LAST LOVE

CAST : KAISOO, SLIGHT HUNHAN AND CHANBAEK

GS FOR ALL UKE

.

.

.

.

NO SIDERS!

.

.

.

DON'T BASH!

.

.

.

.

REVIEW PLIS!

.

.

.

.

SEMUA CAST BUKAN MILIKKU DAN IDE MURNI DARI OTAKKU

.

.

.

.

ENJOY

.

.

.

.

CHAPTER 7

.

.

.

.

HAPPY READING!

.

.

.

Sehun dan Kai terfokus pada layar TV. Mereka sedang bermain PS setelah pulang sekolah. Terlalu malas bagi mereka untuk sekedar jalan-jalan keluar. Tangan lincah Sehun dan Kai membuat suara khas pencetan tombol di apartemen Kai. Mereka berdua sama sekali tak ada yang bersuara dan masih fokus memainkan joy stick masing-masing.

"Ck. Kalian ini tak ada kerjaan selain bermain PS apa!" decak namja yang baru datang –Suho.

"Eobbseo" jawab Sehun dan Kai serentak tanpa menolehkan pandangan mereka. Suho mendengus melihat kedua dongsaengnya itu. Suho memutuskan untuk pergi kedapur.

"Chan hyung kemana?" tanya Kai yang masih berkutat dengan kegiatannya.

"Kencan" jawab Sehun singkat.

"Kau tak kencan?" tanya Kai lagi.

"Kau juga tak kencan?" tanya Sehun balik. Tiba-tiba saja Kai mempause permainan mereka.

"YA! Aku hampir menang!" protes Sehun.

"Wae?" lanjut Sehun yang menyadari Kai diam saja.

Kai beranjak dan meninggalkan Sehun tanpa menjawab pertanyaannya. Sehun heran dengan tingkah laku Kai akhir-akhir ini. Sehun merasa Kai sedikit berubah. Kai terkesan lebih dingin dan menutup diri. Dan yang paling aneh bagi Sehun yaitu Kai selalu mengacuhkan Kyungsoo dan mengannggap Kyungsoo tak pernah ada. Sehun tau betul seberapa sukanya Kai ke Kyungsoo tapi sekarang seolah-olah mereka menjadi jauh.

"Dimana Kai?" tanya Suho mendekati Sehun dan membawa beberapa snack dan minuman untuk mereka.

"Keluar" jawab Sehun singkat. Suho menaikkan sebelah alisnya.

"Keluar?" tanya Suho memastikan. Sehun mengangguk.

"Hyung, apa kau merasakan ada yang aneh dengan Kai?" tanya Sehun saat Suho sudah duduk disofa.

"Memang aneh dan kurasa ada hubungannya dengan Kyungsoo" tutur Suho.

"Kyungsoo Noona?"

"Aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi" ucap Suho.

"Ah...mungkin saja berhubungan juga dengan Krystal, hyung" seru Sehun yang otak cerdasnya bekerja cepat.

"Krystal? Ada apa dengannya?" tanya Suho penasaran.

"Hyung tak tau? Kyungsoo memutuskan Kai secara sepihak saat Krystal kembali ke Korea dan meminta Kai untuk menjauhinya selama seminggu" jelas Sehun. Suho mengerutkan keningnya.

"Tapi setelah itu aku tak tau lagi apa yang terjadi hyung" lanjut Sehun.

"Ini benar-benar gawat Sehun-ah. Saat aku kembali ke Korea dan langsung ke apartemen Kai. Apartemen ini benar-benar berantakan seperti ada badai yang habis menyerang. Dan saat itulah aku melihat ada perubahan dari sikap Kai" cerita Suho.

"Apa yang harus kita lakukan, hyung?" tanya Sehun.

"Aku ada ide" ucap Suho dengan seringaiannya.

.

.

.

.

Kai berjalan tak tentu arah. Setiap orang yang menanyakan hubungannya dengan Kyungsoo membuatnya sedikit marah. Memori Kai akan memutar balik dimana Kyungsoo bersama 'orang itu' untuk mengkhianatinya. Hal itu membuatnya kesal dan tak dapat berfikir jernih. Langkah Kai terhenti saat melihat pemandangan yang membuatnya terbakar. Kai melihat gadis yang dulu dicintainya –sekarang juga masih sedang berduaan dengan namja yang Kai kenal betul siapa dia ditaman. Dia adalah Myungsoo. Namja yang yang juga mencintai Kyungsoo secara diam-diam. Bagaimana Kai bisa tau jika Myungsoo mencintai Kyungsoo? mungkin perasaan lelaki.

Terlihat Kyungsoo yang tertawa didepan Myungsoo membuat hatinya terbakar emosi. Tawa itu seharusnya hanya untuk Kai tapi sekarang Kyungsoo membaginya untuk orang lain. Kai semakin mengepalkan tangannya melihat kedekatan mereka. Mata Kai membelalak lebar, hatinya semakin panas. Kai berjalan cepat menuju Kyungsoo dan Myungsoo berada.

BRUK

"KAI!" jerit Kyungsoo histeris melihat Kai memukul pipi Myungsoo. Myungsoo jatuh tersungkur dan memegangi pipinya dan terlihat sedikit darah disudut bibir Myungsoo.

Nafas Kai tersengal-sengal menahan amarah. Dipandanginya Myungsoo dengan tatapan mengintimidasi dan membunuh. Kai tidak bisa tinggal diam saja saat melihat tangan Myungsoo yang akan menyentuh wajah Kyungsoo.

"Gwenchanayo, Myungsoo-ssi?" tanya Kyungsoo yang berusaha membantu Myungsoo berdiri. Kai semakin geram melihat Kyungsoo membantu Myungsoo. Kai menarik tangan Kyungsoo kasar dan menyeretnya pergi menjauh dari Myungsoo. Kyungsoo memberontak saat Kai akan membawanya pergi.

Kai menghempaskan tangan Kyungsoo saat mereka berada ditaman yang sepi. Kai memandang sengit Kyungsoo didepannya yang kesakitan dibagian tangannya karena Kai mencengkeramnya keras.

"Jangan pernah berdekatan dengannya!" ucap Kai penuh penekanan.

"Waeyo?" tanya Kyungsoo.

"Aku bilang jangan pernah!" ucap Kai sedikit emosi.

"Apa pedulimu?!" tanya Kyungsoo yang mulai terpancing emosinya.

"Aku tak suka kau berdekatan dengan namja lain!" geram Kai.

"Wae? Kenapa kau tak suka? Kau bahkan menjauhiku dan menyuruhku jangan menemuimu lagi. Lalu kenapa kau berkata seperti itu?" ucap Kyungsoo yang pada akhir kalimat semakin lirih.

"Jadi setelah aku menyuruhmu menjauhiku kau bisa bebas pergi dengan namja lain begitu?" tanya Kai dingin.

"Apa maksudmu?" tanya Kyungsoo bingung.

"Kau benar-benar gadis murahan"

PLAK

Kyungsoo menampar Kai dengan penuh emosi. Kai mengatainya murahan membuatnya naik darah. Kai mengusap pipinya dan tertawa remeh.

"Kau ingin membalas perlakuanku kepada teman kencanmu tadi?" tanya Kai remeh.

"Kau berubah Kai. Kai yang aku cintai tak seperti ini" ucap Kyungsoo dan meninggalkan Kai.

"Itu semua karenamu, Do Kyungsoo! Kau yang memaksaku seperti ini!" teriak Kai saat Kyungsoo semakin menjauh.

"AAARRRGGGHHHHH!" jerit Kai kesal bersimpuh dan mengacak-acak rambutnya.

Air mata Kai mengalir begitu saja. Hatinya sakit saat mengatakan kata-kata yang tak sepantasnya ia katakan ke Kyungsoo. Akal sehatnya direbut emosinya hingga membuatnya kalap. Hancur semakin hancur perasaan Kai melihat Kyungsoo menatapnya kecewa dengan semua perlakuannya. Kau mengubahku menjadi begini, Soo gumam Kai disela-sela tangisnya.

.

.

.

.

Sehun berdiri didepan rumah Luhan. Sehun berniat menjelaskan semuanya yang terjadi ke Luhan. Sehun memencet bel rumah Luhan tapi tak ada yang menjawabnya. Sehun memencet bel rumah Luhan lagi tapi tetap saja tak ada jawaban dari dalam rumah. Apa Luhan Noona pergi tanya Sehun dalam hati. Saat Sehun akan memencet bel tiba-tiba saja pintu rumah Luhan terbuka dan menampilkan sosok Luhan yang yang sedikit berantakan. Rambut Luhan diikat asal, apron yang dipakainya banyak bekas tepung, wajah Luhan banyak terdapat coretan putih yang Sehun yakini itu berasal dari tepung.

Luhan terpaku saat melihat siapa yang bertamu dirumahnya. Sehun memandang Luhan penuh rasa rindu. Sehun langsung saja menghambur dan memeluk Luhan. Luhan terkejut dengan perilaku kekasihnya ini. Bisa Luhan dengar bisikan Sehun yang meminta maaf. Luhan yang tersadar segera melepaskan pelukan Sehun. Sehun kecewa saat pelukannya lepas.

"Apa yang kau lakukan disini, Tuan Oh?" tanya Luhan dingin.

"Mianhae, Lu. Aku bersalah" lirih Sehun. Luhan langsung saja menutup pintu rumahnya tapi tangan Sehun dengan cepat menahan pintu dan membuka paksa pintu yang akan ditutup Luhan. Luhan memandang datar Sehun yang berhasil membuka pintu rumahnya lagi. Tanpa banyak bicara Luhan meninggalkan Sehun dan menuju ke dapur dimana sebelumnya Luhan berada.

Sehun mengekori Luhan setelah menutup pintu. Sehun duduk disalah satu kursi yang jauh dari Luhan. Sehun mengamati Luhan yang saat ini sedang membuat kue. Luhan sibuk dengan kegiatannya tanpa mempedulikan Sehun yang terus memandanginya.

Akhirnya kue buatan Luhan sudah jadi. Sekarang Luhan mulai membereskan segala peralatan yang digunakannya tadi dan mencucinya. Luhan yang sedang asik mencuci alat-alat masaknya tak menyadari Sehun yang mendekatinya. Sehun memeluk Luhan dari belakang dan menyandarkan dibahu Luhan. Luhan berjingit terkejut saat ada yang memeluknya dari belakang. Luhan membiarkan Sehun memeluknya. Tak bisa dipungkiri Luhan bahwa dia sangat rindu dengan kekasih albinonya ini. Pertengkaran mereka membuat mereka tak saling tegur sapa selama beberapa hari.

"Dengarkan aku, Lu. Saat aku bilang bahwa appa ku meminta untuk kembali ke Seoul itu semua bohong. Sebenarnya aku pergi ke Seoul karena menemui Kai. Kai meneleponku dan keadaannya sedang kacau saat itu. Kau tau sendirikan Kai selalu menceritakan semuanya kepadaku. Aku menemuinya dan dia bercerita jika Kyungsoo Noona memutuskannya secara sepihak. Itu semua terjadi saat Krystal kembali ke Korea" Luhan mulai tertarik dengan cerita Sehun.

"Dan saat kau mengirimiku pesan, sebenarnya aku sudah membacanya tapi aku terlalu lelah untuk membalas pesanmu. Dan aku memutuskan untuk tidur dan akan menjelaskan semuanya kepadamu saat aku pulang. Tapi ternyata kau marah dulu kepadaku sebelum sempat aku menjelaskannya" cerita Sehun.

Sehun membalikkan tubuh Luhan hingga mereka berhadapan. Sehun menatap Luhan lama begitu juga Luhan.

"Mianhae, Lu. Mianhae" ucap Sehun. Luhan memeluk erat Sehun.

"Kau harusnya memberitahuku, Sehunnie. Aku kecewa padamu" ucap Luhan dipelukan Sehun.

"Mianhae. Maafkan aku yang baru sekarang menceritakan semuanya padamu" sesal Sehun. Luhan semakin mengeratkan pelukannya.

Ponsel Luhan berdering membuat momen peluk-pelukan Sehun dan Luhan berakhir. Luhan mengecek siapa yang menelepon. Halabeoji? batin Luhan dan mengangkat teleponnya.

.

.

.

.

Luhan sangat marah sekarang. Pria dihadapannya ini menjelaskan segala sesuatunya ke Luhan juga Sehun. Ternyata yang selama ini membuat sahabatnya dan saudaranya menderita adalah pria paruh baya yang merupakan kakeknya.

"Bagaimana bisa halabeoji melakukan itu?! Halabeoji tau dampak dari keegoisan halabeoji?! Halabeoji membuat cucu halabeoji sendiri menderita! Tak bisakah halabeoji sekali saja membuatnya bahagia?!" marah Luhan yang meledak-ledak dengan halabeojinya itu. Yesung terdiam memikirkan semua perkataan Luhan.

"Tenanglah, Lu" bisik Sehun menenangkan Luhan.

"Aniya, Sehunnie. Halabeoji harus diberi tau dan dimarahi. Halabeoji selalu saja seenaknya sendiri! Bahkan Suho oppa juga ikut menderita karena halabeoji dengan seenaknya memintanya untuk menggantikan posisi appa Suho oppa!" kesal Luhan. Yesung terkejut mendengar penuturan Luhan.

"Darimana kau tau?" tanya Yesung gugup.

"Halabeoji kira aku tak tau? Aku tau semuanya halabeoji. Halabeoji meminta Suho oppa untuk menggantikan appanya setelah 2 tahun posisi itu kosong. Dan Suho oppa menolaknya tapi halabeoji mengancam akan menyuruh Kai yang menggantikan posisi itu bila Suho oppa tidak mau. Halabeoji pasti akan memaksa Kai dengan segala cara dan Suho oppa tak ingin melihat adiknya tersiksapun menyetujuinya. Selama ini Suho oppa menyembunyikannya dari Kai. Jika sampai Kai tau yang sebenarnya pasti Kai akan marah besar dan semakin membenci halabeoji" jelas Luhan panjang-lebar dan diakhiri dengan seringaiannya saat melihat wajah Yesung yang menegang.

Sehun tak percaya bahwa selama ini Luhan tau semua kelakuan halabeojinya. Dan bersikap seolah-olah tak mengetahui apapun didepan Kai atau Suho. Wah...ternyata Luhan pandai berakting juga.

"Itu...halabeoji bisa jelaskan, Luhan" ucap Yesung gugup.

"Tak perlu, halabeoji. Yang saat ini halabeoji pikirkan bagaimana membuat Kai dan Kyungsoo kembali lagi. Jangan tambah kesalahan lagi yang dapat memperpanjang daftar Kai untuk membenci halabeoji" sinis Luhan.

Yesung memijit kepalanya yang berdenyut. Pertemuan dengan Luhan hari ini membuatnya semakin merasa bersalah dan sakit kepala. Yesung memutuskan untuk menceritakan semuanya ke Luhan tapi tak disangkanya dirinya kena omel Luhan dan membongkar kelakuannya dulu dihadapan Sehun. Hidupnya semakin rumit seiring bertambah usianya. Dia sudah terlalu tua untuk memikirkan semuanya.

"Apa alasan Krystal meminta Kai menemaninya selama seminggu?" tanya Sehun penasaran.

"Itu karena Krystal akan menjalani terapinya di Amerika. Krystal didiagnosa mengalami kanker otak dan harus segera diterapi. Tapi Krystal meminta untuk dipertemukan dengan Kai. Katanya dia ingin menikmati seminggu bersama Kai sebelum dia menjalani terapinya yang menurutnya percuma saja karena dia akan tetap meninggal dalam waktu dekat" jelas Yesung. Sehun dan Luhan terkejut mendengar penjelasan Yesung.

"Benarkah Krystal akan meninggal?" tanya Luhan.

"Kata dokter umurnya tidak lama lagi tapi dokter tetap menyarankan untuk dilakukan terapi guna memperpanjang masa hidup Krystal. Tapi Krystal tak lagi berharap banyak dari terapi itu" tutur Yesung.

"Jadi itu maksud tersembunyi Krystal meminta Kai menemaninya selama seminggu. Pantas saja Kyungsoo Noona tak menolak permintaan Krystal" gumam Sehun.

"Kau berbicara sesuatu, Sehunnie?" tanya Luhan. Sehun menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

.

.

.

.

Tak ada kemajuan dari hubungan Kai dan Kyungsoo. Sekarang Kyungsoolah yang sering menghindari Kai. Insiden beberapa hari lalu membuat Kyungsoo enggan berdekatan dengan Kai. Kai sendiri menganggapnya angin lalu. Kai sudah tak peduli lagi dengan keadaan sekitarnya. Bahkan Kai jarang berkumpul dengan teman-temannya. Kai lebih sering menghabiskan waktu menyendiri di apartemennya. Suho masih sering mendatangi apartemen Kai tapi tak pernah menyinggung tentang Kyungsoo lagi. Sehun dan Chanyeol terkadang mampir ke apartemen Kai hanya untuk bermain game dan tak lebih dari itu.

Kyungsoo juga menyibukkan dirinya dengan buku-bukunya. Kyungsoo lebih sering menghabiskan waktunya diperpustakaan sekolah. Terkadang Kyungsoo ikut Luhan dan Baekhyun istirahat ditaman belakang atau kantin. Kedua sahabatnya itu selalu memaksa Kyungsoo untuk ikut hingga Kyungsoo tak punya pilihan lain.

Kyungsoo masih sering terlihat jalan berdua dengan Myungsoo. Mereka terlihat lebih akrab. Terkadang Myungsoo akan menemani Kyungsoo membeli buku setelah pulang sekolah. Tak jarang juga Myungsoo dan Kyungsoo belajar bersama disekolah. Seorang namja selalu diam-diam mengamati gerak-gerik Kyungsoo dan Myungsoo. Namja itu selalu menatap mereka dengan pandangan tajam dan menusuk. Namja itu akan pergi bila melihat Kyungsoo yang tertawa bersama Myungsoo karena itu menyakiti perasaannya.

.

.

.

.

Kyungsoo menikmati weekend kali ini dengan para sahabatnya. Mereka pergi ke kafe baru yang berada tak jauh dari sekolah mereka.

"Kau akan ke Jepang?" tanya Luhan kaget.

"Ne. Aku akan melanjutkan studiku kesana"

"Tapi kau masih punya satu tahun lagi sebelum tamat SHS" ucap Baekhyun.

"Aku tau. Saat kenaikan kelas tiga aku akan pindah bersama orang tuaku"

"Apa setelah itu kau melanjutkan kuliahmu disana, Kyung?" tanya Luhan hati-hati.

"Entahlah, eonnie. Aku masih belum tau" jawab Kyungsoo.

"Tak bisa kah kau disini saja, Kyung? Aku akan meminta orang tuamu agar kau bisa tetap disini" pinta Luhan.

"Aku yang memutuskan untuk ikut mereka, eonnie. Appa dan eomma ingin aku melanjutkan dulu tapi aku ingin ketenangan selama ditingkat akhir" lirih Kyungsoo diakhir kalimat.

Luhan dan Baekhyun tak bisa berbuat banyak. Mereka menghargai semua keputusan Kyungsoo. Mungkin saat ini Kyungsoo butuh waktu untuk menyelesaikan masalahnya dengan Kai. Andai saja Kai mau mengerti tapi tak mungkin semudah itu.

.

.

.

.

"Sehun-ah. Kau tau jika Kyungsoo akan pergi keluar negeri?" tanya Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.

"Benarkah? Kau tau darimana, hyung?" tanya Sehun penasaran.

"Tentu saja dari Baekhyun. Saat ini mereka lagi bersama-sama" jawab Chanyeol.

"Kapan Kyungsoo akan pergi?" tanya Suho.

"Setelah kenaikan kelas dan tak tau kapan akan kembali ke Korea. Menurutku Kyungsoo akan menetap lama disana" jawab Chanyeol.

Kai sedari tadi diam melihat kearah TV. Saat ini mereka berempat berada diapartemen Kai untuk menonton film. Pandangan mata Kai mengarah ke layar TV tapi pikirannya fokus kepercakapan Sehun, Chanyeol dan Suho. Pikiran Kai berkecamuk saat tau Kyungsoo akan pergi meninggalkannya. Kai cemas Kyungsoo akan benar-benar pergi meninggalkannya. Kai tak bisa kehilangan Kyungsoo walaupun sekarang hubungan mereka renggang. Tapi Kai masih mencintai Kyungsoo dan perasaan itu tak bisa terhapus begitu saja.

.

.

.

.

Waktu dengan cepat bergulir. Hari ini merupakan hari kenaikan kelas. Semua siswa berbahagia karena nilai yang didapatkan tak begitu buruk. Tapi beda halnya dengan satu namja ini. Dia tampak tak terlihat bahagia dan berkesan murung. Padahal hasil yang didapatkan lebih dari cukup. Kai naik kelas dengan nilai yang sangat memuaskan. Kai berada diperingkat 5 dari seluruh siswa kelas 2. Hebat bukan. Kai memang pintar, hal itu tak diragukan lagi.

Berbeda dengan Kyungsoo, dia terlihat sangat bahagia sekarang. Kyungsoo berada diperingkat 2 dari seluruh siswa kelas 2. Prestasi membanggakan bukan? Baekhyun dan Luhan sangat senang sekali saat sahabatnya itu dapat meraih peringkat dua walaupun mereka sadar bahwa besok Kyungsoo akan pergi ke Jepang dan meninggalkan mereka. Tapi untuk saat ini mereka ingin berbahagia dan melawatkan waktu bersama-sama. Ponsel Kyungsoo bergetar. Kyungsoo mengecek ponselnya dan ada satu pesan masuk. Kyungsoo membaca pesan singkat itu dan kemudian memandang namja yang berada cukup jauh dari tempatnya yang sedang memandangnya.

.

.

.

Kai menunggu seseorang ditaman. Kai mamandang disekitar taman dengan gelisah. Kai takut jika orang yang ditunggunya tak datang. Kai semakin cemas dan berjalan mondar-mandir. Sudah setengah jam Kai menunggu tapi tak ada tanda-tanda kedatangan orang itu.

"Mian membuatmu menunggu lama" ucap seseorang dengan nafas tak beraturan. Kai memeluknya erat saat melihat orang yang ditunggunya datang.

"Aku kira kau tak akan datang" lirih Kai dan mengeratkan pelukannya.

"Mianhae, Soo. Mianhae" bisik Kai ditelinga Kyungsoo. Kulit Kyungsoo meremang saat Kai berbisik ditelinganya.

"Maafkan semua kesalahanku, Soo. Jangan tinggalkan aku. Ku mohon" pinta Kai saat melepas pelukannya.

"Aku tak bisa, Kai. Aku tetap akan pergi" ucap Kyungsoo.

Perlahan pandangan mata Kai berubah menjadi sendu. Kai mundur perlahan menjauhi Kyungsoo. Hatinya pecah berkeping-keping. Dua kali Kai mendengar Kyungsoo mengucapkan kata pergi. Hatinya tak sanggup lagi menanggung rasa sakit kehilangan. Kai berbalik dan melangkah menjauh. Kyungsoo mengejar Kai dan memeluknya dari belakang. Bisa Kai rasakan bahwa sekarang Kyungsoo sedang menangis. Tubuh Kyungsoo bergetar dan terdengar isakan dari bibir Kyungsoo.

"Kajima" lirih Kyungsoo.

"Aku disini, Soo. Tapi kau yang akan pergi meninggalkanku" ucap Kai. Kyungsoo semakin terisak. Kyungsoo tau ini pilihan egoisnya lagi tapi ini untuk kebaikannya. Kyungsoo tak bisa bersekolah dengan perasaan bersalah setiap kali bertemu Kai. Setidaknya Kyungsoo ingin menjernihkan pikirannya dan Kyungsoo ingin Kai menjernihkan pikirannya juga. Kyungsoo melepaskan pelukannya.

"Tatap aku, Kai" pinta Kyungsoo. Kai membalikkan badannya dan menatap Kyungsoo dalam.

"Berubahlah. Ubahlah dirimu menjadi lebih baik dari sekarang. Bukalah hatimu untuk halabeojimu. Dengarkan penjelasannya hingga selesai. Berpikirlah dewasa dalam mengambil keputusan. Jangan turuti egomu. Aku tau kau bisa" ucap Kyungsoo dan mulai membelai pipi Kai.

"Apapun untukmu asal kau kembali kesisiku" ujar Kai dan mulai memejamkan matanya menikmati sentuhan Kyungsoo.

"Aku akan kembali bila kau menjadi orang hebat dan membuatku bangga" kata Kyungsoo dengan senyuman manisnya.

Kai menatap Kyungsoo lama. Wajah Kai semakin lama semakin mendekat kearah Kyungsoo. Kyungsoo memejamkan matanya saat wajahnya merasakan hembusan nafas Kai. Kai mencium Kyungsoo penuh perasaan. Semua rasa rindu, sayang dan cinta Kai salurkan dalam ciumannya. Kyungsoo menikmati ciuman memabukkan Kai. Kai selalu saja membuatnya lemas dengan ciumannya yang begitu lembut.

"Saranghae, Soo"

"Nado saranghae, Kai"

.

.

.

.

.

TBC/END?

Gaje super gaje. Ceritanya amburadul. Maafkan aku readers-nim. Ceritanya jadi kemana-mana gini. Huweeeee... T,T. Kebusukan Yesung udah saya ungkap beserta alasan Krystal ke Korea. Masalah hunhan juga udah aku selesaikan dengan cepat. Mian kalo dichap ini rasanya cepet banget. Aku rasa masalah Kaisoo jadi bertele-tele. Apa hubungan Krystal ma Kai? mereka teman dari kecil gt tp Krystal tiba-tiba pergi gt. Yang minta Kyungsoo pergi sudah ku buat Kyung pergi jauh dari Kai. Nah...sekarang terserah readers-nim nih mau dilanjut apa ga. Jika emang mau ditamatin ya berarti chap ini udah tamat tapi kalo ada yang minta dilanjut nanti saya lanjutin. Maafkan aku ya buat cerita ini jadi sad gini. Padahal mau buat lovey doveynya Kaisoo tapi aku mencampur adukkan perasaanku ditulisan ini. Anggap aja aku lagi gundah gulana dan membuat Kaisoo gundah gulana juga #curcol. Terimakasih buat semua readers-nim yang udah baca terutama yang sudah meninggalkan jejak kalian di kotak review.

Big thanks to:

zoldyk, yixingcom, qie kaisoo 2, kimyori95, ViraaHee, Valencia Byun, SognatoreL, PandaCherry, NadynaDyna, Kyungra26, Desta Soo, ruixi1, lee kaisoo, kyunginsoo, hyeraPark, didinsoo, ariviavina6, Panda XOXO, NezuYuki, AraSabila, LuXiaoLu, , dhyamanta1214, kmy, Sniaanggrn, NopwillineKaiSoo, Yesha1214, Insooie baby, dorekyungsoo93, ayp, Riskalaheb, ParkHyunHa, hunhanrakaisoo , thelostisland35, kim kyung soo, JonginDO,Taman Coklat, Winnybo Q'star, k0j3t4, keroro. , kyungsooaddict, YoungHeeSEHUN94, shijue, Riska laheb, Guest, BabyZhao, .16,

MIND TO REVIEW?