LAST LOVE
CAST : KAISOO, SLIGHT HUNHAN AND CHANBAEK
GS FOR ALL UKE
.
.
.
.
NO SIDERS!
.
.
.
DON'T BASH!
.
.
.
.
REVIEW PLIS!
.
.
.
.
SEMUA CAST BUKAN MILIKKU DAN IDE MURNI DARI OTAKKU
.
.
.
.
ENJOY
.
.
.
.
CHAPTER 11
.
.
.
.
HAPPY READING!
.
.
.
Kai menggeliat dari tidur nyenyaknya. Aroma harum makanan tercium di apartemennya. Kai mendudukkan diri di ranjangnya menikmati aroma wangi yang menyapa indera penciumannya dengan tetap memejamkan matanya. Seolah terhipnotis dengan bau harum itu, Kai beranjak dari tempat tidurnya. Hidungnya terus mengendus bau yang amat sangat enak itu. Kakinya membawa Kai ke dapur apartemennya. Kai melihat seorang yeoja dengan apron pinknya sedang sibuk memasak. Kai berjalan mengendap-endap agar sang yeoja tak mengetahui keberadaannya.
Kai langsung memeluk yeoja itu dari belakang. Kepalanya ia sandarkan di bahu sempit yeoja itu. Aroma enak makanan semakin memanjakkan hidungnya. Sang yeoja tersenyum melihat Kai yang menikmati bau masakannya. Yeoja itu tetap melanjutkan acara masaknya walaupun agak sedikit kesusahan karena pergerakannya dibatasi oleh Kai. Kai menyamankan diri memeluk yeojanya. Bau masakan dan aroma tubuh yeojanya yang berbaur menjadi satu membuatnya mabuk dan keenakan. Ya ampun Kai...Kau seperti seorang maniak. Ckckckck.
"Kau membuatku susah bergerak, Kai. Aku harus menyelesaikan masakanku!"
"Andwe! Aku tak akan pernah melepaskanmu lagi, Soo" rajuk Kai seperti anak kecil yang tak mau lepas dari ibunya.
"Tapi jika terus begini masakanku tak selesai-selesai, kau tak bisa sarapan dan berangkat ke kantor" protes Kyungsoo.
Dengan berat hati Kai melepas pelukannya. Kyungsoo mendesah lega. Kai menggeret salah satu bangku meja makan hingga menghadap pas kearah Kyungsoo. Kai memandang intens setiap gerak-gerik Kyungsoo. Sebenarnya Kyungsoo merasa risih terus dipandangi seperti itu oleh Kai tapi dia membiarkannya dan terus melanjutkan kegiatan masaknya.
Sebenernya Kyungsoo semalem menginap di apartemen Kai. Kai terus merengek dan memaksanya untuk menginap. Kyungsoo yang saat itu sudah lelah akhirnya menyetujui permintaan Kai. Tentu saja Kai senang dan melompat-lompat kegirangan diruangannya. Untung saja tak ada orang lain selain Kyungsoo diruangannya. Jika ada pegawainya yang melihat pasti mereka akan terbengong melihat tingkah bujangnimnya yang out of character.
Akhirnya Kyungsoo menyelesaikan masakannya. Kyungsoo menyajikan makanannya dimeja makan. Kyungsoo terlihat cekatan menyajikan makanan. Tangan mungilnya telaten menuangkan makanan ke piring dan mangkuk. Kyungsoo menata rapi makanan yang sudah tersaji di meja makan. Kyungsoo tersenyum senang melihat hasil karyanya. Kyungsoo menoleh dan menemukan Kai yang memandangnya tajam tanpa berkedip. Kyungsoo sedikit takut dengan pandangan Kai. Tak sadar Kyungsoo memundurkan dirinya menjauhi Kai.
Kai yang melihat pergerakan Kyungsoo yang semakin menjauhi dirinya langsung menarik tangan Kyungsoo. Kyungsoo yang tak siap hanya pasrah menubruk Kai. Kyungsoo jatuh dipangkuan Kai. Kai mengubah posisi Kyungsoo menjadi berhadapan dengannya. Kai melingkarkan tangannya dipinggang Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo berpegangan dipundak Kai. Kai mengamati Kyungsoo lama. Kedua mata mereka bertemu dan saling memandang dalam. Ada rasa kerinduan yang mendalam dari kedua mata mereka. Kyungsoo terhanyut dalam mata Kai yang hitam kelam. Mata Kai seakan menghipnotisnya untuk tak bergerak.
Kai merapatkan tubuh Kyungsoo ke tubuhnya. Kyungsoo yang kaget langsung melingkarkan tangannya dileher Kai. Kai semakin intens memandang Kyungsoo. Perlahan Kai mendekatkan wajahnya. Hembusan nafas keduanya beradu. Bisa Kyungsoo rasakan hangatnya nafas Kai yang menerpa bibirnya. Kai mulai mendekatkan bibirnya.
Chup~
Kai berhasil menyatukan bibirnya dan bibir Kyungsoo. kyungsoo memejamkan matanya menikmati ciuman Kai. Kai tak ingin terburu-buru melumat bibir manis Kyungsoo. Kai menikmati bibirnya menempel dibibir Kyungsoo. Sudah lama sekali Kai tak merasakan bibir Kyungsoo yang manis dan memabukkan. Kai mulai menggerakan bibirnya untuk menyesap bibir Kyungsoo. Kyungsoo yang mulai terbuai dengan aksi Kai membalas cumbuan Kai dengan menekan tengkuk Kai semakin dalam. Kai yang merasa Kyungsoo menerima cumbuannya langsung melakukan hal lebih. Ciuman Kai lebih dalam dan menuntut. Sesekali Kyungsoo melenguh tertahan dan meremas rambut Kai. Kai tak hanya diam saja. Tangannya mulai meraba paha mulus Kyungsoo yang tidak tertutupi apapun. Dress Kyungsoo tersibak karena posisi duduknya yang berhadapan dengan Kai membuat dress selututnya tertarik keatas dan menampilkan paha putih mulusnya. Kyungsoo semakin melenguh dengan pergerakan Kai yang semakin intim.
Kyungsoo mulai mendorong-dorong tubuh Kai saat pasokan udaranya mulai habis. Kai melepaskan cumbuannya dengan nafas yang terengah-engah. Begitu pula Kyungsoo. Kai memandang Kyungsoo yang terlihat sexy dengan bibir yang terbuka, mata sayu dan saliva entah milik siapa berada dibibir Kyungsoo. Kai mengelap lelehan saliva dimulut Kyungsoo dengan ibu jarinya. Cantik gumam Kai dalam hati. Kai mencium kedua pipi Kyungsoo dan yang terakhir dikening yeoja itu. Wajah Kyungsoo semakin merah padam akibat perlakuaan Kai. Kai terkekeh melihat tingkah malu-malu kekasihnya itu. Tunggu! Kekasih? Kyungsoo masih kekasih Kai bukan? Mereka tak pernah sekalipun mengatakan putus saat Kyungsoo pergi walaupun tak saling tukar kabar setelahnya.
"Kita harus segera sarapan atau kita akan telat berangkat ke kantor" ucap Kyungsoo.
"Aku bos disana jadi sesuka hatiku jam berapa aku akan masuk" balas Kai santai. Kyungsoo memukul dada Kai.
"Kau yang bos tapi aku pegawai disana jadi aku tak boleh datang terlambat" cibir Kyungsoo.
"Kau sekertaris pribadiku jadi hanya aku yang boleh mengaturmu" tuntut Kai.
"Tapi hari ini aku baru resmi menjadi pegawai baru di perusahaanmu. Setidaknya aku harus memperkenalkan diri kesemua orang" eyel Kyungsoo.
"Aku tak terima penolakan! Kau harus mematuhi semua perintahku! Aku bosmu bukan yang lain" ucap Kai final. Kyungsoo menghela nafas. Percuma berdebat dengan Kai saat ini. Kyungsoo beranjak dari pangkuan Kai dan duduk disebrang Kai.
"Sekarang makan sarapanmu keburu dingin dan setelah itu kita ke kantor" suruh Kyungsoo.
"Tak ada penolakan!" tegas Kyungsoo tak ingin dibantah saat melihat Kai yang hendak melayangkan protes.
Kai memberengut kesal. Kai menyantap sarapannya dengan setengah hati. Sesekali Kai melirik Kyungsoo yang sibuk dengan sarapannya. Kai semakin sebal melihat tingkah yeojanya yang santai dan tak terjadi apa-apa itu. Kai sedikit memajukan bibir sexynya itu dan mengunyah makanan secara asal. Kai terus memasukkan makanan kedalam mulutnya hingga tersedak sendiri. Kyungsoo yang terkaget langsung memberikan air. Kai meraih air pemberian Kyungsoo dan langsung meminumnya sekaligus. Sekali lagi Kai tersedak karena ulahnya sendiri. Kyungsoo menghela nafas menghampiri Kai yang masih tersedak.
"Makanya jika makan itu jangan sambil ngambek. Akhirnya kau tersedak sendiri kan" ucap Kyungsoo sambil menepuk-nepuk punggung Kai. Kai masih terbatuk-batuk dan mencoba menomalkan nafasnya.
"Lebih baik kau mandi saja. Ini sudah cukup siang, nanti kau terlambat ke kantor" ujar Kyungsoo yang dibalas anggukan oleh Kai.
Kai langsung menuju kamar mandinya yang berada dikamarnya. Kyungsoo membereskan sisa sarapan mereka. Kyungsoo terkekeh mengingat bagaimana Kai merajuk seperti anak kecil. Orang-orang pasti tak akan menyangka orang sedingin Kai bisa merajuk layaknya anak kecil. Setelah selesai membereskan meja makan dan peralatan yang digunakannya, Kyungsoo kembali ke kamar tamu untuk bersiap.
Kai keluar dari kamarnya dengan penampilan rapi. Kemeja hitam dengan jas putih membalut tubuh atletisnya. Celana kain hitam membungkus kaki jenjangnya. Rambutnya ia sisir rapi kebelakang. Tak beberapa lama kemudian Kyungsoo keluar menggunakan dress selutut berwarna merah dilengkapi blazer hitam yang apik menampilkan lekuk tubuh Kyungsoo. rambutnya ia biarkan tergerai dan dibuat sedikit bergelombang. Make up yang tipis berkesan natural membuat penampilan Kyungsoo terlihat manis.
Kyungsoo menenteng tas dan sepatu heelsnya keluar kamar. Kyungsoo tak sadar jika semenjak keluar dari kamar, Kai memperhatikannya. Kyungsoo terlalu sibuk dengan dirinya sendiri.
"Ayo Kai kita berangkat" ajak Kyungsoo tanpa menoleh kearah Kai. Kyungsoo bersiap didepan pintu apartemen Kai dengan memakai sepatu heelsnya. Kyungsoo menoleh ke kanan dan kekiri saat tak menemukan Kai desebelahnya. Kyungsoo membalikkan badannya dan mendapati Kai masih berdiri didepan pintu kamarnya.
"Apa yang kau laukakan disana? Ayo cepat berangkat" suruh Kyungsoo yang sebal karena Kai hanya diam saja. Kai berjalan mendekati Kyungsoo dan memakai sepatu pantofelnya. Kai berdiri dibelakang Kyungsoo dan berbisik sesuatu.
"Kau terlihat sangat cantik, Soo"
Muka Kyungsoo memerah mendengar bisikan Kai. Kai menggenggam tangan Kyungsoo dan menggeretnya keluar. Kyungsoo semakin merona menerima perlakuan Kai yang sangat gentle. Kai membukakan pintu untuknya. Menyuruhnya lebih dulu masuk kedalam lift dan lain sebagainya sampai dirinya dan Kai sampai di perusahaan Kai.
.
.
.
Kai dan Kyungsoo terus bergandengan tangan setelah sampai di kantor. Kyungsoo berusaha melepaskan gandengan tangan Kai tapi Kai menahan dan mempererat genggamannya. Kyungsoo merasa risih saat semua mata tertuju kepada mereka atau lebih tepat kepadanya. Banyak yang berbisik melihat kedekatan Kai dengan seorang yeoja yang baru mereka kenal. Kai tak pernah sekalipun membawa seorang gadis di kantor bahkan sampai menggandengnya. Seketika suasana di lobi perusahaan Kim menjadi riuh. Kedatangan Kai dengan yeoja langsung menyebar cepat. Kai tak memperdulikan bisik-bisik pegawainya. Dirinya tetap menggandeng Kyungsoo.
"Kyungsoo?" Kai dan Kyungsoo menoleh saat sebuah suara memanggil nama Kyungsoo. Sontak Kyungsoo memekik girang saat tau siapa yang memanggilnya.
"Oppa!" Kyungsoo memeluk Suho dibalas kekehan ringan dari Suho melihat Kyungsoo yang masih sama. Semua pegawai terkejut melihat kejadian pelukan itu. Baru kali ini mereka melihat seorang petinggi perusahaan Kim dipeluk oleh yeoja tak dikenal dilobi perusahaan.
"Kau masih sama, Kyungsoo-ya" ucap Suho yang melihat penampilan Kyungsoo yang tak banyak berubah.
"Tentu saja, oppa. Tapi aku semakin cantik kan?" gurau Kyungsoo. Kai mendelik tak suka. Kai mendekati Kyungsoo dan memeluk Kyungsoo dari belakang secara posesif.
"Jangan menggodanya, hyung. Dia milikku" desis Kai. Suho terkekeh melihat Kai terlalu posesif kepada Kyungsoo.
"Ok..ok...Bukankah hari ini kau resmi bekerja disini, Kyungsoo-ah? Ayo kita keruang pertemuan" ujar Suho. Kyungsoo mengangguk.
"Tolong suruh semua pegawai untuk berkumpul diruang pertemuan lantai atas" suruh Suho kepada Jongkook yang sedari tadi berada dibelakang Suho.
"Ne, sajangnim" kata Jongkook membungkuk dan melaksanakan perintah Suho.
.
.
.
Disini Kyungsoo sekarang. Berdiri bersama para petinggi Kim Corp. Kyungsoo merasa tak nyaman berada diantara Suho dan Kai. Banyak mata menatap Kyungsoo. Nyali Kyungsoo menciut saat semua pegawai mulai membicarakannya. Dirinya bingung. Kyungsoo disini hanya sebagai sekertaris pribadi Kai tapi acara pengenalannya sangat tidak wajar. Untuk pegawai rendahan sepertinya harusnya cukup berkenalan secara berkeliling kesetiap bagian di Kim Corp. Tapi kali ini berbeda. Kyungsoo diperkenalkan secara istimewa oleh Suho. Kyungsoo meremas bagian bawah dressnya. Jantungnya berdegub kencang.
"Hari ini adalah hari spesial. Saya akan memperkenalkan anggota keluarga Kim Corp. terbaru. Namanya Kyungsoo, dia adalah sekertaris pribadi Kim bujangnin" ucap Suho memperkenalkan Kyungsoo. Kyungsoo membungkuk 90 derajat.
"Perkenalkan nama saya Do Kyungsoo. Mohon bantuannya" ucap Kyungsoo membungkukkan badannya lagi. Seketika para pegawai bertepuk tangan menyambut kedatangan Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum saat melihat sambutan hangat dari semua pegawai.
"Selain itu dia adalah calon istriku jadi perlakukan dia dengan baik" seru Kai memecah suasana riuh tepuk tangan. Semua pegawai terdiam mencerna ucapan Kai. Kyungsoo mendelik jengkel kearah Kai. Sedangkan orang yang ditatap hanya acuh. Suho menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang seenaknya. Sedangkan Minseok yang berada dipojok ruangan terkikik geli melihat pertunjukkan yang sangat memuaskan dirinya itu.
Desas-desus mulai berterbaran dimana-mana. Para pegawai sudah ribut mempertanyakan pernyataan bosnya itu. Para pegawai wanita ada yang terlihat iri dengan Kyungsoo yang mampu menaklukan Kim bujangnim hanya dalam waktu singkat. Mereka tak tau saja kisah romansa Kai dan Kyungsoo. Bahkan Kai sudah ditaklukan beberapa tahun yang lalu. Mereka sudah kalah sebelum berperang.
Kai menarik tangan Kyungsoo untuk keluar dari ruang pertemuan yang menyesakkan itu. Kyungsoo pasrah dibawa pergi oleh Kai. Kyungsoo terus membungkukkan badannya berkali-kali untuk meminta maaf kepada seluruh pegawai. Kai terlihat cuek keluar dari ruangan itu.
"Kalian boleh kembali keruangan kalian. Selamat pagi dan selamat bekerja" ucap Suho mengalihkan perhatian para pegawainya. Para pegawai membungkukkan badan dan mulai menghambur keluar ruangan. Minseok mendekati Suho yang hendak kembali ke ruangannya.
"Bagaimana rencanaku? Sangat mengejutkan?" tanya Minseok.
"Kau benar-benar gila. Bagaimana bisa kau menemukan Kyungsoo?" heran Suho.
"Itu mudah. Beberapa tahun yang lalu Kyungsoo melamar kerja di salah satu anak perusahaan kita di Jepang. Dia bekerja sambil kuliah. Prestasinya tak diragukan lagi" bangga Minseok.
"Bagaimana kau tau?" tanya Suho sekali lagi.
"Semua pegawai baru pasti akan ada laporannya dan aku yang mengurusi laporan pegawai baru. Saat itulah aku menemukan Kyungsoo dan aku mendidiknya secara khusus untuk menjadi wanita karir yang hebat" sombong Minseok. Suho menggelengkan kepalanya saat tau tujuan utama Minseok. Dia ingin menjadikan Kyungsoo sebagai penggantinya di keluarga besar Kim. Dan Suho yakin Kai akan mencegah Minseok untuk melakukan itu. Kai tak akan mau mengorbankan Kyungsoo untuk menjadi seperti Minseok.
.
.
.
Kai membawa Kyungsoo ke ruangannya. Kyungsoo menatap tajam Kai yang duduk deseberangnya. Kyungsoo tak habis pikir dengan perkataan Kai tadi. Bagaimana Kai bisa mengumbar bahwa dirinya adalah calon istrinya? Itukan masih belum pasti. Kai membalas tatapan tajam –imut Kyungsoo. Kai besedekap dan menunggu respon yang akan diberikan Kyungsoo. Kyungsoo yang mulai lelah dengan keadaan hening tanpa adanya pergerakan ini menghembuskan nafasnya pelan-pelan. Kyungsoo bangkit.
"Saya akan menyiapkan jadwal anda, Kim bujangnim" ucap Kyungsoo meninggalkan Kai yang masih diam.
"Kau mau kemana? Aku tidak menyuruhmu pergi. Kembali ketempatmu semula" perintah Kai yang membuat Kyungsoo menghentikan langkahnya. Kyungsoo berbalik dan menatap Kai.
"Maafkan saya, bujangnim. Tapi saya sebagai sekertaris anda harus menyiapkan segala jadwal anda" ucap Kyungsoo sopan.
"Turuti perintahku. Aku tak ingin dibantah" tegas Kai.
"Jika begitu saya akan kembali ketempat saya. Jika anda membutuhkan sesuatu silahkan hubungi saya" ucap Kyungsoo undur diri. Kai mengepalkan tangannya. Kai beranjak menuju meja kerjanya dan memencet beberapa angka di telepon linenya.
"Suruh semua manager kumpul diruanganku untuk melapor perkembangan evaluasi" suruh Kai dingin.
Beberapa saat kemudian pintu ruangan Kai diketuk.
"Para manager sudah datang bujangnim" ucap Kyungsoo diambang pintu.
"Suruh mereka masuk"
Kyungsoo mempersilahkan para manager masuk. Wajah para manager berubah pucat dan sedikit tertekan. Kyungsoo dengan jelas dapat melihat dari wajah mereka. para manager berjejer rapi didepan meja Kai. Kyungsoo memposisikan disamping kanan Kai. Kai menyuruh setiap manager melaporkan hasil mereka saat ini. Para manager yang ketakutan itu satu per satu melaporkan hasil kerja mereka. Kai menyimak baik-baik setiap kata yang diucapkan anak buahnya. Kai tak memberikan respon apapun. Yang ada hanya ekspresi datarnya. Setelah semua selesai melapor, Kai mengomentari satu per satu. Dari setiap kata yang Kai ucapkan mampu membuat para manager menunduk takut. Kata yang Kai ucapkan hanya singkat tapi sangat kejam dan menusuk. Kai tak segan-segan mengatakan hal jelek jika memang jelek. Kai tak pernah menyaring kata-kata kejamnya menjadi kata-kata halus seperti yang dilakukan Suho. Ini adalah gayanya. Gayanya untuk membangkitkan semangat para bawahannya.
Kyungsoo tak percaya melihat Kai yang begitu kejam dengan kata-katanya. Lama tak bertemu dengan Kai membuatnya masih merasa asing dengan perubahan Kai. Kai yang dulu berpikir dulu sebelum berkata sekarang berubah menjadi Kai yang sedikit kasar dan kejam. Lidah Kai benar-benar tajam dan mampu menyayat telinga orang yang mendengarnya. Kyungsoo yakin jika banyak pegawai yang disini sangat membenci Kai. Apalagi jika dibandingkan dengan Suho akan sangat jauh. Kai menyelesaikan komentarnya dan menyuruh para manager untuk memperbaiki semua hal yang masih salah. Para manager membungkuk hormat dan keluar dengan kepala tertunduk seperti ada beban berat dikepala mereka.
Kai mengalihkan perhatiannya ke berkas-berkas yang ada dimejanya. Kai memfokuskan diri dan tak menyadari masih ada Kyungsoo diruangannya. Kyungsoo menatap intens Kai. Entah kenapa Kai yang sekarang sangat dingin dan tak ingin dijangkau. Kyungsoo yakin Kai membutuhkan seseorang untuk mengubahnya kembali. Dan mungkin ini lah saatnya ia mengubah Kai kembali. Takdir menuntunnya untuk kembali kepada Kai dan mengubahnya.
"Kau berubah, Kai" ucap Kyungsoo memecah keheningan. Kai menatap Kyungsoo bingung.
"Bukankah dulu aku pernah bilang padamu jika aku akan kembali bila kau sudah menjadi orang yang hebat. Memang kau sudah menjadi orang yang hebat tapi sikapmu tak menunjukkannya. Apa aku orang yang mengubahmu menjadi seperti ini?" ucapan Kyungsoo semakin lama semakin lirih. Kyungsoo menyadari jika setiap perubahan Kai pasti dipengaruhi olehnya. Kai menarik tangan Kyungsoo lembut agar lebih dekat dengannya. Kai mendudukan Kyungsoo dipangkuannya. Kyungsoo tak menolak.
"Semua tentangku berpusat pada dirimu, Soo. Aku seperti robot yang kau jalankan. Segalanya tentangmu mempengaruhi diriku. Maaf jika aku seperti ini tapi jangan salahkan dirimu untuk itu. Aku sedikit emosi tadi karena kau membantah perkataanku. Oleh karena itu aku melampiaskan kepada orang lain. Aku tak sanggup marah kepadamu. Aku terlalu mencintaimu" ucap Jongin tulus.
"Jika kau memang mencintaiku, kau tak akan berkata kasar dan kejam seperti itu. Kau melukai mereka dengan kata-katamu. Aku masih mentolerir sikap dinginmu tapi kata-katamu yang menusuk dan menyakiti perasaan orang lain aku tak terima. Kau bisa lebih baik dari itu, Kai. Karena Kai yang aku cintai selalu memikirkan setiap perkataanya" Kyungsoo menangkupkan kedua tangannya dipipi Kai. Kai menatap mata teduh Kyungsoo. Setiap perkataan Kyungsoo tak bisa ia bantah.
"Maafkan aku juga yang terbawa emosi karena kau seenaknya saja berkata jika aku ini calon istrimu" imbuh Kyungsoo.
"Kau memang calon istriku, Soo"
"Tapi dalam urusan pekerjaan aku tak suka orang memperhatikanku sebagai calon istrimu. Aku ingin mereka menganggapku layaknya pegawai yang lain. Aku ingin bekerja profesional Kai. Aku ingin menjalankan tugasku sebaik mungkin" Kyungsoo menatap dalam mata Kai untuk meyakinkan kekasihnya itu. Tatapan Kai melunak. Kai mengelus pipi gembul Kyungsoo. Gadisnya ini selalu bisa meyakinkannya dalam keadaan apapun.
"Aku sangat mencintaimu, Soo. Mencintai segala caramu untuk menaklukkan tubuhku, pikiranku dan hatiku" Kyungsoo tersenyum mendengar kata-kata memuja Kai.
"Aku juga mencintaimu, Kai" Kai ikut tersenyum. Rasanya dunia hanya milik mereka berdua.
"EKHEM!"
Deheman kuat terdengar cukup keras membuat Kai dan Kyungsoo menoleh. Kyungsoo yang gelagapan langsung berdiri disebelah Kai sedangkan Kai masih santai ditempatnya seperti tak terjadi apa-apa.
"Berani sekali kalian bermesraan dikantor" ucap Suho menggoda Kai dan Kyungsoo. Kyungsoo menunduk malu dengan muka memerah.
"Apa yang sajangnim lakukan disini dengan kedua pengawalmu" sinis Kai.
"YAK! Siapa yang kau bilang pengawal! Dasar hitam jelek!" sengit Minseok yang tak terima dibilang pengawal. Sedangkan Jongkook yang berada disamping Minseok hanya tersenyum.
"Ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Suho serius dan melangkah menuju sofa. Minseok dan Jongkook mengikuti Suho dari belakang. Sedangkan Kai menarik tangan Kyungsoo untuk ikut duduk di sofa. Saat semuanya sudah duduk rapi, Suho memulai pembicaraannya.
"Ada beberapa masalah di kantor cabang di Jepang, Cina dan Kanada. Aku rasa kita mengirim tim kita ketiga cabang itu. Dan setiap tim harus langsung diawasi oleh kita"
"Tapi kita hanya berdua hyung. Dan jika semua pergi siapa yang akan mengawasi kantor pusat ini?"
"Aku sudah membagi tim, kau akan pergi ke Jepang, Minseok akan pergi ke Cina dan aku akan pergi ke Kanada"
"Kenapa kau yang paling jauh, hyung? Aku yang akan ke Kanada dan kau yang ke Jepang"
"Andwe. Itu sudah menjadi keputusanku. Kau akan pergi bersama Kyungsoo. Aku yakin Kyungsoo lebih tau Jepang dibandingkan kau. Jadi dia akan membantumu untuk mengurus masalah disana"
"Mwo?! Kyungsoo akan pergi berduaan dengan Kai? Andwe! Aku tak setuju!" tolak keras Minseok.
"Ya! Memangnya kenapa? Lagian dia sekertaris pribadi dan kekasihku jadi tak masalah jika dia pergi denganku!" protes Kai.
"Itu karena aku tak percaya padamu! Aku takut jika Kyungsooku yang imut dan manis ini kau apa-apakan disana!"
"Kenapa kau malah tak percaya padaku? Emang aku akan melakukan apa disana? Kita kesana untuk kerja, Noona!"
"Kau pandai menemukan kesempatan, Kai. Tadi saja kau sudah bermesraan dengan Kyungsoo. Jika kami tak datang pasti kau sudah berbuat lebih"
Kai dan Minseok terus berdebat. Keduanya tak ada yang ingin mengalah. Jika sudah berdebat begini tak ada yang bisa Suho perbuat. Suho menyandarkan tubuhnya disofa dan mengamati perdebatan adiknya dan saudaranya itu. Jongkook dan Kyungsoo juga tak berminat untuk mengakhiri perdebatan kedua saudara itu. Mereka memilih diam. Kai terlihat menggebu-gebu mengatakan pendapatnya. Begitu juga Minseok, dia terlihat bersemangat membalas setiap kata Kai. Perdebatan mereka melebar kemana-mana hingga ke hal tak penting sekaligus. Suho menghela nafasnya pelan.
"Kai-ah. Aku akan ikut denganmu jadi kita harus mempersiapkan semuanya dari sekarang sebelum kita berangkat" ucap Kyungsoo memotong perdebatan Kai dan Minseok. Kyungsoo mengelus pelan lengan Kai. Kai menoleh kearah Kyungsoo yang tersenyum. Kai tak bisa menolak semua permintaan Kyungsoo dan perdebatan itu akhirnya berhenti. Minseok mendengus sebal.
"Jadi semua sudah diputuskan. Kita akan berangkat seminggu lagi. Aku harap tim sudah terbentuk sebelum keberangkatan kalian. Disini Jongkook akan melaporkan situasi di kantor pusat" putus Suho. Kai mengangguk begitu juga Minseok. Suho berdiri dan pergi dari ruangan Kai disusul dengan Minseok dan Jongkook.
Kai menyandarkan dirinya dipunggung sofa dan memejamkan matanya. Kepalanya sedikit pusing akibat perdebatan tadi. Kyungsoo yang melihat langsung mengusap lengan Kai untuk menenangkannya. Kai membuka matanya dan menatap Kyungsoo. Kai langsung saja memeluk Kyungsoo. Hangatnya tubuh dan aroma tubuh Kyungsoo membuatnya tenang.
"Jangan pergi lagi, Soo. Teruslah berada disampingku" gumam Kai memeluk Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum dan membalas pelukan Kai.
"Ne, Kai. Aku akan selalu disampingmu"
.
.
.
.
TBC
Yosh! Aku sudah membuat satu chap penuh Kaisoo. Setelah pertemuan mereka dichap kemarin sekarang aku membawakan lovey dovey mereka. Banyak yang meminta kaisoo momen dari chap kemarin2 tapi aku baru bisa mengabulkannya sekarang. Demi alur cerita aku sedikit mengorbankan perasaannya Kai/loh?/ Mian klo mmennya kurang sweet. Lalu aku masih bingung mau dibawa kemana hubungan Hunhan ma Chanbaek. Mau dibuat putus beneran atau bagaimana? Karena aku belum bisa nemu ide yang pas buat mereka balikan. Akan aku usahakan menyisipkan momen Kaisoo di setiap chapnya. Menurut kalian cerita ini mau dibuat sampai kemana? Kai nglamar Kyungsoo? Kaisoo nikah? Kaisoo punya anak? Jika kalian udah bosen bilang ya, biar aku langsung buat chap endingnya. Makasih buat para readers setia dan terima kasih juga para silent readers.
Big thanks to:
zoldyk, yixingcom, qie kaisoo 2, kimyori95, ViraaHee, Valencia Byun, SognatoreL, PandaCherry, NadynaDyna, Kyungra26, Desta Soo, ruixi1, lee kaisoo, kyunginsoo, hyeraPark, didinsoo, ariviavina6, Panda XOXO, NezuYuki, AraSabila, LuXiaoLu, , dhyamanta1214, kmy, Sniaanggrn, NopwillineKaiSoo, Yesha1214, Insooie baby, dorekyungsoo93, ayp, ParkHyunHa, hunhanrakaisoo , thelostisland35, kim kyung soo, JonginDO,Taman Coklat, Winnybo Q'star, k0j3t4, kyungsooaddict, YoungHeeSEHUN94, shijue, Riska laheb, Guest, BabyZhao,
kyungiee, Yesha1214, zhea . zhiioott, FitraBela, kinannkinanti, The Spring, lailatul . magfiroh . 16, keroro . r . kero, kyungiee, teukiangle, Silent Kaisoo, deerxiviiiv, she3nn0, humaira9394, xiuchenchen, yoosushipper729, hxnhxn, InSoo-nim, RiKyungie, Sniaanggrn, dekaeskajei, hyenakim501, Leewufan, frz2407, mocca, aku adalah aku, sehunpou
MIND TO REVIEW?
