The Chicken Nutcracker

11. The way to the tiny land, Parthenia

By: puteeChan/2008

Disclaimer: bukan-punya-ku. Based on 'the Nutcracker' story

Romance/parody, SasuSaku, AU fic

Summary: Namaku Sakura, natal kali ini aku kedatangan bibi Kurenai, ia memberi adikku hadiah yang begitu bagus. Tapi, mengapa hadiahku hanya sebuah...

Sakura dan boneka ayam berjalan menuju lubang hitam. Boneka ayam masuk terlebih dahulu dengan Sakura dibelakangnya. Mereka berada di sebuah gua es, segalanya es.

Ketika Sakura sedang melihat berkeliling, Sebuah cahaya kecil bergerak mengitari Sakura, cahayanya seperti kunang-kunang, hanya saja bewarna putih. Cahaya itu berhenti di depan Sakura dan berubah menjadi seekor peri kecil berpakaian biru dengan mahkota yang menempel di rambutnya yang bewarna kuning keemasan. Singkatnya, pirang.

Si Peri berbicara sesuatu yang tidak dimengerti Sakura.

"dia adalah ratu peri salju di Parthenia" kata Boneka ayam.

"Parthenia?"

"negri tampat asalku dan peri gula jawa"

Si peri tahu Sakura tidak mengerti bahasanya, ia mencoba berbicara bahasa lain "hai.. kau datang dari mana? Namaku Ino, aku ratu peri salju"

"hai, peri Ino. Namaku Sakura, apa kau tahu jalan keluar dari tempat ini?"

"wa.. Sepertinya aku tahu.. nah, jalan lurus kedepan, belokan kedua belok kiri, lurus terus sampai ketemu perempatan, ambil kanan, lampu merah kedua belok kiri, trus lurus, ada gang masuk, lewatin kuburan, belok kanan, sampai ketemu pertigaan belok kiri, ada tukang gorengan disana kalau kau lapar, cari lampu merah pertama lurus aja, lurus, lurus terus ampe ketemu kali Ciliwung, masuk jalan ke tigabelas dari kanan, dan nah di ujung jalan itu ada pos hansip. Nah kau tinggal tanya pada hansip yang lagi jaga dehh" sahut Ino riang.

-sweatdrop- "tidak membantu, ratu" kata Boneka Ayam sopan.

"begitu yah.. baiklah.." Ino memanggil peri-peri Salju yang lain.

Peri-peri salju muncul dari sudut-sudut gua es. Mereka berputar-putar sekeliling Sakura dan boneka ayam, mereka menari-nari dengan indah. Mereka mendekatkan boneka ayam agar berdiri lebih dakat dengan Sakura. Pada Akhirnya, mereka membentuk suatu gerombol dan mereka menabrak satu dinding es yang menyebabkan esnya hancur. Dan terbukalah, jalan menuju parthenia.

"uuuwwwwaaaaaa" Sakura takjub "itukah Parthenia? Hhmmmffff.. –menghirup udara segar- Langitnya benar-benar biru, pohon-pohonnya berbau peppermint, dan bahkan saljunya pun tidak dingin.. aku suka negri ini"

"yah.. ini hanyalah Parthenia yang tersisa ,petok.. dari kekuatan akatsuki, petok" kata Boneka ayam sambil menghela napas.

Sakura dan boneka ayam berjalan menuruni bukit tempat keluat mereka tadi. Mereka sampai di sebuah desa bersalju yang benar-benar sepi.

"ini desanya, petok.. semuanya sudah hilang. Diambil oleh Akatsuki, petok.." Boneka Ayam menjelaskan sambil menunduk.

Sakura prihatin "err.. bisakah tanpa 'petok'?" tanya Sakura sambil membentuk tanda kuti dengan kedua tangannya. Boneka Ayam meng-glare Sakura dan berkata "kau tahu kan, petok.. aku dikutuk jadi seperti ini, petok"

Sejenak kemudian, Sakura merasa ada sesuatu yang mengenai roknya. Ia sadar, bola-bola salju melayang ke arah Sakura dan Boneka ayam. Mereka segera berlindung di balik gundukan salju.

"hei!" panggil Sakura "awww.. kalian, kami bukan musuh.."

Bola-bola salju berhenti terlempar, muncullah dua anak kecil berumur sekitar lima tahun. Mereka menatap Sakura dan boneka Ayam ragu-ragu. Dua anak tadi akhirnya berjalan mendekati Sakura. Yang satu anak lelaki berambut pirang dengan mata sebiru langit, dan seorangnya lagi anak perempuan berambut hitam kebiruan bermata lavender.

"Hai namaku Sakura.. dan ini boneka ayam" kata Sakura ramah memperkenalkan diri.

"na.. namaku Naruto, dan ini Hinata-chan" kata anak laki-laki itu pelan.

"petok! Apa yang terjadi disini, petok?" tanya Boneka ayam.

"uuwwwaa.." seketika wajah kedua anak itu riang lagi "boneka ayam yang lucu sekali.." Lanjut Naruto sambil memeluk boneka ayam. "emm.. hangatnya". Sakura nahan cekikikan ampe guling-guling diatas salju. Boneka ayam pasrah aja. –awas aja, gue gigit lu-

Hinata melanjutkan "kami sedang mencari permen tongkat, tapi ketika kami kembali..."

" semuanya hilang!" Lanjut Naruto sambil bertolak pinggang. (immyuuttt.. )

"pasti gara-gara akatsuki jahat itu" kata Hinata lagi sambil menatap Sakura.

" Itu semua karena Pangeran Sasuke-teme! Huh" kata Naruto sebal.

"Siapa itu Sasuke?" tanya Sakura.

"Sasuke... pangeran negri ini, petok. Dia diwarisi tahta oleh ayahnya yang sudah meninggal, petok. Tapi kemudian, tahtanya direbut oleh Akatsuki, petok. Dan.."

"dia seenaknya pergi meninggalkan kami semua, pangeran Sasuke jahat sekali.." Naruto berang. Sakura sepintas melihat wajah boneka ayam seperti terlihat sedih. –atau hanya perasaanku saja ya?

- batin Sakura.

"yuk, kita masuk ke hutan, agar Akatsuki tidak melihat kita" ajak Sakura sambil menggandang Hinata, dan Naruto masih peluk-peluk boneka ayam. Disuruh lepas ga mau, sampe Naru keseret-seret salju.

Mereka berjalan memasuki hutan, sampai benar-benar jauh. Mereka melewati pohon-pohon besar. Matahari mualai terbenam sementara mereka masih berjalan memasuki hutan. Tiba-tiba, sebuah tali teljulur dari pohon. Awalnya, mereka kira itu perangkap akatsuki, tapi melihat ada dua orang akatsuki lagi jejingkrakan masuk ke dalem hutan, mau ga mau (harus mau..) mereka berpegangan pada tali dan naik ke atas pohon.

Diatas, mereka langsung dihadang oleh dua orang. Yang satu berambut abu-abu dengan masker biru. Satunya membawa anjing, dengan rambut coklat acak-acakan.

"wah, wah" kata si Rambut abu-abu "apa ini? Dua mata-mata Akatsuki lagi kah?" tanyanya.

"tidak!" teriak Hinata "mereka menolong kami!"

"dan boneka ayam ini sangat hangat dan lembut" sambung Naruto sambil cengengesan. Boneka ayam melototin Naruto. Tapi toh Naru tidak sadar.

"hem.. baiklah"

"namaku Mayor Kakashi dan ini Kapten Kiba" kata Kakashi "aku pemimpin disini, nah.. siapa dan sedang apa kalian disini" sambungnya tegas.

"namaku Sakura, dan ini boneka Ayam. Kami korban sihir Akatsuki.."

"dan kami ingin mencari peri gula merah agar kami dapat dikembalikan ke asal kami, petok"

"bah, omong kosong! Kami begini gara-gara pangeran Sasuke itu!"

Kapken Kiba menyela "gomen Mayor Kakashi, tapi, pangeran Sasuke adalah temanku!"

"gomen juga Kapten kiba, tapi aku a-da-lah atasan-mu!" katanya "dan apa lah peri itu?? Siapa? Peri Gula Aren? Peri Gula batu? atau siapalah itu?? Aku tidak peduli.."

"tapi, petok.. pangeran Sasuke sendiri yang bilang, petok"

"apa yang bisa dipercaya darinya hah?" Boneka ayam tersentak mendengan ucapan mayor Kakashi tadi.

tuh! Kan.. boneka ayam murung lagi. Apa jangan-jangan..- inner Sakura berpikir keras.

"mayor Kakashi, tapi, raja sendiri yang bilang tentang Peri Gula itu" kata Kiba meyakinkan Kakashi. Kakashi berpikir sejenak dan menyetujui.

"baiklah, tapi besok.. aku yang jadi pemimpinnya"

Malamnya : (improvisasi author, khukhu..khu..)

Sakura tidak bisa tidur. Sakura berjalan turun ke sungai kecil untuk mengambil air. Bulan malam itu sangat besar, bulat, dan terang. Permukaan sungai memantulkan cahaya yang sangat-sangat indah. Sakura memandangnya kagum. Yah, walaupun malam itu sangat dingin. Sesosok cowok sedang duduk di tepi sungai sambil meminum air.

Sakura terus memperhatikannya. Rambutnya hitam, kurang lebih seperti ayam, tampangnya sangat cool, dingin, tapi menyimpan suatu kehangatan. Alisnya tajam terlukis di wajahnya, matanya besar, bola matanya hitam terang, tubuhnya sepertinya tinggi dan bidang.

Tampan

Ya, itulah kata-kata yang ada di pikiran Sakura ketika melihatnya. Merasa diperhatikan, si cowok menoleh kearah Sakura, membuat wajah kerennya terlihat jelas dan bersinar karena cahaya bulan terpantul di wajahnya yang tampan. Sakura blushing.

"oh.." katanya pelan "ternyata Sakura"

"ba.. bagaimana kau bisa mengenaliku? Dan siapa kau?" tanya Sakura gelagapan.

"huh, Aku adalah benda kuning yang tadi siang bersamamu, aku boneka ayam itu"

"HA??" Sakura tereak kuenceng banget ampe muncrat.

-menutup telinga dan mengernyitkan alis- "lebai.." desisnya "kan aku sudah bilang aku bukan boneka ayam betulan" katanya Sewot.

"ya.. aku tahu" Sakura duduk di sebelah cowok itu "pangeran Sasuke". Sasuke terkejut, tapi ia hanya diam menapat air sungai yang tenang.

"kenapa kau tidak beritahu pada mereka?" tanya Sakura lagi.

"hh.. itu tidak gampang, rakyat membenciku lebih dari mereka membenci Akatsuki"

"bagaimana kau bisa kembali ke asalmu?"

"sinar bulan, tapi kau tidak akan pulih, karena kau belum kembali ketempat asalmu" Sasuke menjawab seperti sudah tahu apa yang ada di pikiran Sakura.

"begitu"

-pangeran Sasuke kan keren, dan cool.. kenapa mereka tidak suka ya? Sifatnya hanya sedikit dingin- Sakura bertanya-tanya dalam hati.

"er.. pangeran.." Sasuke menjawab "tidak usah pakai pangeran"

"baiklah, Sasuke sama.. 'petok'-mu hilang kalau sudah kembali ke asal?"

"anak rese" kata Sasuke sambil menjitak kepala Sakura pelan sembil ketawa kecil. "adoww.. hihihi" sakura mengusap kepalanya yang kena jitakan sambil tertawa pelan.

"ngomong-ngomong, Sasuke sama kan keren.. masa orang-orang pada sebel? Apa Sasuke-sama ga punya fangirl?" tanya Sakura terus-terang.

"yah.. gue emang keren nan ganteng.."kata Sasuke narsis-narsis betulin poni emo-nya sambil ngaca di permukaan air "seperti yang kubilang tadi siang. Mereka mem-ben-ci-ku. Soal fangirl, Sakura mau jadi fangirl-ku? Mau tanda-tangan?"

"dih, enak aja.. uda nyiapin pulpen segala lageh... cowok narsiissss"

"dasar ga sopan sama pengeran!" Sasuke marahin Sakura sambil nahan ketawa yang ude nyampe stadium empat.

TBC

W-A-R-N-I-N-G : HANYA UNTUK YANG MAU MEMBACA

Sore hari yang tenang, puteeChan lagi duduk di teras sambil minum teh sama Sakura yang baru datang.

Tiba-tiba, -DRAP DRAP DRAP.. BUK-BUK, GRADAK GRUDUK, BRAK BRUK JEGEER PRANGG.. KLONTANG-

-bruusshh-Sakura sama puteeChan kaget dibarengi dengan muncratnya teh pnah punya Putee ama Saku.

Muncullah Sasuke di pintu teras rumah puteeChan dengan badan lebam-lebam sambil ngesot.

Sakura : KYAA... SA-SU-KE-KUUNNNNN kuuu... (dengan mata lope-lope)

Putee : napa lo Sas? (sambil tetap minum teh)

Sasuke : hiks.. tadi gue mau kesini, tapi pas di depan pintu kesandung kursi, pas naek tangga, kaki gue keserimpet sama jubah panjang jadinya gue jatoh guling-guling dari tangga, abis itu.. gue nabrak meja tempat gelas sampe..

Sakura : stop stop stop.. Lo sbenernya kesini mau ngapain?

Sasuke : MAU PROTES KE MANUSIA DISANA! (nunjuk puteeChan pake sapu lidi)

Putee : ga sopan nunjuk-nunjuk orang! (ngerebut sapu lidinya, trus dipake buat garuk punggung) haahh.. enakk

Sasuke :-sweatdropped- iya deh maap..

Sasuke : (sadar akan tujuan semula) KENAPA GUE JADI OOC GINIH??

Putee : karena mau gue gituh..

Sasuke : AUTHOR YANG JAHAT SEKALI!! MAMA... (berlari ke arah Sakura dan menangis di pangkuannya)

Sakura : sa.. Saa.. Sasu .. sasuke.. SASUKE KUNN?? (gelagapan)

Putee : (melihat dari jauh sambil menengadah ke atas) anak-anak jaman sekarang..

Gaara : emang lu anak jaman kapan? (sewot)

Putee : EEHHHH?? GAARA? NGAPAIN DISINI?? (lebai sumpah)

Gaara : (tutup telinga) mau jalan-jalan aja..

Putee : MINNA!! Review pleeaaseee.. dan, Makasi reviewnya di chaa satu kmarenn MAKASIH! Jangan lupa review lagi ocehh. Ng-review FanFict orang tuh dapet pahala, disayang semua, gak rugi, bikin kenyang (?), bisa sekalian promosiin Fanfict-nya sendiri (?), nambah teman (?).. blabla blukblukbluk.. belah belah blabla..

Gaara : Readers, jangan dengarkan dia.. Tapi.. review ! Harus! (senyum)

KYAAAA.. duh.. author pingsan. Last Words dari puteeChan : GAARA KEREN! (matanya lope-lope)

Ja.. ne!

Sign/puteeChan/2008