Hallo minna-san, gimana kabarnya??? Pasti baik kan??? Aku selalu memastikannya loh, supaya minna-san bisa terus baca fic aku -ngarep-, yah, ini chap ke-3 nya, pokoknya dibaca terus biar tau lanjutan ceritanya yupz!! Kayaknya di chap ini ,udah mulai nyambung sama judul ceritanya nih, maaf kalau itu membuat minna-san ragu…

Ha,..ha.. terlalu ngarep ya??? Itulah aku..(apa sih, nggak jelas!)


Penderitaan Itachi

Author : Hitsugaya Nina

Disclaimer : yah, begitulah…..

Setelah kenyang makan, mereka pulang…..

"Makasih ya Kisame-senpai,makanannya enak banget loh" Puji Tobi tulus.

"Iya, sekarang gue mau pulang nih!!" kata Hidan.

"Kok buru-buru banget???" cegah Kisame. Mereka udah pada duduk di halaman rumah Kisame yang luas banget.

"Udah sore dodol!!! Entar adek tersayang gue nyariin" kata Itachi.

"Halah, pake bilang adek tersayang segala, lo sebenernya nggak suka sama dia kan???" tukas Pein. Ia tau adeknya Itachi tuh sebenernya nyebelin. Padahal kan Sasuke baek, cakep lagi. –hueekk!!!-

"Biarin, itukan bukan urusan lo!" kata Itachi membentak bagaimana pun, senyebelin apapun, Sasuke tetap adek tersayangnya.

"Lagian, Boneka-boneka gue masih pada dijemurin tauk!!, entar siapa yang ngangkat kalo bukan gue???" kata Sasori.

"Gitu ya?? Bagus. Bagus. SMP banget kalian!!" kata Kisame.

"SMP itu apa Kisame-senpai, kita kan udah SMA" Tanya Tobi heran.

"SMP itu, Sudah Makan, terus Pulang, gitu!!" jelas Kisame.

"Maksudnya???" Tobi masih nggak ngerti.

"Maksudnya," kata Kisame sambil tersenyum, " Kalian harusnya bantuin gue cuci piring, bukannya langsung pulang gitu aja!!" jelas Kisame sambil membentak.

"Gyaa….. Kisame-senpai ja'ad, Tobi tersakiti" kata Tobi sambil ngumpet dibalik punggung Itachi.

"Ya amplop.... Tapi gue nggak bisa bantuin lo cuci piring" jawab Itachi.

"Gue juga!" Treak Pein. Konan ngikutin dengan anggukan.

"Dasar Leader nggak bertanggung jawab" omel Kisame.

"Yang laen bener Kisame, kita harus pulang sekarang, udah terlalu sore, kapan-kapan aja yah bantuin cuci piringnya" kata Kakuzu. Mau nggak mau Kisame pasrah aja. Temen-temennya udah pada di teras, siap-siap mau pulang. Lagi pula, Zetsu nggak bisa di harapkan, dia kan nggak punya tangan.

"Ya udah deh, gue anterin sampe gerbang ya??" tawar Kisame.

"Lo baek banget un, pasti ada maunya un" kata Deidara curiga.

"Kurang azar, gue ikhlas tauk!!" kata Kisame marah.

"Udah... udah... mau pulang masak masih ribut juga" kata Hidan. Lalu Kisame nganterin mereka sampe gerbang doang.

"Sampe sini aja ya!" kata kisame.

"Kirain sampe rumah" Sahut Konan. Kisame mendelik marah. Konan cuma bisa senyum liat tampang Kisame.

"Ya udah, sampe ketemu besok" kata Sasori.

"Besok?? emangnya kita mau kesini lagi??" tanya Kakuzu heran.

"Besok tuh hari minggu dodol" omel Itachi.

"Oh jadi lusa. Sampe ketemu lusa" ulang Sasori.

'Yoo!!" sahut Kisame. Setelah sampe gerbang rumah Kisame, mereka langsung ngacir. Kisame masih menatap teman-temannya itu.

Disamping rumah Kisame yang besar, ada rumah yang baru di renovasi. Itachi, yang notabene udah dua kali ke rumah Kisame -termasuk kali ini- nggak tau kalo di halaman rumah yang di renovasi itu ada anjing penjaga. Dua ekor. Saat mereka semua melewati rumah itu, cuma Itachi yang ngerasa kaget ngeliat anjing. Soalnya Itachi paling takut sama yang namanya anjing. Saking kagetnya, Itachi sampe berteriak dengan suara Supersoniknya.

"Gyyyaaaaa.....!!!!! anjing!!!!!!" Teriak Itachi.

"Gya....!!!! anjing!!!" Teriak Hidan ikut-ikutan. Dampaknya, anjing yang terlihat jinak itu jadi kaget juga mendengar teriakkan Itachi dan Hidan, mereka merespon teriakkan Itachi dan Hidan dengan gonggongan. Dua anjing itu, yang tidak diikat lalu keluar gerbang dan mengejar Itachi yang ketakutan. Spontan, mereka semua pada lari, bukan karena takut, tapi karena kaget tiba-tiba dikejar anjing. Entah kenapa, Kisame yang melihat kejadian itu ikut-ikutan lari.

"Itachi, harusnya lo nggak teriak tadi, kan anjingnya jadi takut" kata Kisame, mensejajarkan larinya dengan lari Itachi.

"Gue kaget tauk, makanya gue tereak, lagian kan gue takut sama anjing" jelas Itachi ketakutan. Dua anjing itu masih mengejar.

"Tapi nggak usah tereak dong, kayak nggak pernah liat anjing aja!!" kata Sasori. Napasnya terengah-engah.

"Itu bukan salah gue, tapi salah Kisame" ujar Itachi ketus.

"Kok gue??" kata Kisame kaget.

"Ya iyalah, harusnya lo kasih tau gue kalo dirumah itu ada anjing" kata Itachi.

"Mana gue tau. Lagian kalo tau, gue nggak bakalan kasih tau lo, lo kan takut sama anjing" Protes Kisame.

Bagi Itachi, gang sempit itu terasa panjang banget. Dua anjing itu masih mengejar mereka, menggonggong dengan suara keras. Saat sampe jalan raya yang lebih besar, Itachi langsung belok ke kanan, ke arah kendaraan lalu lalang. Tiba-tiba, sebuah becak muncul dari arah kanan Itachi, sontak Itachi segera mengerem larinya agar tidak bertabrakan dengan becak tersebut. Si tukang becak langsung ngerem dan ngomel nggak jelas, seperti ngomelin Itachi. Itachi yang menyadari kesalahannya segera minta maaf dan meneruskan larinya yang sempat berhenti. Tapi untungnya, anjing itu berbelok ke sebelah kiri jalan. Itachi selamat dari kejaran anjing itu. Setidaknya.

"Huff.." ujar Itachi sambil mengelus-elus dada. Ia berhenti di pinggir jalan sambil menenangkan napasnya yang naik turun. Sasori ada disampingnya, masih kaget sama kejadian nggak terdiga itu.

"Makanya jangan lari" kata Sasori masih sebal.

"Gue kaget Sasori, kaget!!" jelas Itachi. Ia menekankan kata 'kaget' itu supaya Sasori ngerti.

"Tapi kan nggak mesti teriak dong!" kata Sasori lagi.

"Dibilangin gue kaget!" kata Itachi masih tetep ngotot. Kakuzu yang larinya paling kenceng, langsung menghampiri mereka.

"Kok lo teriak seeh??" tanya Kakuzu langsung. Nggak menanyakan alasan kenapa Itachi teriak.

"Udah dibilangin gue kaget. TITIK!!" kata Itachi dengan kesal. Masa' mereka nggak mengerti perasaannya sih?.

"Itachi-senpai, Tobi takut nih" kata Tobi. Ia menghampiri Itachi juga.

"Tadi gue hampir aja nabrak becak" kata Itachi pada Tobi.

"Lagian, kenapa Itachi-senpai teriak??" tanya Tobi polos.

"Ya amplop.. kenapa semuanya nanyain ini sih??" kata Itachi. Ia benar-benar kesal sekarang, "Gue kaget!!!" lanjutnya dengan cemberut.

"Jantung gue hampir copot un" kata Deidara megangin jantungnya.

"Makanya gue punya firasat buruk waktu mau ngelewatin tuh rumah" kata Hidan. Tak lama, anggota Akatsuki sudah ngumpul semua di pinggir jalan itu.

"Ya udah, yang penting sekarang, anjingnya udah kabur" kata Pein. Konan ada disampingnya, memeluk erat lengan Pein.

"Bukan itu masalahnya, kaki gue pegel nih" sahut Kakuzu.

"Emangnya kaki lo doang yang pegel, gue juga kali" kata Sasori.

"udah..udah.. kita harus bergegas, udah sore"kata Konan.

'Tapi kan nggak ada mobil yang lewat sini Konan-senpai" kata Tobi. ia melirik jalanan yang sangat sepi itu.

"Gue tau tempatnya" kata Kisame tiba-tiba.

"Kayak yang waktu kita dateng tadi?" selidik Hidan.

"Yah jauh dong un" kata Deidara.

'Bukan, lewat jalan pintas" sahut Kisame.

"Jalan pintas?? nggak ada anjingnya kan??" tanya Itachi waspada.

"Tenang aja, aman kok!" kata Kisame, "ikutin gue!" lanjutnya. Arahnya ke arah anjing itu lari.

"Kok lewat sono??" tanya Itachi. Ia masih trauma sama kejadian tadi.

"Udahlah, ikutin gue aja" kata Kisame. Mereka berjalan ke arah kiri jalan. Tempat anjing itu lari.

"Mudah-mudahan anjingnya udah nggak ada" gumam Itachi nyaris tak terdengar. Tapi ternyata, do'a Itachi nggak terkabul. Dua anjing itu masih berdiri di sebuah sudut rumah sambil mengeluarkan lidahnya, seolah meledek Itachi.

"Gyaa.. anjingnya masih ada!" Teriak Itachi lagi. Tapi untungnya, suaranya nggak sekencang tadi.

"Sssstt.... tenang Itachi" kata Kisame.

"Iya, jangan sampe menarik perhatian mereka lagi" ujar Pein. Itachi lalu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan.

'Gue harus Tenang' batin Itachi.

"OK!! gue siap" kata Itachi. Sikapnya kini kembali cool. Mereka melewati anjing yang diam itu pelan-pelan. Aman sekarang. Dua anjing itu hanya menatap mereka dalam diam. Sampailah mereka dijalan yang banyak mobilnya, menurut Kisame sih, tapi kini kenyataanya, jalan itu sepi sekali.

"Mana katanya ada mobil??" tanya Sasori.

"Tunggu dong!! bentar lagi lewat" kata Kisame.

5 menit kemudian.....

"Mana mobilnya un?" tanya Deidara.

"Bentar lagi" jawab Kisame.

"Udah gelap nih" kata Konan.

"Sabar ya!" kata Pein sambil mengelus-elus bahu Konan.

"Itu dia mobilnya, Senpai!!" seru Tobi girang seolah mendapat mainan baru. Semua mata tertuju padamu.. eh salah, pada arah yang ditunjuk Tobi, kearah kiri.

"Tapi kayaknya penuh deh" sahut Itachi curiga. Benar saja, setelah mobil itu mendekat, kursi yang kosong hanya untuk satu orang.

"Yah.. penuh.." kata Tobi kecewa. mungkin sekarang, mainan barunya sudah rusak.

"Naek nggak??" tanya si supir.

"Nggak lah, jumlah kita kan banyak" kata Kakuzu. mobil itu langsung tancap gas alias kabur.

"Iya, kita itu ber-10 tau" kata Hidan. Tapi mobil itu sudah menghilang dari pandangan.

"Eh, gue nggak di itung dong!!" sahut Kisame.

"Ber-9 deh" kata Hidan meralat. Tobi menghitung jumlah mereka dan memprotes omongan Hidan.

"Hidan-senpai, kita itu cuma ber-8 tauk" kata Tobi. Hidan menghitung ulang.

"Iya! Zetsu kemana?" tanya Hidan.

"Udah ngilang dari waktu kita makan" jawab Kisame.

"Dasar Unreal" kata Itachi.

"Dia kan nggak makan ikan, makanya kabur" kata Pein.

1 menit kemudian....

"Ye.. ada mobil lagi!!" seru Tobi lebayy. Kali ini mobil itu kosong.

"Muat kok" kata si sopir seolah tau jalan pikiran mereka.

"Ayo naik" ujar Pein. Semuanya langsung naek kecuali Kisame, tentunya.

"Dah Kisame-senpai, lain kali senpai yang masak ya" kata Tobi sambil dadah-dadah.

"Never!!" sahut Kisame. Mobil itu segera berlalu meninggalkan Kisame yang berdiri mematung.

x x x x x x x x

-

To Be Continue......

Hwahhh,,, minna-san... gimana???? udah nyambung sama judulnya kan???? Itulah kenapa judulnya Penderitaan Itachi biar pada tau kalo Itachi sebenernya takut sama anjing, kayak Nina.

Pokoknya review ya!!!!!