Hallo minna-san,,, bagaimana kabarnya??? Pasti baik kan??? Aku pun seperti itu,, ini chapter yang ke-2 yang aku tulis dengan senang hati dan aku berharap kalian juga senang membacanya,,, seribu kali maaf kalau cerita ini tidak menarik bagi kalian atau apa, tapi aku senang kalian mau membacanya, maaf juga kalau banyak kesalahan, sebisa mungkin aku akan mengoreksinya…..mohon maaf sebesar-besarnya….maaf juga kalau ceritanya belum nyambung dengan judulnya, memang belum ke bagian itu kok, benar… aku harap kalian mengerti….

Penderitaan Itachi

Author : Hitsugaya Nina

Disclaimer : Kalian sudah pada tahu kan ini karya siapa??? Kishimoto-sensei tentunya….

A/n : Yah, begitulah…. Sekarang mereka mulai makan-makan… sepertinya kalau tidak ada masalah…

Satu jam kemudian…….

"Wah, akhirnya selesai juga" ujar Kakuzu sambil meluruskan pinggangnya yang terasa pegal.

"Nah, sekarang kita bias langsung makan-makan" ujar Kisame senang.

"Dasar Hiu jelek!!! Emangnya lo nggak mikirin gue ya??? Pinggang gue pegel nih gara-gara bersihin tuh muntahan" ujar Kakuzu sebal.

"Itu sih udah resiko, lo khan gratisan makan disini" kata Kisame.

"Dasar Hiu jelek, udah gitu mata duitan lagi"ujar Kakuzu gondok.

"Eh lo ngatain gue ya?? itu kan harusnya buat lo, bukan gue" kata Kisame. Pein yang menyaksikan perdebatan itu ikut nimbrung.

"Udahlah, sesama mata duitan jangan saling menghina" kata Pein dalem. Kisame dan Kakuzu langsung diam.

"Gyaa ha..ha.. mang enak, makanya jangan suka cari sensasi"kata Hidan sambil ngakak.

"Eh lo nggak usah ikut campur ya!!" ujar Kisame marah.

"Emang bener kan, Hiu mata duitan" kaya Itachi sambil ngikik.

"Apphaa?!?!?" kata Kisame benar-benar marah.

Udah donk jangan ribut, kita kesini kan mau maen sama makan-makan, bukan buat ribut-ribut" kata Konan kesel.

"Bener un, kita kan mau makan-makan un" kata Deidara yang udah sadar dari kekeliruannya tadi dengan Sasori.

"Tapi……" Kisame masih marah. Tapi kata-kata nya dipotong Pein. Sepertinya dia akan memberi petuahnya yang ampuh.

"Udahlah Kisame, jangan diterusin perdebatan ini, pasti nggak bakalan selesai, kan kalian sama-sama" ujar Pein penuh rahasia.

"Sama-sama??" Tanya Kisame nggak ngerti.

"Sama-sama mata duitan" timpal Sasori. Pein tersenyum penuh arti. Saat Kisame mau marah, Pein memandangnya dengan penuh pengertian. Akhirnya kemarahan Kisame mereda.

"Baiklah, ayo kita ke dapur. Kalian dah laper kan??" Ujar akaisame.

"Asyik… makan-makan….Tobi emang udah laper dari tadi" ujar Tobi girang.

"Gitu kek dari tadi, nggak usah pake acara ribut segala" Kata Konan.

"Iya un, kayak nggak ada kerjaan ajah" jawab Deidara.

"Ini kan bukan salah gue, ini salah Kakuzu"kata Kisame nggak terima.

"Heehh?? Kok gue lagi yang di salahin???" Kakuzu juga nggak terima.

"Cukup!!!!!!" teriak Pein cukup kencang. Kisame dan Kakuzu langsung diam.

"Kita kesini bukan untuk berdebat, you know???" kata Itachi menmggantikan Pein yang diam setelah ia teriak.

"Kalau begini caranya, Dewa Jashin pasti akan mengutuk kalian tau!!!" timpal Hidan.

"Betul, kita kesini bukan untuk itu. gue ngerti kok" kata Sasori.

"Iya…iya… gue yang salah" ujar Kisame mengakui kesalahannya. Mereka mengikuti Kisame kearah dapur. Di meja makan, terlihat hidangan yang penuh dengan segala macam jenis ikan, seolah-olah isi laut di keluarkan semua.

"Wuuahh, banyak banget hidangannya, Kisame-senpai"kata Tobi takjub.

"Iya, ini semua buat kita, sekalian buat orang yang doyan makan" Ujar Kisame sambil melirik Kakuzu sekilas untuk memperhatikan reaksinya.

"Lo nyindir gue" kata Kakuzu. Nggak terima dikatain, padahal badannya kan kurus kering kayak tulang.

"Gue nggak nyindir, buat yang ngerasa ajah" kata Kisame lagi.

"Udah.. udah.. mending sekarang kita makan aja" kata Hidan. Dia udah siap-siap duduk.

"Tunggu, sebelum makan sebaiknya kita cuci tangan dulu, biar bersih" Cegah Itachi.

"Tapi un, tangan gue kan bersih un," kata Deidara. Dia menunjukkan tangannya yang mengkilat.

"Bersih apanya, tadi lo kan mainin tanah liat waktu mau kesini" ujar Sasori.

"Tuh kan, berarti tangan lo nggak bersih, ayo cuci tangan!!" perintah Konan. Mereka menuju wastafel dekat kulkas berbarengan.

"Jangan disini semuanya donk!!!" ujar Kisame.

"Terus dimana??" Tanya Pein.

"Dilantai atas ada kamar mandi" ujar Kisame sambil menunjuk ke atas dengan telunjuknya.

"Oh, baiklah," kata Pein. Konan mengikuti Pein ke atas. Dimana kamar mandi itu terletak.

"Ya amplop…. Kamar Kisame gede juga ya???" kata Konan melihat kamar Kisame yang terletak di samping kamar mandi. Trademarknya jadi ngikutin Itachi. Pein mengiyakan.

Tapi kamar Kisame tertutup, disitu hanya ada satu kamar yang sangat besar . Beranda luas berada disebelahnya, bersebelahan dengan kamar dan kamar mandi, menghadap ke luar. Konan masih mengagumi ruangan itu sampai Pein mengingatkan.

"Konan, mau cuci tangan nggak???" tanya Pein.

"Oh iya, jadi lupa" kata Konan. Mereka menuju kamar mandi yang tadi di tunjuk Kisame. Mereka membuka pintunya dan terperanjat melihat isinya.

"Ya amplop….. " kini giliran Pein yang terperanjat. Trademark Itachi lagi yang dipakai. Dasar tukang jiplak. Konan juga tidak kalah kagetnya.

"Kisame mengoleksi semua barang-barang ini???" Tanya Konan nggak percaya.

"Dikamar mandi yang besar ini???" lanjut Pein.

Kamar mandi itu membuat mereka nggak percaya pada apa yang mereka lihat. Memang sih, saat mereka pertama kali membuka ruangan itu, sudah tercium bau-bau yang aneh, ditambah lagi ada dua bath tub yang sangat besar ukurannya, yang satu kosong, dan yang satunya lagi penuh dengan berbagai macam ikan. Mainan??? Tidak, ternyata itu ikan beneran seperti yang ada di aquarium. Mereka berkumpul jadi satu di tempat yang tidak seharusnya. Ikannya bervariasi, ada ikan mas, mujair, teri, bandeng, tongkol, piranha, pari, hiu, bahkan orca. –kayak di sea world-. Pemandangan itu membuat Konan dan Pein bergidik.

"Gila bener si-Kisame, benar-benar pencinta laut" gumam Pein. Lalu untuk menghilangkan ketegangan, mereka mengambil shower dan sesegera mungkin cuci tangan lalu turun ke bawah dengan tergesa-gesa.

Dibawah, tepatnya di meja makan, semuanya sudah duduk dengan tenang, tertib dan terkendali. Meja itu lonjong, mirip meja untuk pelaksanaan KMB. Begitu melihat Pein dan Konan, Kisame langsung nyerocos.

"Kalian lama banget sie cuci tangannya???" Tanya Kisame.

"Kita semua nungguin lo berdua tau!!" kata Hidan.

"Mana perut gue udah keroncongan lagi" kata Kakuzu. Bukannya minta maaf, Pein malah marah-marah.

"Harusnya lo kasih tau kita berdua donk!!" kata Pein sewot. Ketegangan masih terpancar di matanya.

"Kalo di kamar mandi, lo miara ikan" lanjut Konan.

"ah itu ya?? Sorry gue lupa" kkata Kisame acuh tak acuh.

"Lo miara ikan di kamar mandi??" Tanya Itachi heran.

"Bukannya di ruang tamu udah ada aquarium gede??" Tanya Hidan.

"Ato jangan-jangan kalo lo mau mandi, lo….." Kakuzu nggak melanjutkan kalimatnya. Ia membayangkan Kisame sebelom mandi maen-maen dulu sama ikan-ikan peliharaanya.

"Begini ceritanya, gue kalo mandi kan nggak mesti setiap pagi atau sore, jadi mandinya kalo gue lagi mood aja, terus…"

"Pantesan aja lo sering BB un" Kata Deidara Memotong ucapan Kisame.

"BB apaan sih Dei-senpai??" Tanya Tobi polos.

"Bau badan" jawab Dei. Tobi hanya menggumamkan 'o' saja dimulutnya.

"Jangan motong omongan gue, belom selesai nihh" kata Kisame ketus.

"Gomenasai" ucap Deidara.

"terus???" Pein ingin tau kelanjutan cerita Kisame. Lalu ia duduk di samping Kisame, ketakutannya tentang ikan sudah reda. Berganti dengan cerita Kisame yang menurutnya menarik, memelihara ikan di kamar mandi. Konan duduk di samping Pein.

"Terus, kalo gue lagi mandi tiba-tiba perut gue laper, gue nggak mesti ke bawah buat makan, tinggal makan aja yang ada" ujar Kisame santai menceritakan kisahnya yang aneh bin ajaib.

"Lo pikir itu kulkas apa??" ujar Itachi kaget.

"Tapi kan ikannya mentah, Kisame-senpai, masa' di makan begitu aja??" Tanya Tobi heran. Kisame tersenyum senang melihat respon teman-temannya yang keheranan.

"Gue kan suka masakan Jepang yang setengah mateng bahkan mentah, jadi nggak masalah" jawab Kisame enteng.

"Tapi ikannya macem-macem kan?? Sampe yang kayak orca gimana??" Tanya Konan sambil membayangkan Kisame makan orca yang gede dan…. Hiyy… serem…

"Gue udah punya peralatannya kok, jadi kalo ikan yang gede, gampang aja" sahut Kisame masih shan-thai.

"Tapi Kisame, lo ngedapetin ikan-ikan ntu dari mana??" Tanya Kakuzu yang ingin tau.

"yah, gue kan punya temen nelayan, jadi tinggal mesen aja sama dia, beres" sahut Kisame masih tetep shan-thai.

"Harganya?? Lo nggak ngutang kan??" Tanya Kakuzu lagi. Secara orca kan adanya di kutub, gimana bisa dibeli.

"Ya nggak lah, gue kan punya banyak duit, apalagi gue yang paling rajin bayar uang kas dari pada yang laen" lanjut Kisame. Mereka semua memang harus mengakui itu.

"Gue nggak habis pikir, kalo orca lo piara,gimana nampungnya??? Secara orca itu gede banget" Tanya Sasori.

"Kamar mandi gue kan gede banget, lo udah liat kan Pein??" tanya Kisame. Pein ngangguk. Konan ikut-ikutan ngangguk setuju.

"Makanya gue punya dua bath tub, yang satu buat mandi, yang satunya lagi buat naroh ikan-ikan gue, gitu lohh" jelas Kisame.

"Gue jadi penasaran un" kata Deidara.

"Kira-kira, berapa ya budget yang lo keluarin??" gumam Itachi.

"Ngomong-ngomong soal budget, tadi waktu mau kesini, kalian pada ngutang kan sama gue?? siapa yang ngutang sama gue?? ayo bayar, bayar!!" Tiba-tiba kebiasaan Kakuzu kambuh, nagihin orang yang ngutang sama dia, dasar mata duitan.

"Ngutang?? siapa yang ngutang sama lo??" tanya Pein.

"Kan kalian yang ngutang, masa lupa sih?" ujar Kakuzu sewot.

"Enak aja, gue nggak ngutang sama lo tauk!!" Treak Hidan sewot juga.

"Pikirin dulu siapa yang ngutang sama lo, baru nagih" Kata Konan memberi solusi.

Kakuzu mikir, "Oh, yang ngutang sama gue itu : Deidara, Tobi, Pein, Konan, Itachi....."

"Eh, gue nggak ngutang sama lo ya!!" Treak Itachi.

"Ya,, si-Itachi tuh ngutang sama gue" jawab Sasori.

"ya deh, berarti cuma 4 orang aja ya?? mana sini duitnya" Pinta Kakuzu.

"Kok kalian nggak bilang sih kalo kalian ngutang sama Kakuzu??" tanya Kisame. Pein dan Konan cuma mesem-mesem.

"Tobi kan anak baik, jadi nunggu ditagih aja" jawab Tobi dengan tampang Innocent.

"Kalo gue un, gue nggak punya duit receh, jadi gue minjem duit ke Kakuzu un, biasanya dia kan yang punya banyak duit receh" jelas Deidara.

"Udahlah, nggak usah banyak alasan, mana duitnya!" pinta Kakuzu. Akhirnya mereka yang ngutang sama Kakuzu bayar utangnya. Konan dibayarin sama Pein. Tobi minta bayarin Deidara tapi nggak dikasih, katanya,

"Lo kan anak baik, jadi bayar sendiri ya"

"Oh ya, lo juga belom bayar utang lo Itachi!" Ingat Sasori.

Eh iya, lupa gue" kata Itachi, ia merogoh kantongnya untuk mencari duit receh. "Nih!" kata Itachi menyerahkan duit 1.500 pada Sasori.

"Kok Itachi-senpai juga ngutang??" tanya Tobi.

"Sama kayak Deidara, gue nggak ada duit receh" jelas Itachi dengan santainya.

"Tadi ada recehan" protes Sasori. Ia memasukkan duit yang dikasih Itachi ke dalam kantongnya yang udah buluk.

"udah gue tukerin tadi di warung sebelom nyampe sini" jelas Itaci lagi.

"Udah donk!! jangan ngomongin utang terus!! gue udah sangat lapar nih" kata Hidan.

"Ayo!!!!" Teriak Sasori.

"Tunggu!!!!" Cegah Itachi.

"Apa sih??" protes Sasori nggak sabar.

"Kita belom baca do'a" jelas Itachi.

"Ya udah, lo yang mimpin" Perintah Kisame.

"Baiklah" kata Itachi. Ia menundukan kepala sejenak selama 5 menit. Hidan yang udah nggak sabar nyeletuk.

"Lama bener lo baca doanya??"

"Selesai" kata Itachi, ia menegakkan kepalanya ke posisi semula. Mendelik ke arah Hidan.

"Ayo serrrbuu!!!!" Treak Hidan. Tak memperdulikan pelototan Itachi.

"Tunggu!!!" Treak Itachi lagi. Sasori mulai kesal.

"Kisame, ikan-ikan ini mateng nggak??" tanya Itachi waswas.

"Nggak" jawab Kisame.

"Whaatt?!?!?!" Treak Konan kaget. Pein juga kaget.

"Kita makan ikan mentah un??" tanya Deidara.

"Ya nggaklah, masa' kita makan ikan mentah, liat donk udah di bakar" jelas Kisame.

"Kirain, lo kan doyan ikan mentah" celetuk Hidan. Kisame nggak mengubris omongan Hidan.

" I Wow... Kisame-senpai yang masak semua ini??" tanya Tobi, lagi-lagi takjub.

"Nggak" jawab Kisame.

"Terus siapa??" tanya Kakuzu.

"Zetsu" jawab Kisame. Zetsu yang lagi diomongin muncul dari balik kulkas besar dengan muka menyeringai.

"WWWHHHAAAAATTTTTTT??!!?!?!?!" teriak mereka berbarengan. Kisame tersenyum penuh misteri.

-

To be Continue.......

x x x x x x x x x x x x

Gimana minna-san, udah ngerti jalan ceritanya belom??? emang belom nyambung sama judulnya sih, makanya kalo mau tau, terus baca lanjutannya ya, biar ngerti, dan lagi Nina butuh saran kalian, yang membangun agar Nina bisa lanjutin cerita ini dengan baik. makasih bagi yang sudah baca. jangan lupa di review ya!!!!!. -aku selalu berharap!!!-

Arigatou.....