"Aduh, Sasuke pingsan nih!!!"teriak Tenten panik

"Benarkah?"Mata Neji berbinar-binar

...

Laugh Away!

--seventh beat:

New Disclaimer: Mobil Audi, Mercedes Benz (yg SUV) sama BMW Sport 'Navy Blue' bukan punya saya. Itu semua punya keluarga UZUMAKI!!

LITTLE CHATTER: OK. So last time the chapter was a bit PWP. I think this chapter might get into PWP-ness too. But I promise next time, we'll go into the real probs. Ahem. And one more, I won't show the teachers (Anko-Kurenai-Kakashi) on this chapter.

On with the fict!

...

JEDUAK!!

"KAK ITACHI!!! SASUKE PINGSAN!!" Sakura dan Tenten berteriak bersama layaknya paduan suara, kontan Itachi menutup kedua telinganya

"Tuh kan, Rin!! Udah bener dia nggak masuk sekolah tadi pagi." Itachi masih menutup telinganya, takut ada teriakan susulan

"Yah, kamu yang membolehkan sekolah kan?" Rin mengangkat bahunya

"Betul juga kau. Sakura, Tenten, di mana Sasuke sekarang?"

Rin menyelak,"Ooh!! Ooh!! Dia di lapangan golf!!"

Itachi mengernyit

"Ya bukanlah bodoh, pasti di UKS!!" Rin berteriak sarkastik

"Wah, kak Itachi melakukan hal yang benar" bisik Sakura ke Tenten

"Apa?"

"Menutup telinganya!!" Sakura tertawa cekikikan

"SASUKE-SAN!!!"Lee langsung berteriak begitu Sasuke selesai melaksanakan adegan mendesah-dan-ngelungker di tempat tidur UKS SMP Leaf

"Hahh.... Sial kau, Alis tebal. Kepalaku pusing nih! Jangan teriak-teriak gitu dong" Sasuke mengusap kepalanya yang rasanya seperti habis ditimpa batu 1 ton

"Ahahaah... Maaf Sas'ke-san. Ngomong-ngomong sejak kapan kau sakit?" tanya Lee polos

"Sejak kemarin. Aku kan sudah bilang kalau aku memaksakan rapat, bodoh.." Sasuke menjawab sekenanya

"Hei, kan nggak usah pakai embel-embel 'BODOH'!! Bodoh bukanlah kosakata seorang bersemangat masa muda!!" Lee berteriak lagi, tidak mengindahkan peringatan Sasuke tadi

"Lemah" celetuk seseorang

"Hah?"

"Sudah kubilang, lemah kau." Sekarang terlihat jelas sosok bermata putih yang sangat Sasuke kenal.

"Hei, Hyuuga, apa orang tidak boleh sakit?" Sasuke membalas dengan tatapan mengacuhkan, lalu ia berniat bangun tapi—

"Sasuke, jangan keras kepala. Kau tidak boleh bangun dulu." Sakura datang lalu memeriksa suhu tubuhnya.

"45 derajat celcius, dengan kata lain, tempat tidur UKS adalah rumahmu sekarang" katanya lagi.

Sasuke menyerah dan kembali tidur.

...

:Pein :Senpai

Hinata menghela nafas.

...

Naruto mangkok ke 7, Pein mangkok ke 5.

"Kakak..."

"Apa?"

"Kakak...Kakak...." suara Naruto makin merasuk

"Apaan?" Pein sudah mulai waspada dengan kelakuan adiknya yang aneh

"KAKAK..." Naruto memandang Pein dengan tampang anjing yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir

"Iya!! Ada apa sih? Mukamu bikin kakak takut sampai ke rusuk palsu tau!!" Pein sudah tak sabaran lagi.

"Ah iya.. Kakak kan pinter, di kedai ramen aja masih nyebut-nyebut Biologi..."

"Ah, nggak ada poinnya kamu ngomong kayak begitu, Naruto. Bilang, ada apa?"

"Punya uang nggak?" Naruto bertanya polos

Pein ambruk seketika

Nggak ding.

"Punya, kamu nggak ada uang ya?" Pein mengeluarkan beberapa lembar Yen dari dalam dompetnya dan mengibaskannya di depan wajah Naruto yang sudah melas itu.

"... Enggakk... Bayarin dong... Kakak ganteng, paling baik, rajin menabung, tidak sombong, berbakti pada orang tua, pinter se-jagad, Rajin nyapu, ngepel, bersihin toilet, sikat gigi sebelum tidur,..."

"Penjilat."

"Jadi dibayarin nggak nih, kak?" Naruto sembah-sembah Pein

"Ya iyalah, adikku imut nan keree... Kalau nggak nanti kakak jadi santapan makan malamnya papa sama mama lagi. Eheheheh..." Pein menggaruk kepalanya lalu menyerahkan uangnya pada Ayame.

"Kembali lagi yaa!!"

"Tentu Ayame-san!!"

Yang pasti, itu tadi NARUTO yang menjawab, dengan perut kenyang nan bahagia, ia pulang bersama kakaknya tercinta,

Yang telah mentraktirnya.

...

"Sakura, dah boleh turun tempat tidur belum nih?" Sasuke was-was

"Belum. Setengah jam lagi."

"Kejam"

"Keji"

"Kenapa aku kamu katain keji?" (Sasuke)

"Kenapa aku kamu katain kejam?" (Sakura)

"Karena nyuruh aku tidur tiga jam?" (Sasuke)

"Karena kakakmu menyuruhku menungguimu selama tiga jam?" (Sakura)

"Kenapa kamu mau?" (Sasuke)

"Kenapa kakakmu mengancam memberiku nilai 3 di ulangan?" (Sakura)

Sasuke diam

'Itu bukan alasannya ,kan? Sakura?"

...

'Itu bukan alasannya Sasuke..'

...

'Wah, ternyata aku tertidur. Heh?!" Waktu Tenten bangun, pemandangan di depan matanya hanyalah:

Anak-anak OSIS SMP Leaf,

Tidur

Dengan kepala di meja rapat,

Dengan tangan terlipat

Air liur mengalir dan—

"AWAS!!" Tenten berteriak panik

"Ha—Ha!! Ada apa Tenten!??" Neji tersentak kaget karena teriakan histeria tadi

"Itu!! Awas!! Iler-nya LEE!!! Jangan sampai kena proposal yang dibuat Sasuke!!" Tenten makin membuat Neji kesal

'Sasuke lagi...'

"Peduli amat, Ten?" Neji mendesah malas

"Yah peduli dong!! Datanya udah nggak ada lagi!!" Tenten berteriak makin histeris

...

"Kakakk... Naru bosaann..." Naruto mengeluh manja pada kakaknya

"Naru-chan, kamu kan ada les sore ini!" Kushina mengingatkan

"Hah? Les apa ma?"

"Les bahasa Spanyol dong! Sama mama!" Kushina tertawa kecil melihat wajah bingung anaknya

"Iiihh... Mama!! Aku Naru serius nih!! Bosaannn..." Naruto cemberut pada mamanya itu

"Ih, Naru-chan bete-an yah!" kata Minato yang tiba-tiba muncul di pintu

"Ahahaha.... Papa ini bisa aja deh." Kushina mendorong Minato keluar rumah

"Kenapa nggak ke rumah Hinata-chan aja, Naru? Mau kakak anterin nggak?" tanya Pein, dalam hati sih pingin curi-curi pandang, hehehe...

"Mauuu....."

"Yaudah, ambil kunci mobil kakak sanah!" Pein menyuruh Naruto

"Yang mana?"

"Terserah deh. Tapi jangan yang Audi ya. Baru diservis tuh."

...

Tangan Naruto memilih BMW Sport warna Navy Blue

"Yang ini boleh, kan?" tanya Naruto ragu

"Huh, yang dpilih mah Stick mulu. Pake SUV kek sekalian. Stick tempat duduknya kerendahan buat kakak." Kata Pein sambil mengelus kendaraan tersebut

"Yaudah. Pake Mercedes ajeh. Bentar dulu deh, Naru ambilin kuncinya." Naruto cemberut dan kembali ke dalam rumahnya.

...

"Sasuke dah boleh turun sama kakakmu tuh." Sakura menutup matanya, menghembuskan nafasnya dan menutup majalah yang dari 3 jam yang lalu dibolak-baliknya.

"YEAYYY!!!" Sasuke loncat dari tempat tidur setelah menerima kabar gembira tersebut.

"EITSS!!! Tapi ada obat nih dari dokter pribadimu!" Sakura menghentikan langkah bahagia Sasuke dan Sasuke berubah menjadi human statue seketika

"YAAHHHH..."

...

I can't stand not making Sasuke OOC!! AHHHH!!!!!, Ahem. So I promise this chappie is the LAST PWP PART, right? Owky-dowky then. Take care y'all!! I'll try to update A.S.A.P.

Winamp Playlist:

On My Way – Phil Collins (from Disney MAGIC OST, Brother Bear)

A Spoonful of Sugar – Julie Andrews (from Disney MAGIC OST, Mary Poppins)

Cheers!

~oondagubrakitachi