"IBU TSUNADE MAU DATANG KE RUANG RAPAT TEPAT 5 MENIT LAGI!! DAN KITA BELUM NYELESAIIN PRESENTASI BUAT SEKOLAH!!"
...
Laugh Away!
--sixth beat: How Crazy
...
New Disclaimer: I don't own WIRO SABLENG OR TEETH'S FORMULA, OR EVENMORE, SOAP OPERAS AND DRAMAS IN TV
...
"Neji... ckckck. Sebegitunya kah?" Sasuke geleng-geleng kepala
"Yah! Gimana dong nih? Aku bisa dipecat dari jabatanku sekarang!!" Neji mulai panik
"Oh iya!! Gimana ya??? Ketua terCINTA kita Neji mau diturunkan jabatannya!!" teriak Sasuke menirukan mimik orang bingung plus panik, tapi dari ekspresi wajahnya terlihat sekali kalau ia sangat senang mendengar hal tersebut
"Anu, Neji nii-san..." Hanabi teringat akan sesuatu
"AUDUDUH!! INO KAMU KOK NGGAK BILANG DARITADI SIIH???"
Ino hanya tertawa kecil melihat Neji yang menggebrak-gebrak meja makan dari tadi
"Neji-nii?" Hanabi mencoba mendapatkan perhatian Neji
"Ne—Nej, AHH!! NEJIII!!!" Tenten berteriak karena frustasi, Neji menoleh
"Heh?"
"Hanabi mau ngomong tuh!!" Tenten menunjuk Hanabi yang sudah putus harapan untuk mendapatkan perhatian kaka sepupunya itu.
"Iya, ada apa Hanabi?" tanya Neji, sekarang ia lebih tenang
"Sebenarnya, Tsunade-sama akan datang minggu depan dan bukan hari ini." Hanabi menatap Sai dengan tatapan yang aneh.
"YAAH... Acara ngerjain Neji gagal deh..." kata Kiba mengeluh
"Apa maksud kalian, acara ngerjain aku?"
"Yah, kami tadinya mau ngerjain kamu dengan bilang kalo hari ini Tsunade-sama mau dateng. Seenggaknya sih rencana pertama berhasil." Jelas Sakura
"Rencana pertama?" Neji semakin bingung
"Iya rencana pertama kami adalah: Bikin kamu kalang kabut nggak karuan. Liat aja orang-orang disekitar kamu di restoran ini. Mereka ngetawain kamu dari tedi loh!" kata Ino
"Iya. Kalau berhasil dengan mulus sih, kami maunya Rencana kedua berjalan lancara yaitu: Kamu ngajak kami balik ke sekolah! Yang sayangnya nggak berjalan lancar" kata Matsuri
"Dan kalau rencana kedua berhasil, ada rencana ketiga. Finalnya. Kami ngajak Bu Tsunade untuk rapat dan tadaa!! Bu Tsunade nggak bakalan tau apa yang kami lakukan!! " kata Kiba dengan bangga
"Kamu beruntung aja punya adik yang baik kayak Hanabi." Kata Sakura menoleh ke Hanabi
"Heheheh... Maaf ya, senpai-tachi... Rencananya kacau deh" kata Hanabi
"Nggak apa-apa Hanabi-chan. Justru kamu itu baik banget untuk mengingat sesuatu yang di buat menjadi masalah oleh para orang-orang kekanak-kanakan ini" Temari melirik dari ujung ke ujung meja makan.
"Sok Dewasa" Shikamaru menggumam
"Apa katamu?" Temari berkata menancam
"Nggak."
...
Di Kedai Ramen...
"Yah, sms itu menjawab pertanyan kakak sih." Kata Pein yang sudah meminta mangkuk ramen kedua
"Tapi—"
"Tapi apa?"
"Yah, tapi aja. Lagi seneng ngomong tapi sih"
"Adikku yang satu ini emang freak ya?" Pein tersenyum.
"Senyum yang aneh, kak. Kayaknya senyum itu memberitahukan kalau kakak bangga punya adik freak" Naruto mencibir
"Yah, walaupun kamu itu mirip beruk, kamu kan tetep adikku, Naru-chan"
"Hehehe,.. Mengharukan. Ayame-san!! Satu lagi dong!!" teriak Naruto ke Ayame yang sedang mencuci piring
"OK NARUTO!"
...
Sekarang kita lihat nasib guru-guru SMP ini... Yang pertama Kakashi,..
Kakashi memandang jam dinding di rumahnya
"Hm. Jam 6 sore" gumamnya
Lalu ia berjalan ke arah lemari esnya dan bergumam lagi,"Hm, makanan habis"
Ia berjalan ke ruang TV, lalu menonton, membolak-balik channel lalu menggumam,"Hm, membosankan"
Baru ia berjalan keluar kamarnya di apartemen, menuju basement dan menaiki mobil sedannya dan bergumam,"Hm. Bensinnya mau habis"
Ia mengendarai mobilnya sampai ke Pom Bensin, sang kasir bertanya,"Berapa pak?"
Ia bergumam lagi,"Hm, penuhkan saja"
"Baik, pak. Mulai dari nol ya." Kata sang Kasir. Kakashi turun dari mobilnya dan membuka kunci tangki gas mobilnya, lalu sang kasir bilang,"Totalnya 5000 yen"
Kakashi menggumam,"Hm, baiklah." Lalu ia mengeluarkan beberapa lembar uang dan mengucapkan terimakasih
...
Sedangkan Anko dan Kurenai...
"Kamu yakin Anko?" tanya Kurenai agak ragu
"Iya, aku yakin. Lagian juga mereka bakalan cocok pakai warna ini!" Anko mengangkat kain itu
"Tapi, kupikir warna ini terlalu tua, mereka kan masih anak-anak. Lagipula Kakashi belum tentu setuju dengan warna ini." Kurenai memilih warna yang lain
"Ah, nggak ah. Warna biru ini sudah bagus." Anko tetap keras kepala
"Ya sudahlah kalau kamu pikir begitu." Kurenai akhirnya menyerah
"Nah gitu dong. Mereka sudah SMP ini. Jadi warna biru bagus untuk rompi dan jas OSIS mereka."
"Ah, ano, Chiyo-san, Aku mau kain ini, dijahit menjadi rompi dan jas, masing masing dengan ukuran yang ada di kertas ini, lalu betnya dipasang sesuai dengan yang telah dijelaskan di kertas ini juga, jumlah rompinya 21 dan jasnya 21 juga." Jelas Kurenai sambil menaruh kertas yang bergambarkan jas dan rompi yang berisi keterangan dan ukuran rompi dan jas anak-anak pengurus OSIS itu.
"Iya, Kurenai. Aku mengerti. Aku sudah sering mengurusi hal seperti ini." Chiyo tersenyum
"Terimakasih ya Chiya-san!!" teriak Anko lalu ia pergi menjauh dari tempat nenek itu
"Iya, Anko. Jangan lupa kembali lagi ya!" Chiya melambaikan tangannya
"Itu pasti Chiyo-san. Aku mohon diri dulu ya."
...
"Haah. Kenapa nggak diangkat sih Sasuke!!" laki-laki itu membanting ponselnya ke dinidng ruang guru.
"Ada apa, Chi?" tanya Rin bingung
'Kenapa sih orang ini? Stress? Atau hilang sadar? Atau mental terbelakang?' pikir Rin. Tentu saja dia tidak mengutarakan langsung ke laki-laki
"Oh., Rin. Ini si Sasuke. Dia sakit, tapi maksain diri untuk masuk sekolah untuk rapat. Orang-orang nggak tau gimana Sasuke emosi dan temperamen banget waktu lagi sakit. Dia janji bakal pulang lebih cepat. Tapi daritadi telepon ku tidak diangkat-angkat tuh." Itachi mengeluh, sebagai kakak yang baik, sudah seharusnya Ia khawatir kan?
"Kamu ini, selalu mulut duluan daripada tindakan. Kenapa kamu nggak nyamperin dia aja? Gotong ke mobilmu, sekap pakai lakban trus bawa pulang, kasih obat. Selesai kan?" Rin berbicara tapi matanya memandang berbagai macam nilai anak-anak kelas 7 yang rata-rata, seperti rumus gigi susualias 2-1-2-2-1-2 atau rumus gigi tetap alias 3-2-1-2-2-1-2-3, atau malah seperti WIRO SABLENG: 21-22-12
"Gagasanmu sudah kupikirkan berkali-kali. Tapi aku tetap menganggap itu terlalu kasar untuk Sasuke." Itachi mendebat
"Percayalah. Aku pernah melakukannya pada Obito saat ia nggak mau minum obat. Untuk seorang Uchiha yang keras kepala seperti mereka, hal tersebut sangat mujarab" Rin menunjukkan Ibu Jarinya, menonjol diantara susunan jari-jari berkuku pendek yang berkuteks merah marun itu.
"Entahlah, Rin—" Itachi masih ragu-ragu
"Yah sudahlah. Tak usah dipikirkan. Anak itu paling pingsan dan di bawa ke UKS oleh teman-temannya. No Big Deal." Kata Rin menekankan kata katanya
Itachi hanya terdiam memikirkan adiknya yang sedang sakit itu.
...
Sebenarnya Hinata menyesal sekali karena telah memberitahukan Naruto behwa ia akan pergi tepat setelah PENSI selesai
Tapi itulah kebenaran. Kalaupun ia bebohong pada senpainya itu, kebenaran tetap saja akan terlihat bukan?
Kalau ia berbohong, pasti akhirnya akan menjadi seperti sinetron-sinetron dan drama menyedihkan dan pathetic yang ada di TV.
From: Naruto-2A
Ngga apa-apa ngerti kok. NarutoUzumaki :P :S
'Ada apa dengan Naruto senpai? Biasanya dia hanya akan menulis naru x. Tapi sekarang..." Hinata berpikir keras
...
Di SMP Leaf setelah makan siang,...
DEG!
'Aduh.. Mulai lagi nih, kepala gedek.'
DEG!DEG!
'Aku, mual...'
DEG!DEG!DEG!
'Mengapa ruangan ini terasa berputar makin lama makin cepat saja??'
DEG!DEG!DEG!DEG!
BRUK!!
Sasuke jatuh pingsan.
"Aduh Sasuke pingsan nih Neji!!" Tenten panik
"Wah benarkah?" mata Neji berbinar-binar
"NEJII!!" bentak Tenten
"Iya maaf, maaf. Ayo gotong dia ke UKS, Choji! Shikamaru ikut aku! Sakura dan Tenten panggil Itachi-sensei." kata Neji
'kuharap Sasuke kun tidak apa-apa' itulah pikiran Sakura dan Tenten pada waktu itu.
...
Hinata masih meperhatikan SMS itu.
"Hmm... NarutoUzumaki :P :S" Ia bergumam
'Kadang kadang cowok suka pakai bahasa isyarat juga loh, Hinata-chan!'
Itu mengingatkanku pada sesuatu...
Aku tahu siapa pengirimnya sebenarnya...
...
Winamp Playlist:
Bleach – Houki Boshi – Younha
Nocturne no. 1
oonda: At least it's 6 pages long, You don't mind? Ah, the crazy tests are diseasing!!! I can't help but to publish this next month... Well, today I publish the 4th Chapter, today's 14th of October. Hope to see your reviews soon!!
Well, don't worry. I haven't change my motto: REVIEW IF YOU WILL
Review If you will!!!
Toodles,
~oondagubrakitachi
