Fanfiction -Man 3

Kwakakakakaw…..

Setelah sekian lama, muncul juga yang ke-3…

Dapet ide juga…

KWEKEKEKEKEW……

Pemainnya ga ada yang baru koq….

Sama aja seperti biasa…

Yuk kita mulai…..

PERATURAN YANG MENJENGKELKAN

Di sekolah -Man, dengan Milenium Earl sebagai (di ambil dari omake -Man) lagi bosen dan mau membuat sensasi… Sayangnya dia belum dapet ide brilliant…

Di Sekolah… (Tepatnya di kelas..)

"Hei Moyashi, pinjam PR Matematika!! Belom buat nih gw!!" kata Kanda yang baru masuk kelas udah nyeletuk masalah PR dari Cross.

"Kanda-kun, Allen belum masuk kelas.. Mungkin dia agak terlambat hari ini.." kata Lenalee dengan lembut..

"Agak? Agak? AGAK?? Tiap hari dia juga telat melulu…" kata Lavi kesal.

"Kalo gitu gue pinjem PR lu deh Lav!"

"Hah? PR gue? Tunggu ya.."

Tak lama…

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Lavi dengan sangat histeris.

"Nape lo Lav? Nggak ngerjain PR juga?"

"Enak aj lo ngomong! Gw ngerjain tau.. Emang kayak elo?"

"Lah trus kenapa lo teriak gitu?"

"iya nih Lavi.. Kuping Lenalee sakit.." kata Lenalee sambil menutup telinganya.

"Gue… Gue…" kata Lavi ampir nangis.

"Apaan sih? Jangan bikin gue penasaran deh.." kata Kanda kesal

"PR GUE KETINGGALAAAAAAAAAAAAN!!!!!!" Teriak Lavi.. Tapi yang ini ga se-histeris tadi.

"BEGO! AMBIL SEKARANG! GIMANA NASIB GUE?" Kata Kanda

"Waduh.. Udah gak cukup nih waktunya…" kata Lenalee sambil melihat jam dinding.

Tiba-tiba…

BRAKKK!!!

"Maap gw telat…" Kata Allen dengan napas yang ngos-ngosan…

"Eh Moyashi, udah ngerjain PR matematika?" kata Kanda yang langsung nyeletuk.

"udah dong.. gw gitu loh.." Kata Allen dengan sok membanggakan diri.

"Hhh.. Baguslah… Pinjem dong.. PR gw ketinggalan nih.." kata Lavi dengan napas yang lega..

"nih.." sambil menyodorkan PR Matematikanya

Langsung tuh anak berdua ngerebut n nyalin PR Allen…

10 menit kemudian…

TING… TONG…. TENG… TONG… (bel masuk)

"Hah.. selesai juga nih PR.." Kata Lavi lega

"Untung lo datang ga telat.. Pertama kalinya… Eh, abis ini sembelih kebo, bakar-bakar.. Allen ga telat hari ini" kata Kanda ngeledek

" Lebay banget dah lo.. udah bagus gw kasi pinjem PR!!"

Cross masuk Kelas

"Kumpulin PR matematika kalian!! Siapa yang ga masuk hari ini?" Kata Cross

"Semuanya masuk!!!" Sekelas kompak banget.. ga ada yang meleset kata-katanya. Layaknya paduan suara… (SUPER LEBAY)

Satu per satu mulai ngumpulin PR Matematikanya. (Lavi ngerjain di buku lain. Untung dia bawa buku kosong.)

Setelah di periksa Cross..

"Allen, Lavi, Kanda… Maju sini!!" Kata Cross

Mereka pun maju.

"hasil tugas kalian sama semua.. koq bisa? Kompak banget yah ni kelompok." Kata Cross

"Iya dong.. Kita emang dari dulu kompak.." Kata Allen sambil ngegandeng Lavi dan Kanda.

"Hm.. Bagus… Bagus… Kalo gitu saya tempatkan kalian bertiga di tempat yang sama." Kata Cross sambil tersenyum.

"APA? Benarkah?" Kata Allen

"Ya.."

"Di mana?" Kata Allen penasaran.

"DI DEPAN KORIDOR KELAS!!! KALIAN BERTIGA UDAH NYONTEK (yah.. Ketahuan..) SALAH SEMUA LAGI!! DASAR MURID MALAS!!!" Kata Cross marah.

"hah?" Kata Allen keheranan.

"UDAH CEPETAN KALIAN KELUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!!!!!!!!!" Kata Cross yang mulai ngamuk.

Akhirnya mereka keluar kelas.

"Beh.. sama aja ini mah.. kaga nyontek punya Allen juga begini.. sama aja.." Kata Kanda kesal.

"Emang nih!! Allen sesat! Jangan ikutin ajaran dia!!" Kata Lavi dengan nada bisik-bisik.

"eh, gue ga ngasih tuh PR juga kita bertiga bakal di sini tau!!" Kata Allen Kesal

"Enak aje lo! Ni gara-gara gue lupa bawa PR!!" Kata Lavi

"Kalo Kanda?" Tanya Allen

"Yah.. dia mah sama kayak Authornya.. Males.. maunya ngerjain kalo ada contekan." Kata Lavi

(Walaupun Author dah panas, tapi ya sudahlah.. toh ada dialog kayak gitu ada di skenarionya.)

Gak Lama lewat di depan kelas.

"Kenapa kalian?" Tanya (bilangnya Kepsek aja deh. Kalo panggil Milennium Earl, kepanjangan.)

"PRnya salah semua" Kata Allen

"Lupa bawa PR" Kata Lavi

"chi…" kata Kanda.. (mulai deh Authornya melting lagi… KANDA, JANGAN KAYA GITU!! NTAR KEBANYAKAN MELTING, KAGA SELESAI NIH CERITANYA!)

"Hm? Pria yang menarik.. Setelah ini, kamu ke kantor saya."kata sambil nunjuk Kanda.

"….." (no comment)

Setibanya Kanda di kantor kepsek

"Kenapa panggil saya?" Kata Kanda

"hm.. saya lagi bosan. Saya mau cari sensasi baru untuk sekolah ini." Kata kepsek

"Kalo gitu sekolah di liburkan aja. Toh anda bisa menikmati liburan yang menyenangkan." Kata Kanda.

"Ya sih. Betul juga.. tapi ga enak ah.."

"Lalu, saya di panggil Cuma untuk cariin ide biar situ kaga bosen?"

"Yap.."

"um.. gimana kalo bikin peraturan baru?"

"eh? Peraturan macam apa?"

"Kalo peraturan di sekolah Author dan sekolah lain, rambut harus di cat warna hitam. Ga boleh ada yang warnanya lain." Kata Kanda sambil memasang expresi balas dendam dan bayangin rambut Allen warna hitam.

"hm.. Bagus juga.. toh banyak anak murid yang rambutnya warna-warni. Oke. Kamu boleh masuk ke kelas. Terima kasih bantuannya."

"sama-sama… HOHOHO…" (Sejak kapan Kanda memiliki devil smile?)

Esok Harinya…

"eh, tau gak? yang super gendut itu ngeluarin peraturan baru…" Kata Tyki

"Hah? Peraturan ape lage? Uda banyak peraturan juga…" Kata Allen

"abis ini juga di umumin.." Kata Lavi

Gak lama…

Ting tong…

"Perhatian kepada seluruh anak murid, mulai hari ini sudah ada peraturan baru hasil perbincangan guru2. (Emang Kanda guru ya?) Mulai hari ini, semua anak rambutnya harus berwarna hitam… Sekali la.."

"APAAAA???" teriak Allen..

"Ssssh… Diem…" kata Lavi

"Rambut semua anak murid, harus berwarna hitam. Terima kasih."

"Udah selesai dengerinnya?" Kata Allen

"udah.."Kata Lavi

"Sekarang giliran gw yah." Kata Allen

"ya udah. Mau ngomong apa?"

"bukan ngomong sih.. Tapi… TERIAK!! KENAPA BISA ADA PERATURAN MACAM GITU? GIMANA DENGAN RAMBUT GW?? GW GA MAU NYEMIR RAMBUT!! HUHUHU… RAMBUT PUTIHKU TERCINTA.. SUDAH LAMA ENGKAU MEMBUATKU TAMPAN…" (jah.. parahnya..)

Ting tong…

"apa lagi ni?" kata Allen kesal

"Ada satu pengumuman lagi… Bagi anak murid yang rambutnya tidak berwarna hitam, segera menuju aula sekolah karena akan di adakan semir rambut massal… Bagi yang tidak datang, akan di hukum 2 hari di ruang isolasi.. Terima kasih"

"KENAPA PENDERITAAN GW BERTUBI2?? SUDAH JATUH, KETIMPA TANGGA, KE JEDUK DUREN, TANGANNYA KE INJEK KANDA, (sejak kapan Kanda pernah nginjek tangan Allen?) KENA PALU LAVI, KE TENDANG DARK BOOTS LENALEE, KEGIGIT KLORY, KETIMPA BARANG WAKTU MIRANDA LEWAT, PAKE PERATURAN KAYAK GINI LAGI.. APA KURANG PUAS GW UDA MENDERITA SEBANYAK ITU??" teriak Allen ampir mau nangis.. bahkan uda nangis.. mungkin..

"ALLEN!!LAVI!!KLORY!! CEPAT KE AULA!! ALLEN, JANGAN TERIAK2!! BERISIK!!(sendirinya teriak.. dasar guru bodoh)" Kata Cross yang tiba2 masuk kelas

"loh, Kanda koq nggak?" muka Lavi waktu heran lucu deh…

"soalnya rambut Kanda sudah cukup gelap untuk di sebut warna hitam." Kata Cross

Akhirnya mereka di semir warna hitam. Tapi walo begitu, Allen tetep ga terima.. jadi dia langsung cabut ke ruang kepsek.

Tok.. tok… tok…

"Ya, masuk.." Kata kepsek

GUBRAGH…

"PAK , KENAPA ADA PERATURAN KAYA GITU? GURU MANA YANG NGERENCANAIN PERATURAN KAYA GINI?? SAYA GA TERIMA.. RAMBUT PUTIH SAYA…" Teriak Allen ga jelas gitu deh.

"Konbanwa… ada yang bisa saya bantu ,nak Allen?"

Hati Allen "hah? Jadi dari tadi gw ngoceh kagak di ladenin? Sia**n juga nih guru.."

"Pak, kenapa peraturan itu di adakan?"

"oh, dalam rangka mengubah kebosanan saya, saya mau buat heboh sekolah ini."

"Siapa yah guru yang merencanakan peraturan ini?"

"oh.. sebenarnya bukan guru. Tapi salah satu pria muda yang sangat menarik."

"Kalo saya boleh tau, siapa yah pak?"

"hm.. namanya Yuu Kanda."

Hati Allen "KANDA??? KURANG AJAR TUH ANAK!!! MUSTI BALAS DENDAM!!!"

"Pak, apa bapak masih bosan?"

"sebenarnya iya."

"kalo gitu saya ada ide."

"oh.. apa itu"

"gini loh pak, jadi kita…."

"oh, usul yang bagus. Sekarang kamu boleh kembali ke kelas. Terima kasih"

"PAK, SAYA AJA BELOM NGOMONG TENTANG IDE SAYA. MASA UDA DI SURUH BALIK?"

"oh, belum ya? Saya pikir sudah."

"jadi, gimana kalo rambut anak murid di buat pendek?Kalo panjang kan terlihat berantakan."

"hm.. usul yang bagus."

Hati Allen "HEHEHE… MA**US LUH KANDA!! MAKAN TUH PERATURAN."

"Baik.. akan saya tetapkan hari ini, dan akan berlaku besok."

"wah, terima kasih pak."

"silakan kembali ke kelas."

Se jam Kemudian…

Ting tong…

"hahaha… ini dia… INI DIA…" Kata Allen

"Huh.. ada banyak peraturan tambahan ya hari ini. Perhatian kepada seluruh anak murid, hari ini ada peraturan baru lagi. Mulai besok, seluruh anak laki-laki harus memiliki rambut pendek. Peraturan ini mulai berlaku besok. Terima kasih."

"KANDA….. GIMANA KESAN ANDA??" senang tapi kesal. Allen tuh yang ngomong dengan expresi yang bin aneh.

"Biasa aja."

Hati Allen "HAH? Koq bisa? Padahal kan Kanda sayang banget sama rambutnya…"

"eh, punya amplop gak?" Tanya Kanda kepada Lenalee.

"ada. Buat apa?"

"mana? Gw mau buat tugas."

"Emang ada tugas bahasa?"

"akh.. ini privat. Mana, cepetan"

"nih.." sambil nyodorin amplop"

Setelah selesai nulis sesuatu, Kanda langsung menuju ruang kepsek.

"Oh, nak Kanda. Ada apa yah?" kata kepsek

"ini."

"ha? Apa ini?"

"baca aja"

Setelah selesai membaca

"jadi.."

"Ya. Itu keputusan saya yang bulat. Lebih bulat dari bola."

"Baiklah. Kalo gitu segera berkemas."

"Terima kasih."

Kanda meninggalkan ruangan itu dengan muka yang stay cool…

Setelah di kelas, Kanda berkemas.

"Kanda, kamu sakit? Koq pulang?" Tanya Lenalee cemas

"ada tugas dari kepsek."

"oh.. Tugas apa?"

"privat"

"Kanda…"

"apa?"

"Hati2 yah.. Aku akan selalu menunggu kamu di sini."

"…… huh……"

"….." Lenalee hanya terdiam.

Kanda pun pulang.

Gak lama, kepsek datang ke kelas dan ngejelasin tentang pelajaran hari ini.

"bla… bla… bla… bla… bla…" apalah yang dia omongin.. ga penting.. bosen..

1 jam pun berlalu. Kepsek meninggalkan kelas. Tapi ada amplop yang jatuh.

"eh, ni punya si gendut tuh." Kata Allen

"apa isinya?" Tanya Lavi

"ng.. tulisan luarnya sih mengundurkan diri."

"hah? Masa si gendut mau pensiun? Mau ngundurin diri gitu?" Tanya Lavi.

"kayaknya bukan deh. Gw kenal tulisan ini koq." Kata Allen sambil inget2 itu tulisan siapa.

"eh, siapa tau belakangnya ada pengirimnya." Kata Lenalee

"iya ya, bener juga tuh."

"belakangnya ya… um… pengirimnya… Kanda… HAH??? KANDA???? DIA NGUNDURIN DIRI???" teriak Allen

"Ka… Kanda… ti… tidak mungkin… dia kan tugas…" Kata Lenalee

"Tapi.. ini.." Kata Allen sambil nyodorin tuh amplop

Lenalee langsung buka amplopnya dan baca isinya. After that…

"……"

"Le, Lenalee.." Allen mulai cemas.

"……"

"eh, amplopnya basah? Mustahil.. jangan-jangan…." Kata Lavi..

Allen melihat Lenalee yang sedang menangis. Mungkin karena nyari kesempatan, ato hatinya tergerak, Allen langsung duduk di samping Lenalee dan meluk Lenalee.

"Eh, sebaiknya tinggalkan mereka berdua.." Bisik Lavi kepada yang lain.

Yang lain keluar kelas, sementara mereka berdua di kelas. Kebetulan udah bel pulang tuh..

"Lenalee…."

"Allen, maafkan aku…"

"akh.. tidak. Harusnya aku yang minta maaf. Karena aku sudah membuat wanita sepertimu menangis."

"tidak. Kamu tidak membuatku menangis."

"Sebenarnya Kanda keluar karena usul peraturan itu. Dan usul itu aku yang bilang ke kep sek sehingga Kanda mengundurkan diri.. maafkan aku Lenalee.."

"A.. Allen…"

"Lenalee, maafkan aku."

"Kamu tidak bersalah. Hanya aku saja yang cengeng."

"Lenalee…"

Allen mengangkat wajah Lenalee dan mengusap air mata Lenalee.

"jangan sedih. Aku tidak mau melihatmu menangis."

"a.. Allen…"

Wajah mereka berdua mendekat… semakin medekat.. 3 cm… 2 cm… 1 cm… dan………………………..

"HOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!! APA YANG KAMU LAKUKAN ALLEN????" teriak Komui kesal

Mereka saling menjauhkan diri… (yah.. Komui dateng.. padahal lagi seru tuh…)

"LE… LENALEEEE ADIKKU TERCINTA.. KAMU DI APAIN SAMA DIA?? KAMU GAK APA2 KAN?"

"Nii-san, aku gak kenapa2 koq… lagian kalo masuk, ketuk pintu dahulu dong!"

"maaf.. tapi aku merasakan firasat buruk. Heh, apa yang kamu lakukan terhadap Lenalee?"

"Hah? Gw? Ga ngapa2in dia koq." Hati Allen "S**l padahal udah deket tuh…"

"Benarkah itu Lenalee?"

"iya Nii-san.. aku baik2 saja koq."

"Kalau gitu, ayo kita pulang. AWAS LO GANGGU LENALEE LAGI!!"

"……" Allen hanya terdiam…

Lenalee pun pulang. Allen tetap diam di kelas dan menyesali perbuatannya yang sudah membuat Lenalee menangis. Tanpa pikir panjang,Allen menuju ruang kepsek dan mohon peraturan yang tadi di hapuskan. Permintaan di kabulkan. Tapi.. kali ini cara penyampaiannya beda. Karena yang bertugas Siaran suara capek, jadi di print dan di tempel di Mading. Abis itu, Allen langsung nyari Kanda. Dia menemukan Kanda berada di pinggir danau yang penuh bunga teratai. Meditasi…

Menyadari kedatangan Allen, Kanda langsung bertanya.. (tutup mata loh.. pake kain.. Hebat ya Instingnya..)

"Ada apa mencariku?" Tanya Kanda

"Kanda, aku mohon, segera kembali ke sekolah. Aku sudah bicara pada kepsek untuk menghapus peraturan tentang rambut pendek."

"ya, gw tau.. itu semua perbuatan elo kan? Lo mau supaya gw di keluarkan dari sekolah dengan cara mengundurkan diri, trus pas Lenalee tau, dia nangis dan lo langsung nyari gw biar Lenalee ga nangis lagi kan?" (insting detektifnya juga bekerja lhoo)

"ya, koq lo tau?"

"….. chi.. lo ga perlu tau gw tau dari mana. Tapi yang pasti gw bener kan?" (MELTING MODE: ON)

"Ya, lo bener. Karena itu, kembalilah."

"huh.. lo yang buat gw keluar, sekarang lo mau gw balik lagi? Mau lo tuh apa sih?"

"abis gw kesel. Lo uda bikin rambut putih gw jadi hitam. Gw kesel, jadi gw mau balas dendam. Gw ga nyangka semuanya jadi kayak gini."

"jadi?"

"Jadi gw mau lo balik lagi ke sekolah."

"ya udah. Besok gw balik."

"ok. Thanks ya.. oh ya, btw lo……."

Tiba2 tanah berguncang…

"Akuma… ini urusan gw.. gw ga mau mereka ngerusak danau ini!! Mundur lo!!" Kata Kanda

"Tapi penutup mata lo…"

Pertarungan seru antara Kanda dan Akuma pun berlangsung seru. Kanda ga mau membuka penutup matanya…

Pertarungan selesai. Penutup mata Kanda masih terpasang.

"Gile.. hebat amat lo.. bertarung dengan nutup mata?Jago…" Kata Allen kagum..

"huh.. kalo lo mau gw balik ke sekolah, lawan gw.. gw akan tetap nutup mata. Lo boleh buka mata."

"gak!! Lo nutup, gw juga nutup." Allen langsung ngambil kain di sakunya, dan langsung nutup matanya. (sejak kapan Allen punya kain? Jangan2 kain pel)

"huh… sok jago.."

"baik, ayo kita mulai…"

Pertarungan Kanda dan Allen yang saling menutup mata ga berlangsung lama. Penutup mata Allen Sobek dan membuat penutup matanya lepas. Kanda masih mengenakan penutup matanya.

"Kalo lo bisa menyobek penutup mata gw hingga lepas, gw kembali ke sekolah."

"Ka… Kanda… LO KERAS KEPALA!!! HEYAAAAAA…..!!!!!!!!!!"

Pertarungan pun di lanjutkan. Kanda berhasil menahan dan menghindar dari serangan Allen. Hingga akhirnya Allen terpojok dan Mugen berada di lehernya.

"ukh… lo mau bunuh, bunuh aja gw!! Asal lo kembali ke sekolah…"

"heh, sejahat2nya gw, gw ga sudi untuk membunuh lo dengan pedang gw ini… sayang pedang gw… kotor…"

"huh… sia**n!!!"

Pertarungan berlanjut lagi. Allen sudah berhasil merobek penutup mata Kanda. Tetapi nggak sampe lepas.

"KANDAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!! KEMBALI KE SEKOLAH DAN JANGAN BUAT LENALEE MENANGIS!!!"

Dengan semangat yang berkobar, Allen berhasil merobek penutup mata Kanda hingga lepas.

Sring….

Hampir saja mengenai mata Kanda. Tapi Kanda menghindar, dan hanya mengenai penutup matanya hingga lepas.

"hosh…..hosh…. Gi… gimana? Gw menang kan?" Tanya Allen dengan terengah-engah..

"oke.. lo menang. Besok gw kembali ke sekolah."

"Ya.. ya udah.. ayo balik ke sekolah…"

"gak.. gw masih mau di sini.. dah, lo balik duluan sono…"

"janji yah lo bakal balik.."

"iya.. gw janji.."

Allen pun meninggalkan Kanda.. Kanda masih sibuk meditasi sampe malem..

Esoknya, Kanda balik ke sekolah, Lenalee nangis bahagia.. Allen hanya bisa tersenyum dan.. Semua berjalan normal…

End

Gimanah??

Huh.. capek juga nulis ginian… pegel…

Maap ya yang ini lama keluarnya.. bisnya gw habis di landa kesedihan… jadi ga dapet ide…

Tunggu yang ke empat.. semoga ceritanya gw buat jadi cerita bersambung.. dadah…