CHAPTER 4

.

.

GET READY!

.

.

.

.

.

.

BECAUSE TODAY IS..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CLEAN UP DAY ^0^. YIIPPIIIIEEEE*Lay bersorak paling kenceng.*reader kecewa..

.

.

.

Hari Sabtu, itu berarti hari ini adalah hari kebersihan. Semua siswa TSM School harus bekerja bakti membersihkan sekolah mereka tercinta*hoek.

Lay-yang memang dasarnya mencintai kebersihan-adalah satu-satunya siswa yang paling semangat diantara yang lain. Hari ini dia datang pagi-pagi sekali dengan membawa sekeranjang alat kebersihan dari rumahnya.

"kau semangat sekali" kata Suho yang baru saja memasuki gerbang sekolah. Ia tidak sengaja melihat sang kekasih sedang kesulitan membawa keranjang yang kelihatannya berat, sendirian. Ia membantu Lay membawa sebagian peralatan itu dan bersama-sama memasuki sekolah mereka.

"tentu saja, sekolah ini sangat perlu dibersihkan. Lihat saja, banyak debu dimana-mana" kata Lay. Suho memandangai sekeliling tempat mereka berada. Dia tidak bisa melihat debu disekelilingnya. Bahkan menurut Suho, sekolah ini termasuk sekolah yang bersih dan rapi.

"ah, benar" kata Suho sambil tersenyum. "kalau begitu, ayo segera kita bersihkan" kata Suho, dan mereka terus berjalan menuju kelas.

.

"Aish! Sudah jam segini, Kyungsoo belum datang juga." Kata Baekhyun seraya melihat jam tangannya. Dia kesepian, dan sengaja menunggu Kyungsoo didepan kelas. Lagi pula ini sudah pukul 6.45, itu berarti lima belas menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. "tidak biasanya. Jongdae juga, kemana dia?" lanjut Baekhyun lalu dia beralih pada cermin miliknya dan mulai menatap bayangan dirinya dicermin.

"masa sih, aku tidak cantik. Menurutku sih, cantik-cantik saja" gumam Baekhyun, lalu merapikan poninya. "lagi pula, Xiao Luhan juga tidak terlalu cantik. Yang pantas jadi Flower boy disekolah ini itu aku" katanya lagi.

" merasa cantik, eoh?" kata seseorang yang baru saja lewat didepannya. Ya siapa lagi kalau bukan namja tiang listrik itu, Park Chanyeol. Baekhyun menghela nafas malas, dia sedang tidak ingin ribut. Ini masih pagi. Dia menatap Chanyeol sinis hingga menghilang dari pandangan.

"pssstt"

Baekhyun menoleh saat mendengar seseorang berbisik ditelinganya."KYAAA!", Baekhyun menjerit saat melihat Jongdae sedang berpose menyeramkan tepat didepan wajahnya. Sungguh mengejutkan, untung saja Baekhyun tidak jantungan!

"BUAHAHAHAHA!" Jongdae tertawa puas sambil memegangi perutnya, membiarkan Baekhyun memukulinya seperti yeoja yang sedang kesal. "kau seharusnya melihat wajahmu saat terkejut, hahaha, lucu sekali.. ahahahaha" kata Jongdae disela-sela tertawanya. Dia mengelap air matanya yang keluar karena tertawa.

Baekhyun men-deathglare Jongdae, namun tidak mempan. Jongdae masih tetap tertawa, akhirnya dia mengalah dan membiarkan dirinya ditertawai. Namun wajahnya berubah menjadi cerah saat melihat Kyungsoo sedang berjalan kearah mereka, "Kyungsoo~" kata Baekhyun seraya menghampiri Kyungsoo, namun sebelumnya ia sudah menginjak kaki Jongdae terlebih dahulu. Membuat Jongdae melompat-lompat kesakitan sambil memegangi salah satu kakinya.

"Kyungsoo, kau dari mana saja? kenapa terlambat? Tidak biasanya kau terlambat. Kau tahu, aku sudah menunggumu sejak pagi. Aku bosan sekali sendirian disini-" Kyungsoo menguap, bukan karena mendengar ocehan Baekhyun, tapi karena tadi malam dia tidak bisa tidur gara-gara Kai.

Baekhyun mengguncang-guncangkan tubuh Kyungsoo, "YAH! Kau mendengarkan tidak?!".

"semua siswa diharap bersiap-siap. Lima menit lagi semua harus sudah mulai bersih-bersih" terdengar suara Taemin sonsaengnim dari speaker.

"Oh! Lebih baik kita bersiap-siap" kata Baekhyun. "aku mau bersih-bersih kelas saja. Kalau diluar nanti kulit cantikku bisa tersengat matahari" lanjutnya lalu berjalan kekelas.

Kyungsoo ikut berjalan dibelakang Baekhyun, lalu ia ditahan Jongdae didepan pintu kelas. "bagaimana semalam?" tanya Jongdae dengan tersenyum.

Kyungsoo menatap sebal pada Jongdae, "kenapa kau tidak membantuku keluar dari kamarnya?".

Jongdae tertawa kecil, "mianhae.. aku tidak mau jika Jongin merusak PSPku karena mengganggu kegiatan kalian. Hehe.. adikku itu memang maniak sekali dengan namja-namja manis semacam kau. Sudahlah sabar saja.. Yang penting kau masih virgin kan" kata Jongdae lalu meninggalkan Kyungsoo sendiri didepan kelas.

Memang benar dia masih Virgin. Itu semua berkat kamar mandi pribadi yang berada didalam kamar Jongin. Kalau saja dia tidak mengunci diri didalam kamar mandi Jongin, mungkin dia sudah diperkosa oleh namja mesum itu. Tapi sialnya, sekarang punggung Kyungsoo terasa sakit karena semalam dia tidur didalam bath tub Jongin. Bahkan dia sekarang merasa agak sedikit...

"hattcchhoooo!", Kyungsoo mengelap ingusnya yang sedikit keluar dari hidungnya. Dia sedikit masuk angin. Kyungsoo menghela nafas lalu menyusul dua temannya itu masuk kekelas.

.

"Aigoo~ kau ini bisa atau tidak sih?" tanya Lay pada salah satu teman sekelasnya yang sedang mengelap jendela kelas mereka. "YAH! Himchan, kau ini yang benar kalau bersih-bersih!"

"kenapa kau marah-marah padaku? Tadi kau menyuruhku membersihkan jendela, sekarang sedang kubersihkan, tidak usah marah-marah seperti itu!?" ucap Himchan sebal.

"Sini, biar aku saja yang bersihkan jendela. Kau mengepel saja sana!" ujar Lay sambil merebut kain lap yang dipegang Himchan.

"ck! Kau ini bawel sekali!" Kata Himchan lalu segera menjalankan perintah Lay.

"mengelap jendela seperti ini saja tidak bisa" gerutu Lay. Ia paling tidak suka jika tidak bersih secara maksimal. Sebenarnya dia sedikit tidak percaya dengan teman-temannya untuk membersihkan sekolah sampai bersih-sih-sih!. Tapi kalau membersihkan seorang diri, butuh waktu berhari-hari.

Sedang serius mengelap kaca dihadapannya, tiba-tiba Lay melihat sebuah tangan dari sisi lain jendela itu, menempel dengan tangannya dan mengikuti pergerakan tangannya yang sedang mengelap.

Lay tersenyum saat mengetahui itu adalah tangan Suho. Mereka terus mengelap jendela bersama-sama dari sisi yang berbeda dengan saling menempelkan tangan mereka dikaca. Suho terus menatap hangat pada Lay, membuat pipi Lay memerah.

Suho menggerakkan jari telunjuknya seraya berkata, "mendekatlah". Lay terlihat bingung dengan maksud Suho, namun ia tetap menurut dan mendekatkan wajahnya kejendela.

Lay bisa melihat Suho juga mendekatkan wajah kearahnya, bahkan memejamkan matanya. Lay memerah, ia tahu apa yang ingin Suho lakukan.

Lay buru-buru mengarahkan botol cairan pembersih kaca kearah Suho dam menyemprotkan isinya kekaca jendela, menimbulkan suara yang membuat Suho membuka matanya.

Suho menatap pada Lay yang sedang menjulurkan lidahnya mengejek. Lalu ia tersenyum dan membalas menyemprotkan cairan pembersih kekaca, dan terjadilah adegan tembak-tembakan cairan pembersih kaca diantara mereka.

"YAH! Yixing! Kau ini bisa mengelap kaca dengan benar tidak?!" teriak Himchan dari belakang Lay.

.

Xiumin memandang dua orang temannya yang sedang mengelap jendela bersama. Entah kenapa dia jadi memikirkan Jongdae. Terbesit rasa bersalah saat tiba-tiba Jongdae menjadi canggung padanya. Pasti gara-gara Xiumin tidak mempedulikannya sejak keluar dari kantor kepala sekolah dua hari yang lalu.

Ia berjalan keluar kelas dan berdiri dibalkon(kelas Xiumin ada dilantai dua), ia menatap pemandangan dihalaman sekolah. Banyak sekali murid yang sedang membersihkan halaman(sebenarnya hanya 20% murid disana yang benar-benar membersihkan halaman. Sisanya, mereka hanya main-main saja disana). Dan salah satunya ada Jongdae bersama seseorang disana.

Jongdae tampak mengobrol akrab dengan namja itu bahkan mereka juga tertawa bersama. Hal itu membuat Xiumin merasa iri. Seharusnya yang tertawa bersama Jongdae itu dirinya! Ish! apa yang kupikirkan?! Aku hanya terpaksa saja pacaran dengannya!

Hey, apa yang dia lakukan?!, tanya Xiumin dalam hati saat melihat namja disamping Jongdae sedang mengusap-usap pipi Jongdae. Bukannya menghindar, Jongdae malah tersenyum pada namja itu. Berani sekali dia selingkuh dihadapanku!

.

"gomawo" kata Jongdae sambil memberikan senyumannya pada Kyungsoo yang telah menghapus noda dipipinya. Lalu mereka berdua kembali pada pekerjaan mereka yaitu mencabuti rumput liar.

"kau seharusnya lihat wajahnya saat kaget. Lucu sekali" kata Jongdae, melanjutkan ceritanya tentang Baekhyun yang ia kageti tadi pagi.

"kau jangan suka menggodanya sepetti itu" kata Kyungsoo, walaupun sebenarnya dia ikut tertawa saat mendengar cerita Jongdae.

"aku gemas sih. Dia itu seperti yeoja saja" kata Jongdae. " 'Kyungsoo, apa aku masih cantik?', 'aduh, dimana cerminku ya'" kata Jongdae sambil menirukan cara bicara Baekhyun.

"jangan begitu. Bagaimana pun juga, dia itu teman kita. Lagi pula dia sayang pada kita" kata Kyubgsoo. Jongdae menghentikan aksi 'meniru gaya Baekhyun' nya lalu menerawang pada rumput didepannya sejenak.

"kau benar. Jika bukan karena bantuannya, aku mungkin tidak akan bersekolah disini bersama kalian " kata Jongdae, sambil mengingat bagaimana Baekhyun membujuk kedua orang tuanya untuk tidak mengirimnya bersekolah di China. Kyungsoo mengangguk menyetujui.

"hai~ everybody~"

Kyungsoo dan Jongdae mendongak keatas dan mendapati Baekhyun sudah berdiri dihadapan mereka.

"dikelas tidak seru" kata Baekhyun sambil ikut berjongkok bersama dua temannya itu.

"katanya takut kulit cantikmu tersengat matahari?" sindir Jongdae.

"benar. Tapi ini masih pagi, dan matahari pagi bagus untuk kulit~" kata Baekhyun ceria. Dua temannya itu saling pandang setelah melihat tingkah Baekhyun. Dan mereka bertiga mulai mencabuti rumput liar dihalaman sekolah bersama.

.

"ah! itu dia!" Kata Youngjae pada Sehun sambil menunjuk pada seseorang yang sedang mencabuti rumput liar dihalaman sekolah. "cepat kau datangi dia" suruh Youngjae.

Sehun mengangguk lalu mulai mendekati orang tersebut, yaitu Luhan. Sehun membuka payung lipat berwarna pink yang ia bawa dan melangkah lebih cepat mendekati Luhan.

"apa kau kepanasan, cant-umh maksudku Hyung?" tanya Sehun sambil memayungi Luhan sambil berjongkok disamping Luhan.

"oh? ti-tidak" Luhan menatap aneh pada rambut Sehun yang warna-warni "gomawo" Lanjut Luhan dan kembali mencabuti rumput-tumput.

Sehun menatap Youngjae yang tak jauh dari tempatnya dengan tatapan 'apa yang harus kulakukan?'. Youngjae terlihat menyuruh Sehun utntuk mengajak Luhan berkenalan. Dan Sehun mengangguk menurut.

"uhm..Ehem.. Perkenalkan, namaku Oh Sehun" kata Sehun sambil menjulurkan tangannya.

"Oh, kau yang namanya Sehun. Aku Xiao Luhan" kata Luhan sambil menjabat tangan Sehun dengan tangannya yang berbalut kaos tangan yang berlumuran tanah.

Sehun menatap jijik tangannya yang terkena tanah lalu menatap Youngjae. Dan Youngjae malah marah-marah dan menyuruhnya untuk kembali mendekati Luhan.

"kau mengenalku, hyung?" tanya Sehun sambil tersenyum.

"tentu saja. Kau namja yang suka pamer kekayaan itu kan?" Senyuman Sehun memudar mendengar ucapan Luhan.

"ah, si-siapa yang bilang begitu?" tanya Sehun.

"Youngjae" kata Luhan cuek.

"oh, Younghae" Sehun melirik Youngje yang sedang mengawasi mereka. Awas kau Youngjae!

"hh~ aku pergi dulu ya. Annyeong" kata Luhan seraya berdiri lalu pergi meninggalkan Sehun bersama payungnya.

Sehun berdiri dan berjalan mendekati Youngjae dengan aura hitam. "Se-Sehun? Gwaenchanha?" tanya Youngjae takut.

.

"UWAAAAA!"

Youngjae terus berusaha menhindari jurus 'pukulan payung pink' milik Sehun. "A-ampun-akh!" Youngjae menggosok kakinya yang terkena pukulan payung Sehun.

"siapa suruh kau bilang pada Luhan Hyung kalau aku suka pamer?!" Sehun memukul lengan Youngjae gemas. Enak saja menjatuhkan nama baiknya pada Luhan.

"i-iya-akh! Sudah! Nanti aku klarifikasi ulang padanya-akh! YAH! sakit tahu!" Youngjae mengusap punggung tangannya yang sakit terkena payung.

Bukannya berhenti Sehun malah semakin gencar memukuli Younghae. Akhirnya terjadilah adegan kejar-kejaran diantara mereka.

SRET.

SRET.

"akh! a-aduh. sa-sakit, sonsaengnim" Sehun dan Youngjae mengaduh saat telinga mereka dijewer oleh guru killer meteka, Kim Kibum.

"kenapa murid-murid disekolah ini suka sekali berlari?!"

Sehun dan Youngjae menggelengkan kepala tidak tahu. "aku tidak tanya pada kalian" kata Kibum dengan wajah datar. "sudahlah! Kalian kan seharusnya membersihkan sekolah, kenapa malah lari-lari, eoh?" tanya Kibum kali ini dengan tampang galak andalannya. Sehun dan Youngjae hanya bisa nyengir kuda sebagai jawabannya.

Kibum menghela nafas lalu menarik telinga mereka. "Kau, cari pekerjaan didalam" kata Kibum sambil mendorong Sehun. Dengan tidak ikhlas Sehun melangkah pergi memasuki sekolah.

"dan kau, rapikan tanaman disana. Jangan lupa rapikan daun-daunnya, kalau perlu bentuk menyerupai gajah. Lalu sirami" kata Kibum sambil menujuk pada sebuah taman kecil didekat gerbang sekolah.

"ne" sedikit tidak ikhlas sih, tapi mau bagaimana lagi.

.

"eh?" Jongdae tersentak kaget saat merasakan sesuatu yang dingin dan basah menempel dipipinya. Ia mendongak dan melihat, ternyata Xiumin sedang menempelkan sebotol air dingin dipipinya.

"Xiumin hyung?". Xiumin hanya mengangguk kecil. Lalu ia manatap tidak suka pada Kyungsoo yang sedang duduk disamping Jongdae.

"go-gomawo, hyung" kata Jongdae sambil menerima botol air dingin itu.

"temani aku istirahat disana" kata Xiumin sambil menunjuk kearah deretan pohon lebat yang dimana banyak sekali siswa yang duduk dibawahnya.

"oh, te-tentu hyung" kata Jongdae. Lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan mengikuti Xiumin kesana.

Kyungsoo dan Baekhyun saling menatap bingung, "apa ada yang salah denganku?" tanya Kyungsoo. Baekhyun hanya mengedikkan bahunya. Dan mereka kembali melanjutkan kegiatan mereka.

GREP.

Dua namja manis itu kaget saat merasakan bahu mereka dirangkul seseorang. "ternyata dua permaisuriku ada disini?"

Baekhyun menatap datar pada namja itu sedangkan Kyungsoo, menatap dengan horor. "kau lagi" Baekhyun menyingkirkan tangan namja itu lagi dari bahunya. Namja itu adalah Jongin.

Jongin tidak memusingkan Baekhyun. Dia beralih pada Kyungsoo. "kapan kau keluar dari kamarku? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Jongin.

"ta-tadi pagi. Saat kau masih tidur" Kyungsoo meringis, kenapa dia harus menjawabnya? Kenapa tidak lari saja?

"ck! Berani sekali kau" kata Jongin dengan tampang tudak suka sambil mencubit pipi Kyungsoo.

"ma-maaf" gumam Kyungsoo.

"maaf? Kau ini tahu caranya minta maaf atau tidak sih?" tanya Jongin. Kyungsoo membulatkan matanya. Tidak sopan sekali bocah ini!

"maksudmu?".

Jongin menunjuk bibirnya, menyuruh Kyungsoo untuk menciumnya. Menurut Jongin, Kyungsoo masih punya hutang padanya. #apaan?!

Kyungsoo memandang Baekhyun untuk minta pertolongan(lagi). Tapi Baekhyun sedang menirukan cara Luhan mengelap keringatnya(plagiat lagi). "Bae-Baekkie" panggil Kyungsoo.

"hm?" jawab Baekhyun tanpa menoleh pada Kyungsoo. Membuat Kyungsoo frustasi.

"Shirreo!", Kyungsoo mendorong tubuh Jongin hingga terjungkal. Lalu buru-buru ia berlari menjauhi Hobae mesum itu.

Tapi rupanya, kakinya terlalu pendek untuk kabur dari Jongin. Karena Jongin berhasil menahan tangannya. "kalau kau tidak mau, maka akan ku paksa. Keh~ keh~ keh~". Dan Jongin pun menyeret Kyungsoo meninggalkan halaman.

"loh? Kyungsoo?" Baekhyun mencari-cari temannya yang tiba-tiba menghilang itu. "kemana dia ya?"

.

Zelo menatap keluar jendela, Kenapa aku hanya bisa menatapnya dari jauh?. Dia menghela nafas.

KrisWu sedang berada diluar sana, dihalaman sekolah. Duduk bersama teman-temannya dibawah pohon yang teduh. Zelo memang berniat melupakan sang pangeran sekolah itu. Tapi kalian tahu kan, itu tidaklah mudah. Mencoba melupaan seseorang yang kau cintai(Zelo cinta pada Kris, bukan?), itu sangat sulit dan ... menyakitkan. Apalagi orang kau selalu bertemu dengannya.

TOK! TOK! TOK!

Zelo tersadar dari pikirannya. Ia melihat Taemin sonsaengnim sedang tersenyum dihadapannya. "jangan melamun. Ayo bersihkan" kata Taemin lembut.

"Ah, n-ne sonsaengnim" Zelo buru-buru kembali mengelap kaca didepannya itu.

Taemin tersenyum lalu pergi dari hadapan Zelo. Ia harus melakukan tugasnya untuk memastikan semua siswa bekerja bakti. Ia kembali berjalan, sejauh ini masih baik-baik saja. Semua murid kelas satu memang selalu melaksanakan tugasnya dengan baik. Mungki karena masih baru. Coba kalau sudah jadi sunbae, pasti mereka akan seperti seseorang tang duduk didepan kelasnya itu.

Taemin mendekati namja yang sedang duduk membelakanginya itu, "hei, kau harus ikut bekerja bakti seperti yang lain" kata Taemin setelah menepuk punggung naja itu. "dan kau dilarang membawa ponsel" lanjutnya saat meluhat namja iti mengetuk layar ponsel yang tersambung deanga earphonenya.

Namja itu menoleh pada Taemin, membuat Taemin mundur selangkah. "wae?" tanya namja itu dengan tampang datar. Taemin menggeleng cepat.

"apa yang anda katakan, sonsaengnim?" tanya namja itu lagi.

"ah, bu-bukan apa-apa, Yongguk-ssi. Maaf sudah mengganggu" kata Taemin lalu berbalik hendak melangkah pergi.

Namun Taemin merasakan seseorang menarik belakang kemejanya. Dan Taemin tahu, Yongguk lah yang menariknya. "apa aku menakuti anda, sonsaengnim?".

"ah, ti-tidak, tidak", Taemin menggerak-gerakkan tangannya 'tidak'.

"anda terlihat ketakutan. Tenang sonsaengnim, aku tidak punya niat untuk membunuh siapapun" kata Yongguk, lalu ia beranjak pergi dari tempatnya.

Namun baru dua langkah, ia berhenti."ah iya, dan satu lagi". Yongguk membalik tubuhnya dan menatap datar Taemin. "aku tidak suka peraturan baru disekolah ini". Dan dengan kata terakhir itu, ia benar-benar meninggalkan Taemin.

.

"J-Jongin?"

Jongin membawa Kyungsoo keruang kesehatan. Dia mengunci pintunya, Kyungsoo tahu apa yang ingin dilakukan oleh namja mesum dihadapannya itu. Dan setelah bermenit-menit Kyungsoo berhasil menghindari Jongin, kini ia terpojok disudut ruangan dengan Jongin yang sedang mengurungnya dengan kedua lengan(tentunya).

"mau lari kemana lagi?" Jongin menampakkan senyum kemenangan dan mesumya sekaligus, membuat Kyungsoo bergidik.

"ja-jangan macam-macam! Atau aku akan teriak!"

"kau tidak akan bisa teriak jika aku menciummu, manis~" kata Jongin. Jarinya menelusuri wajah manis Kyungsoo. Aigoo~ Manisnyaa~

"jangan lakukan, jebal.."

Jongin tiak peduli, ia malah makin mempersempit jarak mereka. Bahkan mungkin bisa dikatakan Jongin sudah menempel pada Kyungsoo. Dan dengan gerakan perlahan, Jongin mendekatkan bibir seksinya pada bibir Kyungsoo.

CUP

Jongin menampangkan wajah kesal dan kecewa. Kyungsoo menolehkan wajahnya sehingga Jongin malah mencium pipinya. "YAH! Jangan bergerak!" protes Jongin. Jongin kembali membenarkan posisi wajah Kyungsoo hingga menghadap wajahnya. "Jangan bergerak!" perintahnya.

Jongin kembali mendekatkan bibirnya pada bibir Kyungsoo..

CUP

Jongin terbelalak saat yang diciumnya bukan Kyungsoo tetapi tembok. Ia mencari-cari Kyungsoo, dan ternyata Kyungsoo sedang berjongkok dibawah. Sepertinya tadi ia merosot kesana untuk menghindari ciuman Jongin. Namun Jongin memasang senyum pervertnya.

"ah~ Jadi kau ingin yang 'itu' " kata Jongin dengan nada seduktif.

"a-apa?" tanya Kyungsoo bingung. Ia mencari sesuatu yang dimaksud Jongin dan ia membulatkan matanya saat tahu jika wajahnya sedang berhadapan dengan 'sesuatu' milik Jongin dibawah sana. "ti-tidak. Tidak! Tidak!".

Karena memiliki tubuh yang kecil, Kyungsoo pun segera menerobos celah kecil dibawah dan segera berlari, namun Jongin kembali menahannya. Jongin sudah memegangi tangannya dengan erat. Kyungsoo meronta-ronta minta dilepaskan. Namun seperti memang sudah hukum alam, Seme lebih kuat dari Uke.

Jongin memeluk Kyungsoo posesif tapi berkesan 'nakal', membuat Kyungsoo risih. "kau ini cerdik juga ya~" kata Jongin. Dia kembali berusaha untuk mencium Kyungsoo, namun-

BUGH

"UGH!" Jongin terjatuh sambil memegangi 'benda' miliknya yang baru saja ditendang Kyungsoo menggunakan lututnya. Rasanya sakit dan... SAKIT!.

Kyungsoo memandang Jongin sebentar sebelum akhirnya ia sadar dan segera berlari keluar dari ruang kesehatan.

"KYUNGSOO! LIHAT SAJA NANTI!"

.

"-bantu dia merapikan tanaman!"

Youngjae yang sedang asyik menyirami pohon itu pun menghentikan kegiatannya saat melihat Kibum sonsaengnim sedang menyeret seorang murid kearahnya.

"disuruh bekerja bakti malah main basket!" kata Kibum lalu pergi meninggalkan namja itu bersama Youngjae.

"kau lagi!? Astaga! Ada apa dengan sekolah ini?" kata namja itu frustasi saat melihat Youngjae. "Kenapa aku harus bertemu kau terus!" gerutu namja itu. Ya, dia Jung Daehyun. Musuh bebuyutan Youngjae. Eh? Bukan! Youngjae sudah tidak ingin berkelahi dengannya lagi. Selain karena menimbulkan memar dan luka, Youngjae tidak ingin Ibunya dipanggil lagi oleh kepala sekolah.

Youngjae hanya diam saja. Ia tetap fokus pada pohon dihadapannya. Tapi mendengar gerutuan(?) namja dihadapannya ini, lama-lama membuatnya kesal juga.

"dari pada kau berceloteh tidak jelas. Mending kau segera bantu aku menyelesaikan ini semua" kata Youngjae.

"Ck! Aku tidak mau!", Daehyun duduk dirumput dan membelakangi Youngjae. "aku tidak mau bekerja bersamamu".

Youngjae memutar bola matanya malas. Dan memilih untuk kembali menyiram tanamannya. Namun Daehyun tidak berhenti menggerutu. Membuat kuping Youngjae panas.

"YAH! Kau ini bisa diam tidak?!" teriak Youngjae membuat Daehyun terkejut.

"YAH! Tidak usah berteriak! Kau pikir aku tuli apa?"

"Terserah! Kau mau bantu atau tidak?! Kalau tidak, lebih baik kau pergi!" Kata Youngjae.

"Apa?! Kau berani mengusirku?! Baik! Aku pergi!"#berasa kayak pertengkaran suami-istri -_-. Daehyun pun bangkit dari duduknya.

"lagi pula, siapa yang mau bersama dengan perempuan cerewet sepertimu" gumamnya sebelum pergi. Tapi Youngjae bisa mendengarnya dengan jelas.

"apa kau bilang? Aku seperti perempuan?" tanya Youngjae tidak terima. Daehyun berbalik.

"aku tidak bilang seperti itu" katanya seraya menghampiri Youngjae. Daehyun berhenti dihapan Youngjae dengan senyum menyebalkan. "aku bilang, kau itu 'perempuan'" katanya lagi sambil menyentuh hidung Youngjae dengan telunjuknya.

Youngjae memasang tampang marah, dan sedetik kemudian ia menyemprotkan air dari selang yang ia bawa pada wajah Daehyun. Membuat sebagian air tertelan oleh Daehyun.

"YAH! GLUP-Uhuk! Uhuk! Hentikan!" Youngjae terus saja menyemprotkan air kewajah Daehun. "YAH!" dan dengan satu kata itu, Daehyun berhasil merebut selang dan berganti menyemprotkannya pada Youngjae.

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" tak berbeda dengan Daehyun, Youngjae pun menelan air dari selang itu.

Youngjae berjongkok untuk menghindari serangan air itu. Namun Daehyun mengikuti pergerakannya dan tetap menyemprotkannya pada Youngjae.

Youngjae bencari-cari sesuatu dibawah. Tidak ada apapun kecuali tanah yang basah. Youngjae meraup tanah yang basah itu dengan satu tangan, lalu melemparkannya pada wajah Daehyun.

"AKH! Mataku!" rintih Daehyun sambil memegangi sebelah matanya yang kemasukan tanah lemparan Youngjae. Matanya terasa sakit hingga membuatnya jatuh duduk ditanah.

"butuh bantuan?"

Daehyun mendongak dan melihat Youngjae sedang mengarahkan selang padanya. Dan dengan senyum manisnya Youngjae menyemprotkan air pada mata Daehyun yang terkena tanah. Membuat Daehyun berteriak-teriak.

Tak beda jauh, Daehyun juga meraup tanah lalu melemparkannya pada Youngjae, membuat pipi Youngjae kotor. Dan mereka terus saling menyiram dan melempar tanah.

"OMO! ADA APA INI?!"

Sebuah suara mengagetkan mereka berdua, hingga membuat Youngjae mengarahkan selangnya pada sumber suara itu.

"KYAAAAAAAA!"

Youngjae menghentikan semprotan airnya. "Taeyeon sonsaengnim?" panggil Daehyun dan Youngjae bersamaan dengan tampang takut.

"hiks, make up ku~" kata Taeyon. Taeyeon menatap galak kedua muridnya.

"IKUT AKU KEKANTOR KEPALA SEKOLAH!"

.

Baekhyun masih asyik ditempatnya. Memang untuk mencabuti rumput, tapi juga untuk mencuri ilmu dari Luhan. Hahaha. Luhan berada tak jauh dari tempatnya sekarang. Baekhyun heran, Luhan sama sekali tidak risih dengan sinar matahari. Berbeda dengannya. Ia takut kulit cantik dan mulusnya jadi rusak.

Tiba-tiba Luhan berdiri, Baekhyun mau tidak mau ikut berdiri mengikuti. Lalu Luhan meregangkan otot pinggangnya yang terasa sakit, Baekhyun pun mengikutinya. Lalu Luhan kembali berjongkok dan mencabut rumput lagi, Baekhyun pun mengikuti lagi. Apapun yang luhan lakukan, Baekhyun pasti mngikutinya.

"hahaha, apa yang kau lakukan?" bersamaan dengan suara itu, Baekhyun merasa seseorang mendorong pundaknya dengan keras. Hingga dia hampir terjerembab ketanah.

"YAH! Apa-apaan kau ini!?" bentak Baekhyun sinis. Ia menatap orang yang baru saja mendorongnya itu. Ternyata dia adalah Park Chanyeol.

Chanyeol hanya tertawa dan berjongkok disamping Baekhyun. "dengar ya, kau tidak akan bisa seperti dia. Tidak usah bermimpi" kata Chanyeol sambil menatap Luhan.

"Apa maksudmu?"

"maksudku, kau tidak cantik ya sudah. Tidak usah meniru-niru orang seperti itu" kata Chanyeol santai.

"enak saja bilang aku tidak cantik! Lagi pula kau sendiri yang bilang kalau 'cantik' itu seperti dia" kata Baekhyun sabil melirik Luhan.

"tapi bukankah lebih baik menjadi diri sendiri?". Baekhyun terdiam, benar juga katanya. "lagi pula, paras cantik bukanlah hal penting. Yang penting itu cantik hatinya" kata Chanyeol seraya bangkit berdiri.

Baekhyun tertegun. Ada benarnya juga apa yang dibilang tiang listrik itu..

"tapi, apakah hatimu itu cantik?" tanyanya. "aku rasa tidak. Jadi ya... pasrah saja ya. Hahahaha" ejeknya sebelum ia berbalik dan melangkah pergi.

"apa kau bilang?!", Kurang ajar sekali dia!

Baekhyun meraup segumpal tanah lalu melemparnya pada punggung Chanyeol. Chanyeol yang merasakan sesuatu mengenai punggungnya pun menoleh pada Baekhyun.

Namun saat menoleh, pipinya kembali terkena lemparan tanah dari Baekhyun. "ck! Anak ini mau perang, eoh?!" gumam Chanyeol.

Tak mau kalah, Chanyeol juga meraup segenggam tanah dan meleparnya pada Baekhyun. "UWAAA! Wajahku!" rengek Baekhyun karena wajahnya terkena lemparan tanah.

Dan terjadilah adegan lempar-lemparan tanah dan rumput diantara mereka. Sesekali Baekhyun menjerit karena Chanyeol mengotori kulit cantiknya dengan tanah.

"KYAAAA! Rambutku~", Baekhyun menatap marah pada Chanyeol. Lalu ia mebgambil sebuah batu kecil dari bawah kakinya lalu melemparnya kearah Chanyeol hingga mengenai kepala Chanyeol. Dan...

BRUK.

Chanyeol terjaruh, bukan jatuh biasa. Chanyeol terjatuh seperi orang pingsan. Apa dia pingsan? OMO?! Apa dia benar-benar pingsan? Baekkie, kau harus bertanggung jawab!

Baekhyun segera berlari menghampiri Chanyeol. "YAH!" Baekhyun menggoncang-goncangkan tubuh Chanyeol. Lalu ia berganti menepuk-nepuk pipi Chanyeol. "Yah! Chanyeol! Jangan bercanda". Baekhyun semakin takut. Jangan bilang Chanyeol benar-benar pingsan.

"ma-mati aku!"

.

Luhan menatap datar dua namja yang sedang perang tanah didekatnya. "seperti anak kecil saja" gumamnya. Dia sudah lelah bekerja. Sekarang dia ingin kekantin dan membeli minuman.

Luhan bangkit dari duduknya dan berbalik. Namun dia menabrak seseorang-lebih tepatnya, wajahnya menabrak dada seseorang*uwoow.

Luhan mendongakkan kepalanya, ia bisa melihat seseorang dengan rambut warna-warni sedang tersenyum padanya. Luhan akui dia tampan saat tersenyum seperti itu. Oh Sehun.

"hai hyung, kau haus?" tanya Sehun sambil memeluk pinngang Luhan. Sehun menempelkan sebotol air dingin dipunggung Luhan membuat Luhan tesentak. Haha, rupanya Sehun tidak jauh beda dengan Jongin. Ini semua berkat majalah dewasa yang sering mereka baca bersama.

Luhan mendorong tubuh Sehun menjauh. Lalu mengambil botol minuman itu. "gomawo" katanya. Lalu melangkah pergi meninggalkan Sehun.

Sehun segera menyeimbangi langkah Luhan. " Yah, hyung. Kau ini tahu caranya berterima kasih atau tidak?". (Kata-kata itu juga mereka pelajari dari majalah dewasa)

Luhan menghentikan langkahnya, "maksudmu?", tanya Luhan.

"umh- ma-maksudku, jangan meninggalkanku begitu saja dong" kata Sehun sambil menggaruk kepalanya.

"Lalu kau mau aku bagaimana?" tanya Luhan. Sehun berpikir sejenak sebelum menjentikkan jarinya.

"makan siang bersama?"

.

"kalian lagi" kata Boa datar. Kenapa Youngjae dan Daehyun selalu saja bertengkar? Kemarin banyak luka dan lebam dirubuh mereka. Sekarang tubuh mereka basah dan kotor.

Boa menghela nafasnya, "aku sedang tidak ingin menghukum siswa. Begini, sebenarnya aku tidak hobi menghukum siswa. Aku lebih suka mendamaikan mereka.(kayak XiuChen)"

Youngjae dan Daehyun masih memperhatikan Boa. Menunggu kalimat yang akan Boa katakan. "ah! Jinki sonsaengnim".

Hah?

Youngjae dan Daehyun mengikuti arah pandang Boa kearah pintu. Ada Jinki sonsaengnim disana. Oh, ternyata kepala sekolah memanggil Jinki sonsangnim.

"ne?" tanya Jinki sonsaengnim.

"bisa kau hukum dua anak ini? Aku sedang sibuk" kata Boa.

Youngjae dan Daehyun sunguh senang jika harus dihukum oleh Jinki sobsaengnim. Guru mereka yang satu itu adalah guru yang pro murid. Pati hukunan darinya tidak berat.

"baiklah" kata Jinki. "ayo ikut aku" lanjutnya. Dengan penuh semangat, Daehyun dan Youngjae bangkit dari duduknya dan mengikuti Jinki.

"lebih baik kalian ganti pakaian dulu. Setelah itu, temui aku diruang guru" kata Jinki dan langsung disanggupi oleh dua murid itu.

.

Youngjae buru-buru memakai jaketnya sebelum ia keluar dari kelas menuju ruang guru untuk menjalani hukumannya. Bukannya bersemangat dihukum, tapi ini adalah tanggung jawabnya. Lagi pula yang menghukum adalah Jinki sonsaengnim, pasti tidak sulit.

Youngjae memasuki ruang guru, ternyata Daehyun sudah ada disana bersama Jinki sonsaengnim. "maaf lama" kata Youngjae saat sudah didekat mereka.

"anak perempuan memang begitu" gumam Daehyun. Youngjae langsung men-deathglare-nya.

"tidak apa-apa. Ayo duduk" kata Jinki sambil menunjuk kursi disamping Daehyun. Sedikit malas duduk disamping namja itu, tapi Youngjae tetap menurutinya.

"baiklah, aku akan menghukum kalian. Hahaha.." canda Jinki. Membuat Daehyun dan Youngjae tetawa geli.

Jinki berhenti tertawa dan menyodorkan selembar kertas dengan sebuah pulpen kearah mereka. Daehyun dan Youngjae menatap gurunya itu dengan pandangan tanda tanya. "aku ingin kalian..." Jinki mengulur kata-katanya. Membuat Daehyun Youngjae makin penasaran.

"...Menulis..." Daehyun dan Youngjae mengerutkan kening mereka.

"...Surat..." Daehyun dan Youngjae bertukar pandang bingung.

"...cinta..." Daehyun dan Youngjae bersorak kecil 'cieeee'. Jinki memasang tampang biasa saja, tapi wajahnya memerah. "jangan menyorakiku seperti itu" katanya.

"surat cinta untuk siapa?" tanya Daehyun.

"untuk seseorang. Ya.. begitulah. Aish! Itu tidak penting, nanti aku sendiri yang akan menulis namanya" kata Jinki salah tingkah. Daehyun dan Youngjae bersyukur hukuman mereka hanya membantu Jinki untuk menulis surat cinta saja.

"aku ingin kanlian menulis surat cinta bernuansa matematika" lanjut Jinki sambil tersenyum.

"apa?!"

TBC.

HAIII ^0^

Update lama ya? Enggak kan? Maaf juga kalau ceritanya bosenin. HIKS T^T

Maaf nggak bisa bales review kalian satu satu*bow.

Big Thank's:

Qhia503, 7D, Zelming, BunnyPoro, babyelf, , Brigitta Bukan Brigittiw, Riyoung Kim, yongchan, Tania3424, RezaCWarni1, jenny, MatoShishiTats, ajib4ff, siscaMinstalove, Indri, ruka17, Azura Lynn Gee, hatakehanahungry, mitatitu, Jang Taeyoung, , Deer Panda, HyunieKyungie, SapphireGirl, I'm Dee, Kopi Luwak, Sisca'Chan, Imeelia.

Review lagi Juseyo..

Oiya, satu lagi. "I'm an EXOST" tidak sekeren saat saya bilang "I'm an EXOTICS"

Tapi apapun nama sebutannya, saya tetap EXO FANS.

WOOOOHOOOO! SARANGHAEYO EXO!*cipok member satu-satu.