CHAPTER 7

.

Seminggu kemudian..

.

"satu.. dua.. satu.. dua.. satu.. dua.."

Hanya itu saja yang terdengar dari arah lapangan. Sedikit mebosankan memang, tapi mau bagaimana lagi. Itu adalah hitungan yang digunakan Jonghyun sonsaengnim saat melakukan pemanasan. Saat ini Jonghyun sedang mengawasi murid-murid kelas dua yang sedang melakukan streching.

"YAH! Baekkie! Yang benar dong pemanasannya!" teriak Chanyeol. Dia sedang duduk dirumput memandangi Baekhyun yang sedang menggantikannya mengikuti pelajaran olah raga. Hari ini ada penilaian lari. "awas saja ya kalau nanti nilai lariku jelek! Aku akan menyalahkanmu!" kata Chanyeol. Selama ini nilai larinya selalu paling bagus. Yang teratas. Itu semua karena kakinya yang panjang. Tapi karena sekarang dia sedang tidak bisa ikut, karena tulang tangan kanannya patah. Alhasil Baekhyun lah yang menggantikannya.

Baekhyun mendengus kesal melihatnya. Enak sekali si tiang listrik itu. Kemarin saja dia tidak ikut penilaian lari gara-gara harus mencatat pelajaran fisika dikelas Chanyeol.

Jonghyun hanya tertawa melihat Baekhyun yang cemberut karena perkataan Chanyeol. Lalu ia beralih pada satu murid yang terlihat sedang kesusahan mencium lututnya. Jonghyun dengan senyum (sok)tampannya, berjalan menghampiri namja manis itu.

"begini caranya, Jino-ssi" kata Jonghyun sambil membantu Jino-nama namja itu-dengan cara mendorong punggung Jino mendekati lututnya.

"sa-sakit, sonsaengnim" kata Jino sambil menegakkan kembali tubuhnya.

"kalau sering berlatih, kau juga akan terbiasa" kata Jonghyun. Dia menatap wajah Jino, "astaga, ternyata kau lebih manis dari Bakehyun dan Kyungsoo" katanya lagi.

"ga-gamsahamnida" kata Jino kaku.

"apa nanti malam kau ada acara? Maukah kau kencan denganku?" tanya Jonghyun. Jino mengedikkan bahunya pelan. Jonghyun sonsaengnim memang tampan. Tapi masa iya Jino berkencan dengan gurunya sendiri?

Baekhyun menatap malas Jonghyun sonsaengnim yang sedang menggoda salah satu murid. "dasar playseme(?)" gumam Baekhyun.

"playseme itu nama merk shampoo,kan?" tanya Chanyeol yang ternyata sudah duduk disamping Baekhyun.

"itu Tresmme" kata Baekhyun malas.

"Baekkie.. Semangat ya!" kata Chanyeol sambil memijat-mijat bahu Baekhyun dengan satu tangannya. Lalu ia tersenyum jahil kearah Daehyun dna Tao yang sejak tadi tertawa melihat ulahnya.

BREAK TIME

Suho berjalan dikoridor sekolah. Ditangannya ada sebuah buku catatan yang sudah ada beberapa konsep dan perencanaan untuk acara penyambutan Juri dua bulan lagi. Sekarang tinggal minta pendapat Boa Gyojangnim saja.

Langkah Suho berhenti didepan pintu ruang kepala sekolah. Ia mengetuk pintunya.

TOK. TOK. TOK.

Tidak ada jawaban...

Suho hendak mengetuk pintunya lagi, sebelum sebuah suara menginterupsi "Kau mencari Gyojangnim?"

Suho menoleh pada sumber suara. Ternyata Taeyeon Sonsaengnim sedang berdiri tak jauh darinya sambil membawa setumpuk buku atau lebih tepatnya kertas-kertas yang dijilid menjadi beberapa buku.

"Ne"

"Beliau sedang sakit" kata Taeyeon. Suho mengangguk mengerti. "jika ada keperluan dengan beliau, kau bisa bicarakan padaku. Beliau menyuruhku untuk menggantikannya selama sakit" lanjut Taeyeon.

"oh begitu. Baiklah, aku ingin minta pendapat tentang konsep yang sudah kami buat" kata Suho.

"baik, kita bicara diruang guru saja" kata Taeyeon.

Suho mengangguk, "biar saya yang bawakan" kata Suho seraya mengambil alih buku-buku tebal ditangan Taeyeon.

"gomawo" kata Taeyeon. Dan mereka berdua mulai berjalan menuju ruang guru. "senang punya murid baik sepertimu" kata Taeyeon lagi.

.

"aaaaaa~"

Jongdae tertawa senang melihat pemandangan dihadapannya ini.

Saat ini dia sedang duduk dikantin bersama Baekhyun dan Chanyeol, anak kelas sebelah yang konon katanya tangannya patah karena Baekhyun.

"Ck! Makan sendiri sana! Aku lelah, tau!" kata Baekhyun sambil memijit-mijit tangan dan kakinya yang terasa pegal berlebihan karena menulis dan efek karena penilaian lari tadi pagi.

"Kau payah!" ucap Chanyeol yang langsung dihadiahi jitakan dibelakang kepalanya oleh Baekhyun.

"kau pikir menulis semalaman selama seminggu tidak melelahkan apa?!" kata Baekhyun. "Huuh! Anak ini!" lanjutnya sambil menoyor-noyor kepala Chanyeol dengan kesal.

Seminggu menjadi pelayan pribadinya, Baekhyun bosan juga. Gara-gara Chanyeol juga, Baekhyun jadi jarang hadir dikelas hanya untuk mencatat pelajaran dikelas Chanyeol. Bahkan setiap hari dia harus menginap dirumah Chanyeol untuk memijit kakinya. Tidak tahukah Chanyeol bahwa Baekhyun sendiri belum Spa? Baekhyun belum Sauna? Baekhyun belum menicure pedicure? Belum treatment sama sekali! Bisa-bisa dia tidak cantik lagi!

"YAH! Kau sudah berani melawan, eoh?!" kata Chanyeol setelah berhasil menangkis tangan kecil Baekhyun. "oh! Atau kau mau-"

"Apa?! Mau melaporkan pada polisi?! Laporkan saja! Aku TIDAK PEDULII!" kata Baekhyun seraya menggebrak meja lalu beranjak pergi dari meja mereka.

"a-apa? Ya-YAH! Baekkie! Tunggu!" kata Chanyeol lalu mengejar Baekhyun.

Jongdae yang dari tadi menjadi penonton disana hanya bisa tertawa melihat tingkah dua orang itu. Dia sedikit kasihan juga dengan sahabatnya yang harus jadi pelayan pribadi tanpa digaji, tapi melihat Baekhyun kesal adalah hal yang ia suka juga. Haha.. Teman macam apa kau ini, Jongdae-ah?

"aku teman yang baik" gumam Jongdae sambil mengelap setitik air mata yang keluar.

GREP!

Jongdae merasakan seseorang memeluk lehernya dari belakang. Jongdae bisa mecium parfum yang sudah lama ini tidak pernah ia cium lagi. Aroma lily.

"Jongdae~"

"Xi-Xiumin hyung?" panggil Jongdae tidak percaya.

"bogosipoyo~" Jongdae merinding mendengar suara Xiumin yang sudah lama dia rindukan itu. Sudah seminggu ia tidak bertemu dengan Xiumin. Padahal dia sudah mencari Xiumin disetiap sudut sekolah, tapi tidak pernah ketemu. Dan sekarang Xiumin comeback dengan memeluknya dari belakang. WoW!

"na-nado, Hyung" jawab Jongdae sambil tersenyum.

Xiumin tertawa kecil sambil melepas pelukannya lalu duduk disamping Jongdae dengan senyuman cerah. "sendiri saja? Mana teman-temanmu?" tanya Xiumin.

"oh, Baekhyun baru saja pergi" jawab Jongdae.

"Kyungsoo?" tanya Xiumin.

"dia sedang diperpustakaan" jawab Jongdae. Xiumin hanya ber'oh' ria saja. "Hyung. Kau dari mana saja?" tanya Jongdae.

"aku? Tidak dari mana-mana, kok. Kenapa?". Jongdae menggeleng sambil tersenyum. Sesungguhnya jawaban Xiumin tidak memuaskan hatinya. "Kau mencariku, ya?" tanya Xiumin lagi.

"tentu saja" jawab Jongdae antusias, membuat Xiumin tertawa. Sudah lama ia tidak mendengar candaan dari kekasihnya itu. Jujur saja, dia sangat merindukan Jongdae setelah seminggu menghilang darinya hanya untuk merenungkan ucapan Lay.

"Hyung, Kau pakai pelembut pakaian itu lagi?" tanya Jongdae dan Xiumin menaik-turunkan alisnya sambil tersenyum manis. "aku sangat merindukan aroma ini, Hyung" kata Jongdae bersemangat.

"aku juga merindukan panggilan 'XiuBaby'mu" kata Xiumin malu-malu. Membuat Jongdae melongo.

"aku- tidak salah dengar kan, hyung?" tanya Jongdae. Wajahnya terlihat senang bercampur bingung bercampur tidak percaya.

"panggil 'XiuBaby'" kata Xiumin sambil mendorong manja lengan Jongdae.

Jongdae tertawa melihat ekspresi Xiumin yang menurutnya manis itu. "baiklah XiuBaby~" kata Jongdae sambil mencubit kedua pipi Xiumin.

Xiumun sudah memutuskan untuk tidak lagi bersikap gengsi didepan Jongdae. Dia sadar jika sebenarnya dia menyukai Jongdae. Bahkan dia mencintainya.

CHU~

Xiumin kembali kecurian. Kali ini tepat dibibirnya. Jongdae mengecup sekilas bibir manis Xiumin.

"Yah! Ini ditempat umum!" kata Xiumin sambil memukul pelan lengan Jongdae.

"oh. Apa kau ingin kucium ditempat sepi, XiuBaby?" tanya Jongdae menggoda.

"eh? Ti-tidak. Tapi aku malu jika dicium ditempat umum" kata Xiumin. Jongdae menyeringai senang lalu kembali berusaha mencium bibir Xiumin yang terus berontak.

"Shirreo!" kata Xiumin sambil berusaha menjauhkan wajah Jongdae. Biarpun Jongdae tidak semesum Jonghyun atau Jongin, tapi tetap saja dia punya darah yang sama dengan mereka. Mungkin kemesuman(?) itu diturunkan oleh Ayah mereka, haha..

Jongdae terus saja menggoda Xiumin sampai-sampai tidak menyadari akan tatapan malas dari seseorang.

"Hyung" panggil orang itu yang ternyata adalah Jongin.

"Ayolah, XiuBaby~"

"Hyung" ulang Jongin agak mengeraskan suaranya.

"XiuBaby~ mumumumu :*"

"YAH! JONGDAE HYUNG!" teriak Jongin sambil memisahkan Jongdae dan Xiumin yang sedang berlovey-dovey itu.

"Cih! Mengganggu saja" kata Jongdae. "ada apa?!" tanya Jongdae.

Jongin memutar bola matanya malas. "aku hanya ingin tanya, dimana Kyungsoo?" kata Jongin.

"oh. Dia sedang diperpustakaan. Sudah sana cepat pergi!" kata Jongdae. Jongin mendengus kesal lalu berbalik untuk pergi menyusul Kyungsoo.

Xiumin menatap Jongdae. "untuk apa dia mencari Kyungsoo?" tanyanya.

Jongdae mengedikkan bahunya. "sepertinya dia suka pada Kyungsoo" katanya seraya memandang Jongin yang sudah jauh. "makanya. Kau jangan cemburu pada Kyungsoo, dia itu milik Jongin" kata Jongdae. Xiumin membulatkan matanya. Dari mana Jongdae tahu.

"si-siapa yang memberitahumu?" tanyanya.

"umhh.. Kasih tahu tidak ya?" goda Jongdae. Dan Xiumin mulai menggelitiki perut Jongdae. Mereka berdua tertawa dengan kebersamaan mereka. Ah~ Indahnya...

.

"EH, LIHAT! TAORIS SEDANG BERDUAAN!" teriak salah satu fans sambil menunjuk Kris dan Tao yang sedang duduk bersama disebuah bangku taman dihalaman sekolah.

"KYAAAA! MANIS SEKALI~" teriak banyak fanboy yang tiba-tiba saja sudah berkerumun.

Tao dan Kris saling menukar pandang terkejut. "dalam hitungan ketiga, kita lari" kata Kris.

"oke"

Kris menggenggam tangan Tao dengan erat sebelum akhirnya dia berkata "tiga!", dan menarik Tao pergi menjauh dari serbuan fans yang terlampau banyak itu.

"KYAAA! MEREKA BERGANDENGAN TANGAN!" teriak mereka(para fanboy).

Kris dan Tao terus berlari dengan tangan yang bertautan dan tawa yang dibilang cukup tidak tepat, mengingat mereka sedang dikejar-kejar oleh fans. Mereka terlihat seperti menikmati adegan kejar-kejaran itu.

"kesini" kata Kris. Dia membawa Tao masuk kedalam perpustakaan, menuju bilik tak terpakai yang sering mereka gubakan untuk bertemu saat masih backstreet dulu.

Kris mengintip dari celah-celah buku tua disana. Dia bisa lihat para fanboy itu terlihat kebingungan didepan pintu perpustakaan. Dan setelah itu, mereka berlari pergi dari sana.

Kris mendekati Tao yang sedang berdiri beberapa langkah dibelakangnya. "hhh~ Mereka itu mengganggu saja" kata Kris sambil memeluk pinggang Tao.

Tao hanya tertawa mendengar ucapan namjachingunya itu. "gege, ingat ini diperpustakaan"

"Yup! Tempat kita bertemu biasanya" kata Kris. Mereka jadi teringat dengan kisah backstreet mereka, mereka jadi jarang bertemu saat itu. Tapi sekarang, mereka memang sering bertemu. Tapi mereka jadi tidak bisa berduaan dengan bebas. Ada saja yang teriak histeris saat melihat kedekatan mereka.

"dan ini juga tempat dimana aku menciumu untuk yang pertama kalinya" lanjut kris dengan mata menatap lurus mata Tao. Membuat Tao membeku saat itu juga.

Kris mendekatkan wajahnya, lalu dengan cepat menyambar bibir curvy Tao dalam ciumannya. Ciuman lembut dan hangat. Kris menuntun kedua tangan Tao untuk mengalung dilehernya, lalu ia kembali memeluk erat pinggang ramping Tao.

Mereka terus berciuman mesra sampai tidak menyadari jika ada sepasang mata yang sedang melihat kegiatan mereka.

.

Lay menggigit bibir bawahnya. Selama pacaran dengan Suho, mereka sama sekali tidak pernah berciuman seperti Kris dan pacarnya itu.

Lay terus saja menatap kearah sepasang kekasih yang terus berciuman itu. Niat awal mencari buku untuk tugas biologinya, hilang sudah. Ini semua gara-gara dua pasangan itu.

"masa ciuman diperpustakaan?!" gumam Lay, tapi matanya tetap mengarah pada mereka.

Lay membulatkan mata dan segera menyembunyikan dirinya saat Kris dan Tao melepaskan tautan mereka, tapi dia tetap mengintip dari celah-celah buku di rak tempatnya sembunyi. Dia bisa lihat jika mereka duduk disalah satu kursi disana dengan pacarnya yang duduk dipangkuan Kris. Mereka kembali berciuman dan sekarang bisa dibilang lebih dari sekedar mesra. Lay menelan ludahnya.

"aku tidak boleh melihatnya! Tidak boleh!" kata Lay seraya menutup matanya dengan kedua tangan. Lay melangkah mundur dengan perlahan. Dan dia menghentikan langkahnya saat merasakan punggungnya menabrak sesuatu.

GREP.

Lay merasakan ada seseorang memeluknya dari belakang. "hehehe.. Sedang apa, Chagi?". Lay tahu itu suara Suho.

Suho tadi melihat Lay sedang mengintip sesuatu dibalik bilik tua ini. Karena masih penasaran Suho pun melepaskan pelukannya untuk melihat sesuatu itu. Namun Lay mencegahnya.

"ja-jangan!" katanya dengan kedua tangan yang menahan dada Suho.

"wae? Aku penasaran" kata Suho dengan senyumnya. Lalu ia berjalan ketempat Lay mengintip tadi. Lay mengikuti Suho dibelakang.

Suho mengintip juga, dan matanya membelalakn seketika. "apa yang mereka lakukan?! Ini sekolah, bukan kamar mereka!" kata Suho. Lay sudah tahu Suho akan mengatakan hal seperti itu. Makanya tadi dia melarang Suho untuk melihatnya. Suho adalah ketua organisasi siswa yang baik, ingat?.

"aku akan menghentikan mereka!" kata Suho. Dia pasti sudah sampai disana untuk memisahkan kedua namja yang sedang bermesraan itu jika saja Lay tidak menahannya.

"ja-jangan!" kata Lay seraya menyeret Suho menjauhi bilik itu ke bilik yang lain. Pokoknya menjauhkan Suho dari sana. Tidak peduli dengan mulut Suho yang terus mengatakan "ini tidak bisa dibiarkan!' atau 'sekolah bukan tempat untuk bermesraan!'.

"Jangan mengganggu acara mereka" kata Lay. Namun Suho tetap protes dan tidak terima jika sekolah tidak digunakan dengen efektif.

Suho melepaskan tangan Lay yang memegang pergelangan tangannya lalu berjalan untuk menghentikan kegiatan Kris dan pacarnya.

"Kau mau kemana?" tanya Lay sambil menahan Suho pergi.

"Minggirlah! Aku mau mengehentikan mereka!" kata Suho yang mengundang suara 'SSSSHHHHTTT!' dari banyak orang disana. Suho lantas menutup mulutnya. Dia lupa jika sedang berada diperpustakaan. Lay menghela nafas, lalu menyeret Suho masuk kesalah satu bilik.

"aku tidak boleh membiarkan itu, Lay. Menurt peraturan baru yang dibuat oleh Gyojangnim, siswa-"

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Lay tiba-tiba membungkam Suho dengan menciumnya.

Suho membulatkan matanya. Lay mencium bahkan melumat dengan lembut bibirnya. Ini adalah ciuman pertamanya, dan Lay yang memulai? Padahal selama ini Lay selalu menghindar jika Suho ingin menciumnya.

Suho memeluk pinggang Lay lalu membalas ciuman Lay. Ia tidak lagi ingat dengan dirinya yang seorang ketua organisasi siswa yang menjunjung tinggi nama baik sekolahnya. Ia lupa jika sesaat yang lalu ia mengatakan akan mengentikan siswa yang berciuman disekolah. Now see?! Apa yang dia lakukan sekarang? Yang ada diotaknya sekarang hanya tidak ingin melewatkan kesempatan mencium bibir indah seorang Zhang Yixing, namjachingunya yang paling cantik sepanjang masa.

Bahkan mereka juga sampai tidak sadar jika ada seorang siswa yang mematung diujung lorong bilik tempat mereka berada. Menyaksikan kegiatan mereka.

.

Kaki Kyungsoo seperti lengket dilantai perpustakaan itu. Dua orang yang yang sedang berciuman itu sedang memejamkan mata mereka, seharusnya Kyungsoo bisa cepat lari agar tidak ketahuan mengintip.

Tapi Kyungsoo tidak bisa dituduh mengintip juga. Dia memang ingin kebilik ini untuk mencari buku, dan dia tidak sengaja memergoki dua orang yang ia kenali mereka sebagai Ketua Organisasi siwa, Kim Junmyun. Dan yang satu lagi adalah teman Xiumin Hyung, yang sering menemani mereka makan siang dulu, Zhang Yixing.

Kyungsoo tersentak saat tangan seseorang membungkam mulutnya dari belakang lalu menyeretnya pergi dari acara 'Live Kisseu bersama SuLay Couple' .

"Kau mengintip" kata orang dibelakang Kyungsoo, yang tangannya sedang membungkam mulut Kyungsok itu. Ia lalu melepaskan tangannya setelah sampai ditempat yang jauh dari tempat 'nonton' Kyungsoo tadi. Dan dia membiarkan Kyungsoo menghadapnya.

"Jongin?"

"kau mengintip mereka?" tanya Jongin. Kyungsoo menggeleng cepat dan terlihat lucu dimata Jongin. Lalu Jongin tersenyum kecil. Dia sudah tahu jika Kyungsoo bukan namja yang suka menyangkal. "aku tahu" katanya.

Kyungsoo tidak sepenuhnya merasa lega sudah ditolong Jongin. Dia malah waspada, siapa tahu Jongin akan menyerangnya lagi seperti seminggu yang lalu.

"apa?" tanya Jongin saat Kyungsoo terlihat serius menatapinya. Kyungsoo menggeleng cepat(lagi).

"sedang apa kau disini?" tanya Kyungsoo.

"a-aku hanya... Cari buku. Ya, aku sedang cari buku" kata Jongin gugup, lalu mengambil asal buku di rak yang ada dibelakangnya. " buku ini, hehehe" kata Jongin sambil sambil nyengir dan menunjukkan buku itu pada Kyungsoo.

Kyungsoo mengerutkan keningnya. "Di-Diet Sehat ala Vegetarian?" Kyungsoo membaca judul buku yang dipegang Jongin.

Cengiran Jongin mengendur. Bbabo Jongin!, rutuk Jongin dalam hati.

"kau.. Vegetarian?" tanya Kyungsoo lagi. Jongin mengangguk kikuk. Dan sedetik kemudian wajah Kyungsoo menjadi cerah. Seolah dia baru saja mendapatkan hadiah terbaik.

"aku juga!" kata Kyungsoo senang dengan mata bulatnya yang berbinar-binar.

.

Jongup bangkit dari duduknya. Sudah seminggu Jongup menunggu Zelo dihalaman belakang sekolah, tapi Zelo tidak juga datang.

Apa dia benar-benar marah ya?

Jongup berdecak lalu beranjak pergi dari sana. Sudah cukup! Ia akan mendatangi Zelo dikelasnya. Terlalu lama tidak bertemu Zelo membuat Jongup merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya.

"Hey, Jongup!" lengan Jongup ditahan oleh Youngjae yang kebetulan berpapasan dengannya. " kau mau kemana?" tanya Youngjae.

"aku ada urusan penting, maaf ya" kata Jongup seraya melepaskan tangan Youngjae dari lengannya lalu segera melanjutkan perjalanannya.

"ada apa sih? Kenapa semua orang menghindariku?" tanya Youngjae. "apa ada yang salah denganku?" gumamnya seraya berkaca dijendela kelas yang ada didekatnya.

Back to Jongup -

"Zelo!"

Jongup mempercepat langkahnya saat melihat Zelo yang baru saja keluar dari kelasnya.

"Ze-Zelo" kata Jongup, ikut berjalan disamping Zelo karena Zelo tidak mau berhenti saat dipangil.

"Kau masih marah padaku, ya?" tanya Jongup. Zelo tidak menjawab, tapi ekspresi wajahnya berubah. Terlihat raut wajah tidak suka.

"Aku minta maaf. Waktu itu aku ada urusan dan tidak memberi tahu dulu" kata Jongup. Sebenarnya waktu itu dia sedang diseret paksa oleh Youngjae. Tapi dia tidak mungkin menyalahkan orang lain dalam hal ini. Ini salahnya.

"Zelo" panggil Jongup. Zelo tidak menjawab. Dia malah melangkahkan kaki panjangnya lebih cepat lagi, meninggalkan Jongup dibelakangmya. Oh, kasihan sekali Jongup.

.

"ah, biasa saja kok" gumam Youngjae. Dia masih asyik berkaca dijendela kelas orang. "lalu kenapa mereka menghindariku?" gumamnya lagi.

Youngjae bisa melihat ada bayangan Sehun muncul juga disana. Youngjae tersenyum, "sedang apa?" tanya Youngjae.

"aku mencarimu dari tadi" kata Sehun. Youngjae berbalik menghadap Sehun. " ayo kekantin, aku lapar" lanjut Sehun.

"Wow! Kau yakin mau makan 'makanan murah'" tanya Youngjae tidak percaya.

"jangan banyak bicara" kata Sehun datar. Youngjae tertawa lalu berjalan disampin Sehun menunju kantin.

Didalam kantin tidak seramai biasanya. Mungkin karena Tao dan Kris tidak ada disana, jadi fans mereka yang berisik juga tidak ada. Yang ada hanya fans Luhan dan Himchan yang masih setia bergerombol dimeja mereka.

Youngjae mendului Sehun, berjalan menuju Luhan. Tapi Sehun menariknya lagi, dan membawanya kemeja lain. "loh? kenapa tidak ke meja Luhan Hyung?" tanya Youngjae bingung.

"jangan banyak bicara. Cepat, ambilkan aku makan siang" kata Sehun. Youngjae mendengus. Sehun memang sudah berhenti pamer padanya, tapi sekarang dia malah bertingkah like a boss padanya. Tapi sebenarnya Youngjae tidak keberatan untuk mengantri. Perutnya juga terasa lapar. Jadi dia segera pergi sebelum antrian semakin paniang .

Sehun tersenyum. Berbeda sekali, katanya dalam hati.

Ia mengedarkan pandangan dan matanya berhenti pada Luhan yang sedang tertawa bersama teman-temannya. Sehun tidak suka melihat itu dan memalingkan wajahnya. Dia beralih pada Youngjae yang sedang antri dengan dua nampan. Sebuah senyum terukir dibibirnya. Sangat berbeda..

.

"Bekkie, jangan begitu dong~" kata Chanyeol seraya menggelayuti kaki Baekhyun. Mengundang beberapa tatapan 'ada apa?' dari banyak pasang mata disekitar mereka.

"ja-jangn begini! Lepas!" kata Baekhyun sambil berusaha menjauhkan Chanyeol dari kakinya.

"shirreo!" kata Chanyeol malah semakin erat memeluk kaki Baekhyun.

"uwaaa! Lepas!" Baekhyun menghentak-hentakkan kakinya agar Chanyeol bisa melepaskan pelukannya.

"akan kulepas jika kau mau kembali jadi tangan kananku" kata Chanyeol.

"iya, iya. Aku akan jadi tangan kananmu. Tapi lepaskan kakiku!" kata Baekhyun.

Chanyeol tersenyum penuh kemenangan lalu melepaskan pelukannya dari kaki Chanyeol. Ia berdiri didepan Baekhyun dengan wajah senang. Dia lalu memeluk Baekhyun yang lebih kecil darinya itu dengan satu tangannya. "gomawo, Baekkie" katanya.

"ne, ne. Sudah, lepaskan aku" kata Baekhyun. "dengarkan aku ya, Chanyeol. Aku, butuh istirahat. Aku bukan robot yang akan patuh saat kau suruh, karena robot tidak pernah lelah. Dan aku adalah manusia, aku butuh istirahat"

Chanyeol mengangguk mengerti. "ba-baiklah. Kau boleh istirahat".

"lima menit", tambah Chanyeol buru-buru.

Baekhyun membelalak. "apa?! Aku berkerja selama seminggu!" kata Baekhyun tidak terima. Yang benar saja, masa cuma lima menit?!

"oh kalau begitu, tujuh menit" kata Chanyeol. "satu menit untuk satu hari" lanjutnya.

Baekhyun mengumpat dan menginjak satu kaki Chanyeol lalu melangkah pergi. Tidak peduli akan Chanyeol yang mengaduh-aduh dengan suara keras.

.

Youngjae datang dengan dua nampan ditangannya. "makan siang dataaang~" katanya.

Sehun menerima makan siangnya dengan senyum. "gomawo" katanya.

"apa?" tanya Youngjae setengah kaget. "apakah Oh Sehun baru saja mengatakan 'gomawo'? Wow! Hebat sekali" kata Youngjae sambil menepuk-nepuk bahu Sehun.

"Ck! Duduk dan makanlah!" kata Sehun.

"ah, begitu saja marah" kata Youngjae dengan tampang mengejek sambil duduk disamping Sehun. "Seme tampan tidak boleh marah" lanjutnya, membuat pipi Sehun memanas.

Sehun menatap Youngjae yang mulai memakan makanannya lalu menatap makanannya sendiri. " kau yakin ini boleh dimakan?" tanyanya sambil menunjuk makanannya.

"tentu saja" kata Youngjae dengan semangat. "coba ini" Lalu ia menjejalkan sesendok penuh salad buah pada mulut Sehun sampai Sehun hampir tersedak.

Sehun menaikkan alisnya, "Wah! Ini enak sekali" katanya lalu menyendok saladnya sendiri. Dia tidak pernah merasakan makanan dikantin sekolah selama ini bahkan dia menghindarinya. Tapi ternyata makanan disini jauh lebih enak ketimbang masakan koki rumahnya.

"tentu saja! Masakan Mpok Hyorin memang yang terbaik" kata Youngjae. Lalu mereka berdua mulai makan dengan lahap.

Sehun makan dengan tidak sabaran. Seolah dia tidak akan pernah merasakan masakan itu lagi. Bahkan dia mengambil alih kentang goreng milik Youngjae.

"'makanan murah' enak juga, kan?" tanya Youngjae sambil tersenyum jahil. Sehun mengangguk sambil terus makan.

"makannya pelan-pelan saja" kata Youngjae sambil menggetok(?) pelan kepala Sehun dengan sendok plastiknya.

Lalu ia kembali menyendok makanannya dan melahapnya. "hmm!" Youngjae mengernyit. "rasa jeruk" katanya. Ia meneliti sendoknya lalu menatap rambut Sehun.

"pasti kena yang warna orange" katanya sambil menunjuk rambut warna orange Sehun.

"jjinja?" kata Sehun. Ia menyentuh rambutnya sendiri. Jangan-jangan pewarna rambutnya mengandung perisa makanan.

"tidak. Hanya bercanda" kata Youngjae sambil tertawa.

Sehun tertegun. Youngjae sangat manis jika sedang tertawa. Jauh lebih menyenangkan jika sedang bersama Youngjae dari pada bersama Luhan yang selalu menyindirnya.

"oh iya, kenapa hari ini kita tidak duduk bersama Luhan Hyung?" tanya Youngjae. Sehun tersadar dari pikirannya.

"apa?"

Youngjae menghela nafas, "kenapa kita tidak ke Luhan hying hari ini?" tanya Youngjae lagi

"aku tidak mau mendekatinya lagi"

"wae?" tanya Youngjae heran. Bukannya Sehun yang memaksa-maksa ingin mendekati Luhan? Kenapa sekarang bilang seperti itu? Apa dia menyerah?

"wae? Kau menyerah?" tanya Youngjae lagi.

"tidak" kata Sehun. "aku tidak menyerah" lanjutnya."aku hanya... tidak jadi menyukainya" .

"wae?" tanya Youngjae.

"karena aku baru sadar. Bukan dia yang aku suka sebenarnya" kata Sehun santai sambil memakan salad milik Youngjae.

"lalu siapa?" tanya Youngjae. Tapi Sehun tidak menjawab, dia hanya tersenyum pada Youngjae lalu ia melanjutkan acara makannya

"Youngjae".

Youngjae dan Sehun menoleh pada sumber suara. "Jongup!" pekik Youngjae senang dan memeluk Jongup dan membawanya berputar-putar sambil melompat-lompat kecil, "kau dari mana saja?".

"hehe.. tidak dari mana-mana" jawab Jongup.

"sudah hentikan!" kata Sehun tidak suka dan memisahkan keduanya. Dia tidak suka Youngjae memeluk orang lain meskipun itu sahabatnya sendiri. Youngjae menyeret Jongup duduk disampingnya. Diantara Youngjae dan Sehun.

Sehun yang merasa dipisah dari Youngjae pun memilih untuk pindah posisi duduk menjadi disebelah Youngjae. Jadi sekarang Youngjae ada diantara mereka berdua.

"aku ingin tanya sesuatu" kata Jongup.

"apa?" tanya Youngjae. "katakanlah" lanjutnya.

Jongup lalu bercerita tentang pertemuannya dengan Zelo. Kedekatannya dengan Zelo sampai kenapa Zelo marah padanya. Hal itu membuat Youngjae jadi merasa bersalah.

"eotteohke?" tanya Jongup, matanya menatap Sehun yang sedang memperhatikan wajah Youngjae sambil senyum-senyum sendiri.

"ah! Bagaimana kalau kau nyanyikan sebuah lagu untuknya" kata Youngjae.

"nyanyi? Aku tidak pandai bernyanyi" kata Jongup. Matanya masih menatapi Sehun yang menatapi Youngjae sambil tersenyum. Jongup sedikit aneh melihatnya.

"ah! Kau payah!" kata Youngjae. Dia kembali berpikir. "bagaimana kalau kasih dia sesuatu? Sebagai permintaan maaf" katanya.

"sesuatu? Apa?" tanya Jongup. Jika Zelo perempuan, Jongup pasti akan memberinya boneka atau bunga, atau-

"Coklat!" kata Youngjae dan Jongup bersamaan. Lalu mereka tos. Baiklah, Jongup akan membelikan Zelo coklat paling mahal yang dijual ditoko permen didekat sekolah sekarang juga.

.

Seperti biasa, Himchan pergi kehalaman belakang sekolah untuk menemui Yongguk-uhm-sahabatnya. Entahlah..

Mereka kadang bicara seperti sahabat pada umumnya, tapi kadang mereka juga bicara seperti mereka adalah sepasang kekasih. Entahlah..

Himchan membawa buku catatan milki Yongguk. Karena mereka sekelas dan Yongguk jarang mengikuti pelajaran dan lebih memilih tidur disana, Himchan dengan senang hati dan penuh perasaan menyalin tugas-tugasnya(yang sebenarnya dia juga menyalin tugas Luhan) untuk Yongguk.

Himchan memeluk buku ditangannya sambil tersenyum. Ia segera mempercepat langkahnya menuju tempat Yongguk berada.

Saat sampai disana, ia mengerutkan kening saat melihat Yongguk menutupi wajahnya dengan Jaket. Himchan berdehem lalu- "YAH! TUKANG TIDUR! IRREONA!" dia berteriak tepat diwajah Yongguk yang tertutup Jaket itu. Tangannya terulur untuk membuka Jaket merah yang menutupi wajah Yongguk, namun Yongguk menahannya.

Himchan sudah tahu, pasti sesuatu terjadi pada Yongguk. "lepas!" kata Himchan seraya berusaha menarik Jaket itu. Namun Yongguk menahannya dengan kuat. "ayo lepas! Biarkan aku melihatnya" kata Himchan.

Dan Himchan mengerahkan semua tenaganya untuk membuka jaket itu. Matanya membelalak seketika. Di wajah Yongguk terdapat beberapa luka dan memar. "Astaga", Himchan menangkup wajah Yongguk dan menelitinya. Ia mengusap memar yang ada disudut bibir Yongguk dengan ibu jarinya. "apa yang terjadi?".

Yongguk tidak menjawab.

"Kau berkelahi?"

Yongguk masih tidak menjawab.

"Bang Yongguk!". Yongguk malah melepas kasar tangan Himchan yang sedang menangkup wajahnya lalu kembali menutupi wajahnya dengan jaket merahnya,

"jawab aku, Yongguk-ssi!", Himchan tidak suka jika Yongguk mulai seperti ini. Himchan sudah tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

"Jangan ikut campur!" jawab Yongguk tanpa membuka jaketnya. "ini bukan urusanmu" lanjutnya.

"Semua urusanmu adalah urusanku juga" Himchan menarik paksa jaket merah itu dan membuangnya kesembarang arah.

"Siapa kau?! Kau bukan siapa-siapaku!" kata Yongguk sinis.

"Aku sudah berjanji pada ibumu untuk-"

"Kami bisa menjaga diri kami sendiri"

"Berhentilah bersikap keras kepala seperti itu!"

"aku tidak akan seperti ini jika kau tidak marah-marah terus!"

"aku tidak marah-marah! Aku hanya ingin kau jelaskan, ada apa dengan wajahmu?!"

"aku sudah bilang ini bukan urusanmu!"

Himchan berdiri dari posisinya lalu melempar kasar buku yang dipegangnya pada Yongguk. "terserah apa katamu" katanya sebelum ia melangkah pergi. Yongguk bisa lihat Himchan mengusap pipinya dari kejauhan.

.

Zelo sedang duduk dibangku kelasnya. Matanya menatap keluar jendela. Zelo tahu bahwa dirnya kesepian. Jujur saja, dia tidak punya teman selain Jongup. Maksudnya teman yang dekat , walaupun hanya teman saat disekolah saja.

Tapi mengacuhkan Jongup membuat dia merasa bersalah juga. Sebenarnya Zelo juga tidak tahu kenapa dia marah pada Jongup. Bukannya Jongup sudah bilang jika waktu itu dia ada urusan hingga tidak bisa memberi tahunya. Tapi urusan apa? Zelo ingin tahu. Tapi Zelo tidak boleh ingin tahu. Dia bukan siapa-siapa Jongup. Hanya teman saja.

Tapi.. Aish! Sudahlah!. Zelo menelungkup diatas mejanya. Dia sudah terlanjur tidak punya teman, jadi dia memilih untuk tidur saja.

Beberapa saat kemudian...

Zelo tersentak bangun dari tidurnya. Barusan dia bermimpi; dia sedang bermain skateboard dihalaman belakang sekolah, dan saat dia sedang asyik meluncur, tiba-tiba saja jalan aspal yang dia pakai meleleh. Dan seketika itu pula Zelo tenggelam hingga kedasar danau aspal itu. Tapi anehnya danau itu tidak panas dan tidak berwarna hitam, melainkan berwarna coklat dan terasa manis.

Zelo menghela nafasnya. Dia lalu tersentak kaget saat melihat seseorang sedang duduk di sampingnya sambil tersenyum. "Hai, Zelo. Kau sudah bangun" kata orang itu yang ternyata adalah Jongup.

Setelah membeli coklat tadi, Jongup buru-buru pergi mencari Zelo. Eh, ternyata Zelo sedang tidur dikelasnya.

"sedang apa kau disini?" tanya Zelo. Sebenarnya Zelo bicara dengan sinis, namun wajahnya tidak mendukung kesinisan(?)nya dan membuat wajahnya terlihat lucu dimata Jongup.

"a-aku..." Jongup sedikit gugup. Dia takut Zelo tidak menerima permintaan maafnya lagi. "ini" kata Jongup sambil menyerahkan sekotak besar coklat dengan pita biru yang melilit indah diatasnya.

"maafkan aku, Zelo. Aku berjanji tidak akan datang terlambat lagi" katanya.

Zelo menatap kotak besar didepan wajahnya itu. Matanya berbinar-binar. Kalau kalian ingin tahu, sebenarnya Zelo adalah pecinta coklat. Dan coklat yang Jongup pegang itu adalah coklat termahal dan terenak yang pernah Zelo cicipi(hanya sekali saat usianya dua belas tahun).

Zelo menerimanya dengan wajah anak kecil yang sedang senang. "baiklah. Aku maafkan" kata Zelo sambil tersenyum manis.

"Jeongmal?" tanya Jongup. Dan Zelo mengangguk lucu. "ffiiuh~ leganya" kata Jongup menghela nafas.

"boleh kumakan ini sekarang?" tanya Zelo sambil menunjukkan kotak coklat itu.

"makan saja" kata Jongup. "kau suka?" tanyanya.

"suka sekali" kata Zelo penuh semangat. "ayo kita makan bersama" kata Zelo. Dan mereka pun akhirnya berbaikan dan makan coklat bersama. Jongup memberikan senyumannya pada dua orang yang sedang mengintip dari luar kelas.

"hh~ Akhirnya Jongup punya pacar juga" kata Youngjae sok tahu.

"kau, kapan punya pacarnya?" tanya Sehun yang sedang berdiri disampingnya.

"molla. Aku belum menemukan seseorang yang bisa kujadikan pacar" kata Youngjae. Sehun tersenyum senang. Itu berarti masih ada kesempatan untuknya mendekati Youngjae.

"ayo kita pergi" kata Sehun sambil menggandeng tangan Youngjae.

"apa-apaan ini?" tanya Youngjae sambil berusaha melepaskan tangannya.

"latihan saja. Suatu saat, namjachingumu juga akan menggandeng tanganmu, kan?" kata Sehun. "sudah jangan protes" lanjutnya saat melihat Youngjae hendak membuka mulutnya. Lalu Sehun menggandeng Youngjae kemanapun dia mau. Mumpung ada kesempatan, jangan dilewatkan. Kapan lagi kau bisa menggandeng tangan orang yang kau suka.

Tanpa sengaja, Luhan melihat Sehun dan Youngjae sedang bergandengan tangan. Entah enapa dadanya terasa sesak. Dasar pelangi kurang ajar! Beraninya dia memainkan perasaanku!.

"Tidak akan kubiarkan. Dia hanya milikku" gumam Luhan.

.

"eh? Daehyunnie Hyung~"

Youngjae melepas tangan Sehun dan berlari menghampiri Daehyun yang sedang berjalan sendirian sehingga Sehun mendecak sebal.

"Daehyunnie Hyung~"

"Sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu!" kata Daehyun.

"Hey! Kau tidak perlu kasar seperti itu" kata Sehun sambil menggenggam tangan Youngjae. Daehyun melihatnya. Oh, ternyata benar dia pacar Youngjae.

"Daehyunnie Hyung, aku ingin lihat hadiahmu. Boleh ya?" kata Youngjae sambil meraih tangan Daehyun namun dengan cepat Daehyun menjauhkan tangannya.

"Tidak!" katanya lalu melangkah pergi meninggalkan dua orang itu. Sial! Kenapa dadaku sesak begini!?. Daehyun menghela nafasnya. Matanya juga terasa panas. Ada apa dengannya?

.

"Ahjumma" panggil Yongguk sambil menepuk bahu Himchan yang sedang berdiri didepan pagar halaman belakang sekolah. Yongguk tahu Himchan masih belum jauh dari sana. Himchan sedang menundukkan wajahnya bahunya bergetar. "mianhae" lanjut Yongguk.

"Ulljima" kata Yongguk lagi sambil mengelus-elus punggung Himchan. "maafkan aku, ne?" katanya lagi. Himchan mengangguk namun tetap membelakangi Yongguk dengan menundukkan kepala. Dia mengusap wajahnya.

Yongguk hanya tersenyum melihatnya. Ia menuntun Himchan duduk ditempat terdekat. Yongguk bisa lihat pipi Himchan yang basah, tangannya terulur untuk menghapus jejak air mata Himchan, namun Himchan menepisnya. "Baiklah, karena kau sudah menangis. Aku akan cerita" kata Yongguk yang langsung mendapat tatapan tajam dari Himchan. Yongguk terkekeh pelan.

"aku memang berkelahi. Maafkan aku" kata Yongguk. "Tapi namja itu yang memulainya duluan. Dia mabuk dan aku tidak sengaja menyenggolnya. Tiba-tiba saja dia menyerangku. Kau tahu kan.. Aku tidak mungkin diam saja jika ada yang cari gara-gara denganku. Aku membalasnya dan kami berkelahi" cerita Yongguk.

"dan kabar baik untukmu". Himchan menatap Yongguk, menanti kalimat selanjutnya. "aku dipecat" lanjut Yongguk. Himchan merasa beban dalam dirinya yang hilang. Yongguk dipecat dari Club malam itu? Hebat! Itulah yang ingin Himchan dengar sejak lama.

"kau senang kan, Ahjumma?" tanya Yongguk sambil tersenyum jahil. Himchan hanya mendengus saja. "sakit, Ahjumma~" kata Yongguk manja sambil menyentuh pipinya yang memar.

Himchan menampar pelan pipi Yongguk, membuatnya meringis kesakitan. Yongguk mengacak pelan rambut Himchan. "Jangan menangis lagi, ya? Mulai sekarang kau tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi" katanya, tangannya sekarang bergerak mengelus-elus rambut halus Himchan.

"gomawo.. Sudah merawatku dan adikku" kata Yongguk seraya memeluk Himchan. Himchan hanya bisa pasrah saja dipeluk dengan erat seperti itu. Tapi jujur saja, Himchan ingin sesuatu yang lebih dari sekedar berpelukan. Mungkin dalam mimpi.., batin Himchan.

.

Daehyun duduk dikelasnya. Jarinya memutar-mutar sebuah gantungan kunci yang ia dapat dari Jinki sonsaengnin seminggu yang lalu. Dia memandangi benda yang sedang berputar-putar dijarinya itu.

Dia berpikir, untuk apa Jinki sonsaengnim memberinya dan Youngjae sepasang gantungan kunci itu? Apa dia sengaja karena mengira mereka pacaran? atau dia tidak ingin mengeluarkan banyak uang untuk benda lain?

Daehyun menghela nafasnya. Dia jadi terbayang wajah Youngjae yang sedang tertawa, Youngjae yang sedang mengayun-ayunkan tangannya sambil mengatakan 'Daehyunnie hyung~', Youngjae yang sedang tidur.

"AAAAARRRGGGHHHHTTT!"

Tao yang baru saja memasuki kelasnya terlonjak kaget mendengar Daehyun berteriak frustasi seperti itu.

"ada apa?" tanya Tao. Daehyun menatap Tao.

"aku harus merebutnya!" katanya sambil menggenggam tangan Tao dan menatapnya serius. "aku harus bisa mendapatkannya!" kata Daehyun. Tao mengangguk entah untuk apa.

Daehyun melepaskan tangannya dan menatap gantungan kunci yang dipegangnya. "dia milikku!" gumanmnya lagi.

.

AFTER SCHOOL

.

"Youngjae, aku pulang dengan Zelo. Tidak apa, kan?" tanya Jongup.

"oh, jadi kau mau kencan ya? Baiklah, tidak apa-apa. Aku pulang sendiri saja" kata Youngjae sambil menepuk bahu Jongup.

"gomawo, Youngjae" kata Jongup. "kau teman yang baik" lanjutnya.

"Aku tahu. Sudah cepat sana, nanti dia ngambek lagi loh" kata Youngjae seraya mendorong Jongup kearah Zelo yang sedang menunggunya didepan kelas.

"bye~ Hati-hati ya~" kata Youngjae sambil melambaikan tangannya.

"Hai, Youngjae" Youngjae menoleh pada seseorang yang seenaknya menggenggam tangannya itu.

"oh, Kau" kata Youngjae saat tahu jika orang itu adalah Sehun. Mereka berdua berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang.

"kau pulang naik apa?" tanya Sehun.

"naik bus" jawab Youngjae. Meskipun dia orang kaya, Youngjae lebih suka naik bus bersama Jongup setiap hari.

"pulang bersamaku yuk. Naik Limo" kata Sehun.

"tidak ah. Aku bosan naik Limo" kata Youngjae. "aku naik bus saja" lanjutnya.

"aku ikut ya?" tanya Sehun.

"kau yakin?" ejek Youngjae. "Bus nya berisik loh" katanya lagi.

"tidak apa-apa. Yang penting aku pulang bersamamu" kata Sehun.

"okelah kalau begitu" Dan mereka terus berjalan untuk pulang naik bus. Yah, meskipun sebenarnya Sehun lebih suka naik Limo yang tenang dan dingin. Tapi.. Apapun akan dia lakukan agar bisa dekat dengan Youngjae.

Tanpa mereka sadari, ada dua orang yang dari tadi mengikuti mereka dengan perasaan tidak suka.

"awas kau rainbow cake!" kata mereka berdua bersamaan.

.

"eh?" Luhan menatap seseorang disampingnya yang baru saja berbicara persis seperti apa yang dia ucapkan.

"apa 'rainbow cake' yang kau maksud itu adalah Sehun?" tanya Luhan. Namja tinggi disampingnya itu mengangguk.

"jadi apakah kita punya masalah yang sama disini?" tanya namja itu. Luhan mengangguk.

"Sehun adalah milikku" kata Luhan.

"dan Youngjae adalah milikku" kata namja tinggi itu.

"bagus! Kita harus pisahkan mereka secepatnya" kata Luhan. Luhan mengulurkan tangannya, "aku Xiao Luhan" kata Luhan.

Namja itu menyambutnya dan menjabat tangan Luhan.

"Aku Jung Daehyun"

Dan mereka berdua tersenyum. Atau, menyeringai?

TBC.

Halo semuanya~

Saya ngebet update hari ini juga. Soalnya besok udah puasa. Agak nggak sreg kalo nulis YAOI(meskipun bukan Rate M) dibulan puasa. Hehehe..

Buat readers yang berpuasa, Selamat puasa ya ^0^. Jangan mokel loh, hehe..

Enaknya selama puasa saya ngetik nggak ya? Hehe.. Bingung. Takut pahala berkurang.

Yaudahlah...

Oh iya,

Buat mau lebih dekat dengan saya? *siapa juga?

Add FB saya: xyliapark94 / search name: Xylia Park.

Atau kalau anda punya KakaoTalk, bisa Add ID saya, EE8207583.

Itu jika anda berminat.. Kalau tidak, ya abaikan saja. Oke?

Gamsahamnida *deep bow

Big Thanks to:

Yongchan, Zhang Mei Li, HyunieKyungie, Anou, ichikazen, Yui the Devil, Navy Dilla, ajib4ff, babyelf, Vicky98Amalia, zelming, Tania 3424, Deer Panda, Kopi Luwak, Vero Kyungsoo, , Azura Lyn Gee, swag joker, no komen, imspecially3, I'm Dee, Jang Taeyoung, Sisca minstalove, honeychan, Kim Mika, Brigitta Bukan Brigittiw, supirnya Baekhyun, Sapphir Girl, Imeelia, awlia, enchris.727, BLUEFIRE0805, virnaulisam, Udel Myungsoo, hatakehanahungry, Junh Sungra, pinoya, Riyoung6398.

Review(lagi) Juseyo...