Discalimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Narusasu
Rated : T
Warning : YAOI, OOC, banyak typo disana sini, gaje abal ngebosani, dllllllllll.
JATUH CINTA, EH?
Konoha Internasional High School terkenal sebagai sekolah elit diTokyo. Sangat sulit untuk masuk kesekolah bertaraf Internasional ini. Disini tidak mengukur seberapa besar kekayaan mu. Disini dilihat dengan IQ mu. Kau pintar dan langsung lolos. Kau bodoh tidak akan pernah diterima disini. Banyak yang berharap sekolah disini. Bila lulus kau tidak perlu repot-repot dan bingung mencari Universitas dimanapun. Begitu tahu kau lulusan KIHS, satu tempat di Universitas terkenal akan diberikan pada mu walaupun kau bukan berasal dari keluarga berpengaruh. Untuk itu banyak keluarga kaya yang berusaha membuat anak mereka masuk ke KIHS. Bukan hanya mereka, yang kurang mampu pun berharap masuk kesana dengan harapan dapat menaikkan derajat kehidupan keluarganya, termasuk Uchiha Sasuke sang pemuda nerd.
Uchiha Sasuke bukan dari keluarga mampu. Ayahnya, Uchiha Fugaku hanya seorang cleaning service disebuah percetakan. Ibunya, Uchiha Mikoto hanyalah seorang pedagang buah dipasar. Dan kakaknya, Uchiha Itachi yang hanya lulusan SMA sering membantu ibunya dipasar. Walaupun begitu, kehidupan mereka tidak pernah serba kekurangan. Setidaknya itu tanggapan dari keluarganya. Tapi, bagi Sasuke keluarganya akan serba berkecukupan kalau dia bisa mendapat beasiswa di KIHS. Karena disana dia akan diberi beasiswa bukan hanya sampai SMA tapi sampai dia lulus di Universitas yang diinginkannya. Orang tuanya tidak akan pusing lagi memikirkan uang sekolahnya nanti.
Berbekal dengan kepintarannya, Sasuke mendaftar ke KIHS melalui jalur beasiswa. Dari 10 orang yang mendaftar melalui jalur khusus, hanya Sasuke seorang yang lulus. Karena KIHS hanya mau menerima satu orang murid beasiswa yang dianggap mampu bersaing dengan orang-orang di KIHS. Dan disinilah dia sekarang, menuntut ilmu tanpa perlu memikirkan apapun. Tidak perlu khawatir dengan buku karena dia juga dapat gratis. Tidak perlu kelaparan karena makanan sehat dikantin juga gratis. Dengan bonus sebagai korban bully.
Sebagai seorang beasiswa, Sasuke tidak dianggap cocok bergaul dengan keluarga kaya di KIHS. Bagi mereka, semua orang seperti Sasuke hanya akan dianggap lalat pengganggu yang merusak keindahan dari KIHS. Bukannya Sasuke tidak tahu. Dia sangat tahu malah. Karena itulah konsekuensi yang dia dapatkan kalau menjadi murid beasiswa. Tapi, mengingat senyum orang tua dan anikinya saat tahu dia masuk ke KIHS, Sasuke lebih memilih bertahan dan tetap diam. Toh, mereka nantinya bosan sendiri. Begitu pikirnya.
Sebagai anak remaja pada umumnya. Sasuke pun mengalami yang namanya jatuh cinta. Bukan pada siswi tapi, seorang siswa. Sasuke hanya mengaguminya dari jauh. Dia tidak mau mendapatkan luka lebih banyak lagi karena menyukai pemuda tersebut. Lagipula, belum tentu pemuda tersebut ada rasa padanya. Jadi, sasuke hanya tetap diam menyimpan semua perasaannya didalam hati.
***/***
Sasuke membuka kacamata yang dipakainya. Dia lalu mengurut pangkal hidungnya untuk mengurangi pusing lalu memakai kacamatanya kembali. Buku kali ini yang dibacanya agak tebal. Pelan-pelan Sasuke mengangkat kepalanya dan melihat jam dinding yang berada diatas pintu masuk perpustakaan. Lima belas menit lagi istirahat selesai. Sepertinya dia harus makan siang dulu sebelum masuk kekelas. Setelah yakin dengan keputusannya, Sasuke menutup buku yang dibacanya dan membereskan buku lain yang belum sempat dibacanya. Setelah beres, Sasuke menuju meja penjaga perpustakaan dengan membawa buku yang ada diatas mejanya tadi.
"Hanya empat?" Begitu tanya penjaga perpustakaan bernama Anko tersebut saat melihat buku yang dibawa Sasuke. Setahunya, buku yang dibawa Sasuke tidak pernah kurang dari lima.
"Hn. Buku ini agak tebal." Ujar Sasuke singkat sambil menunjuk buku yang dibawanya tadi.
Begitu tahu maksud ucapan Sasuke, Anko langsung memberikan lembar angket peminjaman pada Sasuke. "Satu minggu." Ucap Anko menjelaskan batas waktu peminjaman.
Tanpa mengucapkan terima kasih, Sasuke segera beranjak keluar dari perpustakaan. Agak sedikit sulit karena buku yang dibawanya memang agak tebal mengingat tubuhnya yang kecil tidak seperti cowok kebanyakan. Tapi, siapa yang bisa diharapkannya untuk menolongnya. Hah, malah dia akan dibully nanti.
Sasuke yang masih disibukkan dengan buku ditangannya tidak sadar kalau ada orang didepannya, sehingga Sasuke menabrak orang tersebut dan terjatuh begitu juga dengan buku yang dibawanya tadi.
"Maafkan aku. Kau tidak apa-apa?" Sebuah tangan terjulur kearah Sasuke yang sedang menahan sakit pada bokongnya.
Sasuke yang mendengar suara yang agak familiar dengan pendengarannya segera mengangkat kepalanya. Seketika itu matanya membola. Orang yang dikagumi, disukai dan diidolakan oleh seluruh siswi KIHS ada didepannya sekarang. Berdiri sambil menjulurkan tangan dan memberikan cengiran terbaiknya.
"Na,Naruto?" Bisik Sasuke pelan memastikan bahwa penglihatannya masih tajam. Begitu yakin itu Naruto, seketika itu pula wajah Sasuke memerah tipis.
Ada yang ingat tentang Sasuke yang jatuh cinta pada seorang pemuda. Kalau kalian melihat kejadian sekarang, kalian tentu tahu siapa yang disukai oleh Sasuke. Yup, benar sekali. Dia adalah Namikaze Naruto. Pemuda tampan berambut pirang dengan tubuh tegap, dada bidang, perut six pack, kulit tan kecoklatan yang kelihatan seksi, jangan lupa shappier yang tajam dan juga seorang playboy yang diincar oleh seluruh kaum hawa.
"Hey, kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto lagi saat melihat Sasuke tidak menyambut uluran tangannya dan malah melamun.
Bagai disiram air dingin, seketika itu juga Sasuke tersadar kalau dia malah melamun, menghayalkan yang tidak-tidak tentang Naruto. Bukannya menyambut uluran tangan naruto, Sasuke segera merapikan bawaannya yang berserakan dilantai.
"Sekali lagi maafkan aku. Aku tadi agak terburu-buru sehingga menabrak mu." Jelas Naruto seraya berjongkok membantu Sasuke merapikan buku-bukunya.
"Hn."
"Errrrr...Namaku Naruto. Kau?"
Sasuke hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Naruto. Segera setelah bukunya rapi, Sasuke langsung melesat pergi tanpa mau merepotkan diri untuk menatap Naruto. Tapi, itu hanya sia-sia. Naruto segera menahan lengan Sasuke agar tidak segera kabur.
"Biar ku bantu. Kelihatannya kau kesusahan membawa buku setebal itu walaupun sedikit." Naruto segera mengambil buku yang ada ditangan Sasuke tanpa menunggu jawaban dari pemuda nerd tersebut.
"Tidak perlu. Aku tidak mau semakin dibully saat yang lain tahu aku merepotkan mu." Ucap Sasuke datar berusaha mengambil bukunya kembali dari tangan Naruto.
"Eits. Tidak bisa. Bagaimanapun aku yang salah tadi karena menabrak mu. Jadi biarkan aku menolong mu dan tanpa penolakan dari mu." Ucap Naruto saat melihat Sasuke berusaha kembali merebut buku ditangannya." Dan tenang saja. Tidak akan ada yang membully mu hanya karena hal ini." Lanjut Naruto lagi.
"Ck." Sasuke hanya bisa berdecak kesal saat dia kalah berdebat dengan si pirang.
"Jadi, kemana kita pergi?"
***/***
"Sepertinya Naruto berhasil?" Kiba yang masih memperhatikan Naruto dan Sasuke dari kejauhan segera menoleh kearah kanannya dimana Shino berada.
"Kau benar. Tapi, dia butuh perjuangan keras agar bisa dekat dengan si dingin Sasuke. Juga Sasuke harus siap-siap untuk menerima pembullian yang lebih sadis dari pada sebelumnya." Jelas Kiba sambil melihat satu arah dengan pandangan serius.
Melihat pandangan temannya terarah pada satu titik. Membuat Shikamaru yang awalnya mengantuk dan Shino yang fokus ke arah Naruto ikut memandang kesana.
"Mendokusei. Drama sepertinya mulai berjalan." Ucap Shikamaru sambil berlalu pergi dari sana.
"Hm. Berharap saja Sasuke selamat." Lanjut Shino menyusul pergi disusul Kiba yang sesekali masih menoleh kearah tadi.
Yang terlihat disana seorang gadis cantik berambut pirang dengan mata berwarna violet serta tubuh tinggi semampai memandang tempat Naruto dan Sasuke bertemu. Terlihat tangannya mengepal kencang. Setelah itu, dia pergi berbalik dengan senyum sinis terukir dibibir tipisnya.
***/***
Perjalanan ke kelas Sasuke amat sangat membosankan. Baginya yang hiperaktif, bertemu dengan si kalem Sasuke membuat suasana canggung semakin terasa. Naruto bahkan bingung sendiri bagaimana memancing Sasuke berbicara. Soalnya, baru ini mereka bertatap muka dan berbicara secara langsung.
Naruto memandangi deretan ruangan yang berada dilantai satu. Kelas Sasuke ada dilantai tiga. Jadi mereka harus naik tangga lagi untuk mencapai kelas Sasuke. Lantai satu berisi ruang guru, UKS, ruang arsip dan ruang kepala sekolah. Kelas satu berada dilantai dua, kelas dua berada dilantai tiga sedangkan kelas tiga berda dilantai empat. Bangunan KIHS berbentuk hurup U. Lantai yang mereka jejaki ada disebelah kiri bangunan, ditengah adalah ruangan aula besar untuk acara-acara sekolah, sedangkan sebelah kanan bangunan adalah ruang perpustakaan, kantin, kelas spesial dan kebun sekolah. Kelas spesial ini bukan kelas biasa. Kelas ini hanya untuk mereka yang tidak dapat belajar normal karena kesibukan mereka membantu orang tua mereka diperusahaan. Dan Naruto termasuk salah satunya.
"Sampai disini saja. Aku tidak mau anak-anak yang lain melihat kita." Ucap Sasuke dingin sambil merampas bukunya dari tangan Naruto.
Naruto hanya diam saja didepan tangga melihat Sasuke meninggalkannya. Begitu Sasuke tidak terlihat lagi, Naruto segera pergi dari tempat tersebut menuju kelas spesialnya. Selama diperjalanan, Naruto berusaha memikirkan berbagai cara untuk membuat Sasuke bertekuk lutut padanya. Dengan begitu dia bisa langsung terbebas dari tantangan yang diberikan Kiba.
"Naruto?"
.
.
.
.
~TBC~
Akhirnya, fict ane selesai juga-boombardir Konoha sambil goyang Inul-#plakditamparreaderskarenamenggangguNaruSasukencandikonoha. Ini story pertama ku. Melihat review dari teman-teman yang lain walaupun sedikit, tapi sangat bermanfaat buat jiwa ku yang tersesat #lebay. Mungkin ini pembalasan karena aku jarang ngasih komentar. Tapi, tidak apa-apa sih, yang penting ada yang review, ahay. Kasih masukan ya readers kalau ada yang salah. Maklumlah, ane kan newbie ^_^I)
Thanks buat Aicinta, Maruka, Yassir, Reza08 dan silent reader semua. MMMUUUUAAAAKKKKAAACCCCIIIIHHHH BANGETS#Pelukdanciumsatu-satu. Karena kalian aku semangat buat lanjutin chapter berikutnya.
Kali ini ane tunggu reviewnya yaaaakkkkkkk!
