CHAPTER 3
.
"APA?!"
Jongdae dan Boa tersentak kaget. "tidak gyojangnim. Saya tidak mau" kata Xiumin.
"ya sudah kalau tidak mau. Aku akan kirimkan surat peringatan" kata Boa santai. Xiumin menggigit bibir bawahnya cemas. "itu adalah cara agar kaki kalian tidak lagi maraton dikoridor" lanjut Boa. Aduh, bagaimana ini...
"ta-tapi..." Xiumin melirik Jongdae yang sedang menunggu jawabannya. Jongdae terlihat berharap dan pasrah. Xiumin jadi tidak tega. "uhm.. ta-tapi kau tidak boleh macam-macam padaku ya" kata Xiumin pada Jongdae.
Jongdae mengangguk meng'iya'kan. "baiklah kalau begitu. Aku mau jadi namjachingu Jongdae" kata Xiumin akhirnya yang membuat Boa dan Jongdae senang setengah mati.
"YYEEAAHH!" teriak Boa dan Jongdae lalu ber'tos' ria.
"ayo foto dulu" kata Boa sambil menyiapkan kamera yang entah dari mana sudah berada ditangannya. Jongdae langsung merangkul bahu Xiumin dan tersenyum menghadap kamera. Boa menjepret(?) beberapa kali. "popopo. Popopo" Kata Boa, menyuruh Jongdae mencium pipi Xiumin.
Jongdae melirik Xiumin yang diam saja sejak tadi. "sepertinya jangan dulu, gyojangnim" kata Jongdae yang membuat Boa kecewa.
"hh~ baiklah. Kalau begitu kalian boleh kembali kekelas kalian" kata Boa sambil menyimpan kameranya.
.
BRUK!
Seseorang menabrak Himchan hingga bungkusan yang dibawanya jatuh. "ma-maaf, sunbae" kata namja itu sambil mengambil bungkusan milik Himchan yang jatuh. Himchan bisa melihat namja itu sedang mengusap kasar pipinya.
"hey, kau menangis?" tanya Himchan sambil menerima bungkusan itu. "tidak perlu menangis. Aku tidak marah kok" lanjutnya sambil menepuk-nepuk kepala namja itu. Namja itu mengangguk. "kalau begitu aku pergi dulu, ne. Annyeong" kata Himchan sebelum meninggalkan namja itu sendirian di pintu halaman belakang sekolah.
Himchan mempercepat langkahnya saat melihat seseorang yang ingin ditemuinya. Dibawah pohon cherry.
"aish! Anak ini, hobinya tidur saja" gumam Himchan. Ia berpikir sejenak, lalu mencari-cari sesuatu dibawah. "ah!" katanya saat matanya menemukan setangkai rumput liar.
Himchan mengambil duduk disamping namja itu. Lalu, dengan senyum jahilnya, Himchan menggelitik hidung namja itu dengan menggunakan rumput liar temuannya.
Namja yang sedang tertidur itu menggerakkan hidungnya geli lalu mengintip dengan sebelah matanya. Sebuah senyum tersungging dibibirnya lalu ia kembali menutup rapat matanya. "kau terlambat".
"hehehe, mianhae" kata Himchan. "kau tidak marah kan, Yonggukkie?" tanya Himchan.
"tentu saja aku marah. Aku sudah lama duduk disini" kata namja bernama Yongguk itu masih sambil memejamkan mata.
"memang berapa lama kau menuggu?" tanya Himchan. Yongguk menjawab dengan memberikan sepuluh jari tangannya. "sepuluh menit?" tanya Himchan, Yongguk mengangguk.
"hhh~ mianhae" kata Himchan. Yongguk mengangguk lagi.
"kau sudah makan?" Yongguk menggeleng.
"kau mau makan bersamaku?" Yongguk mengangguk lagi,
"gunakan mulutmu untuk menjawab" kata Himchan sambil menepuk-nepuk bibir Yongguk dengan jari telunjuknya hingga membuat Yongguk tersenyum dan membuka kedua matanya.
"ne, ahjumma cerewet!" kata Yongguk akhirnya sambil melepas earphone-nya.
.
Jongup dan Youngjae baru saja keluar dari kantin dan hendak kembali kekelas. Ditengah perjalanan mereka tidak sengaja berpapasan dengan Daehyun dan teman-temannya. Youngjae dan Daehyun saling melempar deathglare.
"bagaimana lukamu, nona?" ejek Daehyun pada Youngjae yang baru saja melewatinya.
Youngjae berbalik ."kau sendiri bagaimana, tuan sok tampan?" balas Youngjae, tidak mempedulikan Jongup yang sedang memperingatkannya.
"oh~ jangan khawatir. Hanya luka ringan" kata Daehyun.
"bagus kalau begitu. Aku harap kau baik-baik saja" kata Youngjae.
"Ya, aku harap kau juga" kata Daehyun dan memberikan seringainya sebelum dia beserta teman-temannya pergi.
"namja ANEH!" gumam Youngjae. Lalu dia dan Jongup kembali melanjutkan perjalanannya. Saat kaki mereka baru memasuki kelas, tiba-tiba seseorang mendatangin Youngjae dengan wajah panik.
"YOUNGJAE! GAWAT!"
"kau ini kenapa? Apa yang gawat?" tanya Youngjae bingung.
"barang-barang mu~" lirih namja itu. Namja itu kemudian mengajak Youngjae menuju halaman sekolah. Youngjae bisa melihat kerumunan orang sedang mengelilingi sebuah pohon sambil menunjuk-nunjuk ke atas.
"maaf Youngjae, aku tidak berani melarang mereka" kata namja itu lagi sambil menunjuk ke atas pohon. Youngjae memandang kearah yang ditunjuknya. Youngjae terbelalak.
Buku, tas, jaket, sepatu, dan beberapa benda lain miliknya menggantung dengan indahnya diatas pohon. "siapa yang melakukan ini?" tanya Youngjae tidak sabaran atau bahkan.. marah.
"anak kelas dua"
Anak kelas dua. Youngjae menggeram marah, tidak salah lagi. Pasti dia!. Youngjae melesat pergi dari sana, meninggalkan Jongup yang sedang sibuk berpikir bagaimana cara menurunkan semua benda-benda itu. Maksudnya, pohon itu sangat-sangat tinggi. Sangat sulit untuk dipanjat.
.
Youngjae berjalan lebih cepat saat ia melihat Daehyun sedang duduk bersama teman-temannya dilapangan basket.
"hey, kau!"
Daehyun menoleh pada seseorang yang mendorong pundaknya.
BUGH!
Daehyun terjerembab kebelakang. Youngjae baru saja memberikan bogem mentah pada Daehyun. Youngjae menarik kerah seragam Daehyun dan-entah dapat kekuatan dari mana-Youngjae menarik Daehyun berdiri.
"APA MASALAHMU?!" tanya Youngjae didepan wajah Daehyun yang malah tersenyum mengejek padanya.
Youngjae menggeram marah lalu menerjang Daehyun hingga mereka berdua terjatuh dengan Youngjae yang berada diatas Daehyun.
.
"Taeminnie"
Taemin yang sedang berjalan pun menghebtikan langkahnya. Dia berbalik dan mendapati Minho berlari kecil kearahnya. Ia menghela nafas malas.
"Taeminnie" panggil Minho dengan senyum cerah saat sudah berada didepan Taemin. Membuat beberapa namja feminim disana histeris.
"ada apa?" tanya Taemin malas lalu ia berbalik dan kembali berjalan, diikuti Minho disampingnya.
"Taeminnie, kau masih marah padaku?". Minho meraih tangan Taemin namun Taemin menepisnya. "Taeminnie, aku tidak menyentuh mereka. Sungguh" jelas Minho. Nampaknya Taemin masih sebal dengan kejadian saat Minho dikelilingi namja-namja genit tadi pagi.
"lalu?" tanya Taemin tidak peduli. "kau saja tidak menghindari sentuhan mereka" gumam Taemin pelan.
"Taeminnie~" panggil Minho. Namun Taemin tidak mengindahkannya sama sekali. Bahkan ia mekin mempercepat langkahnya.
"mianhae..." kata Minho tiba-tiba memeluk Taemin. Membuat Taemin salah tingkah dan membuat beberapa Fudanshi mulai mengabadikan moment mereka dengan kamera yang seharusnya sudah dirampas.
Taemin membalas pelukan Minho dan tersenyum. Namjachingu nya ini sangat tahu bagaimana cara mengambil hatinya. "baiklah, aku maafkan".
"gomawo" kata Minho lalu melepaskan pelukan mereka. Taemin mengangguk dan tersenyum lalu mereka berjalan bersama sambil bergandengan tangan.*kayak MV Love Blossom*Cieee~
"YAH! BEHENTI!"
Taemin dan Minho menghentikan langkah dan senyum mereka saat mendengar suara Taeyeon sedang berteriak-teriak. "Taeyeon noona?" gumam Taemin. Mereka berdua mencari-cari sumber suara Taeyeon berada.
"ASTAGA! SIAPAPUN BANTU AK-KYAAA!"
Taemin dan Minho terbelalak saat melihat Taeyeon berada dilapangan basket bersama banyak siswa yang berkerumun. Mereka berdua segera datang menghampirinya.
"YAH! LEPAAAAAS!" Taeyeon terus berusaha memisahkan dua murid yang sedang betarung itu.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?!"
Taemin dan Minho segera memisahkan keduanya. Taemin menahan Daehyun yang sepertinya menjadi korban dalam pertarungan itu, karena Daehyun tidak terlalu berontak. Hanya berteriak-teriak saja.
Sedangkan Minho berusaha mati-matian menahan Youngjae yang berontak dengan kuat dan siap menghajar Daehyun lagi.
"huhuhu... rambutku" keluh Taeyeon sambil memegangi rambutnya yang berantakan. Padahal dia sudah menghabiskan setengah jam untuk blow rambut tadi pagi. Taeyeon menatap marah kedua murid itu. "kalian lagi?!" katanya.
Kalau Taeyeon tidak salah, baru sehari yang lalu ia memisahkan mereka dari pertengkaran. "Ikut ke kantor kepala sekolah!" katanya.
.
Boa menepuk keningnya. "kalian adalah murid ketiga dan empat yang memasuki kantorku hari ini" kata Boa. Boa sebal. Kenapa hari ini banyak sekali murid yang mengganggu waktunya. Padahal baru saja dia mau menonton film YAOI terbaru.
"sekarang apa yang terjadi?" tanya Boa. Seharusnya dia tidak perlu tanya mengingat ada dua orang murid dalam keadaan berantakan dihadapannya yang sedang saling melempar tatapan sengit. Mereka berkelahi.
"tidak ada yang mau menjawab?" tanya Boa.
Youngjae menegakkan kepalanya. "dia menggantung semua barang saya diatas pohon, gyojangnim". Boa beralih menatap Daehyun.
"Daehyun-ssi?" kata Boa minta penjelasan.
"dia melukai hidung saya, gyojangnin", jawab Daehyun.
"Mwo? Kau yang melukai hidung temanku!" tuntut Youngjae.
"dia saja tidak mempermasalahkannya. Kenapa kau yang marah?!" balas Daehyun tak mau kalah
"Seharusnya kau minta maaf! Kau kan yang mulai duluan"
"enak saja! Kau yang memulai duluan!"
"kau!", "kau!", "kau!", "kau!", "kau!". Boa memijat keningnya yang terasa pening karena kebanyakan mendengar kata 'kau'.
"DIAM!" bentakan Boa langsung membuat keduanya terdiam. "aku akan memanggil orang tua kalian" kata Boa. Daehyun dan Youngjae pun hanya bisa pasrah jika pulang nanti telinga mereka akan sakit mendengar omelan-omelan orang tua mereka.
.
NEXT DAY.
.
Sehun sedang berdiri bersama Jongin didepan kelas mereka. Hari ini mereka beruntung, karena Jinki sonsaengnim yang memeriksa barang bawaan mereka. Saat asyik mengobrol, mata Sehun tidak sengaja melihat Youngjae yang sedang berjalan kearah mereka dengan tampang lesu.
"Youngjae, kau kenapa?" Sehun bertanya saat Youngjae sudah dekat dengannya.
"aku baik-baik saja" jawab Youngjae malas. Sehun meneliti wajah Youngjae yang penuh dengan luka.
"OMO? Kau bertengkar lagi?" tanya Sehun. Youngjae hanya mengangguk malas.
"Tapi kau tetap terlihat cantik" kata Jongin yang langsung mendapat hadiah deathglare dari Sehun. Dan Jongin langsung menutup rapat mulutnya.
"aku kekelas dulu, ya. Annyeong" kata Youngjae lesu lalu berjalan meninggalkan dua orang itu.
Sehun menjitak kepala Jongin. "awas kalau aku sampai gagal mendekatinya!".
"memang kau mau apakan aku, eoh?" kata Jongin sambil membalas menjitak kepala Sehun lalu pergi masuk kedalam kelas mereka, karena sebentar lagi adalah pelajaran konseling. Itu berarti sebentarlagi Taemin-nya akan datang.
.
BREAK TIME
.
"sedang apa kita disini? Aku tidak lapar" kata Jongin. Tumben sekali Sehun mengajaknya mengantri makan siang. Biasanya dia akan bilang 'aku alergi makanan murah', tapi lihat sekarang. Dia sedang mengantri 'makanan murah'.
Jongin mengelap keringat dikeningnya. Dia tidak suka berada di kantin yang penuh sesak seperti ini, membuatnya berkeringat. Ia takut jika berkeringat akan membuat pesonanya menghilang. Lagi pula berbeda tipis dengan Sehun, Jongin tidak biasa makan ditempat ramai seperti itu "ayo kita keluar" lanjutnya lagi.
"ck! Kau ini banyak maunya! Keluar saja sana, aku mau disini" kata Sehun sambil tetap sabar mengantri makan siang. Jongin mengumpat lalu menoyor kepala Sehun sebelum pergi.
"ffiiuuh~ panas sekali" katanya sambil mengibas-ngibaskan tangan pada wajahnya. Jongin memandang sekeliling, "tempat ramai seperti ini, bagaimana aku bisa makan" keluhnya.
"eh?" Mata Jongin tidak sengaja melihat seseorang yang ia kenal sedang duduk bersama kakaknya dimeja yang berada dipojok kantin. Sebuah seringai nampak jelas dibibir seksinya, Ah~ itu dia makananku, ucap Jongin dalam hati sambil menggosok-gosok kedua telapak tangannya. Lalu mulai melangkah mendekati mereka.
"hai, Hyung" kata Jongin sambil merangkul bahu Jongdae yang tumben tidak main PSP.
"kkamjong? sedang apa kau disini? Mana si rambut pelangi itu?" tanya Jongdae.
"dia sedang antri" kata Jongin lalu mengambil posisi duduk diantara dua teman kakaknya. Baekhyun dan 'tujuan utamanya', Kyungsoo. Dia merangkul kedua namja itu. "waah~ aku seperti pangeran yang punya dua permaisuri" katanya sambil menatap bergantian Baekhyun-Kyungsoo, dan memberi ekstra 'wink'pada Kyungsoo.
Baekhyun menyingkirkan tangan Jongin dari bahunya. "jangan mengganggu!" kata Baekhyun. Dia sedang asyik mengawasi gerak-gerik Luhan dan menirunya*plagiat!*plak*. Menurut namja bernama Park Chanyeol, 'cantik' itu seperi Luhan. Jadi Baekhyun akan meniru semua sikap Luhan agar terlihat sama cantiknya dengan sang Flower Boy itu.
"Wow! Kau galak sekali. Baiklah, aku tidak akan mengganggumu" kata Jongin. Lalu beralih pada Kyungsoo. "hai manis~ kita bertemu lagi" kata Jongin. Kyungsoo diam saja. ia masih trauma dengan kejadian ditoilet kemarin. Ia takut jika Jongin akan menyerangnya lagi.
Jongin menatap dari samping wajah Kyungsoo. Kulit putih bersih, mata bulat yang indah dan bibir merah, membuat Jongin gemas. "kau cantik. Sangaaat cantik" bisik Jongin ditelinga Kyungsoo membuat pipi Kyungsoo memerah.
Jongin mendekatkan wajahnya lebih tepatnya bibirnya pada bibir Kyungsoo, berniat mencium namja manis itu. Dia masih dendam karena kemarin dia gagal mencuri ciuman dari Kyungsoo. Tidak peduli ini tempat umum. Sedikit lagi...
Kyungsoo memejamkan matanya saat Jongin memegang pipinya dan memaksanya untuk menghadapkan wajah pada Jongin. Dia bisa merasakan hembusan nafas Jongin diwajahnya lagi. A-apa yang harus aku lakukan?, pikir Kyungsoo kalut.
BRAK!
Jongin dan Kyungsoo tersentak kaget saat meja mereka bergeser bersamaan dengan terengarnya suara itu. Kyungsoo menghela nafas lega dan segera menjauhkan tangan Jongin darinya.
SHIT! HYUNG! Tidak bisakah kau melihat adikmu yang tampan ini senang?!, rutuk Jongin dalam hati. Tidak peduli pada Jongdae yang sedang tersungkur dibawah. Ia baru saja tersandung kaki meja saat hendak mengejar Xiumin. "gwaenchanha.. gwaenchanha.." kata Jongdae pada orang-orang yang sedang menatapnya seraya berdiri. Jongin menutup wajahnya dengan tangan, malu akan tingkah hyung-nya itu.
.
"Hai Youngjae"
Youngjae menghentikan suapannya. "Sehun?" Youngjae menatap tidak percaya pada apa yang ia lihat. Sehun sedang berdiri dihadapannya sambil membawa senampan penuh makan siang gratis.
"boleh aku duduk disini?" tanya Sehun sambil meberikan senyuman manis pada Youngjae dan Jongup. Mereka berdua mengangguk. "gomawo" kata Sehun. Ia mengambil duduk diantara Youngjae dan Jongup.
Sehun menatapi Youngjae dan Jongup yang sedang makan lalu beralih menatap makan siangnya. Iyyuuwwh!. Sehun bergidik. Tidak usah dimakan lah. Tujuan utamaku bukan untuk makan.
"Umh.. Youngjae" panggil Sehun sambil menatap Youngjae yang sedang lahap menggigit ayam gorengnya.
"Katakan saja apa maumu" kata Youngjae lalu menggigit rakus ayam gorengya membuat Sehun mengernyit jijik akan cara makannya.
Sehun menggaruk belakang kepalanya. "ehehe.. aku hanya ingin tanya" katanya. Youngjae sudah bisa menebak jika Sehun punya maksud lain dengan mendekatinya.
"apa?" tanya Youngjae.
"namja itu" kata Sehun.
"namja mana?" kata Youngjae sambil mencuri sesendok nasi milik Jongup lalu melahapnya.
"yang kemarin mengobrol denganmu didepan kelasku" kata Sehun. "Flower boy itu. Kau kenal dengannya?"
Youngjae mengelap mulut dan tangannya dengan tissue "oh.. Luhan hyung?" tanya Youngjae. Sehun mengangguk. "dia anak dari sahabat ummaku" jawab Youngjae lalu meminum air mineralnya.
"benarkah?" tanya Sehun sumringah.
"memangnya ada apa?" tanya Youngjae.
"kenalkan aku dengannya dong~" kata Sehun sambil memasang puppy eyes yang sebenarnya lucu tapi malah membuat Youngjae ingin mencakar wajahnya.
.
"ah~ jadi kalian sudah pacaran?" tanya Lay pada couple baru dihadapan mereka. "selamat ya~ aku ikut senang mendengarnya" kata Lay dengan senyum cantiknya#author suka gemes kalo liat senyumnya Lay.
"gomawo hyung" kata Jongdae. Sedangkan Xiumin hanya diam saja dan mengaduk-aduk jusnya.
Lay beralih pada Suho yang sedang menatapinya. Wajahnya memerah seketika, "w-wae?" tanyanya. Suho menggeleng sambil tersenyum tampan. #author juga suka gemes kalo liat senyumnya Suho. "jangan melihatku seperti itu" kata Lay malu sambil mencubit lengan Suho.
"Salah sendiri kau cantik, jangan salahkan aku jika aku tidak bisa berhenti menatapmu" kata Suho membuat Lay Blushing parah.
Jongdae menatap iri pada pasangan dihadapannya. Ia melirik Xiumin yang sedang meminum jus nya. Sejak tadi Xiumin diam saja dan tidak mengajak Jongdae bicara. Apa dia marah ya? Padahal ia ingin sekali mengobrol dengan Xiumin, tapi entah kenapa Jongdae tidak berani mengajak Xiumin bicara. Jongdae menghela nafas lalu menunduk.
"mana PSPmu?"
Jongdae kembali menegakkan kepalanya saat mendengar suara Xiumin. "ne?".
"PSP. Mana?" ulang Xiumin sambil mengaduk-aduk jusnya. "tumben kau tidak bersama PSPmu. Sudah putus?" lanjutnya lalu melirik sekilas pada Jongdae.
"i-itu ada dikelas. Kalau kau mau akan kuambilkan untukmu" kata Jongdae.
"tidak perlu. Aku hanya tanya" kata Xiumin. "kau tidak makan?".
"a-aku tidak lapar" jawab Jongdae. Kenapa dia jadi gugup begitu?
"oh" Xiumin kembali meminum jusnya. Sementara Jongdae sedang menstabilkan jantungnya yang berdetak kencang. Ini sangat berbeda dengan sebelum mereka pacaran. Ada apa dengan Jongdae?
.
Taeyeon baru keluar dari ruang guru. Ia menghirup udara lalu tersenyum. "senangnya tidak ada yang berlari-lari dikoridor lagi" katanya.
DRAP! DRAP! DRAP!
"YAH! Sehun! Berhenti mengejarku!"
Dua orang siswa baru saja berlari melewati Taeyeon. Wajah Taeyeon yang cerah kini berubah menjadi (-_-). "ternyata masih sama" katanya, lalu berbalik masuk kedalam ruang guru dan membanting pintu.
BRAK!
.
"Tunggu, Youngjae!"
Youngjae mempercepat larinya. Sejak dikantin hingga dia kembali kekelas, Sehun terus saja merengek ingin dikenalkan pada Luhan. Bahkan semenit yang lalu, Sehun mengikuti Youngjae sampai ketoilet.
BRUK!
BRUK!
Youngjae menabrak seseorang didepannya membuat Sehun juga menabraknya dan mereka serta orang itu terjatuh.
"Cheoseonghamnida" kata Youngjae dan Sehun seraya membantu orang itu berdiri, yang ternyata adalah
"Yoo ahjumma?" kata Sehun. Sedangkan Youngjae, ia buru-buru membelakangi wanita itu.
"oh~ Sehun-ah. Aku tidak tahu kau bersekolah disini" kata wanita itu ramah. Sehun mengenali wanita itu sebagai ketua komunitas sosialita yang diikuti Umma nya.
"maaf, saya tidak sengaja menabrak ahjumma" kata Sehun sambil membungkuk. Saat membungkuk, Sehun bisa melihat wanita itu sedang menggunakan sepatu Cinderella rancangan Stuart Weitzman.
"tidak apa-apa" wanita itu seraya merapikan pakaiannya yang sedikit miring akibat terjatuh tadi.
"apa yang ahjumma lakukan disini?" tanya Sehun.
"oh. Kepala sekolah memanggilku untuk memberitahukan kenakalan anakku" kata wanita itu dengan memberi tekanan pada 'kenakalan anakku'. "bukan begitu, Yoo Youngjae?" lanjutnya.
Youngjae berbalik menghadap wanita itu-yang ternyata adalah Umma nya- sambil menyengir. "hai, umma" kata Youngjae lalu memberikan tanda 'peace' pada Ummanya.
"u-umma?" Sehun menatap Umma Youngjae dan Youngjae bergantian lalu beralih pada sepatu kaca dikaki wanita itu. "ja-jadi-"
"ne, ini anak ajumma yang nakal itu." Kata umma Youngjae sambil menjewer telinga Youngjae gemas. Sehun tidak bisa berkata apa-apa. Jadi, Youngjae adalah anak dari ketua komunitas sosialita Ibu nya. Berarti Youngjae adalah anak... orang... KAYA!.
"Sehun-ah? Gwaenchanha?" Umma Youngjae mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Sehun yang sedang melongo.
"n-ne" jawab Sehun dengan tatapan kosong yang membuat Umma Youngjae sedikit takut. Jadi untuk apa dia pamer ke Youngjae selama ini? Aduh! Malunya aku! Kau bodoh Oh sehun!.
"b-baiklah.. Umma pulang dulu. Oh iya, Kepala sekolah tidak akan menghukummu. Beliau bilang akan menghukummu jika kau dan Daehyun bertengkar lagi. Jadi jangan macam-macam lagi" kata Umma Youngjae. Memberikan satu ciuman dikening sebelum pergi.
"UMMA! AKU SUDAH BESAR!" Protes Youngjae yang tidak dihiraukan oleh ibunya. Malah wanita awet muda itu tertawa senang. Youngjae mengelap keningnya(bekas ciuman Ummanya) lalu beralih pada Sehun yang masih mematung. Ah! Lebih baik aku kabur saja!
.
Zelo berjalan sambil menenteng skateboard-nya. Sejak pulang sekolah kemarin, ia lebih banyak menghabiskam waktunya untuk menyibukan diri. Apa saja, yang penting bisa membuatnya tidak lagi menangisi Kris yang sudah punya pacar.
Kalian tahu. Zelo sudah membuang sekardus penuh foto Kris dan Zelo juga sudah menghapus semua foto foto Kris di laptopnya, walau dengan berat hati tentunya. Zelo benar-benar ingin melupakan Kris. Yaa.. walaupun dia tahu itu butuh proses dan waktu yang lama.
Zelo menghentikan langkahnya dihalaman belakang sekolah. Kemarin ia melihat(yaa.. bisa dibilang) sebuah arena yang cocok untuk bermain skateboardnya disana.
Ia mulai melangkahkan kaki menuju halaman belakang dan berjalan menuju jalan kecil beraspal yang ada ditengah tengah taman. Zelo tersenyum lalu mulai memainkan skateboard dengan trik seperti Ollie atau Kick flip atau hanya sekedar meluncur dijalan.
Zelo sedang mendengarkan musik melalui earphone nya dan juga terlalu asyik dengan skateboardnya, sehingga ia tidak menyadari ada seseorang yang sedang menonton aksinya. Zelo terkejut setengah mati saat menyadari keberadaan namja itu . Buru-buru ia melepas earphone nya.
Namja itu tersenyum. Senyum yang menggemaskan. Zelo mendekati namja itu sambil membalas senyum. "Kau hebat, aku kagum padamu".
"ah, itu tadi bukan apa-apa. Tapi.. terima kasih atas pujiannya" kata Zelo.
"oh iya, namaku Jongup" kata namja itu sambil mengulurkan tangannya. Zelo menjabat tangan namja itu dan mengucapkan namanya. Mereka terlibat obrolan kecil. Zelo beranggapan jika namja dihadapannya ini pemalu. Tak jarang ia menunduk atau bahkan menggosok tengkuknya. Tapi dia cukup menyenangkan.
"-temanku sedang kejar-kejaran. Jadi.. karena tidak ada yang kulakukan aku memilih untuk berjalan keliling sekolah dan tidak sengaja melihatmu disini, begitu" katanya lalu menggosok tengkuknya lagi. Zelo tersenyum melihat tingkah lucu Jongup.
"kau mau aku ajari?" tanya Zelo. Jongup menatap Zelo yang sedikit lebih tinggi darinya.
"bolehkah?"
"tentu saja" jawab Zelo dengan senyumnya yang gwiyeomi~ Membuat pipi Jongup memanas.
"b-baiklah.." kata Jongup.
Lalu dengan semangat, Zelo menyuruh Jongup menaiki skateboardnya dan mulai mengajarinya.
.
"jadi.. kau sahabat Jongdae hyung sejak SMP?" tanya Jongin sambil membelai pipi Kyungsoo dengan punggung jari telunjuknya.
"n-ne" jawab Kyungsoo.
"apa kau pernah main kerumah kami?" tanya Jongin lagi. Kali ini tangannya bergerak mengelus punggung Kyungsoo.
"n-ne" kata Kyungsoo lagi.
"berarti kau sudah tahu dimana letak kamarku, kan?"
"n-ne-APA?!" tanya Kyungsoo dengan membulatkan matanya lucu. "apa maksudnya?".
"jangan memasang tampang seperti itu, sayaang~ Kau membuatku gemas" kata Jongin dengan senyum pervertnya.
Kyungsoo panik. Ia menatap Baekhyun untuk minta tolong. Namun Baekhyun sedang sibuk menirukan cara Xiao Luhan mempoutkan bibirnya. OH tidak! Kyungsoo bisa merasakan tangan Jongin melingkar dipinggangnya dan Jongin juga meletakkan kepalannya dibahu Kyungsoo.
"kyungie~" panggilnya dengan suara rendah, membuat Kyungsoo terasa seperti tersengat listrik.
"a-apa?" tanya Kyungsoo sambil berusaha melepas tangan Jongin dari pinggangnya.
"nanti kita pulang bersama, ya?" kata Jongin.
"a-aku ada ektra sepulang sekolah" jawab Kyungsoo.
"kalau begitu, aku akan menunggumu" kata Jongin sambil menyesap aroma tubuh Kyungsoo. Mati aku! Tuhan.. Jauhkan namja mesum ini dariku..
.
"YAH! YOUNGJAE!"
Youngjae semakin mempercepat larinya. Anak ini! Tidak ada capeknya!. Dia sudah lelah dikejar-kejar terus. Kenapa Sehun tidak menyerah saja!?
Youngjae sibuk berkelut dengan pikirannya sampai dia tidak sadar bahwa didepannya ada seseorang, dan..
BRUK!
Youngjae terjatuh karena menabrak orang itu. Youngjae menatap seseorang yang baru saja ia tabrak. "Kau lagi!" kata namja itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Daehyun. Musuh bebuyutannya.
Youngjae buru-buru bangkit dari posisinya. "maaf, aku tidak sengaja" kata Youngjae.
"kau ini punya mata atau tidak?!" kata Daehyun sambil membersihkan bajunya yang kotor terkena debu.
"a-aku kan sudah minta maaf!" kata Youngjae.
"memangnya maaf bisa menyelesaikan masalah? Lihat! Kakiku semakin sakit"
"Lalu kau mau apa? Kau mau membalasku? Kau inging memukulku? Nih! Pukul saja!" kata Youngjae sambil memberikan pipinya lalu menutup matanya. Ia tidak ingin cari gara-gara. Baru saja ia bertemu ibunya yang baru saja menemui kepala sekolah karena masalahnya. Youngjae tidak ingin membuat ibunya kecewa.
Daehyun menarik tangannya yang sudah terkepal. Lalu ia mulai melayangkan tinjunya pada Youngjae. Namun seseorang menahan tangannya.
"santai saja, kawan. Dia bilang tidak sengaja, kan?" Youngjae membuka matanya saat mendengar suara itu.
"siapa kau? pacarnya?" tanya Daehyun sinis. Ia melepas paksa tangan namja yang menahan tinjunya tadi.
Namja itu mendekati Youngjae dan berdiri membelakangin Youngjae. "Se-sehun", panggil Youngjae.
"Aku temannya. Dan aku tidak akan tinggal diam jika kau melukai temanku" kata Sehun.
"terserah apa katamu" Daehyun mendengus lalu pergi meninggalkan dua anak kelas satu itu. Sehun berbalik menghadap Youngjae dengan senyumnya yang menjengkelkan.
"hhh~ Aku tahu kau tidak benar-benar membelaku" kata Youngjae malas. Lalu ia berjalan meninggalkan Sehun.
"Ayolah, Youngjae~" kata Sehun sambil menyamai langkah Youngjae.
"shirreo!"
"ayolaaah~". Youngjae tidak peduli dan terus berjalan mendahului Sehun. Ia sudah lelah berlari.
Tiba-tiba Sehun mendahului Youngjae lalu berhenti didepannya. Dengan sangat mengejutkan, Sehun berlutut dihadapan Youngjae sambil mengatupkan kedua tangannya. " aku mohon" kata Sehun dengan wajah memohon yang meyakinkan.
Hohohoho~ Apa aku bilang. Suatu saat kau pasti akan berlutut padaku. Youngjae berusaha untuk tidak menampakkan senyum kemenangannya. Ia masih menatap Sehun malas.
"jebaaaaal~ Aku akan memberimu apa saja yang kau mau" kata Sehun.
"apa saja?" tanya Youngjae memastikan. Sehun mengangguk semangat. " Bagaimana jika aku ingin kau memberikanku ponsel mahal seperti milikmu?"
"akan kuberi. Kau mau berapa dua? Lima? Sepuluh? Akan kubelikan"
"umh.. Tapi aku sudah punya ponsel" kata Youngjae lalu kembali berpikir. "ah! Bagaimana jika aku ingin kau membelikanku mobil sport seperti milikmu?"
"akan kubelikan. Kau mau warna apa? merah? Putih? Hitam?"
"aish! Tapi aku tidak bisa menyetir" kata Youngjae yang membuat Sehun sweatdroped.
"AISH! Akan kupikirkan imbalannya nanti! Baiklah. Aku akan membantumu mendekati Luhan hyung" kata Youngjae. Sehun tidak bisa menahan senyumannya. Sehun segera bangun dari berlutut dan langsung memeluk Youngjae.
"YEAAAHH! AKU MENYAYANGIMU YOUNGJAE-AH!"
.
"jaga keseimbanganmu"
Zelo dengan telaten mengajari Jongup cara meluncur dengan Jongup sudah jatuh berkali-kali. Namun dia tetap semangat. Itu yang membuat Zelo senang mengajarinya.
" bagus. Ayunkan kakimu" kata Zelo saat Jongup bisa meluncur dengan mulus. "benar begitu. Yeah! Kau hebat Jongupie" teriak Zelo.
Jongup yang dipuji seperti itu langsung terjatuh dari skateboardnya. Membuat Zelo reflek mendekati dan membantunya bangun lagi.
"ah, aku tidak apa-apa. Sungguh"
"aku tahu. Kau kan namja yang kuat" kata Zelo sambil tersenyum. Membuat Jongup malu lagi.
TENG!eville TENG!eville TENG!eville
Bel sekolah sudah bebunyi menandakan jam istirahat sudah habis. Semua siswa harus sudah masuk dikelas dalam waktu lima menit jika tidak ingin dihukum.
"lebih baik kita kembali kekelas" kata Zelo dan diangguki Jongup.
"uhm, apa besok kau akan bermain skateboard lagi?" tanya Jongup.
"tentu, jika kau mau menemaniku lagi." kata Zelo. Dan Jongup terlihat mengangguk dengan senang.
"ayo kita kembali" ajak Jongup. Dan mereka berdua mulai melangkah kembali kekelas mereka. Namun sebelum Zelo berjalan, ia tidak sengaja melihat seoranf namja sedang duduk dibawah pohon Cherry tak jauh dari sana. Apa dia namja yang kemarin?
.
SKIP TIME
.
Kyungsoo baru saja selesai mengikuti extra musik. Ia meneguk air mineralnya karena tenggorokannya terasa kering sehabis latihan vokal tadi.
"Kyungsoo-ah, aku pulang duluan" kata salah satu temannya.
"ah, ne. Hati-hati dijalan Daehyunnie" kata Kyungsoo. Dan tinggalah dia seorang diri dikelas musik itu. Ia memang bertugas mengunci ruang musik setiap ada latihan. " lebih baik aku pulang. Sudah hampir malam" gumam Kyungsoo.
Ia buru-buru merapikan barang bawaannya dan lekas mengunci pintu lalu berlari untuk keluar dari sekolah. Kalian tahu kan, suasana sekolah saat sepi itu sangat menyeramkan. Saat ia hendak menuruni tangga, ia melihat sesorang yang langsung membuatnya takut. "se-sedang apa kau disini?".
"aku sudah bilang akan menunggumu kan, manis~" kata namja itu yang ternyata adalah Jongin.
Jongin menaiki tangga dengan perlahan, "J-Jongin?".
"aku sudah bilang, kan? Kita pulang bersama" Kata Jongin sambil terus mendekati Kyungsoo.
"ta-tapi..." Jongin sudah berdiri dihadapan Kyungsoo. Bahkan saat ini dia sedang mengelus-elus pipi Kyungsoo.
"tidak ada tapi-tapian" kata Jongin. "aku bilang 'pulang bersama' berarti kita harus pulang bersama".
Belum sempat Kyungsoo menolak Jongin sudah lebih dulu membopong tubuh Kyungsoo dipundaknya dan membawanya menuju motornya ditempat parkir.
TBC.
Hai.. ^0^
Maaf ya kalau mengecewakan. Hehehe..
Saya nggak mau banyak omong sih. Ya sudah, saya mau menggila sama foto Kris yang lagi aegyo. HUAHAHAHA.. Bisa juga tuh naga*lirik Kris.
Maaf ya, nggak bisa bales review kalian. Lagi belajar matematika. Tapi saya sudah baca semua reviewkalian, dan saya sangat senang. Tiap ada yang review HP saya berdering. Berasa kayak dapet sms dari pacar. HOHOHO.
Oiya*plak!* #readers:katanya nggak mau banyak omong? *sumpel pake kaos kaki,
Big Thank's to:
Azura Lynn Gee, SapphireGirl, HyunieKyungie, Cacing kawat, Tania3424, Jang Taeyeoung, RezaCWarni1, hatakehanahungry, ZiTao99, thepaendeo, SiDer Tobat, Yongchan, babyelf, I'm Dee, A Y P, , mitatitu, Guest, ichizenkaze, Kim Panda, MatoShshiTats, BunnyPoro, Julie Namikaze, ajib4ff, Qhia503, Brigitta Bukan Brigittiw(suka ketawa kalo baca pen name ini*peace), 7D, ruka17.
WARNING! GET READY FOR NEXT CHAPTER!
