Mau balas review dulu ahh..:

harurunGAARA:

Masa' siy? Tengkyu ya. *author berbunga-bunga*

Ini apded-tan nya. Apa? Anda tertipu? Syukurlah, karena bakat terpendam saya yaitu menipu bisa anda akui. Haha… Aku udah ripyu penpik kamu kok. Oiya, jangan lupa di ripyu lagi ya penpik ini. ^^

kawaii-haruna:

Makasih, ini apded-tan nya. Iya, si Gaara jadi kakaknya si Sakura trus si Lee percaya banget tuh ama Mama Tsunade. XP. Jangan lupa Ripyu lagi ya!

dilia shiraishi:

Dilia, tengs ya buat ripyu-an nya. Saran kamu membantu banget loh! Oiya jangan lupa tetep RnR ini penpik! Oke?

Furukara:

Makasih ya! Ini udah aku teliti lagi *mungkin masih ada yang kurang*. Heee.. Menurut aku penpik kamu nggak menyedihkan lo! Aku suka banget ama Tomato Friendship! Oiya, jangan lupa di RnR lagi ya.. (^_~)

P. Ravenclaw:

Sebenernya sih, saia juga mikirnya gitu, tapi berhubung pikiran saia lagi ERROR, jadi Ibiki ama Anko deh. Soalnyakan, si Ibiki cocok jadi satpam, trus si Anko yang hobi makan dango cocok di jadiin pembokat.*digebugkin fans-nya Anko*. Udah aku ripyu tuh fic-nya temen kamu. Oiya, jangan lupa tetep RnR fic ini, ya! Tengkyu.

Phillip William-Wammy:

Makasih ya! Ini apded-tan nya, aku juga udah me-ripyu fic temen kamu kok. Tetep di RnR ya fic aku!

Chika the Deidara's Lover:

Makasih ya Chika. Ini apded-tan nya. Di ripyu lagi ya!

kakkoii-chan:

Iya! Sasori emang babi face eh baby face banget!! *ketularan Lee*. Iya, si Sakura ama Gaara emang cocok jadi kakak-adik. Nih apded-tan nya, jangan lupa ya buat di RnR lagi!

Inuzumaki Helen:

Makasih Helen! Iya nih, aku kebiasaan nulis pakai bahasa SMS soalnya aku sekarang sering banget SMS-an *secara banyak promo kartu kan? Jadi tarifnya pada miring semua!*

Aku juga bingung sendiri kenapa Sakura aku jadiin marry-sue ya? *emang dasar authornya yang geblek*. Sekali lagi thanks ya, dan tetep RnR!

Chaa a.k.a panda-kun:

Makasih Panda-kun! Nggak apa-apa, kita saling curhatan aja. XP. Aku udah nge-ripyu fic nya kamu kok. Oiya, tetep di RnR ya fic aku.

Himura kyou:

Makasih! Iya nih si Ibiki ama Anko kerja di rumah Sakura. Eh, jangan salah! Si Tobi punya otak cemerlang loh! Kalo si Tsunade aku jadiin dia mirip Mama Laurent. XD. Iya, si Sasori emang gombal! Sasuke-nya udah nongol kok di chapter ini. Satu lagi, tetep di RnR ya penpik aku! ^^

Sahara ZhafachieQa:

Makasih Sahara! Ini udah aku apded. Jangan lupa di RnR lagi ya!

Uzumaki khai:

Makasih ya Khai!

Oiya Khai, nama kamu ngingetin aku ama temen sekolah aku loh! Dia juga sering pake nama Uzumaki, Uzumaki Kai tepatnya *haha.. malah curhat*. Oke, jangan lupa di RnR lagi ya!

Rin Kajuji:

Makasih ya Rin! Akhirnya? Hmm.. apa ya? Baca aja deh chapter selanjutnya! Di chapter ini si Gaara buat lelucon nih, mau tau kan? Yaudah, baca tapi jangan lupa di ripyu ya!!

Gareth Barney Wonka:

Tengkyu Wonka! Salam kenal juga ya, aku juga author baru di sini. HayateXAnko? Hmm… boleh juga, tapi mungkin di penpik ku yang lain *disiram*. XD. Btw, kamu fansnya Gareth Gates, Barney ama Willy Wonka ya? *sotoy mode:on*. Oiya, jangan lupa di RnR ya!

Myuuga Arai:

Makasih Arai! Ini udah aku kurangin bahasa SMS nya! Tetep ya di RnR..

Oke, itu dia balasan dari review teman-teman semua, sekarang mari kita lanjutkan chapter 2 dari First Love. Jeng… Jeng…

Disclaimer: Naruto Masashi Kishimoto

Rating: T

Genre: Romance/Friendship.

Main Pairing: SasuSakuSaso, NaruHina, NejiTen, SaiIno, ShikaTema, GaaMatsu

Chapter 2

First Love

Kediaman Haruno…

"Ehm…" kata Gaara mengagetkan dua sejoli 'Anko dan Ibiki'.

"Maaf Tuan. Anda sudah pulang ya?" tanya Ibiki.

"Eh, Nii-chan Udah pulang ya?" tanya Sakura yang tiba-tiba muncul.

"I..Iya.." kata Gaara.

"Loh, Nii-chan kenapa?" tanya Sakura yang kebingunggan melihat Gaara yang sudah mulai tersenyum-senyum misterius.

"WUAHAHAHAHA…" tiba-tiba saja tawa Gaara langsung meledak.

"Nii-chan! Nii-chan! Aduh, bagaimana ini?" tanya Sakura panik. Ia pun langsung meletakkan punggung tangannya di dahi Gaara.

"Haa!! Celaka, panas! Bagaimana ini Pak, Bi'?" tanya Sakura semakin panik. Namun, yang ditanyakan pun cuma diam terpaku, tidak tahu harus berbuat apa. Semua orang yang berada disana mulai ketakutan, karena Gaara tidak kunjung berhenti tawanya. Kemudian pintu kembali terbuka, ternyata itu adalah Tuan Haruno.

"Hei, kenapa ini? Kenapa semua berkumpul disini?" tanya Tuan Haruno heran, dan bertambah heran lagi ketika melihat Gaara yang tidak berhenti tertawa.

"Ayah! Nii-chan sakit, badannya panas!" teriak Sakura agar didengar oleh ayahnya.

"Hah?" Tuan Haruno terkejut, tapi sesaat kemudian ia tersenyum. Beliau lalu menepuk pelan kedua pipi Gaara.

"Gaara… Gaara… Ayo tarik napas dalam-dalam… Iya, betul begitu.. Hembuskan…" kata Tuan Haruno.

"Iya, sekali lagi," lanjut Tuan Haruno.

"Haah.. Haah.. Hahaha… Haha…" tawa Gaara masih terus berlanjut, tapi tidak sedahsyat sebelumnya.

"Hei, hei! Gaara sudah," kata Tuan Haruno menenangkan.

"I..Iya Ayah. Tapi, ini lucu sekali. Haha.."

"Lucu? Apanya yang lucu Nii-chan?" tanya Sakura keheranan.

"Itu, tadi waktu di kampus ponsel aku hilang. Terus, aku tanya sama anak-anak tapi mereka bilang pada nggak tau. Lalu, si Kankuro nanya 'itu apa di saku jacketmu?'. Aku langsung sadar kalau ponsel ku ada disana. Hahaha… Benar-benar bodoh aku ini," kata Gaara sambil diselingi tawanya.

"WUAHAHAHA…" ternyata tawa keras itu bersumber dari Ibiki. Ia ikut tertawa mendengar cerita Gaara.

"Haa?" tanya Sakura sambil memasang wajah bloon. "Segitu aja?" tanyanya lagi.

"Iya, Saku-chan. Gimana, lucu kan? Pak Ibiki aja ketawa, masak kamu nggak sih? Itu kan lucu. Ya nggak Pak Ibiki ?" tanya Gaara.

"Haha… I.. Iya Tuan, lucu. Haha.." jawab Ibiki.

"Ahh, sudahlah. Ayo Ayah kita ke atas," kata Sakura sambil menarik tangan ayahnya, meninggalkan Gaara bersama Anko dan Ibiki. Namun, tidak lama setelah itu Anko pun pergi meninggalkan mereka berdua yang masih tertawa.

Kediaman Uchiha…

UCHIHA, begitulah tulisan dari sebuah papan nama yang terpampang di atas pagar tinggi disebuah rumah mewah bercat hitam. Rumah tersebut adalah peninggalan dari pimpinan perusahaan Uchiha Corps yang bernama Uchiha Fugaku dan istrinya Mikoto untuk kedua orang putranya Uchiha Itachi dan Uchiha Sasuke. Fugaku dan Mikoto meninggal pada saat Itachi masih berusia 15 tahun dan adiknya 13 tahun. Ketika itu mereka hendak menuju Sunagakure namun malangnya pesawat yang mereka tumpangi meledak.

Semenjak kepergian Fugaku dan Mikoto, Itachi dan Sasuke mengambil keputusan untuk menutup perusahaan tersebut. Karena mereka berpikir bahwa mereka tidak mempunyai bakat bisnis dan tidak akan mampu untuk memimpin perusahaan besar tersebut.

Tok.. tok.. tok..

Itachi menggedor pintu kamar adiknya, Uchiha Sasuke. "Ya, masuk saja. Pintunya tidak dikunci," kata Sasuke dari dalam kamarnya.

"Sasuke, nanti malam kamu jadi pergi ke pesta ulang tahun ku, kan?" tanya Itachi penuh harap sambil masuk ke dalam kamar Sasuke.

"Nggak tau deh. Liat nanti aja," kata Sasuke sambil berkutat dengan laptopnya.

"Kok gitu sih? Kan aku yang ulang tahun. Pokoknya, aku nggak mau tahu kamu harus datang!" kata Itachi memaksa.

"Hei! Maksa banget sih jadi orang? Aku sekarang lagi sibuk, liat kondisi nanti malam aja. Nggak tahu bisa pergi atau nggak," kata Sasuke cuek.

"Dasar! Udah jam 3 nih. Aku ke rumah sakit dulu ya. Oiya, kalau mau makan tinggal makan aja. Tuh, udah aku siapin semuanya di ruang makan," kata Itachi.

"Hn," jawab Sasuke pendek.

Itachi pun keluar dari kamar sasuke dengan perasaan kesal. Ia kemudian menuju bagasi mobilnya sambil membatin, "Haah.. Dasar adik nggak punya perasaan." Itachi lalu menghidupkan mobilnya dan melesat menuju RS Konoha.

Setelah mendengar mobi Itachi menjauh dari rumahnya, Sasuke langsung menelpon Neji.

"Halo Neji. Ini aku. Nanti malam jadikan?" tanya Sasuke pada Neji yang ada di seberang.

"Oke. Jangan lupa beritahu yang lain ya! Sampai nanti," lanjut Sasuke.

Sasuke kemudian menutup telepon dan kembali berkutat dengan laptopnya.

Kediaman Haruno…

"Tuan, makanannya sudah siap. Anda mau makan sekarang?" tanya Anko pada Tuan Haruno yang sedang asyik bercengkrama dengan kedua anaknya.

"Ohiya, terimakasih Anko. Ayo Gaara, Sakura, kita makan dulu," ajak Tuan Haruno.

Sesampainya di ruang makan, Sakura langsung terpana melihat masakan yang dibuat Anko. "Waahh… Ada bento! Hmm.. Baunya nikmat lagi," kata Sakura.

"Ayo makan," kata Tuan Haruno.

Mereka semua makan dengan lahapnya. "Anko, semakin hari kemampuan masakmu semakin bertambah ya," puji Tuan haruno, yang dipuji pun tersipu malu mendengarnya.

"Oya Ayah, Sasori-kun udah bilang belum?" tanya Sakura.

"Bilang apa?" Tuan Haruno balik bertanya.

"Itu, nanti malam temannya ada yang ulang tahun. Aku boleh pergi kan, Yah?" tanya Sakura lagi.

"Oh itu. Sasori sudah bilang kok, iya kamu boleh pergi. Ngomong-ngomong, kamu tahu siapa yang ulang tahun?"

"Tidak Ayah, Sasori-kun tidak bilang. Memangnya siapa, Yah?" tanya Sakura.

"Uchiha. Uchiha Itachi" jawab Tuan Haruno.

"Kok Ayah tahu sih?" tanya Gaara.

"Ya, dia adalah murid yang sangat berbakat dan selalu meraih beasiswa kedokteran di KU. Tidak heran kan kalau Ayah tahu. Lagipula, adiknya Sasuke juga tidak kalah hebat darinya. Mereka sama-sama dapat beasiswa, jarang loh adik kakak dapat beasiswa sekaligus. Satu lagi, mereka itu sangat terkenal terutama dikalangan wanita, karena mereka itu sangat tampan," terang Tuan Haruno panjang lebar.

"Mana yang lebih tampan dari aku, Yah?" timpal Gaara.

"Hmm.. Mana ya? Menurut Ayah kalian sebanding," kata Tuan Haruno lagi.

"Yaaah.. Ayah!" keluh Gaara sambil memanyunkan bibirnya.

"Haha.. ini baru lucu," kata sakura sambil memukul pelan tangan Gaara.

"Oiya, Gaara nanti malam tolong Bantu Ayah buat…"

"Ah! Tidak bisa Ayah, maaf. Nanti malam aku ada janji dengan Matsu-chan. Biasa anak muda. Hehe.." potong Gaara.

"Jadi, Ayah tinggal sendirian dong nanti malam ?" tanya Tuan Haruno dengan nada kecewa.

"Tidak Ayah. Kan masih ada Bi' Anko sama Pak Ibiki," kata Sakura.

"Itu sih sama aja enggak Sakura. Nanti malam pasti mereka asyik berduaan," kata Tuan Haruno yang diikuti gelak tawa kedua anaknya.

Siangpun berganti dengan malam. Bintang-bintang mulai bermunculan untuk memamerkan cahaya indah mereka. Bintang-bintang yang berkerlap-kerlip itu seolah-olah ikut merasakan perasaan setiap insan. Dengan kerlipannya, bintang seolah-olah ikut gembira melihat insan-Nya yang bersuka cita. Dan dengan kerlipannyalah, bintang seolah-olah menghibur hati insan-Nya yang sedang gundah.

Pada malam itu, Sakura terlihat sangat anggun dengan balutan gaun bewarna pink lembut sebatas lututnya, rambutnya dibiarkan tergerai indah, dan leher jenjangnya dihiasi oleh kalung berbandul bunga sakura pemberian Sasori.

"Ayah, bagaimana penampilan ku?" tanya Sakura.

"Hmm.. Kamu terlihat cantik Sakura," jawab ayahnya.

"Nii-chan, bagaimana penampilan ku?" tanya Sakura lagi pada Gaara.

"Biasa-biasa saja," kata Gaara dengan ekspresi datarnya yang khas.

"Ihh, Nii-chan! Puji aku dikit dong! Jangan Matsu-chan aja yang dipuji," kata Sakura setengah meledek sehingga membuat Tuan Haruno tersenyum.

Mendengar ledekan Sakura, wajah Gaara mulai memerah,"Aduh ni anak! Ya iya. Kamu cantik," jawab Gaara singkat.

"Gitu dong Nii-chan. Hehe.. Oiya, nggak jadi pergi sama Matsu-chan?" tanya Sakura lagi.

"Jadi, tapi aku nungguin teleponnya dulu. Soalnya, dia sekarang lagi dandan katanya. Huh! Dasar cewek! Padahalkan mereka nggak perlu dandan agar terlihat cantik. Kalau mereka cantik, ya pasti cantik kan walaupun nggak dandan," kata Gaara panjang lebar.

"Yah, itulah yang namanya cewek Nii-chan. Bagi cewek dandan itu suatu kewajiban. Apalagi kalau bertemu dengan pujaan hati," jelas Sakura.

"Terserah deh," lanjut Gaara.

"Udah jam 7 nih. Mana Sasori-kun ya?" tanya Sakura sambil melirik arloji miliknya.

"Sabar Sakura. Mungkin sekarang sedang macet," kata Tuan Haruno menyabarkan.

Tidak beberapa lama kemudian, terdengarnya suara deru mesin mobil memasuki pekarangan rumah mereka. Sakura langsung berlari membuka pintu.

"Itu pasti Sasori-kun," ujar Sakura.

"Sasori-kun, kamu kok lama banget sih?" tanya Sakura pada Sasori yang baru turun dari mobilnya.

"Maaf Saku-chan. Kamu udah siap kan? Kita berangkat sekarang ya. Oiya, mana ayahmu?" tanya Sasori.

"Itu ada di dalam," jawab Sakura.

Sasori kemudian langsung masuk ke rumah Sakura, dan dia melihat Tuan Haruno sedang mengobrol dengan Gaara.

"Maaf mengganggu Tuan Haruno, Gaara," kata Sasori sambil membungkuk.

"Tidak apa-apa Sasori. Oiya, sudah berapa kali saya bilang jangan panggil Tuan?" kata Tuan Haruno.

"Ah, iya maaf Tuan eh.. maksud saya Ayah," kata Sasori sedikit canggung.

"Iya, kamu mau pergi dengan Sakura kan? Kalau gitu jangan pulang terlalu larut ya," kata Tuan Haruno.

"Iya, tenang saja Ayah. Kalau begitu saya dengan Sakura pamit dulu. Selamat malam," pamit Sasori dengan sangat sopan pada Tuan Haruno.

"Hati-hati di jalan ya," kata Tuan Haruno.

"Ayah, Nii-chan, aku pergi dulu ya!" kata Sakura sambil melambaikan tangannya.

"Hn," jawab Gaara.

Sakura dan Sasori pun segera menuju mobil Sasori, "Silakan Tuan Putri," kata Sasori seraya membukakan pintu mobil untuk Sakura.

Mendengar perkataan Sasori, wajah Sakura memerah dan sekilas senyum tersungging si bibirnya. Kemudian, Sasori setengah berlari menuju tempat setirnya, dan menggas pelan mobil tersebut meninggalkan kediaman Haruno.

Summer Café…

"Selamat ulang tahun, Itachi!" seru Deidara sambil menjabat erat tangan Itachi dan memberikan sebuah kado yang berukuran cukup besar.

"Iya, terima kasih Dei kamu sudah mau datang," kata Itachi sambil sedikit takut-takut menerima kado dari Deidara.

Itachi lalu bertanya, "Apa isinya, Dei? Apakah semacam mercon atau sejenisnya?"

"Hah? Dari mana kamu tahu?" Tanya Deidara sedikit terkejut,"Pasti Si Tobi yang memberi tahu mu, ya? Ah, anak itu betul-betul tidak bisa dipercaya!" geram Deidara.

"Bu..Bukan.. Tobi tidak mengatakan apa-apa," kata Itachi sedikit mengernyit membayangkan kado dari Deidara. Itachi kembali teringat pada kecelakaan di lab kimia ketika mereka masih SMA. Deidara salah memasukkan larutan, sehingga larutan tersebut meledak dan mengakibatkan labor mereka terbakar. Namun, yang anehnya semenjak kejadian itu Deidara sangat menyukai ledakan.

Mendengar nama Tobi disebut-sebut, seseorang yang mengenakan sebuah topeng aneh segera mendekati mereka,"Hei, ada apa sebut-sebut nama ku? Oiya, Itachi selamat ulang tahun ya!"

"Iya," kata Itachi sambil tersenyum.

"Hei, Tobi! Kau bilang ya pada Itachi apa hadiah ku?" tanya Deidara sedikit sewot.

"Tidak kok! Tobi kan sudah berjanji tidak akan memberitahu siapa-siapa. Lagi pula, Tobi kan anak baik, jadi tidak mungkinkan membocorkan rahasia," kata Tobi dengan suara innocent.

"Trus, dari mana Itachi tahu?"

"Ya mana aku tahu! Itachi nya aja yang cerdas. Nggak seperti kamu yang kerjaannya ngurus rambut doank!" kata Tobi tidak nyambung.

"Hei!" kata Deidara sambil menjitak kepala Tobi.

"Sudah, sudah!" sela seseorang yang memakai cadar .

"Itachi, selamat ulang tahun ya! Ini aku kasih sapu tangan buatan ku sendiri," kata orang itu sambil menyerahkan sebuah bungkusan kado kecil."Awalnya aku mau beliin kamu baju, tapi karena MAHAL jadinya aku bikinin aja nih sapu tangan."

"Yah, Kakuzu kan memang pelit. Tidak mau memberikan barang berharga," kata Tobi.

"Enak saja kau Tobi! Barang berharga kan bukan berarti mahal kan, Itachi?" kata Kakuzu pada Itachi.

"Iya. Terima kasih ya Kakuzu," kata Itachi sambil tersenyum.

"Ngomong-ngomong kamu sekarang ulang tahun yang keberapa sih?" tanya Kakuzu.

"21 Kakek!" jawab Tobi.

"Hah? 21? Tapi kok kerutanmu lebih banyak dari aku sih?" tanya Kakuzu.

Itachi hanya tersenyum kecut mendengarnya, sambil berkata dalam hati, "Dasar kakek-kakek! Masa' aku yang sekeren ini dibilang lebih tua dari dia?!"

Tiba-tiba saja,"Oh, Itachi my soul mate! Happy birthday ya!" kata seseorang yang mirip ikan hiu sambil memeluk Itachi.

"Iya! Iya! Lepaskan Kisame! Nanti kita digosipkan pasangan Yaoi lagi," kata Itachi sambil berusaha melepaskan pelukkan Kisame.

"Astaga! Dewa Jashin, ampunilah dosa kedua orang terkutuk ini!" kata seseorang yang membawa tasbih yang diiringi oleh seorang gadis cantik dan seorang laki-laki yang mempunyai banyak piercing di wajahnya.

"Hei! Enak saja kau bicara, Hidan! Aku bukan orang terkutuk, yang terkutuk itu Kisame. Dia kan dikutuk jadi ikan!" kata Itachi sambil menunjuk Kisame.

"Tidak! Aku tidak terkutuk!" bantah Kisame. "Yang terkutuk itu kau Hidan! Ajaran yang kau bawa itu sesat," kata Kisame menambahkan.

"Terserah kau lah! Oiya, selamat ulang tahun ya Itachi," kata Hidan sambil menjabat tangan Itachi.

"Selamat ulang tahun Itachi," kata gadis cantik berhiaskan bunga di atas kepalanya.

"Selamat ulang tahun Itachi," lanjut seorang pria ber-piercing banyak.

"Terima kasih ya Konan, Pain," kata Itachi sambil tersenyum. "Ngomong-ngomong mana Sasori ya?" tanya Itachi lagi.

"Ah, itu dia! Eh, lihat dia bawa siapa? Itukan Sakura anak rektor kita!" seru Tobi.

Semua yang ada di sana serentak melihat kearah Sakura dan Sasori. Sakura yang merasa sangat canggung merangkul erat lengan Sasori.

"Sasori, akhirnya kau datang juga!" kata Itachi.

"Maaf, Itachi. Selamat ulang tahun ya," kata Sasori sambil menjabat tangan Itachi. "Ohiya, ini Sakura," kata Sasori memperkenalkan Sakura pada Itachi.

"Iya, aku sudah tahu kok," kata Itachi.

"Selamat Ulang tahun ya, Itachi-san," kata Sakura menjabat tangan Itachi.

"Terima kasih Sakura," kata Itachi sambil tersenyum. "Perkenalkan, ini Deidara, trus ini Tobi, yang di sampingnya Hidan. Lalu yang pakai cadar itu Kakuzu, di sebelahnya Kisame. Lalu disamping ku ini Pain bersama pacarnya Konan," kata Itachi memperkenalkan teman-temannya.

"Halo! Salam kenal semuanya, aku Sakura," kata Sakura sambil tersenyum, tapi entah kenapa semenjak tadi dia tidak melepaskan rangkulannya pada Sasori.

"Hai Sakura! Kami sudah tahu kok," kata Konan.

"Ohiya Itachi, Sasuke mana?" tanya Sasori.

Tiba-tiba saja raut wajah Itachi berubah murung, "Entahlah, sepertinya dia tidak mau datang," kata Itachi pelan.

Suasana disana tiba-tiba berubah menjadi dingin, "Ah sudahlah Itachi! Mungkin Sasuke sibuk. Soalnya dia kuliah baru tingkat pertama. Jadi, wajarkan kalau sibuk," kata Kisame menghibur Itachi.

"Mungkin…" kata Itachi lagi, pikirannya sekarang campur aduk, ia tidak mengerti mengapa Sasuke begitu tega padanya.

…TBC…

Haaahh.. akhirnya di apded juga!

Gimana para reader dan reviewer? Apakah fic saya semakin kacau dan tidak jelas sehingga patut di musnahkan dari peredaran?

Jawab dengan review ya! *author memaksa*

Hiryuka Nishimori