CHAPTER 6

.

Senin pagi.. Tidak ada yang spesial hari ini, semua berjalan seperti biasanya. Seperti banyak siswa yang datang terlambat, banyak ponsel dan sepatu warna-warni berhasil dirampas. Sehun masih dengan rambut rainbownya. Jongin masih berhasil membawa majalah yadong kedalam sekolah. Luhan yang masih dikelilingi fans nya.

Yah walaupun ada sedikit perubahan, seperti Jongdae yang lebih memilih meninggalkan PSPnya dirumah demi Xiumin, Fans Kris yang beralih pada Tao dan perubahan-perubahan kecil lainnya. Tapi, ada satu perubahan yang mencolok di TSM School. Yaitu..

Kedekatan Jinki Sonsaengnim dan Kibum Sonsaengnim..

Sejak dimulainya Break time tadi, mereka nampak selalu bersama. Mereka terlihat sangat akrab. Dan yang lebih mencengangkan lagi, wajah Kibum sonsaengnim tidak lagi judes. Wajahnya bersinar. Entahlah, mungkin karena efek sinar matahari. Soalnya hari ini sedang cerah.

Jinki dengan bangganya berjalan disamping Kibum. Dengan satu tangan membawakan dua buah buku matematika milik Kibum yang sebenarnya ingin sekali dibakarnya. Dia punya masa lalu pahit dengan matematika dan jangan tanya apa masalahnya, dia tidak ingin mengingatnya lagi.

"aku suka senyumanmu" puji Jinki, dan Kibum langsung merona mendengarnya. Ahh~ manisnyaa.. Itu yang ada dipikiran setiap siswa yang melihat senyuman Kibum. Seandainya saja sejak dulu Kibum bersikap manis seperti itu, oh betapa bahagianya bersekolah disana.

"Yah! Kenapa kau bisa pakai sepatu warna merah seperti itu? Siapa yang memeriksamu tadi?!" tanya Kibum pada seorang murid yang sedang berdiri didepan kelasnya.

Hhhh~ Baru saja di puji, sudah kembali lagi...

"i-itu, J-Jinki Sonsaengnim yang memeriksa" kata murid itu yang langsung mendapat deathglare dan ancaman dari Jinki. Kibum menyipitkan mata dan menatap tajam pada kekasihnya itu.

"Dubu!" desisnya. Jinki menggaruk belakang kepalanya sambil memberi cengiran.

"hehehe. Itu style, baby. Jangan larang anak mengekspresikan diri mereka" kata Jinki. Namun tatapan mata Kibum seperti mengancam hubungan mereka yang baru berjalan satu hari. Ia buru-buru berkata pada murid itu walau pun lidahnya agak kaku, "le-le-le-lepaskan sepatumu!" kata Jinki. Selama mengajar disini, dia belum pernah merampas barang siswa sama-sekali.

Dengan tidak ikhlas, murid itu melepaskan sneakers merahnya dan menyerahkannya pada Jinki. Jinki berbalik dan mengadap pada Kibum sambil tersenyum dan menunjukan sepasang sepatu itu. "ayo kita jalan lagi" kata Jinki, mempersilahkan Kibum berjalan duluan.

Dan setelah Kibum berjalan, Jinki melempar sepasang sepatu itu kembali pada pemiliknya dan buru-buru mengejar Kibum.

"apa nanti malam kau ada acara?" tanya Jinki saat sudah disamping Kibum.

"aku berniat akan melanjutkan koreksi ulangan harian. Ada tiga kelas yang belum kukerjakan" jawabnya.

"oh, umh... Mau kubantu?" tanya Jinki. Kibum menatap Jinki yang sedang menaik turunkan kedua alisnya. "biar aku yang datang ke flat mu" lanjutnya.

"baiklah.." kata Kibum yang langsung membuat Jinki memekik 'YES!' dengan suara keras. "aku harap kau minum obat mual sebelum datang" lanjut Kibum. Wajah Jinki langsung berubah jadi horor.

"memangnya kenapa?" tanya Jinki. Kibum tidak menjawab, dia hanya senyum-senyum sendiri. Obat mual hanya untuk antisipasi, siapa tahu Jinki tiba-tiba merasa pusing dan keringat dingin saat melihat tulisan matematika.

Kibum melihat pada tangan Jinki yang hanya membawa buku matematikanya. "loh? mana sepatu yang tadi?" tanya Kibum.

"sepatu? Sepatu yang mana? Sudahlah jangan pikirkan yang lain. Pikirkan aku saja" kata Jinki. *jago ngeles juga lo.

"Annyeonghaseyo"

Jinki dan Kibum menoleh pada sumber suara. Ternyata Youngjae sedang berdiri didepan kelasnya. Dia sedang tersenyum dan menatap keduanya dengan pandangan 'ciee-pasangan-baru'.

Jinki dan Kibum hanya tersenyum malu. Jinki mendekati Youngjae dan berkata dengan suara pelan, "aku sangat berterima kasih pada kalian. Di mejaku ada dua hadiah kecil. Ya, hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih. Yang kuning milikmu dan yang putih milik Daehyun" kata Jinki.

"Ah, sebenarnya tidak perlu. Tapi, gamsahamnida" kata Youngjae sambil membungkuk.

"baiklah, kami pergi dulu. Sampaikan terima kasihku pada Daehyun, oke?" kata Jinki sambil menggandeng Kibum dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.

"oke! Gamsahamnida.. Semoga langgeng sampai menikah" ucap Youngjae dengan suara agak keras.

"asyiiik! Dapat hadiah!" katanya setelah Jinki dan Kibum menghilang.

.

"Sehun-ah, aku pergi dulu" pamit Jongin pada Sehun, sahabat sekaligus teman sebangkunya.

"pergi saja sana! Memangnya aku ini istrimu, pakai berpamitan segala" jawab Sehun sambil mendorong punggung Jongin menjauhinya. Tapi Jongin malah kembali lagi duduk dikursinya dan mulai menatapi Sehun. "ada apa?" tanya Sehun.

"ide yang bagus!" kata Jongin.

"apa yang bagus?" Sehun benar-benar tidak paham.

"bagaimana jika kau jadi istriku saja? Kalau dilihat-lihat, kau cantik juga" kata Jongin dengan senyum mesumnya. Sehun mendorong wajah Jongin menjauh.

"najis! Aku ini tampan dan aku sama sekali tidak tertarik pada makhluk mesum sepertimu" kata Sehun.

Jongin memasang tampang (-_-) lalu menjitak kepala Sehun, "kau pikir kau tidak mesum, eoh?! Sudahlah, aku pergi" kata Jongin sambil bangkit dari duduknya.

"jangan ikuti aku ya, cantik" tambahnya seraya memberikan wink-nya untuk Sehun. Dan seketika terdengar suara Sehun sedang muntah-muntah.

Jongin berjalan keluar kelas dengan santai. Dia berniat untuk mencari teman Hyung-nya yang berwajah manis itu, Kyungsoo. Jongin masih penasaran dengan namja bermata bulat itu. Kenapa Kyungsoo selalu kabur darinya, padahal namja yang ia goda pasti akan langsung tertarik padanya. Secara kan, dia tampan dan juga seksi. Hahaha...

Apa mungkin karena Kyungsoo masih polos. Ah tidak kok. Dia belum pernah 'polos' dihadapanku.. hahaha, pikir Jongin sambil senyum-senyum sendiri. *mesum!

Dari kejauhan, Jongin melihat Taemin sedang berjalan kearahnya sambil memeriksa sebuah kertas yang dipegangnya. Dengan senyum jahil, Jongin mempercepat langkahnya dan sengaja menabrakkan dirinya pada Taemin.

BRUK!

"oops! Maaf" kata Jongin. "hey! Senang melihatmu, manis" kata Jongin sambil memegang tangan Taemin. Dia menarik tangan Taemin hingga jarak mereka semakin dekat, lalu ia memeluk pinggang Taemin.

"J-Jongin, ja-jangan macam-macam ya!" kata Taemin. Jongin hanya memberikan senyum mesum super menyebalkan miliknya.

"Oh ayolah, kita sudah lama tidak bertemu" kata Jongin dengan nada seduktif sambil meraba-raba punggung Taemin. Taemin berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari Jongin, dan-

PLAK!

"AKH!" Jongin meringis kesakitan saat merasakan bagian belakang kepalanya dipukul dengan sesuatu yang keras. Jongin berbalik dan mendapati Taeyeon sedang memandangnya garang dengan memegang sebuah kamus bahasa Korea-Inggris berukuran tebal.

"Jangan coba-coba!" kata Taeyeon dan segera menyeret Taemin menjauhi serigala mesum bernama Jongin.

"Aish! Sialan kau Kim Taeyeon" ringis Jongin. "untung kau yeoja!" katanya sambil terus menggosok-gosok kepalanya yang sakit. Dipukul kamus dengan cover tebal itu sakit loh..

Tapi rasa sakit itu segera sirna ketita Jongin menatap seseorang yang sedang berdiri mematung menghadapnya dengan ekspresi terkejut+takut, berada dipertigaan koridor sekolah. Seringai mesum terpampang dibibir seksinya.

"Do Kyungsoo" panggil Jongin.

.

Begitu diberi tahu ia mendapat hadiah, Youngjae buru-buru mengambil hadiah untuknya dan Daehyun dimeja Jinki sonsaengnim. Diatas meja itu ada dua buah kado berbentuk persegi panjang berukuran tidak terlalu kecil dengan dua bungkus kado berbeda. Yang satu berwarna kuning yang kata Jinki adalah hadiah untuknya, dan yang berwarna putih adalah milik Daehyun.

Karena penasaran, Youngjae buru-buru membuka hadiah untuknya. Didalamnya ada sebuah kotak berwarnah biru tua. Youngjae membuka kotak itu dengan hati-hati dan jantung yang berdebar-debar. Berharap hadiahnya adalah sesuatu yang keren.

"ha? Gantungan kunci?" kata Youngjae kecewa. Ia memandangai gantungan kunci itu, bentuknya sedikit unik. Seekor kelinci berwarna hitam dengan memakai masker putih yang sedang memegang sebuah-apa itu bentuk separuh hati?. Ya, seekor kelinci bermasker putih yang sedang memegang separuh hati berwarna merah muda dengan tulisan 'Jae' didalamnya. Youngjae mengamatinya sejenak, lalu tersenyum.

"lumayan, untuk hiasan tas" katanya lalu segera membereskan meja Jinki dan membawa keluar hadiah-hadiah itu.

Youngjae melangkahkan kakinya untuk mencari Daehyun dilapangan basket. Biasanya sih, Daehyun ada disana. Dan benar, Daehyun memang sedang duduk bersama teman-temannya disana. Youngjae mempercepat langkahnya saat memasuki lapangan basket.

"Hai" sapa Youngjae sambil tersenyum. Daehyun yang sedang tertawa itu pun menghentikan tawanya dan menatap datar pada Youngjae. "ini untukmu, dari Jinki sonsaengnim" kata Youngjae sambil menyodorkan hadiah untuk Daehyun.

Daehyun menatap hadiah berbalut kertas kado putih itu dengan tampang datar lalu bangkit berdiri. "aku mau kekelas dulu" kata Daehyun pada teman-temannya, dan setelah itu ia berjalan keluar lapangan basket. Meninggalkan Youngjae yang masih dengan pose menyodorkan hadiah.

Youngjae menatap punggung Daehyun. "dia itu kenapa sih? Dari kemarin, dia diam saja" gumam Youngjae. Memang benar, sejak pulang bersama naik bus kemarin. Daehyun hanya diam saja, atau lebih tepatnya mendiamkan Youngjae. Youngjae tidak tahu, sebenarnya mereka ini sudah berbaikan atau masih bermusuhan. Tapi waktu terkunci bersama, Daehyun terlihat baik-baik saja. Kecuali saat rebutan remote, Daehyun mendadak jadi aneh. "apa dia marah karena remote ya?" lanjutnya.

Youngjae mengedikkan bahu lalu berlari keluar lapangan untuk mengejar Daehyun. "Yah! Daehyun-ah, Tunggu!"

Daehyun mempercepat langkahnya saat mendengar suara merdu Youngjae, Apa? Suaranya tidak merdu. Tidak!, pikir Daehyun. Ia menutup telinganya sambil terus menjauhi Youngjae.

"Daehyun-ah!"

Tidak! Berhenti bersuara!. Daehyun masih bisa mendengar suara Youngjae meskipun sudah menutup telinganya. Dia tidak ingin susah tidur lagi karena memikirkan Youngjae, Aku tidak memikirkannya! Aku tidak memikirkannya!.

Youngjae mendahului Daehyun dan berhenti dihadapannya. "Yah! Kau ini kenapa?! Kau marah padaku, eoh?" tanya Youngjae.

Daehyun hanya (berusaha)menatap datar pada Youngjae. "aku ini lebih tua darimu" kata Daehyun. "panggil aku 'Hyung'" lanjutnya.

"ah, baiklah. Daehyunnie Hyung~" kata Youngjae dengan tersenyum manis sambil mengedip-kedipkan matanya. Oh Astaga!. Daehyun sudah tidak sanggup lagi melihatnya.

"minggir!" kata Daehyun. Lalu ia melangkah pergi meninggalkan Youngjae. "dan berhenti mengikutiku!" lanjutnya saat merasakan Youngjae masih mengikutinya. Dan setelah itu ia benar-benar pergi meninggalkan Youngjae.

"Dia itu kenapa sih?!"

.

TOK! TOK! TOK!

Suho mengetuk pintu kantor Boa. Tadi ia diberi tahu oleh Taeyeon Sonsaengnim untuk menemui Kepala sekolah saat jam istirahat.

"masuk" terdengar suara Boa dari dalam. Suho pun akhirnya membuka pintu itu dan masuk kedalam.

Kesan pertama yang dirasakan Suho saat masuk ke kantor Boa adalah suram. Entahlah..

"Gyojangnim memanggil saya?" tanya Suho. Boa mengangguk lemah dan mempersilahkan Suho duduk dengan suara yang lemah pula. Suho menurut dan langsung duduk. "anda terlihat tidak sehat, Gyojangnim" kata Suho. Boa memang terlihat pucat dan sedikit berantakan.

"aku baik-baik saja" kata Boa. "aku ingin kau mengurus semua hal untuk acara penyambutan para juri yang akan menilai sekolah kita". Suho mengangguk mengerti dia bahkan mencatat semua yang Boa katakan pada buku catatannya.

"baik. Kapan acara penyambutannya, Gyojangnim?" tanya Suho dengan lagak wartawan.

"dua bulan lagi" kata Boa sambil menenggelamkan kepalanya diantara lengannya.

"du-dua bulan? Baiklah" Menurut Suho, dua bulan adalah waktu yang lama. Tapi tidak apa-apa. Lumayan untuk mematangkan acara penyambutan.

"aku serahkan padamu... hiks" Boa lalu menyambar kedua tangan Suho dan menggenggamnya erat. "aku serahkan padamu Junmyun-ssi" kata Boa dengan wajah penuh harap. Seolah-olah Suho adalah malaikat penyelamat.*memang.

"n-ne, Gyojangnim" kata Suho.

"kalau begitu, kau boleh kembali istirahat" kata Boa.

"baik, permisi" kata Suho sebelum ia melangkah menuju pintu. Dan saat tangannya hendak membuka kenop pintu, Suho mendengar Boa terisak. Ada apa dengannya?

.

Youngjae celingukan(?) mencari kelas Daehyun. Menurut info dari beberapa murid yang ia tanyai tadi, Daehyun itu murid kelas 2B. "ah, ketemu!" gumam Youngjae senang saat melihat papan kecil bertuliskan '2B' yang ada diatas pintu salah satu kelas. Youngjae mempercepat langkahnya mendekati kelas itu.

"permisi" katanya pada seorang murid yang beru saja keluar dari kelas 2B.

"ne?" kata namja ber tag name Park Chanyeol itu. Tampilan Chanyeol membuat Youngjae sedikit khawatir. Tapi dia ingat tujuan awalnya, untuk mencari Daehyun. Bukan untuk menjenguk Chanyeol.

"a-aku mencari Jung Daehyun. Apa dia ada dikelas?" tanya Youngjae.

"Jung Daehyun? Jung Daehyun yang mana? Ada banyak Jung Daehyun disini" kata Chanyeol.

"umh.. Yang mana ya? hehehe" kata Youngjae bingung. Youngjae tidak tahu jika ada banyak Jung Daehyun dikelas 2B.

"Jung Daehyun yang kau cari itu, apa dia bertubuh tinggi atau pendek?" tanya Chanyeol.

Youngjae berpikir. "Umhh.. Mungkin yang tinggi. Tingginya sama sepertiku" kata Youngjae.

"lalu, apakah dia gemuk atau kurus?" tanya Chanyeol lagi.

"mungkin yang kurus"

"lalu apakah kulitnya coklat atau putih?"

"sepertinya yang berkulit putih"

"lalu, apakah dia yang tampan atau tidak?"

"dia yang... tampan. Mungkin"

"ahh.. Dia pacarmu, ya?" kata Chanyeol dengan senyum jahil.

"a-apa? Bukan, bukan, bukan" kata Youngjae.

"lalu kenapa kau bilang dia tampan?" tanya Chanyeol dengan tampang mencurigai.

"ka-karena dia memang tampan. Aish! Sunbaenim!"

"Lalu kalau bukan pacarnya, untuk apa kau mencarinya kalau begitu?" tanya Chanyeol lagi.

"a-aku mau menyerahkan ini" kata Youngjae sambil menunjukkan hadiah milik Daehyun yang ada padanya.

"oh, kau suka padanya ya? Sampai memberi hadiah segala. Hahaha"

"b-bukan begitu. Ini-" Youngjae berusaha menjelaskan tapi Chanyeol menyela omongannya.

"Begini, sebenarnya aku ingin jujur padamu. Jung Daehyun hanya ada satu saja disini. Dan dia sedang tidak ada dikelas. Maaf ya. Aku pegi dulu. Annyeong" Kata Chanyeol seraya berlalu dari hadapan Youngjae.

"a-apa? YAH! DASAR SUNBAE ANEH!" teriak Youngjae dan yang diteriaki hanya bisa tertawa senang.

"Huh! Awas kau ya!" kata Youngjae kesal.

"oh, disini kau rupanya?!"

Youngjae yang sedang asyik mengutuk namja bernama Park Chanyeol itu pun menoleh pada sumber suara. Dan seketika ia merinding saat melihat wajah garang-

"S-Sehun?"

SRET

"a-aduh! aduh! aduh!" Youngjae memegangi tangan Sehun yang sedang mencubit kedua pipinya.

"kemarin kau kemana saja, huh?. Kau tahu, aku dikeroyok oleh fans Luhan! Lihat!" kata Sehun lalu menunjuk plester luka yang menempel indah dipipinya.

"kemarin kan, aku dihukum". Jawaban Youngjae membuat Sehun melepaskan cubitannya.

"benar juga. Hehehe" kata Sehun sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"ish! Kau ini!" kata Youngjae sebal sambil menggosok kedua pipinya yang sakit. "memangnya kau dikeroyok kenapa?" tanya Youngjae.

"ceritanya panjang. Jangan khawatir tentang lukaku. Sudah diobati oleh dokter pribadiku" kata Sehun. Youngjae menatap datar Sehun.

"aku juga punya dokter pribadi" kata Youngjae datar. Membuat Sehun membulatkan matanya.

"hehehe, aku tahu" kata Sehun canggung. Dia lupa jika Youngjae juga orang kaya.

"aish! Kau kan sudah janji aka membantuku dekat dengan Luhan hyung" kata Sehun dan Youngjae mengangguk. "kalau begitu, ayo! Kita cari dia" kata Sehun sambil menyeret paksa Youngjae.

"Eh, eh, eh. Tapi, aku ada urusan penting" kata Youngjae. Namun sepertinya Sehun tidak peduli. Youngjae hanya bisa pasrah saja diseret oleh Sehun.

Dari arah depan, ada Jongup yang sedang berjalan sambil membawa skateboard. Youngjae mengerutkan kening. Sejak kapan Jongup suka main skateboard?

"Ayo ikut!" kata Youngjae sambil meraih lengan Jongup saat Jongup sudah didekatnya. Lalu ia juga menyeret paksa Jongup untuk ikut dengannya.

"Eh, eh, eh. Tapi, aku ada urusan" kata Jongup sambil berusaha melepaskan tangan Younghae dari lengannya.

"lebih penting mana dengan sahabatmu sendiri?" kalimat Youngjae langsung membungkam mulut Jongup yang akan kembali protes.

.

Baekhyun mendengus kesal. Kyungsoo dan Jongdae menghilang lagi, dan kini dia hanya seorang diri saja dikelas. Dia bosan sekali duduk disana, memandangi halaman sekolah dari luar jendela kelasnya. Tidak ada yang menarik, hanya sebuah pohon berbentuk gajah yang menarik disana.

Tiba-tiba, Baekhyun merasakan bahunya ditepuk seseorang. Baekhyun sontak menoleh dan betapa terkejutnya dia saat mendapati Chanyeol sedang berdiri dibelakangnya dengan tangan kanan yang di... gips.

"Ch-Chanyeol?" kata Baekhyun. Chanyeol hanya menjawab dengan 'hmm' saja. Nampaknya dia sedang tidak dalam mood yang baik. "a-ada apa?" tanya Baekhyun.

"ada apa? Tentu saja mau minta pertanggung jawabanmu atas tanganku" kata Chanyeol. "tangan kananku patah!" ulang Chanyeol saat Baekhyun malah termenung menatapi tangan kanannya yang berbalut gips.

Baekhyun hendak berbicara tapi Chanyeol menduluinya, "kau tahu? Aku jadi tidak bisa beraktifitas seperti biasa! Aku tidak bisa menulis, makan pun aku harus disuapi, aku tidak bisa mengendarai motorku, aku tidak bisa!". Kata Chanyeol frustasi.

"mi-mianhae" kata Baekhyun sambil menunduk. Bagaimana pun juga itu adalah salahnya. Siapa suruh dia mendorong Chanyeol dari atas tangga?. Tapi paling tidak dia sudah bersusah payah membawanya keruang kesehatan seorang diri saat Chanyeol pingsan. Dan itu tidak mudah! Chanyeol berat!

"Maaf? Kau ini tahu caranya minta maaf tidak?!". Jangan bilang Chanyeol juga membaca majalah yadong yang sama dengan Sehun dan Jongin.

"lalu aku harus apa?". Baekhyun berharap, Chanyeol tidak meminta pertanggung jawaban yang harus mengorbankan kulit cantiknya. Chanyeol berpikir sebentar..

"aku mau kau menjadi tangan kananku sampai tanganku benar-benar sembuh"

"ma-maksudmu?" tanya Baekhyun bingung.

"Ya, tangan kananku. Kau harus menyuapiku setiap makan, kau harus mencatat pelajaran untukku, kau harus mengerjakan tugas sekolahku, pokoknya kau harus jadi tangan kananku" kata Chanyeol.

"ta-tapi.."

"tidak ada tapi-tapian! Atau kau mau aku laporkan polisi dengan tuduhan kekerasan?" ancam Chanyeol.

"eh? Ja-jangan~" kata Baekhyun sambil mengelus-elus kulit tangannya. "baiklah, aku mau jadi tangan kananmu".

Chanyeol tersenyum senang, "nah, begitu dong. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab" katanya. Baekhyun hanya diam saja mendengar ucapan Chanyeol.

"nah, sekarang aku lapar. Ayo suapi aku makan siang dikantin"

.

Kyungsoo mempercepat larinya. Ia tidak mau menoleh kebelakang hanya untuk melihat seberapa dekat Jongin mengejarnya. Tapi yang jelas Jongin pasti berada dekat dibelakangnya. Karena Kyungsoo bisa mendengar langkah kaki Jongin dibelakangnya.

"aku tidak akan lelah mengejarmu, Kyungie~" Kyungsoo merasa bulu kuduknya berdiri saat mendengar suara seksi tapi menyeramkan itu. Sungguh bagi Kyungsoo, Jongin lebih mirip ahjussi-ahjussi mesum meskipun kenyataannya Jongin adalah Hobae-nya.

Kyungsoo tidak mempedulikan Jongin yang terus memanggil-manggilnya, ia terus berusaha membuat kaki kecilnya itu berlari lebih cepat. Dan saat dia ingin berbelok, tiba-tiba-

BRUK!

Kyungsoo menabrak seseorang dan menindih orang itu. Kyungsoo hendak berdiri dan membantu orang itu, namun orang itu malah memeluk pinggangnya.

"Ah~ Kau manis sekali". Kyungsoo membulatkan matanya saat menyadari jika orang yang berada dibawahnya itu adalah Jonghyun sonsaengnim. Guru olah raga super Playboy. Dan jangan lupakan fakta bahwa Jonghyun sonsaengnim adalah kakak dari Jongin, namja pervert yang sedang ia hindari.

Jonghyun Sonsaengnim menatapi wajah Kyungsoo dengan senyuman mesum, persis seperti senyuman Jongin. "S-sonsaengnim, to-tolong-" Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba-

BRUK!

"ugh!" Kyungsoo dan terlebih-lebih Jonghyun, meringis saat ada seseorang lagi yang menindih mereka. Kyungsoo merasakan seseorang menindih punggungnya. Dan dia khawatir jika orang itu adalah,

"Kyungie~ Disini kau rupanya". Kyungsoo membulatkan matanya. Dia kenal dengan suara itu.

"Jo-Jonginhhh~ eunghh~". Kyungsoo mendesah saat Jongin meniup telinganya. Habis sudah aku, batin Kyungsoo kalut. Bagaimana tidak kalut jika kau sedang berada diantara dua orang mesum, terlebih-lebih jika kau sedang menindih dan ditindih mereka. Diantara mereka!

Jongin hendak melakukan hal lebih pada Kyungsoo, tapi seseorang(lagi-lagi) memukul kepalanya. "minggir, bodoh! Berat!". Rupanya Jongin tidak sadar jika dibawah sana ada sang kakak yang sedang tersiksa menahan beban berat dua manusia diatas tubuhnya.

Jongin buru-buru bangun dan menarik Kyungsoo dari atas Jonghyun. "Yah, Hyung! Apa yang kau lakukan dengan Kyungie-ku?!" tanya Jongin sambil memeluk Kyungsoo posesif.

Jonghyun yang sudah bangun dari posisinya pun menarik Kyungsoo dari Jongin dan memeluknya tidak kalah posesif. "Kyungie-mu? Maaf, tapi dia milikku!" kata Jonghyun.

"apa? Dia milikku" kata Jongin sambil menarik Kyungsoo.

"aku yang melihatnya duluan!" Jonghyun kembali menarik Kyungsoo.

"Enak saja! Aku yang melihatnya duluan!"

"aku!", "aku!", "aku!", "aku!", "aku!", dan terjadilah adegan rebutan dan saling tarik menarik lengan Kyungsoo antara Jongin dan Jonghyun. CkCkCk, Kyungsoo yang malang~

"tanganku.. Hentikan.." rintih Kyungsoo. Ugh! Kedua tangannya serasa mau copot karena terlalu kuat ditarik-tarik.

SRET!

Seseorang menarik Kyungsoo dari acara perebutan itu, membuat Jonghyun dan Jongin mengentikan kegiatan mereka. "dia miliku!" kata orang itu lalu menyeret Kyungsoo menjauh dari dua orang mesum disana.

Kyungsoo merasa bersyukur dan lega sekali. Ia tersenyum pada orang yang telah menyelamatkannya, "gomawo, Jongdae" katanya. Dan Jongdae-orang itu- hanya tersenyum dan mengangguk.

Tanpa mereka sadari. Ada sepasang mata yang memandang tidak suka pada mereka, terutama pada Kyungsoo.

.

"Xiumin, gwaenchanha?"

Lay mengikuti arah pandang Xiumin lalu terkekeh kecil. "kau cemburu ya?".

Xiumin mendengus, "aku? Cemburu?" katanya sambil menunjuk dirinya sendiri. "kau bercanda, Lay". Lay hanya tertawa kecil.

"Oke, kau tidak cemburu. Lalu kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?" tanya Lay sambil menatap wajah Xiumin.

"aku hanya..."

"hanya?" ulang Lay. Dia tahu, Xiumin cemburu dengan kedekatan Jongdae dan Kyungsoo. Tapi Lay juga tahu jika hubungan mereka hanya sebatas sahabat. Jongdae bukan tipe namja yang suka selingkuh. Dan Kyungsoo, hhh~ jangan tanya soal dia. Dia terlalu polos untuk merebut kekasih orang lain.

"Aish! Molla!" kata Xiumin sambil menghentakkan satu kakinya.

"kau tahu, Xiu. Jika kau cemburu, itu berarti kau cinta padanya"

"aku tidak cemburu, aku hanya-"

"Gengsi"

"ha?"

"Ya, gengsi. Kau terlalu jual mahal" kata Lay. "bukan maksudku kau harus bersikap murahan pada Jongdae. Tapi kau terlalu jual mahal, terlalu mengabaikannya. Tapi sepertinya Jongdae adalah tipe namja yang setia. Tapi siapa tahu saja dia lelah mengejarmu, lalu beralih pada yang lain yang lebih perhatian padanya. Seperti Kyungsoo misalnya" kata Lay panjang lebar. Xiumin hanya terdiam, hatinya sedikit nyeri mendengar perkataan Lay.

"jika kau cemburu, katakan saja cemburu. Ada kalanya frontal lebih baik dari pada gengsi" lanjut Lay sambil menepuk-nepuk bahu Xiumin. "setidaknya itu membuat Jongdae mengerti apa yang kau rasakan. Ah, Suho sudah datang. Susul aku dikantin oke?" tambahnya buru-buru sebelum ia berlari keluar kelas. Xiumin hanya diam memandangi punggung Lay yang semakin menjauh.

"jjinjja?" gumamnya.

.

"aaaaa"

Baekhyun menatap Chanyeol yang sedang membuka mulutnya dengan malas. "Ck! Kau kan bisa makan pakai tangan kiri!" ucapnya.

"aku tidak terbiasa. Sudahlah, jangan protes! Cepat suapi aku! Atau kau akan kulaporkan polisi"

Baekhyun berdecak sebal, tapi dia menurut saja. Dari pada dilaporkan pada polisi. Dia menyodorkan sepotong besar daging asap pada Chanyeol. "aku tidak bisa melahap daging sebesar itu", kata Chanyeol.

Baekhyun berdecak sebal lagi. Lalu ia memotong-motong daging itu dengan kasar. Sangking kasarnya, daging asap itu jadi hancur. "kau ini bisa atau tidak? Cepatlah, aku sudah lapar" protes Chanyeol.

"iya, iya". Baekhyun menyodorkan sesendok daging hancur pada mulut Chanyeol dengan malas.

"senyum dong" kata Chanyeol. "kalau tidak senyum, aku tidak mau makan!" rajuk Chanyeol

"ya sudah kalau tidak mau makan!" Baekhyun membanting sendok yang dipegangnya. Heran. Kenapa manja sekali sih, tiang listrik ini?

"suapi aku atau-"

"iya, iya! Tidak perlu mengancam seperti itu!", Baekhyun menyendok daging-asap-hancur itu dan menyodorkannya pada Chanyeol.

"senyumnya mana?" tanya Chanyeol. Dan dengan terpaksa, Baekhyun memberikan senyumannya. "nah, gitu dong" kata Chanyeol lalu melahap suapan dari Baekhyun dengan semangat.

.

Zelo menghentikan permainan skateboardnya. Dia sudah lama menunggu, tapi Jongup belum juga datang. "kemana sih dia?" gumamnya sambil memandangi pagar halaman belakang sekolah, berharap Jongup segera muncul dari sana dan berlari kearahnya lalu minta maaf karena terlambat datang. Lalu menjelaskan kenapa dia terlambat. Lalu Zelo akan pura-pura marah. Lalu Jongup akan memohon-monon agar dimaafkan. Lalu- Aish! Aku hanya temannya. Bukan pacarnya, batin Zelo. Ia menunduk memandangi skateboardnya.

Pandangannya beralih pada seorang namja yang sedang duduk dibawah pohon disana. Namja penunggu pohon Cherry-julukan yang menyeramkan, bukan? HAHAHA~*plak!

Zelo mengambil papan seluncurnya, lalu membawanya berjalan mendekati namja itu. Zelo penasaran, kenapa namja itu selalu ada disana. Apakah celananya ada lem atau perekat lainnya yang membuat dia tidak bisa pergi dari sana? Jika memang benar ada lem-nya, maka Zelo akan membantunya.

Zelo berjongkok dihadapan namja itu dan mulai memandanginya.

Namja itu sedang memejamkan matanya. Zelo mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah namja ber tag name Bang Yongguk itu. Tidak ada respon. Mungkin sedang tidur.

Zelo kembali menengok kearah pagar, masih berharap akan kehadiran Jongup. Dia itu kemana sih?.

"sedang apa kau disini?"

Zelo sontak menoleh pada suara itu. Suara menyeramkan yang sudah jelas adalah milik namja dihadapannya itu.

"hehehe, aku hanya...mau mengambil ini" kata Zelo sambil menunjukkan papan seluncurnya. "tadi skateboardku meluncur kesini, hehehe" lanjutnya.

Yongguk menatap aneh pada namja dihadapannya itu. "kau yakin?" tanyanya. Dan Zelo mengangguk. "Mustahil jika benda itu bisa meluncur kejalan menanjak" kata Yongguk sambil menunjuk tempat Zelo biasanya main skateboard yang berada sedikit dibawah sana.

Zelo hanya memberikan cengiran malunya. "pergilah!" kata Yongguk lalu mulai memejamkan matanya lagi. Dia tidak tahu apa, jika Yongguk sedang lelah? Dia juga manusia, dia butuh tidur.

Beberapa detik memejamkan mata, Yongguk merasa tidak nyaman. Ia kembali membuka matanya dan- Ta Dah! Zelo masih ada disana. Bahkan memandanginya dengan serius. "apa?" tanya Yongguk datar.

"kau mirip dengan Appa-ku" kata Zelo sambil menunjuk Yongguk dengan wajah polos.

"apa ayahmu juga selalu ingin membunuhmu setiap saat?" tanya Yongguk dingin. Zelo menggeleng lucu.

"Appa-ku adalah orang yang baik" katanya. Yongguk memandang malas bocah dihadapannya itu lalu memilih untuk kembali memejamkan mata.

Baru sedetik ia memejamkan mata. Yongguk merasakan seragamnya ditarik-tarik, dengan gusar dia membuka matanya dan mendapati Zelo masih duduk didepannya. "apa?!"

"apa kau tidak ingin bicara denganku? Aku kesepian" jawab Zelo. Yongguk benar-benar merasa sedang diuji kesabarannya.

"kalau kau kesepian, cari saja temanmu!" kata Yongguk.

"itu dia, temanku tidak datang menemuiku" kata Zelo dengan raut wajah kecewa.

.

"Hyung~". Youngjae berlari kecil mendekati salah satu meja yang paling banyak penghuninya(?), dikantin.

Dengan penuh perjuangan, Youngjae dengan menyeret dua orang temannya-Sehun dan Jongup-menyisir setiap orang yang sedang bergeronbol dimeja itu hingga berhasil mendekati targetnya. "Hyung" panggilnya lagi sambil menepuk bahu namja itu, Luhan.

"oh? Youngjae? Tumben sekali, duduklah" kata Luhan sambil menepuk tempat kosong disampingnya.

"aku bawa teman. Tidak masalah kan?" tanya Youngjae sembari duduk disamping Luhan.

"tentu saja tidak, adik manis" kata Luhan sambil mencubit gemas pipi Youngjae. Sehun yang melihat itu pun menampakkan wajah tidak sukanya.

"oh iya, hyung. Kenalkan ini temanku, Jongup dan Sehun" kata Youngjae. Luhan, Kris dan Himchan tersenyum pada Jongup. Namun mereka menampakkan wajah 'hhh~ dia lagi' pada Sehun.

"hey, aku pernah melihatmu sebelumnya" kata Himchan sambil berusaha mengingat-ingat. "kau kenapa? Kau terlihat tidak tenang" tanya Himchan pada Jongup yang terlihat gelisah .

"a-aku..." Jongup menghentikan kalimatnya lalu beralih pada Youngjae. "aku harus pergi. Aku ada janji dengan seseorang" katanya pada Youngjae lalu bangkit dari duduknya.

"ma-maaf semuanya, a-aku pergi dulu. A-Annyeong" katanya sebelum ia berlari meninggalkan meja itu. Youngjae hanya menatap bingung pada kepergian Jongup. Janji? Dengan siapa? Apa dia menyembunyikan sesuatu ya?, pikir Youngjae.

"Jae?!". Youngjae tersentak saat lengannya ditepuk seseorang. Ternyata Luhan sedang mempoutkan bibirnya imut yang mengundang banyak jeritan histeris disekitar mereka, membuat Sehun sebal setengah mati mendengarnya(dia masih dendam dengan fanboy-fanboy itu). "kau tidak mendengarkan ucapanku ya?" tanya Luhan.

"ma-maaf, Hyung. Memang apa yang kau katakan, hyung?" tanya Youngjae.

"tidak jadi!" kata Luhan sebal. Dia malas mengulangi ocehannya yang kelewat panjang tadi.

"Hyung, jangan marah dong" kata Youngjae. Namun Luhan tetap marah. "kalau hyung marah, nanti tidak akan kukenalkan pada Seme tampan loh" ancam Youngjae.

"eh? Iya, Iya, Iya. Hehehe... Tidak jadi marah kok" kata Luhan sambil tersenyum. "kalau begitu kapan kau akan kenalkan aku pada seme tampan itu?" tanya Luhan.

Younhjae tersenyum. Sementara Sehun yang duduk samping Luhan itu sudah mulai Ge eR. "itu dia" kata Youngjae sambil menunjuk Sehun.

"Mwooooo?" ucap Luhan tidak percaya. "dia?" lanjutnya sambil menunjuk Sehun yang duduk disampingnya.

Youngjae mengangguk. "tampan kan?" tanya Youngjae.

"i-iya sih, dia tampan" kata Luhan membuat Sehun tersenyum bangga. "tapi dia tukang pamer" lanjutnya, membuat senyuman Sehun memudar. "dan aku tidak suka dengan orang yang suka pamer kekayaan" tambahnya, membuat Sehun terasa seperti ditimpa batu yang besar dikepalanya.

"iya juga sih" kata Youngjae. Sehun membulatkan matanya.

"dan rambutnya itu loh, nggak banget deh" tambah Luhan dan disetujui oleh Youngjae. Sehun langsung mendeathglare Youngjae, namun tidak dihiraukan. Karena Youngjae terlalu asyik ngerumpi dengan Luhan.

Dia itu niat membantu tidak sih?!, batin Sehun.

Youngjae dan Luhan terus membicarakan Sehun tanpa memperdulikan perasaan Sehun yang seperti ditusuk ribuan jarum.

Sehun mempoutkan bibirnya dengan tampang lesu dan Youngjae melihatnya. Karena keasyikan membicarakan Sehun dengan Luhan, Youngjae jadi lupa kalau dia seharusnya membantu Sehun. Youngjae merutuki dirinya.

"ta-tapi hyung. Sehun orangnya baik loh" kata Youngjae. Luhan mengerutkan alisnya. Sehun menaikan alisnya.

"dia sering menraktirku loh. Dan dia pernah menolongku dari amukan Daehyun Hyung" kata Youngjae.

"Daehyun hyung? Siapa itu?" tanya Luhan. "kau tidak pernah cerita padaku" lanjutnya.

"Daehyun hyung itu-" Youngjae menghentikan ucapannya saat matanya menangkap seseorang yang sedang berjalan didepan mejanya. Itu Jung Daehyun.

"umh.. Hyung. A-aku ada urusan mendadak" kata Youngjae seraya bangkit dari duduknya.

"Yah! Kau mau kemana lagi?" tanya Sehun. "aku ikut" lanjutnya.

"tidak usah. Kau disini saja dengan Luhan hyung, aku hanya sebentar" kata Youngjae lalu buru-buru pergi untuk mengejar Daehyun.

Sehun menatap kepergian Youngjae dengan lesu lalu menatap Luhan yang malah buang muka darinya.

hhh~ Sial!

.

"Hyung! Daehyunnie Hyung~"

Mendengar namanya dipanggil, Daehyun pun membalikkan badannya. Dan matanya membulat seketika saat melihat Youngjae sedang berlari kearahnya.

Aish! Anak ini masih saja mengikutiku!. Daehyun mempercepat langkahnya menjauhi Youngjae.

"Hyung!" Youngjae menarik paksa tangan Daehyun hingga Daehyun menghadap kearahnya.

Ya Tuhan.. Kuatkan aku..

"Hyung! Kau ini kenapa sih?!" tanya Youngjae sebal. Daehyun masih saja (berusaha)menatap datar pada Youngjae.

Oh! Lepaskan tanganku, Youngjae.. Aku mohon.., kata hati Daehyun sambil menatap tangannya yang sedang digenggam Youngjae.

"Hyung?!" panggil Youngjae sedikit berteriak, karena Daehyun tidak menjawab.

"Hyung~" panggil Youngjae dengan nada manis.

Apa yang kau lakukan?!, pekik Daehyun dalam hati saat melihat wajah manis Youngjae. Daehyun hanya bisa terpaku melihat senyum Youngjae.

"Daehyunnie hyung~" panggil Youngjae lagi dengan nada manja dan sambil mengayun-ayunkan tangan mereka yang bertautan.

SRET~

"OMO?! Daehyunnie hyung, hidungmu berdarah!" pekik Youngjae saat melihat hidung Daehyun mengeluarkan darah dengan perlahan.

"a-aku tidak apa-apa" kata Daehyun sambil menutupi hidungnya. Aduh! Dia malu sekali. Kau payah Jung Daehyun!, Daehyun merutuki dirinya sendiri.

"pakai ini, hyung", Youngjae menyodorkan sapu tangan putihnya.

"tidak perlu" tolak Daehyun.

"Aish! Kau ini!" kata Youngjae sambil melepas tangan Daehyun yang sedang menutupi hidungnya yang berdarah, lalu mengelap darah itu dengan sapu tangannya.

Daehyun menatap wajah Youngjae yang sedang serius mengelap hidungnya itu. Calon istri yang perhatian. Pipinya memanas seketika saat membayangkan Youngjae menjadi istrinya. Sial!.

"berikan padaku!" kata Daehyun sambil mencabut paksa sapu tangan dari tangan Youngjae. Lalu ia mengelap kasar hidungnya yang berdarah itu, membuat Youngjae bingung.

"besok akan kukembalikan" kata Daehyun sebelum melangkah meninggalkan Youngjae. Namun dengan cepat, Youngjae berhasil menahan Daehyun.

"tunggu, hyung" dan buru-buru ia mengeluarkan hadiah untuk Daehyun dari saku celananya. "ini untukmu. Dari Jinki Sonsaengnim" lanjutnya.

Daehyun menerimanya lalu segera berlari pergi tanpa berterima kasih. Dia sudah hampir mimisan lagi gara-gara melihat wajah Youngjae yang kelewat manis dimatanya. DIA TIDAK MANIS SAMA SEKALI!, teriak Daehyun dalam hati.

"dia itu kenapa sih?" gumam Youngjae.

.

Zelo berjalan dikoridor sekolah dengan lesu. Jongup tidak datang dan dia diusir oleh Yongguk karena telah mengganggu tidurnya.

"hhhh~" Zelo menghela nafas. Kalau kembali kekelas, dia harus main dengan siapa? Ren? Yang ada dia akan disuruh ini dan itu. Jongin dan Sehun? Tidak! Bermain bersama mereka bukanlah ide yang baik.

"Zelo!"

Zelo mendapati Jongup didepan sana, sedang berlari kearahnya. Zelo senang melihatnya, tapi juga sebal.

"Zelo, hosh. Maafkan aku, hosh.. Aku tadi-" Zelo menatap datar pada Jongup yang sedang terengah-engah itu lalu berjalan pergi meninggalkan Jongup.

"Tu-tunggu! Zelo!" Jongup menahan tangan Zelo. "Zelo, aku benar-benar-"

"sudahlah! Sebentar lagi jam istirahat berakhir. Kau kembali saja kekelas" kata Zelo sebelum akhirnya dia berlari pergi kekelasnya. Meninggalkan Jongup dengan perasaan bersalah dan bingungnya.

"Zelo.. Mianhae.."

.

Bel tanda jam istirahat telah usai sudah berbunyi, itu berarti para siswa harus segera kembali kekelas mereka untuk kembali belajar.

Kyungsoo berjalan seorang diri menuju kelasnya. Entahlah kemana teman-temannya pergi, akhir-akhir ini mereka jadi jarang bersama.

Kyungsoo segera masuk kedalam kelas, namun-

GREP

Seseorang menahannya-lebih tepatnya menarik lengannya menjauhi pintu kelas. "J-Jongin?"nada bicara Kyungsoo terdengar panik.

"ne. Kau pikir siapa, eoh?" kata Jongin malas. "Kau tidak berpikiran, aku akan membiarkanmu lari begitu saja kan?" tanyanya lagi. Kyungsoo menggeleng cepat dan setelah itu dia bingung, kenapa dia menggeleng? Kenapa tidak teriak minta tolong saja? Atau kabur?

"bagus" kata Jongin puas. "sekarang, ikut aku!" lanjutnya seraya menyeret Kyungsoo pergi dari kelas.

.

"apa itu?" tanya Tao pada Daehyun yang sekarang duduk disebelahnya karena permintaan Chanyeol.

Daehyun terlihat sedang membolak-balik sebuah bungkusan kecil berbentuk persegi panjang dan berwarna putih. "ini hadiah" jawab Daehyun sambil terus menatapi benda putih itu.

"bukalah, aku ingin melihat isinya" kata Tao. Daehyun menatap Tao sejenak sambil berpikir. Lalu sesaat kemudian ia membuka bungkusan itu.

Daehyun merobek kertas pembungkusnya dengan tidak sabaran. Didalamnya ada sebuah kotak berwarnah biru tua. Daehyun membuka kotak itu, dan Ta Dah!-

"Gantungan kunci?" kata Daehyun dan Tao bersamaan. Mereka memandangai gantungan kunci itu. Seekor kelinci berwarna hitam dengan memakai masker kuning yang sedang memegang gergaji dengan bentuk aneh yang berwarna merah muda dengan tulisan 'Dae' didalamnya, itu yang ada dimata Daehyun.

"lucu" kata Tao sambil tersenyum. Sedangkan Daehyun hanya menatap biasa saja, menurutnya gantungan kunci itu tidak ada bagus-bagusnya. "Dari siapa?" tanya Tao penasaran.

"dari Jinki sonsaengnim" jawab Daehyun datar. "kenapa?" tanya Daehyun saat Tao malah memasang tampang tidak percaya.

"a-aku kira dari pacarmu" kata Tao. Daehyun mengerutkan keningnya.

"apa maksudmu? Kau kan tahu aku tidak punya pacar"

"benar juga. Tapi..." Tao mengambil gantungan kunci itu dari tangan Daehyun. "lihat ini. Ini bentuk separuh hati" kata Tao sambil menelusuri bentuk gantungan kunci itu dengan jari telunjuknya. Daehyun hanya memasang tampang 'oh, aku kira gergaji'. Karena ada bagian yang bergerigi disana.

"aku kira ini dari pacar atau seseorang yang menyukaimu" lanjut Tao. Tao menatapi gantungan kunci itu lagi sebelum berkata, "pasti ada pasangannya" yang membuat Daehyun bingung.

.

"KEMANA MEREKA?!"

Seluruh siswa dikelas 2A menutup telinga mereka mendengar suara teriakan Kibum. "Kau!" Kibum menunjuk Jongdae. "Kau kan teman mereka! Kau pasti tahu kemana mereka pergi!" katanya.

Pantas saja Kibum marah-marah. Ada dua murid sekaligus yang tidak hadir mereka adalah Kyungsoo dan Baekhyun dan asyiknya lagi, mereka duduk satu bangku. Sekarang bangku mereka kosong, hanya ada tas mereka saja.

"saya tidak tahu, sonsaengnim" kata Jongdae santai. Kibum hanya mendengus kesal. "anda tidak perlu bingung seperti itu. Kalau mereka tidak hadir, kan yang rugi mereka, bukan anda" tambah Jongdae. Meskipun dia menjawab dengan santai, tapi sebenarnya dia juga memikirkan kedua sahabatnya itu. Kemana sih mereka?

.

"Lho? Byun Baekhyun? Sedang apa kau disini?" tanya Jinki heran. Bukannya dia kelas 2A? Kenapa dia ada dikelas 2B?

"anda tanyakan saja padanya" kata Baekhyun sambil menunjuk namja disampingnya.

"Park Chanyeol?" panggil Jinki minta penjelasan.

"begini, sonsaengnim. Mulai hari ini, selama tangan saya belum sembuh, dia akan menjadi tangan kanan saya" kata Chanyeol dan Baekhyun mendengus sebal. "jadi jangan heran kalau dia akan pindah kekelas ini dalam beberapa minggu" lanjutnya.

Kalau Baekhyun sedang berada dikelas Chanyeol. Lantas dimana Kyungsoo berada?

.

"J-Jongin? Tolong jangan begini"

Kyungsoo(lagi-lagi) terpojok ditoilet-Tidak!-Dia terjebak didalam salah satu bilik toilet bersama seorang Kim Jongin! KYAAAAAA!

"Wae? Shirreo?" tanya Jongin dengan senyum mesum andalannya. "jika begini, maka tidak akan ada yang bisa mengganggu kita lagi, Kyungie" kata Jongin sambil membelai lembut pipi chubby Kyungsoo.

Kyungsoo buru-buru menjauhkan tangan Jongin dari pipinya. "ki-kita seharusnya ada dikelas sekarang. Bukan disini" kata Kyungsoo.

"ayolah, Kyungie~. Satu ciuman saja" kata Jongin sambil mendekatkan bibirnya pada bibir Kyungsoo. Tapi Kyungsoo buru-buru menangkup dan menahan wajah Jongin yang sudah lima senti didepan wajahnya

"ja-jangan... Ti-tidak boleh"

"apanya yang tidak boleh? Ini hanya ciuman. Ayolah~" kata Jongin sengan suara yang diseksi-seksikan(?). Sebenarnya tanpa dibuat seksi pun, Kyungsoo sudah merinding mendengar suara Jongin. Dan Jongin kembali mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo. Namun Kyungsoo kembali menahannya mendekat.

"wae?" tanya Jongin frustasi. Padahal sudah hampir sampai! ARRGHH!

"Ta-tapi, pe-pelan-pelan ya?". Jongin membulatkan matanya, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"te-tentu saja" jawab Jongin gugup. Entah kenapa jantungnya berdebar-debar membayangkan dirinya akan mencium namja manis dihadapannya ini. Tidak biasanya.

"ba-baiklah" gumam Kyungsoo. Lalu dengan ragu-ragu, ia memejamkan kedua matanya.

Jongin menatapi wajah Kyungsoo yang sedang memejamkan mata itu. Perlahan-lahan ia mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo.

CHU~

Berhasil! Jongin berhasil menempelkan bibirnya pada pucuk hidung Kyungsoo. Lho?

Kyungsoo membuka matanya dan Jongin menjauhkan wajahnya dari Kyungsoo. "su-sudah?" tanya Kyungsoo dan Jongin mengangguk.

"sudahlah. Ayo kita kembali kekelas" kata Jongin seraya menggandeng tangan Kyungsoo keluar dari bilik.

Jongin mengantarkan Kyungsoo kekelasnya.

"DARI MANA SAJA KAU!?" teriak Kibum saat Kyungsoo muncul di ambang pintu bersama dengan Jongin. Kibum tidak berniat memarahi murid kesayangannya itu. Dia tahu, pasti Jongin yang mengajaknya.

"ma-maaf sonsaengnim. Sa-saya dari-"

"dia bersamaku sonsaengnim. Jangan khwatir, dia masih virgin" kata Jongin sambil mengerling pada Kibum.

"dasar murid kurang ajar! Kembali kekelasmu sekarang!" kata Kibum. Dan Jongin hanya mengedikkan bahu lalu menatap sekilas pada Kyungsoo sebelum dia kembali ke kelasnya sendiri.

Jongin memasuki kelasnya dan memberi salam pada Minho sonsaengnim yang sedang mengajar dikelasnya dan duduk disamping Sehun dengan tidak semangat.

"Yah, Kkamjong. Kau baik-baik saja?" tanya Sehun. Tidak biasanya temannya ini terlihat tidak bersemangat. Bahkan aura mesumnya saat ini sedang tidak terasa.

"Jangan ganggu aku" Kata Jongin sebelum ia menelungkup diatas meja.

Gila! Kenapa aku tidak 'menghajar' bibirnya saja tadi?! Kenapa aku jadi takut padanya?! Aish!

.

AFTER SCHOOL

.

"aku pulang duluan ya~ bye~" kata Chanyeol pada Tao dan Daehyun dengan riang sebelum ia menyeret Baekhyun keluar kelas untuk dijadikan pelayan pribadinya dirumah.

"aku juga pulang duluan. Sebelum ada orang yang melihatku" kata Tao dengan panik sebelum melesat pergi keluar kelas. Tao takut akan bertemu dengan fans Kris yang akan kembali menyerbunya. Dan tinggalah Daehyun seorang diri-tidak benar-benar seorang diri, masih ada beberapa siswa dikelas. Daehyun juga segera membereskan barang-barangnya lalu keluar dari kelas.

Daehyun memutar-mutar gantungan kunci pemberian Jinki sonsaengnim dijarinya sambil berjalan dikoridor.

"akan kugantungkan di tas saja" gumam Daehyun sambil menghentikan langkahnya. Ia melepas ranselnya dan hampir memasang gantungan kunci itu, sebelum-

"Hai, Daehyunnie hyung~", Youngjae menyapanya membuat Daehyun gugup.

"Yah! Jangan panggil aku seperti itu! Menjijikan sekali" kata Daehyun.

"hehe.. Kan kau sendiri yang minta dipanggil 'hyung'" kata Youngjae. Daehyun (berusaha)menatap malas pada Youngjae. Padahal dalam hati dia senangnya bukan main dipanggil 'Daehyunnie hyung~' oleh Youngjae.

Daehyun memandang sesuatu yang familiar menggantung dengan indahnya di ransel Youngjae. Gantungan kunci yang sama dengan miliknya. Daehyun menggenggam gantungan kunci ditangannya, lalu buru-buru memasukkannya kedalam saku celananya.

"oh iya, Hyung. Apa kau sudah buka hadiah dari Jinki sonsaengnim? Kau dapat apa? Apa sama dengan milikku? Lihat ini, lucu kan?" tanya Youngjae berturut-turut lalu menunjukkan gantungan kunci miliknya. "ayo tunjukkan padaku apa hadiah milikmu"

"Aku belum membukanya. Sudahlah! Aku mau pulang!" kata Daehyun dingin lalu melangkah pergi meninggalkan Youngjae untuk yang kesekian kalinya.

Aku tidak akan pernah menunjukkan gantungan kunci ini padanya! Tidak akan!

TBC.

TeBeCeh lagi ^0^

Ceritanya makin aneh ya? :P. Maafin author ya. .

Makasih buat yang udah baca dan review. Buat Reviewer baru, makasih sudah reveiw*cium satu-satu.

Oh iya, udah pada liat MV B.A.P-Coffee Shop kan?

Gara-gara itu MV, saya jadi galau. Di MV, mereka itu kayak dipasang-pasangin*menurut saya sih. Mau pasangin Yongguk sama Zelo tapi Official Pairnya BangHim. Mau pasangin Himchan sama Jongup, ntar Seme-nya yang mana?. Sebenernya saya BangZelo shiper, tapi kata Yongmi(namdongsaeng ku) mending BangHim aja. Tapi tangan saya gatel pengen bikin Zelo jadi ukenya Yongguk!*plak!* Tapi ya sudah lah..

Oiya, padahal aslinya Kaisoo mau saya bikin kisseu-an loh disitu tadi. Tapi ga tau kenapa saya gugup sendiri mau ngetiknya jadi batal deh. Hehehe..

Dan buat yang bingung soal Kibum disini. Maafkan saya, nggak ngasih tau dulu kalo itu Kibum SHINee.*bow

Big Thank's to:

mitatitu, Azura Lynn Gee, Kim Mika, HyunieKyungie, yongchan, Qhia503, 7D, Yui the devil, Tania3424, Udel Myungsoo, Swag Joker, virnaulisam, Ajib4ff, WireMomo, Sisca Minstalove, chairun, Jang Taeyoung, matokeke, Brigitta Bukan Brigittiw, imspecially3, ruka17, Kopi Luwak, Vicky98Amalia, hatakehanahungry, Imeelia, BunnyPoro, Historia Rain, Hyunchan, Mireu, I'm Dee, Guest, SapphireGirl, DeerLuhanDuizang,BLUEFIRE0805, no komen.

Thank's for read and reviews

Review(lagi) Juseyo..