[CHAP 4/END]
Warning : Maaf atas keterlambatan update #bow
ENJOY STORY!
[Don't Like? Want To Bash Me? HUSH!]
Lullaby Dik
Presents
.
.
Kyuhyun duduk gelisah di bangku panjang yang disediakan gedung kepolisian. Beribu pertanyaan bersarang dikepalanya. Tetapi tidak ada yang bisa dia tanyai untuk saat ini. Kibum pergi entah kemana meninggalkannya sendiri disini.
"Kim Kyuhyun?" alih-alih seseorang memanggilnya, Kyuhyun bangkit dan membungkuk kecil. Dia tahu namja ini. Namja yang dipanggil Kris dengan 'Siwon'. Saat ini Siwon rapi dengan seragam lengkap kepolisiannya.
"Ya."
"Ikuti aku. Kibum menunggumu disana."
"Kenapa bukan Kibum yang menjemputku?"
"Dia masih mengurus masalahnya yang membayar kepolisian." Kyuhyun berlari kecil untuk menyamakan posisinya dengan Siwon.
"Apa itu masalah besar? Apa Kibum akan dipenjara? Bukankah kepolisian sendiri yang bodoh menerima suapannya?" tanya Kyuhyun beruntun.
Siwon berhenti sejenak, lantas memandang Kyuhyun intens. Dan tertawa kecil. "Pantas saja Seunghyun sangat tergila padamu. Kau berbeda dengan namja dan yeoja lainnya Kyu. Aku saja sudah menyukaimu." Jawab Siwon yang membuat perempatan didahi Kyuhyun keluar.
"Seunghyun? Astaga! Aku semakin bingung." Umpat Kyuhyun. Menatap malas dan kesal kepada Siwon. Bibir Kyuhyun bergerak-gerak kecil –menggerutu.
"Tidak. Tidak ada masalah yang berarti. Malahan Kibum menuntut balik pihak kepolisian. Semua sudah diperhitungkan Kibum. Aku saja sedikit ngeri melihat rencananya. Sangat licik dan sempurna." Siwon kembali melanjutkan langkah sembari menjelaskan kekagumannya pada sosok Kibum.
"Rencana?" ulang Kyuhyun.
Siwon mengangguk singkat, "Ya. Saat dia menjadi tahanan sementara, Kibum bersikeras bahwa bukan dia pembunuhnya melainkan orang yang ku kenal. Kibum juga memakai ancaman agar aku membantunya. Aku sendiri takjub, ucapan dan rencana Kibum berjalan persis yang ia duga." mereka jalan berbelok, Siwon beberapa kali membungkuk kecil saat berhadapan dengan orang-orang yang bekerja dikepolisian.
"Ancaman apa?"
"Ancaman…" langkah Siwon berhenti didepan sebuah pintu berbahan besi. Menghela nafas panjang.
"Jika aku tidak membantunya maka nyawa Seunghyun akan terancam. Yakinlah, Kibum mempunyai relasi dengan para yakuza." Siwon memutar kenop pintu. Memberi gesture tangan agar Kyuhyun memasuki ruangan itu. "Masuklah. Kibum menunggumu."
Kyuhyun menelan lagi semua pertanyaannya. Dia sudah cukup sehat mencerna semua ini. Setidaknya dia tidak terlalu khawatir dan cemas lagi, karena Kibum baik-baik saja dan sudah dijamin bukan suaminya itu yang membunuh Yoona.
[~KIHYUN~]
"Choi Seunghyun adalah adik kandung dari Choi Siwon. Maka dari itu, aku menyuruh Siwon secara langsung yang membantu. Seunghyun menjebakku. Ku akui dia berhasil mengambil celah dari perhatianku. Kau tahu aku tidak suka dipermainkan bukan?"
"Sebentar… sebentar…" Kyuhyun menarik nafas panjang. Suasana laut yang menentramkan belum bisa menghapus gejolak terkejut perasaannya. Seunghyun? Namja yang dia anggap kekanakan itu? Tidak salah?
"Seunghyun positif menghamili Yoona. Menjadikan Kris –kekasihnya sebagai boneka pembunuhan Yoona. Sementara dirinya memantau dari luar gedung. Aku yakin, Seunghyun sendiri yang menyuruh Yoona memberitahu keberadaanmu padaku. Dan yeoja itu takut memberitahu karena ancaman mengakui keberadaan bayi mereka.
Saat Kris membuat Yoona pingsan, dia menusuk berulang kali bagian perut, menggunting rambut…"
"Hentikan Kim Kibum! Aku tidak mau dengar bagaimana dia membunuh!" racau Kyuhyun. Bayangan mayat Yoona yang sempat dia lihat saja tidak bisa hilang dan sekarang, dengan santainya Kibum mendeskripsikan cara membunuhnya. Apa suaminya itu berhati dingin? Sampai itu saja diucapkan dengan datar tanpa ekspresi.
"Aku tidak berhati sedingin itu Kyu. Aku hanya namja sejati yang tidak takut hal bodoh seperti itu." Kata Kibum seakan bisa membaca raut pucat Kyuhyun.
Kyuhyun menepuk dahinya, "Hal bodoh? Namja sejati tidak akan berkata seperti itu, Bum."
Kibum diam. Memaksa Kyuhyun mencari pembicaraan lain sebelum mereka benar-benar akan saling diam hingga beberapa jam ke depan.
"Aku merasa ada yang janggal, aku paham alasan Kris bersikeras membunuhmu. Tapi, bukankah itu berlebihan? Dia polisi dan dia bisa saja…"
Kibum langsung menyela, "Itulah pekerjaan Divisi Keadilan."
"Divisi Keadilan?"
"Yah… kelompok rahasia di kepolisian. Tidak memiliki banyak anggota, Siwon adalah pimpinannya. Mereka mempunyai tugas yang sama dengan polisi, menangkap penjahat dan memenjarakannya. Namun, kepolisian sendiri tidak menjamin adanya kecurangan dari pihak petinggi. Oleh karena itu, mereka lah yang turun tangan membunuh penjahat yang lepas, tidak kenal takut mati. Karena, mereka tidak akan terkena hukuman apa-apa. Perbuatan mereka akan dianggap angin lalu dan kematian narapidana tidak jadi itu adalah murni kecelakaan."
"Tetapi pihak kepolisian menerima sogokan penjahat tidak jadi itu kan?" protes Kyuhyun.
Kibum menyentil pelan dahi Kyuhyun yang sudah memerah akibat tepukan namja itu sendiri tadi. "Kau baru saja memasuki dunia yang sebenarnya, Kyu." Kyuhyun mendengus, mengusap dahinya yang memerah.
"Aku bukan bayi yang tidak tahu apa-apa. Aku juga tahu kau berhubungan dengan yakuza!"
"Dan aku juga tahu bahwa kau menyamar sebagai juri pada seleksi SM Entertainment untuk memasukkan anak didik mu. Cih, kau juga melakukan tindak kejahatan Kyu."
"Mwo?! Darimana kau tahu?"
"Aku tahu semua tentang mu Kyu."
"Tapi, aku hanya melakukan kejahatan kecil." Bela Kyuhyun pada dirinya sendiri.
"Sama saja."
"Ya sudah!" sewot Kyuhyun, merasa dia tidak pernah menang adu mulut dengan Kibum. Padahal jelas dia adalah namja yang dijuluki Sharp Tongue oleh teman nya. Ternyata, ada yang mengalahkannya. Bukankah itu menyebalkan?!
"Aku teringat sesuatu, depresi 2 minggu, bukankah berlebihan?" sindir Kibum. Jujur, Kibum cemas. Tapi, seukuran namja keras kepala dan bermulut tajam seperti Kyuhyun. Ternyata mempunyai psikis yang begitu lemah.
"Aku hanya manusia biasa yang memiliki hati seperti kaca tipis dan akan retak saat tekanan dahsyat datang."
"…"
"Sudahlah Bum. Kau tahu seumur hidup aku tidak pernah tersentuh oleh hal-hal seperti itu. Kau menyebalkan! Lagipula, kau juga tidak mengunjungiku!"
"Mengunjungimu hanya akan membuatku tertangkap, nyonya Kim."
"Terserah."
[~KIHYUN~]
Siwon duduk berhadapan dengan adik kandungnya dikamar sang adik. Siwon menatap sendu Seunghyun yang terlihat lebih kurus dan tidak terurus.
Ada rasa menyesal setelah menyelidiki kasus itu. Siwon tidak pernah gagal dalam suatu kasus, ia akan menyelidiki hingga tuntas. Beruntung, dengan sedikit arahan Kibum, Siwon mendapatkan bukti kuat yang menjadikan Kris sebagai pembunuh sebenarnya.
Rentang waktu Kris hanya sedikit untuk berganti baju dan kembali ke markas. Satu-satunya tempat menyembunyikan pakaian itu adalah, didalam pot tanaman hias pada ruangan Kibum. Tanaman hias jenis dedaunan bambu yang mudah saja ditarik dari pot nya.
Polisi tidak akan mencurigai sebuah tanaman hias.
Berbeda dengan Kibum, ia paling tahu tata letak semua barang dikantornya. Bambu tanaman hias itu, berputar 30 derajat dari semestinya.
Walaupun Kris telah mengambil kembali, saat ia mengobservasi ruangan diwaktu berikutnya. Jejak darah –meskipun telah dihapus dan sidik jari Kris didalam pot tidak akan pernah lepas dari larutan lugol. Sayang sekali, Kris tidak berpikir sejauh itu.
"Kris ditahan. Hyung tidak bisa menjamin kau bebas dari kasus ini, Kibum tidak akan berhenti menjatuhkanmu Seunghyun. Hyung tidak akan pernah menghianati pekerjaan hyung. Jadi, pergilah jauh dari Korea. Lupakan semua tentang Kyuhyun. Hiduplah tenang dinegara pilihanmu." Melihat tidak ada tanda-tanda balasan dari Seunghyun yang memilih diam sedaritadi. Siwon bangkit dari duduknya. Menatap lekat Seunghyun sekali lagi.
Apakah ini salahnya juga? Seunghyun tidak pernah mendapat kasih sayang dari keluarga. Orangtua mereka selalu sibuk. Dan dirinya sibuk dengan pekerjaan.
Pasti Seunghyun mendekati Kyuhyun karena namja itu memiliki jiwa perduli yang tinggi meski perkataannya yang pedas.
Apalagi Kyuhyun sangat manis.
Sayang sekali, Kyuhyun sudah memiliki suami.
"Aku akan melakukan yang hyung katakan dan melupakan Kyuhyun seosangnim…" ucap Seunghyun tiba-tiba. Akhirnya dia mengangkat kepala menatap Siwon yang bergeming ditempatnya. Mengeluarkan senyum lebar.
Siwon bernafas lega. "Baiklah. Hyung percaya padamu." Siwon balas tersenyum lalu meninggalkan Seunghyun.
"Mungkin…" lanjut Seunghyun lirih. Senyum lebar terkesan tulusnya tadi berubah menjadi seringai yang tidak dapat diartikan sebagai apa.
-THE END-
Note's : Kecewa sama endingnya? Kenapa Seunghyun tidak di hukum? Relasi dan kekuatan. Ini adalah keadilan sebenarnya. Hukum rimba masih berlaku. Gantung? Hehe.
[Thanks For Review]
Kichi hoshi : Ok. Ini sudah.
FiWonKyu0201 : Tentu saja.
GaemGyu92 : Ok.
DahsyatNyaff : Timpuk aja Seunghyun. Hehe.
Rheinakyuhae : Gak apa-apa kok. Yang pasti bukan silent reader.
Dekdes : Begitulah. ^^
Vietakyu33 : Kibum itu berhati baik kok (-mungkin)
Chocosnow : Dik juga ^^
Evilpumpkin : Benar sekali. Cinta itu buta. Buta mata dan buta hati.
Kihyun1217 : Eum!
SuJuELF : Maaf atas keterlambatannya.
Babykyupa : Tepat sekali!
Xoxoxo : Dik lagi heng buat tu couple aneh. Padahal Dik itu Kris!seme.
Guest : Kris atas perintah Seunghyun.
Retnoelf : Ok.
Chocosnow : Anak Seunghyun. Kibum ke hati Dik.
Ikazordick : Sebenarnya bisa dirangkum jadi 2shoot. Tp, dik malas ngetik panjang2.
Babykyupa : Kibum di hati Dik :3
Fazar648 : Yup!
The Bloody Phoenix : Tanya aja Seunghyun. Haha.
Dyayudya : Emang dah suami Dik itu. Haha.
Iloyalty1 : Tapi gak tahu sikon. Kekekekkk.
Miftacinya : Seunghyun dalangnya. #geleng2.
Donatan144 : Kyuhyun gitu loh.
Kimfida62 : Gitu deh. Hehe.
Miss Chocoffee : Dari awal XD
Important!
Make A Review, Please? [review terakhir di cerita ini XD]
[Thanks For Reading]
Jja!
