada diapartemenku"

"Kau jangan kemana-mana dan jangan membukakan pintu selain diriku. Arraseo?" perintah Sehun.

Pip

Sehun tergesa-gesa berganti pakaian. Chanyeol terbangun saat mendengar suara gemuruh yang ditimbulkan Sehun. Chanyeol mengerutkan dahinya saat melihat Sehun yang sibuk kesana-kemari dan tampak tergesa-gesa.

"Sedang apa kau?" tanya Chanyeol pada akhirnya.

"Hyung! Jika Luhan Noona bertanya dimana aku bilang saja aku disuruh appa untuk kembali" ucap Sehun tanpa menjawab pertanyaan Chanyeol.

"Dan jangan tanyakan apapun saat ini. Akan ku ceritakan nanti. Okay hyung? Aku pergi dulu" lanjut Sehun saat Chanyeol hendak membuka mulutnya lagi untuk bertanya. Chanyeol yang bingung hanya menggidikkan bahunya dan kembali tidur.

Sehun berjalan hati-hati agar tak menimbulkan suara saat keluar rumah. Sehun tidak ingin membangunkan Luhan maupun Baekhyun yang pasti akan menanyainya macam-macam. Setelah diluar rumah Sehun langsung menuju mobilnya dan menyalakan pelan-pelan dan melaju cepat. Sekarang masih dini hari, jam pun masih menunjukkan pukul 2. Sehun memecah keheningan malam dengan suara mobilnya yang melaju kencang. Sehun tau jarak Seoul-Busan jauh tapi demi sahabatnya yang sedang kesusahan Sehun rela menempuh waktu yang tak sebentar itu.

Beberapa jam kemudian Sehun sampai di apartemen Kai. Sehun memencet bel apartemen Kai dengan tak sabar. Kai membukakan pintu dan kemudian berjalan lesu kearah ruang tengah. Sehun hanya mengikuti Kai dari belakang dan ikut mendudukkan dirinya saat sahabatnya itu duduk.

"Wae? Malhaebwa" ucap Sehun lembut.

"Aku tak tau Sehun-ah. Tiba-tiba saja 'dia' datang dan memberiku kejutan. Saat itu ada Kyungsoo Noona disini dan 'dia' tiba-tiba saja menciumku didepan Kyungsoo Noona. Aku tak bisa berbuat apa-apa Sehun-ah" cerita Kai. Sehun tau jelas siapa 'dia' yang dimaksud Kai.

"Lalu?" tanya Sehun tenang.

"Aku merasa bersalah kepada Kyungsoo Noona karena tak menjelaskannya. Esoknya aku berencana untuk menjelaskan semuanya tapi Kyungsoo Noona tak ada dirumah jadi aku menunggunya seharian" Kai menghela nafasnya sebentar.

"Lalu aku melihatnya berjalan sendiri sambil menundukkan kepalanya. Aku menghampirinya dan memeluknya. Aku meminta maaf dan ingin menjelaskannya tapi dia bilang dia mengerti dan menyuruhku untuk tak menemuinya seminggu ini. Selain itu Kyungsoo Noona ingin aku menemui Krystal karena dia membutuhkanku. Dan hal yang paling membuatku hancur adalah dia meninggalkanku dan berkata 'saranghae'" jelas Kai yang menahan tangisnya.

Sehun diam mencerna semua perkataan Kai. Sehun merasa ada yang ganjil dengan cerita Kai. Tak menemui selama seminggu? Krystal membutuhkan Kai? Kyungsoo Noona diam saja dan melepaskan Kai? Pertanyaan itu muncul begitu saja dipikiran Sehun. Sehun benar-benar merasa aneh. Sepertinya Kyungsoo Noona bertindak bukan karena kemauannya, pasti ada seseorang yang menyuruhnya berbuat begitu. Tapi siapa? Monolog Sehun dalam hati. Tiba-tiba saja tubuh Sehun menegang. Sehun punya dugaan sementara sekarang.

"Kai…aku rasa ada yang aneh" ucap Sehun.

"Apa maksudmu Sehun?" tanya Kai. Sekarang Kai mulai tertarik dengan pembicaraan Sehun.

"Ini semua terlewat kebetulan Kai. Krystal datang dan kau putus dengan Kyungsoo Noona" Sehun mencoba memberi petunjuk. Kai berpikir. Sehun benar, semua terjadi begitu tiba-tiba saat Krystal datang.

"Dan aku rasa aku tau siapa dalang dibelakang Krystal" tutur Kai yang membuat Sehun menaikkan sebelah alis matanya.

"Mmmm…aku rasa kau harus mengikuti alurnya. Masalah Kyungsoo Noona serahkan saja padaku. Aku akan menjaganya" nasehat Sehun. Kai mengangguk dan menerawang jauh.

Sehun menyandarkan punggungnya, rasanya lelah sekali menyetir sendiri dari Busan ke Seoul. Sehun memejamkan matanya sebentar untuk melepas lelahnya.

"Tidurlah dulu, Sehun-ah. Aku tau kau lelah. Maafkan aku" sesal Kai.

"Tak apa. Kau sahabatku Kai. Sahabat terbaikku" ucap Sehun dan mengangkat kepalan tangannya kearah Kai. Kai tersenyum lalu mengepalkan tangannya dan membenturkan kekepalan tangan Sehun. Indahnya persahabatan.

"Aku akan mandi dulu. Kau santai saja dulu disini" ujar Kai dan meninggalkan Sehun.

Sehun meregangkan tubuhnya yang terasa kaku. Sehun menyamankan posisinya agar nyaman saat tidur. Baru saja Sehun merebahkan tubuhnya diatas sofa, ponselnya bergetar. Sehun berdecak dan mengambil ponsel didalam saku celananya. Ternyata ada sebuah pesan dari kekasihnya. Sehun membuka pesan singkat itu.

From: Lu deer

Sehunnie…Kenapa kau pergi tanpa memberitahuku~~~? Kau jahat! L

Sehun tersenyum melihat isi pesan singkat Luhan. Sehun tau pasti sekarang Luhan sedang merajuk manja. Sehun menyimpan ponselnya kembali tak berniat membalas pesan kekasihnya itu. Akan ku jelaskan nanti piker Sehun. Sehun kembali merebahkan tubuhnya dan mencoba untuk tidur.

.

.

.

.

.

Pagi-pagi sekali Luhan sudah menekukkan wajahnya. Padahal Luhan berniat untuk membuatkan sarapan untuk Sehun tapi saat Chanyeol keluar kamar tanpa Sehun mengundang tanya Luhan. Dan ternyata semalam Sehun harus pergi ke Seoul. Heol…Luhan benar-benar kecewa sekali. Sehun benar-benar membuat seekor rusa menjadi singa. Baekhyun memandang sedih eonnienya itu. Sebelum tidur, Luhan mengungkapkan keinginannya untuk membuatkan Sehun sarapan layaknya istri membuatkan sarapan untuk sang suami. Luhan begitu semangat saat menjelaskan rencananya. Bahkan mata rusa milik Luhan semakin berbinar. Baekhyun mendesah pelan.

"Sudahlah eonnie. Mungkin Sehun memang sedang ada kerjaan. Bukankah ini untuk masa depan kalian juga? Yah…bayangkan saja Sehun yang sedang dinas keluar kota. Saat Sehun kembali nanti sambut dia dengan masakanmu, eonnie" bujuk Baekhyun.

Luhan terlihat berpikir. Mungkin Baekhyun benar batin Luhan.

"Baiklah. Nanti kau temani aku ke pasar ya Baek. Kita akan belanja!" semangat Luhan. Baekhyun mengangguk antusias. Chanyeol hanya memperhatikan interaksi dua yeoja didepannya. Chanyeol tak ingin mengganggu pembicaraan mereka karena jika Chanyeol salah ucap sedikit saja si bunny itu juga akan berubah menjadi singa. Bisa habis dirinya jika kedua yeoja itu sudah berubah jadi singa. Chanyeol bergidik ngeri membayangkannya.

.

.

.

.

.

Kai menyandarkan punggungnya dikursi. Matanya menatap keluar ruangan dan melihat sekitarnya. Sesekali Kai meminum cappucino yang dipesannya. Sudah hampir setengah jam Kai menunggu tapi orang yang membuat janji dengannya tak kunjung datang juga. Sebenarnya Kai malas menemui 'orang itu' tapi Sehun terus saja mengomel untuk segera menemui'nya'. Dan disinilah Kai sekarang menunggu dan terus menunggu.

"KAI!" teriak seseorang dan berlari menghampiri Kai. Kai menoleh kemudian membuang mukanya.

"Kau sudah lama menunggu? Mian aku terlambat" rengek manja 'orang itu' dan merangkul mesra lengan Kai. Kai diam tak merespon apapun yang 'orang itu' lakukan.

"Kai~~~" rengek Krystal –orang itu manja dan menggoyangkan lengan Kai. Kai menolehkan kepalanya ke arah Krystal.

"Mian jika kau menunggu terlalu lama" sesal Krystal yang dibuat sememelas mungkin.

"Aku paling tidak suka menunggu" jawab Kai cuek dan mengalihkan pandangannya.

"Kalau begitu kita langsung saja jalan-jalan" ucap Krystal bersemangat dan menarik lengan Kai. Kai berdiri dengan malas dan mengikuti Krystal.

Krystal membawa Kai ke Namsan Tower. Krystal terlihat sangat bersemangat sekali saat akan menuju puncak Namsan Tower. Kai mengacuhkan Krystal yang sedari tadi mengoceh tentang Seoul yang terlihat berbeda dari dulu. Krystal terus saja mengoceh dan membuat Kai jengah. Bisa-bisa Kai gila jika harus bersama dengan Krystal. Kai jadi ingat dengan Kyungsoonya. Kyungsoo lebih banyak diam tapi Kai suka itu. lamunan Kai buyar saat Krystal memanggil namanya.

"KAI!" bentak Krystal.

"Ayok kita beli gembok cinta!" paksa Krystal dan menarik tangan Kai. Kai mendengus kasar. Krystal asik memilih gembok yang akan dipasangnya nanti.

"Kau tau aku sangat ingin sekali kesini dan memasang gembok cinta bersama kekasihku. Dan sekarang aku melakukannya" ucap Krystal senang. Tapi aku bukan kekasihmu ucap Kai dalam hati.

"Kau ingin menulis apa Kai digembok kita?" tanya Krystal.

"Terserah kau" cuek Kai.

"Baiklah kalau begitu. Ja~~ sudah selesai. Ayok kita pasang" seru Krystal. Kai hanya mengekori Krystal malas.

"Aku sudah memasangnya. Kau tak ingin melihatnya?" tanya Krystal.

"Tak perlu" ucap Kai dingin.

Seharian ini Kai menemani Krystal yang mengajaknya keliling Seoul. Kai benar-benar sangat capek. Krystal tak henti-hentinya berbelanja dan selalu menariknya kesetiap toko yang menurutnya menarik. Kai merebahkan tubuhnya disofa apartemennya setelah mengantar Krystal pulang kembali ke hotelnya. Kai menghela nafasnya dan mulai memejamkan matanya. Ponsel Kai bergetar. Kai mengangkat panggilan telponnya tanpa melihat siapa yang menelepon.

"Yeoboseyo?"

"Kau sudah pulang dari acara kencanmu?"

"Hm. Wae?"

"Bagaimana?"

"Melelahkan"

"Hahaha...nikmati saja"

"Hah...aku jadi merindukan Kyungsoo Noona"

"Tenang saja Kai. Dia baik-baik saja"

"Kau sudah sampai di Busan?"

"Eoh, baru saja sampai"

"Aku rasa Luhan Noona akan marah besar kepadamu"

"Bila itu terjadi aku akan membunuhmu"

"Hahaha...Selamat menikmati amarah Luhan Noona"

Pip

Kai beranjak dari duduknya dan menuju kamar mandi. Kai merasa gerah setelah seharian berkeliling. Air hangat akan merilekskan lagi tubuhnya dan perasaannya mungkin.

.

.

.

.

Sehun keluar dari mobilnya setelah menelepon Kai. Hari ini melelahkan untuknya karena dalam sehari harus bolak-balik Seoul-Busan. Dengan langkah gontai Sehun memasuki villa. Sehun memasuki villa itu dan merasakan hawa yang teramat sangat tenang. Sehun berjalan mengelilingi villa itu untuk mencari keberadaan kekasihnya dan teman-temannya. Tapi villa itu luar biasa sepi. Sehun mengerutkan dahinya. Kemana mereka? batin Sehun. Suara berisik terdengar dari pintu depan dan saat pintu terbuka menampakkan 3 manusia yang dicari Sehun sedari tadi. Mereka bertiga asik mengobrol hingga tak menyadari keberadaan Sehun.

"Kalian darimana saja?" tanya Sehun. Ketiga orang itu diam dan menolehkan pandangan mereka kearah Sehun.

"Oh...Kau sudah pulang Sehun-ah" ucap Chanyeol.

"Bukankah tadi benar-benar seru, Baek. Aku jadi ingin kesana lagi" ucap Luhan mengacuhkan pertanyaan Sehun.

"Kau benar, eonnie. Kita harus kesana lagi" balas Baekhyun. Luhan dan Baekhyun meneruskan obrolan mereka yang tertunda dan melangkahkan kaki mereka kekamar tanpa mempedulikan tatapan penuh tanya dari Sehun. Sehun menatap Chanyeol seolah bertanya apa yang terjadi.

"Jangan tanya aku. Aku tak tau apa-apa" jawab Chanyeol yang mengerti maksud tatapan Sehun. Sehun menghela nafasnya dan menuju kamarnya dan Chanyeol. Sehun terlalu lelah untuk memikirkan apa yang terjadi kepada Luhannya. Chanyeol mengikuti Sehun menuju kamar mereka.

"Jadi ada yang ingin kau ceritakan?" tanya Chanyeol saat mereka sudah berada dikamar.

"Aku lelah. Kita bicarakan nanti. Perjalanan Busan-Seoul-Busan menguras tenagaku" keluh Sehun dan memejamkan matanya yang sudah sedari tadi ingin menutup. Chanyeol mendengus.

.

.

.

.

tebeceh

Masih pendek? jelas. disini aku buat Hunhan bertengkar. Maafkan aku membuat Kai mewek gitu tapi aku pengen buat Kai menderita tapi jangan salahkan Kyungsoo. Semua ada alasannya dan jika sudah saatnya akan terungkap. Apakah kalian sudah bosan dengan ceritanya? Kuk lama-lama kayak sinetron ya epep ku. Padahal aku pengen buat lovey-doveynya Kaisoo tapi malah jadi seperti ini. Maafkan aku... T,T. Klo emang kalian sudah gag minat bilang aja ya. Nanti aku stop kelanjutan epep ini. Soalnya aku juga agak kehilangan feel. tak kusangka dichap kemarin banyak yang review. Aku kira udah pada kehilangan minat ma epep ini. Gomawo readers-dul. Jangan lupa review lagi ya...

Sekilas promo: Aku udah share epep tentang Hunhan dengan judul TWO SIDE OF YOU dan THE REASON. kedua epep itu saling berkelanjutan. baca dulu yang Two side of you baru yang The reason biar nyambung. Epep itu buat event Hunhan Bubble Tea Couple. Silahkan dibaca jika para readers-dul berminat. Gomawo ^^

Big thanks to:

zoldyk, yixingcom, qie kaisoo 2, kimyori95, ViraaHee, Valencia Byun, SognatoreL, PandaCherry, NadynaDyna, Kyungra26, Desta Soo, ruixi1, lee kaisoo, kyunginsoo, hyeraPark, didinsoo, ariviavina6, Panda XOXO, NezuYuki, AraSabila, LuXiaoLu, , dhyamanta1214, kmy, Sniaanggrn, NopwillineKaiSoo, Yesha1214, .16, Insooie baby, dorekyungsoo93, ayp, Riskalaheb