" Kejadian di Rumah Sai"
Ino, hanya berdiri diam. Air matanya bercucuran mendengar semua perkataan sahabatnya, Sakura. Ia tak percaya dan ia tak mau percaya. Langsung saja Ino mengambil jaketnya dan segera menjuju ke mobilnya. Tak lama kemudian, mobilnya tancap gas.
"Ti…tidak mungkin..tidak mungkin SAI MATIII!!", jerit Ino dalam hati.
Flash Back
KRIIIING KRIIIIING
Telepon di rumah Ino berdering pada pukul 9 malam. Ino segera mengangkat teleponnya.
"Halo?", sapa Ino
"I…Ino..ini Sakura..", jawab Sakura menahan tangis.
"Ya Sakura.. kenapa? Kau baik-baik saja 'kan?", tanya Ino khawatir.
"I…Ino.. a.. aku dapat kabar dari Sasuke.. ka.. katanya Sai.. Sai sudah me..meninggal..", ujar Sakura sambil menahan tangisnya. Hati Ino berdegup kencang. Air mata sudah keluar dari matanya. Dan ia tak mau percaya.
"Sa.. Sakura! Kau bercanda 'kan??", Tanya Ino
"Nggak Ino! Aku serius!! Kata Sasuke.. Rumah Sai dibobol penjahat..dan..dan Sai dibunuh oleh penjahat itu!! Kakaknya Sai ju.. juga matii!!", teriak Sakura frustasi.
"SAKURA KAMU PEMBOHOOONG!! PEMBOHOOONG!!", Ino balas berteriak. Ia sama sekali tidak terima dan tak mau percaya. Dan langsung saja ia tutup teleponnya.
End of flash back
"A.. aku harus pergi ke rumah Sai!! Akan aku buktikan kalau Sakura bohong!!", ujar Ino dalam hati.
--
Rumah Sai berada jauh dari Rumah Ino, beda kota. Mungkin, akan memakan waktu sekitar 3 jam untuk sampai di sana. Sai adalah seorang pelukis. Ia tinggal bersama kakaknya. Sasuke, tinggal di kota yang sama dengan Sai. Namun, setelah terjadi 'musibah' yang menimpa Sai, ia kembali ke kota dimana Ino,dkk berada.
Tengah malam pada pukul 12:00. Akhirnya, Ino sampai di depan rumah Sai. Sudah sekitar 5 bulan Ino tak pergi ke sana karena selalu Sai yang mengunjunginya setiap bulan. Rumah Sai memang berada di tempat terpencil dekat hutan. Menurut Sai, dengan tempat seperti itu ia bisa menemukan banyak objek untuk dilukis.
Terakhir kali Ino lihat, rumah Sai bersih dan terawat. Namun sekarang, rumah itu sudah seperti rumah tak berpenghuni. Kacanya pecah semua seperti menunjukan sesuatu yang buruk telah terjadi di rumah ini.
--
TOK TOK!!
Ino mengetuk pintu. Tapi tak ada jawaban.
TOK TOK!!
Ino mengetuk pintu lagi. Tetap tak ada jawaban.
"A..apa benar Sai sudah…..", ujarnya pelan, Ino mencoba untuk tenang.
"Sudah apa Ino?", tiba-tiba seseorang menjawab perkataan Ino.
Ino kaget bukan main. Ia segera menolehkan kepalanya ke belakang. Dan ia melihat..
Sai..
"SAAAI??", ujar Ino gembira.
"Iya Ino?", jawab Sai. Masih seperti biasa. Ino langsung memeluk Sai. Air matanya bercucuran.
"Sai!! Aku kira kau sudah matii!!", ujar Ino.
"Aku masih di sini Ino..", jawab Sai.
"Ja.. jadi masalah penjahat yang membobol rumah itu bohong??", Tanya Ino.
"Oh.. masalah itu…", jawab Sai.
"Sai??", Tanya Ino khawatir.
"Kita bicarakan di dalam saja ya..", Sai tersenyum seperti biasa. Dan Ino hanya mengangguk lalu mengikuti Sai ke dalam rumah.
--
Ino memasuki rumah Sai. Banyak lukisan di mana-mana. Hampir semua dinding rumah Sai diselimuti lukisan. Ino duduk di meja makan Sai. Dan meminum minuman yang diberikan Sai.
"Jadi…? Masalah pembobolan itu bohong??", Tanya Ino.
"Nggak Ino.. Hal itu memang benar-benar terjadi..", jawab Sai.
"Ta.. tapi.. kata Sakura.. ka.. kamu dan kakakmu………."
"Mati?", tanya Sai. Lalu ia tersenyum. Ino mengangguk.
"Hahaha.. Aku masih di sini Ino..", jawabnya. "Aku gak bisa ningggalin tempat ini..", lanjut Sai sambil tersenyum. "Aku baik-baik saja kok..", tambahnya lagi.
Ino mengangguk sambil tersenyum. Ia sangat bahagia Sai ternyata masih hidup.
"Oh iya Sai? Kamu tadi ngapain tengah malam keluar rumah?", tanya Ino.
"Oh itu….Aku pergi ke makam..", jawabnya singkat.
"Ha? Ke makam siapa??", Ino kaget.
"Ke makam kakakku, Ino..", jawabnya singkat.
"Kakakmu??", Ino sedikit tak percaya.
"I.. iya Ino.. aku memang selamat.. tapi kakakku tidak. Ia dikuburkan di belakang rumahku...", jawabnya pelan.
"Oh.. Aku turut berduka ya Sai..", kata Ino. Sai hanya tersenyum pada Ino.
"Kenapa ke makam malam-malam sih? 'Kan serem..", tanya Ino.
"Ahahaha.. Ino masih percaya sama hal begituan ya? Aneh-aneh aja..", jawab Sai.
"Ahaha.. iya ya..?", Ino cengengesan.
"Eh, Sai? Ini semua lukisanmu??", tanya Ino.
"I..iya.. Aku ke toilet dulu ya..", kata Sai dan ia langsung meninggalkan Ino.
Ino duduk sendirian di meja makan. Arah tempat duduknya menghadap ke luar jendela. Ino bergidik takut. Rumah Sai memang gelap dan rada menyeramkan. Karena Sai pergi ke toilet, rasanya jadi berada di rumah itu sendirian.
BRUUUUK!!
Ino kaget mendengar suara benda jatuh itu. Ia menengok ke belakang.
'Huuuh.. Cuma lukisan jatuh…', Ino menarik nafas panjang.
Dan ketika ia memalingkan pandangannya ke arah jendela. Yang ia lihat adalah…
Kakak Sai…
Kakak Sai yang sedang melotot ke arahnya dari luar jendela..
"UWAAAAAAAAAA!!", Ino berteriak dan langsung menutup matanya. Dan ketika ia membuka matanya, kakak Sai sudah tidak ada lagi.
"Hosh.. hosh.. hanya ilusi…", Ino menenangkan dirinya.
Udah sekitar lebih dari 15 menit Sai tak kembali-kembali juga. Ino menjadi merasa takut sesuatu yang buruk terjadi pada Sai. Jadi, ia segera mencari Sai ke arah toilet. Setelah sekian lama mencari toilet akhirnya Ino menemukan toiletnya.
Ino sudah berada di depan toilet, tetapi Sai tak ada di sana.
"Huuuh.. Sai kemana sih ah..", dumel Ino kecil. Dan tiba-tiba ada seseorang yang mencoel-coel Ino dengan jari. Ino mengira itu adalah Sai.
"Sai!! Nggak lucu tau!!", teriaknya dan ketika Ino menoleh yang dilihatnya bukanlah Sai, melainkan…
Kakaknya Sai….
Kakaknya Sai yang sedang melotot ke arahnya……
"WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!", Ino teriak dan langsung berlari. Ino benar-benar takut. Sai bilang kakanya sudah meninggal.. tapi kakak Sai masih ada di rumah Sai sebagai arwah. Dan arwah yang mengganggu Ino.
Ino terus berlari dan berlari sampai akhirnya sampai di sebuah ruangan..
Ruangan lukisnya Sai…
Ia segera menutup pintunya. Takut-takut Kakak Sai mengikuti. Awalnya, Ino kira ia sendirian tapi ternyata yang dilihatnya adalah..
Sai..
Sai yang sedang duduk sambil melukis membelakangi pintu..
"Sai!!", panggilnya. Tetapi Sai tidak menoleh ataupun menjawabnya.
"Saii!!", panggilnya lagi. Tak ada jawaban. Sai masih saja di situ.. melukis.
Ino segera menuju ke arah Sai yang dari tadi tidak menjawabnya.. dan Ino juga melihat apa yang dilukis Sai..
Yang dilukis Sai adalah..
Sai dan kakaknya yang ditembak oleh penjahat.. Suatu lukisan yang menunjukkan kejadian 'Pembobolan Rumahnya'.
Ino sangat kaget. Ditambah lagi Sai yang tak sama sekali menoleh ke arahnya. Melainkan hanya melukis tanpa ekspresi.
"Sai? Kamu baik-baik saja 'kan?", Ino mengguncang-guncang tubuh Sai. Ino benar-benar ketakutan sekarang. Dan ia menangis. Ino segera berlari ke sudut ruangan. Yang sedang melukis itu bukan Sai..
Bukan Sai…Lalu siapa?
"Kenapa.. ja.. jadi begini sih??", ujarnya kecil. Ia hanya merunduk. Dan, tanpa ia sadari Sai yang tadi sedang melukis sudah hilang.
TOK
TOK
"Ino.. buka pintu…", ujar Sai dari luar ruangan.
"Sai??", dan saat itulah Ino baru menyadari bahwa Sai yang sedang melukis sudah tidak ada. Ino memang takut. Tapi ia hanya menganggap itu semua ilusi. Dan, Ino memberanikan diri membuka pintu. Tapi.. Ino tak melihat apa-apa.. tak ada orang di luar.. tak ada yang mengetuk pintu.. tak ada Sai.
"Ino? Kamu ngapain sih?", tiba-tiba tedengar suara Sai dari dalam ruangan.
"Hah??" Ino kaget bukan main ketika dilihatnya Sai sedang berdiri di belakangnya. Di dalam ruangan bukan di luar ruangan.
'Eh? Sai? Berarti yang mengetuk pintu siapa??', pikirnya dalam hati.
"Ino kenapa sih?", tanya Sai lagi.
Ino tak menjawab Sai. Ia masih merasa takut. Dan ketika Ino melihat ke jendela.. ia melihat..
Sai..
Sai sedang berdiri sambil tersenyum dengan kepala yang berdarah-darah..
"UWAAAAAAAAAA!! GAK MUNGKIN SAI ADA DUA!!", teriaknya. Lalu ia segera berlari ke luar rumah Sai. Air mata Ino bercucuran saking takutnya. Ia segera menuju ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Sai.
Ino mungkin mengira ia selamat dari Sai dan kakanya tapi ia salah……
"Ino? Kamu kenapa sih??", terdengar suara dari bangku belakang mobil Ino.
Dan ketika Ino menoleh.. Yang dilihat Ino adalah…
Sai dan Kakaknya..
Sai dan kakanya yang sedang duduk di belakang bangku mobil Ino..
Sai tersenyum.. sedangkan kakaknya melotot..
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!", Ino berteriak. Mobilnya hilang kendali.
BRUUUUK
Mobil Ino menabrak pohon. Ino tewas seketika.
The End
Desclaimer : Masashi Kishimoto-sama
Os! Selesai juga chapter ini.. hahaha… ngerti ceritanya ga?
"jadi Sai dan kakaknya arwah gentayangan yang gangguin Ino… Sai dan kakaknya itu sebenernya udah mati dibunuh penjahat.. Sakura itu nggak bohong.. tapi Ino-nya aja yang gak percaya..hahaha
Terima kasih yang kemarin sudah mereview, dan yang ceritanya minta di R&R udah saya R&R kok.. hahaha :
-The Chicken Nutcracker by PuteeChan Chocolala: kocak, saya suka bgt loh.. kapan update lagi?
-Between Hate and Love SPECIAL kencan by miyu201 : saya suka banget! Yang versi 1 yang judulnya Between Hate and love doang juga kereeen.. haha.. kapan update??
-backstreet ala naruto by meL-chan River : hahaha.. kocak banget.. haha.. XD
-Hello Mello by meL-chan River: seru seru! Saya suka ! haha
-Si Volvieras A Mi dan The Truth by Sabaku no gHee: bagus bagus bagus bagus! XP..
-A New Jutsu by Ray-kun 13 : seruu loh.. saya suka bgt.. kapan update lagi?
-Liburan Paling Sial by D'zenq-Godd chan : bagus loooh!! saya suka banget...
Terima kasih sudah membaca… Tolong reviewnya ya!! Doumo Arigatou Minna
"""""""" mugle.30.05.08""""""""
