Hallo..Hallo… Minna-san… Wuaaahhh, kayaknya chapter 4 udah jadi nih, maap ya buat yang nungguin, makasih juga buat yang udah nge-ripiu, aku senang sekali kalian suka cerita ini dan pengen tau kelanjutanya –he..he..- terus aku juga sudah nggak sabar pengen nyelesain cerita ini. Jadi ngelantur, langsung baca aja ya!!!!!
Penderitaan Itachi
Author : Hiysugaya Nina
Disclaimer : Masih tetep Om Masashi kok….
Itachi, yang punya adek satu-satunya, Sasuke, tinggal sendiri di tempat Kost mereka di dekat sekolah mereka di SD, SMP, SMA Konoha, Sekolah Terbesar dan Terkenal di desa Konohagakure. Sekarang Itachi kelas 3 SMA, Sedangkan Sasuke kelas 1 SMA. Umur mereka cuma beda dua tahun. Mereka udah biasa tinggal sendiri. Alasan mereka nge-kost adalah biar deket ke sekolah dan juga biar mandiri. Orang tua mereka tinggal di Desa Kirigakure. Udah gitu, mereka berdua jago masak,apalagi Sasuke.
Malamnya di rumah Itachi…….
"Huatci…!!! Huatchi..!!! Sasuke, tolong ambilkan air putih sama obat dong!!" Teriak Itachi setelah bersin-bersin. Pulang dari rumah Kisame, Itachi keujanan, jadinya flu gitu sekarang. Ditambah lagi, ia masih trauma sama kejadian tadi siang. Sama yang namanya ANJING!!!!.
"Sasuke!!!! kok lama banget sih!!" Teriak Itachi lagi. Sekarang Itachi meringkuk di tempat tidur. Tubuhnya ditutup selimut tebal. Tak lama kemudian Sasuke muncul dari dapur sambil membawa nampan berisi makanan, air dan obat flu. Tampangnya kasihan melihat Anikinya sakit.
"Aduh, Aniki cerewet banget sih!!! Makanya jangan ujan-ujanan, harusnya kan Aniki berteduh dulu dimana gitu, biar nggak sakit kayak gini!" kata Sasuke cemas.
"Itu bukan salahku, si sopir kurang ajar itu yang salah, menurunkanku di tempat yang nggak ada tempat berteduh, yah jadi basah kuyup deh" ujar Itachi.
"Ya sudah, sekarang Aniki makan dulu habis itu minum obat" kata Sasuke.
"Moh!! aku nggak mau makan, nggak lapar" Tukas Itachi. Sasuke mendesah.
"Gimana mau sembuh kalau Aniki nggak makan" kata Sasuke.
"Habisnya aku nggak lapar sih" kata Itachi.
"Aku suapin ya!!" kata Sasuke. Itachi ragu sejenak. Akhirnya ia mengiyakan dengan semangat.
"Boleh!!" sahut Itachi. Sasuke tersenyum senang.
"Ngomong-ngomong, apa yang kau masak Sasuke??" tanya Itachi sambil melihat isi nampan itu.
"Aku masak jamur kesukaanmu" sahut Sasuke. Kini ditangannya sudah ada sepiring tumis jamur yang masih hangat.
"Apa aku nggak salah denger??? jamur??? kesukaanku???" Tanya Itachi kaget. Matanya menatap ngeri apa yang ada ditangan Sasuke.
"Iya!! Aniki sendiri yang bilang begitu" jawab Sasuke.
"Seumur hidupku, aku tidak pernah mengatakan jamur itu makanan kesukaanku" sergah Itachi.
"Ya.. ampun.. apa Aniki lupa ya?? waktu Aniki pulang sambil basah kuyup, Aniki bilang padaku ingin makan tumis jamur , ya sudah aku buatkan spesial untukmu. Ini yang ada ditanganku" jelas Sasuke dengan sabar.
"Masa sih?? apa aku mengigau??" gumam Itachi. Ia mengingat-ingat lagi waktu ia turun dari mobil.
Flashback -on-
"Bang, anterin saya sampai depan rumah dong! ujarnya deres banget loh!!" ujar Itachi. Teman-temannya udah pada turun duluan. Jadi Itachi yang paling terakdir turun.
"Nggak bisa, kamu harus turun disini, saya harus narik penumpang lagi" kata abang sopir.
"Yah kok gitu? rumah saya kan masih jauh" kata Itachi.
"Nggak ada rutenya ke rumah kamu tauk!! bisanya turun disini, cepet turun!!!" perintah abang sopir dengan kasar. Terpaksa Itachi turun.
"Damn it!!!" umpat Itachi. Abang sopir sialan itu langsung melajukan mobilnya melesat di tengah hujan. Itachi diam sejenak.
"Gimana mau neduh, ini kan jalan raya, nggak ada tempat buat neduh" gumam Itachi. Lagi-lagi Itachi mengumpat. Akhirnya Itachi berlari menerobos hujan, walau tak bisa dielakkan bajunya basah. Sampai didepan rumah, Itachi langsung berteriak memanggil Sasuke, adek semata wayangnya.
"Sas, Sasuke.. cepat buka pintunya!!" Teriak Itachi. Ia sudah menggigil kedinginan di depan pintu. Terdengar suara kunci di putar dari dalam dan Sasuke muncul dari balik pintu. Raut wajahnya cemas.
"Aniki!! kok bisa basah kuyup begini sih??? ayo masuk!" ajak Sasuke. Itachi nggak bergeming dari tempatnya berdiri. Terpaksa Sasuke yang membawanya masuk.
"Aku kedinginan Sasuke" gumam Itachi. Terdengar giginya gemeretuk.
"Iya aku tau, nanti aku buatkan minuman hangat untukmu" sahut Sasuke. Ia mulai membukakan baju Itachi yang basah.
"Sasuke, aku ingin makan" kata Itachi.
"Hn" Sasuke masih melepaskan baju Itachi yang basah.
"Makan.. tumis jamur.." kata Itachi setengah sadar.
"Hah?? tumis jamur??" kata Sasuke kaget.
"Iya.. buatkan sekarang.. aku ngantuk" kata Itachi lagi. Ia milai memejamkan matanya yang terasa berat.
"Tapi kan, jamur itu, Aniki kan..." Protes Sasuke.
"Cepat buatkan!!!" perintah Itachi.
"Baiklah, tapi nanti setelah aku menggantikan bajumu yang basah ini" kata sasuke. Cepat-cepat ia menggantikan pakaian Itachi, membawanya ke tempat tidur, membaringkannya dan berlari ke dapur.
Flashback -off-
"Tuh kan, mungkin aku mengigau waktu itu" kata Itachi.
"Tapi kan aku sudah memasakkannya untukmu" kata Sasuke.
"Sudahlah, buatmu saja. Masakkan aku yang lain, yang penting bukan jamur" kata Itachi, masih meringkuk di tempat tidur. Sasuke mendesah lagi. Ia harus sabar mengurus kakak satu-satunya itu, apalagi kalau sedang sakit seperti sekarang.
"Tapi, nggak ada persediaan makanan lagi Aniki, sudah habis, yang tersisa hanya tumis jamur ini saja" jelas Sasuke sabar.
"Yah kok gitu, beliin apa gitu biar Ankiki-mu ini bisa makan" kata Itachimemerintah.
"Kenapa Aniki nggak makan jamur ini saja" kata Sasuke mencoba menolak permintaan Itachi.
"Moh, aku nggak mau, aku kan nggak suka jamur" kata Itachi menolak.
"Terus Aniki makan apa dong??" tanya Sasuke.
"Yah, makanya aku menyuruhmu membelikanku sesuatu yang bisa di makan" ujar diam sejenak untuk berpikir. Sebenarnya nggak enak juga buat nolak permintaan Itachi. Yah, mau bagaimana lagi.
"Baiklah, Aniki mau makan apa??" tanya Sasuke pasrah.
"Nasi goreng" sahut Itachi spontan.
"Nasi goreng?? kalau begitu biar aku buatkan saja" kata Sasuke.
"Lho?? katanya persediaan makanannya sudah habis?" tanya Itachi bingung.
"Iya. Tapi kalau untuk membuat seporsi nasi goreng saja sih masih ada" sahut Itachi.
"Nanti kau makan apa??"
"Aku kan bisa makan tumis jamur ini"
"Benar kau mau memakannya?"
"Ya. Demi Aniki"
"Demi aku?? I Wow.. kau memang Ototouku yang paling baik" puji Itachi.
"Dan paling ganteng" tambah Sasuke.
"Tidak!! yang paling ganteng hanya aku, setelah itu baru kau"
"Uuh.. curang"
"Ya sudah, cepat buatkan aku nasi goreng, sekarang aku sudah lapar" kata Itachi.
"Ok. Tunggu lima menit lagi, aku akan segera kembali dengan membawakan pesananmu" sahut Sasuke.
"Secepat itukah??" tanya Itachi.
"Ya dong!! Sasuke gitu loh!!" sahut Sasuke sambil melesat ke dapur.
5 Menit kemudian....
"Pesanan datang..!!" seru Sasuke lantang. Gayanya mirip waitter di restoran bintang 5.
"Wuih,, kayaknya enak banget tuh" kata Itachi sambil mencium aroma nasi goreng yang nikmat dan mengundang selera.
"Iyalah, kan aku yang masak" kata Sasuke bangga.
"Mau dong!! tapi suapin ya" pinta Itachi.
"Iya, tapi habis itu Itachi minum obat ya!!" pinta Sasuke pula.
"Occhee.. ngomong-ngomong, badanku sepertinya demam" gumam Itachi. Ia menempelkan punggung tangannya ke keningnya. Sasuke mengikuti gerakan Itachi.
"Iya ya.. Aniki demam, aduh gimana dong!! apa aku bilang sama ayah dan ibu saja" kata Sasuke cemas.
"Tidak usah, besok aku pasti sudah sembuh" cegah Itachi.
"Tapi, badan Aniki panas banget loh" kata Sasuke.
"Nanti aku akan minum obat demam setelah aku memakan nasi goreng buatanmu" kata Itachi.
"Oh iya,jadi lupa. Aku kan ingin nyuapin Aniki" kata Sasuke. Dengan Sabar Sasuke menuyuapi Itachi sampai nasi goreng dipiring itu habis tak bersisa. Sekarang giliran minum obat demam.
"Nah Aniki, sekarang Aniki tidur ya! biarcepat sembuh. Aku mau cuci piring sama cuci baju" kata Sasuke.
"Aku jadi kasihan padamu Sasuke. Harusnya kan aku yang mengerjakan itu semua, bukan kau" kata Itachi.
"Sudahlah, Aniki tidur saja. Aku senang kok melakukannya" kata Sasuke lagi.
"Gomen ya Sasuke. Sudah merepotkanmu sampai seperti ini"
"Itu sudah menjadi kewajibanku membantu Aniki. Kau kan kakakku" kata Sasuke.
"Arigaou"
"Nanti kalau ada apa-apa, atau Aniki butuh sesuatu, panggil aku ya, aku pasti akan datang"
"Tapi aku kan nggak bisa berteriak, suaraku kan kecil sekarang"
"Kalau begitu, tepuk tangan saja"
"Baiklah. Aku tidur dulu ya!!" kata Itachi. Ia mulai merebahkan badannya.
"Ok. Jangan lupa berdo'a biar nggak mimpi dikejar-kejar anjing" gurau Sasuke.
"Kau ini. Jangan mengingatkan aku tentang hal itu lagi dong! aku kan takut anjimg"
"Hee..he.. gomen" tawa Sasuke sambil meninggalkan Itachi yang sudah memejamkan matanya. Siap menuju alam mimpi.
-
To Be Continue.......
x x x x x x x x
Gimana minna-san... udah ngerti kan jalan ceritanya ???
jangan lupa di review ya!!!!!!!!
Arigatou.........
