A/N : maap telat ngelanjutin, males soalnya hehehe maap Dx

Disclaimer: BLEACH AIN'T MINE! UDAH DONG!


"Iya nih, temen gue ngerayain ulang taunnya, nah dia ngajak gue sama anak-anak nginep di sini. Lo sendiri?" tanya Ichigo. 'teman..?'

"Oh gitu.. yaudah, gue pergi dulu ya, dah!" kata cewek itu sambil mengecup pipi Ichigo dan lalu pergi. Rukia tambah ngambek.

"Hus! Asal nyium aja sih!" kata Ichigo protes. Sebenernya Rukia pengen nanya siapa itu cewek, tapi berhubung author gak mau itu terjadi jadi ga bisa deh.. *disiram Rukia pake air panas*

"…………"

Besoknya

Sejak kemarin Rukia tidak bisa tidur karena memikirkan cewek yang kemarin. Ia kemudian menuju ke taman.

"Aduh.. capek.. kemaren ga bisa tidur.. huahem.." Rukia membaringkan tubuhnya dibawah pohon besar untuk beristirahat sebentar. Menurut cerita pemilik penginapan, pohon itu sudah berumur 100 tahun tetapi tetap kokoh. Biasanya pohon tersebut dijadikan tempat piknik atau semacamnya oleh pengunjung.

"Hahaha! Kamu itu ya!" tiba-tiba suara tawa Ichigo terdengar keras dari belakang pohon tempat Rukia beristirahat. Kemudian Rukia bersembunyi dan melihat apa yang sedang terjadi dibalik pohonnya. Ia melihat Ichigo sedang piknik berdua dengan cewek yang kemarin. Hatinya kembali merasakan sakit yang amat sangat, bahkan melebihi yang kemarin.

"RUKIA BEGO!!!" Rukia menyahut kesal kepada dirinya sendiri kelewat keras, sehingga Ichigo dan 'cewek yang kemarin' itu mendengarnya. Ichigo menghela napas panjang, kemudian menghampiri Rukia yang sudah memasang ancang-ancang kabur.

"Hei, Rukia." sahut Ichigo sambil menahan tangan Rukia.

"Apa?" Rukia menjawab dengan nada yang tenang, berbanding terbalik dengan keadaan hatinya yang lagi kesel stadium akhir.

"Ngapain disini?" tanya Ichigo ketus. Rukia tertegun, terlihat dari ekspresi kagetnya, tapi kembali tenang.

"M-emangnya gue ga boleh jalan-jalan?" Rukia menjawab ketus juga.

"…lo ngikutin gue ya?" Ichigo mendengus sambil tersenyum. Muka Rukia jadi merah.

"Ng-nggak! Dasar geer!" kata Rukia sambil menepis tangan Ichigo dengan kasar, kemudian berjalan pergi.

"Oh ya? Kok muka lo merah?" Ichigo ngegodain Rukia lagi. Rukia mengambil batu besar dan hendak melemparnya kepada Ichigo, terlihat dari badannya yang sudah memasang ancang-ancang.

"Heh? Mau berantem?" Ichigo ikutan masang ancang-ancang. Tiba-tiba Rukia menjatuhkan batu tersebut dan mengenai kakinya.

"Aduh," Rukia merintih kecil.

"Hahahahaha!! Belom apa-apa udah kalah!" kata Ichigo, merendahkan.

"Berisik," Rukia menjawab ketus sambil memegang kakinya untuk memeriksanya. Dilihatnya jari-jarinnya mengeluarkan darah, tetapi ia tidak menggubrisnya dan langsung meninggalkan Ichigo dan cewek tersebut. Ichigo yang melihat Rukia pergi dengan keseimbangan badan yang aneh heran, lalu ia memutuskan untuk memeriksanya.

"Rukia, stop." Ichigo menahan tangan Rukia. Karena kaget, Rukia kemudian kehilangan keseimbangannya dan jatuh tersungkur langsung ke tanah.

"Aduh! Ichigo! Kamu apa-apaan sih!?" Rukia protes sambil memegang kakinya yang tambah sakit. Secara tidak sengaja Ichigo melihatnya, kemudian memegang kaki Rukia yang luka.

"AAW!" Rukia merintih keras, Ichigo ber-ooh.

"Lo mau ngebunuh gue ya!?" Rukia tambah kasar. Lalu ia mencoba berdiri, kemudian jatuh lagi. Beruntung Ichigo langsung menahan badan Rukia yang hampir mendarat di tanah dengan keras. Tiba-tiba Ichigo menggendong depan Rukia sambil menghela napas.

"I-ICHIGO! TUR-RUNIN.. GUE!" kali ini wajah Rukia benar-benar merah, lebih dari yang tadi.

"Niku, lo tunggu disini dulu ya. Gue mau nganter Rukia sebentar." kata Ichigo meminta izin. Niku mengangguk sambil tersenyum.

'jadi nama cewek itu niku..'

Di depan kamar 324

"Rukia, ketokin kamer gue dong." perintah Ichigo.

"H-hah!? Enak aja! Lo mau ngapain gue!?" Rukia udah geer duluan. Ternyata Ichigo menjawab diluar dugaan, "******* (usk: aduh omongannya gak baik, jadi disensor xD) sama lo." sambil senyum ala Edward Cullen. (Ichigo fangirls: *pingsan*) Rukia sekarang udah ga jelas warna mukanya apa, soalnya warnanya ganti-ganti (loh?)

"Ya nggak lah, ngobatin lo. Emang apa lagi?" Ichigo buru-buru mengklarifikasikan karena dia juga mulai resah sendiri sama perkataannya. Rukia menghela nafas lega, kemudian mengetuk pintu kamar itu.

"Ya?" Orihime membuka kamarnya. Dilihatnya Ichigo sedang menggendong Rukia. Kemudian ia mengrenyitkan dahinya.

"Inoue, bolah minta tolong nggak?" tanya Ichigo.

"A-apa?"

"Tolong obtain kakinya Rukia, tadi ketindihan batu." kata Ichigo sambil meletakkan Rukia di kasurnya.

"Ba-baik!" kemudian Orihime mulai mengobati luka Rukia dengan Shunsun Rikka.

"Sudah selesai!" kata Orihime setelah 15 menit mengobati Rukia.

"Makasih, Inoue." kata Rukia sambil tersenyum.

"Sama-sama, Kuchiki-san." Orihime membalas senyumannya. Tiba-tiba wajahnya berubah panik.

"Ya ampun! Abarai-kun! Makanannya gosoong!!" Orihime udah ngibrit duluan sebelum Rukia dan Ichigo bisa nanya apa-apa.


selamat untuk niku! kamu jadi OC! *plok3*

ehm.. pembaca jangan mikir yang aneh2 dulu ya buat chapter selanjutnya..

hahaha XD

review please! ^^