Disclaimer: Naruto Masashi Kishimoto
Rating: T
Genre: Romance/Friendship.
Main Pairing: SasuSakuSaso, NaruHina, NejiTen, SaiIno, ShikaTema, GaaMatsu
Chapter 4
****
First Love
Kediaman Haruno…
Sakura membuka pelan pintu rumahnya, di sana ia melihat ayahnya sedang asyik menonton berita malam, dengan mengendap-endap ia pun masuk ke dalam.
"Ayah!!" kata Sakura mengagetkan sambil memeluk ayahnya dari belakang.
"Sakura! Kamu mengagetkan Ayah saja! Nanti kalau Ayah jantungan gimana?" tanya Tuan Haruno sedikit sewot.
"Hehehe… Maaf Ayah," kata Sakura nyengir.
"Bagaimana tadi?" tanya Tuan Haruno.
"Asyik! Oiya, Sasuke itu keren ya Ayah," kata Sakura sambil malu-malu.
"Keren? Hmm, kamu suka dengan dia ya? Lalu bagaimana dengan Sasori?" selidik Tuan Haruno.
"Ihh Ayah! Aku kan cuma kagum dengannya!"
"Iya, iya. Ayah tahu kok," kata Tuan Haruno sambil membelai rambut putrinya.
Tak beberapa lama kemudian pintu kembali terbuka, tapi kali ini dengan sedikit hentakan. Sehingga, Tuan Haruno dan Sakura langsung menoleh ke arah pintu.
"Nii-chan baru pulang ya?" kata Sakura menyapa Gaara.
"Hn," jawabnya singkat dan langsung menuju kamar.
"Nii-chan kenapa, Ayah?" tanya Sakura bingung.
Tuan Haruno mengangkat bahu sambil menggeleng, "Ayah juga tidak tahu. Sebaiknya kamu tanya langsung padanya."
"Iya," kata Sakura sambil beranjak dari tempat duduknya menuju kamar Gaara.
Tok..Tok..Tok..
"Nii-chan, aku masuk ya!" kata Sakura sambil masuk ke kamar tanpa menunggu jawaban dari Gaara.
Sesampai di dalam kamar, ternyata Sakura mendapati Gaara sudah tidur, selimutnya menutup hingga kepala. Melihat kelakuan kakaknya Sakura sangat kesal dan langsung menarik selimut Gaara.
"Ihh.. Nii-chan!! Kenapa langsung tidur sih?"
Namun, Gaara tidak juga membuka matanya. Sakura semakin gemas melihat Gaara yang seperti itu. Akhirnya, ia mencubit keras pipi Gaara.
"Sakura-chan! Sakit!" seru Gaara sambil membalas cubitan pada adiknya.
"Ampun.. Ampun.." kata Sakura meringis kesakitan sambil memegangi pipinya.
"Makanya, ngapain kamu kesini? Udah kamu keluar aja! Aku mau tidur!" usir Gaara.
"Hei! Nggak bisa gitu Nii-chan, aku tahu Nii-chan pasti punya masalah, ya kan?" kata Sakura sambil menggoda Gaara.
"Nggak kok, siapa bilang?" Gaara berusaha menghindar.
"Udah deh! Ngaku aja! Nii-chan punya masalahkan? Dengan siapa?" Sakura semakin mendesak Gaara.
"Nggak ada masalah kok! Aku nggak ada masalah dengan Matsuri!" kata Gaara sambil menggeleng.
"Oops! Keceplosan nih," kata Sakura sambil tersenyum jahil. "Jadi, Nii-chan ada masalah apa dengan Matsu-chan?"
"Nggak ada apa-apa! Udah deh!" kata Gaara sambil menarik selimutnya. Tapi dengan tangkas ditahan oleh Sakura.
"Ayolah Nii-chan, cerita aja! Siapa tahu aku bisa bantu," bujuk Sakura.
"Tidak!"
"Iya!"
"Tidak!"
"Iya!"
"Tidak!"
"Iya!"
"Haaah.. baiklah! Begini.."
Flash Back
Malam yang hangat bertabur bintang di angkasa, menambah suasana yang romantis bagi kedua insan yang sedang dimabuk cinta.
"Bagaimana Matsu-chan? Kamu suka tempat ini?" tanya Gaara pada gadis manis yang ada di sampingnya.
"Aku suka! Terimakasih ya Gaara-kun," kata Matsuri sambil memeluk Gaara, "Tapi, ngomong-ngomong kamu tahu tempat seindah ini dari mana?"
"Waktu SMA ketika ibu ku meninggal, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Aku tidak bisa menerima kenyataan. Jadi, aku lari tanpa arah dari rumah sakit, hingga sampai ke bukit ini. Di tempat ini aku melepaskan segala emosi. Sampai aku dengar Sakura memanggilku, aku tidak tahu kalau dia mengikuti. Lalu aku sadar kalau aku tidak bisa begini terus, sejak saat itu aku mempunyai janji pada diriku untuk selalu menjaga Sakura. Kemudian aku menyusul Sakura yang masih berada di bawah bukit. Lalu kami berdua menangis bersama di sana," kata Gaara sambil menunjuk tempat di kaki bukit di bawah pohon pinus.
"Kemudian, setelah kami tenang, kamipun kembali ke rumah sakit tempat ibu meninggal," Gaara mengakhiri ceritanya dengan perasaan yang sedih. Setiap menceritakan kisah ini, ia selalu merasa goyah.
"Sudahlah Gaara-kun, tenang saja ibu mu pasti sudah tenang di surga. Dan beliau pasti tidak mau melihat anaknya sedih," hibur Matsuri sambil membelai lembut punggung Gaara.
"Iya, tapi setelah kejadian itu aku dan Sakura jadi sering kesini. Kadang-kadang Kankurou dan Temari juga datang kesini," kata Gaara yang senyumnya sudah kembali menghiasi wajah tampannya.
"Temari ya?" tanya Matsuri dengan dingin.
"Iya! Di sini kami sering membuat api unggun. Pokoknya asik deh! Sekali-sekali kamu juga harus ikut bersama kami," kata Gaara tanpa merasakan perubahan nada bicara Matsuri.
I chime in with a,
"Haven't you people ever heard of closing the goddamn door?"
No, it's much better to face these kinds of things
With a sense of poise and rationality.
Ponsel Gaara tiba-tiba berbunyi, menandakan adanya telepon masuk. "Sebentar," kata Gaara pada Matsuri.
"Apa? Aku tidak bisa sekarang. Besok saja ya!" kata Gaara dengan lawan bicaranya di seberang.
"Oke-oke. Aku ke sana sekarang," Gaara menutup ponselnya dengan kesal.
"Siapa?" tanya Matsuri.
"Temari. Dia bilang sekarang ada kerja kelompok bareng Kankurou, katanya kalau aku tidak datang dia nggak mau nulis nama aku di kertas laporan," jelas Gaara.
"Begitu ya? Sebaiknya kita pulang sekarang. Tidak baik kan kalau membiarkan Temari menunggumu terlalu lama," kata Matsuri ketus sambil masuk ke dalam mobil milik Gaara. Gaara yang akhirnya menyadari bahwa Matsuri cemburu langsung menyusulnya masuk ke dalam mobil.
-
-
-
Di dalam perjalanan mereka hanya berdiam diri, tidak tahan dengan keadaan ini akhirnya Gaara angkat bicara duluan.
"Matsu-chan, apa kamu marah?" tanya Gaara takut-takut.
"Marah? Untuk apa aku marah?" tanya Matsuri masih dengan ketus.
"Ya, dengan nada bicaramu yang seperti ini menandakan bahwa kamu itu sedang marah," kata Gaara sedikit emosi.
"Entahlah," kata Matsuri sambil terus menatap keluar jendela mobil.
Perjalanan ke rumah Matsuri masih jauh, namun tidak ada seorang pun yang mau berbicara. Nampaknya mereka asyik dengan pikiran masing-masing.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di rumah Matsuri, "Matsu-chan, kita sudah sampai," kata Gaara pelan.
"Ya, aku tahu. Terimakasih," ucap Matsuri sambil membuka pintu mobil. "Oiya, Gaara-kun…"
"Hmm…?" Gaara langsung menoleh pada Matsuri.
"Lain kali jangan ajak aku keluar sebelum kamu pastikan kamu tidak ada janji dengan siapapun terutama dengan Temari," tanpa menunggu penjelasan Gaara, Matsuri langsung berlari keluar mobil menuju rumahnya.
"Tapi, hei…!" Usaha Gaara untuk menjelaskannya ternyata sia-sia. "Apa? Dia cemburu dengan Temari? Sial!" seru Gaara sambil memukul setir mobilnya.
Tidak beberapa lama kemudian, dengan kecepatan penuh ia memacu mobilnya ke rumah Temari.
End of Flash Back
"Oh, jadi Nii-chan pulangnya lama bukan dengan Matsu-chan ya?" tanya Sakura meyakinkan.
"Iya! Aku ke rumah Temari buat kerja kelompok yang menyebalkan itu. Aduuuh!! Matsuri, kenapa kamu cemburu dengan Temari? Dia kan cuma temanku, lagipula mana mungkin aku suka dengannya," kata Gaara sambil meringis.
"Nii-chan, sebaiknya Nii-chan katakan itu padanya besok."
"Tapi, aku tidak yakin dia mau mendengarku," kata Gaara putus asa.
"Ya, tidak ada salahnya kan dicoba," kata Sakura sambil meraih tangan Gaara meyakinkan. "Nii-chan pasti bisa kok," lanjut Sakura sambil mengelus tangan Gaara.
"Baiklah, akan ku coba besok. Sakura sebaiknya kamu tidur, udah larut nih! Nanti kalau kamu sakit gimana? Kamu kan mau ujian kelulusan?" kata Gaara.
"Iya, iya. Aku tidur," kata Sakura sambil merebahkan kepalanya di bantal Gaara.
"Heh? Jangan tidur di sini! Sana tidur di kamarmu!" usir Gaara.
"Iya. Selamat malam Nii-chan," kata Sakura sambil berjalan keluar kamar.
"Hei! Jangan lupa tutup pintunya!" seru Gaara dari dalam kamar.
"Ah! Iya cerewet!" kata Sakura menutup pintu kamar Gaara.
-
-
-
Malam yang dingin telah digantikan dengan datangnya cahaya hangat matahari. Burung-burung beterbangan dan saling bercengkrama satu sama lain dengan gembiranya.
Pagi ini, keluarga Haruno sedang sibuk mempersiapkan diri untuk memulai kegiatan mereka. "Gaara, antar Sakura ke sekolah ya!" kata Tuan Haruno.
"Beres Ayah! Ayo Sakura, kita berangkat sekarang, nanti telat lagi," kata Gaara sambil menarik tangan Sakura.
"Ayah! Aku pergi dulu ya!" kata Sakura sambil melambaikan tangannya.
"Ya, hati-hati!" balas Tuan Haruno.
-
-
-
Di dalam perjalanan, Sakura kembali bertanya pada Gaara, "Nii-chan, nanti jadikan bilang sama Matsu-chan?"
"Iya, akan ku coba," kata Gaara.
"Nii-chan, stop! Stop!" seru Sakura tiba-tiba.
"Kenapa?" tanya Gaara sambil menginjak rem mobilnya.
"Aku turun disini saja!" kata Sakura sambil membuka pintu mobil.
"Tapi kenapa? Kita kan belum sampai di sekolahmu," kata Gaara heran.
"Itu, ada Hinata di sana. Aku bareng dia aja. Lagipula, ada yang mau aku tanyakan ama dia," kata Sakura sambil menutup pintu mobil.
"Ya sudah," Gaara lalu menggas pelan mobilnya menjauhi Sakura.
-
-
-
"Pagi Hinata! Sendirian aja?" sapa Sakura pada gadis berambut panjang bermata lavender.
"Pa..Pagi Sakura-chan. I..iya, tidak ada yang bisa mengantarkanku pagi ini," kata Hinata.
"Ooh. Oiya,ada yang mau aku tanyakan padamu. Tadi malam aku pergi ke tempat ulang tahun temannya Sasori-kun, jadi di sana ada Majestic Band dan drummernya mirip ama kamu apalagi matanya! Jadi aku pikir, dia saudaramu ya?" tanya Sakura.
"Ne.. Neji-nii ya? I .. Iya, dia sepupuku," jawab Hinata.
"Waah! Berarti kamu kenal dong dengan semua personil band-nya?" tanya Sakura bersemangat.
"Ti.. Tidak, yang aku kenal Cuma Tenten-chan sama Sasuke-san,"
"Sasuke-kun?" tanya Sakura terkejut.
"I.. Iya. Dia tetanggaku," jelas Hinata.
"Ooh, begitu ya," kata Sakura mengangguk sambil tersenyum penuh arti.
"SAKURA!! HINATA!! TUNGGU AKU!!" terdengar teriakan keras dan panjang dari belakang.
"Ino! Telinga kami bisa tuli!" seru sakura sambil menutup kedua telinganya.
"Maaf.. Maaf.." kata Ino sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Ah, datang satu lagi mahluk aneh!" kata Sakura kesal sambil menunjuk siswa berambut bob beralis tebal.
"Sakura-chan ku, cahayamu mengalahkan cahaya matahari di angkasa. Wangimu mengalahkan wangi mawar di taman. Bulan yang indah…." Rock Lee membacakan puisinya dengan penuh penghayatan untuk Sakura. Sementara Sakura, Ino, dan Hinata termanggu melihatnya.
Sampai akhirnya, "Ayo kita pergi teman-teman," kata Sakura sambil menarik tangan kedua sahabatnya.
"Ta.. Tapi Sakura-chan, bagaimana dengan Lee-san?" tanya Hinata.
"Ah, biarkan saja, nanti dia pasti berhenti sendiri kok!" kata Sakura.
Sementara itu, Rock Lee yang tidak menyadari bahwa Sakura sudah tidak ada masih terus berpuisi. Sehingga orang disekitarnya sweat dropped.
Kringgg..
Akhirnya, bel masuk berbunyi. Rock Lee tersentak dan menyadari bahwa Sakura berada disana, "Sakura-chan, kamu dimana?" tanya Lee berputar-putar bingung mencari Sakura.
"Lee, ayo cepat ke kelas," kata Sai yang baru datang sambil menarik tas Rock Lee.
-
-
-
Di Dalam Kelas…
Suasana rebut menjelang guru datang sudah menjadi tradisi di kelas 12-A. tingkah laku siswa-siswi mereka pun bermacam-macam, ada yang bergosip ria walaupun masih pagi, ada yang iseng melempar kertas, dan masih banyak lagi. Ributnya benar-benar seperti pasar pagi.
Pintu kelas tiba-tiba terbuka, "Selamat pagi anak-anak!" sapa seorang guru yang sangat mirip dengan Lee, lengkap dengan potongan rambut bob, dan beralis tebal.
"Selamat pagi, Sensei!" jawab murid-muridnya serentak.
"Hari ini, pelajaran olah raga dan yang lainnya dibatalkan," kata guru tersebut sambil tersenyum.
"HOREEE!!!!" seru mereka bersama-sama minus Hinata dan Lee.
"Tapi kenapa Guy-sensei? Bukankah berolahraga dapat membangkitkan semangat masa mudaku?" cerocos Lee.
"HUUU…!" seluruh murid 12-A minus Hinata menyoraki Lee.
"Sudah! Sudah! Benar Lee! Tapi, sekarang kita akan mengadakan test minat dan bakat untuk mengarahkan kalian memilih jurusan yang akan kalian pilih setelah tamat SMA ini," jelas Guy-sensei.
"Ooh.." koor murid kembali terdengar memenuhi kelas.
"Baiklah, sekarang tolong duduk yang rapi! Saya akan membagikan kertas testnya. Dan TOLONG diisi dengan jujur!" kata Guy-sensei sambil membagikan kertas.
Test tersebut memakan waktu selama 2 jam. Setelah semua siswa dan siswi mengumpulkan kertasnya, mereka diperbolehkan istirahat sambil menunggu hasil test.
Setelah 1 jam kemudian, mereka semua dipersilakan memasuki kelas kembali. "Baiklah anak-anak, sekarang saya akan membacakan hasilnya. Aburame Shino!" panggil Guy-sensei.
"Ya, Sensei!" jawab anak berkaca mata hitam berambut jabrik sambil mengangkat tangannya.
"Hmm.. Pilihanmu di jurusan pertanian memang tepat, Nak. Melihatmu yang sangat peduli akan lingkungan, saya yakin kamu akan sukses dalam menjaga kelestarian alam," jelas Guy-sensei.
"Terimakasih, Sensei," jawab Shino sambil menganggukkan kepala.
"Akimichi Chouji!" panggil Guy-sensei lagi.
"Ya Sensei!" jawab seorang siswa gemuk (kalau tidak mau dibilang gendut).
"Sayang sekali Nak! Dari hasil test mu, kamu tidak cocok di bidang kedokteran," kata Guy-sensei dengan wajah sedih.
"Kenapa Sensei?" tanya Chouji.
"Ya, dalam test tadi, kamu tidak menunjukkan adanya bakat dalam bidang itu. Sebaiknya, kamu pilih jurusan yang lain,"
"Seperti kuliner misalnya," sambung Sai dengan senyum innocent-nya.
"Sai!" tegur Ino marah sambil menyikut Sai.
Mendengar pernyataan itu, Chouji menundukkan kepalanya. "Tapi sensei, saya akan berjuang dengan sekuat tenaga!" kata Chouji tiba-tiba sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Saya suka dengan semangatmu, Nak! Ya, teruslah berusaha! Aku akan selalu mendukung dan mendo'akan mu," kata Guy-sensei menyemangati.
"Selanjutnya, Haruno Sakura!"
"Ya, Sensei!" jawab Sakura sambil mengangkat tangannya.
"Kamu memang paling pas di jurusan kedokteran, Nak. Apalagi, melihat latar belakang keluargamu yang sangat mendukung."
"Terima kasih, Sensei!" kata Sakura sambil tersenyum.
"Hyuuga Hinata!" panggil Guy-sensei.
Hinata yang mendengar namanya dipanggil mengangkat tangannya dengan malu-malu. "Sama dengan Sakura, kamu berbakat dibidang kedokteran, Nak!" kata Guy-sensei.
"Terimakasih, Sensei," jawab Hinata malu-malu.
"Rock Lee!"
"Ya, sensei."
Air mata tiba-tiba sudah berlinang di mata Guy-sensei. Tidak beberapa lama kemudian, air mata Guy-sensei tidak dapat dibendung lagi.
"HUAAA… Lee! Aku benar-benar terharu denganmu. Kau ternyata memang betul-betul berbakat di Olah Raga, Lee."
"Hiks.. Hiks.. Sensei, jangan menangis. Aku kan sudah bilang kalau guru adalah idolaku sepanjang usia, makanya aku ingin menjadi seperti Sensei. Hiks.. Hiks…,"
"Lee.."
"Sensei.."
"Lee.."
"Sensei.."
"Lee.."
"Sensei.."
"HUAAA…" serentak mereka berdua menangis, sehingga sukses membuat murid 12-A sweat dropped.
Akhirnya, 10 menit kemudian drama lebay ala Guy-sensei dan Rock Lee selesai juga. "Hiks.. Hiks.. Sai.." panggil Guy-sensei disela tangisnya.
"Ya Sensei," jawab Sai sedikit enggan.
"Dengan bakat lukismu yang luar biasa . aku yakin kau akan menjadi pelukis terkenal dengan masuk ke jurusan seni rupa, Sai. Hiks.. Hiks.." kata Guy-sensei sedikit cegukan.
"Ya, terima kasih Sensei," jawab Sai dengan senyuman khasnya.
"Yang terakhir, Yamanaka Ino!" panggil Guy-sensei.
"Ya Sensei!"
"Kamu punya dua bakat yang menonjol, Nak! Kamu tinggal pilih jurusan ekonomi atau kedokteran," kata Guy-sensei.
"Ya Sensei. Aku akan memikirkan baik-baik apa yang akan aku pilih," jawab Ino.
"Baiklah anak-anak! Seperti yang kita ketahui, seminggu lagi kalian akan menghadapi ujian akhir. Jadi, menurut keputusan kepala sekolah kita Sarutobi-sama selama seminggu ini kalian akan belajar di rumah, dan bersekolah kembali sehari menjelang ujian untuk mengambil nomor ujian. Mengerti?"
"Mengerti, Sensei," jawab anak-anak serentak.
"Tapi ingat! Jangan sekali-sekali keluyuran. Ini ada surat untuk orang tua kalian supaya mengawasi belajar!" kata Guy-sensei sambil membagikan surat tersebut.
"Nah, sekarang kalian boleh pulang, dan jangan lupa belajar," kata Guy-sensei setelah selesai membagikan surat itu.
"Selamat siang, Sensei," kata anak-anak serentak.
-
-
-
Sakura yang sebelumnya sudah meng-SMS Sasori sedang berdiri di gerbang sekolahnya menunggu jemputan kekasihnya. Kesempatan ini digunakan oleh Lee untuk membujuk Sakura.
"Sudah Lee! Aku tidak mau pulang denganmu! Aku sekarang sedang menunggu Sasori-kun!" kata Sakura menghentak.
"Tapi Sakura-chan, sekaliiii ini saja," bujuk Lee.
"Tidak! Ah, itu Sasori-kun sudah datang," kata Sakura sambil menunjuk mobil Sasori.
"Tapi Sakura-chan! Kalau kamu pulang denganku, aku yakin nilai ujianku akan bagus," kata Lee keras kepala.
"Ini tidak ada hubungannya denganku! Kalau kau belajar sungguh-sungguh, aku yakin kau akan mendapat nilai tinggi. Sudah ya!" kata Sakura cepat sambil berlari menuju mobil Sasori.
"LIHAT SAJA SAKURA-CHAN! SUATU HARI NANTI, AKU PASTI AKAN MENDAPATKAN HATIMU!!" teriakan Lee membuat orang-orang di sekitarnya berhenti beraktivitas, semua kepala menoleh padanya.
"Apa lihat-lihat?" tanya Lee marah.
-
-
-
Di Dalam Mobil Sasori…
Sasori sangat heran melihat Sakura yang masuk terburu-buru ke dalam mobil. "Kenapa. Sayang?" tanya Sasori.
"Biasa, itu si a-Lee-s tebal!" kata Sakura kesal.
"Oh, biarkan saja. Nanti kalau dia bosan, dia pasti berhenti mengganggumu," kata Sasori sambil mengelus kepala Sakura.
"Iya, tapi kapan dia bosan?"
I've been living with a shadow overhead
I've been sleeping with a could above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past
I just can't seem to move on
Ponsel Sakura berdering, ia lalu merogoh tasnya.
From : Gaara Nii-Chan
Saku-chan saranmu berhasil. Tengs ya my sweety sister!!
Sakura membaca SMS itu sambil tersenyum, "Dari siapa Sayang? Kok senyum-senyum sendiri?" tanya Sasori.
"Dari Nii-chan," kata Sakura sambil tersenyum, mood Sakura sudah kembali membaik setelah SMS dari kakaknya.
"Oiya, Sasori-kun, seminggu ini aku tidak sekolah, soalnya minggu depan aku ujian akhir. Jadi, diberi minggu tenang deh," kata Sakura.
"Oh begitu ya! Selamat ujian ya! Belajarnya yang rajin! Kalau nggak, nanti cita-citamu buat kuliah di FK UK nggak tercapai lho!" kata Sasori menasehati.
"Iya, aku akan rajin belajar kok! Soalnya, aku mau kayak kamu bisa kuliah di FK UK," kata Sakura sambil tersenyum.
-
-
-
Seminggu telah berlalu, pagi ini seluruh sekolah di Konoha akan mengadakan ujian akhir secara serentak. Tidak terkecuali dengan KHS, suasana tegang menjelang ujian sangat terasa di sini, sampai-sampai Ino yang biasanya selalu cuek tiba-tiba terserang krisis PD.
"Aduh!! Bagaimana ini? Bagaimana kalau nanti aku tidak bisa mengerjakan satu soal pun? Bagaimana nanti kalau tiba-tiba aku…"
"Diamlah Ino! Aku sekarang sedang mengulang pelajaran," kata Sakura memotong perkataan Ino.
"I.. Iya Ino-chan, tenanglah. Aku yakin Ino-chan pasti bisa mengerjakan semua soalnya deh," kata Hinata berusaha menenangkan.
"Benarkah Hinata? Apa kamu yakin?" kat Ino yang keringat dinginnya sudah mulai bercucuran.
"I..Iya, aku yakin kok," kata Hinata lagi.
"Terima kasih Hinata!" kata Ino dengan wajah pucat.
Kringgg…
Bel masuk untuk ujian pertama berbunyi, "Ah! Celaka! Bagaimana ini!" lagi-lagi Ino tidak tenang.
"Sudahlah Ino. Kami yakin kamu pasti bisa kok!" kata Sakura berusaha menenangkan Ino.
"Haah… Semoga saja.." kata Ino.
-
-
-
Ujian akhir yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, akhirnya selesai juga. Hal ini sangat mengembirakan bagi seluruh murid kelas 12.
"Haaah.. Akhirnya selesai juga penderitaan hidup ku," kata Ino menghembuskan napas lega.
"Masih belum Ino, ada satu lagi! Kita kan harus ujian lagi untuk masuk perguruan tinggi," kata Sakura mengingatkan.
"Ah, itu sih nanti saja dipikirkan! Ya kan, Hinata?"
"Ti.. Tidak boleh begitu Ino-chan. Ka.. kalau kita tidak lulus masuk perguruan tinggi bagaimana?" kata Hinata.
"Ah! Kalian ini sama saja! Daripada mikirin itu, lebih baik kita mikirin Prom Nite!"
"Ah iya! Prom nite!" kata Sakura bersemangat, ia telah lupa bahwa tadi ia memusingkan ujian masuk perguruan tinggi.
"Aku dengar bintang tamunya Majestic Band! Huwaa.. pasti keren, lihat saja semua personilnya keren-keren apalagi Sasuke!" kata Ino.
"Kamu harus ingat Sai, Ino!" kata Sakura menasehati.
"Iya, iya," jawab Ino malas.
"Kamu tahu tidak? Kalau Neji drummer Majestic Band itu sepupunya Hinata? Lalu vocalis-nya Sasuke itu tetangga Hinata!" tanya Sakura.
"Benarkah Hinata? Neji yang berambut panjang yang cool itu? Lalu Sasuke yang ganteng itu juga tetanggamu?" tanya Ino meyakinkan.
"I..Iya," kata Hinata.
"Wah, kalau aku jadimu aku akan betah tinggal di rumah," kata Ino cekikikan sendiri.
-
-
-
Hari ini adalah hari dilaksanakannya Prom Nite bagi KHS, Sakura yang sudah jutaan kali menolak tawaran Lee untuk pergi bersama, datang ke sekolah diantarkan oleh Sasori.
Sakura memakai gaun bewarna merah marun selutut, dan sepatu berhak tinggi bewarna hitam. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai indah, tidak lupa kalung berbandul bunga sakura pemberian Sasori menghiasi leher jenjangnya. Malam ini, dia tampil dengan sangat elegan.
"Ah, sayang aku tidak boleh masuk!" kata Sasori kecewa.
"Iya, ini kan acara sekolah aku. Memangnya kenapa?" tanya Sakura.
"Liat aja kamu secantik ini, pasti banyak laki-laki yang gangguin kamu. Aku kan jadi nggak bisa jagain kamu," kata Sasori dengan raut wajah khawatir.
"Tidak apa Sayang, walaupun aku nanti diganggu, hatiku kan selalu untuk kamu Sasori-kun," kata Sakura tulus.
"Aku percaya padamu, kita sudah sampai Sakura-chan! Hati-hati ya!" kata Sasori sambil mengecup dahi Sakura.
"Iya," kata Sakura seraya membuka pintu mobil.
-
-
-
Prom nite yang diadakan oleh KHS sangat meriah, ketika Hinata dan Sakura sedang asyik berbicara, tiba-tiba saja Ino menyerobot diantara mereka.
"Hei Ino! Bukannya kamu dengan Sai? Mana dia?" tanya Sakura.
"Biarkan saja! Dia sedang dengan teman-temannya. Lagipula, sebentar lagi Majestic Band akan tampil. Jadi, kalau dengan dia mana mungkin aku berani berteriak memanggil nama Sasuke nanti," kata Ino sambil nyengir.
"Dasar!" kata Sakura.
Teriakan keras tiba-tiba saja sudah menggema di Hall tempat prom nite diadakan. Sakura, Ino, dan Hinata yang sedari tadi tidak mendengarkan pembawa acara terheran-heran.
"SASUKE!! AISHITERU..!!!" teriak Karin, gadis berkaca mata berpakaian seksi tidak tahu malu.
"OMG Sakura!! Lihat itu MAJESTIC BAND!! KYAAA..!!!" seru Ino sambil menunjuk kearah panggung, ia melonjak-lonjak kegirangan.. Serentak Sakura dan Hinata menoleh kesana.
DEG!!
Jantung Sakura berpacu lebih cepat ketika ia melihat Sasuke berada di atas panggung. Ketika itu juga Sasuke yang sedang akan bernyanyi juga melihat kearah Sakura. Sehingga membuat wajah Sakura memerah.
Sasuke pun mulai bernyanyi
In the middle
of the night
That's when you caught my eye
I chased you round
in memories
Through the breeze and the trees and you tease me
But
hey
The clock's
turning around
And you're still playing these games
It's
such a waste to bring me down, down, down
Don't bring me down
cause
Sakura merasakan ponselnya bergetar, ia pun merogoh sakunya. Ternyata itu adalah SMS dari Sasori yang menanyakan keadaan Sakura, dia masih cemas jika Sakura akan diganggu. Sakura tersenyum membaca SMS dari kekasihnya itu.
Hey girl, I
wanna catch your wave
Hey girl, I wanna drift away with you
Hey
girl, you've got an undertow
Hey girl, hey girl, don't wanna
let you go
When I turned
sixteen
That's when I started to dream
I chased you round in
memories
Through the breeze and the trees and you tease me
But
hey
Sasuke yang bernyanyi sedari tadi hanya melihat pada Sakura, ia merasa sangat heran melihat Sakura yang senyum-senyum sendiri sambil melihat ponselnya. Konsentrasinya bernyanyi mulai pecah.
Well every
princess has her knight
And I'm still in it for the fight
Not
givin' in, I'm gonna win, win, win
I'm gonna win cause
Hey girl,I
wanna catch your wave
Hey girl,I wanna drift away with you
Hey
girl,you've got an undertow
Hey girl,hey girl don't wanna let
you go
Walaupun masih bernyanyi dengan baik, tapi sebenarnya pikiran Sasuke pada Sasori dan Sakura. "Sial! Kenapa aku terus memikirkannya? Wajarkan kalau dia sedang meng-SMS Sakura, dia kan kekasihnya!" Sasuke membatin.
I'm never gonna let you go…
BRUUK…
Musik berhenti, tiba-tiba saja Sasuke jatuh dari panggung yang tingginya kira-kira 2 meter. Rupanya, ia tidak melihat batas panggung karena asyik dengan pikirannya sendiri. Darah mengalir deras dari kepalanya. Semua orang yang berada di sana segera berlari menyelamatkan Sasuke. Sasuke yang pusing masih dapat melihat dengan jelas Sakura berlari kearahnya. Setelah itu semua menjadi gelap.
..TBC..
Sasuke pingsan!!
Bagaimana ini???
Apakah dia akan sadar atau tidak??
Hmm, mari sama-sama kita saksikan chapter berikutnya! *sok-sok misterius*
Oiya, sebelumnya ini chapter terpanjang yang pernah saya buat!! C= *ga penting*
Sebenernya sih, permasalahan belum terlalu kentara. Nanti masalah yang lebih rumit akan terjadi setelah mereka masuk di universitas. Jadi tunggu aja ya..!!
Special Tengs buat Solaritica Chika (oke deh, aku coba perbaiki lagi. Pair-nya Deidara? Hmm..? siapa ya?? Aku pikir dulu deh! Hehehe..), chaa a.k.a panda-kun (Ayo kita bertarung!! Tapi sebelumnya, mari kita rebut dari Matsuri. XP), KusH1naHeRoine (Mau tahu lanjutannya? Baca terus deh!!. XD. Iya! Aku juga ngerasa gitu, kayaknya mereka cocok deh! Hehe..), kakkoii-chan (Iya! Saku-nya emang cantik! Buktinya Saskay jatuh cinta ama Sakura. ; )), kawaii-haruna (iya, Saskay dipaksa ama Itachi, tapi akhirnya Saskay datang dengan kemauannya sendiri kok! Tenten ama Neji udah jadian. Trus, Sakura taunya Neji sepupuan ama Hinata di Chap ini. Sasuke sebenernya bukan suka, tapi cinta ama Sakura!! Haha..), Furukara Kyu (iya! Kemaren aku baca profil kamu, ternyata fave pairing nomor 1 nya SasoSaku ya!! Ternyata saya ini, juga bisa mempengaruhi orang *angguk2 kepala ala ibu2 arisan*. Saya do'a in deh kamu masuk IPA!), uzumaki khai (ga pa-pa! yang penting ripyu! Hehe.. XD.. Hati-hati lho! Ntar dijadiin kugutsu ama Sasori. XP), harurunGAARA (mereka emang so sweeeeeeett banget!! KIba emang keren apalagi kalo maen gitar! JS chap 5-nya kapan??), Sahara ZhafachieQa (iya! Biasanya kan emang aku kasih tahu. ; ). Bener kata kamu, sungguh kasian si Saskay), dillia shiraishi (Saskay kayaknya kecewa berat tuh, liat aja di chap ini, dia sampe jatoh gara-gara mikirin Saskura. XD), HakAr4 s1N ( penasaran kan? Baca terus yah! Aku udah ripyu FF kamu tuh), Phillip William-Wammy (Iya nih! Si Saskay ngarepin Sakura! Mending cari cewe laen. Haha.. XD), Cahill-Inuzumaki Athena Helen (Ga pa2, yang penting ripyu! Oiya, namamu semakin panjang nih Helen!! Ciee… nama 'tunangannya' juga di pake!! XD. Iya!! Kiba emang player, dia hobi banget Te Pe- Te Pe –an. ; ( ), himura kyou (ledakan konfliknya nanti waktu mereka udah kuliah! Jadi sabar aja ya! Hmm, kita liat aja nanti apa benar ada lomba tarik tambang atau jangan-jangan lomba makan kerupuk yang ada. *dijitak*. Hehehe), P. Ravenclaw (Ga pa-pa Zooi! Hati-hati dijadiin kugutsu ama Sasori! Emang dasar Itachi, jalannya ga hati-hati, jadinya kecemplung di sana deh! =D)
Review lagi donk semua!!
Okey???
Hiryuka Nishimori
