Laugh Away!
Disclaimer: I will never, or NEVER will I own Naruto!!
NEW PAIR: slight HinaPein jika kalian memperhatikan jalan cerita ini dengan baik
...
-second beat : CHE.R.RY
RECAP
Tersamar-samar, terlihat merah jambu...
"Gahrrggh... kepalaku pusing banget, aku di mana sih sebenernya??" tanyaku, sumpah demi stik dango, kepalaku sakit sekali rasanya.
'Udah bangun rupanya ya?" kata seseorang yang tepat berada di sampingku, aku tidak tahu itu siapa
"Mmmh, susah sekali bangun" aku meringis, kakiku sepertinya terkilir.
"Eh, jangan bergerak dulu, kupikir lukamu belum sembuh." Kata orang itu lagi
...
Untuk yang kedua kalinya aku bangun dari tidur, kedua kali? Perasaan baru bangun sekali doang deh..
Aku coba menyenderkan bahuku di pohon Sakura. HEI! Sejak kapan aku ada di dekat pohon Sakura ini? Ke mana orang itu? Aduh, otakku kacau sekali hari ini.
"Kau sudah bangun rupanya, maaf, tadi aku pergi sebentar untuk membeli makanan untukmu, ini" kata anak berambut panjang di depanku. Ia menyodorkan sekotak Onigiri, yang kelihatannya enak.
"Ya ampun! Aku sangat tidak sopan! Maaf merepotkan!" kataku sambil mengatupkan tanganku di atas kepalaku, seperti sedang menyembah dewa di kuil, ya ampunn, aku sangat terlihat bodoh di depannya.
"Nggak apa-apa. Lagipula aku sedang melewati tempatmu, umm, berlatih, lalu aku melihatmu jatuh, aku langsung panik dan tanpa berpikir panjang langsung membawamu ke dekat pohon ini." Katanya tersenyum," Ngomong-ngomong, namaku Neji. Salam kenal ya." Kata anak itu.
"Aku tahu! Kamu Neji yang ketua OSIS itu kan? Maafkan saya KAK. Saya Tenten, dari 2-E. Salam kenal ya!" Tenten tersenyum riang
"Aku juga dari 2-E. Kenapa aku tidak mengenalmu ya?" Neji terlihat berpikir
"Aku tau, kamu sibuk, bahkan sampai lupa pada absen kelasmu sendiri saking harus mengingat nama adik kelas yang harus di orientasi." ,"Ngomong-ngomong aku juga terlalu sibuk latihan karate sampai nggak tahu kalau ada ketua OSIS di kelasku"
"Silahkan dimakan onigirinya ya, Tenten"
"Um!"
...
"Kakashi! Kakashi! KAKASHI!!" teriak seorang gadis berambut merah.
"Iya,Iya. Kenapa Rin?" Kakashi menoleh
"Kau harus rapat guru jam segini tau!! Cari tempat retreat!" teriak Rin tegas, Ia menunjuk Dewan Penasihat Sekolah, Jiraiya dan Tsunade yang udah berkacak pinggang di depan ruang sidang.
"Iya"
"Kalau jawabanmu iya, harusnya langsung pergi BODOH!!" teriak Rin lagi
"Kau tahu Kakashi, untuk seseorang yang pintar, kau lamban" kata Itachi yang sudah mau melangkah masuk ruang guru.
"Apapunlah katamu. Aku panggil Anko dulu kesini"
Lalu Kakashi berjalan ke arah ruang guru lantai bawah, lalu ia menemukan Anko.
"Hoi, Anko, disuruh rapat tuh, orang tua sudah menunggu." Kata Kakashi malas
"Aku juga males, pasti Jiraiya-Tsunade ya?" kata Anko, lalu ia menguap lebar, persis kuda nil
"Sama dong. Ngabur yuk?"
"Ayo aja, Mau ke Gading nggak? Aku yang traktir?"
"Ayo aja, tapi beware. Semua yang aku minta pasti mahal."
"Bodo ah" kata Kakashi sambil berjalan ke luar gerbang sekolah
Akhirnya dua guru pemalas itu pergi ke Gading naik bajaj.
...
Kembali ke Hinata yang mau latihan nyanyi bareng Naruto.
Tinggal sedikit lagi, kira kira 5 meter ke padang rumput, Hinata terus berjalan sambil membawa gitarnya yang bisa dibilang berukuran lumayan besar, karena dia pinjam gitar Neji agar Naruto memainkannya dengan nyaman (Ukuran gitar Naruto lebih besar daripada Hinata)
Ia melihat Naruto yang sedang menyapu tumpukan bunga Sakura yang berjatuhan di rumah singgah tempat ia dan Naruto akan berlatih.
Hinata perlahan-lahan mendekati senpai hiperaktifnya itu lalu berkata," Sibuk banget nih, senpai?"
"Iya. Nanti Hinata bakalan datang. Jadi harus disapu dulu, bi." Kata Naruto tanpa menoleh
"Oh gitu ya, senpai. Yaudah. Hinata pergi dulu ya. Ja!" kata Hinata sambil melangkah pelan, ia tersenyum.
"Iy-, HAH?? HINATAA?? YA AMPUNN!! MAAF BANGET!! DARTITADI BIBI YANG MENJAGA RUMAH SINGGAH INI DATANG TERUSS!! YA AMPU—" belum sempat Naruto menyelesaikan kata-katanya, Hinata memotong,
"Iya-iya. Ngerti kok senpai. Nah, jadi nggak latihannya?"
"Iya, ayo" kata Naruto sambil mempersilahkan Hinata masuk ke rumah singgah milik ayahnya itu.
"Tadaima!!" teriak Naruto keras-keras
"Naru-chan daritadi kan udah di rumah."
"Aniki!! Ya ampun, kakak baru pulang dari Swiss!" kata Naruto sambil mengulurkan tangannya.
"Apa?" tanya Pein bingung
"COKLAAAATTT..." Naruto merengek manja
"Tenang aja. Banyak kok. Adik kelasmu ini juga boleh di bagi. Siapa namamu? Hinata Hyuuga ya?"
"Iya, Nagato-san" kata Hinata sopan
"Jangan panggil Nagato-san. Panggil Pein-senpai saja" kata Pein yang memang satu sekolah dengan mereka, namun ia sudah kelas 2 SMA dan habis HomeStay di Swiss.
"Baiklah Pein-senpai" Hinata tersenyum. Pein hanya membalas senyumannya.
Naruto yang dari tadi hanya kambing-congek langsung mengeluarkan grin yang khas itu,"Seneng deh, Aniki kenalan sama Hinata, ngomong-ngomong, Papa sama Mama di mana kak?"
"Tau tuh. Mama lagi belanja. Papa masih sibuk ngerjain proyek arsitektur untuk duplikatnya Istana Hokage yang katanya mau dibikin pakai pualam hitam. Peringatan kematian Sannin Orochimaru. Nggak taulah, nggak penting. Kalian duduk di teras aja biar sejuk. Nanti kakak bawakan coklat panasnya" demikian kata Pein, sang kakak yang baik.
"Uwaa.. makasih kak!! Ayo Hinata!"
"Um!"
...
Kita balik lagi ke Anko dan Kakashi yang lagi jalan-jalan di Gading.
"Hmm... Kangen banget sama Gadng. Sejak aku jadi guru, udah jarang ke sini" kata Anko
"Hm."
"Jawabannya pendek banget, Cuma HM. Dasar, Hatake"
"Emang aku Hatake kok" lanjut Kakashi pendek
"Huh, eh ke tempat takoyaki mau nggak?" tanya Anko, sepertinya melihat stand Takoyaki merendahkan amarahnya ke Kakashi.
"Ayo aja."
...
Sementara, di sudut pandang Neji dan Tenten...
--
"Yum! Sankyu Neji! Onigirinya enak!" kata Tenten sambil berdiri, Nejipun ikut berdiri, lalu mereka berjalan ke arah gedung sekolah mereka.
"Ya baguslah kalau kamu suka. Soalnya itu kesukaanku juga"
"Maksudnya kamu bilang baguslah tuh apa?" tanya Tenten
"Yah, obvious banget kalau lain kali aku mau traktir kamu."
"Beneran?"
"Iya. Berani sumpah deh" kata Neji sambil membentuk tanda peace dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Ya ampun, pake berani sumpah. Iya deh, aku percaya"
"Anterin ke ruang OSIS yuk"
"Hah?"
"Iya, kamu, ikut aku rapat OSIS. Siapa tau bisa bantu seksi Olahraga." Kata Neji santai, padahal Tentennya udah shock.
"B-Beneran?"
"Terserah sih, kalo nggak ma-"
"MAU!! Dari awal aku ingin banget masuk seksi Olahraga, tapi sertifikat MOSku hilang jadi aku nggak masuk tahap Berkas" jelas Tenten
"Ya udah ayo" tanpa basa-basi lagi, Tenten langsung ngekor Neji ke ruang OSIS.
...
Hinata dan Naruto berencana mempertunjukkan lagu GOODBYE-DAYS dari YUI yang mencerminkan kalau sebentar lagi akan libur musim panas, yang artinya mereka akan berpisah agak lama, dan menjelaskan Hinata yang akan pergi selama 4 bulan. Hanya Hinata sendiri, karena Ia harus mengikuti Pendidikan musik akustik kilat dan gurunya hanya mau mengajar di Tokyo.
"Coba, latihan dulu sendiri, aku akan menstem gitarnya. Nampaknya Neji sudah jarang main gitarnya ini ya?"
"Ya sudah. Ahm.."
...
Dakara ima ai ni yuku
So kimetanda
Poketto nokono kyoku wo
Kimi ni kikasetai
Sotto VOLUME wo agete
Tashikamete mita yo
Oh Goodbye Days
Ima, kawaru ki ga suru
Kinou made ni, so Long
Kakko yokunai
Yasashisa ga soba ni aru kara
La la la la love with you
Katahou no earphone wo
Kimi ni watasu
Yukkuri to nagare komu
Kono shunkan
Umaku aisete imasu ka?
Tama ni mayou kedo
Oh Goodbye Days
Ima, kawari hajimeta
Mune no oku
All Right
Kakko yokunai
Yasashisa ga soba ni aru kara
La la la la love with you
Dekireba kanashii
Omoi nante shitaku nai
Demo yattekuru deshou, oh
Sono toki egan de
"Yeah, hello my friend" nante sa
Ieta nara ii noni
Onaji uta wo
Kuchizutsamu toki
Soba ni ite, I wish
Kakko yokunai
Yasashisa ni aeta yokatta yo
La la la la goodbye days
...
Maaf kalau ada kesalahan penulisan. Kalau bingung kenapa Pein jadi kakanya Naruto, PM saya, pasti saya jawab
Review if you will,
Well, saya mau pengumuman sebentar aja, yang di chapter lalu, yang Laugh Away, yang saya tulis itu lagunya RHYTEM, ternyata saya salah lihat Soba Ni Iru Kara dengan Harumonia. Jadi yang benar, Soba Ni Iru Kara adalah milik Amadori, kepada pihak yang bersangkutan, saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya (Yang Harumonia, nah itu baru lagunya RHYTEM)
Ja, matta ne
