" Apa Yang Dilakukan NEJI "
" Tenten, aku pulang dulu ya…" ujar Temari. Sahabat Tenten yang membantu Tenten bebenah di rumah barunya.
" Ah.. iya makasih ya Tem.." jawab Tenten sambil mengantarkan Temari ke pintu gerbang.
" Oke.. sayonara Tenten… Hati-hati ya sama rumah barunya..hihihi.. abis dari bangunannya terkesan rada angker sih.." Temari terkekeh geli.
Tenten memang baru saja pindah rumah. Rumah yang ia beli tak terlalu besar tetapi tak kecil juga. Ya.. Lumayan besar untuk menampung 1 orang. Rumah baru Tenten memang seperti bangunan tua, temboknya dari bata, banyak tanaman rambat yang merambati rumah baru Tenten, Banyak pula pohon cemara yang hampir menutupi tampak depan rumahnya. Tetapi itu bukan masalah untuk Tenten. Ia memang menyukai hal-hal yang terkesan antik.
" Hahaha.. bisa saja kau Tem.. hati-hati ya! " Tenten melambaikan tangannya.
--
Setelah Temari pulang, Tenten duduk di kursi sambil chatting dengan teman-temannya. Ada Sakura, Hinata, Ino, dan Temari ( Udah sampai di rumahnya dengan selamat ) dan masih banyak lagi. Tapi ada satu nick name yang tak dikenal oleh Tenten.. Yaitu : NEJI. Jadi, Tenten putuskan untuk menyapa orang yang tak dikenal itu.
Tenten : Hei, ini siapa?
NEJI : Hei juga, Namaku Neji
Tenten: Oh.. aku Tenten.. salam kenal ya..
NEJI : Iya
Tenten: Kamu dapat alamat e-mailku dari mana?
NEJI : Teman
Tenten: Ooh…
Tenten merasa canggung mengobrol dengan NEJI, selain orangnya dingin dia juga bukan anak yang asik diajak ngobrol. Kalu ngomong kaku sekali. Tapi Tenten tetap mencoba ramah.
Tenten: Lagi apa Nej?
NEJI : Mengisi bak mandi
Beberapa detik setelah NEJI menjawab bahwa ia sedang megisi bak mandi, tiba-tiba terdengar suara air yang keluar dari keran. Suara itu berasal dari kamar mandi di rumah Tenten.
" Loh? " Tenten bingung mendengar suara air itu. " Perasaan aku gak ngidupin keran deh.." ujar Tenten pada dirinya sendiri.
Tenten pun segera menuju ke kamar mandi. Dan yang dilihatnya adalah..
Keran yang menyala, seakan-akan ia sedang mengisi bak mandi.
" Loh kok? Aneh.. " ujar Tenten dan ia segera mematikan kerannya. Walaupun terdapat sedikit rasa takut, Tenten memilih untuk tidak berpikir yang macam-macam. Dan melanjutkan obrolannya dengan Neji.
Tenten: Hahahaha.. kamu mau mandi? Inikan udah malam..
NEJI : Nggak jadi
Tenten: Kenapa gak jadi mandi Nej?
NEJI : Kerannya mati
Jantung tenten berdegup kencang.
Tenten: Oh ya? Kenapa mati?
NEJI : Ada yang menutup kerannya.
Tenten semakin deg degan.
Tenten: Hahaha.. kenapa gak kamu hidupkan lagi saja Nej?
NEJI : Sudah
Tiba-tiba keran di kamar mandi Tenten menyala lagi sesudah setelah NEJI berkata ia sudah menghidupkan kerannya kembali.
DEGG..
Jantung Tenten berdegup tak beraturan. Ia segera menuju kamar mandi dan menemukan ….
Keran di kamar mandi itu sudah menyala kembali.
Tenten merasa takut. Ia segera menutup kerannya dan melanjutkan percakapnnya dengan NEJI.
Tenten : Ooh…..
NEJI : Kerannya mati lagi.
Tenten benar-benar takut sekarang. Keadaan ini seperti menunjukan bahwa NEJI berada di rumah yang sama dengannya. Dan, keran yang dihidupkan NEJI adalah keran yang sama dengan keran yang dimatikan Tenten. Tapi Tenten masih belum yakin. Ia tak mau percaya dengan hal-hal yang mistik. Dan ia tetap melanjutkan percakapannya dengan NEJI.
Tenten: Hidupkan saja lagi.. hahaha
NEJI : Sudah.
Dan keran di kamar mandi Tenten pun menyala lagi. Tetapi, kali ini Tenten tak mencoba mematikan kerannya. Ia tetap duduk di kursinya.
10 menit kemudian….
Tenten: Karannya mati lagi gak? Hahaha
NEJI : Nggak.. baknya sudah penuh
Setelah membaca balasan NEJI, Tenten segera berlari menuju kamar mandi. Dan yang ia lihat di sana adalah..
Bak mandi yang sudah penuh..
Napas Tenten tidak teratur. Ia benar-benar takut. Semua yang dilakukan NEJI begitu nyata. Tenten kembali ke kursinya dan membalas jawaban NEJI.
Tenten: Mau mandi ya? Kan baknya sudah penuh?
NEJI : Iya.. aku lagi mandi—be right back
BUUM…
Tiba-tiba pintu kamar mandi Tenten yang tadinya terbuka menjadi tertutup seperti ada orang yang masuk ke kamar mandi.
" Mu..mungkin hanya angin…." ujar Tenten pelan.
10 menit kemudian…
Tenten: Nej, kamu udah selesai mandi?
NEJI : Udah. Baknya sudah kosong.
Setelah membaca balasan NEJI, Tenten segera menuju ke kamar mandi. Dan ia sengat terkejut melihat apa yang dilihatnya, matanya melebar.. yang dilihatnya adalah..
Bak mandi yang sudah kosong.
Tenten segera berlari keluar kamar mandi. Ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia tak percaya hal-hal mistik. Dan ia tetap mengobrol dengan NEJI, walaupun firasat buruk sudah mengelilingi dirinya.
Tenten: Hahaha.. terus sekarang kamu mau ngapain Nej?
NEJI : Aku lagi memasak air
" Hahaha.. jangan-jangan kalau aku ke dapur, aku akan menemukan panci berisi air yang sedang dimasak! Haha! Lucu.. gak mungkin ah! aku gak percaya sama hal yang begituan.. tapi, apa salahnya ngecek.." ujar Tenten pada dirinya sendiri. Ia mencoba berani.
Tenten segera menuju dappur. Dan kini, Tenten harus menjilat ludahnya sendiri. Karena yang ia lihat ketika ia sampai di dapur adalah..
Panci berisi air yang sedang dimasak..
Tenten berdiri terpaku..
DEGG….
Jantung Tenten berdegup sangat kencang dan tak beraturan. Semua yang dilakukan NEJI.. semua yang dikatakan NEJI.. terjadi..
Terjadi di rumahnya sendiri..
" Ti.. tidak mungkin!! " ucap Tenten kaget. Ia benar-benar ketakutan sekarang. Ia segera duduk di kursinya lagi dan melanjutkan percakapannya dengan NEJI. Ia ingin mengetahui kebenarannya lebih jauh. Kebenaran tentang..
Apa yang dilakukan NEJI yang benar-benar terjadi di rumahnya..
Tenten: Nej, kamu lagi apa sekarang?
NEJI : Berdiri
Tenten semakin takut. Ia mau menangis.
Tenten: Berdiri dimana?
NEJI : Di belakangmu
Mata Tenten melebar membaca balasan NEJI. Ia segera menengok ke belakang dan… dan..
Ia melihat seseorang berdiri tepat dibelakangnya.. seseorang dengan mata lavender, kulit pucat seperti mayat, kepala berdarah-darah, rambut panjang, memiliki tatapan kosong. Dan membawa sebuah pistol yang ia todongkan ke arah Tenten. Ia adalah…
NEJI….
" UWAAAAAAAAAAAAAAAAAA!! ", Tenten berteriak
The End
Desclaimer : Masashi Kishimoto-sama
Os! Selesai juga chapter ini.. hahaha… ngerti ceritanya ga?
" jadi, Neji itu arwah yang kesepian.. nah sialnya, Tenten yang ia gentayangin karena baru pindahan.. Neji itu penunggu rumah yang baru Tenten beli.." hahahaha… Tenten yang malang.. gimana nasibnya ya? ( author sendiri juga ga t au.. mungkin dia mati..hohohoho )..PS : chapter ini ga ada hubungannya sama sekali dengan chapter sebelumnya.. ( jadi, Sakura masih hidup )..hahahahha
Terima kasih yang kemarin sudah mereview, dan yang ceritanya minta di R&R udah saya R&R kok.. hahaha
- The Last Uzumaki keren banget.. kapan update lagi? :D
- Bersamamu keren.. bikin penasaran.. chap.2 udh ku R&R.. XP
- Do you really? Kocak.. bagus.. keren.. saya suka sekali.. 8D
- The Chronicles of Naruto: Prins Kaspian Kapan update lagi? Baru prolog ya? :)
Review ya!!
""""" muggle.30.05.08 """""
