LAST LOVE
CAST : KAISOO, SLIGHT HUNHAN AND CHANBAEK
GS FOR ALL UKE
.
.
.
.
NO SIDERS!
.
.
.
DON'T BASH!
.
.
.
.
REVIEW PLIS!
.
.
.
.
SEMUA CAST BUKAN MILIKKU DAN IDE MURNI DARI OTAKKU
.
.
.
.
ENJOY
.
.
.
.
CHAPTER 16
.
.
.
.
HAPPY READING!
.
.
.
Kyungsoo menggeliat tak nyaman diranjangnya. Kyungsoo mencoba membuka matanya perlahan. Sedikit demi sedikit Kyungsoo dapat melihat seberkas cahaya memasuki retina matanya. Hal pertama yang Kyungsoo lihat saat membuka matanya adalah langit-langit kamarnya. Kyungsoo masih betah dengan posisi terlentang dan memandangi atap kamarnya. Ia masih berusaha mengumpulkan nyawanya yang sepenuhnya belum bersatu.
Kyungsoo meregangkan tubuhnya yang tersa sedikit kaku lalu mencoba untuk duduk. Kyungsoo mengucek salah satu matanya dan mulutnya sedikit menguap lebar. Kyungsoo mengedarkan pandangannya kesegala penjuru kamarnya dan terkaget saat melihat 3 orang maid berdiri didepan pintu kamarnya sambil memperhatikannya. Kyungsoo mencoba menajamkan penglihatannya mengecek apakah benar itu manusia atau bukan. Kyungsoo melihat dari atas sampai bawah ketiga sosok itu dan baru menyadari jika ketiganya menapakan kakinya dilantai. Kyungsoo mendesah lega. Ia takut jika itu merupakan makhluk halus. Efek bangun tidur membuat Kyungsoo sedikit parno.
Ketiga maid itu mendekati Kyungsoo. Kyungsoo mengambil langkah waspada. Ia masih takut kepada tiga maid yang berada tiba-tiba berada didalam kamarnya. Sebelumnya tak pernah sekalipun para maid dirumahnya berani masuk kedalam kamarnya tanpa seijinnya. Apalagi ketiga maid itu seperti bukan maid rumahnya. Ia tak mengenali wajah ketiga maid itu.
"Anda sudah bangun, nona?" ucap maid pertama.
"Saya sudah menyiapkan air hangat untuk anda mandi. Apa anda ingin langsung mandi?" tanya maid kedua.
"Saya akan membantu menggosokkan punggung anda bila nona berkenan" ucap maid ketiga.
Kyungsoo mengernyit bingung. Ada apa sebenarnya. Kenapa tiba-tiba dia diperlakukan layaknya seorang putri begini. Kyungsoo memandangi ketiga maid yang tersenyum cerah kearahnya. Ia sedikit ngeri juga tiba-tiba diperlakukan seperti ini. Salah satu maid menyibakkan selimut Kyungsoo dan maid yang lain membantu Kyungsoo untuk turun dari ranjang. Kyungsoo menurut saja diperlakukan seperti itu. Ia masih berpikir keras dengan apa yang terjadi sekarang.
Maid kedua mencoba melepaskan pakaian tidur Kyungsoo yang langsung ditolak oleh Kyungsoo. Kyungsoo menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya. Kyungsoo menatap horor ke maid kedua yang berani-beraninya ingin menelanjanginya. Maid kedua membungkuk saat tau Kyungsoo tak ingin dibantu melepaskan pakaiannya. Maid ketiga membukakan pintu kamar mandi dna mempersilahkan Kyungsoo masuk. Kyungsoo berjalan was-was sambil memperhatikan ketiga maid.
Kyungsoo berhasil masuk kedalam kamar mandinya. Matanya melebar melihat penampilan kamar mandinya yang terlihat berbeda. Terdapat kelopak mawar merah bertebaran dilantai kamar mandinya. Sedangkan bathtube-nya terdapat banyak kelopak bunga diatas permukaan air. Kamar mandinya juga sangat wangi. Wangi khas bunga yang sangat menenangkan. Ia benar tak menyangka kamar mandinya berubah sedrastis ini. Padahal semalam saat ia gunakan tidak seperti ini. Kedua maid yang ikut masuk kedalam kamar mandi tersenyum melihat tampang polos Kyungsoo yang terkejut.
"Anda ingin kami bantu menggosokkan punggung anda, nona?" tanya maid kedua. Lamunan Kyungsoo buyar. Ia baru menyadari jika maid-maid itu ikut masuk kedalam kamar mandi.
"Tak usah. Aku bisa mandi sendiri. Kalian keluar saja" tolak Kyungsoo.
"Tapi kami disini diperintahkan untuk membantu nona dalam segala hal" ucap maid ketiga.
"Perintah? Siapa yang memerintahkan kalian?" selidik Kyungsoo. Sebenarnya dari tadi ia ingin bertanya banyak hal kepada ketiga maid itu.
"Kami tak bisa memberitahukan kepada nona. Yang jelas kami hanya diperintahkan untuk membantu nona untuk bersiap" jawab maid kedua.
"Bersiap? Kita akan kemana?" tanya Kyungsoo lagi.
Kedua maid itu hanya tersenyum tak menanggapi pertanyaan Kyungsoo. Kedua maid itu mendekati Kyungsoo dan mencoba melepaskan baju Kyungsoo. Kyungsoo mencoba memberontak tapi ia kalah. Entah kedua maid itu dapat kekuatan darimana yang pasti Kyungsoo tak bisa melawan mereka.
Kyungsoo berendam didalam bathtube. Tubuh polosnya tertutupi oleh kelopak-kelopak bunga yang mengapung dipermukaan air. Wangi khas bunga menguar diseluruh penjuru kamar mandi. Tak tau apa yang kedua maid itu masukkan kedalam air mandinya, Kyungsoo sangat menyukai aromanya. Begitu menenangkan dan merilekskan seluruh tubuhnya. Salah seorang maid membantu Kyungsoo menggosokkan punggungnya. Kyungsoo hanya diam dan menikmati perlakuan maid itu. Tangan maid itu begitu terampil hingga Kyungsoo terlena.
"Apakah anda masih ingin berendam atau mencukupkan mandi kali ini nona?" tanya maid ketiga.
"Aku masih ingin berendam" jawab Kyungsoo dengan mata terpejamnya.
"Baiklah jika begitu. Saya sudah menyiapkan bathrobe. Saya permisi dulu" ucap maid itu sopan dan meninggalkan Kyungsoo.
Kyungsoo bersandar dipinggiran bathtube. Matanya membuka pelan. Banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan tentang hari ini. Terlalu banyak kejutan hari ini semenjak ia terbangun. Tak pernah sekalipun ia diperlakukan bak putri seperti ini. Kedua orang tuanya mendidiknya untuk belajar mandiri. Tangan Kyungsoo terangkat untuk menyentuh kelopak bunga. Berbagai macam jenis bunga mengapung dipermukaan air. Kyungsoo tersenyum. Ada satu orang dibenaknya yang mungkin melakukan hal seperti ini. Kyungsoo bangkit menuju shower. Ia ingin segera keluar kamar mandi dan menelepon pemuda itu.
Setelah selesai membersihkan diri, Kyungsoo memakai bathrobenya. Kyungsoo memutar knop pintu kamar mandi dan membukanya. Betapa terkejutya saat melihat kamarnya berubah menjadi seperti butik mini. Hamparan gaun-gaun cantik nan mahal menyapa indera penglihatannya. Berbagai asesoris tertata rapi dan sangat indah. Deretan sepatu mahal berjejer apik diatas ranjangnya. Kyungsoo lagi-lagi tercengang hari ini. Suasana kamarnya sangat berbeda dari sebelumnya. Padahal hanya ia tinggal mandi tapi sudah berbeda seperti ini.
Dua maid menuntun Kyungsoo untuk duduk didepan meja rias. Kyungsoo menatap bingung kedua maid itu dengan mata bulatnya. Kyungsoo baru ingat. Ia ingin menelepon seseorang. Kyungsoo berdiri dan berjalan menuju nakas samping ranjangnya untuk mencari ponselnya. Kyungsoo mengobrak-abrik meja itu tapi tak menemukannya. Kedua maid yang sedari tadi memperhatikan Kyungsoo ikut bingung. Mereka tak tau apa yang sedang dicari nona mereka.
"Jika anda mencari ponsel, ponsel itu dibawa oleh nyonya besar" ucap seorang maid yang baru saja masuk kedalam kamar Kyungsoo dengan membawa nampan berisi sarapan Kyungsoo. Kyungsoo menghentikan aksi mencarinya dan menatap maid itu.
"Dibawa eomma? Tapi aku membutuhkannya sekarang" ujar Kyungsoo.
"Ponsel anda akan dikembalikan jika semua persiapan sudah selesai. Silahkan anda duduk kembali" ujar maid itu dan memberi kode kepada kedua temannya untuk membawa Kyungsoo kemeja rias.
"Tapi aku ingin menelepon seseorang. Tak bisakah kau meminjamkan ponsel kalian kepadaku?" tanya Kyungsoo sambil dibawa kemeja rias. Kyungsoo menatap ketiga maid itu dengan pandangan puppy eyesnya. Ketiga maid itu saling berpandangan.
"Maafkan kami nona. Kami hanya melakukan apa yang diperintahkan kepada kami" sesal maid pertama. Kyungsoo cemberut.
"Ini sarapan anda, nona. Silahkan menikmati. Kami akan menata rambut anda selagi nona sarapan. Maafkan kelancangan kami" tutur maid pertama.
"Lakukan sesuka kalian. Kalian kan hanya melakukan apa yang diperintahkan" cibir Kyungsoo dengan bibir manyun.
Kyungsoo mengambil salah satu roti yang disiapkan untuk sarapannya. Sang maid mulai menata rambut Kyungsoo. Kyungsoo acuh dengan kegiatan maid dibelakangnya. Ia sibuk memakan sarapannya dengan sesekali menggerutu tak jelas. Ia paling tak suka main rahasia-rahasiaan seperti ini. Kyungsoo menegak habis susu yang disiapkan. Ia benar-benar merasa jengkel. Kyungsoo mengambil tisu untuk menyeka mulutnya. Matanya terarah memandang pantulan wajahnya. Ia melihat bagaimana seorang maid sangat serius menata rambut Kyungsoo. Ia sendiri tak tau akan dibuat seperti apa rambutnya.
"Anda sudah selesai dengan sarapan anda nona? Bisa saya mulai untuk merias wajah anda?" tanya maid kedua.
"Lakukan sesukamu" jawab Kyungsoo singkat. Maid itu mengangguk.
Maid ketiga membawa nampan tempat sarapan Kyungsoo keluar kamar. Sedangkan maid kedua sudah bersiap untuk merias Kyungsoo. Kyungsoo menghela nafasnya sebelum maid itu meriasnya. Sebenarnya ia tak terlalu suka duduk diam seperti sekarang. Ia juga tak terlalu suka merias diri disalon. Karena menurutnya itu berlebihan. Ia lebih suka dengan riasan natural yang biasa ia gunakan. Kyungsoo masih bertanya-tanya sebenarnya ia akan menghadiri acara apa. Rata-rata gaun yang dipajang adalah gaun berwarna putih. Seperti gaun nikah. Kyungsoo menepis pikirannya tentang pernikahan. Kai saja belum pernah datang kerumahnya untuk melamar secara resmi jadi tak mungkin jika dia akan menikah.
Akhirnya riasan Kyungsoo selesai. Cukup lama juga Kyungsoo menunggu. Kyungsoo membuka matanya dan menatap dirinya dicermin. Matanya membulat melihat wajahnya yang sangat berbeda. Riasannya begitu natural tapi berkesan wah. Ia dirias seperti seorang dewi yang turun dari khayangan. Rambutnya tertata apik dengan asesoris berwarna putih mengkilap. Kyungsoo memegang wajahnya sendiri. Ia merasa takjub dengan riasan yang sangat mengubahnya 180 derajat. Ia sentuh hiasan rambutnya yang sangat berkilau dibawah cahaya lampu. Sinarnya menyilaukan mata.
"Hiasan rambut itu dipesan khusus yang terbuat dari campuran emas putih dan perak. Dan juga dihiasi oleh batu berlian" terang maid pertama.
"Berlian? Jadi yang berkilau ini batu berlian?" tanya Kyungsoo kaget.
"Ne" jawab maid pertama dengan senyumannya.
"Wah...orang yang memesannya pasti sudah gila hanya untuk hiasan rambut saja ia menambahkan berlian yang mahal" tutur Kyungsoo polos.
"Yang memesan itu pasti sangat mencintai, nona" timpal maid pertama.
"Saatnya memakai gaunnya nona" ucap maid ketiga.
Kyungsoo menoleh lalu mengangguk. Kyungsoo bangkit dan berjalan mendekati area gaun-gaun. Kyungsoo memperhatikan satu persatu gaun yang terpajang. Gaunnya sangat indah. Ingin rasanya ia mencobanya satu persatu. Salah seorang maid menghampiri Kyungsoo untuk membuka bathrobe yang digunakannya. Kyungsoo sedikit malu saat bathrobenya dilepas. Dua maid menghampiri Kyungsoo dengan sebuah gaun yang lumayan besar. Kyungsoo memakainya dengan dibantu ketiga maid. Kyungsoo mengamati penampilannya didepan cermin yang telah disiapkan oleh para maid sebelumnya. Ia tak menyangka akan memakai gaun yang sangat indah ini. Gaunnya sangat elegan. Dan yang Kyungsoo tau, gaun yang dipakainya adalah gaun pengantin.
Gaun itu berwarna putih dengan perpotongan dada yang tak terlalu rendah. Gaun itu hanya menutupi sampai lututnya dan dibagian belakang ada tail yang lumayan panjang. Gaun itu hanya putih polos tapi jika terkena cahaya lampu akan berkilau karena di gaun itu terdapat batu berlian kecil-kecil yang tak kasat mata. Entah bagaimana caranya berlian itu disana yang jelas membuat penampilan Kyungsoo bagaikan seorang bidadari.
Persiapan Kyungsoo sudah selesai. Tak lupa Kyungsoo memakai sepatu heals berwarna senada dengan kemilaunya. Hari ini tubuh Kyungsoo dilapisi oleh berlian. Setiap hal yang ia pakai terdapat berlian sebagai hiasannya. Kyungsoo merasa takjub dengan dirinya. Rasanya ia ingin menangis. Hari ini ia merasa sangat bahagia walaupun tak tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Jangan menangis, nona. Nanti make up anda luntur" ucap salah seorang maid saat melihat mata kyungsoo yang berkaca-kaca.
"Apa hari ini aku akan menikah atau aku hanya mencoba gaun ini saja?" tanya Kyungsoo.
"Anda akan tau nanti, nona. Maaf kami tak bisa mengatakannya" jawab maid pertama.
"Kita sebaiknya segera berangkat nona. Sudah tak banyak waktu lagi" ucap maid kedua.
Kyungsoo mengangguk pasrah. Ia menurut saja akan dibawa kemana setelah ini. Apalagi dengan penampilan seperti ini. Kyungsoo berjalan pelan dibantu oleh dua maid keluar kamar. Selama perjalanan menuju keluar rumah, para maid rumah Kyungsoo sangat takjub dengan penampilan nona mereka. Mereka melontarkan kalimat-kalimat pujian untuk Kyungsoo yang terlihat sangat cantik dan mempesona hari ini. Kyungsoo hanya membalas dengan senyumannya.
Didepan rumahnya sudah terdapat mobil limosin yang terparkir. Seorang driver membukakan pintu untuk Kyungsoo. Bahkan drivernya berpakaian sangat formal dan elegan. Kyungsoo masuk kedalam mobil. Hatinya tiba saja berdebar-debar. Ia juga merasa gugup. Kyungsoo memegang dadanya dan mencoba bernafas secara normal. Berpakaian seperti ini dan menaiki mobil mewah membuatnya sedikit tak nyaman. Dipikiran Kyungsoo hanya ada tentang pernikahan. Ia sudah menebak-nebak jika hari ini ia akan menikah. Ia tak terlalu bodoh untuk menyadari semua yang terjadi hari ini. Ia yakin jika hari ini dia akan menikah. Kai pasti mempersiapkan semuanya dan bermaksud memberikan kejutan. Ia sudah hafal dengan sifat Kai.
.
.
.
Kai berjalan mondar-mandir diruangannya. Saat ini ia berada disebuah ruangan transit di gedung milik keluarganya. Kai merasa cemas dengan segala persiapannya. Ia takut jika semua rencananya tak berjalan sesuai harapan. Ia sudah merencanakan hal ini saat ia berada di Jepang. Ia sengaja tak memberitahu Kyungsoo karena ingin membuat kejutan untuk yeojanya.
Chanyeol dan Sehun yang sedari tadi memperhatikan Kai ikut pusing. Selama satu jam Kai berjalan mondar-mandir seperti itu. Sehun menghela nafasnya. Sahabatnya ini benar-benar tak terduga. Beberapa hari lalu ia menerima undangan pernikahan Kai yang langsung diantar oleh Kai sendiri. Yang mengagetkan adalah waktu pernikahan mereka yang dibilang sangat cepat. Bahkan ia tak tau sejak kapan Kai mempersiapkan semuanya dan Sehun yakin jika Kyungsoo tak tau akan pernikahannya. Kai memang tak mengundang banyak orang dihari pernikahannya. Undangannya hanya terbatas dan Kai sendiri yang mengantarkannya.
"Bisakah kau duduk saja? Aku pusing melihatmu mondar-mandir seperti itu" keluh Chanyeol.
"Aku tak bisa, hyung. Ini momen yang penting untukku. Aku ingin semua berjalan sesuai harapanku" tutur Kai tetap berjalan mondar-mandir.
"Terserahmu saja. Aku tak menyangka kau akan mendahuluiku untuk menikah. Padahal aku dulu yang mengumumkan untuk menikah tapi kenapa kau malah duluan" gerutu Chanyeol.
"Aku sudah merencanakannya sejak berada di Jepang, hyung. Waktu aku melamar Kyungsoo. Aku menyembunyikannya dari Kyungsoo dan itu sedikit sulit" jelas Kai.
"Kau membuat kami sedikit kewalahan menangani yeoja-yeoja kami. Kau tau sendirikan jika mereka akan heboh menerima kabar mendadak seperti ini" ucap Sehun.
"Benar. Aku bahkan harus membujuk Baekhyun agar ia tak memberitahu Kyungsoo dan mendekatinya selama beberapa hari ini. Baekhyun terlalu susah diam" curhat Chanyeol.
"Maka dari itu aku memberitahukan kekalian. Hanya kalian yang dapat menangani para singa betina itu" ucap Chanyeol.
"Siapa yang kau sebut singa betina, eoh?" ketus Luhan.
Kai, Chanyeol dan Sehun menoleh kearah pintu. Disana Luhan berdiri berkacak pinggang dengan tatapan membunuh. Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjalan menuju Chanyeol. Luhan mendekati Kai yang terlihat sedikit takut. Sehun menghela nafasnya dan bangkit dari duduknya menuju kearah Luhan. Ia tak ingin jika sang mempelai pria bernasib naas dipelaminan nanti.
"Sudahlah, Lu. Biarkan saja dia kali ini. Hari ini adalah hari spesialnya" ucap Sehun saat berada didepan Luhan dan menyeretnya untuk duduk.
Kai menghela nafasnya lega saat Luhan berhasil dibawa menjauh darinya. Kai merapikan lagi stelan jasnya. Ketakutan dengan Luhan berhasil membuatnya mengurangi kecemasannya. Kai ikut duduk disalah satu kursi.
Kita melupakan penampilan Kai saat ini. Kai memakai celana dan jas putih dengan kemeja hitam didalamnya. Sepatunya berwarna senada dengan celananya. Rambutnya ia sisir sedikit keatas dengan belahan pinggir. Seperti seorang pangeran dengan dandanan serba putih. Ia sengaja mengkonsep dirinya dan Kyungsoo memakai pakaian putih. Ia ingin tampil berbeda. Sapu tangan berwarna merah tersemat indah dikantung atas jasnya. Satu-satunya warna yang mencolok dipenampilannya.
Kai mengguncangkan kakinya cepat tanda ia sedang gugup. Ia gigiti bibir bawahnya. Kai bingung harus berbuat apa. Masih belum ada kabar tentang Kyungsoo padahal sebentar lagi acaranya akan dimulai. Kai takut jika Kyungsoo menolak untuk datang dan memilih melarikan diri. Ekstrim memang pikiran Kai tapi siapa yang tau. Kyungsoo sama sekali tidak tau jika hari ini dia akan menikah. Kai mengambil ponselnya dan menatap layarnya. Berharap ada seseorang yang menelepon bahwa Kyungsoo sudah dalam perjalanan. Doa Kai terkabulkan. Tiba-tiba saja ponselnya menyala dan menampilkan sebuah nama dilayarnya. Kai bergegas mengangkatnya. Senyumnya merekah saat tau apa yang baru saja ia dengar. Kai bangkit dan merapikan sekali lagi jasnya. Ia menghela nafas sebentar.
"Pengantin wanita akan segera tiba" ucapnya dengan senyuman tampannya.
Teman-temannya tersenyum senang dan ikut berdiri. Mereka bersiap untuk keluar dan bergabung dengan tamu lain yang sudah menunggu didalam. Sehun dan Chanyeol menepuk pundak Kai untuk menyemangati sahabatnya itu. Kai balas dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya. Baekhyun mendekati Kai dan memeluknya.
"Jaga Kyungsoo" bisik Baekhyun.
"I will" balas Kai.
Baekhyun melepaskan pelukannya dan pergi menyusul Chanyeol yang berada diambang pintu. Luhan mendekati Kai dengan air mata menggenang. Kai langsung memeluk Luhan.
"Uljima, Noona" lirih Kai.
"Aku bahagia, Kai. Akhirnya kau akan menikah dengan Kyungsoo. Aku sangat bahagia" lirih Luhan menahan tangis bahagianya. Kai melepaskan pelukannya dan menatap saudaranya itu.
"Aku janji akan membahagiakannya, Noona. Noona percaya kepadaku kan?" tanya Kai.
"Tentu saja aku percaya padamu. Aku mengenalmu dari kecil Kai. Aku tau kau bisa" ucap Luhan dan tersenyum bahagia. Kai mengangguk dan menyuruh Luhan menghampiri Sehun. Sehun mengacungkan jempolnya sebelum keluar dari ruangan itu. Kai menghirup nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ini saatnya menunjukkan bahwa Kyungsoo akan menjadi miliknya selamanya
.
.
.
Pintu terbuka lebar. Semua mata orang yang menunggu sedari tadi tertuju pada sosok yang berjalan memasuki sebuah hall. Hall yang khusus digunakan untuk acara pernikahan salah satu keluarga Kim. Semua mata terpana pada sosok namja yang masuk kedalam gedung. Sosoknya benar-benar menyita perhatian para tamu. Namja itu berjalan penuh percaya diri dengan wajah dinginnya yang terkenal. Walaupun begitu kharismanya tak berkurang sedikitpun. Pakaiannya yang serba putih menjadi pembeda dikalangan para pria karena tamu yang datang rata-rata mengenakan jas hitam.
Namja itu tak sedikitpun menunjukkan senyumannya padahal hari ini hari bahagianya. Namja itu menaiki altar. Ia sedikit tersenyum kepada seorang pendeta yang sudah menunggu. Pendeta itu tersenyum dan mengangguk. Kai –namja itu membenarkan lagi jasnya dengan sedikit helaan nafas. Rasa gugupnya semakin bertambah saat kakinya menapak diatas altar. Ia lirik kekanan dan menemukan sahabatnya yang memberikan semangat kepadanya. Luhan memberi tanda agar Kai tersenyum. Kai hanya tersenyum samar. Ia masih enggan menunjukkan senyuman tampannya. Karena baginya hanya satu orang yang bisa membuatnya tersenyum lebar tanpa disuruh.
Kai ganti melirik kearah kiri dan menemukan Suho dengan seorang namja paruh baya yang tersenyum kearahnya. Suho mengacungkan kedua jempolnya dan memberikan senyuman terbaiknya. Sedangkan seorang namja paruh baya hanya tersenyum kalem. Kai mengangguk sedikit kemudian memposisikan tubuhnya seperti semula. Berkali-kali Kai mencoba mengatasi kegugupannya dengan menghirup dan menghembuskan nafas secara teratur. Sang pendeta yang melihat Kai gugup menepuk pundaknya dan berkata 'tenanglah'. Tapi rasa gugupnya tak mau hilang juga.
Pintu hall lagi-lagi terbuka lebar. Semua orang mengalihkan pandangan mereka kearah pintu begitu juga Kai. Pintu yang terbuka itu tampak kosong dan tak ada seorangpun yang masuk. Para tamu mulai berbisik-bisik. Kai mengerutkan dahinya saat tak menemukan seorangpun disana. Tiba-tiba alunan musik mengalun indah. Saat itu juga seorang wanita dengan gaun pengantinnya masuk dengan anggunnya. Lagi-lagi semua mata terpana pada sosok yang baru saja memasuki hall. Gadis itu menampilkan senyuman berbentuk hatinya. Banyak tamu yang memuji kecantikan sang mempelai wanita. Mereka sampai bingung harus berkata apa untuk mendeskripsikan seorang yeoja yang hari ini mencuri hati mereka.
Kai terpaku ditempatnya. Kecantikan Kyungsoo membuatnya hilang akal. Ia sama sekali tak berkedip. Matanya terus fokus memandang objek indah didepannya. Seluruh kerja otaknya serasa lumpuh dan tak berfungsi normal. Beberapa saat yang lalu ia sampai lupa bagaimana caranya bernafas. Nafasnya tiba-tiba saja berhenti saat melihat penampilan Kyungsoo yang sangat mengagumkan. Jantungnya berhenti berdetak melihat senyuman Kyungsoo. Kai melengkungkan bibirnya keatas tanpa sadar. Ia tak bisa menahan rasa bahagianya saat mengetahui Kyungsoo datang menghampirinya. Perasaan cemas dan gugupnya seketika hilang saat melihat senyuman Kyungsoo.
Kyungsoo tersenyum kearah Kai. Kai begitu mempesona dimatanya. Untung saja ia masih bisa mengontrol dirinya. Jika tidak ia sudah terjatuh karena pesona Kai yang menguar keluar. Kyungsoo menggenggam erat buket bunga mawar merah yang dipegangnya. Jika Kai menggunakan sapu tangan merah sebagai poin penting dalam penampilannya berbeda halnya dengan Kyungsoo. Ia menggunakan sebuket mawar merah sebagai poin pada penampilannya selain kemilau cahaya yang ditampilkan oleh gaunnya karena cahaya lampu.
Kai mengulurkan tangannya saat Kyungsoo mendekati altar. Kyungsoo menyambut uluran tangan Kai dan naik kealtar. Dengan tangan yang masih bertaut Kai dan Kyungsoo saling memandang penuh puja. Masing-masing dari mereka saling memuja dalam hati akan ketampanan dan kecantikan pasangan mereka. Sang pendeta berdehem cukup keras untuk membuyarkan lamunan kedua mempelai. Kai dan Kyungsoo tersenyum malu kearah pendeta didepan mereka. Sang pendeta memulai acara pernikahan Kyungsoo dan Kai. Keduanya saling mengucap janji. Tak ada keraguan sedikitpun dari kata-kata keduanya. Seakan mereka telah menyiapkannya secara matang.
Luhan menghampiri Kai dan Kyungsoo membawakan cincin pernikahan mereka. Luhan sendiri yang menawarkan ingin menjadi pembawa cincin. Awalnya Kai meminta tolong kepada Sehun tapi Luhan bersikeras ingin menggantikan Sehun. Sehun mengalah dan menyerahkan kepada Luhan. Kai tersenyum saat mengambil salah satu cincin. Kai menatap Kyungsoo dalam. Ia raih tangan kanan Kyungsoo dan menyematkan cincin yang dibawanya kejari manis Kyungsoo. Kyungsoo mengambil cincin yang lain dan ia sematkan kejari manis kanan Kai. Sorak sorai memenuhi gedung. Para tamu sangat antusias melihat pernikahan yang terbilang cukup mendadak itu.
Saat yang dinanti-nantikan tiba. Para tamu tak sabar melihat kedua mempelai berciuman. Mereka bersorak menyuruh Kai untuk segera mencium Kyungsoo. Kyungsoo sedikit malu dan menutupi wajahnya dengan mawar yang ia bawa. Kai menurunkan mawar yang menghalangi wajah Kyungsoo. Dengan gerak cepat ia memanggut bibir merah Kyungsoo. Kyungsoo yang awalnya kaget mulai menikmati ciuman Kai. Para tamu bersorak riang. Suara bass Chanyeol menggema diantara suara-suara para tamu. Suara Chanyeol cukup keras dan menggelegar. Baekhyun sampai menyikut perut namjanya karena memepermalukannya. Chanyeol nyengir dan ikut bertepuk tangan tanpa mengeluarkan suara. Ia takut jika Baekhyun akan memarahinya habis-habisan setelah ini.
Kai melepaskan ciumannya. Ia melihat pipi Kyungsoo merona. Ia usap perlahan pipi Kyungsoo yang semakin membuat wajah Kyungsoo memerah. Kai terkekeh lalu memeluk Kyungsoo. Semua orang masih sibuk bersorak melihat Kai dan Kyungsoo semakin manis. Akhirnya penyatuan dua hati yang selama ini terpisah dan mengalami banyak hambatan berlangsung indah. Rintangan demi rintangan mereka lalui untuk berada diposisi saat ini. Mulai hari ini mereka akan memulai hidup penuh kasih dan sayang dengan sedikit bumbu-bumbu manis yang selalu Kai berikan kepada Kyungsoo. Karena Kai tak akan pernah bisa hidup tanpa Kyungso dan Kyungsoo tak akan pernah bisa hidup tanpa Kai. Bagaikan sudah tertulis jelas dibuku takdir mereka bahwa mereka akan selalu bersama selamanya. Tak pernah terpisahkan dan selamanya cinta keduanya tak akan pudar. Kehidupan yang selalu diinginkan oleh setiap orang.
.
.
.
.
.
END
.
.
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo berkutat dengan masakannya. Sedari tadi yeoja mungil itu belum selesai memasak sarapan untuk dirinya dan suami tercintanya. Kehidupan pernikahan mereka sudah berjalan tiga bulan. Kai masih saja bermanja-manjaan kepada Kyungsoo dan Kyungsoo selalu sabar menghadapi tingkah kekanakan Kai yang terkadang muncul. Kyungsoo menata peralatan makannya dimeja makan mungil mereka.
Setelah menikah Kai memboyong Kyungsoo tinggal diapartemennya. Kai sama sekali menolak permintaan halabeojinya yang menginginkan Kai dan Kyungsoo tinggal disalah satu rumah yang dimiliki keluarga Kim. Kai tak ingin pindah kemanapun. Baginya apartemennya merupakan saksi bisu kisah cintanya bersama Kyungsoo. Bagaimana ia membagi ceritanya kepada Kyungsoo. Bagaimana apartemennya menjadi tempat awal mulanya kesalah pahaman. Bagaimana menderitanya Kai saat Kyungsoo meninggalkannya. Terlalu disayangkan jika tempat bersejarah itu ditinggalkan. Terlalu banyak kenangan.
"Soo...dimana kau meletakkan dasiku. Sedari tadi aku mencarinya tapi tak menemukannya" teriak Kai dari dalam kamar.
Kyungsoo mematikan kompornya. Tangannya masih bergerak lincah menuangkan makanan dipanci kedalam piring.
"Aku meletakkannya dilemari pakaianmu. Coba dicari lagi" balas Kyungsoo berteriak dari dapur.
"Aku sudah mencarinya tapi tak menemukannya. Aku bisa terlambat Soo jika terlalu lama mencari dasi. Sebentar lagi akan ada rapat penting" teriak Kai lagi.
Kyungsoo mendesah pelan. Selalu saja seperti ini batin Kyungsoo. Kyungsoo melepas apronnya. Untung saja masakannya sudah matang. Kyungsoo berjalan keluar dapur untuk menemui Kai.
Kai sibuk mencari dasi didalam lemarinya. Kyungsoo menghampiri salah satu lemari lain yang berada dikamar mereka dan mengambil satu dasi untuk Kai. Kyungsoo mendekati Kai dan membalikkan tubuh suaminya. Kai hendak protes tapi gerakan tangan Kyungsoo saat memakaikan dasi untuknya membuatnya diam. Kyungsoo dengan telaten memakaikan dasi Kai. Hal itu sudah menjadi kewajibannya setiap pagi untuk memakaikan dasi untuk Kai. Kai diam menatap yeoja yang ia nikahi tiga bulan lalu itu. Setiap hari ia selalu mengagumi kecantikan Kyungsoo yang semakin cantik.
Kyungsoo mendongakkan kepalanya saat selesai memakaikan dasi Kai. Ia tersenyum dan merapikan kemeja Kai. Seakan lupa jika Kai harus bergegas pergi kekantor, ia mendekatkan wajahnya kearah Kyungsoo. Tatapan mata Kai mengunci pergerakan tubuh Kyungsoo. Kyungsoo memejamkan matanya dan menikmati hembusan nafas Kai yang semakin lama semakin terasa. Kai semakin mendekatkan wajahnya. Ia mulai menutup kedua matanya. Saat bibirnya berada tepat didepan bibir Kyungsoo tiba-tiba saja Kyungsoo menghindar.
"Hoek..."
Kyungsoo menutup mulutnya. Tiba-tiba perasaan ingin muntah menyergapnya. Kai yang kaget langsung membuka matanya dan menatap lekat Kyungsoo. Kyungsoo masih menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Kai melihat Kyungsoo dari atas hingga bawah. Ia khawatir jika Kyungsoo sakit.
"Eodi apo?" tanya Kai cemas.
Kyungsoo hanya menggeleng lemah. Ia berlari kearah kamar mandi dan mulai memuntahkan segala isi perutnya. Kai mengikuti Kyungsoo. Kai berjongkok dan mulai memijit tengkuk Kyungsoo pelan. Kyungsoo berusaha untuk muntah tapi tak ada apa-apa yang keluar dari mulutnya.
Kai memutar otak cerdasnya. Ia teringat jika ada sebuah artikel yang pernah ia baca menyatakan jika seorang wanita muntah-muntah dipagi hari dan tak mengeluarkan apa-apa itu tandanya ia hamil. Kai melebarkan matanya dan menatap Kyungsoo dengan pandangan tak percaya.
"Kau hamil, Soo?"
Kyungsoo menatap Kai kaget. Ia baru sadar jika ia sudah terlambat datang bulan selama beberapa minggu. Ia benar-benar tak menduga akan hamil secepat ini. Sepertinya keluarga besar Kim akan segera mempunyai anggota baru. Anggota yang akan mewarisi ketampanan seperti appanya dan kelembutan seperti eommanya. Ternyata Tuan muda Kai kita sangat rajin hingga membuat Kyungsoo hamil secepat ini. ckckckck.
.
.
.
.
.
REAL END
Mian aku telat postnya. Sebenernya epep ini udah aku selesain 3 hari yang lalu. Tapi karena sibuk jadi molor deh. Kemarin aku juga baru dari pedalaman yang susah sinyal jadi gag bisa publish #banyak alasan.
Akhirnya tamat juga. Yuhu... Adakah readers-dul yang menerima undangan nikah Kaisoo? Kkkkk. Mian jika segala fantasi liar para readers akan chap terakhir ini tidak sesuai yang diharapkan. Aku pengen buat beda aja dari pemikiran para readers. Hehehehe. Maafkan juga jika Sehun gag aku buat nglamar Luhan. Dan pernikahan Chanbaek yang gag aku jelaskan lebih lanjut. Karena epep ini main castnya Kaisoo jadi aku fokusnya ke Kaisoo. Chap ini full nikahan Kaisoo. Yang minta Kaisoo nikah niey aku kasih full satu chap hanya nikahan Kaisoo. Aku harap semua puas dengan endnya. Kayaknya aku suka banget ya end gantung mencekik. Hihihi. Seperti janjiku jika aku akan menamatkan epep ini sampai chap 16. Biar kayak drama-drama korea. Hihihi.
Gag akan ada sequel lagi dari epep ini karena ini juga merupakan sequel dari epep Saranghae, Noona. Akan aku pertimbangkan untuk buat bonusan cerita. Tapi aku gag janji akan buat. Hanya masih dalam tahap pertimbangan. Oke, aku akan fokus untuk epep selanjutnya. Dan sepertinya teaser untuk epep selanjutnya gag aku tampilkan dichap ini sesuai pernyataanku dichap kemarin. Mian. Tunggu saja kabar dariku kapan epep yang lain keluar.
Semoga chap terakhir ini dapat mengurangi kegundahan para EXO-L. Entah kenapa akhir tahun ini banyak masalah sama EXO. Aku sempet kaget saat ada kabar jika Chanyeol mau muntah saat tampil di MAMA kemarin. Dan juga dahsyatnya rumor tentang Tao yang akan keluar dari EXO. Kita doakan yang terbaik untuk EXO. Sebenarnya aku masih gag terlalu percaya sama kabar hengkangnya Tao dari EXO karena setauku Tao antusias ma comeback mereka tahun depan. Please buat EXO-L jangan saling perang. Jangan salahkan siapapun. Teguhkan hati kalian untuk mendukung EXO. Karena saat ini mereka sangat membutuhkan dukungan kita. Jangan pernah bilang untuk membubarkan EXO. Biarkanlah EXO seperti sekarang. Aku juga sedih saat satu2 dari mereka pergi. Rasanya tak lengkap tapi mau bagaimana lagi. Kita gag tau keadaan yang sebenarnya dan apa yang sebenarnya yang terjadi. Jangan berspekulasi yang macam-macam jika tak tau menahu. EXO SARANGHAJA! EXO-L FIGHTING! SEE YOU NEXT STORY!
Gomawo untuk semua readers yang udah mendukung epepku ini. pertama aku ucapin makasih untuk salah satu temenku yang berhasil membuat sequel Saraghae, Noona. Selanjutnya aku ucapin makasih buat semua readers terutama yang udah nyempetin buat review yang selalu nyemangatin aku buat nglanjutin epep ini. Jeongmal gamshahamnida yeorobun...
Big thanks to:
zoldyk, yixingcom, qie kaisoo 2, kimyori95, ViraaHee, Valencia Byun, SognatoreL, PandaCherry, NadynaDyna, Kyungra26, Desta Soo, ruixi1, lee kaisoo, kyunginsoo, hyeraPark, didinsoo, ariviavina6, Panda XOXO, NezuYuki, AraSabila, LuXiaoLu, , dhyamanta1214, kmy, Sniaanggrn, NopwillineKaiSoo, Yesha1214, Insooie baby, dorekyungsoo93, ayp, ParkHyunHa, hunhanrakaisoo , thelostisland35, kim kyung soo, JonginDO,Taman Coklat, Winnybo Q'star, k0j3t4, kyungsooaddict, YoungHeeSEHUN94, shijue, Riska laheb, Guest, BabyZhao,
kyungiee, Yesha1214, zhea . zhiioott, FitraBela, kinannkinanti, The Spring, lailatul . magfiroh . 16, keroro . r . kero, kyungiee, teukiangle, Silent Kaisoo, deerxiviiiv, she3nn0, humaira9394, xiuchenchen, yoosushipper729, hxnhxn, InSoo-nim, RiKyungie, Sniaanggrn, dekaeskajei, hyenakim501, Leewufan, frz2407, mocca, aku adalah aku, sehunpou, MbemXiumin, xoxokyungsu, doctorbaek, mozavirgodiyana, guest, lovee,
Hyomilulu, Kim Rin Rin, cahayaanjanie, kellyangelina20802, nanadyo, Taozi-Peach, aqila k, cici fu, raraazhraa, AnnaRizkiAmalia1, ernapuu, niasw3ty, kaiLa wu, ParkByun, pcyms7,
Park Minra, Asami Kaiya, Cheotsarang, MeilaReni, bananamilkxx, minbyuliee, putri . inspirit, dv, siscaoct, artioct, salsabilla . df, Alicia J . W, kimyori95
MIND TO REVIEW?
