A/N : hmm saya sudah menentukan OC nya.

Disclaimer : I'M NOT OWN BLEACH! Capek gua nulis ini terus -____-

R&R :D


Besoknya

Akhirnya Byakuya mewujudkan keinginan Rukia, yaitu liburan ke onsen bareng temen-temennya. Yang diajak (nb. Byakuya tidak ikut menginap disini karena ia tidak suka menginap—by author, not tite kubo) adalah Ichigo, Uryuu, Chad, Orihime dan seluruh kapten dan wakil kapten gotei 13, dan beberapa teman dekat Rukia di Seireitei.

Awalnya Rukia menduga penginapan onsen yang akan diinapinya akan biasa-biasa saja, tapi ternyata Byakuya menyewa kamar di penginapan yang benar-benar mewah. Satu kamar luasnya 1/3 hektar (usk: gila.. sekamer aja segitu gimana sepenginapan..) dan semua furniture nya kelas satu. Sebenarnya penginapan itu lebih mirip hotel dibandingkan hanya penginapan saja.

"A.." Rukia kehilangan kata-kata saking kagumnya. Saat sadar bahwa semua teman-temannya melihat ke arahnya, dia langsung masang ekspresi standar (?) dan berdehem, kemudian mulai berbicara.

"Ja-jadi, untuk pembagian kamarnya ditentukan oleh undian. Kalo nggak suka sama temen sekamarnya boleh tukeran, tapi yang tukeran semuanya harus setuju." kata Rukia. Semua mengangguk.

Setelah Rukia mengambil kotak undian dari mobil Byakuya, semuanya mulai mengantri, termasuk Rukia.

"Ah.. gue dapet kamar 324, lo berapa?" Ichigo nanya ke Rukia. Rukia melihat kertasnya.

".. 329.." kata Rukia. Sebenarnya ada sedikit rasa kecewa terbesit di hati Rukia.

"Oh, eh Chad lo kamer nomer berapa?" kemudian Ichigo pergi sambil menanyakan siapa teman sekamarnya.

'Aduh, kok gue kecewa sih.. dasar bego..' kata Rukia dalam hati. Dia nggak sadar mukanya jadi merah.

"Kuchiki-san! Dapat kamar nomer berapa? Eh kamu kenapa..? Demam ya..? Wajahmu merah banget.." tanya Orihime sambil lari nyamperin Rukia dan meletakkan punggung tangannya ke dahi Rukia.

"Ng! Nggak kok! Aku sehat-sehat aja! Mm.. aku.. 329.." kata Rukia gelagapan.

"Yaah.. aku 324.." kata Orihime kecewa. Sebenernya tadi dia ngarep sekamar sama Rukia. Tiba-tiba dari belakangnya ada yang nepok bahunya.

"Lo sekamer sama gue, Inoue." kata Ichigo. Muka Orihime jadi merah. "Eh, ya.." tiba-tiba hati Rukia jadi panas.

'Aduuh.. apa-apaan sih gue ah..' Rukia mencoba menenangkan diri. Sebenarnya dia sedikit cemburu dengan Orihime.

"Oi, Rukia! Dapet kamer nomer berapa?" Renji tiba-tiba nyamber.

"329.. lo?" Rukia balik nanya, rada bete.

"Berarti kita sekamer. Untung ama lu, kalo ama si Ikkaku.. bisa mati gua.." Renji keringet dingin.

"Lah emang kenapa?"

"Gue itu ngeri sama yang kinclong-kinclong.. yah lo ngerti kan maksud gua.." Renji bisik-bisik. Rukia tertawa kecil.

"..lo kenapa? Murung amat? Kesambet ya?" Renji mencoba melucu, tapi adanya Rukia malah marah.

"Diem ah.. lagi badmood gue.." Rukia cemberut sambil nabok Renji, lalu pergi.

"?"

Sorenya

Setelah menahan keinginan ingin ke onsen, akhirnya semua diperbolehkan pergi ke onsen oleh Rukia.

"Cihhuuuuy!" Yachiru langsung nyemplung ke air. Airnya nyiprat banyak karena.. tau kan.. Yachiru lari terus nyebur (usk : jangan lupa, Yachiru itu kalo lari cepetnya mirip rusa lagi dikejar singa).

"Aduh!" Hinamori merintih kesakitan karena airnya nyiprat ke matanya. Mendengar Hinamori merintih, dengan sigap Hitsugaya langsung masuk ke sana dan langsung menolong Hinamori.

"Udah belom?" tanya Hitsugaya setelah mengobati mata Hinamori.

"U-udah sih.. tapi.. meningan kamu langsung cabut deh.." kata Hinamori takut.

"Hah? Kenapa?" Hitsugaya malah nanya dengan begonya. Dia lupa kalo dia lagi ada di dalem onsen khusus cewek. Saat sadar, dia langsung keringet dingin dan menghadap ke belakang.

"Eh.. Rangiku.. hai.." tiba-tiba Hitsugaya jadi ramah saking takutnya, tapi itu tidak berpengaruh sama sekali karena para cewek sudah mengangkat sabun, sikat punggung, kursi dan alat-alat mandi lainnya.

"DASAR MESUUM!" semua cewek ngelempar alat-alat tersebut ke Hitsugaya. Rangiku malah ngelindungin Hitsugaya.

"Ya ampun.. cowok imut kayak gini nggak papa kali masuk ke sini.. iya kan??" Rangiku melas. Yang ada malahan Rangiku ikutan dilemparin.

—oo—

"Umm.. airnya enak ya, Kuchiki-san?" tanya Orihime. Rukia mengangguk. "Iya.."

"Hei, aku punya ide bagus!" tiba-tiba Rangiku (usk: udah sembuh abis nyemplung ke air) nyaut.

"Ide apa?" tanya Rukia.

"Jadi.. kita semua lomba buat nyari pasangan masing-masing.. cowok loh maksudnya.." Rangiku ngedip ke Rukia. Rukia malah bingung.

"Jadi, di 'permainan' ini, kita harus dapet ciuman dari cowok, lalu kita menang. Tapi nggak semudah itu juga. Aturannya, kita boleh pdkt tapi nggak boleh minta dicium. Buat yang menang.." Rangiku senyam-senyum. Yang lain masih pada merhatiin dengan serius (usk: ckckck).

"Boleh mendapat kebebasan sekamar berdua sama pasangannya dan melakukan apapun sesuai keinginan mereka.. gimana?" Rangiku nanya dengan pede. Semua cengok, tapi setuju, kecuali Ise (nggak minat), Yachiru (usk: ya iyalah emang dia mau sama siapa?), Orihime dan Rukia.

"Aduh.. gimana nih.." kata Orihime malu sambil megang pipinya. Sebenarnya dalam hati ia benar-benar senang. Incarannya tentu saja.. Ichigo.

"......." Rukia ngambek karena tau sebenernya Orihime mau ngincer Ichigo.

'Dasar Rukia begoo! Kenapa sih kamu mikirin si stroberi terus!?......' batin Rukia dalam hati. Sebenarnya jauh di dasar hatinya ia tahu ia menyukai Ichigo, hanya saja ia tidak mau mengakuinya.

Besoknya

Saat Rukia melihat sekeliling, hampir semua cewek lagi pdkt. Hinamori ke Hitsugaya (usk: oh mereka sudah jadi couple -,-), Rangiku ke Gin, Kotetsu ke Kira, malah ada yang kebalik, Kyoraku ke Ise -__-, dan tentu saja.. Orihime ke Ichigo.

Rukia tidak sadar kalau seseorang memperhatikannya dari belakang, dan orang itu tahu permainan Rangiku.

"Dor!" Ichigo tiba-tiba ngagetin Rukia dari belakang. Spontan Rukia madep belakang.

"I-ih! Apa sih lo!? Ngagetin aja!" jawab Rukia galak. Mukanya berubah merah karena malu. Sebenernya dia nggak mau segalak itu, tapi berhubung dia lagi kesel jadi dia nggak minta maaf.

"Lo kenapa sih?" tanya Ichigo heran. Tiba-tiba Ichigo mendekatkan dahinya pada dahi Rukia.

"Lo demam ya?" tanya Ichigo khawatir. Mata Rukia membelalak kaget mengingat jarak wajahnya dan wajah Ichigo berjarak sangat dekat. Kemudian Ichigo menatap mata Rukia lekat. Tatapannya seperti ingin.. menciumnya. Spontan Rukia menjauhi Ichigo.

"Ng! Nggak kok!" Rukia benar-benar malu. Ichigo heran (usk: sebenernya Ichigo nggak berniat nyium Rukia, itu cuma perasaan Rukia aja.). Tiba-tiba seorang cewek menepuk punggung Ichigo. Rambutnya lurus panjang dengan warna biru tua.

"Hai! Kok lo ada disini juga?" cewek itu berkata sambil tersenyum. Rukia melihat ekspresi Ichigo berubah 180 derajat dari biasanya. Wajahnya terlihat.. senang.

To Be Continued


Cewek itu siapa ya? Siapa ya? Tungguin di chapter 3, nanti juga dikasih tau -,- Bahahah.