Laugh Away

Laugh Away!

Disclaimer: Masashi Kishimoto, lagu-lagunya akan disebutkan belakangan

NEW PAIR ALERT: SasuTen

...

third beat: Tomorrow's Way

RECAP

"Coba, latihan dulu sendiri, aku akan menstem gitarnya. Nampaknya Neji sudah jarang main gitarnya ini ya?"

"Ya sudah. Ahm.."

...

Dakara ima ai ni yuku

So kimetanda

Poketto nokono kyoku wo

Kimi ni kikasetai

Sotto VOLUME wo agete

Tashikamete mita yo

Oh Goodbye Days

Ima, kawaru ki ga suru

Kinou made ni, so Long

Kakko yokunai

Yasashisa ga soba ni aru kara

La la la la love with you

Katahou no earphone wo

Kimi ni watasu

Yukkuri to nagare komu

Kono shunkan

Umaku aisete imasu ka?

Tama ni mayou kedo

Oh Goodbye Days

Ima, kawari hajimeta

Mune no oku

All Right

Kakko yokunai

Yasashisa ga soba ni aru kara

...

Pein mendengarkan suara Hinata dari dapur,

'Seperti punya Alice Voice Pheromone, suaranya menggema, begitu indah' pikir Pein sambil mengingat salah satu Alice di Alice Academy, komik favorit Kushina yang sering dibacakannya untuk Naruto dan Pein waktu kecil.

Lalu ia kembali menyiapkan 3 cangkir coklat panas, untuk Naru-channya, Hinata dan untuknya sendiri selagi menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Hinata

...

La la la la love with you

Dekireba kanashii

Omoi nante shitaku nai

Demo yattekuru deshou, oh

Sono toki egan da

"Yeah, hello my friend" nante sa

Ieta nara ii noni

Onaji uta wo

Kuchizutsamu toki

Soba ni ite, I wish

Kakko yokunai

Yasashisa ni aeta yokatta yo

La la la la goodbye days

...

Naruto memberhentikan pekerjaannya untuk sementara. Ia melihat Hinata yang sedang menarik nafas dalam-dalam, Naruto maklum, lagu-lagu dari penyanyi kesukaan mereka itu memang penuh tantangan dalam menyanyikannya.

"Yah, kalau gini caranya sih, mending Naru-chan gak usah main gitar deh. Habis, suara Hinata aja sudah bagus." Kata Pein sambil menaruh 3 cangkir coklat panas yang tadi dia buat.

"Hmph. Aku kesel sama aniki!! Aniki ja'at!!" Naruto merengut

"Ya ampun, Naruto! Kamu tuh senpai atau kouhai sih? Tuh lihat, kamu diketawain sama Hinata-chan!" kata Pein sambil menunjuk Hinata yang tertawa melihat betapa manjanya Naruto ke Pein.

...

"Maafkan aku, telat, semuanya" kata Neji sambil berjalan masuk ruangan OSIS.

"Huh. Dasar Hyuuga. Kalaupun aku marahi, nggak akan berubah, lagian, kami semua disini bukan ibumu yang harus menyuruhmu mandi pagi." Kata anak yang duduk di sebelah kanan tempat duduk Neji.

"Aku tidak meminta pendapatmu, Uchiha." Sahut Neji dingin

"Sudahlah Nej- SASUKE-KUN??" tiba-tiba Tenten berteriak

"TENTEN-CHAN??" teriak Sasuke balik

"Aku nggak nyangka kamu sekolah di sini?!" teriak mereka berdua bersamaan membuat Neji semakin bingung.

"Sebentar-sebentar. Maksudmu, kamu dan Uchiha sudah saling kenal?" tanya Neji

"Iya, waktu kecil dulu, kami teman SANGAT DEKAT, iya kan Sasuke-kun?"

"Hn. Bisa dibilang kembar nggak identik"

"Terus, waktu masih SD, Sasuke pindah ke Amerika."\

"Iya, lalu kami nggak pernah ketemuan lagi sejak saat itu"

"Memang aku pernah mendengar ada anak dari Amerika yang mau sekolah di sini. Tapi aku nggak tertarik sama-sekali"

'Dan aku juga tadinya nggak tertarik sama sekolah ini."

"Tapi aku nggak nyangka kalau anak Amerika itu kamu loh."

"Aku juga nggak nyangka kamu sekolah di sini."

Neji menyelak jawaban bruntun yang mereka lemparkan,"Lalu kalian gimana cara kenalnya? Kan dari SD berarti udah lama banget, pasti udah ada yang berubah dari kalian berdua dong?"

"INI" kata mereka berdua sambil memperlihatkan Neji, sebuah gelang anyaman yang sudah terlihat tua.

"Iih, kaya orang udah nikah aja,... ROMANTIISSS.." ujar Ino dari seksi Kesenian.

"Ssh, Ino diam. Kan Neji lagi cemberut. Ntar kamu disemprot loh!" kata Matsuri, dari seksi Humas.

"Iya ya Matsuri!" kata Ino, lalu mereka berdua cekikikan melihat Neji

'Kalian diam, kalau tidak mau di Jyuuken sama Neji,ya." Temari tersenyum lembut, dia kakak kelas bidang Logistik yang menghubungkan Ketua OSIS dengan ketua MPO, MPE Kepala Sekolah dan wakil-wakilnya

"Iya kak Temari." Kata Ino dan Matsuri berbarengan, tapi mereka tidak bisa menahan keinginan untuk tidak cekikikan. Neji menatap mereka berdua tajam, lalu Ino dan Matsuri langsung ijin Toilet sama ketua Rapat, Kurenai dan langsung kabur.

...

Pein berkata,"Kalian tau nggak, kalau saya, Pein Uzumaki, pernah membaca surat wasiat Sannin Orochimaru?"

"Hah?"

"Ng, boong deng. Kalian percaya nggak kalau kakak pernah jadi Best Performer di Pensi OSIS angkatan kakak?" tanya Pein lagi

"Mana buktinya?" tanya Hinata. Dia juga nggak percaya, tapi nggak ada salahnya nantang kan?

"Mau bukti? Pinjem gitarnya dong Naru-chan."

Naruto mengangguk lalu memberikan gitar yang baru saja distemnya kepada Pein.

...

Habis makan 2 kotak takoyaki, Anko dan Kakashi beranjak pergi dari stand takoyaki tersebut.

"Sekarang ke mana, Kakashi?"

"Lah, kamu yang ngajak ke Gading, sekarang maunya ke mana?" tanya Kakashi balik

"Balik ke sekolah, lalu muncul tiba-tiba di ruang guru tanpa rasa bersalah?" kata Anko

"Gila ya? Mau di damprat Tsunade apa?" Kakashi langsung mundur beberapa langkah, mungkin takut akan kegilaan Anko yang lagi timbul

"Ya enggaklah, sekarang ke sekolah, terus ke ruang OSIS aja. Bantu Kurenai. Pengurus OSIS baru, apalagi ketua dan wakilnya sama-sama bebal dan keras kepala. Aku kasihan berat sama Kurenai. Dia yang pimpin sidang OSIS hari ini" kata Anko panjang

"Ya sudah. Tapi buat ongkos ke sekolah, kamu aja yang bayar" kata Kakashi lalu ia berjalan santai ke arah pintu keluar

...

"Hah... Gimana Hinata-chan, terbukti nggak? Emang sih suaraku agak serak. Habis flu, soalnya di Swiss lagi musim dingin waktu--, Lah, Naru-chan, Hinata-chan kenapa?" tanya Pein heran, Hinata bengong

"Uhh, Hinata, Hinata-chan?? HINATA-CHAN!!" teriak Naruto

"Iya senpai? Ooh, Pein-senpai suaranya bagus banget!! Aku akui!!" teriak Hinata tiba-tiba, membuat Naruto dan Pein kaget

"Ah, gitu ya? Terimakasih deh, Hinata--" kata Pein, sambil menepuk-nepuk kepala Hinata

...

SRAK!!

Pintu ruang rapat terbuka, ternyata Kakashi dan Anko.

"Pagi, kami telat ya?" tanya Kakashi

Kurenai yang nggak kalah kaget langsung bilng,"Kalian kan harusnya rapat dewan!! Ngapain kalian ke sini?"

"Lagian sekarang udah siang, sensei" kata si sekretaris, Shikamaru membetulkan."

'Pantes aja, suka ada kesalahan ketik di surat-surat pengurus OSIS, wong sekretarisnya dia, paling waktu lagi ngetik ketiduran' pikir Kakashi

"Hn,.. Iseng aja boleh kan?" kata Anko sambil tersenyum

"Lah, PJ(Penanggung Jawab) Humas sama Kesenian ke mana, Kure?" tanya Kakashi sambil menarik kursi ke sebelah kiri Neji

"Grr, Matsuri dan Ino itu,.." Neji langsung menggeram

"Heh? Emang aku salah bicara ya?" kata Kakashi sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Emangnya lagi rapat apa sih?" tanya Anko penasaran

"Kalian berdua ini, sama saja. Masa' datang ke rapat OSIS, nggak pakai pengumuman, nggak ketuk pintu, mana nggak tau bahan rapatnya lagi... Huh, bikin orang frustasi aja." Kata Kurenai sambil menggelengkan kepalanya

"Wah, maaf banget deh Kure. Habisnya kalau kami kembali ke ruang rapat dewan, bisa disembur habis-habisan sama Tsunade TUA"ujar Kakashi nggak sopan

"Lagian tadi kalian habis ke mana hah?" tanya Kurenai curiga, jangan-jangan...

"Kami ke Gading buat makan takoyaki" jawab Anko santai.

"Soal pertanyaanmu tadi Kakashi, kami sedang mendiskusikan pensi anak OSIS angkatan 16." Kurenai kembali ke topik

"Waahh, Pensi yaa? Ikut dong!" kata Anko sambil mengulurkan tangannya meminta run-down acara pensi itu

"Anko sensei, mau ikutan kerja atau... NGABISIN KONSUMSI HAAH?" tanya Choji dengan mata menatap tajam ke arah Anko. Choji adalah anak dari seksi BPYL—Budi Pekerti Yang Luhur atau mungkin bisa disebut seksi kesejahteraan?

"Ikutan kerja lah, Ji. Jangan tuduh sensei-mu sembarangan loh. Nanti saya bisa BAN kamu dari OSIS" kata Anko dengan nada mengancam

"Heh? Nge-BAN? Kayak di game on-line aja, sensei" kata Kiba yang suka banget main Game OnLine, karena itu, ia ditempatkan di seksi Dana Usaha (Danus) kata mamanya, biar kerjanya banyak, dan nggak main Internet terus di rumah.

"Ah, susah deh ngomong sama kamu Kiba." Anko tidak memperdulikan

Disela-sela pembicaraan ini, ada semacam background yang sangat menarik, well, untuk sebagian orang yang belum pernah melihat Sasuke dan Neji adu mulut sih...

"Well, Tenten, aku ngelarang kamu buat bicara sama si buta ini" kata Sasuke

Kata-kata tabu itu nancep di kepala Neji, dia langsung nyembur,"Heh, mata iritasi!! Jangan bawa-bawa klan deh!"

"Lo juga!"

"Emang lo siapa nya Tenten hm? Gw tanya nih sekarang!! LO SI-A-PA-NYA TEN-TEN!!" Neji mulai panas

"OH? GU-E TE-MEN-DE-KET-NYA!! PUAS??" teriakan Sasuke lebih keras, bekas latihan OSIS.

"Lalu, Kalau lo teman dekat Tenten, apa hak lo ngatur dia?" Neji mereda

"Itu karena, gue udah janji sama ibunya Tenten buat jaga dia. Gue sedih banget waktu harus pindah ke Amerika, jauh dari dia. Ibunya Tenten yang udah susah payah nyari keluarga gue! Itu kenapa" Sasuke menundukkan kepalanya

"Oh maaf kalau begitu, Tenten, Sasuke" kata Neji sambil kembali ke kursinya

"Sasuke,.." sang bendahara, Sakura, berbisik pelan

"Ayo, sudah-sudah. Sekarang kita selesaikan rapatnya. Sasuke, kembali ke kursimu. Tenten, duduk di kursi kosong dekat Lee. Dia seksi Olahraga yag perlu bantuanmu." Kata Kurenai. Ia mengarahkan anak-anak itu

...

MPE : Majelis Perwakilan Ekskul

MPO : Majelis Perwakilan OSIS

Hanya untuk sekedar iseng, saya akan kasih tau, playlist Winamp saya waktu saya sedang menulis chapter ini, dan anehnya, nggak ada lagu Tomorrow's Waynya YUI

Suna Dokei – L'arcenCiel

Daybreak's Bell – L'arcenCiel

Namida Iro – YUI

Alone En La Vida – L'arcenCiel

La Corda D'Oro primo passo Episode 25

Saya nggak tau, tapi playlist ini nyantol di kepala saya.

Maafkan saya kalau ada kesalahan penulisan di manapun di dalam Fanfiction ini.

Satu tambahan lagi, Sasuke dan Neji, dalam pertengkaran kecil ,er, menggunakan bahasa LO-GUE untuk menjelaskan betapa mereka ingin menyalahkan satu sama lain

Kalau masih ada yang bingung, tolong PM saya. Dan saya juga sudah buat Struktur OSIS SMP ini (Namanya Leaf JHS) sekalin tugas-tugasnya. Kalau mau minta, tolong kasih tau e-mailnya, nanti saya kirim.

Review if you will,

Ja, Matta ne..