Uwokeh…

Saya mulai apdet lagi setelah di todong Ayayuki dan Lavi no Tenshi…

Huyuh…

Pada ga sabar ya…

Rumah eke kebanjiran…

Huohohoho… -di sirem air banjir-

Imlekan…

"Lenalee… Lenalee… Bangun Lenalee…" Kata seorang wanita.

"Ah, ini di mana?"

"Lenalee anakku.. Kamu sudah besar sekarang…"

"I…Ibu??"

"Lenalee… Persiapkan dirimu untuk menyambut hari yang penuh sukacita, anakku."

"Ha, hari sukacita?"

"Ya.. Tanggal 26 adalah tanggal yang istimewa."

"tanggal 26? Itu kan hari senin."

"Pokoknya persiapkan dirimu. Buatlah pesta semeriah mungkin."

"Ibu, jangan pergi. Aku masih belum mengerti, Ibu… Ibu…"

"IBU!!!" Teriak Lenalee yang terbangun dari pingsannya.

"Akh.. aku mimpi bertemu ibu… kok sepi? Ga ada orang?" Kata Lenalee.

Lenalee berjalan ke luar dan mendapati para penghuni Black Order sepi~~

"Pada kemana ya?" Tanya Lenalee dalam hati.

Lenalee menyusuri koridor demi koridor. Mencari para penghuni. Setibanya di ruang makan…

"Hoi! Lampion yang itu taro di sana! Kanda, cat sampai atas! Allen, jangan makan mulu!!" Perintah Komui

Lenalee kebingungan dengan suasana ruang makan yang berwarna merah dan kuning beserta corak China.

"Nii-san, ada apa ini?" Tanya Lenalee.

"Kamu lupa hari besar kita?" Tanya Komui

"Hari besar? Ibu juga berkata seperti itu." Kata Lenalee dalam hati

"Hari apa Nii-san?" Tanya Lenalee.

" Kamu duduk diam, dan lihatlah." Kata Komui

"heh! Lenalee di suruh duduk, Allen makan mulu. Masa gue di suruh nge-cat tembok? Gue cat juga nih muka lo!" Kanda mulai sewot.

"Tau nih. Masa gue bikin kaligrafi?" Lavi juga sewot.

"Udah! Lu pade kan cowo tangguh.. (cie..) Harus banyak kerja biar kuat!" Kata Komui

"Tuh si Allen malah makan." Kata Kanda

"Fufu hulu… hue hahi hahang… hiki hahi. (Tunggu dulu. Gue lagi makan. Dikit lagi)" Kata Allen dengan mulut kesupel roti.

"Lu ngomong apa sih haha huhu? Pake bahasa manusia napa?" Kata Lavi

"hahuh.. hua hahi hahang… hanghi ahah hohongha. (aduh! Gue lagi makan. Nanti aja ngomongnya.)" Allen ga bisa

ngomong. Mulutnya masi kesumpel roti.

"ALLEN!!! KERJA SANA!!!" Kata komui sambil nepak punggung Allen. Otomatis roti yang nyumpel, lepas sudah.

"Aduh! Gue lagi makan juga!" Allen sewot.

"Kok elo yang sewot? Harusnya gue yang sewot! Gue kerja, elo makan!" Kanda sewot juga

" Kerjaan gue kan makan." Kata Allen santai

"Eh Allen!Dari pade muke lo gue jadiin papan kaligrafi trus gue gantung di pohon beringin dan di pacarin sama wanita berbusana putih berambut ala bintang Sunsilk trus ketawa cekikikan, mending lo bantuin kita ngerjain ini!" Kata Lavi.

"Iya2.. gue kerjain!" Kata Allen.

Mereka pun bekerja semua. Termasuk Lenalee. Walau dia masi blum tau hari besar apa.

Tanggal 26 Januari

Pagi2 Komui uda bangunin orang dengan suara yang ngeselin.

"Haiyaa.. Bangun bangun…. Yang ga bangun, lu olang kasi owe angpao paling gede.. Haiyaaa…" Komui ngomong di speaker pake logat orang China. Otomatis pada bangun semua.

"Angpao? Oh ya, hari ini kan imlek!" Kata Lenalee.

"Gile. Si Komui ngomong pake bahasa apaan tuh?" Tanya Kanda.

"Itu bahasa orang China blepetan. Hahaha…" Kata Lavi

"Eh, Allen kita tagih angpao paling gede yuk!" Kata Kanda.

"Ntar, liat aja." Kata Lavi.

" Owe punya 1 lomba belgengsi haiyaa… Lu olang bentuk jadi kelompok. Tiap kelompok ada dua olang. Buat main balongsai haiyaa…" Kata Komui di speaker.

"Barongsai? Apaan tuh?" Tanya Kanda

"Itu loh.. permainan dari Bali." Kata Lavi.

"Bali?"Tanya Kanda.

"iya. Jadi ceritanya, waktu itu ada sepasang kekasih yang lagi berlibur ke Bali. Trus, mereka liat pertunjukkan barong. Si cewe nanya.: Say, itu apaan sih? Trus si cowo bilang: itu BARONGSAI" Kata Lavi sambil ketawa ngakak.. (gelo juga ya.)

Lenalee dating sambil ngejitak Lavi.

"Barongsai itu binatang yang di anggap membawa rejeki di China. Itu salah satu kepercayaan orang China." Kata Lenalee. (sebenernya nyokap sih yang bilang ke gue.)

"Yee.. gue piker lo mah pinter.. Ternyata sama aja kayak Allen." Kata Kanda

"Pada ga punya selera humor ya…" Kata Lavi.

"Kanda… sekelompok sama gua yu…" Kata Allen yang tiba2 nongol dari jauh.

"Hah? Sama elo?" Tanya Kanda.

"iya lah. Masa sama setan!?" Kata Allen.

"Terserah lo deh…" Kata Kanda pasrah.

"Lah, gua sama Lenalee dong? Wah, lumayan nih." Kata Lavi.

"Lenalee sama gue!" Kata Komui

"Yah.. gagal deh." Kata Lavi.

"Ayo Lenalee. Kita segera menuju ruang tengah. Nanti lombanya di adakan di ruang tengah. Hadiahnya adalah kumpulan uang angpao dari Black Order." Kata Komui

"Ayo Len, kita juga ke ruang tengah." Kata Kanda.

"Lah, gua sama siapa?" Tanya Lavi.

"Noh. Sama orang yang mejeng di depan jendela." Kata Kanda.

Lavi nengok ke jendela dan langsung ngibrit. Ada wanita berambut panjang ala sunsilk, bergaun puith yang nongkrong di pohon sambil cekikikan.

Di Ruang tengah…

Gunjreng gunjreng… Suara drum China memenuhi ruangan Lenalee dan Komui sedang memainkan barongsai milik mereka. Lenalee memainkan bagian kepala, dan komui bagian belakang. Mereka bermain dengan sangat bagus. Tiba saatnya Kanda dan Allen yang beraksi.

"Allen, gue depan, lo belakang!" Kata Kanda.

"Tapi gue ga tau bisa apa kagak." Kata Allen

"Udah. Ikutin aja apa kata gue." Kata Kanda

Permainan di mulai..

"Len, kiri…" Kata Kanda.

"Kanan… Lompat… guling… ngengkang… nungging…" Kata Kanda memberi Komando.

"Aduh.. Len, lo ga bisa ngikutin gerakan gua ya?" Kanda ngoceh2…

"Susah Nda! Gue di depan, lo di belakang deh."

"Awas lo sampe ga bener!" Kata Kanda ngancem.

Mereka bertukar posisi…

Di tengah permainan…

*BRUUUT*

"suara apaan tuh? Tanya Kanda.

"Nda, gue sakit perut.." Kata Allen.

"Anjrit! Bau banget! Lo kentut ya?" Tanya Kanda

"Duh.. perut gue sakit nih.."

"wah, nyari mati lo…" Kata Kanda.

"Nda, gue ke WC dolo ya…" Kata Allen sambil berniat buat kabur..

"Heh, moyashi, jangan kabur lo!" Kata Kanda sambil ngejar2 Allen.

Hasilnya yang memenangkan pertandingan ini jelas Komui dan Lenalee.. Angpao yang mereka terima di gunakan untuk pembangunan fasilitas Black Order. Hari itupun menjadi bahagia…

Kisah Allen dan Kanda di WC cowo…

*BRUT.. BRUUUT…. PREEET.. PLUUUKK…*

"Najong! Kentut lo bau banget." Kata Kanda.

"Sorry Nda. Kan kemaren gua makan banyak."

"Abis lo keluar dari ruang 1x1 meter itu, gue masukin ke rumah seluas 1x2 meter lo!" Kata Kanda sambil nutup idung.

"HHHNNGGGGGGGGGG!!!! PLUUUUKK… Hah.. Lega…"

"Hoek! Bau banget…" Kata Kanda

"Lagian lo juga ngapain kerajinan nungguin gue di depan pintu WC?"

"Udah, ga usah banyak nanya. Cepetan!" Kata Kanda

"Huff… Lega Juga.." Kata Allen sambil naikin celana.

"JOROK!! LO GA CEBOK?" Kata Kanda

"Oh, iya… lupa…" Kata Allen sambil balik lagi ke kamar mandi..

"Ikh.. Jorok banget sih tu anak…"

"Dah.. gue dah cebok… Nda, gue mau bilang sesuatu…"

"Apa? Permintaan terakhir?" Kata Kanda

"Di Liat2, muka lo lucu deh…" Kata Allen sambil nyubit muka Kanda

"Sniff… Sniff… kok ada bau ga enak?" Kata Kanda

"Hah? Bau apaan? Gue uda pake deodorant kok." Kata Allen

"Bukan itu.. baunya lebih parah lagi.." Kata Kanda.

"Jangan-jangan… Tuh kan bener…" Kata Allen

"Apaan?" Tanya Kanda.

"Abis cebok, gue lupa cuci tangan… Bentar ya.." Kata Allen sambil balik lagi ke kamar mandi.

Kanda langsung kabur ke kamar mandi yang lain, nyuci muka pake pembersih wajah, sabun, sabun colek, sabun cuci piring, detergen, pemutih, porcelen, karbol, pewangi lantai, pembersih kaca, de el el…. Tapi.. Baunya ga ilang-ilang…

Hahahahaha….

Maap Nda.. Gua ngakak waktu buat ginian…

Wakakakakak…

" dasar lu author gelo!" Kata Kanda

"Dah nih Nda.. gue boleh nyubit mukalo lagi kan?" Tanya Allen..

"Gara2 elo nih! Baunya ga ilang-ilang…" Kata Kanda sambil nguber Allen..

hEpy Ending…

"Kata siapa.. ini Extremely Very Tragic ending!!!" Kata Kanda yang sempet berhanti trus balik ngejar Allen…

Pokoke Ripiw……