LAST LOVE

CAST : KAISOO, SLIGHT HUNHAN AND CHANBAEK

GS FOR ALL UKE

.

.

.

.

NO SIDERS!

.

.

.

DON'T BASH!

.

.

.

.

REVIEW PLIS!

.

.

.

.

SEMUA CAST BUKAN MILIKKU DAN IDE MURNI DARI OTAKKU

.

.

.

.

ENJOY

.

.

.

.

CHAPTER 13

.

.

.

.

HAPPY READING!

.

.

.

Kyungsoo menata semua perlengkapan yang diperlukan Kai selama dinas ke Jepang. Kyungsoo memilih setiap barang yang akan dibawa Kai selama disana. Tangan Kyungsoo bergerak lincah memasukkan baju-baju Kai kedalam koper. Kyungsoo sedikit bersenandung selagi memasukkan baju. Suara merdu Kyungsoo mengalihkan perhatian Kai yang sedari tadi menonton TV. Kekasihnya itu tampak asik dengan dunianya sendiri.

Kai mengamati pahatan indah yang diciptakan Tuhan untuknya. Kyungsoo benar-benar sempurna. Hidupnya lebih berwarna dan indah saat bertemu dengan Kyungsoo. Tak henti-hentinya ia mengagumi sosok Kyungsoo yang dewasa. Sudah lama ia tak mendapat kehangatan dari seorang wanita. Kyungsoo datang bagaikan penyelamat hidupnya.

Kai masih menatap kekasih mungilnya. Pancaran mata Kai menunjukkan tatapan memuja dan cinta. Tak ada yang pernah melihat pandangan mata Kai yang begitu lembut selain Kyungsoo. Kyungsoo mendongak dan mendapati Kai sedang melihatnya sambil tersenyum. Kyungsoo tersenyum lalu mendekati Kai dan duduk disebelahnya. Kyungsoo membelai lembut pipi empunya hanya bisa menutup mata dan menikmati setiap sentuhan malaikatnya.

Kyungsoo mengamati wajah tampan kekasihnya. Tangan Kyungsoo menyusuri setiap wajah kekasihnya dari mata, hidung, pipi hingga bibir. Tangan Kyungsoo masih mengusap daerah sekitar bibir Kai. Kai membuka matanya yang langsung bertabrakan dengan mata bulat gadisnya. Keduanya saling tatap. Dari tatapan mereka seakan-akan menyiratkan rasa cinta yang teramat dalam. Kai melingkarkan tangannya disekitar pinggang Kyungsoo. Dalam sekali tarikan tubuh Kyungsoo sudah berada sangat dekat dengan tubuh Kai. Wajah keduanya sangat dekat hingga hembusan nafas mereka saling beradu.

Kai masih menatap dalam mata Kyungsoo. Wajahnya semakin ia dekatkan. Kyungsoo menutup matanya. Hembusan hangat dari Kai membuatnya terbuai. Kai menyatukan bibirnya dengan bibir Kyungsoo. Kai meresapi sensasi nikmat yang luar biasa yang terjadi saat bibirnya menyentuh bibir Kyungsoo. Tangan Kai menarik tubuh Kyungsoo semakin rapat. Kai mulai menggerakan bibirnya untuk mengecap bibir manis kekasihnya. Kyungsoo melingkarkan tangannya dileher Kai.

Keduanya menikmati ciuman mereka. Suara detak jantung mereka yang berderu menimbulkan ritme tersendiri untuk keduanya. Seakan musik yang mengiringi sesi ciuman panas mereka. Kai memperdalam ciumannya dengan menekan tengkuk Kyungsoo. Kyungsoo yang tak tahan dengan cumbuan Kai melampiaskannya dengan menjambak rambut Kai. Kyungsoo benar-benar terbuai. Tubuhnya terasa panas dan lemas. Ciuman Kai membuatnya mabuk dan tak ingin ia lepas. Sensasi-sensasi menggelitik akibat kulit mereka yang bersentuhan menambah kacau pikirannya. Kyungsoo tak bisa berpikir apa-apa. Seluruh tubuhnya dan hatinya dimiliki seutuhnya oleh kekasih hatinya yang teramat ia cintai.

Entah sejak kapan tubuh Kyungsoo berada diatas Kai. Keduanya masih saling melumat dan berbagi saliva. Kyungsoo melepaskan ciuman mereka dengan nafas tersenggal-senggal. Kai mengamati wajah sayu kekasihnya dari bawah dengan beberapa saliva yang menempel disekitar mulut kekasihnya. Dada Kai naik turun. Sebanyak mungkin ia mengambil udara untuk mengisi paru-parunya. Kyungsoo membuka matanya perlahan. Ia menatap namjanya yang berada dibawahnya sambil tersenyum.

"Jika kau tak melepaskan ciumanmu tadi aku rasa aku akan berbuat jauh kepadamu" goda Kai. Kyungsoo memukul dada Kai. Kekasihnya ini lama-lama mesum. Kai terkekeh.

"Aku harap cepat menikahimu agar aku bisa berbuat lebih dari sekedar ciuman" canda Kai. Lagi-lagi Kyungsoo memukul dada Kai.

"Jangan berbicara yang macam-macam" sergah Kyungsoo dengan muka merahnya.

"Kau tak ingin segera menikah denganku? Padahal aku sangat ingin. Menyiksa sekali kalau hanya sebatas ciuman. Aku ingin melihat tubuh polosmu yang berada dibawah...Aw! Aw! Yak! Apo!" kalimat Kai terputus saat Kyungsoo dengan brutal memukul kekasihnya yang mulai mesum.

"Jangan bicara sembarangan! Kenapa kau jadi mesum begini?!" ucap Kyungsoo yang masih memukuli Kai.

Kai menghindari pukulan Kyungsoo tapi itu percuman saja karena tubuh Kyungsoo masih diatasnya yang membuatnya tak bisa banyak bergerak. Kyungsoo masih memukul Kai tanpa ampun. Kyungsoo kehilangan keseimbangan tubuhnya dan akan terjatuh. Dengan gerak cepat Kai menarik tubuh Kyungsoo hingga terjatuh diatas tubuhnya. Untung saja dia tak terlambat. Jika terlambat sedikit mungkin Kyungsoo terjatuh dengan kepala terkantuk meja.

"Makanya jangan banyak bergerak diatas tubuhku. Kau akan terjatuh nanti" nasehat Kai.

Kyungsoo mengerucutkan bibirnya. Kai yang tak tahan mengecup kilat bibir Kyungsoo. Kyungsoo melotot menerima perlakuan namjanya. Kai terkekeh melihat mata bulat milik Kyungsoo semakin bulat saat ia melotot. Dikecupnya lagi kedua pipi Kyungsoo. Lagi-lagi wajah Kyungsoo memerah. Kita biarkan saja sepasang kekasih yang dimabuk cinta itu.

.

.

.

.

Luhan menyirami bunga-bunga dihalaman depan rumahnya. Sesekali gadis itu tersenyum melihat bunga yang bermekaran dipekarangan rumahnya. Luhan sangat merawat bunga-bunga yang ditanamnya sendiri. Luhan berjongkok dan menyiram bunga mawar dihadapannya. Luhan memandangi mawar itu dan tersenyum lebar. Hatinya terasa tenang melihat mawar-mawarnya yang tumbuh subur. Tangannya terulur menyentuh mawar-mawar kesayangannya.

Seorang namja didalam mobil memperhatikan Luhan dari kejauhan. Senyum diwajah dinginnya terkembang melihat Luhan tersenyum. Ekspresi yeoja itu begitu lembut dan menghangatkan hatinya. Ingin sekali dia menemui gadis itu dan menatap mata rusanya yang menawan. Ia sandarkan kepalanya diatas stri mobil dengan terus memandang seorang gadis yang selalu memikat hatinya. Gadis itu dapat membuatnya gila. Namja poker face sepertinya dapat ia ubah menjadi namja penuh senyum dan hangat bila berada disamping gadis itu.

Raut wajah namja itu berubah datar saat melihat yeoja itu kesakitan. Secepat kilat namja itu beranjak dari mobilnya menghampiri yeoja yang ia amati sedari tadi. Ia sedikit berlari mengingat jarak mobilnya dan rumah gadis itu sedikit agak jauh. Dengan nafas yang memburu namja itu meraih tangan gadis itu yang berlumuran darah. Tanpa berkata apa-apa lagi namja itu menghisap jari gadis itu yang tertusuk duri mawar. Gadis itu terkejut menerima perlakuan tak terduga dari seorang namja yang sangat ia kenal. Tak terasa air matanya mengalir membasahi kedua pipinya.

"Hunnie..." gumamnya.

Namja itu melepaskan hisapannya dan memandang jari yang dihisapnya. Tak ada darah yang keluar lagi dari jari mulus milik gadis pujaannya. Namja itu mengamati kesepuluh jari yeoja yang ada dihadapannya dengan teliti. Memastikan tak ada lagi luka ditangan gadisnya.

"Berhati-hatilah. Mawar memang sangat cantik tapi dibalik kecantikannya tersembunyi duri yang sangat tajam" ucap Sehun melangkah pergi.

Luhan menahan gerakan Sehun dengan memeluknya dari belakang. Tangisannya tak dapat lagi ia bendung. Segala rasa yang ada dihatinya ia curahkan dipelukan kekasihnya itu. Luhan tak dapat lagi berkata-kata. Dia hanya sanggup menangis. Tangisan yang mengisyaratkan kepedihan dan kerinduan yang mendalam.

Sehun membalikkan badannya dan mendekap erat Luhan yang menangis. Tangisan Luhan begitu menyayat hatinya. Sehun lebih memilih Luhan berteriak dan memarahinya dari pada menangis seperti ini. Luhan semakin membenamkan mukanya ke dada Sehun. Namja yang sangat dirindukannya akhirnya datang kepadanya. Luhan tak sanggup lagi mendiamkan atau didiamkan Sehun. Luhan terlalu mencintai Sehun.

"Saranghae, Lu"

Ucapan Sehun itu langsung membuat Luhan menangis semakin keras. Luhan mempererat pelukannya. Sehun mengusap punggung Luhan. Benar kata Kai. Dia hanya mengatakan 'Saranghae' dan Luhan langsung paham. Sehun membenamkan wajahnya dibahu Luhan. ia benar-benar rindu gadisnya ini.

Keduanya lama sekali berpelukan didepan rumah Luhan. Menyesapi setiap rasa rindu dan cinta dari pelukan itu. Mereka tak sadar jika sedang diperhatikan oleh sepasang kekasih yang berada didalam mobil.

"Sepertinya kita tak bisa mampir kerumah Luhan Noona hari ini, Soo" ucap Kai.

"Kurasa begitu. Akhirnya mereka berbaikan juga" ujar Kyungsoo senang.

"Apa kita bisa berdiam disini lebih lama? Aku ingin menyaksikan adegan romantis yang amat sangat jarang terlihat ini" tanya Kai yang masih memandang dua orang sedang berpelukan.

"Kita tak boleh mengganggu mereka, Kai. Sebaiknya kita pergi saja" usul Kyungsoo.

"Arraseo. Lagipula lebih enak melakukannya sendiri dari pada hanya menonton" balas Kai dan mencuri sebuah kecupan dibibir Kyungsoo. Kyungsoo merona. Kai terkekeh dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Luhan.

.

.

.

Sehun memeluk Luhan yang tiduran disampingnya. Keduanya ada dikamar Luhan, lebih tepatnya berada diatas ranjang Luhan. Sehun membelai rambut halus Luhan. Rambut coklat karamel panjang Luhan yang sangat halus dan harum. Sehun menciumi puncak kepala gadisnya. Sehun tak dapat berkata apa-apa lagi. Dengan begini saja dia sudah cukup tau jika Luhan sudah tak lagi marah kepadanya dan ia juga tak marah kepada Luhan.

Luhan membenamkan wajahnya didada Sehun. Aroma maskulin Sehun yang tercium dihidungnya menenangkannya. Tangannya melingkar dipinggang Sehun. Luhan sama sekali tak mau melepaskan pelukannya. Bahkan tadi Sehun harus membujuk Luhan untuk melepaskan pelukannya agar bisa berjalan masuk kedalam rumah. Tapi Luhan menolak. Ia masih ingin berpelukan dengan Sehun. Sehunpun tak ada pilihan lain selain menggendong Luhan seperti koala. Luhan mengalungkan kedua tangannya dileher Sehun dan kedua kakinya di pinggang Sehun. Sehun sedikit kualahan dengan sikap manja Luhan tapi Sehun tak marah.

Adegan menggendong Luhan sempat dilihat oleh maid-maid dirumah Luhan. Sebenarnya Sehun sedikit malu. Toh Luhan adalah pacarnya jadi tak masalah. Para maid hanya tersenyum maklum melihat Luhan yang begitu manja pada Sehun. Luhan memang gadis yang manja, apalagi jika bersama Sehun. Sikap anggun dan dewasa yang selalu ia tunjukkan diluar akan berubah bila bertemu Sehun.

"Kau tak marah padaku, Hunnie?" tanya Luhan pada akhirnya setelah lama tak ada yang mengeluarkan suara.

"Aku tak bisa marah padamu, Lu. Aku terlalu mencintaimu" jawab Sehun lembut.

"Tapi kemarin kau berkata terlewat dingin kepadaku" lirih Luhan. Sehun mempererat pelukannya.

"Mianhae. Aku tak bermaksud seperti itu" ucap Sehun tulus. Luhan melepaskan pelukannya lalu memandang Sehun lekat. Sehun ikut memandang Luhan.

"Aku minta maaf, Sehun-ah. Aku berlaku seperti anak kecil. Aku tak pernah memikirkan perasaanmu. Aku...aku...aku bukan pacar yang baik" tutur Luhan sendu. Luhan menunduk tak berani mentap mata Sehun. Sehun mengangkat dagu Luhan agar matanya bertatapan dengannya.

"Listen, baby. Aku tau kau marah karena waktuku tak lagi seutuhnya untukmu. Tapi semua cintaku seluruhnya milikmu. Aku milikmu begitu juga kau milikku"

Mata Luhan berkaca-kaca. Sehunnya benar-benar mencintainya. Ia sangat bahagia sekarang. Luhan memeluk tubuh Sehun. Tangisnya tak terbendung lagi. Bahagia menyelimuti hatinya. Kata-kata Sehun begitu mengena dihatinya. Sehun begitu romantis. Sangat. Sehun membalas pelukan Luhan. Akhirnya kesalahpahaman ini dapat terselesaikan juga. Akan ia ingat baik-baik jika dia harus mentraktir Kai setelah ia pulang dari Jepang.

.

.

.

.

Kai mengamati Kyungsoo yang sedari tadi tersenyum lebar. Mereka kini sudah sampai di Jepang. Semenjak menginjakkan kaki di Jepang, Kyungsoo tak henti-hentinya tersenyum. Entah apa yang dipikirkan yeojanya itu yang jelas ia sangat menikmati senyuman gadisnya yang sangat menawan. Kyungsoo mengamati pemandangan melalui jendela mobil yang mereka tumpangi. Kai memeluk Kyungsoo dari samping. Ingin sekali Kai menciumi Kyungsoo sekarang. Tapi itu tidak mungkin karena dia berada dimobil bersama seorang sopir. Ia tak ingin wibawanya yang selalu ia jaga hancur didepan orang lain.

Mobil berhenti bergerak. Mereka telah sampai disebuah hotel yang Kyungsoo pesan untuk tempat menginap mereka. Kai keluar terlebih dahulu lalu meraih tangan Kyungsoo untuk turun. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan. Beberapa staff dari anak cabang perusahaannya menyambutnya. Semua membungkuk hormat. Asal kalian ketahui, hotel tempat mereka menginap merupakan hotel milik keluarga Kim. Hotel itu sangat terkenal di Jepang.

Seorang manager hotel menyambut kedatangan Kai dan mengantarkan Kai beserta timnya menuju kamar mereka. Selama perjalanan menuju kamar, Kai bertanya berbagai hal kepada sang manager tentang hotel yang mereka tempati. Kai hanya sempat membaca laporan saja tentang hotel itu dan belum sempat berkunjung kesana untuk memastikan segalanya. Setelah lama berdiskusi akhirnya Kai sampai dikamarnya. Royal suite room tentunya. Sang manager membuka pintu kamar itu dan mempersilahkan masuk.

"Selamat beristirahat, Tuan Kai" ucap manager itu dengan bahasa Jepangnya. Kai mengangguk. Manager itu menutup pintu setelah Kai dan Kyungsoo berada didalam kamar.

"Apa aku akan satu kamar denganmu?"

"Yang lainnya mendapatkan kamar mereka sendiri tapi kenapa hanya aku yang tidak mendapat kamar?"

"Lalu...Kau bisa berbahasa Jepang? Aku baru tau jika kau menguasainya"

Kyungsoo memberondongi Kai dengan berbagai macam pertanyaan. Gadisnya itu sepertinya tidak lelah dengan perjalanan mereka. Kai saja sudah duduk disofa dan bersender karena merasakan jet lag.

"Kenapa kau diam saja, Kai? Apa kau sakit? Bagian mana yang sakit? Kepalamu?"

Semua pertanyaan Kyungsoo terngiang-ngiang dikepalanya. Kepalanya semakin pening. Kyungsoo yang tak menyerah mendekati Kai dan memegang dahi Kai menggunakan telapak tangannya.

"Kau demam, Kai! apa kau permmm...mmmftt..."

Mulut Kyungsoo dibungkam paksa oleh mulut Kai. Kai yang tak sanggup mendengar ocahan Kyungsoo yang tak tau kenapa jadi secerewet ini. Akhirnya ia membungkam Kyungsoo dengan mulutnya sendiri. Kyungsoo meronta-ronta minta dilepaskan tapi Kai menolak dan tetap mencium Kyungsoo bahkan lebih dalam. Setelah dirasa Kyungsoo tak memberontak, Kai melepaskan ciumannya. Kyungsoo mengatur nafasnya. Saat Kyungsoo hendak protes Kai dengan sigap menaruh kepalanya dipangkuan Kyungsoo.

"Aku sangat lelah. Biarkan seperti ini dulu dan jangan bicara apapun"

Perintah Kai bagaikan sihir untuk Kyungsoo. Kyungsoo langsung diam dan tak berkata apa-apa lagi. Kyungsoo yang melihat wajah Kai yang terlihat sangat lelah hanya bisa pasrah dan membelai rambut kekasihnya. Raut wajah Kai yang semula tampak tegang berangsur-angsur melunak dan tenang. Sepertinya Kai sudah mulai tertidur. Kyungsoo terus memandangi wajah kalem namjanya yang begitu sangat mempesona walaupun saat tidur. Melihat wajah damai Kai membuat dirinya mengantuk. Matanya semakin lama semakin berat untuk terbuka. Kyungsoo bersender disofa dan menundukkan kepalanya hingga akhirnya jatuh tertidur.

.

.

Kai sedikit menggeliat dari tidurnya. Mata elangnya membuka perlahan-lahan. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah cantik Kyungsoo yang sedang tertidur. Kai mencoba bangkit dari pangkuan Kyungsoo secara perlahan agar tak membangunkan malaikatnya. Tangan kanannya ia gunakan untuk menopang berat tubuhnya. Kai mengamati wajah Kyungsoo. Tangan yang satu ia gerakkan untuk menyingkirkan rambut Kyungsoo yang menghalangi pandangannya dari wajah ayu Kyungsoo. Kai menyelipkan rambut Kyungsoo kebelakang telinganya. Tangannya masih bertahan ditelinga Kyungsoo. Kai mendekatkan wajahnya perlahan. Kai mulai melumat pelan bibir manis Kyungsoo. Perlahan-lahan seperti barang rapuh yang jika ditekan akan langsung pecah. Tangannya yang masih bertengger apik menangkup telinga Kyungsoo mulai menekan sedikit kepala Kyungsoo.

Kyungsoo yang merasa ada suasana basah dibibirnya langsung membuka matanya. Mata bulatnya langsung menangkap mata Kai yang tertutup rapat. Kyungsoo yang mulai mendapat kesadarannya langsung mengerti apa yang terjadi. Kai tengah mencium dirinya saat ia tidur. Kyungsoo tak menolak perlakuan Kai. Kedua tangannya langsung ia lingkarkan dileher Kai. Kai kaget. Kyungsoo terbangun dan langsung membalas ciumannya. Hal itu tak disia-siakan Kai. Kai menarik tubuh Kyungsoo hingga kini Kyungsoo berada dipangkuan Kai dan masih berpanggut mesra. Kyungsoo melepaskan ciuman mereka secara sepihak. Kai mendesah kecewa. Ia tatap lekat mata Kyungsoo yang masih sayu.

"Kau curang. Mencuri ciuman disaat aku tertidur" rajuk Kyungsoo.

"Kau selalu menggoda apapun yang kau lakukan, Soo. Aku jadi tak tahan ingin menciummu terus" goda Kai. Wajah Kyungsoo memerah. Kai selalu bisa membuatnya tersipu.

Kai mencubit hidung Kyungsoo. Tingkah Kyungsoo yang malu-malu sangat menggemaskan. Ia ingin terus menggoda Kyungsoo hingga wajah gadisnya itu merah padam. Kai merapikan rambut Kyungsoo yang sedikit berantakan akibat ulahnya. Kai menyentuh helai demi helai rambut Kyungsoo yang halus. Kyungsoo ikut merapikan rambut Kai. Sedikit peluh yang berada di dahi Kai ia usap dengan kedua tangannya. Kai menatap Kyungsoo dalam. Tak ada bosannya ia menatap malaikat tanpa sayapnya. Terlihat selalu bersinar. Kai membenamkan wajahnya diceruk leher Kyungsoo.

"Aku lapar" lirih Kai. Kyungsoo terkekeh mendengar penuturan Kai. Ditelinganya Kai seperti sedang merengek minta makan.

"Kau ingin makan dibawah atau disini?" tanya Kyungsoo.

"Aku ingin disuapi" manja Kai. Kyungsoo tersenyum. Namjanya ini benar-benar seperti anak kecil.

Kyungsoo meraih telepon yang berada dinakas meja dekat sofa yang mereka duduki. Kyungsoo memesan beberapa makanan untuk makan malam mereka. Setelah menyebutkan semua pesanannya Kyungsoo menutup teleponnya. Kai kembali memeluk Kyungsoo. Pelukan mereka sempat terlepas karena Kyungsoo harus memesan makan malam mereka.

Kyungsoo membiarkan Kai memeluk tubuhnya. Kyungsoo menyalakan TV dan menonton kartun yang tak tau apa judulnya. Kyungsoo terus memperhatikan benda persegi didepannya. Sedangkan Kai? Dia masih asik memeluk Kyungsoo dan menciumi aroma tubuh Kyungsoo. Lama kelamaan kau seperti maniak Kai. ckckckc.

Pintu kamar Kai diketuk. Kyungsoo yang hendak membuka pintu langsung ditahan Kai. Kai tak ingin pelukan hangat Kyungsoo menghilang dari tubuhnya. Kyungsoo mengusap pipi Kai.

"Mandilah. Aku yakin itu makan malam kita. Jadi aku harus membukanya, bukankah kau lapar?" bujuk Kyungsoo. Dengan sedikit malas Kai bangkit dan menuju kamar mandi. Kyungsoo tersenyum dan beranjak membukakan pintu kamar.

Kyungsoo membuka sedikit pintu kamarnya. Setelah mengecek jika itu adalah pegawai hotel yang membawakan makanan, Kyungsoo membuka lebar pintu kamarnya. Sang pengantar makanan menyerahkan troli yang berisi makanan ke Kyungsoo. Kyungsoo mengucapkan terima kasih dan menutup kembali pintunya, tak lupa juga ia menguncinya. Kyungsoo membawa troli itu ke dekat sofa yang tadi ia duduki. Ia meninggalkan troli itu dan beranjak menuju kopernya. Rasanya gerah memakai baju yang sedari tadi dipakainya. Begitu Kai selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, Kyungsoo langsung masuk kamar mandi lalu menguncinya cepat.

Jantungnya berdetak cepat. Ia paling tak kuat jika melihat Kai selesai mandi. Rambutnya yang basah dan menetes membuat pikirannya berkeliaran kemana-mana. Dia tak sepenuhnya salahkan jik aberpikiran seperti itu. Dia sudah dewasa tentu saja ia sedikit tau tentang hal-hal yang seperti itu. Kyungsoo menutup wajahnya malu. Bisa-bisanya ia berpikiran kotor. Kyungsoo langsung melesat untuk mandi. Ia perlu mendinginkan kepalanya dan tubuhnya yang sudah memanas.

Kai terheran melihat tingkah Kyungsoo. Apa salahku batin Kai. Kai melihat penampilannya dari bawah keatas dari cermin. Dia menggunakan celana dan baju lalu kenapa Kyungsoo berlari menuju kamar mandi tanpa melihatnya. Kai memiringkan kepalanya tak mengerti sambil mengusak rambutnya yang masih basah.

.

.

.

Kyungsoo keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapnya dan rambutnya yang sudah sedikit mengering. Kyungsoo melihat Kai yang sibuk menonton TV. Pandangannya beralih ke troli yang berisi makanan. Makanan itu masih utuh dan tak disentuh sama sekali. Kyungsoo menghampiri Kai.

"Kenapa kau tak makan, Kai? Bukankah kau lapar?" tanya Kyungsoo dibelakang Kai. Kai memutar kepalanya kebelakang.

"Aku bilang ingin disuapi jadi aku menunggumu" jawab Kai santai. Kai menggerakan telunjuknya memanggil Kyungsoo untuk mendekat. Kyungsoo membungkukkan badannya. Kai mengecup Kyungsoo secepat kilat. Wajah Kyungsoo merona dan memukuli Kai yang berani menciumnya seenaknya. Tawa Kai menggelegar dikamar mereka. Kai terus menghindari pukulan Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo mengejar Kai ingin memukulnya.

Kai menghentikan larinya begitu juga Kyungsoo. Kyungsoo terlihat lebih lelah dibandingkan Kai. Nafasnya ngos-ngosan dan keringat membanjiri dahinya. Kai yang merasa bersalah langsung menghampiri Kyungsoo dan mengelap keringat Kyungsoo dengan kedua tangannya. Kyungsoo mencoba menstabilkan nafasnya. Matanya terpaku melihat wajah Kai yang sangat dekat dengan wajahnya. Wajah yang dipenuhi peluh, nafas hangatnya yang menerpa kulit wajahnya, bibir tebal yang menggoda untuk dikecup semua tampak begitu seksi dimata Kyungsoo. Kyungsoo tak mengedipkan matanya sedikitpun. Pesona Kai terlalu kuat untuk ia sia-siakan.

Kai menunduk saat menyadari Kyungsoo tak bergerak sama sekali. Jelas sekali ia lihat jika Kyungsoo tengah menatapnya tanpa berkedip. Ia tunjukkan smirk andalannya. Kyungsoo semakin terpana. Kai mendekatkan wajahnya. Kyungsoo spontan menutup kedua matanya. Tapi wajah Kai melewati wajah Kyungsoo. Bibir Kai tepat berada ditelinga Kyungsoo.

"Aku tau jika aku sangat tampan hingga kau terpesona menatapku" bisik Kai ditelinga Kyungsoo dengan suara beratnya.

Kyungsoo yang tersadar langsung mendorong tubuh Kai. Wajahnya semerah tomat.

"A-Aku ta-tak terpesona pa-padamu. Kau percaya diri sekali" gagap Kyungsoo. Kai semakin menarik satu sudut bibirnya keatas.

"Benarkah? Tapi kenapa kau berbicara gugup begitu?" goda Kai.

"I-itu ka-karena aku habis berlari jadinya berbicara seperti ini" sanggah Kyungsoo. Kai langsung memeluk Kyungsoo.

"Kau tak bisa berbohong, Soo. Wajahmu sudah semerah tomat asal kau tau"

Kyungsoo menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kai. Dirinya sangat malu karena ketahuan terpesona dihadapan Kai. Kai tersenyum geli melihat tingkah yeojanya yang malu-malu itu. Bahagia sekali hidupnya.

.

.

.

Baekhyun mengernyitkan keningnya. Kedua alisnya saling menyatu. Ada yang aneh dengan rumahnya. Para maid sibuk mempersiapkan sesuatu yang Baekhyun sendiri tak tau. Setiap kali dirinya bertanya ke salah satu maid pasti mereka menghindari Baekhyun atau menjawab tidak tau. Baekhyun semakin heran dengan keadaan rumahnya yang tampak rapi dan bersih. Setiap hari rumahnya selalu rapi dan bersih tapi ada yang berbeda dengan hari ini. Terlihat lebih wah seperti sebuah perayaan.

Baekhyun menyusuri setiap sudut rumahnya. Para maid sibuk dengan tugas-tugas mereka. Mereka akan menyapa Baekhyun bila Baekhyun mendekati mereka. Baekhyun mengamati setiap sudut rumahnya. Ada nuansa baru yang membuatnya begitu senang. Kakinya melangkah memasuki ruang makan dan wow... Banyak sekali makanan yang terhidang diatas meja makan. Makanan kelas atas yang jarang sekali eommanya hidangkan. Eomma Baekhyun senang dengan masakan rumah biasa. Jadi setiap hari eommanya akan menyajikan makanan sederhana yang dibuatnya sendiri untuk Baekhyun dan juga suaminya.

Baekhyun mengitari meja makanan yang tampak seperti harta karun dadakan itu. Hampir saja air liurnya menetes melihat makanan yang begitu lezat. Setelah puas melihat makanan yang sebanyak itu, kaki mungilnya keluar dan menuju ruang keluarga. Baekhyun tercengang melihat ruang keluarganya disulap menjadi sebuah ruangan mewah nan anggun. Banyak hiasan disana-sini membuat ruangan itu semakin gemerlap.

Mulut Baekhyun menganga lebar. Eommanya benar-benar akan membuat pesta mewah. Tak biasanya rumahnya yang biasa itu disulap menjadi rumah yang wah. Baekhyun tak sanggup berkata-kata lagi. Segala perabotan yang ada diganti dengan perabotan baru yang merupakan koleksi dari eommanya. Setiap gelas yang ada diruangan itu dipoles semengkilap mungkin. Sinar lampu yang mengenai gelas-gelas itu menimbulkan efek gemerlap yang indah seperti berlian.

Saat Baekhyun hendak pergi dari ruangan itu, eommanya baru saja pulang entah dari mana. Baekhyun mengintip dari ruangan keluarga. Terlihat banyak sekali barang yang dibawa eommanya. Para maid membantu eomma Baekhyun membawakan barang-barang itu. Jika dilihat dari nama yang ada ditas belanjaan eommanya seperti sebuah brand baju mahal. Baekhyun berpikir sejenak. Apa mungkin eommanya belanja baju ditempat mahal hanya untuk sebuah pesta? Baekhyun menggelengkan kepalanya. Eommanya tak terlalu suka menghambur-hamburkan uang hanya untuk belanja pakaian.

Tatapan mata Baekhyun dan eommanya bertemu. Eomma Baekhyun tersenyum dan menghampiri anaknya. Sedangkan Baekhyun hanya berdiri mematung tanpa memberikan ekspresi apapun. Eomma Baekhyun tiba-tiba saja menarik tangan Baekhyun dan keluar dari rumah. Baekhyun yang bingung hanya menurut saja.

"Kita akan kemana, eomma?" tanya Baekhyun pada akhirnya setelah mereka di dalam mobil.

"Kau diam saja dan harus menuruti kemauan eomma. Arraseo?" perintah eommanya. Baekhyun mengangguk imut. Eomma Baekhyun yang gemas melihat Baekhyun langsung memeluk putri semata wayangnya.

.

.

.

.

TBC

Yehet! Tuh udah aku buatin Kaisoo momen dan Hunhan momennya. Untuk Chanbaek momennya mungkin besok ya. Hunhan akhirnya aku buat akur juga dengan cara yang lumayan sweet. Maaf kalo masih kurang sweetnya. Takutnya diabetes ntar /halah/ Kaisoo momennya masih kurangkah? Yang penting masih adalah ya,, hihihihi.

Yang minta kaisoo ada konflik lagi maafkan aku tidak bisa mengabulkan permintaan kalian. Ntar ceritanya gag selesai-selesai klo ada konflik terus. Ada yang request sulay couple dimunculin. Aku ga jamin bisa munculin. Untuk Minseok masih aku buat single dulu. Ada yang minta ratenya jadi M apalagi untuk Kaisoo. Aku belum bisa buat epep rate M chingu. Mian. Kapan Kaisoo nikah? Ditunggu aja ya, hahahaha. Setelah semua pasangan akur aku akan menamatkan ceritanya. Gag tau nanti tamatnya kayak apa. Aku masih belum ada bayangan. So ditunggu aja.

Terima kasih buat para readers disini yang mereview epep selinganku yg judulnya GIDAEHAE. Aku sangat terkesan dan tersanjung jika epep itu dapet banyak review. Tenang saja, karena epep itu gag beneran END. Aku masih akan melanjutkannya tapi ga tau kapan akan dipost. Aku harus namatin epep ini dulu dan aku juga udah janji klo setelah ini YAOI yang berkibar. Jadi sabar ya.

Sekali lagi aku ucapkan banyak terima kasih untuk para readers yang setia review, favorit dan follow epepku. Tanpa kalian aku gag akan bisa menyelesaikan epepku dalam waktu cepat. Gomawo readers-deul.

Big thanks to:

zoldyk, yixingcom, qie kaisoo 2, kimyori95, ViraaHee, Valencia Byun, SognatoreL, PandaCherry, NadynaDyna, Kyungra26, Desta Soo, ruixi1, lee kaisoo, kyunginsoo, hyeraPark, didinsoo, ariviavina6, Panda XOXO, NezuYuki, AraSabila, LuXiaoLu, , dhyamanta1214, kmy, Sniaanggrn, NopwillineKaiSoo, Yesha1214, Insooie baby, dorekyungsoo93, ayp, ParkHyunHa, hunhanrakaisoo , thelostisland35, kim kyung soo, JonginDO,Taman Coklat, Winnybo Q'star, k0j3t4, kyungsooaddict, YoungHeeSEHUN94, shijue, Riska laheb, Guest, BabyZhao,
kyungiee, Yesha1214, zhea . zhiioott, FitraBela, kinannkinanti, The Spring, lailatul . magfiroh . 16, keroro . r . kero, kyungiee, teukiangle, Silent Kaisoo, deerxiviiiv, she3nn0, humaira9394, xiuchenchen, yoosushipper729, hxnhxn, InSoo-nim, RiKyungie, Sniaanggrn, dekaeskajei, hyenakim501, Leewufan, frz2407, mocca, aku adalah aku, sehunpou, MbemXiumin, xoxokyungsu, doctorbaek, mozavirgodiyana, guest, lovee,
Hyomilulu, Kim Rin Rin, cahayaanjanie, kellyangelina20802, nanadyo

MIND TO REVIEW?