Title : Crush In Rush

Cast :

Xi Luhan (girl) - Oh Sehun, etc.

Warning : Genderswitch, typo(s), etc

Rated : Mature

Disclaimer :

Chapter ini murni buatan saya sendiri. Maaf bila tidak nyambung dengan chapter sebelumnya.

.

Summary : Sehun dan Luhan. Dua mahluk yang bertolak belakang, yang seharusnya tidak pernah bersinggungan. Tetapi kehidupan mempertemukan mereka ke dalam pusaran nasib yang tidak terelakkan.

.

.

Don't Like

.

Dont'read

.

.

Enjoy

.

.

Hari sudah beranjak sore ketika Luhan dan Sehun sampai di apartemen baru mereka yang berada di Australia.

Tangan kiri Sehun berada di pinggang Luhan, merangkul perempuan itu dengan posesif. Di belakang mereka ada dua pegawai yang membawakan barang mereka, menuju ke apartemen baru milik Sehun dan Luhan.

Sehun berhenti di samping pintu dan jemarinya bergerak untuk menekan beberapa digit angka untuk memasukan password, tak sedetikpun tangannya lepas dari pinggang Luhan.

Pintu terbuka dan mereka segera masuk. Pegawai-pegawai itu meletakan barang bawaan Sehun dan Luhan di dekat sebuah pajangan yang ada di ruangan itu. Sehun merogoh kantongnya lalu memberikan uang 'tip' kepada para pegawai itu sambil tersenyum tipis.

Setelah para pegawai keluar, lelaki itu melepaskan tangannya yang berada di pinggan Luhan dan berlalu menuju ke sebuah sofa putih yang di depannya terdapat televisi layar datar. Ia duduk lalu menyenderkan kepalanya ke sandaran sofa. Kakinya ia luruskan agar tidak menimbulkan kram.

Lelaki itu memejamkan matanya. Ia merasa sangat lelah saat ini. setelah melintasi antar negara dan mengurusi beberapa urusan, mungkin tidur akan terasa nikmat.

Tiba-tiba Sehun mengerutkan dahinya saat menyadari Luhan tidak kunjung menghampirinya. Ia membuka matanya lagi dan menoleh menatap Luhan yang sedang berusaha untuk membawa barang bawaan mereka ke kamar.

"Apa yang kau lakukan?" pertanyaan Sehun membuat Luhan menghentikan aktivitasnya sejenak lalu menatap lelaki itu.

"Aku... Aku akan membereskan barang-barang."

Sehun terkekeh kecil. Ia tidak habis fikir mengapa istrinya begitu polos. Luhan sudah menjadi istrinya.. menjadi Nyonya Oh, dan sehun tidak akan rela membiarkan istrinya berkeringat hanya untuk membereskan barang.

Sehun kaya.. ia bisa menyewa pelayan untuk membereskan barang-barang mereka tanpa harus Luhan yang membereskannya.

"Tinggalkan itu! kemarilah."

Perkataan Sehun seperti perintah membuat Luhan langsung melepaskan koper dan tas yang sedang ia pegang lalu menghampiri Sehun.

Luhan duduk di sofa yang sama dengan Sehun, duduk dengan jarak yang tidak teralu dekat dengan lelaki itu. Sehun mengerenyit sambil menatap Luhan. Apakah Luhan masih merasa canggung kepadanya?

Tangan Sehun meraih pergelangan tangan Luhan dan menariknya dengan pelan, menuntun Luhan untuk duduk di pangkuannya. Semburat merah muncul menghiasi pipi Luhan, membuat Sehun mengelus pipinya dengan lembut.

"Jangan pernah menjaga jarak dengan suamimu lagi."

Luhan mengangguk malu-malu. Dengan ragu-ragu, wanita itu mengalungkan kedua tangannya di leher Sehun membuat lelaki itu memeluk pinggangnya dengan erat.

Sehun menyatukan dahi mereka sambil tersenyum. Luhan pun ikut tersenyum sambil menatap mata Sehun.

"Apa kau bahagia, Oh Luhan?" Sehun berbisik, hembusan nafas Sehun mengenai bibirnya di karnakan jarak mereka yang sangat dekat.

"Sangat... Aku sangat bahagia."

Sehun melebarkan senyumnya dan meraih dagu Luhan dengan tangan kanannya dan mendekatkannya ke bibir Sehun. Luhan hanya memejamkan matanya saat bibir tipis Sehun menyentuh dan menyapu bibirnya.

Ciumannya sangat lembut. Sehun menggerakan bibirnya dengan sangat pelan dan hati-hati seakan takut melukai Luhan. Lelaki itu menyesap, melumat dan sedikit menggigit bibir bawah dan atas Luhan secara bergantian.

Luhan berusaha membalas ciuman Sehun walaupun gerakannya terlampau kaku. Ya, dia masih amatiran.

Sehun melepaskan tautan mereka membuat Luhan membuka matanya dan menatap Sehun. Lelaki itu terkekeh geli, "Kau masih amatiran ternyata. Kau belum pernah berciuman sebelumnya?"

Dengan pipi yang memerah, Luhan mengalihkan matanya menatap ke arah lain selain Sehun. "Pernah... dan itu dengan mu."

"Apakah yang waktu itu adalah ciuman pertamamu?" Sehun tentunya tidak lupa ciuman waktu itu, saat Luhan masih menjadi kekasih pura-puranya. Dan sialnya Kai memergoki mereka waktu itu.

Luhan mengangguk pelan sementara Sehun mengembangkan senyumannya dengan senang, tangan kanannya meraih lagi dagu Luhan untuk membuat perempuan itu menatapnya kembali.

"Jadi aku adalah ciuman pertamamu ya?" Sehun langsung memeluk pinggang Luhan lagi dengan erat dan menyandarkan kepalanya di dada Luhan dan merasakan kehangatan.

Tangan Luhan yang masih mengalung di leher Sehun beraih menjadi mendekap kepala lelaki itu, perempuan itu menumpukan dagunya di puncak kepala Sehun.

"ya.. You're my first kiss, my first love... and my last love, Oh Sehun."

.

.

.

.

Malam harinya Sehun duduk di kursi kerjanya untuk melakukan pekerjaannya. Ia terpaksa harus memundurkan jadwal bulan madunya bersama Luhan karena pekerjaannya.

Luhan sendiri sedang berbaring di sofa panjang yang berada di ruangan itu sambil membaca sebuah novel. Ia bilang ingin menemani lelaki itu bekerja.

Tapi karena adanya Luhan di ruangan itu membuat Sehun tidak fokus, sesekali lelaki itu mencuri pandang ke arah Luhan. Posisi Luhan saat ini seperti sedang menggodanya.

Oh.. sungguh Sehun benar-benar tidak fokus.

Ia meletakan alat tulisnya di meja lalu menyesap kopi hitam buatan Luhan yang sudah mulai dingin. Setelah itu ia bangkit dan menghampiri Luhan dan mengambil dengan perlahan novel yang sedang di baca Luhan lalu menaruhnya di nakas.

Luhan mengangkat sebelah alisnya, "Kau sudah selesai bekerja?"

Sehun menatap Luhan dengan bergairah lalu mengangkat perempuan itu ala bridal style, "Itu bisa di kerjakan besok."

Luhan hanya bisa menunduk di gendongan Sehun, pipinya sudah semerah tomat. Ia tahu apa yang akan Sehun lakukan.

Setelah membuka pintu kamar dengan susah payah, Sehun menuju ke tempat tidur dan membaringkan Luhan dengan perlahan. Ia langsung mengurung Luhan dalam kungkungannya dan setengah menindih perempuan itu.

Sehun menunduk mendekati telinga Luhan lalu meniup belakang telinga Luhan membuat perempuan itu memejamkan mata, antara geli dan... eumm tak perlu di jelaskan.

Bibir Sehun menciumi telinga itu dan perlahan ciumannya menjadi ke pipi Luhan dan berakhir di bibir indah Luhan. Semula adalah ciuman yang lembut tapi entah mengapa ciuman mereka berubah menjadi liar dan penuh gairah. Sehun melumat dan menyesap bibir atas dan bawah Luhan tanpa ampun membuat perempuan itu kewalahan.

Lelaki itu menggigit bibir bawah Luhan dengan pelan agar Luhan membuka mulutnya. Setelahnya lidah Sehun menelusuri gua hangat Luhan, mengabsen satu persatu gigi perempuan itu. tangannya pun tidak tinggal diam, Sehun membuka kancing kemeja Luhan satu persatu dengan tangan kiri sementara tangan kanannya berada di sisi kepala Luhan untuk menopang tubuhnya sendiri.

Sehun masih sibuk mengeksploitasi mulut Luhan membuat perempuan itu hampir kehabisan nafas. Entah saliva milik siapa keluar dari sudut bibir Luhan.

Sehun mengangkat wajahnya dan melepas tautan mereka. Keduanya terengah dan berusaha untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Mata Sehun melihat ke arah kemeja Luhan yang kancingnya sudah terbuka tiga sehingga menampilkan bahu dan payudara Luhan yang masih tertutup bra hitam.

Sehun mengerang... Luhan sungguh membuatnya gila.

Lelaki itu langsung menyerang bahu Luhan dan memberikan tanda kepemilikan. Ia mencium, menghisap, menggigit dan menjilat bahu Luhan sampai ke lehernya, membuat perempuan itu mendesah tertahan.

"Desahkanhh... namaku.. sayangngh.." Sehun berbisik di tengah kesibukannya. Ciumannya beralih ke puncak payudara Luhan yang masih tertutup bra.

"S-sehunnhh.. nghh.."

Tangannya berusaha untuk membuka pengait bra Luhan. Setelah menemukannya, ia membuka pengait itu lalu melepaskan bra menyebalkan itu dan membuangnya ke sembarang arah.

Sehun pun menatap payudara Luhan yang sudah tidak tertutupi apa-apa lagi dengan takjub dan membuat pipi Luhan memerah. Luhan merasa malu sendiri melihat ekspresi Sehun yang sedang memandangi kedua payudaranya.

Perempuan langsung meraih kepala Sehun dan menempelkannya di payudaranya yang putih. Seperti kucing yang di beri ikan, Sehun langsung melahap nipple Luhan sementara tangan kirinya memijat payudara kiri Luhan membuat perempuan itu memejamkan matanya keenakan.

"Kau.. sudah mulai agresif rupanya."

"S-sehunnhhh..ahh.."

Sehun sangat mahir membuat Luhan melayang. Luhan hanya memejamkan matanya pasrah akan semua perlakuan Sehun, terkadang tangannya meremas surai milik Suaminya itu untuk menyalurkan kenikmatan yang sanga luar biasa.

Sehun kini beralih menghisap nipple payudara sebelah kiri Luhan dan tangan kanannya memijat payudara sebelah kanan Luhan. Ia menghisapnya kuat-kuat bahkan terkadang lidahnya memainkan nipple Luhan, memelintirnya dan menghisapnya lagi.

Sungguh, Tubuh Luhan seperti narkotika.. membuat Sehun kecanduan..

Mulut Sehun masih sibuk memainkan kedua payudara Luhan tetapi tangannya perlahan merambat ke kancing celana Luhan dan membukanya. Ie melepaskan tautannya sejenak untuk melepaskan celana dan underwear Luhan.

Sehun menatap takjub tubuh Luhan yang sudah naked. Indah, menggiurkan, sexy.. itu yang ada di benak Sehun..

"J-jangan menatapku terus.." wajah Luhan memerah lagi membuat Sehun terkekeh pelan.

Sehun mendekat ke wajah Luhan dan mengecup bibir perempuan itu dengan cepat, "Habisnya kau sangat indah-" ,Sehun mengecup hidung Luhan sekilas, "-dan sayang sekali jika aku tidak menatapmu."

Ciuman Sehun turun ke perut datar Luhan dan memberikan tanda kepemilikan. Ia menyesapnya, menghisap, menggigit, menjilat dan meciumi perut Luhan.

"K..kauhh.. curangnghh.."

"Apanya yang curanghh?"

"Aku sudah naked sementara.. kau masih berpakaian lengkap."

Sehun menyeringai. "kalau begitu, lepaskan pakaianku."

"a-apa?"

Sehun menarik tangan Luhan dan menuntunnya untuk membuka kancing kemeja Sehun. dengan malu-malu Luhan membuka kancing itu satu persatu tak menghiraukan Sehun yang sedang menatapnya dengan tatapan lapar.

Setelah kemeja Sehun terbuka, Luhan melepaskan kemeja Sehun dari tubuh lelaki itu dan menaruhnya ke lantai. Sehun yang tidak sabaran langsung membuka celananya sendiri beserta underwearnya dan menindih Luhan lagi.

Ia mulai menyerang bibir indah itu dengan ciuman-ciuman panas sementara tangannya merambat ke kewanitaan milik Luhan. Sehun memainkan jarinya di mulut kewanitaan Luhan membuat perempuan itu mendesah tertahan dalam ciumannya.

Sehun memasukan satu jarinya ke kewanitaan Luhan membuat perempuan itu memekik dan melepaskan tautannya.

Luhan mengerutkan dahinya menahan sakit. Ya, mengingat mereka baru pertama berhubungan intim. dan Sehun langsung mengecup dahi Luhan, "Awalnya akan sakit.. tapi aku berjanji akan membuatmu melayang ke langit ke tujuh."

Sehun menggerakan jarinya maju mudur. Luhan mendesah saat jemari Sehun menyentuh titik kenikmatannya.

"ahnnhh...d-disituhhh.." Luhan mendongakan kepalanya membuat Sehun menyerang lehernya lagi.

Sehun menambah jarinya lagi membuat Luhan mengerang sakit. Sehun langsung menyerang payudara Luhan untuk mengalihkan perempuan itu dari rasa sakit.

"ahhh.. s..sehunhh.. nghh."

Sehun menggerakan jarinya maju mundur di ke wanitaan Luhan lalu menggerakkannya secara zigzag. Jari Sehun terus menerus menumbuk titik kenikmatan milik Luhan membuat perempuan itu mendesah menyebutkan nama Sehun tanpa henti.

"sehunnn.. nghhh.. a-aku ingin pipis.."

Sehun terkikik geli menghadapi tingkah polos Luhan. "Keluarkan saja."

"nan-nanti kasurnnyahh.. nghh basahh..."

"tidak.. apa-apa, sayang.."

Sehun memaju mundurkan jarinya dengan cepat membantu Luhan untuk mencapai orgasme pertamanya.

"Sehunhhh!"

Dan cairan Luhan pun membasahi jari Sehun. lelaki itu mencabut jarinya dari kewanitaan Luhan dan menjilat jemarinya yang sudah basah karna cairan Luhan.

"Manis." Sehun menatap Luhan yang terkulai lemas, "kita bahkan belum masuk ke intinya, sayang."

"apa?!" Luhan mengangkat kepalanya dan melihat Sehun yang sedang memposisikan kejantanannya di depan kewanitaan milik Luhan.

Dalam dua kali hentakan, sehun berhasil membenamkan kejantanannya yang besar itu. Luha memejamkan matanya menahan sakit dan tanpa sadar air matanya mengalir. Sehun yang melihatnya pun menghapus air matanya dengan ibu jarinya lalu mengecup kedua kelopak mata Luhan bergantian.

"Apa aku harus menghentikannya?"

Luhan menggeleng, "Lanjutkan saja."

Sehun menggerakan kejantanannya perlahan agar tidak menyakiti Luhan. Kemudian rasa sakit Luhan berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara saat Sehun menyentuh titik kenikmatannya.

"ahh.. shhh.. sehunshhh.."

"k-kauhhh.. sempithhh... nikmat sekalihh.."

Sehun memejamkan matanya menikmati tubuh Luhan yang sangat memabukkan. Tangannya memainkan kedua payudara Luhan sementara bibirnya bermain di leher Luhan.

Luhan yang di manjakan dengan sangat ahli hanya bisa mendesah sambil meremas surai Sehun.

Setelah beberapa menit berlalu, Sehun menaikan temponya karna merasa akan mencapai puncak, dan itu membuat Luhan tersentak-sentak karenanya.

"S..sehun.. aku ingin pipis lagi.."

"ber...samahhh.."

Mereka mengeluarkannya bersama-sama. Cairan Luhan membasahi kejantanan Sehun sementara cairan Sehun menyembur ke rahim Luhan.

Nafas keduanya terengah. Kemudian Sehun mecium dahi Luhan dan menghapus keringat yang ada di dahi Luhan.

"kau memuaskan sekali."

Luhan hanya bisa tersipu mendengar pujian Sehun. lelaki itu langsung membaringkan tubuhnya di samping Luhan dan memeluk perempuan itu.

Luhan mengerenyit saat Sehun tidak mencabut miliknya yang berada dalam kewanitaan Luhan.

"errr.. kau tidak mencabutnya?" Luhan bertanya dengan wajahnya yang menahan malu.

"Tidak." Sehun mencium bibir Luhan sekilas, "bairkan aku merasakan kehangatan di dalam tubuhmu malam ini."

Luhan memerah malu mendengar perkataan Sehun. wajahnya ia benamkan ke dada Sehun, lelaki itu pun langsung mendekapnya.

"I love you, sehun." Luhan berbisik tetapi Sehun dapat mendengarnya.

"I love you more."

Dan setelahnya mereka berdua masuk dan tenggelam ke alam mimpi dengan senyuman yang menghiasi bibir mereka masing-masing.

.

.

.

.

Luhan bangun kesiangan. Ia segera beranjak menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah itu ia berpakaian dan segera menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Sehun.

Ia beranjak membuka kulkas dan mendengus saat melihat isi kulkas yang kosong. Ia lupa berbelanja.

Luhan kembali ke kamar dan mengambil beberapa uang untuk berbelanja. Ia segera keluar dari aparteme tetapi suara Sehun menginterupsinya.

"Mau kemana?"

Luhan menoleh menatap Sehun yang berdiri di ambang pintu kamar tidur dengan wajahnya yang sepertinya belum sadar sepenuhnya. Lelaki itu sudah mengenakan celananya tapi tidak mengenakan atasan.

"Kulkas kosong dan aku akan berbelanja bahan masakan untuk hari ini."

Sehun terdiam selama lima detik, kemudian menatap Luhan lagi. "tidak usah. Kita akan makan di luar hari ini. aku akan bersiap-siap dan sebaiknya kau juga."

.

.

.

.

Sehun mengajaknya ke restoran bintang lima dan lelaki itu memesan banyak makanan. Suara biola yang mengalun indah memanjakan telinga Luhan. Luhan mendengarkan musik itu sambil melahap makanannya. Entah mengapa ia jadi teringat Kai, dan tiba-tiba Luhan merasa rindu kepada sang Maestro jenius itu.

Setelah selesai menghabiskan makanan mereka, Sehun memanggil seorang pelayan laki-laki dan membisikinya. Luhan hanya menatap Sehun dan pelayan itu secara bergantian sambil memasang ekspresi bingung.

"Kau membisikan apa kepada pelayan itu?" Luhan bertanya setelah pelayan itu beranjak.

"Bukan apa-apa."

Luhan hendak bertanya lagi tetapi Sehun segera berdiri, "Aku akan ke toilet dulu."

Luhan tersenyum manis, "baiklah."

Luhan memandang punggung Sehun yang menjauh. Tangan kirinya memainkan garpu di spagettinya yang tersisa separuh sementara tangan kanannya menopang dagunya.

Sepuluh menit sudah berlalu dan Sehun belum kembali dari toilet. Sedari tadi perempuan itu hanya bisa memainkan spagettinya dengan bosan.

Tetapi pergerakan tangannya berhenti saat sebuah suara memanggil namanya.

"Luhan."

Luhan menoleh dan terkejut mendapati Sehun yang berlutut di sisi kursi tempatnya duduk. Tangan kanan lelaki itu di sembunyikan di belakang punggungnya.

"Sehun.. apa yang kau lakukan?" Luhan mengedarkan matanya ke sekeliling dan mendapati orang-orang yang ada di restoran itu menatapnya dan Sehun sambil tersenyum. Bahkan ada yang bersiul untuk menggoda mereka.

Luhan ternganga saat Sehun menyodorkan sebuket bunga mawar merah dari balik punggungnya.

"Terima kasih karna telah menjadi istriku, dan bersedia untuk mengisi ke kosongan di hidupku."

Mata Luhan berkaca-kaca menerima perlakuan Sehun, ia mengambil bunga itu dan meminta Sehun untuk berdiri. Setelah lelaki itu berdiri, Luhan langsung memeluk suaminya itu. suara riuh dari tepuk tangan orang-orang langsung terdengar di telinga Luhan membuatnya semakin menenggelamkan kepalanya di dada bidang Sehun.

"Terima kasih juga karna kau telah bersedia untuk memilikiku. Aku.. wanita yang sangat beruntung."

.

Luhan memang bukan wanita yang sempurna, tetapi takdir mempertemukannya dengan Sehun, seseorang yang bahkan tidak pernah Luhan fikirkan sebelumnya. Sehun melengkapi ke kosongan di hidupnya, menyempurnakan dirinya yang tidak sempurna dan membuat Luhan merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia karna lelaki itu.

Mengenal Sehun adalah suatu keajaiban, Mencintai Sehun adalah hal terindah dalam hidup Luhan, dan Luhan akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk seorang Oh Sehun, suaminya.

.

.

.

.

Selesai

.

.

A/N

.

Ya ampun.. itu apaan? /tunjuk ke atas/ . Maaf ya kalo hasilnya jelek dan kurang nyambung, karna saya harus menyesuaikan isi cerita di chapter sebelumnya dan memahami gaya tulisan kak santhy.

.

Fanfic ini udah tamat. Makasih buat author hebat yaitu kak Santhy agatha yang sudah membuat cerita-cerita yang amazing. Kalau bisa kalian baca novel kak santhy versi aslinya di internet atau membeli bukunya langsung, atau mendownloadnya di play store.

.

Ence nya sengaja saya buat gak hot dan pendek, saya takut dosa (alasan padahal gak bisa bikin ence) .

.

.

Terakhir, terima kasih buat semua yang udah baca terutama buat yang ngereview, ngefavorite dan ngefollow :*

.

Mungkin saya akan Hiatus dulu selama beberapa waktu. Yeah gara-gara Tugaskmvret yang nggak ada habisnya dan UAS yang akan di laksanakan di saat kampus yang lain sudah libur.

Dan maaf banget buat yang nunggu remake-an embrace the chord, saya tidak bisa meremake novel itu di karenakan ada yang udah ngeremake duluan dengan cast exo dan di ffn juga udah yang banyak ngeremake novelnya kak santhy agatha. Jujur aja, saya lebih suka membuat fanfic sendiri walaupun hasilnya jelek. Maka dari itu mungkin Crush in Rush ini adalah remake-an pertama sekaligus terakhir saya.

Sekali lagi maaf banget ya, saya gak niat buat PHP-in kok /nangis di pojokan/

.

Maaf bila banyak kesalahan, sekali lagi terima kasih banget buat kalian semua.

.

Big Thanks To :

Yang ngefavorite :

Ahjumma Kece, BeibiEXOl, Bubble KimChii, Buinbuin07, EXOST Panda, Frozen Peony, Galaxyinxing2, Huang Zi Mei, Kachimato, Lee Hwakyung,

LuhaeNom 0420, Meriska-Xi, Mybabydeer, NavInka Archers swifty, NoonaLu, Oh AiLu, Oh Juna93, ParkHaNa28, Riho Kagura, Ritta Frijayanti,

Sebut Saja Yoona, ViviNrH, Xiao HunHan, Xiao Rose, alayanaa, arvita kim, devil meet demon, dheardd94, eishaLULU, es drop,

hanhyewon357, himekaruL1, hxhxn, joldyck, kimyori95, lulufika, niasw3ty, nisaramaidah28, paboasshole, puputri,

rizkyhandayani89, salsabilla df, sehun oppa, selukr, snowy07, sunghyun1307, tchandra07 tc, tirayunita, vidyafa11, wildan sky 45, xoxokyungsu, yoanna gah.

.

Yang ngefollow :

Ahjumma Kece, Babydeer940412, BeibiEXOl, Bubble KimChii, Buinbuin07, Frozen Peony, Galaxyixing2, LuhaeNom 0420, MbemXiumin, Meriska-Xi,

Mybabydeer, NoonaLu, Oh AiLu, Oh Juna93, ParkHaNa28, Park Mhyn, Prince Changsa, Riho Kagura, Ritta Frijayanti, ViviNrH,

beng beng max, bunminn, dheardd94, doctorbaek, eishaaLULU, firaamalia25, hanhyewon357, himekaruL1, joldyck, kimyori95,

nisaramaidah28, ohoonrat, paboasshole, puputri, rika-chan, riskiqhiqy, rizkyhandayani89, ruixi1, sehun oppa, selukr, snowy07, ssnowish, sungkyurry, tchandra07 tc, wildan sky 45, xoxokyungsu, yoanna gah, yoyoye.

.

Dan terutama buat yang ngereview :

Beng beng max, puputri, RZHH 261220, kimayoungg, deplujung, Meriska-Xi, sehun oppa, yoanna gah, salsabilla df, arvita kim, rizkyhandayani89, MinwooImitasi, ruixi 1, levy c fiverz, hunhanoids, rika-chan, OSH KAP, yeolo, Mybabydeer, Oh Juna93,

devil meet demon, tchandra07 tc, Xiao Hunhan, Ritta Frijayanti, eishaaLULU, hun12han20selu, lulurara, kimyori95, selukr, jejeosh, firaamalia25, Oh AiLu, Kachimato, sungkyurri, himekaruL1, LuhaeNom 0420, Sebut Saja Yoona, doctorbaek, miku1220, meimei,

hanhyewon357, niasw3ty, BeibiEXOl, nisaramaidah28, Baby Kim, snowy07, 123445667890, lisnana1, Syifa Nurqolbiah, LuhanLuhanLuhan, neisha sha, vidyafa11, Babydeer940412, Riho Kagura, park sehan, mrs kim ryeong, kihae forever, Frozen Peony, NoonaLu, dan semua yang ngereview dengan pen name Guest.

P.S : maaf bila ada yang gak kesebut, maaf juga kalo ada kesalahan dalam penulisan nama.

.

.

Sampai jumpa di lain kesempatan.

.

By : Dbyhun (SehunGotik)