CHAPTER 1

.

BEEP! BEEP! BEEP! BEEP!

Seluruh pasang mata yang ada dikantin memusatkan perhatiannya pada satu meja yang berada ditengah-tengah kantin itu. Kim Jongdae, terus saja menekan-nekan tombol PSP kesayangannya. Tidak memperdulikan tatapan orang-orang bahkan dua orang temannya yang berada dikanan-kirinya.

BEEP! BEEP! BEEP! BEEP!

"Jongdae-ah" panggil Baekhyun.

BEEP! BEEP! BEEP! BEEP!

"Jongdae" kali ini Kyungsoo yang memanggil sambil menepuk-nepuk lengan Jongdae. Baekhyun dan Kyungsoo berteman dengan Jongdae sejak duduk dibangku sekolah menengah pertama. Sejak pertama kenal, Jongdae memang orang yang gila game seperti itu. Baekhyun dan Kyungsoo tidak tahu kenapa.

Mereka berdua sudah terbiasa dengan suara berisik yang ditimbulkan oleh mesin kecil yang dipuja-puja Jongdae itu, namun tatapan mata dari orang-orang disekitar mereka saat ini membuat mereka tidak nyaman.

"Jongdae. Kecilkan Volumenya" kata Kyungsoo yang hanya ditanggapi dengan 'hm' andalan Jongdae. Dan Jongdae pun mengecilkan volume PSPnya. Baekhyun dan Kyungsoo lega. Setidaknya, mereka tidak lagi ditatapi oleh banyak pasang mata lagi.

"hh~" Baekhyun menghela nafasnya, lalu beralih pada cermin yang ia pegang. "hihihi.. ternyata aku ini cantik ya~" kata Baekhyun saat melihat paras wajahnya di cermin.

"ANIYA! ANIYA!" teriak Jongdae.

PLAK!

Baekhyun memukul belakang kepala Jongdae. "jadi maksudmu aku tidak cantik, begitu?" tanya Bakehyun tidak terima.

"sudah-sudah. Dia kan tidak sedang bicara padamu" ucap Kyungsoo seraya menahan tangan Baekhyun yang ingin memukul Jongdae lagi. "dia selalu begitu saat main, kan?" tambahnya.

Dan akhirnya Baekhyun pun menerimanya., walaupun sedikit tidak ikhlas. Tanpa ia ketahui, dibalik PSP mahal itu, Jongdae tersenyum senang.

"oh iya, bagaimana dengan tugas Lee Sonsaengnim? Kapan kita mulai kerjakan?" tanya Kyungsoo pada kedua temannya(kalau Jongdae menanggapi. Kalau tidak, ya berarti Kyungsoo hanya bertanya pada Baekhyun).

"aku sih terserah saja. Sepulang sekolah juga boleh" jawab Baekhyun. "bagaimana denganmu?" tanya Baekhyun pada Jongdae.

BEEP! BEEP! BEEP! BEEP!

Tentu saja. Dia tidak akan menjawabnya. Benda ditangan Jongdae itu sudah menutup mata dan telinga Jongdae dari dunia nyata. Kecuali satu hal,

TAK!

Jongdae meletakkan PSPnya dimeja kantin. "aku mengenali atmosfer ini" katanya. Ia memejamkan matanya lalu menghirup udara, "aku kenal aroma ini. Lily".

Lily? Ah~ Baekhyun dan Kyungsoo tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ini sudah sering terjadi semenjak mereka kelas satu hingga sekarang. Jongdae bisa mencium aroma itu dari jarak sejauh apapun. Pasti setelah ini Jongdae akan berkata,

"XiuBaby", yang diikuti oleh Baekhyun dan Kyungsoo.

.

"Xiumin, kau kenapa?" tanya Lay saat Xiumin tiba-tiba berhenti berjalan memasuki area kantin.

"firasat buruk. Aku tidak mau masuk" kata Xiumin dengan wajah takut.

"apa? Kau bilang tadi kau lapar" kata Lay.

Xiumin menggeleng cepat, "pokoknya aku harus cepat per-" belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Xiumin dan Lay mendengar sebuah suara yang sudah mereka hafal betul suara milik siapa.

"XIUBABY!"

"Oh tidak" kata Xiumin sebelum ia melesat lari, menjauhi si pemilik suara itu. Suara cempreng dan melengking milik seorang Kim Jongdae. Lay hanya menggelengkan kepalanya melihat adegan Xiumin selalu dikejar oleh anak kelas dua itu. Itu berarti siang ini, ia makan siang dengan dua teman Kim Jongdae lagi.

.

"GYAAAAAA!"

Teriakan Xiumin menggema diseluruh lorong sekolah. Dia terus berlari, tidak peduli sudah berapa orang yang ia tabrak tanpa minta maaf. Yang penting ia harus lari dari kejaran Kim Jongdae itu.

Sudah satu tahun. Sejak Xiumin duduk dikelas dua, saat itu Jongdae baru masuk kesekolah ini. Xiumin masih ingat kali pertama mereka bertemu. Saat itu Xiumin sedang mencuci tangannya ditoilet sekolah. Tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang, dan orang itu adalah Jongdae. Jongdae memanggilnya dengan panggilan 'Xiubaby' dengan nada yang menyeramkan-atau lebih tepatnya menggoda. Entah dari mana dia tahu nama panggilan 'Xiumin' yang jelas sejak saat itu Xiumin selalu lari dari Jongdae dengan alasan 'takut diperkosa'.

Xiumin melihat beberapa siswa bersama dengan guru konseling Lee Taemin sedang memasang sesuatu dipapan informasi. Namun ia tidak bisa berhenti, tidak ada jalan lain lagi. Jika ia berhenti, nanti Kim Jongdae akan menangkapnya. Akhirnya dengan tekat bulat, Xiumin menerobos gerombolan itu hingga membuat Lee Taemin jatuh ditabraknya.

"sonsaengnim, anda tidak apa-apa?" tanya salah satu siswa seraya membantu Taemin berdiri.

"ne, gwaenchanha. Gomawo" kata Taemin, walaupun bokongnya terasa sakit setelah mencium lantai dengan keras.

DRAP!DRAP!DRAP!

Taemin menatap horor pada seorang siswa yang sedang berlari kearahnya dengan kecepatan KILAT. Dan-

BRUK!

Taemin kembali ditabrak hingga terjatuh, bahkan beberapa siswa yang sedang bersamanya pun ikut terjatuh dan menindih tubuhnya.

.

"XIUBABY! TUNGGU AKU~"

BRAK!

"MAAF!" teriak Jongdae dari jauh, karena dia baru saja menabrak dua orang namja yang sedang membawa tumpukan buku.

"Aish! Dasar Sunbae sialan!" umpat salah satunya. Untung saja buku-buku ditangan mereka tidak jatuh.

"sudahlah, Youngjae. Lebih baik kita segera mengembalikan buku-buku ini" kata namja ber tag name Moon Jongup.

"ck!" jawab Youngjae. Jongup hanya menggelengkan kepalanya. Temannya yang satu itu memang mudah terbawa emosi. Meski begitu, Youngjae sebenarnya baik hati.

Dan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku-buku sejarah ditangan mereka. Saat melewati lapangan basket, tiba-tiba,

BUGH.

Sebuah bola basket mendarat tepat diwajah salah satu dari murid kelas satu itu hingga membuat tumpukan

buku ditangannya jatuh berserakan dilantai dan hidung namja berambut cokelat itu berdarah.

"OMO! Jongup!" pekik Youngjae. Dan segera menolong temannya yang hidungnya sedang berlumuran darah itu.

"hey! Hobae~ cepat lempar bola itu kemari!" perintah seorang namja yang sedang berdiri dilapangan basket diseberang tempat mereka.

"YAK! NAMJA ANEH! BERANI SEKALI KAU BERKATA SEPERTI ITU!" marah Youngjae pada namja yang telah melukai temannya itu.

"sudahlah, aku tidak apa-apa" kata Jongup sambil menarik-narik lengan seragam Youngjae.

"Hey! Sudahlah, cepat kemarikan bola basket itu!" teriak namja basket itu lagi.

"ini tidak bisa dibiarkan" gumam Youngjae, lalu mengambil bola dan membawanya memasuki lapangan basket. "kau menginginkan bola ini?" tanya Youngjae saat sudah berdiri dihadapan namja yang memerintahnya tadi.

"ne, cepat kemarikan" jawab namja itu sambil menadahkan tangannya dengan wajah malas.

"baik, Ini" kata Youngjae dengan memberi senyuman termanisnya. Dan...

BUGH.

"ugh!" namja itu terjatuh sambil memegangi hidungnya yang sakit. Youngjae telah menghantamkan bola itu kearah wajah namja itu dengan sangat keras.

"Daehyun!" teriak teman-temannya yang melihat kejadian yang baru saja terjadi. Mereka hendak mendekati namja bernama Daehyun itu, namun tidak jadi karena mendapatkan tatapan 'jangan-coba-coba-mendekat' dari Youngjae.

"rasakan! Itu balasan karena kau telah melukai temanku! Bukannya minta maaf, kau malah menyuruh kami untuk mengembalikan bola laknatmu itu?! Jangan mentang-mentang kau seorang sunbae, jadi kau bisa seenaknya dengan kami! Dan asal kau tahu, aku tidak takut padamu!" ceramah Youngjae panjang kali lebar lalu pergi meninggalkan lapangan basket.

"Daehyun, kau baik-baik saja?" tanya seorang temannya dan langsung membantu Daehyun berdiri.

"ne, gomawo" jawab Daehyun. Rupanya dia ingin perang denganku.

.

KRIET.

Youngjae membawa Jongup menuju ruang kesehatan. "duduklah disini" kata Youngjae sambil menunjuk tempat tidur yang ada diruang kesehatan. Jongup hanya pasrah saja dan menuruti perkataan temannya itu.

"Kau tunggu disini, aku akan kembalikan buku-buku ini. Setelah itu aku akan kembali dan mengobati lukamu" kata Youngjae.

"aku tidak apa-apa, sungguh"

"jangan membantah! Pokoknya, tunggu-aku-disini!" Dan setelah itu, Youngjae keluar ruang kesehatan dengan membawa serta setumpuk buku sejarah yang seharusnya dibawa Jongup.

.

"ne, gamsahamnida" ucap Youngjae pada petugas perpustakaan lalu bergegas keluar perpustakaan dan menuju ke ruang kesehatan untuk mengobati Jongup.

Ia berlari agar cepat sampai diruang kesehatan, namun,

BRUK.

Youngjae terjatuh karena kakinya tersandung sesuatu. Ia meringis kesakitan, lengan kirinya berdarah, dan kemeja seragam putihnya kotor terkena lantai koridor sekolah yang penuh dengan debu.

"hahahahaha" terdengar suara tawa tak jauh dari belakangnya. Youngjae menengok kebelakang dan mendapati Daehyun dengan teman-teman basketnya sudah berdiri dibelakangnya dengan wajah senang.

"oops, aku tidak sengaja, mianhae~" ucap Daehyun dengan wajah menyesal yang dibuat-buat. Youngjae menggeram melihat tampang Daehyun. Dengan sekuat tenaga, Youngjae berdiri sambil menahan rasa sakit yang dirasakan tubuhnya dari efek terjatuh tadi.

"kau!" Youngjae berjalan mendekati Daehyun sambil menunjuk Daehyun dengan satu jari telunjuknya. "apa maumu hah?!" bentak Youngjae tepat didepan wajah Daehyun. Daehyun hanya menyunggingkan senyum menyebalkan pada Youngjae.

"kau ingin balas dendam, eoh? Kau tak terima karena aku telah membuat wajah tampanmu terluka?!" tanya Youngjae dengan nada meremehkan sambil menekan luka dihidung Daehyun yang sudah terbalut plester hingga membuat Daehyun meringis kesakitan.

"kau harus tanggung jawab atas hidungku!" teriak Daehyun didepan wajah Youngjae.

"Mwo? Aku harus bertanggung jawab setelah kau melukai hidung temanku tanpa meminta maaf?" balas Youngjae tak terima.

"aku tidak sengaja melakukannya, lagi pula siapa yang menyuruh dia berada disana" balas Daehyun tak mau kalah.

"apa katamu?! Dasar namja tak bertanggung jawab! Beraninya kau berkata seperti itu!" kata Youngjae sambil menjambak rambut Daehyun. Kesabarannya sudah sudah tak tahan ingin membunuh namja pengecut dan sok keren dihadapannya itu.

"akh! Appo! Le-lepaskan! He-hey!" berontak Daehyun sambil mencubit kedua pipi Youngjae.

Youngjae semakin gencar menjambaki rambut Daehyun tanpa ampun saat pipinya dicubit kuat oleh Daehyun."minta maaf dulu!" ucap Youngjae sambil terus menjambak rambut Daehyun tanpa ampun.

"tidak mau, hey-lepas! Aaakhh!" Daehyun dan Youngjae terjatuh dengan posisi Daehyun berada dibawah tubuh Youngjae, dan mereka berguling-gulingan dilantai koridorsambil terus saling menjambak dan mencubit pipi(?).

"OMO?! APA YANG TERJADI DISINI?" Tanya Taeyeon pada beberapa siswa yang sedang menonton pertarungan antara Youngjae dan Daehyun. Dia sedang duduk diperpustakaan sebelum ia mendengar suara keributan ini. "BERHENTI!" perintah Taeyeon. Namun, dua orang yang sedang bergulung-gulung(?) dilantai itu tidak mengindahkannya sama sekali.

"kenapa kalian diam saja? cepat pisahkan!" uacp Taeyeon pada salah satu muridnya.

"tidak mau. Aku tidak mau kena hajar mereka" ucap namja itu lalu pergi dari hadapan Taeyeon.

"dasar murid tidak sopan! Kalau begitu, aku yang akan melerai mereka" ucap Taeyeon dengan nada yang agak sedikit tidak yakin.

"HENTIKAN!" ucap Taeyeon seraya menarik Youngjae yang sedang asyik memukul-mukul Daehyun dibawahnya. Namun, bukannya berhenti. Taeyeon malah terjatuh karena tidak kuat menahan tubuh Youngjae yang berontak minta dilepaskan.

Youngjae kembali memukuli Daehyun. Tidak ada satupun murid disana yang mau menolong Taeyeon memisahkan keduanya. Mereka malah asyik menyoraki perkelahian itu.

Taeyeon nekat memisahkan mereka dengan berdiri diantara keduanya dan mendorong mereka dengan dua tangannya ke sisi kanan dan kiri. "YAH! KALIAN BERDUA, BERHEN-AWW!" Taeyeon terkena tamparan nyasar dipipi kanannya.

"YAH! HENTIKAN! KYAAAAAA!" Taeyeon memekik saat Daehyun dan Youngjae saling beradu tangan diatas kepalanya. Dan mereka bertiga pun terjatuh dilantai dan kembali terjadi adegan pertengakaran oleh keduanya dengan Taeyeon yang terjebak diantara mereka.

.

"aih, kemana dia? Kenapa lama sekali" gumam Jongup sambil mengelap darah yang sedikit keluar dari tulang hidungnya. Darahnya asudah hampir berhenti mengalir keluar dari hidungnya, namun rasanya tetap menyakitkan. Cenat-cenut*plak*

KRIET.

Pintu ruang kesehatan terbuka. dan Jongup harus menelan kekecewaan saat yang masuk kedalam bukanlah Youngjae melainkan seorang guru.

"oh, maaf. Aku tidak tahu jika ada orang disini" kata sang guru yang ternyata adalah Taemin.

"ti-tidak apa-apa" jawab Jongup lalu mengelap darah yang sedikit keluar lagi dari hidungnya.

"astaga, kau kenapa?!" tanya Taemin sambil menutup pintu lalu berjalan menghampiri Jongup. Ditatapnya luka dihidung Jongup saat sudah sampai dihadapan Jongup. "aigoo~, kenapa tidak diobati?" lanjutnya sambil menatap luka dihidung Jongup.

"aku sedang menunggu temanku. Dia bilang, dia yang akan mengobatinya" jelas Jongup. Bagaimanapun juga luka itu terasa sakit dan berdenyut-denyut.

"ahaha, kau lucu sekali. Baiklah biar aku saja yang mengobatimu" ucap sang guru mengusap-usap pucuk kepala Jongup hingga membuat wajah Jongup bersemu merah.

"ga-gamsahamnida, Taemin songsaengnim" kata Jongup sedikit gugup. Jongup adalah anak pemalu. Ia mudah sekali gugup.

"ne" jawab Taemin sambil tersenyum ramah, lalu mengambil kapas dan obat dari kotak P3K.

"sebenarnya aku kemari juga mau mengobati lukaku" kata Taemin, memecah kesunyian diantara mereka.

"memang apa yang terjadi sampai anda bisa terluka?" tanya Jongup.

"hhh~" Taemin menghela nafasnya sebelum bercerita. "tadi ada murid yang berlari-lari dikoridor, mereka menabrakku sampai aku terjatuh" kata Taemin. " sampai lenganku luka seperti ini" lanjutnya serya menunjukkan lengannya yang terluka.

Jongup menatap luka Taemin dengan iba. Tiba-tiba ia teringat, "oh! Jangan bilang namja yang berteriak 'Xiubaby~' itu" kata Jongup. Ia ingat dengan namja yang juga menabraknya tadi.

"hahaha, benar. Namanya Kim Jongdae" kata Taemin seraya membersihkan luka Jongup dengan kapas berlumur alkohol. "dia murid kelas 2B. Dia salah satu adik dari Jonghyun sonsaengnim" kata Taemin.

"benarkah? Dia adik Jonghyun sonsaengnim? Berarti dia kakak Jongin, dong?" tanya Jongup.

"benar" jawab Taemin. "Mereka bertiga kan sama-sama trouble maker disini" gumamnya.

"ne?" tanya Jongup, karena ia tidak begitu dengar dengan perkataan Taemin yang terakhir.

"bukan apa-apa. nah selesai~" kata Taemin setelah menempelkan plester pada luka dihidung Jongup.

"gamsahamnida, sonsaengnim" kata Jongup dan hanya dibalas dengan senyuman hangat Taemin.

BRAK.

Taemin dan Jongup menoleh pada pintu yang baru saja dibuka dengan kasar. Terlihat dua orang dalam keadaan yang kacau berdiri didepan pintu. Taeyeon dan Youngjae. Mereka berdua benar-benar berantakan.

Rambut mereka acak-acakan, banyak luka ditubuh mereka, baju mereka kotor terkena tanah, Make up Taeyeon rusak, dan kacamata Taeyeon sampai miring.

"OMO! Youngjae-ah?/Taeyeon noona?" pekik Jongup dan Taemin bersamaan. Mereka berdua segera membantu keduanya berjalan dan duduk.

"apa yang terjadi?" tanya Jongup dan Taemin bersamaan(lagi).

"ceritanya panjang" jawab Youngjae dan Taeyeon. Wajah mereka berdua tampak kesal.

"hhh~ baiklah, sini biar aku obati luka kalian juga" kata Taemin dan mulai mengobati wajah memar Youngjae. Taemin jadi lupa akan lukanya sendiri.

.

Xiumin menghentikan kakinya, sudah tidak ada jalan lain lagi. Ia terjebak diatap sekolah dan Jongdae sedang berdiri didepan pintu satu-satunya. Xiumin bingung harus lari kemana lagi.

"XiuBaby~ sudahlah.. menyerah saja" kata Jongdae seraya melangkahkan kaki mendekati Xiumin.

"Eits! Jangan mendekat!" kata Xiumin seraya melangkah mundur, menjauhi Jongdae. Namun Jongdae tetap mendekatinya. "aku bilang JANGAN MENDEKAT!" ulang Xiumin. Xiumin sudah tidak bisa mundur lagi, karena dia sudah berada dipinggir atap.

"wae? Oh ayolah XiuBaby~" Ucap Jongdae masih berjalan mendekat dengan senyum mesumnya. Senyuman khas yang hanya dimiliki oleh Kim bersaudara(Jonghyun, Jongdae, Jongin).

"jangan mendekat! Atau aku LONCAT!" tegas Xiumin. Jongdae menghentikan langkahnya, dua langkah dari tempat Xiumin.

"kalau mau, loncat saja." kata Jongdae.

Xiumin menelan ludahnya. Bukannya melarang, si Jongdae malah mempersilahkan dirinya untuk loncat dari atap sekolah. Meskipun sekolah ini hanya memiliki dua lantai, tetap saja tinggi.

Xiumin menengok kebawah. Kakinya gemetar seketika, dan cepat-cepat ia menarik kembali kepalanya. "wae? Katanya mau loncat?" tanya Jongdae.

"ngg, i-itu... a-aku.." Xiumin gugup. Malu dan takut. Masa iya dia harus terjun kebawah sana dan mati konyol. Dan keesokan harinya dirinya akan berada dihalam utama koran dengan judul 'BUNUH DIRI AKIBAT FANS FANATIK'. Hell No!

"uwaaa" Xiumin terkejut saat tangannya ditarik oleh Jongdae. Tiba-tiba Jongdae memeluknya dengan erat.

"Xiubaby~"

Ugh! Entah kenapa tubuh Xiumin terasa seperti tersengat listrik saat mendengar suara Jongdae barusan. Jongdae menyesap wangi Lily dari tubuh Xiumin. "ah~ aku suka wangi parfummu baby~" kata Jongdae.

"apa? Aku tidak pakai parfum" kata Xiumin seraya berusaha melepaskan diri dari pelukan Jongdae. "YAK! Jongdae, lepas!".

"benarkah? Lalu ini wangi apa" tanya Jongdae sambil kembali menghirup wangi Xiumin.

"uhm, mu-mungkin pelembut pakaian. YAK! LEPAS!" Xiumin terus berontak karena kini Jongdae mulai mengusap-usap punggungnya. "j-jangan begini Jongdae.. jebal.."

"wae? Aku tidak akan melepaskanmu. Nanti kau lari lagi" kata Jongdae yang semakin mengeratkan pelukannya.

"tapi kau harus melakukannya sekarang!" tegas Xiumin.

Jongdae mengalah, ia perlahan-lahan melepaskan pelukannya. Sedangkan Xiumin, dia sedang menunduk. "ada apa, Xiubaby?" tanyanya.

Xiumin tidak menjawab, dia hanya memberi isyarat agar Jongdae memutar tubuhnya kebelakang. Jongdae menghela nafas dan menuruti perkataan Xiumin, dan..

TA DAH!

Ada Kim Sonsaengnim. Guru matematika super galak disekolah. Dia sedang berdiri dihadapan mereka dengan tampang galaknya dan sambil membawa penggaris kayu favoritnya. "ikut aku kekantor kepala sekolah"

.

"Hai Youngjae~"

Youngjae dan Jongup yang sedang makan siang di kantin sekolah saat ini menengok pada sumber menunjukkan tampang malasnya. Hh~ dia lagi. Benda apa lagi hari ini?, batin Youngjae.

"ada apa, Oh Sehun?" tanya Youngjae malas.

"yah! Jangan bersikap dingin seperti itu. Aku kan hanya menyapa teman saja, masa tidak boleh?" kata Sehun dengan nada sok manis sambil memukul pelan lengan Yeongjae. Sehun mengambil duduk disamping Youngjae.

Menyapa? Cih! Paling-paling kau hanya ingin pamer padaku. "asataga! Apa yang terjadi pada wajahmu? Kau terluka" tanya Sehun saat melihat banyak plester luka diwajah Youngjae.

"tidak kenapa-kenapa" jawab Youngjae malas.

"saat terluka, ibuku selalu memberiku obat mujarab dari luar negeri, uhm... apa itu namanya ya?" kata Sehun sambil mengetuk kecil dagunya dengan jari telunjuknya. "ah! Propolis" lanjut Sehun sambil menjentikan jarinya.*belidiIndonesiayabang?*

"oh. Kalau mau pamer jam tangan baru, lain kali saja. Aku sedang sibuk" kata Youngjae.

"apa? Ah? Hahahaha.. kau ini perhatian sekali padaku, ya?" kata Sehun.

Bagaimana tidak perhatian? Jam nya bentuk angry bird begitu. Youngjae hanya tersenyum malas.

"Sebenarnya jam ini tidak semahal jam Rolex ku. Yah.. harganya hanya 500 juta, sih. Tapi modelnya bagus, jadi aku pakai saja" kata Sehun. Sedikit menambah senyuman diakhir kalimatnya.

Jongup melongo. Mobil ayahnya saja tidak semahal jam tangan Sehun. Sedangkan Youngjae, ia berusaha mati-matian menahan emosinya yang meluap-luap. Lihat saja. Suatu saat nanti kau akan berlutut padaku, sumpah Youngjae dalam hati.

"uhm, aku pergi dulu ya.. Jongin dan aku mau mencari Lee Sonsaengnim. Bye~" ucap Sehun sebelum ia melenggang pergi.

"sabar.." Jongup mengusap-usap punggung Youngjae yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.

.

"Ah! Itu dia"

Jongin dan Sehun mempercepat langkah mereka saat sosok yang mereka cari sudah terpampang nyata diahadapan mereka. Lee Taemin. Dia sedang berdiri bersama Taeyeon didepan ruang kesehatan.

PLAK!

"Hai manis~" ucap Jongin sambil menepuk genit pantat sang guru. Sungguh tidak sopan!

"YAH! Tidak sopan!" marah Taeyeon.

"hehe, annyeong haseyo Taeyeon sonsaengnim. Anda cantik sekali hari ini" sapa Jongin. Taeyeon mau tidak mau tersenyum mendengarnya.

"tumben make up anda tidak tebal" tambah Jongin. Lalu dia dan Sehun ber high five ria sambil tertawa senang. Tidak peduli dengan Taeyeon yang mulai mengutuki mereka.

"dari tampilannya, sepertinya anda pakai innisfree. Benar?" kata Sehun sambil meneliti wajah Taeyeon. Membuat Taeyeon risih.

"kalau iya memang kenapa, hah?" tanya Taeyeon kesal.

"tidak kenapa kenapa. Sebagian besar wanita Korea memang menggunakan produk itu. Mudah ditebak" kata Sehun. "anda tahu sonsaengnim, Umma saya memakai krim dari Cle de Peau Beaute. Setiap kemasannya dihiasi 30 lapisan kristal dan tiga cincin platinum" kata Sehun dengan nada bangga.

"harganya tidak mahal kok. Hanya, tiga belas ribu dolar" lanjutnya.

"begitu ya?" tanya Taeyeon malas. Muridnya yang satu itu memang terkenal suka pamer kekayaan. Tapi Taeyeon sama sekali tidak tertarik. Taeyeon tidak mempedulikan Sehun yang mulai memamerkan merk parfum ibunya, ia beralih pada Jongin yang sedang menggoda Taemin.

"ayolah~" bujuk Jongin.

"a-aku bukan guru matematika" tolak Taemin. "Minta bantuin pada Kibum sonsaengnim saja, IIIH!" kata Taemin seraya menyingkirkan tangan Jongin yang tidak henti-hentinya mencolek genit dagu Taemin.

"ck! Guru galak itu?! SHIRREO! Aku maunya kau saja" kata Jongin. "astaga, kau ini manis sekali~" godanya.

"ehem! Siapa yang galak, eoh?"

Jongin menghentikan kegiatannya. Ia menoleh kebelakang dan mendapati Kibum sonsaengnim sudah ada dibelakangnya dengan penggaris kayu yang selalu dibawanya.

"eh? hehehe, annyeong haseyo" sapa Jongin. Tak lupa sambil membungkuk hormat. "anda ada disini, sonsaengnim?" tanyanya sambil tertawa canggung.

"hm" jawab Kibum.

"ehehehe, LARII SEHUN!" teriak Jongin. Dan dia juga Sehun lari secepat kilat,menjauhi guru matematika super galak itu. Bisa-bisa dia akan diseret keruang kepala sekolah. Kim Kibum memang paling suka menyeret murid-murid yang(menurutnya) salah ke kantor kepala sekolah.

By the way, bukanya dia baru saja menyeret Xiumin dan Jongdae ke ruang kepala sekolah?

.

"jadi...". Boa menatap kedua murid laki-lakinya dari balik kaca matanya. Xiumin dan Jongdae.

Xiumin sedang duduk sambil menundukkan kepalanya sedangkan Jongdae, dia sedang duduk dengan santai. Bahkan, tangan kanannya sedang merangkul bahu Xiumin yang duduk disampingnya.

"... kalian bermesraan diatap sekolah?" lanjut Boa.

"itu benar" jawab Jongdae sambil menjentikkan jarinya.

"a-apa? Ti-tidak gyojangnim. Kami tidak bermesraan" kata Xiumin dengan wajah memerah.

Boa menghela nafasnya lalu menegakkan duduknya. "apa kalian pacaran?" tanyanya lagi.

"anda benar lagi" jawab Jongdae sambil tersenyum.

"a-apa?-"

"benarkah? Sudah berapa lama?" tanya Boa lagi.

"kira-kira satu tahu-AW!" Jongdae memekik saat kakinya diinjak oleh Xiumin.

"ah~ satu tahun. Baiklah" Boa meraih sebuah palu kayu yang tergeletak dimejanya, lalu..

TOK! TOK! TOK!

"dibebaskan dari segala tuduhan" katanya.

Xiumin melongo. Apa-apaan yang barusan itu? Dibebaskan dari segala tuduhan?

"kalian boleh pergi" kata Boa. "semoga kalian langgeng sampai menikah, sampai jumpa" kata Boa lalu beralih pada laptop dihadapannya.

Jongdae menggandeng Xiumin yang masih bingunh, keluar dari ruangan kepala sekolah. "kau lihat, Xiubaby? Jika bersamaku, kau akan terbebas dari hukuman" ucap Jongdae bangga.

Xiumin menghentikan langkahnyadan menarik tangannya dari genggaman tangan Jongdae. "hell no~ aku tidak mau bersama dengan namja berisik sepertimu" kata Xiumin sebelum ia lari menjauh dari Jongdae.

"Xi-XIUBABY~ TUNGGU!" . Jongdae pun kembali berlari menggejar pujaan hatinya itu.

.

BRUK!

"maaf sonsaengnim" Xiumin membungkuk berkali-kali pada Taemin yang baru saja ia tabrak.

"ne, gwaenchanha" kata Taemin.

"XIUBABY~~~"

Xiumin menengok kebelakang. Jongdae sedang berlari kearahnya. "GYAAAA!" Xiumin berteriak sebelum kembali berlari. Membuat Taemin dan Taeyeon harus menutup telinganya.

DRAP! DRAP! DRAP!

Taemin dan Taeyeon membulatkan mata mereka pada Jongdae yang semakin dekat berlari kearah mereka.

"UWAAA~~" Taeyeon dan Taemin menghindar ke kanan-kiri lorong. Seperti pin bowling yang baru saja terhantam bola. Untung saja Jongdae tidak strike. Taemin dan Taeyeon masih berdiri.

"sial sekali aku hari ini" gumam Taemin. Hari ini dia sudah tertabrak sebanyak tiga kali. Kalau sampai itu terjadi lagi,mungkin Taemin akan mendapatkan payung cantik gratis.

"akh! Kepalaku" kata Taeyeon seraya memegangi belakang kepalanya yang terbentur tembok. "sudah, ayo pergi. Aku sudah tidak tahan dengan semua ini" lanjut Taeyeon sambil tetap menggosok belakang kepalanya yang sakit.

.

Taeyeon mengetuk pintu ruang kepala sekolah beberapa kali sebelum ia dipersilahkan masuk. Taeyeon dan Taemin mengambil duduk dihadapan kepala sekolah yang sedang bergelut dengan laptopnya.

"ada apa?" tanya Boa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.

"begini, gyojangnim" Taeyeon membuka pembicaraan. "kami ingin membicarakan, tentang siswa-siswa disekolah ini" lanjutnya.

"memangnya ada apa?" tanya Boa, masih tetap fokus dengan laptopnya.

"begini, gyojangnim. Menurut kami, murid-murid disekolah dua tahun belakangan ini semakin aneh saja. Oh Sehun contohnya, dia satu-satunya murid yang rambutnya warna-warni. Dia tidak mematuhi peraturan untuk memakai atribut sekolah, selain itu dia dan Kim Jongin juga sering melanggar peraturan." jelas Taeyeon.

"hm, lalu?" respon masih tetap menghadap layar laptopnya.

"lalu, Kim Jongdae, ia selalu memainkan PSPnya ketika jam pelajaran. Tak jarang juga dia berkejar-kejaran dengan murid kelas tiga, Kim Minseok. Mereka berdua hari ini telah menabrak guru Lee Taemin hingga terluka" jelas Taeyeon lagi. "kita harus memperketat kedisiplinan sekolah ini! Bukannya dua bulan lagi adalah penilaian untuk sekolah terbaik se Korea?" tuntut Taeyeon.

"oh, lalu?" respon Boa.

"lalu..." Taeyeon menatap Taemin dengan tatapan 'apakah dia mendengarkan?'. "gyojangnim? Apakah anda mendengarkan?" tanya Taeyeon memastikan.

Bukannya menjawab, wajah Boa malah memerah dengan mata yang masih menatap pada layar laptopnya. Taeyeon dan Taemin yang mulai curiga dengan sikap kepala sekolah mereka pun mengintip pada laptop Boa.

Dua guru itu terkejut saat melihat laptop Boa sedang memutar video yang sedang menampilkan adegan panas antar namja.

"ASTAGA! Ini kan film Takumi Kun" ucap Taemin.

"ne, kau suka juga?" tanya Boa antusias dan Taemin mengangguk tak kalah antusias.

"putar ulang dong~" kata Taeyeon. Dan dengan patuh Boa langsung memutarulang film Takumi Kun yang dilihatnya. Dan mereka bertiga pun menonton film itu dari awal bersama.

SATU JAM DUA PULUH DELAPAN MENIT LIMA PULUH TUJUH DETIK KEMUDIAN. . .

"So sweet~" ucap ketiganya. Mereka menatap satu sama lain sebelum akhirnya sadar dengan apa yang baru saja mereka lakukan.

"ma-maaf gyojangnim" ucap Taeyeon dan Taemin dengan style masing-masing. Boa cepat-cepat menutup laptopnya dan kembali memakai kacamatanya yang ia lepas sebelum menonton film.

"ehem. Jadi, ada perlu apa kalian kesini?" tanya Boa dengan nada berwibawa. Sama sekali berbanding terbalik dengan jiwa fujoshinya.

"j-jadi begini..." dan, Taeyeon dan Taemin menjelaskan kembali apa maksud kedatangan mereka

KEESOKAN HARINYA . . .

Lapangan sekolah hari ini sangat bising. Bukan karena suara PSP Kim Jongdae. Melainkan hari ini, kepala sekolah akan memberitahukan sesuatu pada seluruh muridnya. Para murid bertanya-tanya, apa sekiranya yang akan kepala sekolah mereka sampaikan.

"ehem" Boa berdehem melalui microphone diatas podiumnya. "Test. Test. Nae nuneul chyeodaboji anhneun neo..(Disturbance)" Boa menyanyikan lagu favoritnya untuk menge-chek suara michrophonnya. Membuat beberapa murid dan guru sweatdroped.

"ehem, annyeong haseyo" sapanya yang langsung dibalas oleh yang hadir. "baiklah, saya akan langsung to the point saja" lanjutnya. Semua murid hening, hanya ada suara 'BEEP! BEEP! BEEP!' yang semua orang sudah tahu berasal dari mana.

"saya akan membuat peraturan baru. Berlaku mulai besok dan seterusnya" ucap Boa. Membuat beberapa suara kecewa terdengar.

"diam!" den semuanya langsung diam. Kecuali satu suara 'BEEP!BEEP!'. 'hh~ abaikan saja dia" gumamnya yang sebenarnya bisa didengar oleh semua orang disana. Karena ia bergumam didepan pengeras suara.

Boa mulai mengatakan satu per satu peraturan baru. Seperti dilarang memakai sepatu warna selain hitam atau putih, diharuskan memakai atribut dari sekolah, dilarang membawa benda elektronik seperti ponsel atau sebangsanya(termasuk PSP, bagi Jongdae), dilarang membolos kelas, diharuskan memiliki satu warna rambut(bagi Oh Sehun), dilarang berlari-larian dikoridor sekolah, bekerja bakti membersihkan sekolah setiap hari sabtu(yang membuat Zhang Yixing senang), dan beberapa peraturan lainnya.

"ini demi kebaikan sekolah. Jika ada yang membangkang, akan kami beri peringatan!" ucap Boa tegas "sekian. Silahkan kalian kembali kekelas masing-masing".

TBC

Maaf mengecewakan .

Buat yang tanya ini Official pairing apa enggak jawabannya adalah 'ENGGAK'.

'ENGGAK' crack pair maksudnya. Alias Official. Karena saya nggak suka Crack pair. Oiya, buat yang tau Official pairingnya B.A.P kasih tau saya yaa~'

Oiya, dan satu lagi..

SAYA NGGAK SUKA GS. SAYA SUKA YAOI. SAYA INI FUJOSHI. ADIK SAYA FUDANSHI. KAKAK SAYA ANTI FUJOSHI. ADIK SAYA YANG SATU LAGI SEEKOR SEME. IBU SAYA*PLAK!*banyakcincong*

*lempar ke sarang tomcat*

*readers tepuk tangan*

Big Thank's to:

DevilFujoshi, ichizenkaze, 7D, Tania3424, Brigitta Bukan Brigittiw, Yui the devil, mitatitu, thepaendeo, cacing kawat, Shin Zi Tao, babyelf, taoris lover, ajib4ff, Imeelia, Azura Lynn Gee, ZiTao99, Jang Taeyoung, dewilololala, ayam ayam, Qhia503, .

Review Juseyo ..