Laugh Away

"Bisa nggak kamu panggil aku, err.. Neji-kun?"

"Eh?"

...

Laugh Away!

--fifth beat: LIFE

...

oonda: I want to make a little announcement. Starting now, I will update once after I write three chapters. It means, if I have completed three chapters, I will update. After that, I will make another chapter and if my brain's full of ideas, maybe I'll publish the next one. And I will update on Tuesday only. DO NOT EVER EXPECT ME TO UPDATE BESIDES THAT DAY. Thank you!

And last thing, There's a major Sasuke OOCness in this part of the story

NEW PAIR ALERT: SasuSaku kalau kalian memperhatikan. Saya nggak yakin Sasuke bakal berakhir dengan Sakura. I want to make something that you've never seen before.

Sorry for my chit-chats, on with the fict!

...

Tenten terlalu serius memikirkan hal tersebut sampai ia tertidur lelap pada jam 2 dini hari.

Beruntungnya ia waktu bangun mendapati jarum jam panjang mengarah ke angka tiga dan jarum pendek mengarah ke antara angka lima dan enam

"Huh, permasalahan ini sih bisa bikin aku gila. OK. Note to self: Jangan ungkit-ungkit masalah suffix di rapat nanti." Tenten memantapkan niatnya.

...

Keesokan harinya di SMP Leaf Konoha adalah satu hari lagi dari rapat yang dilakukan oleh para anggota dan pengurus OSIS SMP Leaf Konoha. Hari ini suasananya cukup damai. Tidak ada lagi adu mulut sebagai background sound. Sasuke dan Neji—yang dipisahkan oleh Tenten tentunya--hanya duduk diam dan mencoba melihat proposal yang akan mereka kirimkan kepada para sponsor pada laptop mereka.

Ino dan Matsuri tidak lagi berani mendekati Neji. Maka mereka bertiga dipisahkan oleh Temari, cengar-cengir saja mereka tidak berani. Temari hanya duduk diam, senyum tersungging di bibirnya melihat para adik kelasnya.

"Hm... Jadinya?"

"Jadinya apa, Sakura?" tanya Sasuke yang dari tadi diam

"Yah, jadinya mau ngomongin apa? Kalian, ketua dan wakilnya hanya sibuk pada laporan kalian sendiri. Kurenai-sensei, Anko-sensei dan Kakashi-sensei tidak datang. Tapi kalian berdua kan bersikeras untuk tetap ngadain rapat. Sekarang kalian mau nyuekin kami?" kata Sakura panjang lebar

"Yah, mau gimana lagi? Ino, berpikir dong! Kau kan jadi Kesenian bukan untuk mejeng doang. Hinata kan berniat untuk jadi pengisi acara. Jadinya tema kali ini terserah kau." kata Sasuke, mengedik ke arah Ino, lalu ia menutup laptopnya.

"Huh. Gimana ya? Agak susah nih. Soalnya biasanya ada orang yang bisa bantu aku untuk ngerjain tema pensi. Gini aja deh, Sas. Kamu dan Neji rancang dulu panitia gimana. Misalnya: Yang ngatur tema pensi, ketua pensi, PJ pensi, ketua dekor pokoknya yang seperti itu deh!" kata Ino

Neji menoleh ke arah Ino sebentar dengan tatapan 'Kau-mau-melimpahkan-semua-tugas-padaku-dan-Sasuke-ya?', lalu melanjutkan ketikannya yang belum sempat selesai.

"Oh iya. Ngomong-ngomong tentang kau Uchiha, bukannya kemarin kau sakit ya?" tanya Neji tanpa mengalihkan pandangnya

"Yah. Tidak bisa dibilang sakit juga sih. Tapi hari ini aku memaksakan diri untuk sekolah dan menyelesaikan tugas merepotkan ini." kata Sasuke

"Benarkah? Setauku, sejak kau kecil kakakmu itu sangat overprotektif terhadapmu deh Sas." Tenten berkata meledek Sasuke

...

To: Hinata-TYL 1

hinata chan!!! kpn bsa lthan lgi?

Bls cepet y!!! ~naru x

...

Hinata merasakan getaran di saku jaketnya, lalu ia membuka ponsel flipnya, dan ia melihat:

1 Message Received: Naruto-2A

-READ-

...

From: Naruto-2A

hinata chan!!! kpn bsa lthan lgi?

Bls cepet y!!! ~naru x

...

Hinata tersenyum memikirkan wajah senpainya yang selalu ribut sendiri itu, lalu mulai mengetik pesannya

...

To: Naruto-2A

Bsa kpn aja senpai, mngkn bsk. Mau lthn ngga?

~fr. Hinata XOX

-SEND-

Lalu Hinata kembali mengetik pekerjaan yang diberikan oleh Ino, run-down pensi.

'Hm.. Yang pertama, pembukaan..., oleh Kurenai-sensei. Lalu bandnya Konohamaru,lalu sedikit speech dari Tsunade-sama, lalu...'

Sekarang Hinata mengalami stuck pada pikirannya.

"Lalu apa ya?" katanya sambil melihat kembali aftar peserta yang akan tampil di Pensi. Setidaknya beginilah daftar yang dituliskan Shikamaru:

Dari Ekskul:

Bahasa Jepang: Diadakan pentas KABUKI singkat yang kisaran waktunya 10 menit

Bahasa Prancis: PANTOMIM dari 2 orang peserta ekskul tsb. Kisaran waktu 5 menit

Bahasa Jerman: SENI PEMBUATAN PRETZEL RAKSASA oleh 10 org anggota ekskul didampingi pembimbing ekskul. Kisaran waktu berbeda-beda (selingan sepanjang acara PENSI)

Bahasa Inggris: DRAMA SHAKESPEARS HAMLET kisaran waktu 45 menit

Ekskul Ansamble: charity concert for fosters : Permainan 5 lagu klasik berinstrumen : Violin, Piano, Cello, Viola, Flute

"List ini untuk ekskul. Huh. Panjang sekali. Belum lagi anak-anak kelas 1 yang mau ikut. Sungguh melelahkan" Hinata mendesah, lalu ia memutuskan untuk tidur siang

...

Sementara keadaan di ruang rapat OSIS SMP Leaf...

"APA???"

"Buset, Sas, jangan teriak gitu dong. Kupingku sakit nih." Ino mengeluh sambil menggerutu sesuatu yang tidak jelas dibawah napasnya.

"YAH! Ngapain ada rapat kalo kamu udah ngasih tugasnya ke Hinata!! Gini-gini mendingan kita libur!!" Sasuke berseru sekuat tenaga sambil menjambak rambutnya

"Kau tahu, Uchiha? Kalau ada orang waras yang datang ke ruangan ini, dia akan mengira kau adalah orang gila." Neji akhirnya berbicara juga, dan menutup laptopnya, menandakan proposal yang sedang di buatnya tadi sudah selesai

"Huh." Sasuke mulai merapikan rambutnya, sadar akan perkataan Neji adalah benar.

"Er, gimana kalau sekarang kita makan siang aja? Ada restoran baru loh di seberang sekolah!" ajak Sakura, lalu ia menambahkan,"--yang traktir, SASUKE!!" lalu ia menggerek Sasuke keluar sekolah

"Boleh juga tuh. Aku lapar." Kata Choji dan Shikamaru lalu mereka bangkit dan keluar ruangan.

...

Di Luar Pagar sekolah, Sasuke dan Sakura berjalan bersama...

"Kamu nih apa-apaan sih , Sakura?" Sasuke cemberut ke arah Sakura

" Yah, nggak apa-apa kan sekali sekali kamu yang traktir? Kalo bendahara terus yang tanggung, kas OSIS nanti bolong, " lalu Sakura tertawa ringan," Tadinya aku juga belum sempat mikir kalau ada Choji.. Hihi. Maaf ya Sasuke!" teriak Sakura. Ia menjulurkan lidahnya, mengedipkan sebelah matanya lalu berlari ke arah restoran itu.

"OI!! TUNGGU DONG!! GIMANA SIH?" Sasuke berteriak, lalu a sadar kalau Sakura sudah sampai di resto itu, Ia berlari mengejar Sakura

...

"Aniki, Naru mau ke toko sebelah dulu ya. Beli ramen!!" teriak Naruto dari luar rumahnya

"Iya Naru! Hati-hati di jalan ya!!! " Pein melambaikan tangannya pada adik semata wayangnya itu.

Tiba-tiba Kushina keluar dari dalam rumah,"Pequeño. Kamu harus sadar kalau adikmu itu sudah besar"

' Kukira mama marah soal aku nggak bawa jaket bulu domba dari Swiss', pikir Pein

"Yah, mama juga. Mulai deh Spanyolnya keluar." balas Pein sambil menggelengkan kepalanya

"Ya mau gimana lagi? Soy españoles!" kata Kushina membela darah Spanyolnya itu.

"Kenapa nama mama Kushina? Kenapa nggak CHIQUITITA sekalian?" tanya Pein asal. Well, sebenernya dia udah nggak punya come-back lagi buat mamanya itu.

"no sé. Tanya saja pada kakekmu nanti kalau kita ada kesempatan ke Spanyol lagi, OK?"

"Si, mami, si." Jawab Pein dengan bahasa Spanyol seadanya.

...

"Mending sekarang sms Hinata-chan dulu deh." Lalu Naruto mengeluarkan Hpnya, dan mengetik pesannya

To: Hinata-TYL 1

Yah,aku lupa, aku diajak memancing sama papa sama kakak. Tpi klo hinatachan mau ikut jga gapapa ko.

naru x

"Irrashaimase!!"

"Halo kak Ayame. Hari ini au mau Miso ya!" teriak Naruto semangat

"Baiklah Naruto. Tolong tunggu sebentar ya!! Ah Irrashaimase!!"

Naruto menoleh unuk melihat siap yang datang selain drinya.

"Ah, halo kak! Kenapa kakak baru datang? Kenapa nggak bareng aku aja tadi?"

Ternyata Pein

"Hahaha. Aniki baru maunya sekarang jadi ya datangnya sekarang!! Ayame san, Aku juga miso ya!!"

"Baik!"

"Aku heran. Kenapa kamu selalu suka makan Ramen Naruto. Papa nggak suka. Mama sukanya masakan Spanyol dan Meksiko."

"Hehe. Aku juga heran."

"Nah, Naruto, Nagato-san, ini miso ramen kalian. Kompak yah, kakak beradik ini!" kata Ayame sambil melepaskan senyum manis khasnya itu.

"Ah, tidak juga Ayame-san. Ada saatnya kami bertengkar. Rekor perang dingin kami 3 hari loh!" kata Naruto bangga sebelum akhirnya mereka mengucapkan 'ITADAKIMASU!' bersamaan.

"Ngg... Ayame-san, kok Paman Teuchi nggak ada sih?" tanya Naruto

"Iya. Memang dia lagi pergi ke Tokyo. Mungkin baru akan pulang minggu depan. Jadinya aku yang harus mengurusi kedai ramen ini sampai larut malam." Kata Ayame sambil menuangkan minum untuk Naruto dan Pein.

"Ngomong-ngomong soal Tokyo, Hinata bakal pergi berapa hari lagi Naruto?" tanya Pein

"Nggak tau. Masih belum pasti banget rencananya. Waktu pertama kalinya dia bilang ke aku bakal pergi sekitar 2 minggu lagi. Tapi ternyata dia bilang lagi kalau dia mau peri setelah pensi yang berarti pas liburan musim panas." Kata Naruto, lalu ia menyeruput ramennya.

"Oh, gitu ya? Untunglah.."

"Untunglah karena kakak udah ngasih tau Hinata-chan tentang padang Edelweiss itu?"

Pein menoleh ke arah Naruto dengan kaget

"Ouch, jangan tanya sama aku gimana caranya tau hal itu. Aku punya banyak mata-mata dan sumber terpercaya loh." Kata Naruto ambil memaerkan grinnya yang sangat lebar itu.

"..."

"Kenapa, aniki? Tak mampu berkata-kata?" tanya Naruto, ia sedang menjadi Naruto sarkastik sekarang.

"Bukan gitu, Cuma..."

"Udah kubilang aniki jangan tanya!"

"Haah... Baiklah. Lagipula aku tidak ingin ikut campur antara kamu dan Hinata." kata Pein, di wajahnya nampak ketidakjujuran

"Kakak, don't be abnoxious, kalau kakak suka sama Hinata-chan aku juga udah tau. Aku nggak marah kok." Naruto meneguk minumannya

"Hah?" Pein langsung menoleh bingung

"Iya. Kakak suka sama Hinata-chan kan? Ketauan banget. Hinata-chan yang udah cerita sama aku."

"HAHH??"

"Aduh, kakak nih budek atau apa sih? Kubilang Hinata-chan udah ngomong ke aku soal itu."

"Tapi Naru—"

Tiba-tiba pada saku Naruto terasa getaran yang berarti sebuah sms masuk

From: Hinata-TYL 1

Oh, klogtu ngg pa2 deh. Latihannya kpn2 aj. Oh iy senpai, tdi dad bru ngomong klo

aku bakal lgsg ke Tokyo habis pensinya selesai

Hinata XOX

"Aniki?"

"Iya? Ada apa Naru-chan?"

"Hinata pergi langsung setelah pensi selesai. Pensi 3 minggu lagi." Kata Naruto

'Well, itu menjawab pertanyaanku.' Pikir Pein

...

"Hyahh... Kenyang sekali aku. Makasih ya Sasuke!!" kata Choji sambil meminum seteguk terakhir lemon-squashnya

"Huh. Aku nggak percaya, uang jajanku seminggu diembat sama kalian semua."

"Sasuke-kun, nggak boleh pelit dong. Kamu kan bisa minta uang jajan kapan saja sama orang tuamu di Paris—" omongan Tenten dipotong Sasuke "Mereka sekarang ada di Denmark","OK, kan kamu bisa minta uang jajan kapan aja sama orang tuamu di Denmark."

"Yeah, whatevs."

"Dan kenapa sekarang aku merasa cuma aku yang mikir kalo kita itu lupa akan suatu hal..." kata Sai

"Oh My Goodie God...", "Aku benar-benar lupa..." kata Ino

"Apa Ino?" tanya Neji yang mau meminum air putihnya

"IBU TSUNADE MAU DATANG KE RUANG RAPAT TEPAT 5 MENIT LAGI!! DAN KITA BELUM NYELESAIIN PRESENTASI BUAT SEKOLAH!!"

BYUR!! Mantap. Neji menyemburkan air yang baru saja diteguknya ke arah makanannya.

"APA???"

...

oonda: I just loathe cliffhangers, hope you enjoy it, though. I'm terribly sorry that my stories aren't good at times. And a million times 'sorry's because my storyline is not a good thing. Hehehe. You should really bear with my stories

Winamp Playlist:

Jonas Brothers – Burnin' Up

L'arc~en~Ciel – Pretty Girl – KISS

Anywayz, I would like to thank everyone who kindly review, add to favs and alerts, or even just read it. Virtual hugs of happiness for everyone!

Well, Review if you will

Toodles,

~oondagubrakitachi